Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9 Bab 5: Aktivitas Gerak Berirama (Senam Aerobik)

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 9 untuk Bab 5 "Aktivitas Gerak Berirama (Senam Aerobik)", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9 Bab 5: Aktivitas Gerak Berirama (Senam Aerobik)

PJOK - Kelas 9

Bab 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Aktivitas Gerak Berirama (Senam Aerobik)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBab 5 — Aktivitas Gerak Berirama (Senam Aerobik)
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 9.5.1 Menerapkan keterampilan gerak langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak berirama
  2. TP 9.5.2 Memperagakan strategi gerak pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak senam aerobik
  3. TP 9.5.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada rangkaian senam aerobik
  4. TP 9.5.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani senam aerobik
  5. TP 9.5.5 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani senam aerobik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana keselarasan antara langkah kaki dan ayunan lengan membuat rangkaian senam aerobik menjadi harmonis dan dinamis?
  2. Bagaimana cara kita menyesuaikan gerak langkah kaki saat irama ketukan musik berubah lebih cepat atau berpindah arah?
  3. Apa yang terjadi pada kontinuitas senam aerobik jika pergantian antara langkah kaki dan ayunan lengan terputus-putus atau kehilangan ketukan?
  4. Bagaimana strategi memanfaatkan hitungan transisi (cueing/jeda hitungan ke-8) agar perpindahan antargerak langkah dan ayunan lengan tetap mengalir lancar?
  5. Apa yang terjadi pada ketepatan ketukan langkahmu saat tempo musik senam dipercepat dari lambat ke sangat cepat?
  6. Strategi penyesuaian gerak apa yang paling efektif agar tubuh tetap seirama tanpa kehilangan keseimbangan saat tempo musik berubah mendadak?
  7. Bagaimana pembagian peran pemimpin instruktur dan anggota kelompok dapat membantu kekompakan saat melakukan rangkaian gerak senam aerobik?
  8. Apa yang harus kelompok putuskan bersama jika ada anggota yang kesulitan mengikuti tempo atau formasi rangkaian senam aerobik?
  9. Mengapa detak jantung dan napas kita terasa jauh lebih cepat saat melakukan gerakan senam aerobik bertempo cepat dibandingkan saat pemanasan santai?
  10. Bagaimana tubuh kita memberi sinyal fisik ketika intensitas senam aerobik berada pada tingkat ringan, sedang, dan berat?
  11. Bagaimana kekompakan langkah, ayunan, dan transisi kelompok membuktikan efektivitas strategi gerak pada tempo musik yang berbeda?
  12. Mengapa denyut nadi, napas, dan keringat tubuh kita bereaksi secara berbeda saat intensitas senam aerobik dinaikkan dari rendah ke tinggi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Langkah Dasar dan Ayunan Lengan Senam Aerobik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.1 Menerapkan keterampilan gerak langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak berirama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik seluruh murid di lapangan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan keterampilan gerak langkah dasar (marching, v-step, double step) dan ayunan lengan (bicep curl, chest press, butterfly) serta mentransfernya ke dalam situasi gerak berirama (3 menit).
  • Murid melakukan pemanasan dinamis terpimpin berorientasi ritmis mengikuti hitungan ketukan dasar 1-8 (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik keterampilan: meminta murid secara klasikal memperagakan 3 gerak langkah dasar (marching di tempat, v-step, double step) dan 3 ayunan lengan (bicep curl, chest press, butterfly) dengan acuan teknik dasar senam aerobik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru dan kartu tugas (task sheet) yang memuat rincian teknik 3 langkah dasar: (1) Marching (jalan di tempat mengangkat paha sejajar lantai, tumpuan pangkal jari kaki), (2) V-step (melangkah serong membuka ke depan membentuk huruf V lalu kembali menutup ke belakang), (3) Double step (melangkah dua kali ke kanan lalu dua kali ke kiri menutup rapat); serta 3 ayunan lengan: (1) Bicep curl (menekuk sendi siku ke arah dada), (2) Chest press (mendorong kedua lengan lurus ke depan dada lalu menarik kembali), (3) Butterfly (membuka dan menutup kedua lengan bawah di depan wajah setinggi bahu) (10 menit).
  • Murid di bawah bimbingan guru menganalisis keselarasan ketukan irama 4/4 (hitungan 1-8) saat kaki mendarat bertepatan dengan tarikan/dorongan ayunan lengan secara sadar dan menjaga pelurusan tulang belakang (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara mandiri mempraktikkan kombinasi gerak pada pos latihan terstruktur: Kombinasi A (marching 1x8 dengan bicep curl), Kombinasi B (v-step 1x8 dengan chest press), dan Kombinasi C (double step 1x8 dengan butterfly) mengikuti ketukan metronom bertempo sedang (10 menit).
  • Dalam format tantangan berpasangan yang menggembirakan 'Rhythm Mirror Challenge', murid berpasangan saling menguji penerapan kombinasi gerak: satu murid memperagakan urutan pola gerak dan pasangannya mentransfer gerak tersebut ke pola arah hadap berbeda (hadap depan, serong, dan berputar 90 derajat) secara selaras dengan ketukan irama musik tanpa kehilangan keseimbangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu melakukan evaluasi diri menggunakan lembar cek mandiri OK-UL (OK = berhasil selaras irama, UL = perlu pengulangan gerak) terhadap keberhasilan mentransfer gerak langkah dan ayunan lengan ke dalam situasi pola arah berbeda (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan (cooling down) statis dan dinamis dengan pengaturan napas teratur (7 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari penerapan keterampilan gerak langkah dasar dan ayunan lengan yang selaras dengan irama (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa latihan, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (transisi gerak), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan kartu tugas bergambar visual tahapan gerak per hitungan; murid mahir berlatih dengan variasi kombinasi gerak langsung tanpa panduan gambar visual.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan koordinasi berlatih dengan tempo ketukan lambat dan gerakan kaki terlebih dahulu baru menambahkan lengan; murid yang mahir mempraktikkan transfer gerak langsung pada tempo ketukan musik 120-130 bpm dengan perubahan arah hadap 180 derajat.
  • Produk: Semua murid menampilkan unjuk kerja kombinasi gerak langkah dasar dan ayunan lengan, dengan variasi kompleksitas transfer arah gerak yang disesuaikan tingkat kesiapannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru meminta murid mendemonstrasikan 3 gerak langkah dasar dan 3 ayunan lengan aerobik. Acuan penilaian kesiapan: (1) Marching: mengangkat paha rata-rata air dan mendarat pada bola kaki; (2) V-step: langkah serong depan membentuk huruf V dan menutup kembali; (3) Double step: dua langkah samping kanan/kiri dengan kaki menutup; (4) Bicep curl: fleksi siku menekuk ke depan dada; (5) Chest press: mendorong kedua lengan setinggi dada ke depan; (6) Butterfly: mempertemukan dan membuka kedua lengan bawah di depan wajah setinggi bahu. Murid dikelompokkan siap jika mampu melakukan minimal 4 dari 6 gerak dasar tersebut secara tepat.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid melakukan Kombinasi A (marching + bicep curl), Kombinasi B (v-step + chest press), dan Kombinasi C (double step + butterfly) serta mentransfernya pada situasi perubahan arah hadap. Kriteria penilaian: ketepatan koordinasi kaki-tangan, keselarasan dengan ketukan irama 4/4 (hitungan 1-8), dan konsistensi transfer gerak pada minimal 2 arah hadap berbeda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi gerak pada penutup: Guru menguji acak 3 kombinasi gerak ke seluruh murid dalam hitungan 1x8. Acuan ketuntasan: murid mampu melakukan perpindahan langkah dan ayunan lengan secara tepat sesuai ketukan irama tanpa berhenti mendadak atau salah koordinasi tumpuan.

Formatif:

  • Asesmen Awal: Pengamatan demonstrasi diagnostik gerak dasar langkah (marching, v-step, double step) dan ayunan lengan (bicep curl, chest press, butterfly).
  • Asesmen Proses: Lembar observasi kinerja penerapan kombinasi gerak dan transfer gerak berirama (keterpaduan langkah kaki, ayunan lengan, dan ketepatan ritme/arah).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Langkah Dasar Senam AerobikMampu melakukan 1 jenis gerak langkah dasar (marching, v-step, atau double step) dengan teknik pijakan kaki yang masih belum konsisten.Mampu melakukan 2 jenis gerak langkah dasar (marching, v-step, atau double step) dengan teknik pijakan kaki yang tepat namun sesekali kehilangan ketukan.Mampu menerapkan ketiga jenis gerak langkah dasar (marching, v-step, double step) dengan teknik pijakan kaki yang tepat dan stabil sesuai ketukan irama.Mampu menerapkan ketiga jenis gerak langkah dasar (marching, v-step, double step) secara konsisten dengan teknik pijakan dan pelurusan sendi yang sempurna secara mandiri pada berbagai tempo ketukan irama.
Keterampilan Gerak Ayunan Lengan Senam AerobikMampu melakukan 1 jenis gerak ayunan lengan (bicep curl, chest press, atau butterfly) dengan rentang gerak sendi yang masih kaku.Mampu melakukan 2 jenis gerak ayunan lengan (bicep curl, chest press, atau butterfly) dengan rentang gerak yang tepat namun belum konstan.Mampu menerapkan ketiga jenis gerak ayunan lengan (bicep curl, chest press, butterfly) dengan rentang gerak sendi siku dan bahu yang tepat serta selaras dengan hitungan irama.Mampu menerapkan ketiga jenis gerak ayunan lengan (bicep curl, chest press, butterfly) dengan teknik pelurusan dan fleksi lengan yang sempurna secara mandiri dan bertenaga sesuai irama.
Transfer Kombinasi Gerak ke dalam Situasi Gerak BeriramaBelum mampu memadukan langkah dasar dan ayunan lengan secara bersamaan saat berpindah arah hadap.Mampu memadukan 1 kombinasi langkah dasar dan ayunan lengan saat berpindah ke 1 arah hadap baru namun ritme terputus.Mampu mentransfer kombinasi langkah dasar dan ayunan lengan secara selaras ke dalam situasi gerak berirama dengan perubahan arah hadap (minimal 2 arah) tanpa kehilangan ritme ketukan.Mampu mentransfer seluruh kombinasi langkah dasar dan ayunan lengan secara lancar, konsisten, dan harmonis ke dalam berbagai situasi gerak berirama dan variasi perubahan arah hadap tanpa jeda ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan pos dan alokasi waktu latihan kombinasi gerak langkah dasar dan ayunan lengan berjalan efektif?
  • Bagian kombinasi gerak mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis koordinasi pada murid?

Murid:

  • Apakah saya dapat menyelaraskan ketukan langkah kaki dan ayunan lengan secara bersamaan tanpa terputus?
  • Kendala apa yang saya rasakan saat mentransfer kombinasi gerak ke arah hadap yang berbeda?

Pertemuan 2 — Memperagakan Strategi Gerak Pengaturan Transisi Langkah dan Ayunan Lengan Senam Aerobik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.2 Memperagakan strategi gerak pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak senam aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di lapangan/aula (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: memperagakan strategi gerak pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan dalam senam aerobik (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan diagnostik cepat: seluruh murid diminta memperagakan transisi dari 'jalan di tempat + bicep curl' ke 'marching maju-mundur + chest press' sebanyak 2 x 8 hitungan. Guru mengamati ketepatan perpindahan pada ketukan ke-8 menuju hitungan ke-1 berikutnya (acuan ketercapaian transisi: kaki dan lengan berpindah pola tepat pada ketukan ke-1 tanpa berhenti/jeda kehilangan ketukan irama 4/4) (5 menit).
  • Pemanasan dinamis terpandu berbasis ritme musik 4/4 bertempo sedang untuk menyiapkan sendi dan otot tubuh (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan strategi pengaturan transisi gerak: (1) Antisipasi hitungan ke-7 dan ke-8 sebagai persiapan perubahan bentuk gerak, (2) Penguncian posisi akhir ayunan lengan bersamaan dengan penutupan langkah kaki, dan (3) Perpindahan mulus (seamless transition) menuju pola gerak berikutnya tanpa jeda ketukan (7 menit).
  • Murid mengamati dan membedah 2 variasi paket transisi gerak: Paket A = transisi dari V-step (open arms) menuju Double Step (butterfly arms); Paket B = transisi dari Grapevine (chest press) menuju Heel Touch (bicep curl) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Tantangan 'Switch on Beat': Murid secara berpasangan mempraktikkan Paket A (V-step + open arms beralih ke Double Step + butterfly arms) dengan hitungan irama 4/4, menerapkan strategi penyesuaian tumpuan kaki pada hitungan ke-8 agar langkah berikutnya langsung tersambung tepat di ketukan 1 (10 menit).
  • Tantangan 'Flow Master': Murid mempraktikkan Paket B (Grapevine + chest press beralih ke Heel Touch + bicep curl), secara mandiri mengendalikan stabilitas postur dan kelancaran ayunan lengan pada saat transisi perubahan arah gerak (15 menit).
  • Simulasi Rangkaian Gabungan: Setiap murid memperagakan perpaduan utuh 4 pola gerak dengan strategi pengaturan transisi gerak (Pola 1: V-step + open arms [1x8] -> Transisi A -> Pola 2: Double Step + butterfly arms [1x8] -> Transisi B -> Pola 3: Grapevine + chest press [1x8] -> Transisi C -> Pola 4: Heel Touch + bicep curl [1x8]), dinilai ketepatan kontinuitas dan ketukan transisinya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan pendinginan mandiri berirama lambat untuk relaksasi otot dan pemulihan denyut nadi (5 menit).
  • Murid merefleksikan efektivitas strategi transisi yang dilakukan: mengidentifikasi apakah perpindahan gerak sudah mengalir tanpa terhenti (fluid) atau masih tersendat pada ketukan pergantian (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kunci strategi gerak pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan dalam senam aerobik, yaitu antisipasi pada ketukan penutup (hitungan 7-8) dan kontinuitas daya dorong gerak (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis formatif proses dan menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya mengenai pembuktian efektivitas strategi gerak pada berbagai tempo, lalu menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi hitungan transisi dengan tempo musik yang lebih lambat bagi murid yang membutuhkan penyesuaian ritme langkah kaki dan ayunan lengan.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku/terhenti pada pergantian pola gerak, guru memberikan tanda ketukan vokal (verbal cueing) pada hitungan ke-7 dan ke-8; bagi murid yang sudah mahir, latihan dilakukan langsung dengan musik bertempo standar tanpa aba-aba vokal.
  • Produk: Semua murid memperagakan target kompetensi yang sama (strategi pengaturan transisi langkah dan lengan), dengan tingkat kemandirian penuh tanpa jeda ketukan bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan diagnostik singkat perpindahan pola gerak berirama: Murid memperagakan transisi dari 'jalan di tempat + bicep curl' (hitungan 1-8) menuju 'marching maju-mundur + chest press' (hitungan 1-8). Kriteria/acuan penilaian kesiapan: (1) Berpindah pola tepat pada hitungan ke-1 siklus kedua, (2) Kaki dan lengan bergerak selaras tanpa berhenti/terjeda pada hitungan pergantian.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid memperagakan rangkaian 4 pola gerak (V-step, Double Step, Grapevine, Heel Touch beserta kombinasinya). Fokus observasi pada 3 titik transisi: (1) Transisi 1: V-step ke Double step, (2) Transisi 2: Double step ke Grapevine, (3) Transisi 3: Grapevine ke Heel Touch. Acuan: tepat pada ketukan ke-1, gerak berkesinambungan tanpa kehilangan ritme 4/4.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/unjuk kerja peragaan akhir sesi: Memperagakan 1 set transisi mandiri (V-step ke Grapevine beserta ayunan lengan) sebanyak 2 x 8 hitungan. Acuan penerimaan: perpindahan langkah kaki dan ayunan lengan berlangsung mengalir tanpa terputus tepat saat memasuki ketukan 1.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan transisi gerak langkah dan ayunan lengan selama latihan berpasangan dan simulasi rangkaian gabungan menggunakan rubrik pengamatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Peragaan Strategi Transisi Langkah KakiTerhenti atau mengalami jeda langkah lebih dari 2 ketukan saat berpindah antarpola langkah kaki senam aerobik.Mampu berpindah antarpola langkah kaki senam aerobik, namun masih mengalami jeda 1 ketukan atau salah penempatan tumpuan pada hitungan ke-1.Mampu memperagakan perpindahan antarpola langkah kaki senam aerobik secara berkesinambungan dan tepat pada ketukan ke-1 sesuai irama.Memperagakan seluruh transisi antarpola langkah kaki senam aerobik secara mandiri, mengalir mulus (seamless), konsisten tepat pada ketukan ke-1 tanpa jeda sedikit pun.
Keterampilan Peragaan Strategi Transisi Ayunan LenganAyunan lengan terhenti total atau kaku dan tidak mampu bertransisi mengikuti perubahan pola gerak lengan berikutnya.Mampu mengubah pola ayunan lengan tetapi pola gerakan terlambat 1-2 ketukan setelah langkah kaki berpindah.Mampu memperagakan perubahan pola ayunan lengan tepat bersamaan dengan perubahan langkah kaki pada ketukan ke-1.Memperagakan seluruh transisi pola ayunan lengan secara luwes, tepat pada ketukan ke-1, serta mempertahankan koordinasi penuh dengan langkah kaki secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemberian aba-aba (cueing) pada hitungan 7 dan 8 efektif membantu murid melakukan transisi langkah dan lengan tanpa terhenti?
  • Bagian transisi pola gerak manakah yang paling banyak membuat murid kehilangan ritme ketukan?

Murid:

  • Bagian mana dari pergantian gerakan langkah dan lengan yang terasa paling menantang untuk dilakukan tanpa terhenti?
  • Apakah strategi mengantisipasi ketukan ke-8 membantu kelancaran perpindahan gerak yang saya lakukan?

Pertemuan 3 — Membuktikan Strategi Gerak yang Paling Efektif dalam Berbagai Tempo Rangkaian Senam Aerobik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada rangkaian senam aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuktikan strategi gerak yang paling efektif saat menghadapi perubahan situasi tempo musik (lambat/110 BPM, sedang/130 BPM, dan cepat/150 BPM) dalam rangkaian senam aerobik (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab secara lisan/isyarat tubuh mengenai 2 opsi strategi gerak saat tempo musik meningkat drastis: Opsi A (memperpendek rentang langkah dan menyederhanakan jangkauan lengan) atau Opsi B (memperlebar langkah selebar mungkin). Acuan: Opsi A merupakan strategi yang tepat untuk menjaga ritme gerak pada tempo tinggi (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis berirama menggunakan ketukan peluit dan musik berirama santai untuk mengondisikan persendian kaki dan lengan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai 3 situasi gerak senam aerobik berbasis tempo: Situasi 1 (Tempo Lambat: 110 BPM), Situasi 2 (Tempo Sedang: 130 BPM), dan Situasi 3 (Tempo Cepat: 150 BPM) menggunakan rangkaian gerak standar (V-step, marching, bicep curl, dan chest press) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 2 variabel strategi gerak yang akan diuji efektivitasnya: Strategi X (amplitudo langkah lebar dan ayunan lengan penuh) versus Strategi Y (amplitudo langkah pendek/ekonomis dan ayunan siku semi-fleksi dekat poros tubuh) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan melakukan uji coba praktik untuk membuktikan efektivitas Strategi X dan Strategi Y pada Situasi 1 (tempo lambat 110 BPM) dan Situasi 2 (tempo sedang 130 BPM), di mana pengamat mencatat keteraturan ketukan langkah pasangannya dalam lembar observasi (15 menit).
  • Murid menguji coba situasi tantangan permainan tempo bergradasi 'Tempo Shifting Challenge': musik dimainkan berganti secara dinamis dari lambat ke cepat (150 BPM), lalu murid mempraktikkan kedua strategi secara bergantian untuk membuktikan strategi mana yang paling efektif menjaga sinkronisasi ketukan tanpa tergelincir atau kehilangan keseimbangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa data pembuktian dari lembar uji coba dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti gerak: Strategi Y (langkah pendek ekonomis) terbukti paling efektif pada tempo cepat karena waktu kontak kaki lebih singkat, sedangkan Strategi X paling efektif pada tempo lambat untuk memaksimalkan artikulasi gerak (10 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin aktivitas pendinginan statis untuk meregangkan otot tungkai dan lengan sambil mengatur napas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa konfirmasi pembuktian strategi gerak paling efektif pada 2 situasi tempo berbeda, memberikan umpan balik atas bukti yang dikumpulkan murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (kepemimpinan dan kolaborasi beregu), dan menutup dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan ketukan visual (hitungan ketukan tangan guru), sedangkan murid yang mahir langsung merespons variasi tempo musik acak.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menjaga keseimbangan menguji strategi gerak dengan tempo sedang (120-130 BPM), sedangkan murid yang cepat tanggap menguji variasi perubahan tempo ekstrem (100 BPM langsung melonjak ke 155 BPM).
  • Produk: Lembar pembuktian memuat simpulan strategi efektif pada minimal 2 situasi tempo bagi kelompok reguler dan 3 situasi tempo bagi kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Jika tempo musik senam dinaikkan secara mendadak dari 110 BPM menjadi 150 BPM, manakah strategi penyesuaian gerak langkah yang paling efektif agar ketukan tidak tertinggal? Opsi A: Memperpendek jarak jangkauan langkah (amplitudo kecil) dan menjaga pusat massa rendah. Opsi B: Memperlebar jangkauan langkah selebar-lebarnya.' (Kunci acuan diagnostik: Opsi A benar; memperpendek langkah meminimalkan waktu melayang di udara sehingga kaki dapat mendarat tepat mengikuti frekuensi ketukan yang rapat).

Proses:

  • Lembar Pembuktian Strategi Gerak dalam Berbagai Situasi Tempo: Murid mencatat dan membuktikan efektivitas 2 strategi gerak pada 3 situasi tempo musik senam aerobik. Daftar acuan pembuktian: (1) Situasi Tempo Lambat (110 BPM) -> Strategi gerak paling efektif adalah Strategi X (amplitudo langkah lebar dan ekstensi ayunan lengan penuh) karena memberi kontrol keseimbangan optimal pada jeda ketukan panjang; (2) Situasi Tempo Sedang (130 BPM) -> Strategi gerak seimbang (amplitudo langkah sedang dan ayunan lengan terkontrol) efektif menjaga kestabilan dan ritme; (3) Situasi Tempo Cepat (150 BPM) -> Strategi gerak paling efektif adalah Strategi Y (amplitudo langkah diperpendek/ekonomis dan ayunan siku fleksi rapat) karena mengurangi jeda gerak sehingga transisi antar-ketukan tetap presisi tanpa kehilangan keseimbangan. Kriteria penilaian: Ketepatan pembuktian kesesuaian strategi terhadap minimal 2 dari 3 situasi tempo berdasarkan data uji coba gerak nyata.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pembuktian akhir: Murid menyebutkan kesimpulan pembuktian strategi gerak efektif berdasarkan 2 situasi konkret yang diuji: 'Mengapa memperpendek amplitudo langkah lebih efektif dibanding memperlebar langkah saat tempo senam 150 BPM?' (Kunci acuan jawaban: Karena tempo cepat membutuhkan waktu kontak kaki dan frekuensi pergantian gerak yang sangat singkat; langkah yang pendek dan ekonomis memungkinkan perpindahan berat badan lebih cepat sehingga tubuh tidak kehilangan ketukan ritme musik).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik pemahaman awal strategi adaptasi gerak saat tempo musik berubah.
  • Asesmen Proses: Pengamatan unjuk kerja dan lembar kerja pembuktian strategi gerak (pengujian efektivitas Strategi X vs Strategi Y pada situasi tempo lambat, sedang, dan cepat).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuktian Strategi Gerak Efektif Berdasarkan Situasi Tempo BerbedaBelum mampu membuktikan strategi gerak yang efektif; memilih strategi yang tidak sesuai dengan situasi tempo musik yang diuji (misalnya memaksakan langkah lebar pada tempo 150 BPM sehingga ritme kacau) dan belum menyajikan data uji coba.Mampu membuktikan strategi gerak yang efektif pada 1 situasi tempo musik secara tepat (misal pada tempo lambat saja atau tempo cepat saja) berdasarkan data uji coba praktik dengan bantuan bimbingan guru.Mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif pada 2 situasi tempo musik berbeda (tempo lambat 110 BPM dan tempo cepat 150 BPM) secara tepat dan mandiri sesuai data uji coba praktik.Mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif secara konsisten pada seluruh (3) situasi tempo musik berbeda (lambat 110 BPM, sedang 130 BPM, dan cepat 150 BPM) secara komprehensif berdasarkan data uji coba praktik tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah rancangan uji coba tempo (110, 130, dan 150 BPM) memberikan pengalaman nyata bagi murid untuk membuktikan efektivitas penyesuaian gerak tubuhnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi efektivitas gerak berdasar pembuktian objektif di lapangan?

Murid:

  • Strategi gerak manakah yang paling membantumu tetap berada dalam ketukan saat tempo musik dipercepat secara tiba-tiba?
  • Faktor apa yang paling menyulitkan tubuhmu saat mencoba mempertahankan langkah lebar di tempo musik yang sangat cepat?

Pertemuan 4 — Menerapkan Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Aktivitas Rangkaian Senam Aerobik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani senam aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memberikan studi kasus singkat secara lisan: 'Jika kelompok kalian beranggotakan 5 orang dan harus menyusun barisan senam aerobik, bagaimana cara kelompok mengambil keputusan untuk menentukan siapa yang memimpin di depan dan bagaimana jika ada anggota yang tertinggal ketukan?' (acuan jawaban: pembagian peran instruktur/pemimpin secara bergantian atau musyawarah, serta kesepakatan bersama memilih gerakan yang disepakati seluruh anggota agar selaras) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok dalam aktivitas gerak senam aerobik, dilanjutkan pemanasan dinamis berpasangan berorientasi kerja sama ritmis (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam kelompok (berisi 5-6 orang) dan menerima Kartu Tugas Peran Kelompok yang memuat 3 butir panduan kerja: (1) Peran Kepemimpinan (menjadi instruktur hitungan/aba-aba gerak secara bergantian), (2) Peran Kolaborasi (saling menyelaraskan gerak langkah dan ayunan tangan bersama rekan seregu), dan (3) Mekanisme Pengambilan Keputusan (menyepakati urutan gerak dan transisi formasi melalui musyawarah cepat) (5 menit).
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk memahami dan membagi peran giliran kepemimpinan (siapa yang memimpin hitungan 1-8 pertama, kedua, dan seterusnya) serta menyepakati 1 keputusan kelompok terkait susunan urutan gerak senam yang akan dipraktikkan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Pemimpin Bayangan' (permainan menyenangkan): Setiap kelompok berdiri dalam barisan segitiga/berbanjar; saat guru memutar musik senam aerobik, murid yang berada di posisi depan bergantian memimpin hitungan dan variasi gerak langkah aerobik selama 2 x 8 hitungan, lalu berpindah ke posisi belakang sehingga anggota berikutnya mengambil alih kepemimpinan gerak, sementara anggota lain berkolaborasi mengikuti instruksi pemimpin (15 menit).
  • Praktik Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan Rangkaian: Kelompok melakukan simulasi rangkaian senam aerobik mandiri di mana mereka harus mengambil 2 keputusan kelompok saat terjadi kendala gerak: (1) Memutuskan kecepatan hitungan/tempo yang disepakati bersama seluruh anggota, dan (2) Memutuskan perubahan formasi (dari saf menjadi berbanjar) secara kompak melalui aba-aba pemimpin yang bertugas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menghentikan gerakan dan duduk melingkar untuk mengevaluasi penerapan kepemimpinan dan kolaborasi mereka: mengidentifikasi apakah setiap anggota sudah mengambil giliran memimpin, mendengarkan instruksi, dan bersepakat saat pengambilan keputusan penyesuaian formasi gerak kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan (cooling down) bersama secara berpasangan untuk mengendurkan otot sambil saling menjaga keseimbangan gerak (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kepemimpinan yang bergantian, kolaborasi aktif, serta keputusan bersama dalam keberhasilan gerak berirama kelompok, memberikan apresiasi atas kerja sama tim, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan pendampingan diberikan lembar alur peran terstruktur dengan urutan giliran pemimpin yang telah dipetakan guru, sedangkan kelompok yang lebih mandiri menentukan sendiri rotasi peran dan skenario keputusan formasi.
  • Proses: Murid yang masih ragu memimpin didampingi oleh rekan sebaya sebagai co-leader untuk memandu aba-aba hitungan bersama-sama, sedangkan murid yang cepat memimpin diberikan tantangan memandu variasi transisi perubahan arah hadap kelompok.
  • Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena pertemuan ini berfokus pada proses partisipasi penerapan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan dalam aktivitas jasmani.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan mengenai skenario pembagian peran pemimpin dan kesepakatan kelompok saat senam aerobik beregu: 'Jika kelompok kalian beranggotakan 5 orang dan harus menyusun barisan senam aerobik, bagaimana cara kelompok mengambil keputusan untuk menentukan siapa yang memimpin di depan dan bagaimana jika ada anggota yang tertinggal ketukan?' (acuan: pembagian peran instruktur/pemimpin secara musyawarah/bergantian, serta kesepakatan bersama menyelaraskan tempo/gerakan demi keselarasan regu).

Proses:

  • Observasi formatif proses selama kegiatan inti terhadap 3 indikator: (1) Menjalankan peran kepemimpinan saat giliran memimpin hitungan/aba-aba senam aerobik (acuan: memberi aba-aba hitungan 1-8 dengan tegas saat berada di posisi depan); (2) Berkolaborasi secara aktif (acuan: menyesuaikan gerak dengan anggota regu tanpa memisahkan diri); (3) Mengambil keputusan bersama (acuan: ikut bermusyawarah dan menyepakati formasi atau tempo gerak kelompok).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi penutup: Murid menyampaikan secara lisan 1 bukti keputusan kelompok yang berhasil diambil bersama selama latihan rangkaian senam aerobik (kriteria penerimaan: murid menyebutkan secara konkret keputusan kelompok terkait penentuan tempo bersama atau kesepakatan pergantian formasi/urutan gerak).

Formatif:

  • Lembar observasi unjuk kerja kolaboratif: pengamatan keterlibatan dalam kepemimpinan bergantian, kerja sama (kolaborasi) menjaga kekompakan kelompok, dan partisipasi musyawarah pengambilan keputusan gerak senam aerobik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Kepemimpinan Kelompok dalam Aktivitas Senam AerobikBelum bersedia mengambil giliran sebagai instruktur/pemimpin barisan serta pasif dalam memberi aba-aba gerak kelompok.Mengambil giliran memimpin aba-aba hitungan gerak senam aerobik namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan penuh dari guru atau teman.Menerapkan peran kepemimpinan secara mandiri dengan memberikan aba-aba hitungan dan panduan gerak secara jelas saat gilirannya memimpin kelompok.Menerapkan peran kepemimpinan secara konsisten dan tanggap, mampu memberi aba-aba hitungan yang jelas serta memandu transisi gerak kelompok secara efektif saat gilirannya.
Penerapan Kolaborasi dalam Aktivitas Senam AerobikBergerak sendiri-sendiri tanpa memperhatikan gerakan rekan sekelompok sehingga gerak regu tidak selaras.Mencoba menyesuaikan gerak dengan rekan kelompok tetapi masih sering tidak kompak saat perpindahan giliran atau perubahan formasi.Berkolaborasi aktif menyelaraskan langkah dan ayunan lengan mengikuti ritme kelompok secara konsisten selama beraktivitas.Berkolaborasi secara konsisten dan saling mendukung, proaktif menyelaraskan irama gerak dan posisi formasi bersama seluruh anggota kelompok.
Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Aktivitas Senam AerobikTidak terlibat dalam diskusi kelompok dan menolak atau mengabaikan kesepakatan bersama terkait rangkaian gerak.Mengikuti keputusan kelompok mengenai tempo atau formasi gerak hanya setelah diarahkan berulang kali oleh anggota lain.Berpartisipasi aktif menyampaikan masukan dan menyepakati keputusan bersama mengenai pengaturan tempo serta formasi rangkaian gerak senam kelompok.Berpartisipasi aktif memfasilitasi mufakat kelompok dan konsisten menjalankan keputusan bersama terkait penyesuaian tempo maupun formasi gerak tanpa konflik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang adil untuk mempraktikkan peran kepemimpinan saat aktivitas senam aerobik kelompok?
  • Bagaimana efektivitas tantangan 'Pemimpin Bayangan' dalam membangun kesadaran berkolaborasi dan pengambilan keputusan bersama murid?

Murid:

  • Pengalaman apa yang saya rasakan ketika mendapat giliran menjadi pemimpin yang memandu hitungan dan gerakan teman sekelompok?
  • Bagaimana cara kelompok saya mengatasi perbedaan pendapat ketika harus memutuskan tempo atau susunan formasi gerak senam aerobik?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas dalam Aktivitas Senam Aerobik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.5 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani senam aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk berpartisipasi dalam aktivitas pengamatan fisik (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas (ringan, sedang, berat) dalam senam aerobik, serta menjelaskan manfaat pemantauan reaksi fisiologis tubuh untuk menjaga kesehatan (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik lisan: (1) Apa yang terjadi pada frekuensi napas dan denyut nadi saat tubuh beralih dari diam ke bergerak cepat? (2) Sebutkan 2 tanda fisik yang paling jelas terasa saat intensitas gerak meningkat! (acuan jawaban: napas memburu/lebih cepat, denyut nadi meningkat, keluar keringat, suhu tubuh naik/panas) (5 menit).
  • Pemanasan dinamis terpimpin berintensitas ringan selama 3 menit untuk menyiapkan tubuh murid sebelum simulasi perbandingan intensitas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid mempraktikkan cara meraba dan menghitung denyut nadi radialis pada pergelangan tangan selama 15 detik kemudian dikalikan 4 untuk mendapatkan denyut nadi istirahat/awal per menit (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep mengenai 3 tingkatan intensitas aktivitas senam aerobik dan respons fisiologis tubuh: (1) Intensitas Ringan (pemanasan/gerak lambat): napas teratur, belum berkeringat banyak, detak nadi 50-63% denyut jantung maksimal (DJM); (2) Intensitas Sedang (gerakan inti bertempo sedang): napas lebih cepat tetapi masih dapat berbicara kalimat pendek tanpa terengah-engah, mulai berkeringat, detak nadi 64-76% DJM; (3) Intensitas Berat (gerakan inti cepat dan lompatan berulang): napas memburu dan terengah-engah (sulit bicara), keringat deras, detak nadi 77-93% DJM (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan simulasi gerak senam aerobik dalam 3 sesi interval untuk merasakan langsung perubahan respons tubuh: Sesi 1 intensitas ringan selama 3 menit (marching di tempat tempo 110 bpm), Sesi 2 intensitas sedang selama 3 menit (kombinasi step touch dan arm curl tempo 130 bpm), dan Sesi 3 intensitas berat selama 3 menit (kombinasi jumping jack dan knee up tempo 145 bpm) (12 menit).
  • Melalui mini-game observasi 'Tebak Sinyal Tubuh', murid berpasangan saling mengamati dan mencatat 4 indikator reaksi tubuh pasangan masing-masing (frekuensi napas, laju denyut nadi 15 detik x 4, produksi keringat, dan sensasi kelelahan otot) pada lembar observasi yang disediakan (13 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan penjelasan tertulis pada Lembar Kerja Aktivitas Jasmani mengenai perbedaan reaksi tubuh yang dialami pada intensitas ringan, sedang, dan berat berdasarkan 4 indikator yang telah diamati (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid untuk memeriksa kembali penjelasan yang telah ditulis dengan mencocokkan acuan fisiologis reaksi tubuh yang tepat (napas, nadi, keringat, kelelahan otot) pada tiap tingkatan intensitas senam aerobik (5 menit).

Penutup:

  • Pendinginan statis perlahan untuk menurunkan frekuensi detak jantung dan menormalkan kembali laju pernapasan murid (2 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang bagaimana tubuh merespons intensitas gerak yang berbeda untuk mencegah kelelahan berlebih (overtraining) dan menjaga keamanan beraktivitas jasmani (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat berupa pertanyaan cek pemahaman tertulis satu menit dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu visual 'Skala Borg RPE (Rating of Perceived Exertion)' bergambar ekspresi wajah dan rentang denyut nadi untuk murid yang memerlukan panduan konkret.
  • Proses: Bagi murid yang cepat memahami konsep, diberikan tugas tambahan menjelaskan kaitan antara laju konsumsi oksigen dengan perubahan frekuensi napas; bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan panduan bertahap saat meraba denyut nadi dan mengamati napas.
  • Produk: Penjelasan reaksi tubuh dapat disajikan dalam bentuk tabel perbandingan terstruktur 3 kolom (ringan, sedang, berat) atau paragraf deskriptif terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dengan butir: 'Sebutkan 2 tanda fisik yang paling jelas terasa saat intensitas aktivitas fisik meningkat!' (Acuan jawaban benar: napas menjadi lebih cepat/terengah-engah, denyut nadi/jantung berdetak lebih cepat, suhu tubuh memanas/mengeluarkan keringat, otot terasa lelah/pegal; murid dinyatakan siap bila menyebutkan minimal 2 tanda tersebut secara tepat).

Proses:

  • Penilaian formatif Lembar Kerja Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap 3 Tingkat Intensitas Senam Aerobik yang mencakup 4 indikator reaksi tubuh: (1) Frekuensi denyut nadi, (2) Laju pernapasan, (3) Produksi keringat/suhu tubuh, dan (4) Kelelahan otot/sensasi fisik. Kunci/acuan jawaban: (a) Intensitas Ringan: nadi 50-63% DJM (santai), napas stabil/teratur dapat bicara santai, belum keluar keringat signifikan, otot terasa rileks; (b) Intensitas Sedang: nadi 64-76% DJM, napas meningkat namun masih mampu bicara kalimat pendek tanpa jeda panjang, mulai berkeringat di dahi/punggung, otot terasa hangat dan bekerja aktif; (c) Intensitas Berat: nadi 77-93% DJM, napas memburu/terengah-engah dan sulit bicara lebih dari 1-2 kata, keringat mengucur deras, sensasi pegal/terbakar pada otot tungkai akibat penumpukan asam laktat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 1 menit dengan 1 butir pertanyaan: 'Mengapa pada intensitas berat seseorang sulit berbicara utuh sambil bergerak jika dibandingkan dengan intensitas sedang?' (Acuan jawaban: karena pada intensitas berat kebutuhan pasokan oksigen otot meningkat drastis sehingga frekuensi dan volume pernapasan diprioritaskan penuh untuk ventilasi paru-paru/mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida, sehingga aliran udara untuk pita suara terputus-putus).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan mengenai tanda-tanda fisiologis tubuh saat beraktivitas jasmani.
  • Observasi unjuk kerja pencatatan dan penjelasan respons reaksi tubuh (denyut nadi, napas, keringat, kelelahan otot) pada lembar kerja selama sesi simulasi 3 tingkat intensitas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap Intensitas Ringan, Sedang, dan BeratBelum mampu menjelaskan reaksi tubuh atau hanya menyebutkan 1 indikator reaksi tubuh secara tepat pada satu tingkat intensitas (acuan indikator: laju pernapasan, denyut nadi, produksi keringat, atau sensasi otot).Mampu menjelaskan reaksi tubuh pada 2 indikator secara tepat untuk minimal 2 tingkatan intensitas (ringan, sedang, atau berat) sesuai acuan fisiologis.Mampu menjelaskan reaksi tubuh pada 3-4 indikator (laju pernapasan, denyut nadi, keringat, sensasi otot) secara tepat dan lengkap pada ketiga tingkatan intensitas (ringan, sedang, dan berat) sesuai acuan.Mampu menjelaskan reaksi tubuh pada seluruh 4 indikator secara tepat, rinci, dan mendalam pada ketiga tingkatan intensitas (ringan, sedang, dan berat), serta menguraikan mekanisme hubungan antara kebutuhan oksigen otot dengan perubahan laju napas dan denyut nadi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat meraba denyut nadi radialis mandiri dan membedakan sensasi napas saat intensitas dinaikkan?
  • Apakah alokasi waktu simulasi 3 sesi intensitas mencukupi bagi murid untuk merasakan perubahan fisiologis secara nyata tanpa menimbulkan kelelahan berlebih?

Murid:

  • Bagian tubuh mana yang paling cepat memberi tahu kamu bahwa intensitas senam aerobik sudah berpindah dari sedang ke berat?
  • Bagaimana pemahaman tentang reaksi tubuh ini membantumu mengatur tempo latihan senam aerobik agar tidak cepat pingsan atau cedera?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.1 Menerapkan keterampilan gerak langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak berirama
  • TP 9.5.2 Memperagakan strategi gerak pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak senam aerobik
  • TP 9.5.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada rangkaian senam aerobik
  • TP 9.5.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani senam aerobik
  • TP 9.5.5 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani senam aerobik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, memimpin doa, dan memandu pemanasan statis serta dinamis bertahap untuk menyiapkan fisik menghadapi asesmen gerak (4 menit).
  • Guru menyampaikan alur pelaksanaan sesi sumatif bab yang terdiri atas dua tugas: unjuk kerja rangkaian aerobik beregu dan lembar analisis reflektif individual mengenai reaksi fisiologis tubuh (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan rubrik penilaian unjuk kerja gerak kelompok (ketepatan langkah dasar dan ayunan lengan, pengaturan transisi, pembuktian efektivitas strategi variasi tempo cepat/lambat, serta kepemimpinan dan kolaborasi tim) dan teknis pengerjaan lembar refleksi reaksi tubuh (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Beregu): Secara bergiliran, 5 kelompok (masing-masing 5-6 murid) menampilkan rangkaian senam aerobik berdurasi 6-7 menit per regu dengan iringan musik variasi tempo (cepat dan lambat), memperagakan langkah dasar, ayunan lengan, transisi antargerak, serta bukti perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok saat tampil di lapangan (50 menit).
  • Tugas 2 (Lembar Analisis Reflektif Serentak): Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengerjakan lembar analisis tertulis mengenai reaksi fisiologis tubuh setelah berpartisipasi dalam senam aerobik yang memuat 3 pertanyaan analitis: (1) Reaksi laju denyut nadi pada intensitas rendah (pemanasan), sedang (latihan inti tempo moderat), dan tinggi (puncak tempo cepat); (2) Reaksi laju pernapasan pada ketiga intensitas tersebut; (3) Reaksi perubahan suhu tubuh dan produksi keringat pada ketiga intensitas tersebut (acuan: pada intensitas rendah denyut nadi 90-110 bpm/napas teratur/suhu normal; intensitas sedang denyut nadi 120-145 bpm/napas mulai memburu/tubuh hangat berkeringat ringan; intensitas tinggi denyut nadi >150 bpm/napas sangat cepat-terengah/suhu panas dan keringat bercucuran deras) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan lembar jawaban reflektif reaksi tubuh sebelum menyerahkannya langsung kepada guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan peregangan ringan untuk menurunkan detak jantung dan merilekskan otot setelah unjuk kerja (1 menit).
  • Guru mengumpulkan seluruh lembar reflektif, memberikan umpan balik umum apresiatif atas jalannya seluruh rangkaian bab senam aerobik, dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses penyediaan lembar analisis reflektif dengan ukuran teks lebih besar bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah indikator fisiologis yang dianalisis.
  • Proses: Penyesuaian formasi gerak kelompok di lapangan yang ramah ruang bagi murid dengan keterbatasan mobilitas tanpa mengurangi kriteria penilaian langkah dasar dan ayunan lengan.
  • Produk: Format penulisan lembar refleksi disediakan dalam bentuk tabel isian berstruktur baku agar murid dapat menuangkan analisis reaksi tubuh secara terfokus.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam aerobik kelompok dan lembar analisis reflektif: performa kelompok memperagakan rangkaian langkah dasar, ayunan lengan, transisi, dan strategi gerak pada variasi tempo disertai pengamatan kepemimpinan dan kerja sama, serta lembar refleksi tertulis individual mengenai reaksi fisiologis tubuh
  • unjuk kerja rangkaian gerak aerobik beregu: penampilan kelompok berdurasi 6-7 menit per regu (total 5 kelompok @ 5-6 murid dalam 55 menit termasuk pergantian) yang dinilai dari ketepatan langkah dasar dan ayunan lengan, koordinasi transisi, efektivitas strategi rangkaian gerak pada tempo cepat dan lambat, serta bukti perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan tim (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak dan lembar observasi kolaborasi kelompok)
  • lembar analisis reflektif serentak: jawaban tertulis murid yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan, memuat penjelasan perbedaan denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh/keringat pada tingkat intensitas rendah, sedang, hingga tinggi setelah aktivitas senam aerobik (25 menit; individual; instrumen: lembar analisis refleksi dan pedoman penskoran analitis)

Sumatif:

  • unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam aerobik kelompok dan lembar analisis reflektif: performa kelompok memperagakan rangkaian langkah dasar, ayunan lengan, transisi, dan strategi gerak pada variasi tempo disertai pengamatan kepemimpinan dan kerja sama, serta lembar refleksi tertulis individual mengenai reaksi fisiologis tubuh
  • unjuk kerja rangkaian gerak aerobik beregu: penampilan kelompok berdurasi 6-7 menit per regu (total 5 kelompok @ 5-6 murid dalam 55 menit termasuk pergantian) yang dinilai dari ketepatan langkah dasar dan ayunan lengan, koordinasi transisi, efektivitas strategi rangkaian gerak pada tempo cepat dan lambat, serta bukti perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan tim (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja gerak dan lembar observasi kolaborasi kelompok)
  • lembar analisis reflektif serentak: jawaban tertulis murid yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan, memuat penjelasan perbedaan denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh/keringat pada tingkat intensitas rendah, sedang, hingga tinggi setelah aktivitas senam aerobik (25 menit; individual; instrumen: lembar analisis refleksi dan pedoman penskoran analitis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Langkah Dasar dan Ayunan Lengan (TP 9.5.1)Memperagakan langkah dasar (misal: march, v-step) dan ayunan lengan (misal: bicep curl, chest press) dengan banyak kesalahan koordinasi dan tidak selaras irama musik.Memperagakan sebagian langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik dengan koordinasi memadai, namun keselarasan ketukan irama musik masih sering hilang.Menerapkan keterampilan seluruh variasi langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik secara tepat, terkoordinasi, dan konsisten selaras dengan ketukan irama.Menerapkan seluruh keterampilan langkah dasar dan ayunan lengan senam aerobik secara sempurna, terkoordinasi konsisten dengan ketukan irama, serta mantap mentransfernya ke variasi formasi regu.
Pengaturan Transisi Langkah dan Ayunan Lengan (TP 9.5.2)Memperagakan transisi antargerak langkah dan lengan secara tersendat, terputus, atau berhenti di setiap pergantian ragam gerak.Memperagakan transisi antargerak langkah dan lengan namun masih canggung atau mengalami jeda ragu saat berpindah pola langkah/ayunan.Memperagakan strategi pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan secara mulus, mengalir, dan terkontrol tanpa kehilangan momentum irama.Memperagakan strategi pengaturan transisi langkah dan ayunan lengan dengan sangat luwes, presisi, mengalir alami, dan menjaga ritme regu tanpa jeda.
Pembuktian Strategi Gerak pada Variasi Tempo (TP 9.5.3)Belum mampu menyesuaikan rentang amplitudo gerak dan pengaturan tenaga saat musik berganti antara tempo lambat dan tempo cepat.Mampu mengubah kecepatan gerak mengikuti tempo namun belum membuktikan efektivitas kontrol langkah (gerakan terburu-buru atau kehilangan keseimbangan saat tempo cepat).Membuktikan strategi gerak yang efektif dengan menyesuaikan amplitudo langkah dan ayunan lengan secara stabil pada situasi tempo lambat maupun cepat.Membuktikan strategi gerak paling efektif secara konsisten, stabil, dan presisi tinggi baik pada tempo lambat (gerak luas bertenaga) maupun cepat (langkah kompak terkontrol).
Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan (TP 9.5.4)Tampil individual tanpa menunjukkan kerja sama tim, tidak ada pembagian peran kepemimpinan, dan tidak mampu mengambil keputusan saat pola gerak regu kacau.Menunjukkan kolaborasi dalam barisan namun peran kepemimpinan belum terlihat dan lambat mengambil keputusan penyesuaian saat terjadi kesalahan gerak.Menerapkan pembagian peran kepemimpinan (komando/penyelaras ritme), kolaborasi regu yang solid, dan sigap mengambil keputusan bersama untuk menjaga kekompakan tim.Menerapkan kepemimpinan yang aktif mengayomi anggota, kolaborasi regu yang sangat kompak dan suportif, serta pengambilan keputusan kelompok yang cepat dan tepat dalam menjaga sinkronisasi gerak.
Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap Tingkat Intensitas (TP 9.5.5)Hanya menjelaskan 1 dari 3 indikator fisiologis (denyut nadi, napas, suhu/keringat) atau penjelasan tidak membedakan ketiga tingkat intensitas.Menjelaskan 2 dari 3 indikator fisiologis reaksi tubuh (denyut nadi, napas, atau suhu/keringat) pada tingkat intensitas rendah, sedang, dan tinggi secara tepat sesuai acuan.Menjelaskan lengkap seluruh 3 indikator fisiologis reaksi tubuh (denyut nadi: rendah 90-110, sedang 120-145, tinggi >150 bpm; napas: stabil, dalam/cepat, memburu; suhu/keringat: normal, hangat/berkeringat, panas/bercucuran) pada intensitas rendah, sedang, dan tinggi secara tepat sesuai acuan.Menjelaskan secara mendalam, lengkap, dan runtut seluruh 3 indikator fisiologis reaksi tubuh (denyut nadi, napas, suhu/keringat) pada intensitas rendah, sedang, dan tinggi disertai kaitan logis antara kebutuhan oksigen otot dan mekanisme pendinginan tubuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 55 menit untuk unjuk kerja 5 kelompok dan 25 menit untuk asesmen reflektif tertulis terlaksana secara tertib dan akurat?
  • Bagaimana capaian murid dalam mendemonstrasikan efektivitas strategi variasi tempo dan kolaborasi beregu dibandingkan latihan sebelumnya?
  • Apakah lembar reflektif individual mampu mengungkap pemahaman murid mengenai hubungan antara intensitas aktivitas jasmani dan reaksi faal tubuh?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah menampilkan seluruh rangkaian senam aerobik beregu bersama teman kelompokmu hari ini?
  • Apakah strategi gerak yang kelompokmu sepakati berhasil menjaga kekompakan saat ketukan musik bertambah cepat?
  • Apa yang kamu rasakan secara langsung pada napas, denyut jantung, dan keringatmu saat senam mencapai intensitas puncak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
  2. Buku Siswa PJOK Kelas IX, Kemendikbudristek
  3. Kartu tugas (task sheet) gerak senam aerobik
  4. Peluit, speaker aktif/audio player, dan musik pengiring senam aerobik tempo sedang
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Bab 5 Senam Aerobik)
  6. Audio/Musik pengiring senam aerobik irama 4/4 tempo sedang (120-130 BPM)
  7. Peluit dan stopwatch/pengeras suara
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022.
  9. Perangkat pemutar audio dan pengeras suara.
  10. Koleksi musik senam aerobik dengan variasi tempo terukur (110 BPM, 130 BPM, dan 150 BPM).
  11. Peluit dan metronom ritme.
  12. Lembar kerja observasi pembuktian strategi gerak.
  13. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
  14. Peluit dan stopwatch/pengukur waktu
  15. Pemutar musik (speaker aktif) dan lagu/irama senam aerobik berketukan teratur
  16. Kartu Tugas Peran Kelompok (berisi panduan kepemimpinan, kolaborasi, dan mekanisme keputusan)
  17. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  18. Stopwatch/pengukur waktu denyut nadi.
  19. Speaker dan musik pengiring senam aerobik bertempo 110 bpm, 130 bpm, dan 145 bpm.
  20. Lembar Kerja Observasi Reaksi Tubuh & Skala RPE (Rating of Perceived Exertion).
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX
  22. Sound system/speaker aktif dan perangkat pemutar audio
  23. Fail rekaman musik senam aerobik dengan tempo terprogram (lambat, moderat, cepat)
  24. Lembar penilaian unjuk kerja dan lembar observasi kolaborasi kelompok
  25. Lembar analisis reflektif reaksi tubuh individual
  26. Peluit, stopwatch, dan alat tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.