Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Konsep Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Prinsip Latihan FITT

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Konsep Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Prinsip Latihan FITT". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Konsep Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Prinsip Latihan FITT

PJOK - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Konsep Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Prinsip Latihan FITT

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKonsep Kebugaran Jasmani untuk Kesehatan dan Prinsip Latihan FITT
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis konsep kebugaran jasmani terkait kesehatan (physical fitness related health) meliputi komponen kekuatan, daya tahan otot, daya tahan pernapasan, dan kelentukan berdasarkan prinsip latihan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) secara tepat melalui diskusi kelompok.
  2. Murid dapat menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas latihan kebugaran jasmani untuk kesehatan serta mengidentifikasi strategi peningkatan aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa lelah setelah naik tangga atau berlari? Mengapa tubuh kita bereaksi berbeda terhadap aktivitas yang berbeda?
  2. Apa yang membuat seseorang lebih bugar dibanding yang lain? Apakah hanya karena sering berolahraga atau ada prinsip tertentu yang harus diikuti?
  3. Bagaimana kalian bisa tahu apakah program latihan yang kalian lakukan sudah efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, kemudian mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi: konsep kebugaran jasmani untuk kesehatan dan prinsip FITT.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang aktivitas fisik yang pernah dilakukan dan bagaimana tubuh mereka bereaksi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang kebugaran jasmani.
  • Guru menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, misalnya pentingnya kebugaran untuk aktivitas sekolah, bermain, dan mencegah gaya hidup sedenter.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep kebugaran jasmani terkait kesehatan (physical fitness related health) dan empat komponen utamanya: kekuatan, daya tahan otot, daya tahan pernapasan, dan kelentukan.
  • Guru menayangkan video atau gambar ilustrasi tentang perbedaan antara orang yang bugar dan tidak bugar, serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
  • Guru memperkenalkan prinsip latihan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dengan contoh konkret untuk setiap komponen kebugaran.
  • Murid membaca handout atau bahan bacaan singkat tentang konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT secara mandiri.
  • Guru membentuk kelompok diskusi beranggotakan 4-5 orang dan memberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan analisis tentang hubungan antara komponen kebugaran dengan prinsip FITT.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mendiskusikan dan menganalisis satu komponen kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan otot, daya tahan pernapasan, atau kelentukan) dan merancang contoh program latihan sederhana menggunakan prinsip FITT.
  • Murid dalam kelompok mengidentifikasi reaksi tubuh yang mungkin terjadi pada berbagai tingkat intensitas latihan untuk komponen kebugaran yang mereka analisis.
  • Murid mencatat strategi peningkatan aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter yang relevan dengan komponen kebugaran yang dibahas.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap hasil diskusi dan presentasi setiap kelompok, serta meluruskan miskonsepsi yang muncul.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi tentang pemahaman mereka terhadap konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang bagaimana prinsip FITT dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah gaya hidup sedenter.
  • Murid mengidentifikasi aktivitas jasmani yang saat ini mereka lakukan dan mengevaluasi apakah sudah sesuai dengan prinsip FITT.
  • Guru mengajak murid merefleksikan kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dalam pemahaman mereka tentang materi hari ini.
  • Murid membuat komitmen pribadi sederhana untuk meningkatkan aktivitas jasmani mereka berdasarkan prinsip yang telah dipelajari.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran tentang konsep kebugaran jasmani untuk kesehatan dan prinsip FITT.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan kuis singkat atau pertanyaan lisan untuk mengukur pemahaman murid.
  • Guru memberikan tugas rumah: murid diminta mengamati aktivitas jasmani mereka selama satu minggu dan menganalisisnya menggunakan prinsip FITT.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: praktik latihan kebugaran jasmani berdasarkan prinsip FITT.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan memahami konsep abstrak, guru menyediakan contoh konkret dan visual (gambar, video) yang lebih banyak. Untuk murid yang lebih cepat, guru memberikan bahan bacaan tambahan tentang periodisasi latihan atau adaptasi fisiologis tubuh terhadap latihan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih banyak dapat menggunakan waktu diskusi lebih lama dan mendapat pendampingan intensif dari guru. Murid yang lebih cepat dapat diminta menjadi tutor sebaya atau menganalisis studi kasus yang lebih kompleks tentang program latihan atlet.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi hasil diskusi: poster, diagram, tabel, atau presentasi lisan dengan media yang mereka pilih. Murid yang lebih mahir dapat membuat program latihan yang lebih detail dengan periodisasi atau variasi latihan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang aktivitas fisik yang pernah dilakukan dan bagaimana tubuh mereka bereaksi (contoh: apakah merasa lelah, berkeringat, napas memburu).
  • Guru menanyakan pengetahuan awal murid tentang istilah kebugaran jasmani dan komponen-komponennya.
  • Guru menggunakan teknik polling sederhana (angkat tangan) untuk mengetahui seberapa sering murid melakukan aktivitas jasmani dalam seminggu.

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid dalam menganalisis konsep, berkolaborasi, dan mengomunikasikan ide.
  • Guru memberikan pertanyaan probing kepada kelompok-kelompok untuk menggali pemahaman mereka tentang hubungan komponen kebugaran dengan prinsip FITT.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik sederhana: ketepatan konsep, kejelasan penyampaian, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
  • Guru mengamati partisipasi aktif murid dalam diskusi kelas dan kemampuan mereka memberikan tanggapan terhadap kelompok lain.

Akhir:

  • Kuis tertulis berisi 5-7 pertanyaan pilihan ganda dan esai singkat tentang konsep kebugaran jasmani, komponen-komponennya, prinsip FITT, dan reaksi tubuh terhadap latihan.
  • Penilaian lembar refleksi individu: kedalaman pemahaman, kemampuan menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, dan rencana penerapan prinsip FITT.
  • Penilaian tugas rumah (dikumpulkan pertemuan berikutnya): ketepatan dalam mengamati dan menganalisis aktivitas jasmani pribadi menggunakan prinsip FITT.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: partisipasi, kemampuan menganalisis, dan kolaborasi.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian, ketepatan konsep, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid.

Sumatif:

  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran tentang konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT.
  • Penilaian lembar kerja analisis kelompok tentang komponen kebugaran dan prinsip FITT.
  • Penilaian refleksi individu murid tentang penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Kebugaran Jasmani dan Prinsip FITTBelum dapat menjelaskan konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT dengan tepat, banyak miskonsepsi.Dapat menjelaskan sebagian konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT, namun masih ada kekeliruan.Dapat menjelaskan konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT dengan tepat, mampu memberi contoh sederhana.Dapat menjelaskan konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT secara mendalam, mampu menganalisis dan memberi contoh konkret dalam berbagai konteks.
Kemampuan Menganalisis Hubungan Komponen Kebugaran dengan Prinsip FITTBelum dapat menganalisis hubungan antara komponen kebugaran dengan prinsip FITT.Dapat mengidentifikasi hubungan antara komponen kebugaran dengan prinsip FITT namun analisisnya masih dangkal.Dapat menganalisis hubungan antara komponen kebugaran dengan prinsip FITT dengan cukup baik, mampu merancang contoh program latihan sederhana.Dapat menganalisis hubungan antara komponen kebugaran dengan prinsip FITT secara mendalam dan sistematis, mampu merancang program latihan yang komprehensif dan sesuai konteks.
Kolaborasi dalam Diskusi KelompokTidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, tidak berkontribusi pada hasil kelompok.Sesekali berpartisipasi dalam diskusi kelompok, kontribusi masih terbatas.Aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, memberikan kontribusi ide dan pendapat.Sangat aktif dalam diskusi kelompok, memfasilitasi diskusi, menghargai pendapat teman, dan memberikan kontribusi signifikan pada hasil kelompok.
Kemampuan Komunikasi dalam PresentasiPenyampaian tidak jelas, sulit dipahami, tidak dapat menjawab pertanyaan.Penyampaian cukup jelas namun masih ragu-ragu, dapat menjawab sebagian pertanyaan.Penyampaian jelas dan sistematis, dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dengan tepat.Penyampaian sangat jelas, sistematis, dan menarik, dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Bagian mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif untuk memfasilitasi pemahaman murid tentang konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid selama pembelajaran? Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan khusus?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tentang kebugaran jasmani di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang kebugaran jasmani dan prinsip FITT?
  • Bagian mana dari materi hari ini yang paling menarik atau paling sulit bagi saya?
  • Bagaimana saya dapat menerapkan prinsip FITT dalam aktivitas jasmani sehari-hari saya?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani saya berdasarkan apa yang telah saya pelajari?
  • Bagaimana kerja sama saya dengan teman-teman dalam diskusi kelompok? Apa yang bisa saya tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Video pembelajaran tentang konsep kebugaran jasmani dan prinsip FITT
  4. Handout atau lembar kerja tentang komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan
  5. Poster atau infografis tentang prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type)
  6. Papan tulis/whiteboard dan spidol
  7. Laptop dan proyektor untuk menampilkan media pembelajaran
  8. Lembar observasi dan rubrik penilaian
  9. Sumber online: artikel atau video dari Kementerian Kesehatan RI, WHO, atau lembaga kesehatan terpercaya tentang aktivitas jasmani

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.