MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Kombinasi Rangkaian Gerak Senam Lantai (Handstand, Guling Depan, dan Lompat Harimau) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Kombinasi Rangkaian Gerak Senam Lantai (Handstand, Guling Depan, dan Lompat Harimau) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menganalisis prosedur kombinasi gerak handstand dan guling depan serta guling depan dan lompat harimau (tigersprong) dalam senam lantai.
- Murid dapat mempraktikkan kombinasi rangkaian gerak handstand, guling depan, dan lompat harimau secara konsisten, tepat, dan terkontrol dengan menerapkan nilai keberanian dan kerja sama.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi pada tubuhmu jika gerakan handstand dilakukan dengan posisi kepala dan tangan yang tidak sejajar? Mengapa hal itu bisa membahayakan?
- Bagaimana caramu memastikan transisi dari guling depan ke lompat harimau berjalan mulus dan aman? Apa yang perlu kamu persiapkan sebelum melakukan lompatan?
- Menurutmu, apa perbedaan utama antara sekadar melakukan gerakan secara terpisah dengan melakukan kombinasi rangkaian yang mengalir? Bagaimana kerja sama dengan teman bisa membantumu menjadi lebih baik?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memimpin doa bersama (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan memastikan kondisi fisik murid siap berolahraga.
- Asesmen Awal — Guru menampilkan 3 kartu gambar (handstand, guling depan, lompat harimau) dan murid diminta menunjuk jempol ke atas jika pernah melakukan, jempol ke samping jika pernah melihat, jempol ke bawah jika belum tahu sama sekali. Guru mencatat secara cepat peta kesiapan kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Apa yang terjadi pada tubuhmu jika handstand dilakukan dengan posisi kepala dan tangan yang tidak sejajar?' dan memberi murid 1 menit untuk berpikir sebelum beberapa murid berbagi jawaban lisan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: menganalisis dan mempraktikkan kombinasi handstand–guling depan dan guling depan–lompat harimau (1 menit).
- Pemanasan terstruktur: murid melakukan jogging ringan 2 putaran lapangan, dilanjutkan peregangan dinamis (bahu, pergelangan tangan, punggung, pinggang, dan kaki) dipimpin satu murid sukarela dengan koreksi guru (6 menit).
- Guru mengingatkan prosedur keselamatan: penggunaan matras, cara jatuh yang aman, dan larangan mendorong teman tanpa aba-aba (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi pasangan menggunakan permainan 'tunjuk teman' berurutan berdasarkan nomor absen ganjil-genap agar cepat dan adil (2 menit).
- Setiap pasangan menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) yang memuat: (a) ilustrasi tahapan handstand–guling depan dengan keterangan posisi tubuh kunci, (b) ilustrasi tahapan guling depan–lompat harimau dengan titik tolak dan pendaratan yang ditandai, dan (c) kolom checklist pengamatan untuk diisi pengamat (2 menit).
- Murid membaca LKPD secara mandiri selama 3 menit, lalu berdiskusi berpasangan: 'Apa perbedaan posisi tangan saat handstand dibanding saat bertumpu untuk guling depan?' Pasangan mencatat 1–2 poin kunci di LKPD (3 menit).
- Guru memfasilitasi diskusi singkat seluruh kelas: 3–4 pasangan berbagi temuan, guru meluruskan miskonsepsi dan menegaskan 3 poin teknis kritis — (1) alignment kepala-tangan-pinggul saat handstand, (2) tekukan dagu ke dada sebagai pemicu guling depan dari handstand, dan (3) ayunan lengan dan tolakan kaki sebagai energi lompat harimau (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan kombinasi lengkap (handstand → guling depan → lompat harimau) satu kali dengan kecepatan normal, kemudian satu kali dengan kecepatan lambat sambil menjelaskan tiap transisi secara verbal (3 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berlatih secara berpasangan dengan sistem 'pelaku–pengamat' sesuai LKPD. Pelaku melakukan tugas gerak satu per satu, pengamat mencentang checklist dan memberikan umpan balik spesifik berdasarkan indikator di LKPD. Setelah satu set, pasangan berganti peran (12 menit total, tiap murid ~6 menit sebagai pelaku).
- Latihan dilaksanakan secara bertahap — Tahap 1: handstand ditahan 3 detik (bisa dibantu pasangan), kemudian turun guling depan; Tahap 2: guling depan dilanjutkan lompat harimau melewati rintangan berupa tali/bola foam setinggi 30 cm; Tahap 3: rangkaian penuh handstand → guling depan → lompat harimau tanpa jeda (4 menit untuk tahap 1, 4 menit untuk tahap 2, 4 menit untuk tahap 3).
- Guru berkeliling memberikan umpan balik individual, fokus pada: koreksi posisi kepala saat handstand, momentum guling, dan sudut tolak lompat harimau. Guru mendokumentasikan 2–3 contoh positif untuk ditunjukkan ke kelas (selama 12 menit latihan berpasangan).
- Asesmen Proses — Guru mengamati dan mencatat performa murid menggunakan lembar observasi checklist aspek: (a) alignment handstand, (b) kelancaran transisi handstand–guling depan, (c) tolakan dan pendaratan lompat harimau, (d) konsistensi rangkaian. Umpan balik lisan diberikan langsung kepada tiap pasangan.
- Penguatan kolektif: guru memperlihatkan 1–2 contoh pelaksanaan yang baik dari murid (dengan izin), kelas memberikan tepuk apresiasi, dan guru menjelaskan mengapa contoh tersebut berhasil dikaitkan dengan poin teknis yang sudah dibahas (3 menit).
- Murid mencoba rangkaian penuh sekali lagi secara mandiri setelah menyaksikan contoh, pengamat mengisi kolom 'catatan akhir' di LKPD (3 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk bersama pasangannya dan mendiskusikan 2 pertanyaan dari LKPD: (1) 'Bagian mana dari rangkaian yang paling menantang bagimu dan mengapa?' (2) 'Apa satu hal yang kamu lakukan lebih baik hari ini dibanding sebelumnya?' (3 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat di kolom LKPD: satu hal yang sudah dikuasai, satu hal yang perlu ditingkatkan, dan satu strategi latihan mandiri yang akan dicoba di rumah atau sesi berikutnya (3 menit).
- Perwakilan 2–3 pasangan berbagi refleksi lisan kepada kelas; guru merangkum pola umum kesulitan dan pencapaian yang teridentifikasi, serta mengaitkan dengan nilai keberanian (berani mencoba meskipun takut) dan kerja sama (umpan balik jujur kepada pasangan) (3 menit).
Penutup:- Pendinginan: murid melakukan peregangan statis terpandu (bahu, punggung, hamstring, betis) selama 3 menit untuk memulihkan otot setelah aktivitas intensitas tinggi.
- Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan cepat: menampilkan gambar salah satu posisi transisi yang salah dan meminta murid menjawab 'apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya?' secara bergantian (3–4 murid). Guru mencatat respons sebagai data sumatif informal (3 menit).
- Guru menegaskan kembali 3 poin teknis kritis dari pembelajaran hari ini dan mengaitkannya dengan pertanyaan pemantik yang diajukan di awal (2 menit).
- Guru menginformasikan tindak lanjut: murid diminta berlatih handstand minimal 2 kali di rumah sebelum pertemuan berikutnya dan mendokumentasikan progress (foto/catatan singkat) sebagai tugas mandiri opsional.
- Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengingatkan murid untuk menjaga kesehatan serta menghindari latihan berlebihan tanpa pemanasan yang cukup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum bisa handstand mandiri mendapatkan LKPD versi modifikasi dengan tahapan awal berupa 'tripod pose' (bertumpu kepala dan dua tangan) sebelum masuk ke handstand penuh. Murid yang sudah menguasai rangkaian dasar mendapatkan tantangan tambahan: merangkai keempat gerakan (sagittal scale → handstand → guling depan → lompat harimau) dengan transisi mulus.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih boleh menggunakan bantuan pasangan saat melakukan handstand (pasangan memegang pergelangan kaki) dan menggunakan matras tebal tambahan untuk lompat harimau. Murid yang cepat berkembang diminta berperan sebagai 'tutor sebaya' — membantu pasangan lain yang kesulitan dengan panduan checklist LKPD, sehingga memperdalam pemahaman mereka sendiri.
- Produk: Murid menunjukkan penguasaan melalui LKPD yang diisi pasangan sebagai bukti observasi. Murid yang ingin tantangan lebih dapat membuat video pendek rangkaian lengkap (jika ada fasilitas) atau menggambar diagram tahapan transisi gerakan dengan keterangan teknis sebagai alternatif produk.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 3 kartu gambar gerakan (handstand, guling depan, lompat harimau) dan murid memberikan respons isyarat jempol (atas = pernah melakukan, samping = pernah melihat, bawah = belum tahu) untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal secara cepat.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama secara lisan dan mendengarkan respons 2–3 murid untuk mengidentifikasi pemahaman konsep keselamatan gerak yang sudah dimiliki.
Proses:- Observasi sistematis menggunakan checklist LKPD selama sesi latihan berpasangan: alignment handstand, kelancaran transisi handstand ke guling depan, kualitas tolakan dan pendaratan lompat harimau, serta konsistensi rangkaian.
- Penilaian sejawat: pengamat dalam pasangan mengisi kolom checklist dan memberikan umpan balik spesifik kepada pelaku berdasarkan indikator LKPD.
- Umpan balik verbal langsung dari guru kepada individu/pasangan selama berkeliling di sesi latihan.
- Diskusi reflektif berpasangan di tahap Merefleksi: murid mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan diri secara mandiri.
Akhir:- Kuis lisan: guru menampilkan gambar posisi transisi yang salah, murid mengidentifikasi kesalahan dan menyampaikan koreksi yang tepat — menilai TP 9.4.2.1 (analisis prosedur).
- Observasi performa rangkaian penuh pada latihan mandiri terakhir di tahap Mengaplikasi — menilai TP 9.4.2.2 (praktik konsisten, tepat, terkontrol).
- LKPD yang dikumpulkan sebagai dokumentasi proses belajar dan hasil penilaian sejawat.
Formatif:- Peta kesiapan awal menggunakan isyarat jempol (atas/samping/bawah) untuk mengetahui pengalaman awal murid terhadap ketiga gerakan.
- Observasi guru menggunakan checklist selama sesi latihan berpasangan, mencakup aspek alignment, transisi, tolakan, dan konsistensi.
- Umpan balik lisan antar pasangan menggunakan indikator di LKPD (penilaian sejawat — assessment as learning).
- Diskusi kelas saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman teknis murid terhadap poin kritis gerakan.
Sumatif:- Kuis lisan singkat di penutup: murid mengidentifikasi kesalahan posisi dari gambar transisi dan menyampaikan cara memperbaikinya.
- LKPD yang telah diisi pasangan sebagai dokumentasi penilaian proses dan produk belajar.
- Observasi performa rangkaian penuh (handstand → guling depan → lompat harimau) pada sesi latihan mandiri terakhir di tahap Mengaplikasi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Prosedur Kombinasi Gerak (TP 9.4.2.1) | Murid belum dapat menjelaskan prosedur gerakan handstand, guling depan, atau lompat harimau secara terpisah, dan tidak dapat mengidentifikasi kesalahan pada gambar/demonstrasi. | Murid dapat menjelaskan prosedur satu atau dua gerakan secara terpisah, namun belum dapat menghubungkan tahapan transisi antar gerakan dalam kombinasi. | Murid dapat menganalisis prosedur kombinasi handstand–guling depan dan guling depan–lompat harimau serta mengidentifikasi 2–3 poin teknis kritis, meskipun penjelasannya masih ada yang kurang lengkap. | Murid dapat menganalisis secara rinci prosedur kedua kombinasi gerakan, mengidentifikasi titik kritis transisi, menjelaskan alasan teknis tiap koreksi, dan memberikan umpan balik konstruktif kepada teman. | | Praktik Rangkaian Gerak — Handstand (TP 9.4.2.2) | Murid belum dapat melakukan handstand dengan posisi tubuh lurus; kepala, tangan, dan pinggul tidak sejajar, keseimbangan tidak tercapai. | Murid dapat melakukan handstand dengan bantuan teman, posisi tubuh mendekati lurus namun masih memerlukan banyak koreksi posisi kepala atau tangan. | Murid dapat melakukan handstand mandiri dengan posisi tubuh cukup lurus dan bertahan minimal 2 detik, meskipun sesekali masih memerlukan penyesuaian keseimbangan. | Murid dapat melakukan handstand mandiri dengan alignment sempurna (kepala-tangan-pinggul-kaki sejajar), bertahan stabil minimal 3 detik, dan langsung mengalirkan gerakan ke guling depan tanpa jeda. | | Praktik Rangkaian Gerak — Transisi Handstand ke Guling Depan (TP 9.4.2.2) | Transisi dari handstand ke guling depan tidak dapat dilakukan; murid jatuh tidak terkontrol atau berhenti total setelah handstand. | Murid dapat melakukan transisi dari handstand ke guling depan namun dengan jeda panjang, gerakan terputus, atau pendaratan yang tidak aman (kepala menyentuh matras terlalu keras). | Murid dapat melakukan transisi dari handstand ke guling depan dengan aliran yang cukup lancar; dagu masuk ke dada, punggung membulat, dan pendaratan cukup terkontrol. | Transisi handstand ke guling depan dilakukan dengan sangat lancar dan terkontrol; momentum handstand dimanfaatkan secara optimal untuk guling depan tanpa jeda, pendaratan aman dan berirama. | | Praktik Rangkaian Gerak — Lompat Harimau (TP 9.4.2.2) | Murid tidak dapat melakukan lompat harimau; tidak ada fase melayang, gerakan hanya guling depan biasa tanpa tolakan yang nyata. | Murid melakukan tolakan untuk lompat harimau namun fase melayang sangat singkat, sudut lompatan terlalu rendah, atau pendaratan tangan tidak terkontrol. | Murid melakukan lompat harimau dengan fase melayang yang jelas, melewati rintangan minimal, dan pendaratan tangan cukup terkontrol sebelum guling. | Murid melakukan lompat harimau dengan tolakan kuat, fase melayang yang lebar dan tinggi, pendaratan tangan dan guling yang sangat terkontrol, dan gerakan mengalir mulus dari lompatan ke guling depan. | | Nilai Keberanian dan Kerja Sama (TP 9.4.2.2) | Murid menolak mencoba gerakan meskipun sudah diberikan modifikasi, dan tidak memberikan umpan balik yang berarti kepada pasangan. | Murid mau mencoba gerakan setelah dorongan berulang dari guru, dan sesekali memberikan umpan balik kepada pasangan meskipun masih sangat umum. | Murid menunjukkan keberanian mencoba rangkaian gerakan secara konsisten, memberikan umpan balik yang cukup spesifik kepada pasangan berdasarkan checklist LKPD. | Murid dengan aktif menunjukkan keberanian (mencoba berulang meskipun gagal, berani meminta dikoreksi), memberikan umpan balik konstruktif yang spesifik dan menyemangati pasangan, serta proaktif dalam mendukung keberhasilan pasangan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid, termasuk yang memiliki keterbatasan fisik ringan, dapat terlibat aktif dalam pembelajaran hari ini? Adaptasi apa yang sudah atau perlu dilakukan?
- Apakah tahapan latihan berpasangan (pelaku–pengamat) efektif membantu murid mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan teknis? Bagian mana yang perlu disempurnakan?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan lebih banyak waktu di pertemuan berikutnya?
- Sejauh mana murid mampu memberikan umpan balik teknis yang bermakna kepada pasangannya? Apakah LKPD cukup memandu proses ini?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari rangkaian gerakan hari ini yang paling menantang bagimu? Apa yang kamu lakukan untuk menghadapi tantangan itu?
- Satu hal apa yang sudah kamu kuasai hari ini yang sebelumnya belum bisa kamu lakukan? Bagaimana perasaanmu saat berhasil melakukannya?
- Bagaimana kerja sama dengan pasanganmu membantu proses belajarmu hari ini? Apa yang ingin kamu sampaikan kepada pasanganmu?
- Apa satu strategi latihan konkret yang akan kamu coba sebelum pertemuan senam berikutnya untuk meningkatkan bagian yang masih perlu diperbaiki?
SUMBER BELAJAR- Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX. Kemendikbudristek. ISBN 978-602-244-576-0.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Kombinasi Gerak Senam Lantai dengan ilustrasi tahapan dan checklist penilaian sejawat (dibuat guru).
- Matras senam (minimal 4–6 lembar ukuran standar).
- Kartu gambar/poster tahapan handstand, guling depan, dan lompat harimau.
- Rintangan ringan untuk latihan lompat harimau: tali elastis atau bola foam setinggi 30 cm.
- Peluit guru untuk aba-aba pergantian peran pelaku–pengamat.
- Video referensi demonstrasi senam lantai (opsional, jika tersedia proyektor/tablet di lapangan).
|