Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Rangkaian Senam Lantai

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Rangkaian Senam Lantai". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Rangkaian Senam Lantai

PJOK - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Rangkaian Senam Lantai

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAsesmen Sumatif: Unjuk Kerja Rangkaian Senam Lantai
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menampilkan rangkaian gerak senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, dan lompat harimau) secara konsisten, tepat, dan terkontrol sebagai bukti ketercapaian keterampilan gerak.
  2. Murid dapat mengevaluasi penampilan rangkaian senam lantai diri sendiri dan teman berdasarkan kriteria gerak yang telah dipelajari dengan menerapkan nilai fair play dan partisipasi inklusif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kalian memastikan setiap gerakan dalam rangkaian senam lantai dilakukan dengan tepat dan aman?
  2. Apa yang kalian perhatikan saat menilai penampilan teman agar penilaian bersifat adil dan membangun?
  3. Mengapa sikap fair play dan partisipasi inklusif penting dalam kegiatan senam bersama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kesiapan fisik murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan menampilkan rangkaian senam lantai dan mengevaluasi penampilan diri serta teman.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu kesadaran murid tentang pentingnya ketepatan gerak dan penilaian yang adil.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang sudah merasa percaya diri dengan rangkaian senam lantai? Bagian mana yang masih perlu diperbaiki?
  • Guru memimpin pemanasan dinamis: peregangan leher, bahu, lengan, pinggang, dan kaki, serta latihan mobilitas pergelangan tangan dan persiapan otot inti selama 10 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan kembali kriteria penilaian rangkaian senam lantai: konsistensi gerakan, ketepatan teknik, kontrol tubuh, dan keamanan.
  • Guru mendemonstrasikan rangkaian lengkap (sagittal scale → handstand → guling depan → lompat harimau) sambil menyebutkan poin-poin kunci setiap gerakan.
  • Murid mengamati demonstrasi dan mengajukan pertanyaan klarifikasi jika ada bagian yang belum jelas.
  • Guru membagikan lembar penilaian sejawat yang berisi indikator gerak untuk setiap elemen rangkaian.
  • Murid membaca dan memahami lembar penilaian, lalu berdiskusi dengan pasangan tentang cara mengamati dan menilai secara objektif.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan: satu sebagai pelaku, satu sebagai pengamat/penilai.
  • Pelaku melakukan persiapan dengan pemanasan mandiri singkat di matras masing-masing.
  • Pelaku menampilkan rangkaian senam lantai secara utuh di depan pasangannya.
  • Pengamat mengamati dan mencatat hasil pengamatan pada lembar penilaian sejawat, fokus pada konsistensi, ketepatan, dan kontrol gerak.
  • Pengamat memberikan umpan balik langsung secara positif dan konstruktif kepada pelaku.
  • Murid bertukar peran: yang tadinya pengamat menjadi pelaku, dan sebaliknya.
  • Guru berkeliling memantau penampilan murid, memberikan arahan teknis bila diperlukan, dan mencatat hasil unjuk kerja untuk penilaian sumatif.
  • Setelah semua murid tampil, guru meminta beberapa pasangan untuk menampilkan rangkaian di depan kelas sebagai model.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk membentuk lingkaran atau berkumpul di area tertentu untuk diskusi refleksi.
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan: Bagaimana perasaan kalian setelah menampilkan rangkaian? Apa yang sudah berhasil? Apa yang masih perlu ditingkatkan?
  • Murid berbagi pengalaman menilai teman: Apakah mudah atau sulit memberikan penilaian yang adil? Mengapa?
  • Murid merefleksi secara tertulis di lembar refleksi diri: mengevaluasi penampilan sendiri, kekuatan, dan area yang perlu diperbaiki.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan sikap fair play yang ditunjukkan murid selama asesmen.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: peregangan statis untuk otot-otot yang telah bekerja selama 5 menit.
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: murid telah menunjukkan kemampuan melakukan dan mengevaluasi rangkaian senam lantai.
  • Guru memberikan pengumuman hasil penilaian umum (tanpa menyebut nama) dan apresiasi terhadap pencapaian kelas.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid yang belum mencapai kriteria minimal dapat melakukan remedial di luar jam pelajaran, sedangkan yang sudah tuntas dapat mengembangkan rangkaian lebih kompleks.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diperbolehkan melakukan rangkaian dengan tempo lebih lambat atau dengan bantuan alat bantu (matras tambahan untuk guling depan).
  • Proses: Murid yang sudah mahir dapat langsung tampil tanpa latihan ulang, sementara murid yang masih perlu persiapan diberikan waktu pemanasan tambahan 3-5 menit sebelum unjuk kerja.
  • Produk: Murid yang sudah tuntas dapat menambahkan variasi gerakan transisi atau elemen tambahan dalam rangkaian untuk tantangan lebih tinggi, sedangkan murid yang belum tuntas fokus pada penguasaan rangkaian dasar dengan teknik yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang kesiapan dan kepercayaan diri murid dalam menampilkan rangkaian senam lantai.
  • Identifikasi bagian rangkaian yang masih dirasa sulit oleh murid untuk memberikan perhatian khusus.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid menampilkan rangkaian: konsistensi, ketepatan teknik, kontrol tubuh, dan keamanan.
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar observasi dengan indikator gerak yang jelas.
  • Catatan anekdotal guru tentang sikap fair play dan partisipasi inklusif murid saat menilai teman.

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja rangkaian senam lantai menggunakan rubrik dengan empat aspek: sagittal scale, handstand, guling depan, dan lompat harimau.
  • Lembar refleksi diri tertulis yang diisi murid untuk mengevaluasi penampilan dan proses belajar.
  • Penilaian kemampuan mengevaluasi teman secara objektif dan konstruktif berdasarkan lembar penilaian sejawat yang telah diisi.

Formatif:

  • Observasi selama murid berlatih dan menampilkan rangkaian senam lantai.
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar observasi yang telah disediakan.
  • Umpan balik lisan dari guru saat berkeliling memantau penampilan murid.

Sumatif:

  • Unjuk kerja rangkaian senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, lompat harimau) yang dinilai menggunakan rubrik keterampilan gerak.
  • Lembar refleksi diri tertulis untuk mengevaluasi penampilan sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sagittal ScaleMurid tidak dapat mempertahankan posisi sagittal scale atau kehilangan keseimbangan dalam 1 detik.Murid dapat mempertahankan posisi sagittal scale selama 2-3 detik tetapi dengan keseimbangan yang belum stabil dan kaki belum lurus sempurna.Murid dapat mempertahankan posisi sagittal scale selama 4-5 detik dengan keseimbangan cukup stabil dan kaki hampir lurus.Murid dapat mempertahankan posisi sagittal scale minimal 5 detik dengan keseimbangan sempurna, kaki lurus, dan kontrol tubuh yang baik.
HandstandMurid tidak dapat melakukan handstand atau langsung jatuh saat mencoba.Murid dapat mengangkat tubuh ke posisi handstand tetapi hanya bertahan kurang dari 2 detik dan dengan bantuan dinding atau teman.Murid dapat melakukan handstand selama 3-4 detik dengan posisi tubuh hampir vertikal dan keseimbangan cukup baik.Murid dapat melakukan handstand minimal 5 detik dengan posisi tubuh vertikal sempurna, kaki rapat dan lurus, serta kontrol penuh.
Guling DepanMurid tidak dapat menyelesaikan guling depan atau melakukan dengan teknik yang salah (menyentuh kepala).Murid dapat melakukan guling depan tetapi dengan gerakan terputus-putus, tangan kurang menopang, atau posisi akhir tidak jongkok.Murid dapat melakukan guling depan dengan gerakan cukup mengalir, tangan menopang dengan baik, dan posisi akhir jongkok tetapi keseimbangan belum stabil.Murid dapat melakukan guling depan dengan gerakan mengalir, tangan menopang sempurna, menggulung pada tengkuk, dan berdiri dengan mantap.
Lompat HarimauMurid tidak dapat melakukan lompat harimau atau hanya melakukan guling biasa tanpa fase melayang.Murid dapat melakukan lompat harimau tetapi dengan fase melayang sangat pendek, tangan terlalu cepat menyentuh matras, atau tidak ada gerakan melenting.Murid dapat melakukan lompat harimau dengan fase melayang cukup jelas, tangan menolak dan menggulung, tetapi pendaratan belum sempurna.Murid dapat melakukan lompat harimau dengan fase melayang jelas, tangan menolak kuat, tubuh melenting, menggulung dengan baik, dan mendarat berdiri dengan mantap.
Konsistensi dan Transisi RangkaianRangkaian terputus-putus dengan jeda panjang antar gerakan, tidak ada aliran gerak yang jelas.Rangkaian dapat diselesaikan tetapi dengan jeda antar gerakan, transisi kurang mulus, dan tempo tidak konsisten.Rangkaian dapat diselesaikan dengan transisi cukup mulus, tempo cukup konsisten, tetapi masih ada gerakan yang tersendat.Rangkaian diselesaikan dengan transisi sangat mulus, tempo konsisten, dan aliran gerak yang mengalir dari awal hingga akhir.
Kemampuan Mengevaluasi (Fair Play dan Inklusif)Murid tidak dapat memberikan penilaian atau memberikan penilaian yang tidak sesuai kriteria dan tidak konstruktif.Murid dapat memberikan penilaian tetapi masih bias (terlalu tinggi atau rendah), kurang spesifik, atau tidak menggunakan kriteria yang telah ditetapkan.Murid dapat memberikan penilaian yang cukup objektif berdasarkan kriteria, dengan saran perbaikan yang konstruktif tetapi belum detail.Murid dapat memberikan penilaian yang objektif, adil, berdasarkan kriteria jelas, dengan saran perbaikan yang spesifik, konstruktif, dan menghargai usaha teman (fair play dan inklusif).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang adil untuk menampilkan kemampuan terbaiknya?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam mendorong murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas asesmen sejawat agar lebih objektif dan konstruktif di pembelajaran berikutnya?
  • Apa tindak lanjut yang perlu saya lakukan untuk murid yang belum mencapai kriteria minimal?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah menampilkan rangkaian senam lantai hari ini?
  • Bagian mana dari rangkaian yang sudah kamu kuasai dengan baik? Bagian mana yang masih perlu kamu tingkatkan?
  • Apa yang kamu pelajari dari memberikan penilaian kepada teman?
  • Bagaimana kamu menerapkan sikap fair play saat menilai teman? Apakah ada tantangan dalam bersikap objektif?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk meningkatkan keterampilanmu dalam senam lantai di masa depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Matras senam ukuran standar (minimal 6 buah)
  3. Lembar penilaian sejawat (student work sheet)
  4. Lembar refleksi diri murid
  5. Peluit dan stopwatch
  6. Video demonstrasi rangkaian senam lantai (opsional)
  7. Cone atau marker untuk menandai area unjuk kerja

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.