Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Analisis Hasil

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Analisis Hasil". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Analisis Hasil

PJOK - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Analisis Hasil

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikTes Pengukuran Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Analisis Hasil
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan prosedur tes pengukuran kebugaran jasmani terkait kesehatan (gantung siku tekuk, baring duduk, dan lari 800 meter) sesuai norma dan tabel nilai yang berlaku untuk mengetahui status kebugaran jasmani diri sendiri
  2. Murid dapat menganalisis hasil tes kebugaran jasmani terkait kesehatan diri sendiri berdasarkan tabel norma, kemudian merancang tindakan peningkatan atau pemeliharaan kebugaran jasmani melalui program latihan sederhana berbasis prinsip FITT

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi pada tubuhmu saat melakukan aktivitas fisik berat seperti berlari atau melakukan sit-up?
  2. Bagaimana kita bisa mengetahui apakah tingkat kebugaran jasmani kita sudah cukup baik untuk aktivitas sehari-hari?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui status kebugaran jasmani sejak usia remaja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama, memastikan kesiapan fisik dan mental murid
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid saat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau bermain, menghubungkan dengan pentingnya mengetahui tingkat kebugaran jasmani
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempraktikkan tes kebugaran jasmani dan menganalisis hasilnya untuk merancang program latihan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya kepada murid tentang pengetahuan mereka mengenai komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 10 menit meliputi peregangan dinamis, jogging ringan, dan gerakan mobilisasi sendi untuk persiapan tes

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tiga jenis tes kebugaran jasmani yang akan dilakukan: gantung siku tekuk (untuk kekuatan otot lengan), baring duduk (untuk kekuatan otot perut), dan lari 800 meter (untuk daya tahan kardiorespiratori)
  • Guru mendemonstrasikan prosedur setiap tes dengan benar, menunjukkan posisi awal, gerakan yang benar, dan kesalahan yang harus dihindari
  • Guru menampilkan tabel norma tes kebugaran jasmani untuk putra dan putri usia 13-15 tahun, menjelaskan kategori nilai dari 1 sampai 5
  • Murid mengamati demonstrasi dengan seksama dan diberi kesempatan bertanya tentang hal yang belum dipahami terkait prosedur tes
  • Guru membagi murid berpasangan, satu sebagai pelaku tes dan satu sebagai pengamat/pencatat hasil

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan tes kebugaran jasmani secara bergiliran dengan urutan: (1) gantung siku tekuk, (2) baring duduk selama 60 detik, (3) lari 800 meter untuk putri atau 1000 meter untuk putra
  • Pasangan pengamat mencatat hasil tes pada lembar pencatatan yang telah disiapkan, memastikan setiap gerakan dilakukan sesuai prosedur
  • Guru berkeliling memantau pelaksanaan tes, memberikan koreksi dan motivasi kepada murid, memastikan keamanan selama tes
  • Setelah semua peserta menyelesaikan tes, murid mencocokkan hasil tesnya dengan tabel norma untuk mengetahui nilai dan kategori kebugaran masing-masing
  • Murid menganalisis hasil tes mereka: mengidentifikasi komponen kebugaran yang sudah baik dan yang masih perlu ditingkatkan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu merancang program latihan sederhana untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran jasmani berdasarkan prinsip FITT (Frequency/frekuensi, Intensity/intensitas, Time/waktu, Type/jenis latihan)
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang status kebugaran jasmani mereka saat ini dan target yang ingin dicapai dalam 4-6 minggu ke depan
  • Beberapa murid mempresentasikan program latihan yang telah dirancang dan mendapat umpan balik dari teman serta guru
  • Guru membimbing diskusi kelas tentang pentingnya konsistensi dalam menjalankan program latihan dan hubungannya dengan kesehatan jangka panjang
  • Murid mengevaluasi proses belajar hari ini: apa yang sudah dikuasai, apa yang masih perlu diperbaiki, dan strategi apa yang akan digunakan untuk meningkatkan kebugaran

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan peregangan statis untuk semua kelompok otot yang telah bekerja selama tes
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyebutkan satu hal penting yang dipelajari hari ini
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengetahui status kebugaran jasmani dan menjalani gaya hidup aktif
  • Guru memberikan tugas mandiri: melaksanakan program latihan yang telah dirancang selama 1 minggu dan mencatat perkembangannya dalam jurnal kebugaran
  • Guru menutup pelajaran dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kebugaran tinggi dapat diberikan target nilai yang lebih tinggi atau tambahan tes komponen kebugaran lain seperti kelincahan atau kecepatan. Murid dengan kebugaran rendah tetap mengikuti tes standar namun diberi pemahaman bahwa ini adalah baseline untuk perkembangan mereka
  • Proses: Murid yang kesulitan melakukan tes tertentu (misalnya gantung siku tekuk) dapat melakukan modifikasi gerakan seperti push-up atau plank sebagai alternatif pengukuran kekuatan otot lengan. Murid yang cepat menyelesaikan analisis dapat membantu teman yang membutuhkan bimbingan dalam merancang program FITT
  • Produk: Murid dengan kemampuan analisis tinggi dapat merancang program latihan FITT yang lebih detail dengan variasi latihan dan periodisasi. Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat membuat program latihan sederhana dengan bimbingan guru menggunakan template yang telah disiapkan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan murid mengenai komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan
  • Guru mengamati kesiapan fisik murid melalui kegiatan pemanasan

Proses:

  • Observasi pelaksanaan tes kebugaran jasmani: ketepatan prosedur gerakan, sikap sportif, dan usaha maksimal murid
  • Pemeriksaan lembar pencatatan hasil tes yang dilakukan murid
  • Monitoring proses analisis hasil tes dan perancangan program latihan FITT

Akhir:

  • Penilaian hasil tes kebugaran jasmani berdasarkan norma standar untuk menentukan status kebugaran murid
  • Penilaian produk berupa program latihan FITT yang dirancang murid menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang proses pembelajaran dan rencana tindak lanjut

Formatif:

  • Observasi kinerja murid saat melakukan tes kebugaran jasmani (ketepatan prosedur, sikap sportif, motivasi)
  • Penilaian sejawat terhadap hasil pencatatan tes yang dilakukan pasangan
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid

Sumatif:

  • Penilaian hasil tes kebugaran jasmani berdasarkan tabel norma untuk ketiga komponen (gantung siku tekuk, baring duduk, lari 800/1000 meter)
  • Penilaian program latihan FITT yang dirancang murid (kelengkapan komponen, kesesuaian dengan hasil analisis, kelayakan program)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan Tes Kebugaran JasmaniMurid melakukan tes dengan banyak kesalahan prosedur dan tidak mengikuti instruksi yang diberikanMurid melakukan tes dengan beberapa kesalahan prosedur namun menunjukkan usaha untuk memperbaikiMurid melakukan tes sesuai prosedur dengan sedikit kesalahan dan menunjukkan usaha maksimalMurid melakukan tes sesuai prosedur dengan sempurna, menunjukkan usaha maksimal, dan dapat mengoreksi diri
Analisis Hasil TesMurid tidak dapat menganalisis hasil tes atau menggunakan tabel norma dengan benarMurid dapat menggunakan tabel norma namun analisis terhadap status kebugarannya masih kurang tepatMurid dapat menganalisis hasil tes dengan tepat dan mengidentifikasi komponen yang perlu ditingkatkanMurid dapat menganalisis hasil tes secara mendalam, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta menjelaskan implikasinya terhadap kesehatan
Perancangan Program Latihan FITTProgram latihan yang dirancang tidak mencakup prinsip FITT atau tidak sesuai dengan hasil analisisProgram latihan mencakup beberapa komponen FITT namun belum lengkap atau kurang sesuai dengan kebutuhanProgram latihan mencakup semua komponen FITT dan sesuai dengan hasil analisis kebugaran diriProgram latihan mencakup semua komponen FITT secara detail, sesuai hasil analisis, realistis untuk dilaksanakan, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang prinsip latihan
Sikap dan Perilaku Selama PembelajaranMurid menunjukkan sikap kurang antusias, tidak sportif, atau tidak menghargai proses pembelajaranMurid menunjukkan sikap cukup antusias namun kadang kurang konsisten dalam mengikuti instruksiMurid menunjukkan sikap antusias, sportif, dan konsisten mengikuti instruksi selama pembelajaranMurid menunjukkan sikap sangat antusias, sportif, memotivasi teman, dan mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat melaksanakan tes kebugaran jasmani sesuai prosedur? Bagian mana yang perlu perbaikan instruksi?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah efektif? Apakah ada tahap yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran yang diterapkan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan tingkat kebugaran yang beragam?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah memberikan gambaran akurat tentang pencapaian tujuan pembelajaran?
  • Strategi apa yang bisa diterapkan di pertemuan selanjutnya untuk meningkatkan motivasi murid dalam menjalani program latihan kebugaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang status kebugaran jasmanimu?
  • Komponen kebugaran mana yang menjadi kekuatanmu dan mana yang perlu kamu tingkatkan?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui hasil tes kebugaranmu? Apa yang akan kamu lakukan untuk meningkatkan atau mempertahankannya?
  • Apakah program latihan FITT yang kamu rancang realistis untuk kamu jalankan? Apa tantangan yang mungkin kamu hadapi?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda agar tetap termotivasi menjalankan program latihan kebugaran secara konsisten?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Tabel Norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk usia 13-15 tahun
  4. Lembar pencatatan hasil tes kebugaran jasmani
  5. Template program latihan FITT
  6. Alat tes: palang tunggal untuk gantung siku tekuk, matras untuk baring duduk, stopwatch, lintasan lari/lapangan, peluit
  7. Video demonstrasi prosedur tes kebugaran jasmani (opsional)
  8. Artikel atau infografis tentang manfaat kebugaran jasmani bagi kesehatan remaja

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.