MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 4 — Aktivitas Senam (Senam Lantai) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Aktivitas Senam (Senam Lantai) |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 40 menit = 320 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.4.1 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian sagittal scale dan handstand ke dalam situasi gerak yang ditentukan
- TP 9.4.2 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau ke dalam situasi gerak yang ditentukan
- TP 9.4.3 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak rangkaian senam lantai
- TP 9.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam aktivitas senam lantai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita perlu menjaga tumpuan kaki yang kokoh dan pandangan fokus ke depan saat melakukan gerakan sagittal scale?
- Bagaimana posisi lengan dan dorongan bahu agar tubuh dapat terangkat stabil saat melakukan handstand?
- Bagaimana cara mengendalikan tubuh saat berpindah dari posisi handstand langsung menuju guling depan tanpa terhempas ke matras?
- Mengapa tolakan kedua kaki dan posisi badan melayang sangat menentukan keberhasilan mendarat pada lompat harimau?
- Bagaimana pengaturan jarak awalan dan sudut tolakan kaki dapat mempengaruhi ketinggian serta kelancaran saat melakukan lompatan dan guling pada senam lantai?
- Mengapa peran teman sebagai pemberi bantuan keselamatan sangat menentukan keberhasilan dan rasa aman saat melakukan rangkaian gerak senam lantai?
- Bagaimana strategi awalan dan tolakan yang tepat membantu keberhasilan rangkaian handstand hingga lompat harimau?
- Mengapa peran pasangan pemberi bantuan keselamatan (spotting) sangat menentukan keberhasilan dan keamanan dalam rangkaian senam lantai?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Rangkaian Sagittal Scale dan Handstand Senam Lantai — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.1 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian sagittal scale dan handstand ke dalam situasi gerak yang ditentukan
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di dekat area matras, memberi salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas senam (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan terstruktur dan penguluran statis-dinamis dengan fokus pada persendian pergelangan tangan, bahu, otot inti tubuh (core), dan pergelangan kaki (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi yaitu rangkaian gerak sagittal scale dan handstand, serta melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan tumpuan gerak (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai elemen kunci keterampilan gerak: (1) sagittal scale (berdiri satu kaki tegak, badan condong ke depan sejajar lantai, satu kaki lurus ke belakang, kedua lengan merentang ke samping, tahan 3 detik) dan (2) handstand (kedua telapak tangan bertumpu selebar bahu di matras, jari dibuka, dorongan tungkai ke atas, tubuh lurus vertikal, pandangan ke arah sela jari tangan) serta transisi gerak menyambung di antara keduanya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid secara berpasangan mempraktikkan keterampilan gerak sagittal scale di atas matras masing-masing sebanyak 3 kali percobaan untuk mencapai posisi seimbang selama minimal 3 detik (10 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan gerak handstand secara bertahap, diawali tumpuan tangan menghadap dinding/dengan bantuan penyangga matras untuk melatih dorongan tungkai dan kelurusan tubuh sebanyak 4 kali percobaan (15 menit).
- Murid menerapkan rangkaian gerak lengkap yang ditentukan: berdiri tegak -> melakukan sagittal scale selama 3 detik -> menurunkan kaki tumpu sambil melangkah dan menempatkan kedua telapak tangan ke matras -> menolak tungkai ke atas membentuk posisi handstand stabil -> mendarat kembali dengan kedua kaki secara terkontrol di matras sebanyak 3 repetisi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi pelaksanaan rangkaian geraknya sendiri dengan memeriksa kestabilan posisi sagittal scale 3 detik dan pencapaian pengangkatan tumpuan handstand, lalu mencatat kendala utama keseimbangan yang dialami pada lembar ceklist mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan pendinginan (cooling down) untuk mengendurkan otot lengan, punggung, dan tungkai (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen proses mengenai ketepatan tumpuan dan kelurusan tubuh pada rangkaian gerak, memverifikasi ketercapaian latihan, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan matras bergaris bantu posisi telapak tangan untuk murid yang membutuhkan panduan visual tumpuan handstand.
- Proses: Bagi murid yang belum mampu mengangkat kedua tungkai penuh pada handstand, diizinkan melakukan tolakan setengah (kicking) ke posisi handstand bertumpu pada dinding, sedangkan murid yang sudah mahir melakukan rangkaian langsung tanpa bantuan dinding.
- Produk: Murid menampilkan rangkaian gerak sagittal scale dan handstand dengan rentang variasi sudut angkatan tungkai handstand sesuai kesiapan fisik masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan gerak tumpuan: Murid diminta melakukan posisi berdiri satu kaki membentuk sagittal scale selama 3 detik dan posisi tumpuan lengan push-up tahan 5 detik. Acuan kesiapan: (1) sagittal scale: satu kaki menumpu lurus dan badan condong ke depan stabil tanpa jatuh minimal 3 detik; (2) tumpuan lengan: kedua lengan lurus menopang berat badan dengan siku terkunci stabil 5 detik.
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menerapkan rangkaian gerak sagittal scale dan handstand ke dalam situasi yang ditentukan di matras. Kriteria pengamatan mencakup: (1) Keterampilan sagittal scale (kaki tumpu tegak, kaki ayun terangkat ke belakang lurus sejajar badan minimal 3 detik), (2) Keterampilan handstand (kedua telapak tangan menumpu kuat di matras, tungkai terangkat naik dengan tubuh lurus tegak), dan (3) Keterampilan transisi rangkaian (perpindahan dari sagittal scale menuju tumpuan tangan handstand berlangsung mengalir tanpa jeda henti jatuh).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk ketercapaian akhir sesi: Setiap murid mempraktikkan 1 kali rangkaian penuh (sagittal scale 3 detik langsung bertransisi ke tolakan handstand). Acuan ketercapaian: murid mampu menyelesaikan urutan gerak secara utuh dari tumpuan sagittal scale hingga upaya tolakan handstand terkontrol tanpa cedera/kehilangan keseimbangan mendadak.
Formatif:- Asesmen awal diagnostik unjuk kerja tumpuan gerak
- Observasi unjuk kerja rangkaian gerak sagittal scale dan handstand menggunakan lembar amatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Gerak Sagittal Scale | Belum mampu mempertahankan posisi berdiri satu kaki; kaki ayun dan badan belum sejajar lantai serta tumpuan goyah kurang dari 2 detik. | Mampu melakukan posisi sagittal scale dengan badan condong dan satu kaki terangkat ke belakang, namun tumpuan goyah sebelum mencapai 3 detik. | Mampu menerapkan posisi sagittal scale dengan kaki tumpu tegak, badan dan kaki belakang lurus sejajar lantai, serta stabil bertahan selama 3 detik. | Mampu menerapkan posisi sagittal scale secara konsisten dengan postur tubuh lurus sejajar lantai sangat stabil minimal 3 detik dan transisi turun yang terkontrol. | | Penerapan Keterampilan Gerak Handstand | Belum mampu menumpukan kedua telapak tangan dengan stabil di matras dan tungkai belum terangkat ke atas. | Mampu menumpukan kedua telapak tangan selebar bahu dan melakukan tolakan satu tungkai ke atas, namun panggul dan kaki belum terangkat tegak. | Mampu menerapkan gerakan handstand dengan kedua telapak tangan menumpu kuat, menolak tungkai hingga terangkat lurus ke atas dalam posisi vertikal seimbang. | Mampu menerapkan gerakan handstand secara mandiri dengan tolakan terarah, tubuh lurus vertikal terkunci stabil, dan pendaratan kaki kembali ke matras dengan sangat terkontrol. | | Penerapan Rangkaian Gerak (Sagittal Scale ke Handstand) | Belum mampu menyambungkan gerak sagittal scale ke posisi handstand; gerakan terputus dan berhenti total di antara kedua teknik. | Mampu menyambungkan gerakan sagittal scale ke handstand namun terjadi jeda henti yang lama atau kehilangan keseimbangan saat melangkahkan tangan ke matras. | Mampu menerapkan rangkaian gerak dari sagittal scale langsung melangkah bertransisi menumpukan tangan ke matras dan melakukan tolakan handstand secara runtut. | Mampu menerapkan seluruh rangkaian gerak sagittal scale menuju handstand secara mulus, berkesinambungan, dan mendarat kembali dengan posisi akhir tegak terkontrol. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit cukup memfasilitasi murid dalam mencoba pengulangan rangkaian sagittal scale dan handstand secara aman?
- Bagian gerak manakah yang paling banyak mengalami kendala keseimbangan pada murid (saat menahan sagittal scale atau saat tolakan ke handstand)?
- Bagaimana efektivitas modifikasi dinding/bantuan matras dalam membantu murid yang mengalami kendala tumpuan lengan?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian sagittal scale dan handstand yang paling menantang untuk saya lakukan secara seimbang?
- Apakah tumpuan tangan saya sudah terasa cukup kuat dan lurus saat menolak ke posisi handstand?
- Apa penyesuaian gerak yang akan saya lakukan pada latihan berikutnya agar posisi tubuh saya lebih seimbang?
Pertemuan 2 — Menerapkan Keterampilan Gerak Rangkaian Handstand, Guling Depan, dan Lompat Harimau — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.2 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau ke dalam situasi gerak yang ditentukan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru memimpin pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada penguatan pergelangan tangan, bahu, leher, dan kelenturan punggung (7 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik unjuk kerja berupa tes periksa kesiapan gerak dasar: murid secara bergiliran mencoba menahan tumpuan handstand dengan kaki bertumpu pada dinding selama 3 detik dan melakukan 1 kali guling depan di atas matras (acuan kesiapan: kedua lengan lurus menopang badan saat bertumpu di dinding dan tengkuk mendarat terlebih dahulu saat mengguling, bukan tempurung kepala) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak peragaan guru dan gambar bagan teknik gerak rangkaian senam lantai yang terdiri atas tiga fase: (1) handstand (tumpuan dua tangan selebar bahu, badan tegak lurus), (2) transisi ke guling depan (menekuk siku, memasukkan kepala hingga dagu menempel di dada, menjatuhkan tengkuk perlahan ke matras, dan berguling membulat), serta (3) lompat harimau (awalan lari 3 langkah, tolakan dua kaki, melayang dengan tangan terentang ke depan melompati rintangan busa matras rendah, lalu mendarat dengan telapak tangan meredam diikuti guling depan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mempraktikkan keterampilan gerak rangkaian secara terisolasi dan bertahap: 5 kali repetisi transisi handstand ke guling depan di atas matras datar, dipandu tanda peluit guru untuk ketepatan memasukkan kepala dan menekuk lengan (15 menit).
- Murid melakukan 'Tantangan Harimau Tangkas' (permainan gerak menggembirakan): murid berlari kecil, menolak dengan dua kaki melewati balok rintangan busa lunak setinggi 30 cm, lalu mendarat dengan kedua tangan mengeper dan menyambung guling depan hingga berdiri tegak dengan penuh percaya diri (15 menit).
- Murid menerapkan keterampilan utuh rangkaian handstand dilanjutkan guling depan, lalu bangkit dan melakukan awalan langkah untuk lompat harimau ke matras pendaratan dalam satu aliran gerak terpadu pada lintasan matras sepanjang 6 meter (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pendinginan mandiri sambil mengidentifikasi bagian gerak transisi yang paling menantang (apakah saat menekuk lengan dari handstand menuju guling depan atau saat fase tolakan melayang pada lompat harimau) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik korektif terkait posisi tengkuk saat menyambung guling dari handstand serta posisi tolakan kaki saat lompat harimau (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai keterkaitan kendali tumpuan tangan dan momentum gulingan, mengagendakan materi strategi awalan-tolakan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan matras bergradasi kemiringan (incline mat) untuk murid yang masih memerlukan bantuan gravitasi saat transisi handstand ke guling depan, serta rintangan busa dengan opsi ketinggian 20 cm dan 40 cm untuk lompat harimau.
- Proses: Bagi murid yang belum stabil, latihan handstand ke guling depan diawali dengan posisi punggung dekat dinding dan rintangan lompat harimau diganti tanda garis matras; bagi murid mahir, rangkaian dilakukan tanpa jeda berhenti dengan rintangan busa 40 cm.
- Produk: Target unjuk kerja disesuaikan: murid pemula menuntaskan rangkaian dengan jeda antar-gerakan namun teknik pendaratan aman; murid mahir menuntaskan rangkaian secara mengalir mulus dan berdiri seimbang sempurna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja tumpuan handstand dinding selama 3 detik dan 1 kali guling depan matras. Acuan ketercapaian: (1) kedua lengan lurus menumpu kokoh di matras saat kaki menempel dinding, (2) dagu merapat ke dada sehingga tengkuk yang pertama kali menyentuh matras saat berguling ke depan.
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau pada lintasan matras. Guru mencatat ketepatan 3 fase kunci: (1) ketepatan tekukan siku dan masuknya kepala saat transisi handstand ke guling depan, (2) kelentingan dan kebulatan badan saat berguling, (3) tolakan dua kaki dan fase melayang terkontrol saat lompat harimau.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan konfirmasi akhir: Murid memperagakan 1 kali rangkaian penuh handstand, guling depan, dan lompat harimau. Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyambungkan ketiga gerakan tanpa terjatuh ke samping, memasukkan kepala dengan dagu di dada saat berguling, dan mendarat pada kedua kaki dengan seimbang.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja langsung menggunakan lembar observasi penerapan rangkaian keterampilan gerak senam lantai (handstand, guling depan, lompat harimau)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Rangkaian Handstand, Guling Depan, dan Lompat Harimau | Mampu melakukan 1 dari 3 gerakan (handstand, guling depan, atau lompat harimau) secara terpisah dan masih memerlukan bantuan tumpuan fisik penuh dari guru. | Mampu melakukan 2 dari 3 gerakan secara terpisah dengan teknik pendaratan yang aman, namun belum mampu merangkai gerakan transisi dari handstand ke guling depan maupun lompat harimau secara berkesinambungan. | Menerapkan keterampilan ketiga gerak (handstand, guling depan, dan lompat harimau) dalam satu rangkaian situasi gerak matras secara lengkap dengan teknik tumpuan dan pendaratan yang tepat sesuai acuan gerak. | Menerapkan keterampilan seluruh rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau secara mandiri, mengalir mulus tanpa jeda terhenti, serta mendarat dengan keseimbangan tubuh yang sempurna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi ketinggian rintangan dan bantuan matras miring efektif mengatasi rasa takut murid saat melakukan transisi handstand ke guling depan dan lompat harimau?
- Bagaimana efektivitas manajemen waktu latihan repetisi agar setiap murid memperoleh kesempatan mencoba rangkaian yang cukup dan tetap aman?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau yang gerakannya sudah terasa paling lancar dan terkontrol?
- Apa kendala fisik atau rasa ragu yang masih dialami saat tubuh melayang melewati rintangan pada lompat harimau?
Pertemuan 3 — Memperagakan Strategi Gerak Awalan-Tolakan dan Menerapkan Kolaborasi Bantuan Keselamatan Rangkaian Senam Lantai — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.3 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak rangkaian senam lantai
- TP 9.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam aktivitas senam lantai
Pendahuluan:- Guru membariskan murid, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 2 faktor penentu keberhasilan tolakan dan keselamatan senam lantai (acuan: 1. Kecepatan awalan dan hentakan dua kaki pada tolakan; 2. Penjagaan posisi panggul/pinggang oleh pasangan untuk mencegah jatuh) (5 menit).
- Pemanasan dinamis dan peregangan statis berpasangan yang berfokus pada kelenturan otot pergelangan tangan, bahu, punggung, dan tungkai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai 2 komponen strategi gerak senam lantai: penyesuaian 3-4 langkah awalan yang konstan dengan tolakan dua kaki kuat ke depan-atas, serta teknik pemberian bantuan keselamatan (spotting) pada panggul dan pinggang saat rekan berguling atau melompat (10 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid mempelajari lembar kerja panduan yang memuat daftar 2 strategi gerak (jarak awalan 3-5 meter dan hentakan tolakan kaki bertenaga) serta 2 prinsip kolaborasi keselamatan (posisi siaga di samping matras dan menopang panggul saat fase melayang/mendarat) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berpasangan mempraktikkan simulasi strategi awalan dan tolakan: menentukan titik start awalan (3 hingga 5 langkah) lalu melakukan tolakan dua kaki bertenaga ke atas matras secara bergantian (10 menit).
- Murid memainkan 'Tantangan Tolakan dan Tanggap Bantu' yang menggembirakan: satu murid menjadi pelaku rangkaian gerak (awalan langkah, tolakan, lompat harimau melewati rintangan kardus lunak, dilanjutkan guling depan) sementara pasangannya secara aktif menerapkan kolaborasi bantuan dengan memegangi pinggang pelaku saat menolak dan menstabilkan pendaratan di matras, kemudian berganti peran (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap pasangan berdiskusi mengevaluasi efektivitas panjang awalan, kekuatan tolakan, serta ketepatan posisi bantuan keselamatan yang diberikan oleh pasangan selama latihan rangkaian senam lantai (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan statis secara berpasangan untuk merelaksasi otot bahu, tungkai, dan punggung (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pengaruh strategi awalan-tolakan serta pentingnya kolaborasi pengamanan gerak, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi penanda jarak awalan (3 langkah untuk tingkat dasar, 5 langkah untuk tingkat mahir) dan ketinggian rintangan busa/kardus lunak yang dapat disesuaikan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih tolakan awalan dari posisi melangkah perlahan dengan bantuan 2 pendamping, sedangkan murid yang mahir mencoba tolakan awalan cepat dengan jarak lompatan lebih panjang.
- Produk: Unjuk kerja peragaan strategi tolakan awalan dan tindakan kolaborasi bantuan keselamatan diamati berdasarkan ketepatan posisi dan koordinasi pasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan 2 faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan lompatan senam lantai dan cara mengamankan rekan (acuan jawaban: 1. Penyesuaian kecepatan awalan dan tolakan dua kaki secara bertenaga; 2. Posisi penolong siaga di samping matras memegang pinggang/panggul pelaku untuk mencegah cedera).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan 'Tantangan Tolakan dan Tanggap Bantu': Guru menilai peragaan strategi awalan-tolakan (acuan: langkah awalan teratur 3-5 langkah dan tolakan dua kaki kuat ke atas-depan) serta penerapan kolaborasi (acuan: penolong sigap berada di samping matras dan menopang panggul pelaku saat mendarat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir pertemuan: Murid menyebutkan evaluasi peragaan gerak pasangannya berdasarkan 2 kriteria keberhasilan (acuan kriteria: 1. Tolakan kaki menghasilkan daya angkat yang cukup untuk rangkaian gerak; 2. Pasangan memberikan bantuan sokongan panggul tepat saat mendarat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan strategi awalan dan tolakan
- Lembar ceklis observasi kolaborasi pemberian bantuan keselamatan berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Strategi Gerak Awalan dan Tolakan Rangkaian Senam Lantai | Belum mampu memperagakan langkah awalan yang teratur dan tolakan kaki masih lemah atau satu kaki tanpa daya angkat. | Mampu memperagakan awalan tetapi ritme langkah belum teratur, atau tolakan kaki bertenaga namun belum sinkron dengan awalan. | Mampu memperagakan awalan 3-5 langkah teratur dan melakukan tolakan dua kaki bertenaga ke depan-atas secara tepat. | Mampu memperagakan strategi awalan dan tolakan secara konsisten, ritmis, bertenaga maksimal, serta mulus menyambung ke fase gerak berikutnya secara mandiri. | | Penerapan Kolaborasi Bantuan Keselamatan | Belum menunjukkan tindakan kolaborasi bantuan keselamatan (pasif atau menjauh dari matras saat rekan bergerak). | Berdiri di dekat matras namun reaksi pemberian bantuan terlambat atau posisi tangan belum tepat menopang panggul/pinggang rekan. | Menerapkan kolaborasi bantuan keselamatan secara sigap dengan posisi tangan tepat menopang panggul rekan saat fase tolakan dan pendaratan. | Menerapkan kolaborasi bantuan keselamatan secara konsisten, sigap mengantisipasi setiap kehilangan keseimbangan rekan, dan berbagi peran secara bergantian tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengorganisasian latihan berpasangan efektif dalam membangun rasa saling percaya dan keselamatan saat mempraktikkan tolakan senam lantai?
- Bagian mana dari strategi awalan dan tolakan yang masih sulit diterapkan oleh sebagian besar murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika memberikan dan menerima bantuan keselamatan dari teman pasanganmu?
- Apakah penyesuaian jarak langkah awalan membantumu menghasilkan tolakan yang lebih kuat dan stabil?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.1 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian sagittal scale dan handstand ke dalam situasi gerak yang ditentukan
- TP 9.4.2 Menerapkan keterampilan gerak senam lantai berupa rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau ke dalam situasi gerak yang ditentukan
- TP 9.4.3 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak rangkaian senam lantai
- TP 9.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam aktivitas senam lantai
Pendahuluan:- Guru membariskan murid, memimpin doa, memeriksa kehadiran, kesiapan fisik, serta memastikan keamanan area matras (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi pergelangan tangan, bahu, leher, dan pinggang untuk keselamatan gerak senam lantai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif, mekanisme 2 stasiun matras paralel, serta rubrik penilaian yang mencakup 4 aspek: keterampilan rangkaian sagittal scale-handstand, rangkaian handstand-guling depan-lompat harimau, penerapan strategi awalan-tolakan, dan kolaborasi bantuan keselamatan (spotting) berpasangan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid berpasangan melaksanakan unjuk kerja peragaan rangkaian senam lantai secara bergantian pada 2 stasiun matras paralel berdurasi 5 menit per pasang (total 7 putaran x 5 menit), di mana satu murid meragakan rangkaian sagittal scale, handstand, penyesuaian strategi awalan-tolakan, guling depan, dan lompat harimau, sementara pasangannya menerapkan kolaborasi bantuan keselamatan (spotting panggul/kaki saat handstand dan pengawalan pendaratan) serta memberikan umpan balik keselamatan (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid berkumpul untuk melakukan pendinginan, evaluasi pelaksanaan rangkaian peragaan, penyerahan catatan observasi keselamatan antar-pasangan, serta refleksi menyeluruh ketercapaian kompetensi bab senam lantai (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap performa unjuk kerja dan kepatuhan prosedur keselamatan seluruh kelas (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bab senam lantai, merapikan matras secara gotong royong, berdoa penutup, dan membubarkan barisan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual berupa poster alur gerak di dekat stasiun matras tanpa mengubah urutan rangkaian kompetensi yang diuji.
- Proses: Pemberian penyesuaian ketinggian rintangan busa/tanda tolakan pada lompat harimau sesuai tinggi badan murid tanpa menurunkan standar kriteria rangkaian gerak.
- Produk: Semua murid menghasilkan rekaman unjuk kerja peragaan langsung berpasangan dengan kriteria rubrik yang sama.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam lantai berpasangan: rekaman lembar observasi dan rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, lompat harimau) dengan penerapan strategi awalan-tolakan serta kolaborasi pemberian bantuan keselamatan antar-pasangan
- unjuk kerja peragaan rangkaian senam lantai dan kolaborasi berpasangan: peragaan rangkaian senam lantai secara berpasangan (satu murid meragakan rangkaian sagittal scale, handstand, guling depan, dan lompat harimau dengan penyesuaian strategi awalan-tolakan, sementara pasangannya berkolaborasi memberikan bantuan keselamatan/spotting dan umpan balik secara bergantian) yang dinilai pada 2 stasiun matras paralel berdurasi 5 menit per pasang (14 pasang / 2 stasiun = 7 putaran x 5 menit = 35 menit peragaan bergantian, ditambah 10 menit persiapan/pemanasan dan 15 menit refleksi/umpan balik kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak, strategi tolakan, dan lembar observasi kolaborasi keselamatan)
Sumatif:- unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam lantai berpasangan: rekaman lembar observasi dan rubrik unjuk kerja peragaan rangkaian gerak senam lantai (sagittal scale, handstand, guling depan, lompat harimau) dengan penerapan strategi awalan-tolakan serta kolaborasi pemberian bantuan keselamatan antar-pasangan
- unjuk kerja peragaan rangkaian senam lantai dan kolaborasi berpasangan: peragaan rangkaian senam lantai secara berpasangan (satu murid meragakan rangkaian sagittal scale, handstand, guling depan, dan lompat harimau dengan penyesuaian strategi awalan-tolakan, sementara pasangannya berkolaborasi memberikan bantuan keselamatan/spotting dan umpan balik secara bergantian) yang dinilai pada 2 stasiun matras paralel berdurasi 5 menit per pasang (14 pasang / 2 stasiun = 7 putaran x 5 menit = 35 menit peragaan bergantian, ditambah 10 menit persiapan/pemanasan dan 15 menit refleksi/umpan balik kelas) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak, strategi tolakan, dan lembar observasi kolaborasi keselamatan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Rangkaian Sagittal Scale dan Handstand (TP 9.4.1) | Belum mampu mempertahankan sikap sagittal scale dan tumpuan tangan pada handstand belum lurus serta jatuh sebelum posisi tegak. | Mampu melakukan sagittal scale kurang dari 3 detik dan melakukan handstand dengan tumpuan tangan lurus namun posisi badan belum tegak lurus. | Mampu melakukan sagittal scale stabil 3 detik dan handstand dengan tumpuan kedua tangan lurus tegak sesuai acuan teknik. | Mampu melakukan rangkaian sagittal scale stabil lebih dari 3 detik dan handstand lurus sempurna dengan kontrol transisi gerak mandiri dan mulus. | | Keterampilan Rangkaian Handstand, Guling Depan, dan Lompat Harimau (TP 9.4.2) | Belum mampu menyambungkan gerak handstand ke guling depan dan belum melakukan tolakan melayang pada lompat harimau. | Mampu menyambung handstand ke guling depan dengan bantuan dorongan tetapi lompat harimau dilakukan tanpa fase melayang yang jelas. | Mampu meragakan rangkaian handstand melipat ke guling depan dengan mendaratkan tengkuk secara aman serta melakukan lompat harimau dengan fase melayang dan mendarat mengeper sesuai kriteria. | Mampu meragakan seluruh rangkaian handstand, guling depan, dan lompat harimau secara berkesinambungan, terkontrol penuh, mulus, dan mendarat stabil mengeper. | | Peragaan Strategi Awalan dan Tolakan (TP 9.4.3) | Belum memperagakan langkah awalan berirama dan tolakan kaki tidak memberikan daya dorong ke depan-atas. | Memperagakan awalan lari namun langkah terhenti sebelum melakukan tolakan dua kaki. | Memperagakan strategi awalan berirama teratur dilanjutkan tolakan dua kaki yang kuat ke arah depan-atas secara tepat untuk menghasilkan lompatan. | Memperagakan strategi awalan dengan akselerasi yang tepat dan tolakan dua kaki maksimal menghasilkan ketinggian dan jarak melayang optimal secara konsisten. | | Penerapan Kolaborasi Bantuan Keselamatan / Spotting (TP 9.4.4) | Pasangan pasif dan tidak berada pada posisi siaga membantu keselamatan pelaku saat melakukan gerak berisiko. | Pasangan bersiaga di samping matras namun terlambat memegang atau menahan ketika pelaku kehilangan keseimbangan. | Pasangan berkolaborasi aktif dengan sigap memegang pinggul/kaki saat handstand dan mengawal pendaratan guling depan serta lompat harimau sesuai prosedur keselamatan. | Pasangan konsisten berkolaborasi menjaga keselamatan, sigap menopang tepat waktu, serta memberikan petunjuk aba-aba korektif yang menenangkan bagi pelaku. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 5 menit per pasang pada 2 stasiun matras paralel berjalan efektif dan aman bagi seluruh murid?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan kesiapan kolaborasi murid dalam menjaga keselamatan pasangannya selama asesmen berlangsung?
Murid:- Strategi awalan dan tolakan mana yang paling membantu keberhasilan rangkaian gerak senam lantai saya hari ini?
- Bagaimana kerja sama dan bantuan keselamatan dari pasangan membantu rasa percaya diri saya saat melakukan handstand dan lompat harimau?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek RI, 2022 (Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo)
- Matras senam lantai standar
- Area dinding datar bebas hambatan untuk tumpuan latihan
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Matras senam lantai standar minimal 4 buah
- Balok busa lunak/rintangan rintangan lompat harimau
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX Kurikulum Merdeka
- Buku Siswa PJOK Kelas IX SMP/MTs Kurikulum Merdeka
- Matras senam lantai (minimal 4-6 buah)
- Rintangan kardus/balok busa lunak untuk tolakan
- Lembar pengamatan berpasangan (student work sheet)
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX (Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo, Kemendikbudristek 2022)
- Matras senam lantai standar (minimal 4 set untuk 2 stasiun)
- Rintangan busa/tali lentur untuk penanda lompat harimau
- Lembar observasi dan rubrik unjuk kerja asesmen sumatif
|