Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 9 Bab 2: Permainan Net (Permainan Bola Voli)

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 9 untuk Bab 2 "Permainan Net (Permainan Bola Voli)", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9 Bab 2: Permainan Net (Permainan Bola Voli)

PJOK - Kelas 9

Bab 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Permainan Net (Permainan Bola Voli)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBab 2 — Permainan Net (Permainan Bola Voli)
Alokasi Waktu8 JP (8 x 40 menit = 320 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 9.2.1 Menerapkan keterampilan gerak passing dan servis dalam situasi gerak permainan bola voli
  2. TP 9.2.2 Menerapkan keterampilan gerak smes dan bendungan dalam situasi gerak permainan bola voli
  3. TP 9.2.3 Memperagakan strategi gerak menyerang dan bertahan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak permainan bola voli
  4. TP 9.2.4 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak permainan bola voli yang berbeda
  5. TP 9.2.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam permainan bola voli
  6. TP 9.2.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam permainan bola voli

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana posisi kedua lengan dan perkenaan bola yang tepat saat melakukan passing bawah agar bola memantul terarah ke teman seregu?
  2. Mengapa pengaturan kekuatan ayunan lengan saat servis bawah maupun servis atas sangat menentukan keberhasilan bola melewati net?
  3. Bagaimana koordinasi langkah awalan, tolakan, dan perkenaan tangan saat melakukan smes agar bola menukik tajam?
  4. Mengapa pengaturan waktu lompatan dan posisi jari tangan sangat menentukan keberhasilan membendung (blocking) serangan lawan?
  5. Bagaimana pola penempatan posisi pemain saat bertahan yang paling efektif ketika lawan melakukan serangan bola menukik?
  6. Aturan modifikasi apa yang dapat disepakati bersama agar seluruh anggota regu tanpa terkecuali mendapatkan kesempatan menyentuh bola sebelum diserang ke lapangan lawan?
  7. Bagaimana penguasaan passing, servis, smes, dan bendungan membantu regumu memenangkan reli saat bertanding?
  8. Mengapa modifikasi peraturan seperti pembatasan sentuhan dan rotasi inklusif penting untuk mewujudkan fair play bagi seluruh anggota regu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Passing dan Servis dalam Situasi Gerak Permainan Bola Voli — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.2.1 Menerapkan keterampilan gerak passing dan servis dalam situasi gerak permainan bola voli

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan bola voli, memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesehatan, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid mengikuti aktivitas gerak (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta setiap murid secara bergiliran memperagakan 1 kali gerak sikap passing bawah tanpa bola dan 1 kali servis bawah tanpa bola untuk memetakan kesiapan gerak dasar spesifik (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis dan peregangan statis berfokus pada sendi bahu, pergelangan tangan, panggul, dan tungkai (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan singkat dan demonstrasi guru mengenai mekanisme gerak passing bawah (lutut ditekuk, lengan lurus rapat, perkenaan pada bidang datar lengan bawah di atas pergelangan), passing atas (posisi jari terbuka menyerupai mangkuk di atas depan dahi), serta servis bawah dan servis atas (sikap melangkah, ayunan lengan lurus stabil) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan mempraktikkan keterampilan variasi passing bawah dan passing atas secara berulang dengan jarak 3-4 meter, mengontrol ketinggian lambungan bola minimal 3 kali berturut-turut tanpa jatuh ke lantai (10 menit).
  • Murid mempraktikkan keterampilan servis bawah dan/atau servis atas dari belakang garis serang atau garis akhir menuju ke area lapangan seberang net dengan target mendaratkan bola di area lawan minimal 3 dari 5 kali percobaan (15 menit).
  • Murid menerapkan keterampilan passing dan servis dalam simulasi situasi gerak permainan bola voli 3 lawan 3 di lapangan kecil berukuran 4,5 x 9 meter dengan aturan permainan bola dimulai dengan servis dan bola harus dimainkan maksimal 3 sentuhan passing sebelum diarahkan melintasi net ke area lawan secara menyenangkan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi kendala gerak saat passing (arah pantulan bola yang melenceng atau siku bengkok) dan akurasi servis yang dilakukan selama situasi gerak (5 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin aktivitas pendinginan (cooling down) untuk merelaksasi otot lengan dan tungkai serta mengatur napas kembali normal (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap penerapan gerak passing dan servis, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (smes dan bendungan), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bola spon/bola voli modifikasi yang lebih ringan untuk murid yang masih kesulitan mengontrol pantulan, serta bola voli standar kompetisi untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan servis dari jarak 4-6 meter dari net dan passing pantul berjarak 2 meter, sedangkan murid yang mahir melakukan servis dari belakang garis akhir lapangan (9 meter) dan passing kombinasi berpindah tempat.
  • Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak passing dan servis dinilai berdasarkan ketercapaian penguasaan gerak sesuai jarak dan level kemampuan yang dipilih secara bertahap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan gerak spesifik tanpa bola saat pendahuluan: Murid diminta melakukan 1 kali sikap gerak passing bawah dan 1 kali servis bawah. Acuan diagnostik: (1) Passing bawah: lutut mengeper, kedua lengan dirapatkan lurus ke depan bawah dengan ibu jari sejajar; (2) Servis bawah: kaki melangkah, lengan pemukul lurus diayunkan dari belakang bawah ke depan menuju titik kontak bola di depan pinggang. Kategori belum siap jika siku ditekuk dan posisi tangan tidak menyatu; kategori siap jika lengan lurus dan posisi kaki melangkah seimbang.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat latihan dan simulasi permainan: Menilai ketepatan perkenaan bola pada bidang datar lengan saat passing bawah (tidak mengenai pergelangan atau siku), posisi jari membuka menyerupai mangkuk saat passing atas, serta keberhasilan melambungkan bola servis melewati net ke bidang lapangan lawan minimal 3 kali berhasil dari 5 kesempatan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan konfirmasi gerak di akhir sesi melalui 2 butir pertanyaan lisan: (1) 'Bagaimana posisi siku saat perkenaan passing bawah?' (Acuan jawaban: kedua siku harus lurus dan terkunci rapat, tidak boleh ditekuk); (2) 'Di mana posisi bola sebelum dipukul saat melakukan servis bawah?' (Acuan jawaban: bola dipegang di depan badan setinggi pinggang sebelum dipukul oleh ayunan tangan lurus).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak passing dan servis saat latihan berpasangan dan simulasi permainan 3 lawan 3 menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Gerak Passing (Bawah dan Atas)Lengan sering ditekuk saat passing bawah, perkenaan tidak pada bidang lengan bawah, atau jari menutup saat passing atas sehingga bola tidak terarah secara konsisten.Mampu melakukan passing bawah dan atas dengan posisi lengan yang benar tetapi arah pantulan bola masih sering melenceng dan belum stabil dalam 1-2 sentuhan.Mampu menerapkan gerak passing bawah (lengan lurus rapat) dan passing atas (jari mangkuk) secara terkontrol mengarahkan bola ke teman seregu minimal 3 kali berturut-turut dalam situasi latihan/gerak.Mampu menerapkan gerak passing bawah dan atas secara konsisten, stabil, dan akurat mengarahkan bola ke sasaran dalam berbagai situasi gerak permainan modifikasi secara mandiri.
Keterampilan Gerak Servis (Bawah dan/atau Atas)Pukulan servis tidak mencapai net atau melenceng keluar lapangan dalam lebih dari 3 kali percobaan dari total 5 kesempatan.Mampu melakukan servis dengan ayunan lengan lurus, namun hanya 1-2 kali bola berhasil menyeberangi net dan masuk ke area permainan lawan dari 5 kesempatan.Mampu menerapkan keterampilan servis bawah atau servis atas dengan teknik ayunan yang tepat dan bola menyeberangi net masuk ke area lawan minimal 3 dari 5 kali percobaan.Mampu menerapkan keterampilan servis bawah dan atas secara akurat dan konsisten mengarahkan bola menyeberangi net ke area kosong lawan minimal 4-5 kali percobaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan berpasangan dan simulasi permainan 3 lawan 3 cukup memadai bagi seluruh murid untuk mencoba keterampilan gerak?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan bola modifikasi dalam membantu murid yang mengalami kendala kekuatan pukulan servis atau rasa sakit di lengan saat passing?

Murid:

  • Bagian mana dari gerakan lengan saat melakukan passing bawah yang masih terasa kaku atau belum stabil?
  • Apa yang perlu saya sesuaikan pada ayunan tangan dan posisi berdiri agar servis saya dapat menyeberangi net dengan terarah?

Pertemuan 2 — Menerapkan Keterampilan Gerak Smes dan Bendungan dalam Situasi Gerak Permainan Bola Voli — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.2.2 Menerapkan keterampilan gerak smes dan bendungan dalam situasi gerak permainan bola voli

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan keterampilan gerak spesifik smes dan bendungan (blocking) dalam situasi gerak permainan bola voli (2 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis berorientasi gerak tungkai dan bahu (stretching, lari zig-zag, melompat meraih sasaran atas), dilanjutkan asesmen awal diagnostik melalui peragaan tanpa bola (footwork smes dan loncatan bendungan di depan net) untuk memetakan kesiapan gerak dasar (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai konsep mekanika 4 tahapan smes (awalan 2-3 langkah, tolakan dua kaki, ayunan lengan memukul bola di puncak loncatan, dan mendarat mengeper) serta gerak bendungan (posisi siap di dekat net, meloncat lurus vertikal, kedua tangan lurus ke atas menjulur melewati net dengan jari terbuka kokoh) (8 menit).
  • Murid secara berpasangan membedah kartu tugas gerak (task sheet) yang memuat indikator kunci smes dan bendungan, lalu melakukan simulasi bayangan (shadow movement) 5 kali pengulangan smes dan 5 kali bendungan untuk merasakan timing lompatan (7 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berlatih dalam formasi berpasangan: satu murid melambungkan bola dari depan net dan satu murid menerapkan keterampilan smes terarah ke bidang sasaran lapangan kosong, dilakukan bergantian masing-masing 6 kali kesempatan (12 menit).
  • Murid berlatih keterampilan bendungan berpasangan di depan net dalam Modifikasi Permainan 'Block Volleyball': murid kelompok A meloncat mengarahkan bola dorong/pukul pelan di atas net dan murid kelompok B meloncat membendung dengan posisi tangan kokoh menjulur di atas net, bergantian masing-masing 6 kali pengulangan (13 menit).
  • Murid menerapkan kombinasi keterampilan smes dan bendungan dalam permainan tantangan mini 'Smash & Block 3 on 3' di area setengah lapangan ber-net: regu penyerang melakukan passing-umpan-smes terarah, sedangkan regu bertahan menerapkan bendungan di net untuk menghentikan laju bola (prinsip menggembirakan diwujudkan lewat kompetisi poin regu tercepat meraih 10 poin) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul dalam kelompok kecil untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan gerak smes (ketepatan titik pukul bola di atas net) dan bendungan (ketinggian loncatan dan kerapatan tangan membendung) yang baru saja dipraktikkan (4 menit).
  • Murid mengidentifikasi kesulitan gerak yang dialami (seperti timing melompat yang terlalu cepat atau posisi perkenaan tangan saat membendung) dan mendiskusikan penyesuaian teknik yang diperlukan untuk perbaikan pada latihan berikutnya (3 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan (stretching statis anggota tubuh bagian atas dan tungkai) untuk relaksasi denyut nadi dan otot (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran keterampilan gerak smes dan bendungan, lalu memberikan umpan balik korektif secara klasikal berdasarkan observasi performa selama permainan (2 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya (strategi gerak menyerang dan bertahan), mengajak berdoa bersama, dan membubarkan barisan (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bola spon/busa ringan atau menurunkan ketinggian net bagi murid yang masih kesulitan menjangkau lompatan di atas net standar.
  • Proses: Murid yang sudah terampil diberikan variasi bola umpan acak (umpan tinggi dan semi-cepat) untuk smes serta latihan bendungan bergerak (lateral slide block), sedangkan murid yang sedang berkembang melakukan smes dari bola gantung statis dan bendungan diam di tempat.
  • Produk: Penilaian performa dinilai berdasarkan ketepatan tahapan mekanika gerak sesuai fase kesiapan masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik peragaan gerak spesifik tanpa bola di depan net: (1) Langkah awalan 2-3 langkah dilanjutkan tolakan dua kaki melompat ke atas dengan ayunan satu lengan memukul bola imajiner dan mendarat mengeper (acuan: tolakan dua kaki bertumpu seimbang, lengan mengayun penuh di atas kepala, mendarat dengan lutut mengeper); (2) Gerakan bendungan di depan net (acuan: loncatan vertikal tegak lurus, kedua lengan terangkat lurus ke atas dengan jari-jari terbuka menghadap ke depan/daerah seberang, mendarat dengan kedua kaki lentur).

Proses:

  • Asesmen performa tugas gerak smes berpasangan: Guru mengamati 4 komponen gerak (awalan, tolakan, perkenaan bola telapak tangan terbuka di titik tertinggi, pendaratan dua kaki mengeper). Acuan ketuntasan: murid memenuhi minimal 3 dari 4 komponen tersebut.
  • Asesmen performa tugas gerak bendungan (Block Volleyball): Guru mengamati 4 komponen gerak (posisi awal di depan net, loncatan vertikal tanpa menyentuh net, kedua tangan lurus ke atas menjulur dengan jari terbuka rapat menahan laju bola, pendaratan seimbang). Acuan ketuntasan: murid memenuhi minimal 3 dari 4 komponen tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan konfirmasi di akhir sesi: Murid secara acak (atau berpasangan) memperagakan posisi kontak tangan saat smes (telapak tangan terbuka melingkupi bagian atas bola) dan posisi tangan saat bendungan (kedua tangan lurus menjulur menyeberang net dengan jari meregang kokoh) (acuan: kontak smes memukul bagian atas-belakang bola agar arah bola menukik, posisi bendungan kedua telapak tangan aktif menghadap ke bawah/lapangan lawan tanpa menyentuh jaring net).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak smes (awalan, tolakan, perkenaan memukul, mendarat) menggunakan lembar checklist performa
  • Observasi unjuk kerja gerak bendungan (posisi siap, loncatan vertikal, posisi kedua tangan membuka di atas net, mendarat) menggunakan lembar checklist performa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Smes (Spike)Melakukan gerakan smes dengan awalan tidak teratur, menolak hanya dengan satu kaki, perkenaan tangan tidak tepat memukul bola, dan mendarat kaku/hilang keseimbangan.Melakukan gerakan smes dengan awalan dan tolakan dua kaki yang cukup baik, namun kontak tangan memukul bola masih di bawah ketinggian net atau pendaratan belum mengeper.Menerapkan keterampilan gerak smes secara runtut (awalan teratur, tolakan dua kaki seimbang, memukul bola di atas net dengan telapak tangan terbuka, dan mendarat mengeper) dalam situasi latihan dan permainan.Menerapkan keterampilan gerak smes secara konsisten, kuat, dan akurat mengarahkan bola menukik ke area sasaran kosong lawan dengan transisi mendarat mengeper yang sangat stabil.
Penerapan Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking)Melakukan bendungan dengan lompatan terlambat atau menjauh dari net, kedua tangan tidak terangkat lurus ke atas atau jari-jemari lemas sehingga bola mudah menembus.Melakukan bendungan dengan meloncat di depan net, namun kedua tangan belum menjulur aktif ke atas net atau posisi tubuh sering menyentuh net (net touch).Menerapkan keterampilan gerak bendungan secara tepat (loncatan vertikal seimbang, kedua tangan lurus ke atas menjulur melintasi net dengan jari terbuka kokoh, mendarat aman tanpa menyentuh net) dalam situasi latihan dan permainan.Menerapkan keterampilan gerak bendungan secara konsisten dengan penyesuaian waktu loncatan (timing) yang presisi terhadap pukulan lawan, efektif menutup ruang serang lawan dan mendarat seimbang sempurna.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu dan intensitas latihan smes dan bendungan dalam permainan modifikasi berjalan efektif serta aman bagi keselamatan murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi timing loncatan saat melakukan bendungan dan memukul bola saat smes?

Murid:

  • Bagian mana dari gerakan smes atau bendungan yang terasa paling menantang untuk diselaraskan saat bola melambung?
  • Bagaimana kerja sama dan pengaturan posisi dengan rekan satu tim membantumu berhasil melakukan bendungan di depan net?

Pertemuan 3 — Memperagakan dan Membuktikan Strategi Gerak Menyerang dan Bertahan serta Menginvestigasi Modifikasi Peraturan Permainan Bola Voli — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.2.3 Memperagakan strategi gerak menyerang dan bertahan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak permainan bola voli
  • TP 9.2.4 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak permainan bola voli yang berbeda
  • TP 9.2.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam permainan bola voli
  • TP 9.2.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam permainan bola voli

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid, mengucapkan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di lapangan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3: memperagakan strategi menyerang dan bertahan, membuktikan efektivitas strategi, menginvestigasi modifikasi peraturan fair play dan inklusif, serta menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi regu (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang dikombinasikan dengan permainan pengkondisian kelincahan reaksi berpindah posisi dalam formasi lapangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak dan mengidentifikasi 2 skenario strategi taktis yang dicontohkan guru: (Skenario A) Strategi bertahan formasi W (5 pemain menerima servis/serangan, 1 pengumpan di posisi depan-tengah) dan (Skenario B) Strategi menyerang pola 3 sentuhan terencana (penerimaan passing bawah terarah ke setter, umpan lambung passing atas ke posisi terbuka, dan penempatan bola/serangan ke area kosong lawan) (7 menit).
  • Dalam kelompok regu (masing-masing 4-6 murid), murid menganalisis 2 opsi modifikasi peraturan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif: Aturan 1 (Wajib minimal 3 sentuhan oleh pemain berbeda sebelum bola diseberangkan) dan Aturan 2 (Rotasi servis wajib dilakukan oleh setiap anggota regu secara bergantian) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap regu memperagakan strategi gerak menyerang (3 sentuhan terencana) dan strategi gerak bertahan (pembagian zona penjagaan formasi W) dalam simulasi permainan 4 vs 4 di setengah lapangan (10 menit).
  • Murid dalam regu menguji dan membuktikan strategi mana yang paling efektif dalam 2 situasi berbeda: (Situasi 1: menghadapi servis datar cepat lawan -> pembuktian efektivitas kesiapan formasi passing bawah regu; Situasi 2: mengembalikan bola tanggung lawan -> pembuktian efektivitas penempatan bola terarah ke bidang kosong lawan), dipandu oleh kapten regu yang memimpin pembagian peran dan pengambilan keputusan posisi pemain (15 menit).
  • Murid mengaplikasikan modifikasi peraturan fair play dan partisipasi inklusif dalam pertandingan mini yang menyenangkan dan kompetitif, memastikan setiap pemain terlibat aktif dalam rotasi dan operan bola (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Secara berkelompok, murid menginvestigasi dan mendiskusikan hasil penerapan modifikasi aturan: apakah aturan minimal 3 sentuhan terbukti meningkatkan partisipasi seluruh anggota dan menjaga sportivitas regu, serta mencatat keputusan taktik yang berhasil membuktikan pertahanan kokoh (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan bersama untuk melemaskan otot-otot tungkai dan lengan serta mengatur ritme pernapasan (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis observasi terhadap peragaan strategi, pembuktian efektivitas taktis di lapangan, kepatuhan fair play pada modifikasi aturan, dan kolaborasi kepemimpinan regu (4 menit).
  • Guru menutup sesi dengan doa penutup, mengingatkan persiapan festival simulasi pertandingan di pertemuan berikutnya, dan membubarkan barisan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar skema formasi taktis (formasi bertahan W dan pola serangan 3 sentuhan) dengan diagram visual posisi pemain untuk regu yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Regu yang berkembang cepat diberikan variasi situasi bola serangan yang lebih dinamis dan cepat dari regu lawan, sedangkan regu yang masih berproses diberikan simulasi lambungan bola terkontrol dari guru sebelum menghadapi serangan lawan langsung.
  • Produk: Pengambilan keputusan kelompok dibuktikan melalui eksekusi pembagian zona posisi bertahan dan pola 3 sentuhan nyata di lapangan permainan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman posisi gerak: 'Dalam permainan bola voli, di mana area paling rentan terkena bola jatuh jika pemain bertahan menumpuk di depan?' (Acuan jawaban: Area belakang lapangan dan celah antar-pemain di garis samping; penataan posisi bertahan harus menyebar mengisi zona depan dan belakang secara seimbang).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memperagakan strategi gerak: Mengamati ketepatan pembagian zona bertahan formasi W (posisi pemain menyebar tidak bertabrakan) dan pola serangan (minimal 2 sampai 3 sentuhan terencana sebelum menyeberang net).
  • Observasi proses kolaborasi dan investigasi modifikasi aturan: Mengamati apakah kapten dan anggota kelompok menerapkan aturan minimal 3 sentuhan pemain berbeda serta memberikan kesempatan servis merata kepada seluruh anggota tanpa diskriminasi.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil investigasi dan refleksi regu di akhir sesi inti: Setiap kapten regu menyampaikan 1 bukti taktik bertahan yang efektif (acuan: pemain segera bersiap rendah mengisi celah tengah/garis belakang) dan 1 dampak modifikasi peraturan terhadap fair play (acuan: aturan wajib 3 pemain menyentuh bola membuat pemain yang belum mahir tetap aktif terlibat dan saling percaya).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja peragaan strategi gerak bertahan dan menyerang selama simulasi permainan.
  • Cek pemahaman lisan dan pencatatan lembar observasi mengenai pembuktian efektivitas taktik serta investigasi modifikasi aturan partisipasi inklusif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Strategi Gerak Menyerang dan Bertahan (TP 9.2.3)Belum mampu memperagakan posisi bertahan maupun pola serangan terencana; posisi pemain menumpuk tanpa pembagian area.Memperagakan strategi gerak bertahan atau menyerang namun masih kaku dan sering terjadi perebutan bola antar-anggota dalam satu regu.Memperagakan strategi gerak bertahan formasi W dan serangan 3 sentuhan secara tepat sesuai pembagian zona tugas lapangan.Memperagakan strategi gerak bertahan dan pola serangan secara konsisten, luwes, dan responsif terhadap pergerakan arah bola lawan secara mandiri.
Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak (TP 9.2.4)Belum mampu menentukan maupun membuktikan strategi yang efektif saat menghadapi situasi gerak servis atau serangan lawan yang berbeda.Mampu mencoba strategi berbeda namun belum konsisten membuktikan efektivitas penempatan bola dan penutupan ruang kosong.Mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif (menutup celah pada formasi bertahan dan menempatkan bola di area kosong saat menyerang) dalam 2 situasi gerak permainan yang berbeda.Membuktikan strategi gerak yang paling efektif secara konsisten dan cepat beradaptasi membalikkan situasi permainan dalam berbagai variasi serangan lawan.
Investigasi Modifikasi Peraturan Fair Play dan Inklusif (TP 9.2.5)Belum mematuhi modifikasi aturan; permainan didominasi pemain tertentu tanpa memedulikan partisipasi teman seregu.Menerapkan modifikasi aturan permainan jika terus diingatkan oleh guru atau teman.Menginvestigasi dan menerapkan modifikasi peraturan (aturan 3 sentuhan berbeda dan rotasi giliran) secara konsisten yang mendukung fair play dan partisipasi aktif seluruh teman.Menginvestigasi secara mendalam modifikasi peraturan, mengevaluasi dampaknya terhadap keadilan bermain, dan secara mandiri memastikan seluruh anggota regu berpartisipasi setara.
Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok (TP 9.2.6)Belum menunjukkan kolaborasi; anggota bermain sendiri-sendiri tanpa komunikasi dan pengambilan keputusan bersama.Menunjukkan kolaborasi saat diarahkan kapten, namun pengambilan keputusan regu masih sering terhambat.Menerapkan kepemimpinan yang suportif, berkolaborasi aktif antar-pemain, dan mengambil keputusan penempatan posisi kelompok secara mufakat.Menerapkan kepemimpinan yang memberdayakan seluruh anggota, berkolaborasi solid dalam komunikasi lapangan, dan mengambil keputusan taktis cepat yang disepakati bersama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu permainan modifikasi cukup memberi ruang bagi setiap murid untuk membuktikan strategi bertahan dan menyerang?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang kurang percaya diri saat aturan modifikasi wajib 3 sentuhan diterapkan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika regumu berhasil mempertahankan area pertahanan dari bola serangan lawan melalui kerja sama tim?
  • Apakah modifikasi peraturan yang disepakati membuat permainan menjadi lebih adil dan menyenangkan bagi semua anggota kelompok?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.2.1 Menerapkan keterampilan gerak passing dan servis dalam situasi gerak permainan bola voli
  • TP 9.2.2 Menerapkan keterampilan gerak smes dan bendungan dalam situasi gerak permainan bola voli
  • TP 9.2.3 Memperagakan strategi gerak menyerang dan bertahan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak permainan bola voli
  • TP 9.2.4 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak permainan bola voli yang berbeda
  • TP 9.2.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam permainan bola voli
  • TP 9.2.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam permainan bola voli

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik melalui pemanasan dinamis terstruktur (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab bola voli, menjelaskan sistem rotasi festival simulasi pertandingan 4 regu di 2 lapangan, serta kriteria lembar investigasi peraturan inklusif (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan alur unjuk kerja simulasi pertandingan beregu (Tugas 1, 60 menit) dan pengisian lembar kerja investigasi modifikasi peraturan fair play (Tugas 2, dinilai terintegrasi/dilanjutkan pada alokasi khusus) serta pembagian 4 regu (Regu A, B, C, D) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid melaksanakan festival simulasi pertandingan bola voli modifikasi 4 regu pada 2 lapangan serentak (Babak 1: Regu A vs B di Lapangan 1, Regu C vs D di Lapangan 2 @10 menit; jeda rotasi 5 menit; Babak 2: Regu A vs C di Lapangan 1, Regu B vs D di Lapangan 2 @10 menit; jeda rotasi 5 menit; Babak 3 penentuan efektivitas strategi @10 menit; jeda rekap 5 menit; total permainan bersih dan rotasi 45 menit), di mana setiap murid menerapkan keterampilan passing bawah/atas, servis bawah/atas, smes, dan bendungan, serta memperagakan taktik menyerang-bertahan, kepemimpinan, dan kolaborasi (45 menit).
  • Tugas 2: Murid secara berkelompok dalam regunya berdiskusi dan mengisi lembar kerja investigasi modifikasi peraturan inklusif untuk membuktikan efektivitas 3 aturan modifikasi: (1) Wajib minimal 2 sentuhan sebelum menyeberang net; (2) Rotasi servis merata ke semua pemain tanpa kecuali; (3) Zona servis disesuaikan kemampuan gerak; lalu menyimpulkan dampaknya terhadap fair play dan partisipasi inklusif (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap perwakilan regu menyerahkan lembar investigasi dan menyampaikan secara ringkas 1 bukti strategi bertahan/menyerang paling efektif yang berhasil diterapkan regunya selama simulasi pertandingan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi pendinginan (cooling down) untuk pemulihan fisik murid serta mereviu pelaksanaan asesmen sumatif Bab 2 (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas sportivitas seluruh regu, mengumpulkan lembar asesmen, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses berupa penyediaan bola voli standar dan bola voli spon/busa bertekanan rendah yang dapat dipilih regu tanpa mengubah kriteria penilaian keterampilan gerak.
  • Proses: Akomodasi akses berupa penyesuaian jarak garis servis (garis standar 9 meter atau garis maju 6 meter) bagi murid yang membutuhkan penyesuaian kekuatan tanpa mengubah standar capaian keberhasilan servis masuk area lawan.
  • Produk: Format pengisian lembar kerja investigasi disediakan dalam bentuk tabel isian berstruktur dengan panduan panduan indikator yang jelas bagi semua kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan fisik dan pemahaman petunjuk teknis simulasi pertandingan modifikasi sebelum memulai asesmen sumatif.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar pengamatan unjuk kerja pertandingan untuk merekam eksekusi passing, servis, smes, bendungan, dan pengambilan keputusan strategi taktik regu.

Sumatif Bab:

  • Festival simulasi pertandingan bola voli modifikasi dan diskusi reflektif regu: Kinerja penerapan keterampilan passing, servis, smes, dan bendungan, efektivitas strategi penyerangan-pertahanan, kepemimpinan dan kolaborasi dalam bertanding, serta lembar evaluasi investigasi modifikasi peraturan fair play dan partisipasi inklusif
  • unjuk kerja simulasi pertandingan beregu: Kinerja tim dalam mengeksekusi passing (bawah/atas), servis, smes, dan bendungan saat situasi bermain nyata, penerapan taktik menyerang-bertahan yang terbukti efektif menghasilkan poin/antisipasi serangan, serta tindakan kepemimpinan, kolaborasi regu, dan pengambilan keputusan cepat selama pertandingan mini 4 regu berotasi (2 lapangan serentak, 2 babak @10 menit per partai) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi perilaku taktik-kolaborasi)
  • diskusi kelompok dan pengisian lembar investigasi: Lembar kerja refleksi hasil investigasi kelompok mengenai modifikasi peraturan (misalnya pembatasan sentuhan, rotasi inklusif, atau penyesuaian servis) yang telah diuji coba untuk menjamin prinsip fair play dan keterlibatan aktif seluruh anggota regu tanpa diskriminasi (20 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi investigasi modifikasi peraturan inklusif)

Sumatif:

  • Festival simulasi pertandingan bola voli modifikasi dan diskusi reflektif regu: Kinerja penerapan keterampilan passing, servis, smes, dan bendungan, efektivitas strategi penyerangan-pertahanan, kepemimpinan dan kolaborasi dalam bertanding, serta lembar evaluasi investigasi modifikasi peraturan fair play dan partisipasi inklusif
  • unjuk kerja simulasi pertandingan beregu: Kinerja tim dalam mengeksekusi passing (bawah/atas), servis, smes, dan bendungan saat situasi bermain nyata, penerapan taktik menyerang-bertahan yang terbukti efektif menghasilkan poin/antisipasi serangan, serta tindakan kepemimpinan, kolaborasi regu, dan pengambilan keputusan cepat selama pertandingan mini 4 regu berotasi (2 lapangan serentak, 2 babak @10 menit per partai) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan lembar observasi perilaku taktik-kolaborasi)
  • diskusi kelompok dan pengisian lembar investigasi: Lembar kerja refleksi hasil investigasi kelompok mengenai modifikasi peraturan (misalnya pembatasan sentuhan, rotasi inklusif, atau penyesuaian servis) yang telah diuji coba untuk menjamin prinsip fair play dan keterlibatan aktif seluruh anggota regu tanpa diskriminasi (20 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi investigasi modifikasi peraturan inklusif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Keterampilan Gerak Passing dan Servis (TP 9.2.1)Melakukan passing dan servis tetapi bola tidak pernah terarah ke sasaran atau tidak melewati net dalam situasi permainan nyata.Menerapkan passing (bawah/atas) dan servis masuk ke area permainan lawan secara tepat pada 1-2 kesempatan dalam pertandingan.Menerapkan passing (bawah/atas) dan servis masuk ke area permainan lawan secara konsisten dan terarah pada 3-4 kesempatan reli pertandingan.Menerapkan passing (bawah/atas) dan servis masuk secara tepat, terarah, dan konsisten pada 5 kesempatan reli atau lebih sepanjang pertandingan.
Penerapan Keterampilan Gerak Smes dan Bendungan (TP 9.2.2)Melakukan awalan atau loncatan smes dan bendungan tetapi tidak menyentuh bola atau bola selalu membentur net/keluar lapangan.Menerapkan smes menyeberang net ke area lawan atau bendungan menghalau bola pada 1 kesempatan situasi bermain.Menerapkan smes menyeberang net dan bendungan menghalau bola secara tepat pada 2 kesempatan situasi bermain.Menerapkan smes menukik ke area kosong lawan dan bendungan efektif memblokir/mengurangi laju bola pada 3 kesempatan atau lebih secara konsisten.
Peragaan dan Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak (TP 9.2.3 & 9.2.4)Belum memperagakan koordinasi serangan maupun pola pertahanan, posisi pemain bergerombol mengikuti bola.Memperagakan salah satu pola (menyerang atau bertahan) namun belum efektif menghasilkan poin atau mengantisipasi bola lawan.Memperagakan strategi menyerang (umpan-smes) dan bertahan (bendungan-passing cover) yang terbukti efektif menghasilkan poin atau mematahkan serangan lawan pada situasi gerak permainan.Memperagakan dan membuktikan efektivitas kombinasi variasi strategi penyerangan dan pertahanan posisi secara adaptif pada berbagai situasi gerak permainan yang berbeda.
Investigasi Modifikasi Peraturan Fair Play dan Inklusif (TP 9.2.5)Lembar investigasi belum terisi atau analisis dampak aturan modifikasi tidak berkaitan dengan fair play dan keterlibatan anggota.Menginvestigasi dan menjelaskan dampak modifikasi peraturan hanya pada 1 aturan modifikasi secara tepat sesuai acuan dampak inklusivitas.Menginvestigasi dan menjelaskan dampak modifikasi peraturan pada 2 aturan modifikasi secara tepat sesuai acuan dampak keterlibatan aktif dan fair play.Menginvestigasi dan menjelaskan secara komprehensif dampak seluruh 3 aturan modifikasi (minimal 2 sentuhan, rotasi servis merata, penyesuaian zona servis) yang terbukti mendukung fair play dan partisipasi inklusif seluruh anggota.
Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan (TP 9.2.6)Bermain individual, tidak berkomunikasi dalam panggilan bola, dan tidak menunjukkan peran kolaborasi tim.Menunjukkan komunikasi verbal singkat saat menerima bola tetapi belum konsisten dalam pembagian peran kelompok.Menerapkan kolaborasi aktif melalui panggilan bola ('saya/kamu'), berbagi peran rotasi posisi, dan mengambil keputusan cepat saat reli berlangsung.Menerapkan kepemimpinan positif dalam mengarahkan posisi rekan, berkolaborasi secara solid di lapangan, dan mengambil keputusan taktis yang tepat secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 60 menit simulasi pertandingan dan 20 menit diskusi lembar investigasi berjalan sesuai rencana?
  • Bagaimana ketercapaian seluruh murid kelas 9 dalam mengeksekusi 4 keterampilan gerak dasar dan nilai fair play pada festival bola voli modifikasi?

Murid:

  • Keterampilan gerak apa (passing, servis, smes, atau bendungan) yang paling berhasil saya terapkan untuk membantu regu saat bertanding tadi?
  • Bagaimana aturan modifikasi pertandingan membantu seluruh teman dalam regu saya ikut terlibat aktif menyentuh bola?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas IX SMP/MTs
  3. Bola voli standar dan bola voli busa/spon modifikasi
  4. Net dan tiang bola voli, lapangan bola voli sekolah, serta peluit dan cone/pembatas
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek RI, 2022.
  6. Buku Teks Siswa PJOK Kelas IX SMP/MTs, Kemendikbudristek RI.
  7. Lapangan bola voli, net bola voli (dengan tali/tiang yang dapat disesuaikan), bola voli standar dan bola voli busa/spon, peluit, stopwatch, dan kartu tugas gerak (task sheet).
  8. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
  9. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek
  10. Bola voli (atau bola sejenis/bola busa/bola plastik bertiup)
  11. Lapangan bola voli / lapangan serbaguna sekolah dan net/tali pembatas
  12. Corong (cones) penanda zona dan peluit
  13. Lembar panduan strategi formasi gerak regu
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek
  15. Buku Siswa PJOK Kelas IX SMP, Kemendikbudristek
  16. Lapangan bola voli sekolah (2 lapangan modifikasi), net/tali voli, peluit, stopwatch, bola voli standar, bola voli spon/busa, task sheet/lembar kerja investigasi regu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.