Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Rangkaian Penuh Senam Lantai dan Strategi Peningkatan Keterampilan Gerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Rangkaian Penuh Senam Lantai dan Strategi Peningkatan Keterampilan Gerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Rangkaian Penuh Senam Lantai dan Strategi Peningkatan Keterampilan Gerak

PJOK - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Rangkaian Penuh Senam Lantai dan Strategi Peningkatan Keterampilan Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikRangkaian Penuh Senam Lantai dan Strategi Peningkatan Keterampilan Gerak
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam menyusun rangkaian senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, dan lompat harimau) melalui kerja berpasangan dengan menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi
  2. Murid dapat menjelaskan reaksi tubuh terhadap intensitas latihan senam lantai serta strategi pencegahan cedera berdasarkan prosedur pertolongan pertama yang benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menyusun rangkaian senam lantai yang aman dan efisien?
  2. Apa yang terjadi pada tubuh kita saat melakukan latihan senam lantai dengan intensitas tinggi?
  3. Bagaimana strategi terbaik untuk mencegah cedera saat melakukan rangkaian gerak senam lantai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan kesiapan fisik untuk mengikuti pembelajaran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid dalam melakukan gerakan senam lantai dasar
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 10 menit yang mencakup peregangan otot tubuh bagian atas, bawah, dan inti tubuh untuk mempersiapkan tubuh melakukan aktivitas senam lantai

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan rangkaian lengkap senam lantai: sagittal scale → handstand → guling depan → lompat harimau dengan penjelasan titik kunci setiap gerakan
  • Murid mengamati demonstrasi dan mengidentifikasi transisi antar gerakan serta postur tubuh yang benar
  • Guru membagi murid berpasangan melalui permainan sederhana (misalnya: hitung 1-2 berulang)
  • Setiap pasangan menerima lembar kerja yang berisi indikator penilaian gerakan dan ruang untuk mencatat strategi gerak
  • Guru menjelaskan peran 'pelaku' dan 'pengamat' dalam kerja berpasangan, serta pentingnya memberikan umpan balik konstruktif
  • Guru membahas reaksi tubuh terhadap aktivitas senam lantai (peningkatan denyut jantung, pernapasan, suhu tubuh) dan strategi pencegahan cedera (pemanasan memadai, teknik yang benar, penggunaan matras)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Pasangan menentukan siapa yang menjadi pelaku pertama dan pengamat
  • Pelaku mempraktikkan rangkaian senam lantai secara bertahap: pertama sagittal scale dan handstand, kemudian menambahkan guling depan, terakhir menambahkan lompat harimau
  • Pengamat mengamati dengan cermat menggunakan lembar kerja, mencatat kualitas gerakan dan memberikan umpan balik segera setelah pelaku selesai
  • Pasangan berdiskusi untuk menemukan strategi gerak paling efektif (sudut tubuh, kecepatan transisi, titik tumpuan) dan mencatatnya di lembar kerja
  • Murid berganti peran setelah mendapat aba-aba dari guru
  • Setiap pasangan mencoba menyusun rangkaian lengkap dengan menerapkan strategi yang telah diidentifikasi bersama
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan, mengamati kolaborasi dan kepemimpinan dalam pasangan, serta melakukan asesmen formatif

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengukur denyut nadi setelah aktivitas dan membandingkan dengan kondisi istirahat untuk merasakan reaksi tubuh terhadap intensitas latihan
  • Setiap pasangan mempresentasikan satu strategi gerak efektif yang mereka temukan kepada kelompok lain (gallery walk singkat)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang strategi pencegahan cedera: pentingnya teknik yang benar, penggunaan alat pengaman, dan prosedur pertolongan pertama jika terjadi cedera ringan (memar, keseleo)
  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat: satu hal baru yang dipelajari hari ini dan satu aspek yang perlu diperbaiki dalam rangkaian gerak mereka
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kolaborasi dan kualitas gerak yang diamati selama pembelajaran

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan gerakan peregangan statis untuk menurunkan intensitas tubuh secara bertahap
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menjelaskan strategi gerak efektif dan cara pencegahan cedera
  • Guru menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama dan usaha murid selama pembelajaran
  • Guru memberikan tugas mandiri: murid mencari informasi tambahan tentang prosedur P3K untuk cedera senam lantai
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar dapat fokus pada rangkaian 2-3 gerakan saja (sagittal scale-handstand-guling depan) dengan bantuan teman. Murid yang sudah mahir dapat menambahkan variasi seperti handstand dengan durasi lebih lama atau lompat harimau dengan jarak lebih jauh
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan ekstra dapat berlatih dengan bimbingan guru lebih intensif atau menggunakan alat bantu (matras tambahan, bantuan teman menopang). Murid yang cepat menguasai dapat langsung mencoba rangkaian penuh dan mengeksplorasi transisi yang lebih halus
  • Produk: Murid dengan keterampilan dasar dapat menunjukkan rangkaian sederhana dengan teknik yang benar. Murid mahir dapat menunjukkan rangkaian lengkap dengan transisi mulus dan mendemonstrasikan strategi gerak yang mereka temukan kepada teman lain

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid melakukan gerakan senam lantai dasar (sagittal scale, handstand, guling depan, lompat harimau) secara terpisah
  • Observasi kesiapan fisik murid saat pemanasan untuk mengidentifikasi tingkat fleksibilitas dan kekuatan awal

Proses:

  • Observasi kinerja murid saat mempraktikkan rangkaian senam lantai dengan fokus pada teknik, transisi antar gerakan, dan kemampuan kolaborasi dengan pasangan
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar kerja yang mencatat kualitas gerakan dan strategi yang diterapkan
  • Tanya jawab spontan untuk menggali pemahaman murid tentang strategi gerak efektif dan reaksi tubuh terhadap latihan

Akhir:

  • Penilaian praktik rangkaian lengkap senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, lompat harimau) menggunakan rubrik 4 level
  • Tanya jawab lisan atau tertulis singkat tentang reaksi tubuh terhadap intensitas latihan senam lantai dan strategi pencegahan cedera berdasarkan prosedur P3K yang benar

Formatif:

  • Observasi kinerja murid saat mempraktikkan rangkaian senam lantai menggunakan lembar observasi
  • Penilaian sejawat melalui lembar kerja yang diisi pengamat
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran tentang strategi gerak dan pencegahan cedera

Sumatif:

  • Penilaian praktik rangkaian lengkap senam lantai dengan rubrik yang mencakup aspek teknik, transisi, dan kerja sama
  • Penilaian lisan tentang reaksi tubuh terhadap latihan dan prosedur pencegahan cedera

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Rangkaian Gerak Senam LantaiMurid belum mampu melakukan rangkaian gerak dengan benar, banyak kesalahan pada postur dan transisi, sering kehilangan keseimbanganMurid dapat melakukan sebagian rangkaian dengan teknik dasar yang cukup, namun masih ada kesalahan pada postur atau transisi, kadang kehilangan keseimbanganMurid dapat melakukan rangkaian lengkap dengan teknik yang baik, postur tubuh cukup tepat, transisi cukup lancar dengan sesekali koreksi kecilMurid dapat melakukan rangkaian lengkap dengan teknik yang sangat baik, postur tubuh tepat dan stabil, transisi antar gerakan sangat lancar dan efisien
Strategi Gerak EfektifMurid belum mampu mengidentifikasi strategi gerak yang efektif, tidak dapat menjelaskan alasan pemilihan teknik tertentuMurid dapat menyebutkan satu strategi gerak tetapi penjelasannya masih sederhana dan kurang tepatMurid dapat mengidentifikasi beberapa strategi gerak efektif dan menjelaskan alasannya dengan cukup jelas berdasarkan pengalaman praktikMurid dapat mengidentifikasi berbagai strategi gerak efektif, menjelaskan dengan detail dan logis, serta membuktikannya melalui praktik yang konsisten
Kolaborasi dan KepemimpinanMurid belum menunjukkan kemampuan bekerja sama dengan pasangan, tidak memberikan atau menerima umpan balik dengan baikMurid dapat bekerja sama dengan pasangan tetapi masih pasif, jarang memberikan umpan balik atau hanya menerima tanpa meresponsMurid menunjukkan kolaborasi yang baik dengan pasangan, memberikan dan menerima umpan balik konstruktif, berbagi peran dengan cukup seimbangMurid menunjukkan kolaborasi dan kepemimpinan yang sangat baik, aktif memberikan umpan balik berkualitas, memotivasi pasangan, dan berbagi peran secara efektif
Pemahaman Reaksi Tubuh dan Pencegahan CederaMurid belum dapat menjelaskan reaksi tubuh terhadap latihan senam lantai dan tidak memahami strategi pencegahan cederaMurid dapat menyebutkan satu reaksi tubuh dan satu cara pencegahan cedera tetapi penjelasannya masih sangat sederhanaMurid dapat menjelaskan beberapa reaksi tubuh terhadap latihan dan strategi pencegahan cedera dengan cukup tepat berdasarkan prosedur P3K dasarMurid dapat menjelaskan dengan detail reaksi tubuh terhadap intensitas latihan senam lantai dan berbagai strategi pencegahan cedera berdasarkan prosedur P3K yang benar serta dapat memberikan contoh penerapannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi kerja berpasangan efektif membantu murid menemukan strategi gerak yang paling efektif?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan bimbingan untuk murid yang masih kesulitan melakukan transisi antar gerakan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat dan memberikan kesempatan cukup bagi murid untuk berlatih?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya berikan untuk mengakomodasi kebutuhan murid dengan tingkat keterampilan berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa strategi gerak paling efektif yang saya temukan hari ini dalam menyusun rangkaian senam lantai?
  • Bagaimana perasaan tubuh saya setelah melakukan latihan senam lantai dengan intensitas tinggi?
  • Apa yang saya pelajari tentang pencegahan cedera dan bagaimana cara menerapkannya saat berlatih senam lantai?
  • Bagaimana saya berkontribusi dalam kerja sama dengan pasangan hari ini dan apa yang bisa saya perbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
  2. Matras senam ukuran standar (minimal 4 buah)
  3. Lembar kerja (student worksheet) berisi indikator penilaian gerakan dan ruang catatan strategi
  4. Video demonstrasi rangkaian senam lantai (jika tersedia)
  5. Stopwatch atau timer untuk mengukur denyut nadi
  6. Poster prosedur P3K untuk cedera olahraga

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.