Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Tendangan serta Rangkaian Jurus (Poomsae) Taekwondo

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Tendangan serta Rangkaian Jurus (Poomsae) Taekwondo". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Tendangan serta Rangkaian Jurus (Poomsae) Taekwondo

PJOK - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Tendangan serta Rangkaian Jurus (Poomsae) Taekwondo

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikVariasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Tendangan serta Rangkaian Jurus (Poomsae) Taekwondo
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis variasi gerak spesifik tendangan taekwondo (ap chagi, yeop chagi, dollyo chagi) dan mengombinasikannya dengan sikap kuda-kuda, serangan tangan, serta tangkisan dalam rangkaian jurus sederhana.
  2. Murid dapat menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi kelompok dalam merancang serta memperagakan rangkaian gerak (poomsae) taekwondo yang memuat kuda-kuda, pukulan, tangkisan, dan tendangan secara kreatif.
  3. Murid dapat menjelaskan reaksi tubuh terhadap intensitas latihan taekwondo serta mengidentifikasi prosedur pencegahan cedera yang berisiko selama aktivitas bela diri berlangsung.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menggabungkan tendangan dengan gerakan kuda-kuda dan tangkisan agar menjadi rangkaian yang efektif dalam taekwondo?
  2. Apa yang terjadi pada tubuh kalian saat melakukan latihan tendangan berulang dengan intensitas tinggi?
  3. Bagaimana kelompok kalian bisa merancang jurus taekwondo yang kreatif dengan memanfaatkan kekuatan setiap anggota?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama, membangun suasana saling menghargai.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi kesehatan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kaitan topik hari ini dengan pengalaman bela diri murid sebelumnya.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara menggabungkan tendangan dengan gerakan kuda-kuda dan tangkisan agar menjadi rangkaian yang efektif dalam taekwondo?'
  • Asesmen awal: Guru mengajak murid menyebutkan jenis-jenis tendangan taekwondo yang sudah mereka ketahui dan pengalaman mereka dalam merangkai gerakan bela diri.
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 8-10 menit: jogging ringan, stretching dinamis kaki, tangan, dan pinggang, serta simulasi gerakan kuda-kuda dan tendangan ringan untuk mempersiapkan otot.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan tiga jenis tendangan taekwondo: ap chagi (tendangan depan), yeop chagi (tendangan samping), dan dollyo chagi (tendangan sabit) dengan penekanan pada posisi kaki tumpu, sudut lutut, dan arah target.
  • Murid mengamati demonstrasi dan mencatat poin teknis penting dari setiap jenis tendangan.
  • Guru menjelaskan cara mengombinasikan tendangan dengan kuda-kuda, pukulan tangan, dan tangkisan dalam rangkaian jurus sederhana.
  • Guru menyajikan video singkat atau contoh poomsae taekwondo yang menunjukkan integrasi gerakan-gerakan tersebut.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk menganalisis perbedaan mekanika ketiga tendangan dan bagaimana tendangan tersebut dapat dikombinasikan dengan gerakan lain.
  • Guru memberikan penjelasan singkat tentang reaksi tubuh terhadap latihan intensitas tinggi (peningkatan detak jantung, pernapasan, kelelahan otot) dan prosedur pencegahan cedera: pemanasan memadai, teknik yang benar, istirahat cukup, dan pendinginan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam 4 kelompok dan menyiapkan 4 stasiun latihan di sudut-sudut lapangan menggunakan cones atau penanda.
  • Stasiun 1: Latihan ap chagi (tendangan depan) dengan target pad atau botol.
  • Stasiun 2: Latihan yeop chagi (tendangan samping) dengan target pad atau botol.
  • Stasiun 3: Latihan dollyo chagi (tendangan sabit) dengan target pad atau botol.
  • Stasiun 4: Kombinasi tendangan dengan kuda-kuda dan tangkisan dalam formasi berpasangan.
  • Setiap kelompok memulai di satu stasiun dan melakukan latihan selama 4-5 menit, kemudian berrotasi ke stasiun berikutnya sesuai aba-aba guru hingga semua kelompok mengalami keempat stasiun.
  • Setelah rotasi stasiun selesai, setiap kelompok diberi tugas merancang rangkaian jurus (poomsae) sederhana yang memuat minimal: 1 kuda-kuda, 2 jenis tendangan, 1 pukulan, dan 1 tangkisan. Durasi perancangan 8-10 menit.
  • Murid dalam kelompok berdiskusi, membagi peran (leader, koordinator gerakan, pengamat keselamatan), dan berlatih bersama untuk menyusun rangkaian kreatif.
  • Setiap kelompok memperagakan rangkaian jurus mereka di hadapan kelompok lain (masing-masing kelompok 2-3 menit tampil).
  • Guru dan murid lain memberikan umpan balik konstruktif tentang teknik, kreativitas, dan kerja sama kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi sesi refleksi kelompok: setiap kelompok berbagi pengalaman tentang tantangan yang dihadapi saat merancang jurus dan bagaimana mereka mengatasi perbedaan pendapat.
  • Murid secara individu merefleksikan: 'Gerakan mana yang paling sulit bagi saya dan mengapa? Apa yang akan saya perbaiki di latihan berikutnya?'
  • Guru menanyakan: 'Apa yang kalian rasakan di tubuh setelah latihan intensitas tinggi tadi? Bagaimana cara kalian mencegah cedera saat berlatih taekwondo?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan atau lembar refleksi tentang pembelajaran hari ini dan strategi belajar yang berhasil atau perlu diperbaiki.
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap kerja sama, kreativitas, dan upaya murid dalam menerapkan teknik dengan benar.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan (cooling down) selama 5 menit: stretching statis untuk otot kaki, punggung, dan bahu, serta latihan pernapasan untuk menurunkan detak jantung.
  • Guru menyampaikan ringkasan pembelajaran: pentingnya kombinasi gerakan dalam taekwondo, peran kerja sama kelompok, dan kesadaran akan kesehatan tubuh.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan kuis lisan singkat tentang jenis tendangan dan prosedur pencegahan cedera, serta meminta 2-3 murid menyampaikan refleksi singkat.
  • Guru memberikan penugasan untuk pertemuan berikutnya: murid diminta mengamati video poomsae taekwondo di rumah dan mencatat 3 gerakan yang menarik untuk dibahas.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan apresiasi terhadap partisipasi aktif murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah mahir: berikan tantangan tambahan berupa kombinasi tendangan ganda atau jurus yang lebih kompleks. Untuk murid yang masih belajar: sediakan video tutorial dan kesempatan latihan tambahan dengan bimbingan guru atau teman sejawat.
  • Proses: Kelompok dapat dibentuk secara heterogen (campuran tingkat keterampilan) agar terjadi peer teaching. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat berlatih di stasiun lebih lama atau mendapat pendampingan khusus dari guru.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menampilkan rangkaian jurus: peragaan langsung, video rekaman, atau diagram gerakan dengan penjelasan tertulis, sesuai dengan kenyamanan dan kemampuan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Guru menanyakan jenis-jenis tendangan taekwondo yang sudah diketahui murid dan pengalaman mereka dalam merangkai gerakan bela diri.
  • Observasi informal saat pemanasan untuk melihat tingkat kesiapan fisik dan pemahaman dasar murid terhadap gerakan taekwondo.

Proses:

  • Observasi guru selama rotasi stasiun: mencatat teknik tendangan, postur tubuh, dan kemampuan murid mengombinasikan gerakan.
  • Penilaian proses perancangan jurus kelompok: guru berkeliling untuk melihat diskusi, pembagian peran, dan kreativitas kelompok.
  • Umpan balik formatif langsung dari guru dan peer assessment saat peragaan jurus: fokus pada teknik, kerja sama, dan kreativitas.
  • Lembar observasi aktivitas kelompok untuk mencatat kontribusi individu dan dinamika kolaborasi.

Akhir:

  • Penilaian kinerja peragaan rangkaian jurus kelompok menggunakan rubrik dengan kriteria: teknik gerakan (ketepatan kuda-kuda, tendangan, pukulan, tangkisan), kreativitas rangkaian, kerja sama dan kepemimpinan kelompok, serta presentasi yang percaya diri.
  • Kuis lisan singkat di akhir sesi: Guru menanyakan 3-4 pertanyaan tentang jenis tendangan, cara kombinasi gerakan, dan prosedur pencegahan cedera. Murid menjawab secara sukarela atau ditunjuk.
  • Penilaian refleksi tertulis individu: murid menuliskan pembelajaran yang didapat, tantangan yang dihadapi, dan strategi perbaikan. Dinilai berdasarkan kedalaman refleksi dan kesadaran diri.

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan teknik murid selama latihan di stasiun rotasi.
  • Penilaian proses saat kelompok merancang dan melatih rangkaian jurus: kolaborasi, kepemimpinan, kreativitas.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru dan teman sejawat setelah peragaan jurus.
  • Lembar observasi aktivitas kelompok untuk mencatat kerja sama dan kontribusi setiap anggota.

Sumatif:

  • Penilaian kinerja (performance assessment) terhadap peragaan rangkaian jurus kelompok menggunakan rubrik: teknik gerakan, kreativitas, kerja sama, dan presentasi.
  • Kuis lisan atau tertulis singkat tentang jenis tendangan, kombinasi gerakan, dan prosedur pencegahan cedera.
  • Refleksi tertulis individu dinilai berdasarkan kedalaman pemahaman dan kesadaran diri terhadap proses belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Tendangan (ap chagi, yeop chagi, dollyo chagi)Murid belum mampu melakukan tendangan dengan teknik dasar yang benar; posisi kaki tumpu, sudut lutut, dan arah target tidak sesuai.Murid mampu melakukan tendangan dengan teknik dasar, namun masih ada kesalahan pada posisi kaki tumpu atau sudut tendangan.Murid mampu melakukan tendangan dengan teknik yang baik dan benar pada sebagian besar percobaan; posisi dan arah tendangan sudah sesuai.Murid mampu melakukan ketiga jenis tendangan dengan teknik yang sangat baik, konsisten, dan akurat; gerakan terlihat luwes dan terkontrol.
Kombinasi Gerakan dalam Rangkaian Jurus (Poomsae)Rangkaian jurus belum menunjukkan kombinasi yang jelas antara kuda-kuda, tendangan, pukulan, dan tangkisan; gerakan terputus-putus.Rangkaian jurus sudah memuat elemen-elemen yang diminta, namun transisi antar gerakan kurang lancar dan kombinasi masih sederhana.Rangkaian jurus menunjukkan kombinasi yang baik antara kuda-kuda, tendangan, pukulan, dan tangkisan dengan transisi yang cukup lancar.Rangkaian jurus menunjukkan kombinasi yang sangat baik, kreatif, dan harmonis; transisi antar gerakan sangat lancar dan terlihat seperti satu kesatuan yang padu.
Kolaborasi dan Kepemimpinan KelompokMurid kurang terlibat dalam diskusi kelompok; tidak terlihat pembagian peran dan kerja sama yang efektif.Murid mulai terlibat dalam diskusi dan pembagian tugas, namun kolaborasi masih terbatas dan beberapa anggota kurang aktif.Murid menunjukkan kolaborasi yang baik; pembagian peran jelas, diskusi berlangsung konstruktif, dan sebagian besar anggota aktif berkontribusi.Murid menunjukkan kolaborasi dan kepemimpinan yang sangat baik; semua anggota aktif berkontribusi, mendengarkan satu sama lain, dan membuat keputusan bersama secara demokratis.
Pemahaman Reaksi Tubuh dan Pencegahan CederaMurid belum mampu menjelaskan reaksi tubuh terhadap latihan intensitas tinggi dan prosedur pencegahan cedera.Murid mampu menyebutkan 1-2 reaksi tubuh (misalnya, napas cepat) dan 1 prosedur pencegahan cedera (misalnya, pemanasan).Murid mampu menjelaskan beberapa reaksi tubuh terhadap latihan intensitas tinggi dan mengidentifikasi 2-3 prosedur pencegahan cedera dengan cukup jelas.Murid mampu menjelaskan dengan rinci reaksi tubuh terhadap latihan intensitas tinggi (detak jantung meningkat, kelelahan otot, keringat) dan mengidentifikasi serta menjelaskan berbagai prosedur pencegahan cedera (pemanasan, teknik benar, pendinginan, istirahat cukup).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah tepat atau perlu penyesuaian?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apakah ada murid yang memerlukan perhatian khusus?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berhasil mengakomodasi keberagaman kemampuan murid?
  • Apakah asesmen yang dilakukan memberikan gambaran akurat tentang pencapaian kompetensi murid?
  • Apa yang akan saya ubah atau tingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik atau menantang bagi saya dalam pembelajaran hari ini?
  • Gerakan atau teknik mana yang sudah saya kuasai dengan baik, dan mana yang masih perlu saya latih lebih banyak?
  • Bagaimana saya berkontribusi dalam kelompok? Apakah saya sudah mendengarkan dan menghargai pendapat teman-teman?
  • Apa yang saya rasakan di tubuh saya setelah latihan intensitas tinggi? Bagaimana cara saya menjaga kesehatan dan mencegah cedera saat berlatih?
  • Strategi belajar apa yang berhasil untuk saya hari ini, dan apa yang akan saya perbaiki di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek.
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek.
  3. Video tutorial tendangan dan poomsae taekwondo dari sumber terpercaya (YouTube: channel resmi taekwondo, Kukkiwon).
  4. Matras atau alas latihan untuk keselamatan.
  5. Target pad, cones, botol, atau penanda lainnya untuk stasiun latihan.
  6. Peluit atau alat bantu aba-aba.
  7. Lembar observasi dan lembar refleksi murid.
  8. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin-poin penting.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.