MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Serangan Tangan dan Tangkisan Taekwondo INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Serangan Tangan dan Tangkisan Taekwondo |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menganalisis variasi gerak spesifik serangan dengan tangan (momtong jireugi, eolgul jireugi) dan tangkisan (momtong an makki, momtong bakat makki, eolgul makki) pada olahraga bela diri taekwondo secara tepat
- Murid dapat mempraktikkan kombinasi sikap kuda-kuda dengan serangan tangan dan tangkisan taekwondo dalam formasi berpasangan, serta membuktikan strategi gerak yang paling efektif melalui umpan balik antar teman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa dalam taekwondo terdapat berbagai jenis pukulan dan tangkisan yang berbeda?
- Bagaimana cara menentukan teknik tangkisan yang paling efektif untuk menghadapi serangan tertentu?
- Apa yang membedakan momtong jireugi dengan eolgul jireugi dalam penggunaannya saat berpasangan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, dilanjutkan mengecek kehadiran murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang sikap kuda-kuda dan gerakan dasar taekwondo yang telah dipelajari sebelumnya
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis dan mempraktikkan variasi serangan tangan dan tangkisan taekwondo
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
- Murid melakukan pemanasan dinamis selama 10 menit: peregangan leher, bahu, lengan, pinggang, kaki, dan latihan jogging di tempat
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan secara perlahan teknik momtong jireugi (pukulan ke arah perut) dan eolgul jireugi (pukulan ke arah kepala) sambil menjelaskan perbedaan sasaran, posisi tangan, dan postur tubuh
- Guru mendemonstrasikan tiga jenis tangkisan: momtong an makki (tangkisan perut dari dalam), momtong bakat makki (tangkisan perut dari luar), dan eolgul makki (tangkisan kepala), sambil menjelaskan fungsi masing-masing teknik
- Murid mengamati dengan saksama demonstrasi guru dan mencatat poin-poin penting dari setiap gerakan
- Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang prinsip-prinsip dasar setiap teknik: arah gerakan, kecepatan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh
- Murid menganalisis dalam kelompok kecil (4-5 orang) kapan sebaiknya menggunakan teknik tertentu berdasarkan situasi serangan yang dihadapi
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berlatih secara individual melakukan momtong jireugi dan eolgul jireugi dengan sikap kuda-kuda yang benar, diulang 10 kali setiap gerakan
- Murid berlatih secara individual melakukan tiga jenis tangkisan (momtong an makki, momtong bakat makki, eolgul makki) dengan sikap kuda-kuda yang benar, diulang 10 kali setiap gerakan
- Murid berpasangan: satu peserta melakukan serangan tangan (bergantian momtong jireugi dan eolgul jireugi), pasangannya melakukan tangkisan yang sesuai
- Murid bergantian peran dan mencoba berbagai kombinasi: kuda-kuda + serangan + tangkisan dalam formasi berpasangan
- Guru berkeliling memberikan bimbingan, koreksi, dan penguatan kepada setiap pasangan
- Murid menguji strategi gerak: mencoba variasi kecepatan dan kekuatan untuk menemukan kombinasi yang paling efektif
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap pasangan saling memberikan umpan balik konstruktif tentang teknik yang dilakukan: apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki
- Murid secara individu merefleksikan pengalaman belajarnya: teknik mana yang masih sulit, strategi apa yang paling efektif, dan bagaimana meningkatkan keterampilan ke depan
- Beberapa pasangan terpilih mendemonstrasikan kombinasi gerak terbaik mereka di depan kelas sebagai contoh
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan prinsip-prinsip penting dalam mengombinasikan serangan dan tangkisan taekwondo
- Murid menuliskan refleksi singkat dalam buku catatan tentang pembelajaran hari ini dan target perbaikan untuk pertemuan berikutnya
Penutup:- Guru memimpin pendinginan dengan peregangan statis selama 5 menit untuk mencegah cedera otot
- Guru melakukan asesmen akhir dengan mengajukan pertanyaan lisan tentang materi yang telah dipelajari
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dan motivasi untuk terus berlatih
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang variasi tendangan taekwondo
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah mahir dapat mempelajari variasi tambahan seperti kombinasi tiga gerakan sekaligus, sedangkan yang masih kesulitan fokus pada penguasaan gerakan dasar dengan repetisi lebih banyak
- Proses: Murid yang cepat menguasai dapat menjadi tutor sebaya membantu teman yang membutuhkan bimbingan tambahan; murid yang memerlukan waktu lebih lama diberikan pendampingan intensif oleh guru dan diberi kesempatan latihan tambahan
- Produk: Murid yang mahir diminta mendemonstrasikan kombinasi kompleks (4-5 gerakan berurutan) dengan kecepatan penuh, sedangkan yang masih belajar cukup mendemonstrasikan kombinasi sederhana (2-3 gerakan) dengan tempo lambat tapi teknik yang benar
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman dan pengetahuan awal murid terkait sikap kuda-kuda dan gerakan dasar taekwondo
- Observasi informal kemampuan gerak dasar murid saat pemanasan
Proses:- Observasi langsung guru terhadap ketepatan teknik serangan tangan dan tangkisan saat latihan individu
- Penilaian sejawat saat latihan berpasangan menggunakan lembar checklist sederhana
- Tanya jawab untuk mengecek pemahaman murid tentang strategi gerak yang efektif
- Pengamatan terhadap kemampuan murid memberikan umpan balik konstruktif kepada pasangan
Akhir:- Tes praktik demonstrasi kombinasi gerak berpasangan: kuda-kuda + serangan + tangkisan
- Penilaian menggunakan rubrik kinerja dengan empat kriteria utama
- Refleksi tertulis murid tentang pembelajaran dan target perbaikan
Formatif:- Observasi guru selama latihan individu dan berpasangan menggunakan checklist teknik gerakan
- Penilaian sejawat (peer assessment) antar pasangan dengan lembar observasi sederhana
- Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep
Sumatif:- Tes praktik: murid mendemonstrasikan kombinasi sikap kuda-kuda, serangan tangan, dan tangkisan dalam formasi berpasangan di akhir pembelajaran
- Penilaian kinerja menggunakan rubrik dengan kriteria: ketepatan teknik, koordinasi gerakan, keseimbangan, dan kerja sama
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Teknik Serangan Tangan | Posisi tangan, sasaran, dan postur tubuh masih banyak kesalahan; gerakan tidak sesuai teknik standar | Posisi tangan dan sasaran sudah mulai benar namun postur tubuh masih kurang stabil; gerakan belum konsisten | Posisi tangan, sasaran, dan postur tubuh sudah benar; gerakan sudah konsisten namun masih perlu peningkatan kecepatan | Posisi tangan, sasaran, dan postur tubuh sangat tepat; gerakan konsisten, cepat, dan kuat | | Ketepatan Teknik Tangkisan | Arah tangkisan tidak tepat; posisi tangan dan kuda-kuda tidak sesuai standar | Arah tangkisan sudah mulai tepat namun posisi tangan dan kuda-kuda masih kurang stabil | Arah tangkisan, posisi tangan, dan kuda-kuda sudah tepat; gerakan sudah konsisten | Arah tangkisan, posisi tangan, dan kuda-kuda sangat tepat; gerakan refleksif, cepat, dan efektif | | Koordinasi dan Kombinasi Gerak | Gerakan terputus-putus; transisi antara kuda-kuda, serangan, dan tangkisan tidak lancar | Gerakan mulai tersambung namun transisi masih lambat dan kurang halus | Gerakan tersambung dengan baik; transisi lancar namun masih perlu peningkatan kecepatan | Gerakan sangat terkoordinasi; transisi sangat lancar, cepat, dan mengalir | | Kerja Sama dan Strategi Berpasangan | Tidak ada koordinasi dengan pasangan; tidak dapat menyesuaikan gerakan dengan serangan pasangan | Mulai ada koordinasi namun masih sering tidak sinkron; belum bisa menentukan strategi yang efektif | Koordinasi dengan pasangan sudah baik; dapat menentukan dan menerapkan strategi yang tepat | Koordinasi dengan pasangan sangat baik; dapat menganalisis, menentukan, dan menerapkan strategi paling efektif dengan percaya diri |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Indikator apa yang menunjukkan keberhasilan atau kekurangan?
- Bagaimana efektivitas strategi pembelajaran yang saya gunakan? Apakah semua murid terlibat aktif?
- Diferensiasi apa yang perlu saya tambahkan atau perbaiki untuk mengakomodasi keberagaman murid?
- Apa tantangan yang saya hadapi dalam pembelajaran ini dan bagaimana solusinya untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Teknik apa yang sudah saya kuasai dengan baik dan mana yang masih perlu saya perbaiki?
- Apa strategi paling efektif yang saya temukan saat berlatih berpasangan dengan teman?
- Bagaimana perasaan saya saat belajar taekwondo hari ini? Apa yang membuat saya senang atau kesulitan?
- Apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan keterampilan saya di pertemuan berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas IX
- Video tutorial teknik dasar taekwondo (serangan tangan dan tangkisan)
- Matras atau lapangan yang aman untuk praktik
- Peluit dan stopwatch
- Lembar observasi dan checklist penilaian sejawat
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting
|