Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Praktik Latihan Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Pernapasan dan Kelentukan)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Praktik Latihan Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Pernapasan dan Kelentukan)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Praktik Latihan Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Pernapasan dan Kelentukan)

PJOK - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Praktik Latihan Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Pernapasan dan Kelentukan)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPraktik Latihan Kebugaran Jasmani Terkait Kesehatan (Daya Tahan Pernapasan dan Kelentukan)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan prosedur latihan daya tahan pernapasan (lari santai, senam aerobik) dan kelentukan (peregangan statis dan dinamis) berdasarkan prinsip latihan FITT untuk meningkatkan kebugaran jasmani terkait kesehatan dengan teknik yang benar
  2. Murid dapat membuktikan strategi latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan yang paling efektif bagi dirinya dengan membandingkan reaksi tubuh pada intensitas latihan rendah, sedang, dan tinggi selama aktivitas kebugaran untuk kesehatan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa tubuh kita terasa berbeda saat melakukan latihan dengan intensitas rendah dibanding intensitas tinggi?
  2. Bagaimana cara mengetahui latihan mana yang paling cocok untuk meningkatkan kebugaran kita?
  3. Apa yang terjadi pada pernapasan dan otot kita saat berlatih dengan intensitas yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mempraktikkan latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan, serta menemukan strategi latihan yang paling efektif
  • Guru menyampaikan manfaat pembelajaran: meningkatkan kebugaran jasmani, kesehatan pernapasan, dan kelenturan tubuh
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang latihan kebugaran dan meminta mereka menceritakan reaksi tubuh yang pernah dirasakan
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep daya tahan pernapasan dan kelentukan sebagai komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan
  • Guru menjelaskan prinsip latihan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dan bagaimana menerapkannya dalam latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan
  • Guru mendemonstrasikan teknik latihan daya tahan pernapasan: lari santai dan gerakan senam aerobik sederhana
  • Guru mendemonstrasikan teknik latihan kelentukan: peregangan statis (tahan 15-30 detik) dan peregangan dinamis (gerakan terkontrol)
  • Murid mengamati demonstrasi dengan saksama dan mengidentifikasi perbedaan teknik serta tujuan masing-masing latihan
  • Guru menjelaskan cara mengenali intensitas latihan rendah (pernapasan normal, masih bisa bicara lancar), sedang (pernapasan sedikit cepat, bisa bicara tetapi terputus-putus), dan tinggi (pernapasan cepat, sulit bicara)
  • Murid menyimak dan bertanya jika ada hal yang belum dipahami

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan pemanasan: peregangan statis dan dinamis selama 5 menit dipandu guru
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan rotasi latihan dengan tiga intensitas berbeda
  • Stasiun 1 - Intensitas Rendah: Murid melakukan lari santai atau jalan cepat selama 3 menit, dilanjutkan peregangan statis ringan
  • Murid mencatat reaksi tubuh: denyut nadi, pernapasan, keringat, dan sensasi otot pada lembar observasi pribadi
  • Stasiun 2 - Intensitas Sedang: Murid melakukan lari dengan kecepatan sedang atau senam aerobik sederhana selama 3 menit, dilanjutkan peregangan dinamis
  • Murid mencatat reaksi tubuh seperti pada stasiun 1
  • Stasiun 3 - Intensitas Tinggi: Murid melakukan lari cepat interval atau senam aerobik intensif selama 2 menit, dilanjutkan peregangan dinamis intensif
  • Murid mencatat reaksi tubuh seperti pada stasiun sebelumnya
  • Di setiap stasiun, guru memantau teknik pelaksanaan dan memberikan umpan balik langsung tentang postur, gerakan, dan intensitas yang tepat
  • Murid melakukan pendinginan: peregangan statis untuk semua kelompok otot utama selama 3 menit

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan berbagi pengalaman: intensitas mana yang paling terasa efektif bagi mereka dan mengapa
  • Murid membandingkan catatan reaksi tubuh dari ketiga intensitas latihan yang telah dilakukan
  • Guru memfasilitasi diskusi: Apa pola yang kalian temukan dari reaksi tubuh di tiga intensitas berbeda? Intensitas mana yang paling sesuai untuk tujuan meningkatkan daya tahan pernapasan? Bagaimana dengan kelentukan?
  • Murid secara individual menuliskan kesimpulan: strategi latihan yang paling efektif untuk diri sendiri berdasarkan pengalaman praktik hari ini
  • Murid menentukan rencana tindak lanjut: latihan apa yang akan mereka lakukan secara rutin di rumah dengan intensitas yang sudah mereka pilih
  • Beberapa murid mempresentasikan kesimpulan dan rencana mereka di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya konsistensi latihan dan mendengarkan tubuh sendiri dalam memilih intensitas yang tepat

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: prosedur latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan dengan prinsip FITT, serta pentingnya memilih intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi lembar refleksi tertulis tentang strategi latihan yang mereka pilih
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan menunjukkan peningkatan teknik
  • Guru menyampaikan tugas mandiri: mencatat aktivitas latihan kebugaran yang dilakukan di rumah selama satu minggu dengan mencantumkan jenis latihan, durasi, dan intensitas
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah memiliki kebugaran baik, guru menyediakan variasi gerakan senam aerobik yang lebih kompleks atau durasi latihan yang lebih panjang. Untuk murid dengan kebugaran terbatas, guru menyediakan modifikasi gerakan yang lebih sederhana dan durasi yang lebih pendek.
  • Proses: Murid dengan pemahaman cepat dapat langsung melakukan rotasi stasiun secara mandiri dan mencatat observasi lebih detail. Murid yang memerlukan pendampingan ekstra mendapat bimbingan guru atau tutor sebaya di setiap stasiun untuk memastikan teknik yang benar.
  • Produk: Murid dengan kemampuan analisis tinggi diminta membuat tabel perbandingan reaksi tubuh di tiga intensitas dan memberikan rekomendasi untuk teman sebaya. Murid lainnya cukup menuliskan kesimpulan strategi latihan pribadi dalam bentuk poin-poin sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid dalam melakukan latihan kebugaran
  • Observasi awal kemampuan murid dalam melakukan gerakan peregangan sederhana
  • Pertanyaan diagnostik: Apa yang kalian rasakan saat melakukan aktivitas fisik yang berbeda intensitasnya?

Proses:

  • Observasi teknik pelaksanaan latihan daya tahan pernapasan (lari santai, senam aerobik) menggunakan rubrik kinerja
  • Observasi teknik pelaksanaan latihan kelentukan (peregangan statis dan dinamis) menggunakan rubrik kinerja
  • Pemantauan pengisian lembar observasi reaksi tubuh oleh murid di setiap stasiun intensitas
  • Umpan balik formatif langsung tentang postur tubuh, ritme pernapasan, dan gerakan yang dilakukan
  • Penilaian kemampuan murid membandingkan dan menganalisis reaksi tubuh di berbagai intensitas

Akhir:

  • Penilaian kinerja praktik latihan kebugaran dengan teknik yang benar menggunakan rubrik penilaian
  • Penilaian lembar refleksi tertulis: kesimpulan strategi latihan yang paling efektif dan rencana tindak lanjut
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan alasan pemilihan strategi latihan berdasarkan data reaksi tubuh yang dikumpulkan
  • Refleksi diri murid tentang proses belajar dan pencapaian tujuan pembelajaran

Formatif:

  • Observasi guru terhadap teknik pelaksanaan latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan di setiap stasiun
  • Penilaian proses melalui lembar observasi murid tentang reaksi tubuh pada berbagai intensitas
  • Umpan balik langsung dari guru tentang postur dan gerakan yang dilakukan murid

Sumatif:

  • Penilaian kinerja: praktik latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan dengan teknik yang benar
  • Penilaian tertulis: lembar refleksi tentang strategi latihan yang paling efektif berdasarkan perbandingan reaksi tubuh
  • Penilaian produk: catatan aktivitas latihan kebugaran mandiri selama satu minggu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Latihan Daya Tahan PernapasanMelakukan latihan lari santai atau senam aerobik dengan teknik yang tidak tepat, postur tubuh tidak benar, dan tidak konsisten menjaga ritmeMelakukan latihan lari santai atau senam aerobik dengan teknik yang cukup tepat tetapi masih perlu perbaikan postur dan ritmeMelakukan latihan lari santai atau senam aerobik dengan teknik yang tepat, postur tubuh benar, dan ritme konsistenMelakukan latihan lari santai atau senam aerobik dengan teknik yang sangat tepat, postur tubuh sempurna, ritme konsisten, dan mampu menyesuaikan intensitas sesuai prinsip FITT
Teknik Latihan KelentukanMelakukan peregangan statis dan dinamis dengan teknik yang tidak tepat, gerakan terburu-buru, dan tidak mencapai range of motion yang memadaiMelakukan peregangan statis dan dinamis dengan teknik yang cukup tepat tetapi belum optimal dalam durasi tahan dan range of motionMelakukan peregangan statis dan dinamis dengan teknik yang tepat, durasi tahan yang sesuai (15-30 detik), dan range of motion yang baikMelakukan peregangan statis dan dinamis dengan teknik yang sangat tepat, durasi tahan optimal, range of motion maksimal, dan mampu merasakan peregangan pada otot target dengan baik
Kemampuan Menganalisis Reaksi TubuhTidak dapat mengidentifikasi atau membedakan reaksi tubuh pada berbagai intensitas latihanDapat mengidentifikasi beberapa reaksi tubuh tetapi belum mampu membandingkan secara sistematis antara intensitas rendah, sedang, dan tinggiDapat mengidentifikasi dan membandingkan reaksi tubuh (denyut nadi, pernapasan, keringat, sensasi otot) pada tiga intensitas latihan dengan cukup baikDapat mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis reaksi tubuh pada tiga intensitas latihan secara detail, serta menarik kesimpulan strategi latihan yang paling efektif untuk diri sendiri
Penerapan Prinsip FITTTidak memahami dan tidak dapat menerapkan prinsip FITT dalam latihan kebugaranMemahami prinsip FITT tetapi belum konsisten menerapkannya dalam praktik latihanMemahami dan dapat menerapkan prinsip FITT (frekuensi, intensitas, waktu, jenis latihan) dalam praktik latihan kebugaran dengan baikMemahami, menerapkan, dan mampu memodifikasi prinsip FITT sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh pribadi untuk mencapai tujuan kebugaran optimal

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat melakukan latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan dengan teknik yang benar?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan rotasi stasiun dengan tiga intensitas berbeda dalam membantu murid menemukan strategi latihan yang tepat?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid dengan tingkat kebugaran yang beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih mandiri dalam merancang program latihan kebugaran pribadi?

Refleksi Murid:

  • Intensitas latihan mana (rendah, sedang, atau tinggi) yang paling cocok untuk meningkatkan kebugaran saya? Mengapa?
  • Apa yang saya rasakan paling berbeda dari tubuh saya saat melakukan latihan dengan intensitas yang berbeda-beda?
  • Bagaimana saya akan menerapkan latihan daya tahan pernapasan dan kelentukan dalam rutinitas harian saya?
  • Apa tantangan yang saya hadapi saat melakukan latihan hari ini, dan bagaimana saya mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX
  3. Lapangan atau ruang terbuka untuk aktivitas fisik
  4. Peluit
  5. Stopwatch atau timer
  6. Lembar observasi reaksi tubuh untuk murid
  7. Lembar refleksi tertulis
  8. Matras atau alas untuk peregangan (jika tersedia)
  9. Video demonstrasi latihan kebugaran (opsional)
  10. Poster atau infografis tentang prinsip FITT dan komponen kebugaran jasmani

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.