Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Asesmen Sumatif: Praktik dan Analisis Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Asesmen Sumatif: Praktik dan Analisis Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Asesmen Sumatif: Praktik dan Analisis Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

PJOK - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif: Praktik dan Analisis Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAsesmen Sumatif: Praktik dan Analisis Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendemonstrasikan rangkaian latihan kebugaran jasmani terkait kesehatan (minimal dua komponen: kekuatan/daya tahan otot dan daya tahan pernapasan/kelentukan) dengan teknik yang benar dan sesuai prinsip latihan FITT sebagai bukti capaian keterampilan gerak
  2. Murid dapat menganalisis risiko kesehatan akibat kurangnya aktivitas jasmani dan merancang program latihan kebugaran untuk kesehatan secara mandiri berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani serta rekomendasi otoritas kesehatan, yang dipresentasikan melalui media sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kalian bisa membuktikan bahwa program latihan yang kalian rancang benar-benar efektif untuk meningkatkan kebugaran tubuh?
  2. Apa yang terjadi pada tubuh seseorang yang jarang beraktivitas fisik dalam jangka panjang?
  3. Bagaimana cara kalian menerapkan prinsip FITT dalam rutinitas latihan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid untuk asesmen sumatif
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan asesmen hari ini: praktik demonstrasi latihan kebugaran dan presentasi analisis program latihan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kesiapan fisik murid dan mengingatkan kembali komponen kebugaran jasmani serta prinsip FITT yang telah dipelajari
  • Guru menyampaikan kriteria penilaian untuk praktik dan presentasi

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mendengarkan penjelasan teknis pelaksanaan asesmen: pembagian waktu untuk praktik dan presentasi, urutan penampilan, dan standar penilaian
  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk melakukan pemanasan mandiri dan mempersiapkan alat yang dibutuhkan untuk demonstrasi latihan
  • Murid menyiapkan media presentasi (poster, chart, atau slide sederhana) yang telah dibuat sebelumnya tentang analisis risiko kesehatan dan program latihan kebugaran
  • Guru memastikan setiap murid memahami prosedur dan siap untuk menjalani asesmen

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara bergiliran mendemonstrasikan rangkaian latihan kebugaran jasmani yang mencakup minimal dua komponen (contoh: push-up untuk kekuatan otot lengan, sit-up untuk daya tahan otot perut, lari di tempat untuk daya tahan pernapasan, atau stretching untuk kelentukan)
  • Selama demonstrasi, murid menjelaskan secara lisan teknik yang benar dan penerapan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) pada setiap gerakan yang ditampilkan
  • Guru mengamati dan menilai ketepatan teknik, pemahaman prinsip FITT, serta kemampuan murid dalam melakukan gerakan dengan koordinasi yang baik
  • Setelah praktik, murid mempresentasikan hasil analisis risiko kesehatan akibat kurangnya aktivitas jasmani (dapat menggunakan data statistik sederhana, studi kasus, atau pengalaman nyata)
  • Murid mempresentasikan program latihan kebugaran mandiri yang dirancang berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani yang telah dilakukan sebelumnya dan rekomendasi otoritas kesehatan (misalnya Kemenkes RI atau WHO)
  • Presentasi mencakup: identifikasi masalah kebugaran pribadi, tujuan program, jenis latihan yang dipilih, aplikasi prinsip FITT, jadwal latihan mingguan, dan target capaian
  • Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan untuk memperkaya diskusi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan refleksi tertulis singkat (5 menit) tentang pengalaman mereka dalam merancang dan mendemonstrasikan program kebugaran: apa yang mudah, apa yang sulit, dan apa yang akan diperbaiki
  • Murid menuliskan komitmen pribadi untuk menerapkan program latihan kebugaran dalam kehidupan sehari-hari dan strategi menjaga konsistensi
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksinya secara lisan untuk menginspirasi teman-teman
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif kepada setiap murid terkait penampilan mereka dan memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan

Penutup:

  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: pentingnya kebugaran jasmani untuk kesehatan jangka panjang dan tanggung jawab pribadi dalam menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik teratur
  • Guru memberikan penguatan tentang penerapan prinsip FITT dalam program latihan yang disesuaikan dengan kondisi individu
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan program latihan yang telah dirancang di luar sekolah
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan fisik terbatas dapat memilih komponen latihan yang sesuai kondisi mereka (misalnya latihan kelentukan dan latihan ringan untuk kekuatan otot), sementara murid dengan kemampuan fisik tinggi dapat mendemonstrasikan latihan dengan intensitas lebih tinggi atau kombinasi lebih kompleks
  • Proses: Murid yang lebih cepat memahami dapat langsung melakukan demonstrasi tanpa banyak bimbingan, sementara murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan scaffolding berupa checklist gerakan atau pendampingan guru saat demonstrasi. Waktu presentasi dapat disesuaikan dengan kecepatan berbicara masing-masing murid
  • Produk: Media presentasi dapat bervariasi: murid yang kreatif dapat menggunakan infografis atau video pendek, sementara murid lain dapat menggunakan poster sederhana atau tabel program latihan. Yang dinilai adalah substansi analisis dan kelayakan program, bukan kerumitan media

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kesiapan fisik murid dan mengingatkan komponen kebugaran jasmani serta prinsip FITT
  • Guru mengecek kelengkapan persiapan murid (media presentasi, alat yang dibutuhkan untuk demonstrasi)
  • Guru bertanya singkat tentang program latihan yang telah dirancang untuk memastikan kesiapan materi presentasi

Proses:

  • Observasi ketepatan teknik gerakan saat murid mendemonstrasikan latihan kebugaran jasmani
  • Observasi kemampuan murid menjelaskan penerapan prinsip FITT pada setiap gerakan yang ditampilkan
  • Penilaian substansi presentasi: kelengkapan analisis risiko kesehatan, relevansi data yang digunakan, kesesuaian program latihan dengan kondisi pribadi dan rekomendasi kesehatan
  • Observasi kemampuan komunikasi: kejelasan penyampaian, struktur presentasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan
  • Catatan anekdotal untuk mencatat perilaku khusus atau pencapaian istimewa murid selama asesmen

Akhir:

  • Penilaian kinerja praktik menggunakan rubrik dengan aspek: ketepatan teknik gerakan, penerapan prinsip FITT, dan koordinasi gerakan
  • Penilaian presentasi menggunakan rubrik dengan aspek: analisis risiko kesehatan, kelayakan program latihan, dan kemampuan komunikasi
  • Penilaian refleksi tertulis: kedalaman pemahaman diri, identifikasi tantangan, dan komitmen tindak lanjut
  • Pemberian umpan balik individual kepada setiap murid dengan menyebutkan kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan

Formatif:

  • Observasi langsung selama demonstrasi praktik latihan kebugaran untuk menilai ketepatan teknik dan pemahaman prinsip FITT
  • Penilaian proses saat presentasi berlangsung melalui rubrik yang mencakup kelengkapan analisis risiko kesehatan dan kualitas rancangan program latihan
  • Pertanyaan lisan spontan untuk mengecek pemahaman murid tentang alasan pemilihan jenis latihan tertentu

Sumatif:

  • Penilaian keterampilan praktik demonstrasi latihan kebugaran dengan rubrik yang mencakup aspek teknik gerakan, penerapan prinsip FITT, dan koordinasi gerakan
  • Penilaian hasil analisis risiko kesehatan dan rancangan program latihan kebugaran melalui presentasi dengan rubrik yang mencakup aspek kelengkapan analisis, relevansi program dengan hasil tes kebugaran, penerapan rekomendasi otoritas kesehatan, dan kemampuan komunikasi
  • Penilaian refleksi tertulis untuk mengukur kesadaran diri murid terhadap pentingnya kebugaran dan komitmen penerapannya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Teknik Gerakan Latihan KebugaranMelakukan gerakan dengan banyak kesalahan teknik, tidak menunjukkan pemahaman tentang teknik yang benar, gerakan tidak terkoordinasiMelakukan gerakan dengan beberapa kesalahan teknik, menunjukkan pemahaman dasar namun eksekusi belum konsisten, koordinasi gerakan masih terbatasMelakukan gerakan dengan teknik yang sebagian besar benar, menunjukkan pemahaman yang baik, koordinasi gerakan cukup baik dengan sedikit kesalahanMelakukan gerakan dengan teknik yang benar dan konsisten, menunjukkan pemahaman mendalam, koordinasi gerakan sangat baik dan terkontrol
Penerapan Prinsip FITT dalam DemonstrasiTidak dapat menjelaskan prinsip FITT atau penerapannya sama sekali, demonstrasi tidak mencerminkan pemahaman tentang frekuensi, intensitas, waktu, dan jenis latihanDapat menjelaskan sebagian prinsip FITT namun tidak lengkap, demonstrasi menunjukkan penerapan yang terbatas pada satu atau dua aspek sajaDapat menjelaskan prinsip FITT dengan baik dan menerapkannya pada sebagian besar komponen latihan yang didemonstrasikanDapat menjelaskan dan menerapkan prinsip FITT secara komprehensif dan akurat pada semua komponen latihan yang didemonstrasikan, menunjukkan pemahaman mendalam
Analisis Risiko Kesehatan Akibat Kurang Aktivitas JasmaniTidak dapat mengidentifikasi risiko kesehatan atau analisis sangat dangkal tanpa data atau contoh pendukungDapat menyebutkan beberapa risiko kesehatan secara umum namun analisis kurang mendalam, data atau contoh pendukung sangat terbatasDapat menganalisis berbagai risiko kesehatan dengan cukup baik, didukung oleh data atau contoh yang relevan, namun belum komprehensifDapat menganalisis risiko kesehatan secara komprehensif dan mendalam, didukung oleh data atau contoh yang kuat, menunjukkan pemahaman tentang dampak jangka pendek dan jangka panjang
Kelayakan dan Relevansi Program Latihan KebugaranProgram latihan tidak sesuai dengan hasil tes kebugaran atau rekomendasi kesehatan, tidak menerapkan prinsip FITT, tidak realistis untuk diterapkanProgram latihan sebagian sesuai dengan kondisi pribadi namun kurang mempertimbangkan hasil tes kebugaran atau rekomendasi kesehatan, penerapan prinsip FITT masih terbatasProgram latihan sesuai dengan hasil tes kebugaran dan sebagian besar mengikuti rekomendasi kesehatan, menerapkan prinsip FITT dengan baik, cukup realistis untuk diterapkanProgram latihan sangat sesuai dengan hasil tes kebugaran dan rekomendasi otoritas kesehatan, menerapkan prinsip FITT secara komprehensif, realistis dan detail dengan target yang terukur
Kemampuan Komunikasi dalam PresentasiPenyampaian tidak jelas, tidak terstruktur, sulit dipahami, tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepatPenyampaian cukup jelas namun kurang terstruktur, dapat dipahami namun memerlukan klarifikasi, dapat menjawab pertanyaan sederhanaPenyampaian jelas dan terstruktur dengan baik, mudah dipahami, dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dengan tepatPenyampaian sangat jelas, terstruktur, dan meyakinkan, sangat mudah dipahami, dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat dan percaya diri

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk demonstrasi dan presentasi sudah cukup dan efektif?
  • Sejauh mana murid menunjukkan penguasaan teknik latihan kebugaran dan pemahaman prinsip FITT?
  • Apakah instrumen penilaian (rubrik) sudah mengukur capaian tujuan pembelajaran secara akurat?
  • Bagaimana tingkat kesiapan murid dalam merancang program latihan yang realistis dan sesuai rekomendasi kesehatan?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran sebelum asesmen agar murid lebih siap?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat mendemonstrasikan latihan kebugaran dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Seberapa yakin saya bahwa program latihan yang saya rancang dapat saya terapkan secara konsisten di rumah?
  • Apa yang saya pelajari tentang pentingnya kebugaran jasmani untuk kesehatan jangka panjang?
  • Bagaimana saya akan menjaga motivasi untuk terus berolahraga meskipun tidak ada pengawasan guru?
  • Apa yang akan saya perbaiki dalam program latihan saya berdasarkan umpan balik yang saya terima?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX
  2. Pedoman Aktivitas Fisik dari Kementerian Kesehatan RI
  3. Panduan Gizi Seimbang dan rekomendasi aktivitas fisik dari WHO
  4. Matras atau alas untuk latihan di lantai
  5. Stopwatch atau timer untuk mengukur durasi latihan
  6. Alat tulis dan kertas untuk refleksi
  7. Media presentasi sederhana: poster, chart, atau slide digital
  8. Video tutorial latihan kebugaran sebagai referensi tambahan (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.