MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 3 — Bela Diri (Taekwondo) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Bela Diri (Taekwondo) |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 40 menit = 320 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.3.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik kuda-kuda dan pukulan bela diri taekwondo ke dalam situasi gerak berpasangan
- TP 9.3.2 Menerapkan keterampilan gerak spesifik tangkisan dan tendangan bela diri taekwondo ke dalam rangkaian gerak berpasangan
- TP 9.3.3 Memperagakan strategi gerak serangan dan belaan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak bela diri taekwondo
- TP 9.3.4 Membuktikan strategi gerak belaan dan serangan yang paling efektif dalam situasi gerak taekwondo yang berbeda
- TP 9.3.5 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi dalam perancangan rangkaian jurus bela diri taekwondo
- TP 9.3.6 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas latihan bela diri taekwondo
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi kuda-kuda yang kokoh dapat menjaga keseimbangan saat kita melancarkan pukulan berpasangan?
- Mengapa koordinasi antara tangkisan dan tendangan sangat penting ketika menghadapi serangan pasangan dalam taekwondo?
- Bagaimana menentukan pilihan antara menangkis lalu membalas memukul atau langsung melangkah menghindar saat lawan melancarkan tendangan lurus?
- Mengapa strategi gerak belaan yang berhasil pada serangan jarak jauh belum tentu efektif saat menghadapi serangan pukulan jarak dekat?
- Bagaimana pembagian peran dan kesepakatan kelompok menentukan keberhasilan dalam menyusun suatu rangkaian jurus bela diri taekwondo?
- Apa perbedaan nyata yang dirasakan tubuh (denyut nadi, napas, dan suhu tubuh) saat melakukan latihan intensitas ringan dibandingkan intensitas tinggi?
- Bagaimana keselarasan gerak kuda-kuda, pukulan, tangkisan, dan tendangan mempengaruhi keberhasilan strategi serang-bela berpasangan?
- Mengapa tubuh memberikan respon faal tertentu (seperti kenaikan frekuensi denyut nadi dan laju napas) setelah melakukan rangkaian jurus taekwondo berintensitas tinggi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Kuda-Kuda, Pukulan, Tangkisan, dan Tendangan Bela Diri Taekwondo secara Berpasangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik kuda-kuda dan pukulan bela diri taekwondo ke dalam situasi gerak berpasangan
- TP 9.3.2 Menerapkan keterampilan gerak spesifik tangkisan dan tendangan bela diri taekwondo ke dalam rangkaian gerak berpasangan
Pendahuluan:- Guru membariskan murid, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memimpin pemanasan dinamis berfokus pada peregangan sendi pergelangan kaki, panggul, dan bahu (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai penerapan gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, tangkisan, dan tendangan bela diri taekwondo secara berpasangan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: meminta murid memperagakan 2 gerak dasar secara individu, yaitu kuda-kuda ap koobi dengan pukulan momtong jireugi, serta tangkisan arae makki dengan tendangan ap chagi (acuan gerak benar: ap koobi = langkah panjang dengan lutut depan ditekuk 90 derajat dan kaki belakang lurus; momtong jireugi = pukulan lurus mengarah ke ulu hati; arae makki = tangkisan ke arah bawah menepis serangan rendah; ap chagi = tendangan depan lurus menggunakan ujung bantalan telapak kaki/apchook) untuk memetakan kesiapan gerak murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru dan gambar panduan mengenai 4 gerak spesifik taekwondo: kuda-kuda (ap koobi dan juchoom seogi), pukulan (momtong jireugi), tangkisan (arae makki dan momtong an makki), serta tendangan (ap chagi) (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai keselarasan gerak saat berpasangan: menjaga jarak aman serangan (jarak jangkauan satu lengan untuk pukulan dan satu rentangan kaki untuk tendangan) serta sasaran gerak tanpa kontak fisik berbahaya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Menyenangkan Berpasangan 'Cermin Tangkas Taekwondo': Murid berpasangan saling berhadapan; Pasangan A melangkah maju melakukan kuda-kuda ap koobi dan pukulan momtong jireugi terarah ke ulu hati teman, lalu Pasangan B merespons mundur dengan kuda-kuda ap koobi sambil menerapkan tangkisan momtong an makki secara bergantian sebanyak 5 repetisi (10 menit).
- Murid bersama pasangannya menerapkan variasi rangkaian gerak belaan dan serangan berpasangan: Pasangan A melancarkan tendangan lurus ap chagi ke arah perut sasaran bayangan, Pasangan B mundur menerapkan tangkisan bawah arae makki dan membalas dengan pukulan terarah momtong jireugi dalam posisi kuda-kuda juchoom seogi (dilakukan bergantian peran masing-masing 5 repetisi) (15 menit).
- Murid berpasangan mempraktikkan rangkaian gabungan 4 gerak berpasangan secara utuh: (1) Pasangan A maju ap koobi + momtong jireugi diserap Pasangan B dengan momtong an makki; (2) dilanjutkan Pasangan B membalas ap chagi yang ditangkis Pasangan A dengan arae makki sambil menjaga kuda-kuda kokoh (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya duduk berhadapan dan saling mengevaluasi keselarasan gerak menggunakan lembar cek pengamatan antarteman (peer-assessment) terkait ketepatan posisi kuda-kuda, pukulan terarah, tangkisan tepat waktu, dan lintasan tendangan (acuan evaluasi: 4 indikator keselarasan gerak berpasangan) (5 menit).
- Beberapa perwakilan pasangan murid memperagakan rangkaian gerak berpasangan di tengah kelompok dan murid lain memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan bentuk gerak (5 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan statis dan peregangan relaksasi otot tungkai serta lengan (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya kuda-kuda yang stabil saat melancarkan pukulan, tangkisan, maupun tendangan berpasangan, serta memberikan apresiasi terhadap kerja sama seluruh murid (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya tentang strategi serangan dan belaan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar urutan langkah kaki dan arah pukulan/tangkisan; murid yang mahir diberikan variasi kombinasi tempo gerak berpasangan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menjaga keseimbangan berlatih gerak kombinasi dengan tempo lambat secara terpisah per teknik gerak; murid yang sudah terampil langsung menerapkan rangkaian 4 gerak secara mengalir tanpa jeda.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menampilkan kombinasi 2 gerak berpasangan (kuda-kuda dan pukulan/tangkisan); murid yang mahir menampilkan rangkaian utuh 4 gerak berpasangan (kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan) secara presisi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik singkat di awal pelajaran memperagakan 2 gerak dasar taekwondo secara mandiri: (1) Sikap kuda-kuda ap koobi disertai pukulan momtong jireugi; (2) Gerak tangkisan arae makki dilanjutkan tendangan ap chagi. Kriteria ketepatan: Posisi ap koobi (lutut depan ditekuk, kaki belakang lurus menopang badan), momtong jireugi (pukulan setinggi ulu hati), arae makki (tangkisan lengan bawah menepis ke bawah samping paha), ap chagi (lutut diangkat lalu meluruskan tungkai depan dengan sasaran telapak kaki depan).
Proses:- Pengamatan formatif menggunakan lembar observasi gerak saat murid melakukan latihan berpasangan pada kegiatan inti, dengan 4 indikator amatan: (1) Kestabilan kuda-kuda saat menyerang dan menangkis; (2) Ketepatan sasaran pukulan berpasangan tanpa kontak berbahaya; (3) Ketepatan lintasan tangkisan menepis serangan pasangan; (4) Lintasan tendangan lurus ap chagi yang terkontrol saat berhadapan dengan pasangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pengamatan unjuk kerja akhir di tahap merefleksi melalui peragaan rangkaian gerak berpasangan: Pasangan A melancarkan ap koobi + momtong jireugi, Pasangan B merespons dengan momtong an makki lalu membalas ap chagi yang ditangkis Pasangan A dengan arae makki dalam posisi kuda-kuda seimbang (acuan ketuntasan: murid memenuhi minimal 3 dari 4 kriteria gerak: kuda-kuda kokoh, pukulan terarah, tangkisan tepat waktu, dan tendangan seimbang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, tangkisan, dan tendangan berpasangan
- Penilaian antarteman (peer-assessment) pelaksanaan gerak berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Kuda-Kuda dan Pukulan Berpasangan (TP 9.3.1) | Belum mampu menerapkan posisi kuda-kuda ap koobi/juchoom seogi yang seimbang dan pukulan momtong jireugi tidak terarah pada situasi berpasangan. | Mampu menerapkan kuda-kuda dengan posisi yang cukup stabil tetapi lintasan pukulan momtong jireugi belum tepat mengarah ke ulu hati pasangan. | Mampu menerapkan posisi kuda-kuda ap koobi yang kokoh dan melancarkan pukulan momtong jireugi terarah tepat pada situasi gerak berpasangan. | Mampu menerapkan variasi kuda-kuda (ap koobi dan juchoom seogi) secara sangat kokoh, seimbang, dan melancarkan pukulan momtong jireugi dengan presisi tinggi, terkontrol, serta jarak jangkauan yang konsisten saat berpasangan. | | Keterampilan Tangkisan dan Tendangan Berpasangan (TP 9.3.2) | Belum mampu menerapkan tangkisan (arae makki/momtong an makki) dan tendangan ap chagi dalam rangkaian gerak berpasangan. | Mampu menerapkan tangkisan dengan tepat tetapi tendangan ap chagi kehilangan keseimbangan saat merespons pasangan. | Mampu menerapkan tangkisan arae makki/momtong an makki tepat waktu dan melancarkan tendangan ap chagi dengan lintasan lurus ke dalam rangkaian gerak berpasangan. | Mampu menerapkan seluruh variasi tangkisan dan tendangan ap chagi secara mengalir, tepat waktu menepis serangan, seimbang, dan terkontrol penuh dalam rangkaian gerak berpasangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan jarak aman berpasangan sudah terlaksana dengan tertib dan meminimalisasi risiko cedera benturan?
- Bagaimana efektivitas pembagian peran pasangan dalam memfasilitasi murid yang memerlukan bimbingan teknik kuda-kuda dan tendangan?
Murid:- Bagian mana dari gerakan pukulan atau tangkisan berpasangan tadi yang paling menantang untuk diselaraskan?
- Bagaimana posisi kuda-kuda membantumu menjaga keseimbangan tubuh setelah melepaskan tendangan ap chagi?
Pertemuan 2 — Memperagakan dan Membuktikan Strategi Gerak Belaan serta Serangan Taekwondo yang Paling Efektif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Memperagakan strategi gerak serangan dan belaan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak bela diri taekwondo
- TP 9.3.4 Membuktikan strategi gerak belaan dan serangan yang paling efektif dalam situasi gerak taekwondo yang berbeda
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa presensi serta kesiapan seragam olahraga murid (3 menit).
- Guru memandu pemanasan dinamis terarah dan peregangan statis berfokus pada kelenturan tungkai, pinggul, serta persendian bahu (7 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid merespons secara lisan dan peragaan singkat terhadap 2 situasi gerak serangan: Situasi 1 'serangan pukulan lurus ke arah dada' dan Situasi 2 'serangan tendangan lurus ke arah perut', di mana murid memilih respons belaan lalu serangan balik yang tepat (acuan respons tepat: Situasi 1 direspons belaan tangkisan tengah momtong an makki lalu serangan balik pukulan momtong jireugi; Situasi 2 direspons belaan tangkisan bawah arae makki/elakan mundur lalu serangan balik tendangan ap chagi/dollyo chagi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dan menjelaskan prinsip 2 situasi gerak taekwondo yang berbeda: (1) Situasi Jarak Dekat (serangan pukulan lurus lawan) memerlukan strategi belaan tangkisan ke dalam/tengah dilanjutkan serangan balik pukulan cepat; (2) Situasi Jarak Sedang-Jauh (serangan tendangan lurus/melingkar lawan) memerlukan strategi belaan tangkisan bawah atau langkah geser/elak mundur dilanjutkan serangan balik tendangan (acuan prinsip efektivitas: jarak jangkauan serangan menentukan pilihan belaan dan serangan balik agar target tercapai tanpa terkena kontak) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memperagakan strategi gerak serangan dan belaan dalam 'Tantangan Reaksi Taktis Taekwondo' (prinsip menggembirakan melalui sistem rotasi peran bergantian menyerang-membela dengan target poin keberhasilan gerak tanpa benturan keras): Murid A melancarkan serangan terencana, Murid B memperagakan strategi belaan yang dilanjutkan serangan balik terukur, kemudian berganti peran (18 menit).
- Murid secara berpasangan menguji dan membuktikan efektivitas strategi belaan serta serangan pada 2 lembar skenario uji gerak konkret di lapangan: Skenario 1 (lawan menyerang pukulan lurus cepat jarak dekat: murid menguji opsi Strategi A tangkisan momtong an makki + serangan balik momtong jireugi vs Opsi B mundur pasif tanpa membalas; acuan terbukti efektif: Opsi A berhasil membendung serangan dan menghasilkan serangan balik tepat sasaran); Skenario 2 (lawan melancarkan tendangan lurus ap chagi jarak jauh: murid menguji opsi Strategi C elakan melangkah mundur lalu membalas tendangan ap chagi/dollyo chagi vs Opsi D menahan dengan pukulan tangan tanpa menangkis; acuan terbukti efektif: Opsi C menjaga jarak aman dan serangan balik tendangan mengenai target tanpa tertabrak tendangan lawan) (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara berkesadaran, murid berhenti sejenak dalam posisi duduk tenang, mengamati kembali hasil pembuktian geraknya, lalu menuliskan dan menyatakan 1 simpulan pembuktian strategi gerak taekwondo yang paling efektif berdasarkan hasil uji coba skenario 1 dan 2 ke lembar pengamatan lapangan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan pendinginan terarah untuk menurunkan frekuensi detak jantung dan merilekskan otot kaki serta lengan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis bukti hasil pengamatan peragaan dan pembuktian strategi gerak belaan-serangan murid, menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan kedisiplinan murid dalam menjaga keselamatan, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan peragaan strategi belaan dan serangan dalam tempo lambat dengan aba-aba hitungan satu per satu sebelum membuktikan efektivitasnya; murid yang telah mahir langsung membuktikan variasi strategi belaan dan serangan dengan tempo reaksi cepat serta kombinasi arah serangan yang berganti secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan diagnostik cepat: Murid diminta menentukan dan memperagakan belaan serta serangan balik terhadap 2 situasi serangan terarah: (1) Serangan pukulan lurus ke dada (acuan tepat: belaan tangkisan tengah momtong an makki dan balasan pukulan momtong jireugi); (2) Serangan tendangan lurus ke perut (acuan tepat: belaan tangkisan bawah arae makki/elak mundur dan balasan tendangan ap chagi).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid memperagakan strategi serangan dan belaan pada Tantangan Reaksi Taktis Taekwondo (kriteria: ketepatan koordinasi belaan yang langsung tersambung dengan serangan balik terarah).
- Verifikasi hasil lembar uji gerak murid dalam membuktikan strategi belaan dan serangan yang paling efektif pada Skenario 1 (pukulan jarak dekat) dan Skenario 2 (tendangan jarak jauh) sesuai daftar acuan keterbuktian.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 1 bukti operasional mengapa opsi tangkisan tengah disertai pukulan balasan lebih efektif daripada sekadar mundur pasif pada situasi serangan pukulan jarak dekat (acuan keterimaan: tangkisan tengah menepis lintasan pukulan lawan sehingga ruang dada lawan terbuka untuk diserang balik seketika, sedangkan mundur pasif membuat posisi terdesak tanpa peluang mencetak serangan balik).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan strategi gerak serangan dan belaan taekwondo berpasangan.
- Pemeriksaan lembar pembuktian efektivitas strategi gerak taekwondo pada 2 skenario uji.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memperagakan Strategi Gerak Serangan dan Belaan (TP 9.3.3) | Belum mampu memperagakan rangkaian strategi belaan dan serangan balik taekwondo secara runtut dan terarah. | Mampu memperagakan strategi gerak belaan dan serangan balik taekwondo dengan bantuan bimbingan aba-aba bertahap dari guru/rekan. | Mampu memperagakan strategi gerak belaan yang langsung disambung serangan balik taekwondo secara runtut, tepat sasaran, dan mandiri. | Mampu memperagakan strategi gerak belaan dan serangan balik taekwondo secara runtut, konsisten tepat sasaran, dan cepat dalam berbagai variasi tempo gerak secara mandiri. | | Membuktikan Strategi Gerak Paling Efektif pada Situasi Berbeda (TP 9.3.4) | Belum mampu membuktikan opsi strategi gerak belaan dan serangan yang efektif pada kedua skenario situasi taekwondo. | Mampu membuktikan strategi gerak belaan dan serangan yang efektif hanya pada 1 skenario situasi gerak taekwondo (acuan: tepat pada Skenario 1 saja atau Skenario 2 saja). | Mampu membuktikan strategi gerak belaan dan serangan yang paling efektif pada kedua skenario situasi gerak taekwondo secara tepat (acuan: membuktikan Opsi A efektif pada Skenario 1 dan Opsi C efektif pada Skenario 2). | Mampu membuktikan seluruh strategi gerak belaan dan serangan yang paling efektif pada kedua skenario secara tepat serta konsisten memberikan alasan mekanika gerak jarak jangkau secara logis dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan ruang dan pasangan gerak telah memberikan ruang pembuktian strategi serangan dan belaan yang aman serta terhindar dari kontak fisik berbahaya?
- Bagaimana tingkat keberhasilan murid dalam menghubungkan jarak gerak lawan dengan ketepatan pembuktian strategi yang dipilih?
Murid:- Strategi belaan dan serangan balik mana yang terasa paling efektif dan nyaman kamu peragakan saat menghadapi serangan cepat lawan?
- Faktor apa yang paling menyulitkanmu saat harus mengambil keputusan melakukan belaan dan serangan balik secara cepat di lapangan?
Pertemuan 3 — Menerapkan Kolaborasi Perancangan Rangkaian Jurus Taekwondo dan Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Intensitas Latihan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.5 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi dalam perancangan rangkaian jurus bela diri taekwondo
- TP 9.3.6 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas latihan bela diri taekwondo
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berkolaborasi dan mengambil keputusan bersama dalam merancang rangkaian jurus taekwondo serta menjelaskan reaksi tubuh terhadap intensitas latihan yang berbeda (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik cepat dengan memandu murid meraba denyut nadi di pergelangan tangan/leher selama 15 detik dikalikan 4, lalu menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Berapa rentang denyut nadi istirahat normal?' (acuan: 60-100 denyut per menit/bpm); (2) 'Sebutkan 2 tanda faal yang muncul saat tubuh beralih dari istirahat ke latihan intensitas tinggi!' (acuan: napas menjadi lebih cepat/terengah-engah, denyut nadi meningkat pesat, suhu tubuh naik, atau keluarnya keringat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang prinsip pembagian tugas kelompok dalam merancang jurus dan pengenalan 3 tingkatan intensitas latihan: ringan (denyut nadi di bawah 120 bpm, napas santai), sedang (denyut nadi 120-150 bpm, napas mulai teratur cepat, masih bisa berbicara pendek), dan tinggi (denyut nadi di atas 150 bpm, napas terengah-engah, tubuh berkeringat deras) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan permainan pemanasan dinamis 'Tebak Reaksi Tubuh': satu murid melakukan gerakan jalan di tempat santai (intensitas ringan), kemudian bertukar melakukan lompat buka-tutup kaki cepat selama 1 menit (intensitas tinggi), lalu murid mengidentifikasi dan mencatat perubahan napas serta denyut nadinya pada lembar observasi singkat (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang, lalu menerapkan kolaborasi dan mekanisme pengambilan keputusan bersama (musyawarah menentukan urutan teknik kuda-kuda, pukulan, tangkisan, dan tendangan taekwondo) untuk menyusun draf rangkaian jurus taekwondo kelompok sebanyak 6-8 hitungan gerak (10 menit).
- Setiap kelompok mencoba mempraktikkan draf rangkaian jurus rancangannya dalam dua variasi intensitas: putaran 1 dengan tempo lambat/ringan (intensitas ringan), dilanjutkan putaran 2 dengan tempo cepat dan bertenaga penuh (intensitas tinggi) (15 menit).
- Setiap anggota kelompok mengukur denyut nadi setelah masing-masing putaran, lalu bersama kelompoknya berdiskusi mengisi lembar analisis reaksi tubuh untuk menjelaskan respon faal jasmani (frekuensi pernapasan, laju denyut nadi, dan pengeluaran keringat) akibat perbedaan intensitas latihan tersebut (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok mengemukakan proses pengambilan keputusan yang disepakati saat merancang jurus serta menyampaikan penjelasan mengenai perbandingan reaksi tubuh yang dialami anggota kelompoknya saat intensitas dinaikkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan aktivitas pendinginan ringan dan relaksasi pernapasan untuk menurunkan frekuensi denyut nadi mendekati kondisi normal (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (2 soal) mengenai reaksi tubuh dan mengevaluasi ketercapaian kolaborasi kelompok (4 menit).
- Guru mengapresiasi kerja sama seluruh kelompok, memberikan arahan untuk persiapan pertemuan sumatif pekan depan, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual tabel zona denyut nadi dan panduan variasi gerak taekwondo untuk kelompok yang membutuhkan perancangan terstruktur.
- Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat diberikan tantangan merancang kombinasi transisi jurus 8 hitungan gerak dan menganalisis reaksi tubuh pada 3 tingkat intensitas (ringan, sedang, tinggi), sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan merancang 6 hitungan gerak pada 2 tingkat intensitas (ringan dan tinggi).
- Produk: Penjelasan reaksi tubuh dapat dituangkan dalam bentuk tabel matriks data nadi atau diagram deskriptif respon faal kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang denyut nadi istirahat dan respon faal fisik dasar saat bergerak. Butir soal: (1) Berapa denyut nadi istirahat normal manusia? (Acuan jawaban: rentang 60 - 100 denyut per menit/bpm); (2) Sebutkan 2 tanda reaksi tubuh saat melakukan latihan fisik berat/intensitas tinggi! (Acuan jawaban: frekuensi pernapasan meningkat/terengah-engah, denyut nadi melonjak cepat di atas kondisi normal, peningkatan suhu tubuh/keringat).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan kolaboratif murid saat merancang jurus: mengamati apakah murid aktif memberikan usulan teknik dan menyepakati keputusan alur gerak bersama kelompok.
- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan reaksi faal tubuh: memeriksa ketepatan penjelasan murid mengenai perubahan frekuensi napas, rentang denyut nadi, dan keluarnya keringat antara intensitas ringan dan tinggi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada lembar penutup berisi 2 butir soal: (1) Mengapa denyut nadi dan laju napas meningkat drastis ketika tempo latihan jurus dinaikkan ke intensitas tinggi? (Acuan jawaban: Tubuh dan otot membutuhkan lebih banyak pasokan oksigen dan energi, sehingga jantung memompa darah lebih cepat dan paru-paru mengambil oksigen lebih intens); (2) Apa kesepakatan kelompok yang paling krusial diambil saat merancang rangkaian jurus agar semua anggota dapat melakukannya bersama? (Acuan jawaban: Kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat keputusan bersama mengenai urutan teknik gerak, tempo/hitungan, atau arah hadap yang disepakati bersama seluruh anggota).
Formatif:- Lembar observasi proses kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok dalam perancangan jurus taekwondo
- Lembar catatan data dan penjelasan reaksi faal tubuh terhadap intensitas latihan taekwondo
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Perancangan Jurus (TP 9.3.5) | Pasif dalam kelompok, tidak memberikan usulan teknik gerak, dan tidak terlibat dalam menyepakati keputusan rangkaian jurus. | Terlibat dalam diskusi perancangan namun hanya mengikuti arahan teman tanpa aktif menyumbang keputusan pemilihan variasi gerak jurus. | Menerapkan kolaborasi dengan aktif mengusulkan teknik gerak taekwondo serta menyepakati keputusan kelompok mengenai alur rangkaian jurus. | Menerapkan kolaborasi secara konsisten, proaktif memfasilitasi pengambilan keputusan mufakat kelompok dalam menentukan transisi gerak jurus secara mandiri tanpa arahan guru. | | Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap Tingkat Intensitas Latihan (TP 9.3.6) | Belum mampu menjelaskan perbedaan reaksi tubuh antara intensitas latihan taekwondo yang berbeda. | Mampu menyebutkan reaksi tubuh (napas atau denyut nadi) namun belum mampu mengaitkan penjelasannya dengan perbedaan tingkat intensitas latihan. | Mampu menjelaskan reaksi tubuh (perubahan laju denyut nadi, frekuensi napas, dan suhu tubuh/keringat) secara tepat pada intensitas latihan ringan dan tinggi. | Mampu menjelaskan secara komprehensif dan rinci reaksi faal tubuh (peningkatan denyut nadi, kerja pernapasan, dan pelepasan panas/keringat) serta alasan fisiologis kebutuhan oksigen otot pada berbagai tingkat intensitas latihan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit cukup memfasilitasi proses diskusi musyawarah kelompok sekaligus pengambilan data reaksi denyut nadi murid?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam proses pengambilan keputusan perancangan rangkaian jurus bela diri taekwondo?
- Apakah murid dapat memahami keterkaitan antara intensitas kerja gerak bela diri dengan respon fisiologis tubuhnya?
Murid:- Bagaimana caramu menyampaikan usulan gerakan dan menerima keputusan teman saat merancang rangkaian jurus taekwondo tadi?
- Apa perbedaan utama yang paling kamu rasakan pada detak jantung dan napasmu saat latihan tempo lambat dibandingkan tempo cepat?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menerapkan keterampilan gerak spesifik kuda-kuda dan pukulan bela diri taekwondo ke dalam situasi gerak berpasangan
- TP 9.3.2 Menerapkan keterampilan gerak spesifik tangkisan dan tendangan bela diri taekwondo ke dalam rangkaian gerak berpasangan
- TP 9.3.3 Memperagakan strategi gerak serangan dan belaan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak bela diri taekwondo
- TP 9.3.4 Membuktikan strategi gerak belaan dan serangan yang paling efektif dalam situasi gerak taekwondo yang berbeda
- TP 9.3.5 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi dalam perancangan rangkaian jurus bela diri taekwondo
- TP 9.3.6 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas latihan bela diri taekwondo
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif bab taekwondo serta mengondisikan murid untuk melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi panggul dan tungkai secara tertib (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif, mekanisme unjuk kerja kelompok bergiliran (7 kelompok @ 7 menit), serta kriteria rubrik keterampilan gerak (kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, strategi serang-bela, dan kolaborasi kelompok) (4 menit).
- Guru membagikan Lembar Refleksi Analisis Gerak dan Faal Jasmani sekaligus membacakan panduan pengisian lembar refleksi tertulis individual (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Unjuk Kerja Berpasangan dalam Kelompok): Sebanyak 7 kelompok (masing-masing 4 murid / 2 pasang) secara bergiliran tampil selama 7 menit di matras/area peragaan memperagakan rangkaian jurus taekwondo berpasangan yang menampilkan ketepatan kuda-kuda (ap koobi, dwit koobi), pukulan (momtong jireugi), tangkisan (are makki, momtong makki), tendangan (ap chagi, dollyo chagi), variasi strategi serang-bela, serta keselarasan kolaborasi hasil kesepakatan kelompok; guru mengamati dan mencatat skor pada lembar observasi (49 menit).
- Tugas 2 (Lembar Refleksi Tertulis Serentak): Seluruh murid secara mandiri mengerjakan Lembar Refleksi Analisis Gerak serta Faal Jasmani yang berisi pembuktian efektivitas strategi belaan/serangan dalam situasi latihan berbeda serta penjelasan reaksi tubuh terhadap variasi intensitas latihan taekwondo dengan durasi pengerjaan yang tersisa saat jeda atau giliran tampil (11 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan seluruh murid mengumpulkan lembar refleksi tertulis secara tertib dan melakukan penghitungan denyut nadi pemulihan secara mandiri untuk menyadari penurunan intensitas fisik tubuh (3 menit).
Penutup:- Guru memandu kegiatan pendinginan (cooling down) untuk merelaksasi otot tungkai dan lengan pascaunjuk kerja (1 menit).
- Guru merangkum ketercapaian kompetensi rangkaian jurus Bab 3 Taekwondo, memberikan apresiasi atas sportivitas dan kemandirian murid selama asesmen sumatif, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar panduan tugas sumatif dengan ukuran font lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah indikator penilaian.
- Proses: Menyediakan ruang persiapan fisik dan waktu penyesuaian posisi matras bagi kelompok yang memerlukan kesiapan postural sebelum giliran tampil.
- Produk: Format lembar refleksi menyediakan kolom bergaris jelas untuk memudahkan murid menuliskan analisis gerak dan data faal tubuh secara terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Unjuk kerja peragaan rangkaian bela diri taekwondo berpasangan dalam kelompok dan lembar refleksi tertulis serentak: Rekaman lembar observasi guru atas performa gerak kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, penerapan strategi serang-bela berpasangan, dan kolaborasi perancangan kelompok, serta lembar refleksi berisi pembuktian efektivitas strategi dan penjelasan reaksi tubuh pascaaktivitas
- unjuk kerja peragaan gerak berpasangan dalam kelompok: Penampilan peragaan rangkaian jurus taekwondo berpasangan per kelompok (terdiri dari 4 murid / 2 pasang, total 7 kelompok dinilai bergiliran selama 7 menit per kelompok) yang menampilkan ketepatan kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, serta strategi variasi serangan-belaan dan hasil kesepakatan kolaborasi tim (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi kolaborasi)
- tes tertulis serentak berupa lembar refleksi analisis gerak dan faal jasmani: Lembar refleksi tertulis serentak oleh seluruh murid kelas yang memuat analisis pembuktian efektivitas strategi belaan/serangan dalam situasi latihan berbeda serta penjelasan reaksi tubuh (perubahan denyut nadi dan kelelahan) terhadap variasi intensitas latihan taekwondo (25 menit; individual; instrumen: rubrik penskoran lembar refleksi)
Sumatif:- Unjuk kerja peragaan rangkaian bela diri taekwondo berpasangan dalam kelompok dan lembar refleksi tertulis serentak: Rekaman lembar observasi guru atas performa gerak kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, penerapan strategi serang-bela berpasangan, dan kolaborasi perancangan kelompok, serta lembar refleksi berisi pembuktian efektivitas strategi dan penjelasan reaksi tubuh pascaaktivitas
- unjuk kerja peragaan gerak berpasangan dalam kelompok: Penampilan peragaan rangkaian jurus taekwondo berpasangan per kelompok (terdiri dari 4 murid / 2 pasang, total 7 kelompok dinilai bergiliran selama 7 menit per kelompok) yang menampilkan ketepatan kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, serta strategi variasi serangan-belaan dan hasil kesepakatan kolaborasi tim (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi kolaborasi)
- tes tertulis serentak berupa lembar refleksi analisis gerak dan faal jasmani: Lembar refleksi tertulis serentak oleh seluruh murid kelas yang memuat analisis pembuktian efektivitas strategi belaan/serangan dalam situasi latihan berbeda serta penjelasan reaksi tubuh (perubahan denyut nadi dan kelelahan) terhadap variasi intensitas latihan taekwondo (25 menit; individual; instrumen: rubrik penskoran lembar refleksi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Kuda-Kuda dan Pukulan (TP 9.3.1) | Posisi kuda-kuda (ap koobi/dwit koobi) tidak kokoh dan pukulan (momtong jireugi) tidak tepat mengarah sasaran ulu hati dalam peragaan berpasangan. | Mampu melakukan kuda-kuda kokoh namun lintasan pukulan belum presisi, atau sebaliknya saat bergerak berpasangan. | Menerapkan posisi kuda-kuda ap koobi/dwit koobi dengan kokoh dan pukulan momtong jireugi secara tepat sasaran pada sebagian besar rangkaian berpasangan. | Menerapkan posisi kuda-kuda dan pukulan momtong jireugi secara konsisten, stabil, bertenaga, dan tepat sasaran di sepanjang peragaan rangkaian berpasangan. | | Keterampilan Gerak Tangkisan dan Tendangan (TP 9.3.2) | Gerakan tangkisan (are makki/momtong makki) dan tendangan (ap chagi/dollyo chagi) keliru lintasan serta kehilangan keseimbangan. | Mampu melakukan salah satu teknik (tangkisan atau tendangan) dengan benar, namun teknik lainnya masih goyah dalam rangkaian. | Menerapkan tangkisan (bawah/tengah) dan tendangan (depan/busur) dengan lintasan tepat dan keseimbangan terjaga pada rangkaian berpasangan. | Menerapkan tangkisan dan tendangan dengan lintasan sempurna, kekuatan terarah, transisi mulus, dan keseimbangan prima secara konsisten. | | Peragaan Strategi Gerak Belaan dan Serangan (TP 9.3.3) | Belum mampu memperagakan alur taktik belaan dan serangan terencana; gerakan tampak terputus tanpa respon bela-serang yang jelas. | Memperagakan respon belaan dan serangan namun penentuan waktu (timing) serangan balasan belum sinkron dengan gerakan pasangan. | Memperagakan strategi gerak belaan yang langsung disambung serangan terencana secara tepat waktu sesuai alur jurus berpasangan. | Memperagakan strategi belaan dan serangan dengan timing presisi, transisi gerak cepat dan dinamis, serta meningkatkan efektivitas capaian gerak pasangan. | | Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak (TP 9.3.4) | Tidak mampu menganalisis maupun membuktikan efektivitas pilihan strategi belaan/serangan pada lembar refleksi tertulis sesuai kunci acuan. | Menuliskan pilihan strategi gerak tetapi argumen pembuktian efektivitasnya belum relevan dengan situasi jarak jangkau lawan. | Membuktikan efektivitas strategi belaan dan serangan secara logis pada lembar refleksi sesuai situasi latihan yang disajikan (acuan: keunggulan jangkauan tendangan vs pukulan serta fungsi momtong makki). | Membuktikan efektivitas strategi serang-bela secara komprehensif, logis, dan mendalam dengan mengaitkan faktor jarak (distance), momentum, dan pengalihan arah serangan lawan. | | Kolaborasi Perancangan Rangkaian Jurus (TP 9.3.5) | Peragaan perorangan dalam kelompok tampak berjalan sendiri-sendiri tanpa kesepakatan pola langkah dan ritme jurus bersama. | Menunjukkan keselarasan gerak antar-pasangan tetapi transisi formasi 4 anggota kelompok masih belum sinkron. | Menerapkan kolaborasi kelompok secara harmonis dengan pembagian peran serang-bela yang seimbang dan transisi gerak yang teratur. | Menerapkan kolaborasi kelompok yang sangat kompak, sinkronisasi ritme peragaan sempurna, dan menunjukkan sinergi peran yang solid sepanjang penampilan. | | Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap Intensitas Latihan (TP 9.3.6) | Belum mampu menjelaskan keterkaitan antara tingkat intensitas gerak taekwondo dengan perubahan kondisi faal tubuh pada lembar tertulis. | Menyebutkan adanya perubahan denyut nadi namun belum mengaitkannya secara tepat dengan perbedaan tingkat intensitas latihan rendah dan tinggi. | Menjelaskan reaksi tubuh terhadap intensitas rendah vs tinggi secara tepat (acuan: kenaikan denyut nadi 100-120 bpm ke >140 bpm, percepatan respirasi, dan kelelahan otot). | Menjelaskan reaksi tubuh secara rinci dan ilmiah mengenai mekanisme fisiologis kenaikan frekuensi nadi, laju pernapasan, serta regulasi suhu tubuh/keringat pasca-aktivitas intensitas tinggi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu peragaan kelompok (7 menit per kelompok) terlaksana secara efektif dan adil untuk seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menghubungkan praktik fisik jurus taekwondo dengan pemahaman reaksi faal jasmani mereka?
- Apakah instrumen rubrik unjuk kerja dan lembar refleksi tertulis mampu memetakan kompetensi murid secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian jurus taekwondo berpasangan yang sudah saya dan pasangan tampilkan dengan sangat optimal?
- Bagaimana perubahan denyut nadi dan napas yang saya rasakan membantu saya memahami kapasitas kebugaran tubuh saya sendiri?
- Apa keputusan kelompok yang paling membantu penampilan jurus taekwondo kami menjadi kompak dan selaras?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa PJOK Kelas IX SMP/MTs
- Gambar/Bagan Gerak Spesifik Taekwondo (Kuda-kuda, Pukulan, Tangkisan, Tendangan)
- Matras / Lapangan Terbuka
- Peluit dan Stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022).
- Area lapangan atau aula sekolah yang rata dan aman untuk latihan bela diri.
- Pelindung badan (body protector/target pad) jika tersedia atau sarung tangan busa.
- Lembar pengamatan uji skenario taktis gerak taekwondo.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP/MTs Kelas IX
- Stopwatch/alat pengukur waktu
- Lembar Kerja Siswa Perancangan Rangkaian Gerak Bela Diri Taekwondo dan Pencatatan Reaksi Faal Jasmani
- Pluit dan matras/area lapangan terbuka yang aman
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Matras bela diri taekwondo / lapangan terbuka sekolah
- Peluit dan stopwatch untuk pencatatan durasi
- Lembar Asesmen Unjuk Kerja dan Lembar Refleksi Analisis Gerak dan Faal Jasmani
|