MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik dalam Permainan Sepak Bola INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif: Unjuk Kerja Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik dalam Permainan Sepak Bola |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat memperagakan strategi dan kombinasi gerak spesifik permainan sepak bola (menendang/mengumpan, menghentikan, menggiring, menyundul, melempar bola ke dalam, dan menjaga gawang) secara terpadu dalam situasi permainan yang sesungguhnya sebagai bukti capaian keterampilan gerak.
- Murid dapat menunjukkan kepemimpinan, kerja sama, dan sportivitas (fair play) dalam permainan sepak bola beregu sebagai wujud penerapan nilai-nilai aktivitas jasmani.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Dari semua teknik gerak spesifik sepak bola yang sudah kamu pelajari, mana yang menurutmu paling sulit dikombinasikan dalam situasi permainan nyata, dan mengapa?
- Apa perbedaan antara berlatih gerak secara terpisah dengan memperagakannya dalam pertandingan sesungguhnya? Apa tantangan terbesarnya?
- Bagaimana sikap seorang pemain yang sportif ketika timnya kalah atau ketika keputusan wasit tidak menguntungkan? Mengapa sikap itu penting?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid di lapangan, memimpin baris dan berdoa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan memastikan murid dalam kondisi sehat dan siap mengikuti asesmen sumatif (2 menit).
- Asesmen Awal (Diagnostik Singkat): Guru mengajukan 1–2 pertanyaan lisan kepada 3–4 murid secara acak — 'Sebutkan satu kombinasi gerak yang akan kamu peragakan hari ini dan bagaimana strateginya?' — untuk memetakan kesiapan kognitif sebelum unjuk kerja (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: 'Hari ini kalian akan memperagakan kemampuan terbaik kalian dalam permainan sepak bola sesungguhnya. Ini bukan sekadar tes, tapi kesempatan kalian menunjukkan sejauh mana kalian sudah berkembang.' (2 menit).
- Guru menjelaskan mekanisme asesmen sumatif unjuk kerja: format permainan, aspek yang dinilai (keterampilan gerak dan nilai/sikap), serta kriteria level capaian secara transparan (3 menit).
- Murid melakukan pemanasan mandiri terarah: jogging keliling lapangan 2 putaran, dilanjutkan peregangan statis dan dinamis pada otot tungkai, pinggul, dan bahu, dipimpin oleh murid yang ditunjuk secara bergantian (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengingatkan kembali rubrik penilaian unjuk kerja secara ringkas: aspek teknik gerak spesifik (menendang/mengumpan, menghentikan, menggiring, menyundul, melempar bola ke dalam, menjaga gawang) dan aspek nilai sikap (kepemimpinan, kerja sama, fair play). Rubrik ditampilkan di papan/karton yang dibawa ke lapangan agar semua murid dapat membaca (3 menit).
- Murid diberi waktu 3 menit untuk membaca rubrik, berdiskusi singkat dalam kelompok tim masing-masing tentang strategi yang akan diterapkan, dan menentukan posisi bermain sesuai kesepakatan tim (3 menit).
- Guru mempersilakan murid bertanya apabila ada kriteria penilaian yang belum dipahami, lalu mengkonfirmasi pemahaman bersama (2 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi menjadi dua tim berimbang (disesuaikan jumlah peserta). Jika murid berjumlah ganjil, satu peserta bertindak sebagai pencatat/pengamat bergilir dan mendapat giliran bermain pada babak berikutnya (1 menit).
- Permainan sepak bola sesungguhnya dimulai menggunakan setengah lapangan atau lapangan penuh sesuai ketersediaan. Durasi permainan: 2 babak @ 10 menit dengan istirahat 3 menit. Peraturan standar berlaku dengan modifikasi minimal (ukuran gawang, jumlah pemain) disesuaikan kondisi lapangan (23 menit).
- Selama permainan, guru bergerak aktif mengamati dan mencatat performa setiap murid menggunakan lembar observasi/rubrik. Guru menilai aspek: (a) teknik menendang/mengumpan — ketepatan arah dan kekuatan, (b) teknik menghentikan bola — kontrol dan stabilitas tubuh, (c) teknik menggiring — kelancaran dan perubahan arah, (d) menyundul bola — keberanian dan arah sundulan, (e) melempar bola ke dalam — teknik lemparan bahu dua tangan, (f) menjaga gawang — posisi, antisipasi, dan penyelamatan, (g) kepemimpinan di lapangan — komunikasi arahan kepada rekan, (h) kerja sama — passing bermakna, membuka ruang, membantu rekan, (i) sportivitas — respons terhadap keputusan wasit, sikap setelah gol maupun kebobolan (23 menit, berjalan bersamaan dengan permainan).
- Pada saat jeda (istirahat babak), guru memberikan umpan balik singkat berbasis observasi kepada masing-masing tim — bukan menghakimi, melainkan mengarahkan: 'Tim A, perhatikan kombinasi menggiring dan mengumpan agar lebih efektif di babak kedua.' (3 menit).
- Murid yang belum mendapat giliran bermain (jika ada) bertindak sebagai pengamat dan mencatat 2 hal positif dan 1 hal yang perlu diperbaiki dari teman mereka menggunakan lembar observasi sederhana yang disiapkan guru — melatih penalaran kritis dan komunikasi (berjalan selama permainan).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah permainan selesai, murid duduk melingkar di lapangan. Guru memfasilitasi diskusi refleksi kelompok selama 5 menit dengan pertanyaan pemandu: 'Kombinasi gerak apa yang berhasil kamu peragakan dengan baik tadi? Gerakan mana yang masih perlu kamu tingkatkan? Bagaimana kerja sama timmu tadi?' (5 menit).
- Setiap murid mengisi kartu refleksi diri (self-assessment) yang disiapkan guru: menilai diri sendiri pada 3 aspek teknik gerak dan 2 aspek nilai sikap menggunakan skala 1–4 yang selaras dengan rubrik penilaian guru, serta menuliskan satu target perbaikan konkret ke depan (5 menit).
- Dua atau tiga murid secara sukarela berbagi hasil refleksi mereka kepada kelas — guru merespons dengan afirmasi dan penguatan yang spesifik (2 menit).
Penutup:- Guru memimpin pendinginan: peregangan statis ringan seluruh tubuh selama 3 menit, dipandu oleh satu murid yang ditunjuk (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan usaha semua murid — bukan hanya yang berprestasi tinggi, tetapi juga yang menunjukkan perkembangan dan sportivitas (2 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum hasil observasi hari ini: tren positif yang terlihat dan satu area pengembangan kolektif untuk diperhatikan ke depan (2 menit).
- Guru menginformasikan hasil asesmen sumatif akan dikembalikan secara individual pada pertemuan berikutnya beserta catatan perkembangan masing-masing murid (1 menit).
- Murid diminta untuk mengembalikan alat dan membereskan lapangan bersama-sama sebagai wujud kerja sama dan tanggung jawab (2 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang menguasai semua teknik dasar dengan baik (cepat) dapat diberikan tantangan tambahan: diminta menjadi kapten tim dan memimpin strategi serangan/bertahan. Murid yang masih kesulitan pada teknik tertentu (lambat) tidak dibebani ekspektasi khusus pada teknik tersebut — fokus penilaian diarahkan pada teknik yang sudah dikuasai dan sikap bermain.
- Proses: Selama permainan, guru dapat memposisikan murid yang membutuhkan dukungan lebih di posisi yang memberi peluang lebih banyak untuk bersentuhan dengan bola (contoh: gelandang tengah, bukan penjaga gawang penuh waktu) sehingga mereka tetap aktif dan dapat dinilai. Murid yang sudah sangat terampil dapat diminta mengisi posisi yang lebih menantang (penjaga gawang, striker) untuk memperagakan kombinasi gerak yang lebih kompleks.
- Produk: Murid yang memiliki keterbatasan fisik tertentu dapat memperagakan keterampilan gerak dalam bentuk yang disesuaikan (contoh: lemparan ke dalam dari posisi duduk, atau menggiring bola dengan jarak lebih pendek) tanpa mengurangi esensi asesmen. Kartu refleksi diri dapat diisi secara lisan kepada guru bagi murid yang mengalami kesulitan menulis.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada 3–4 murid secara acak di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu kombinasi gerak yang akan kamu peragakan hari ini dan bagaimana cara kamu akan melakukannya dalam permainan?' — untuk memetakan pemahaman awal dan kesiapan unjuk kerja sebelum permainan dimulai.
- Guru memperhatikan respons murid saat membaca rubrik di awal kegiatan inti (tahap Memahami) — apabila banyak murid tampak bingung, guru menjelaskan ulang kriteria secara singkat sebelum permainan dimulai.
Proses:- Observasi terstruktur guru selama permainan menggunakan lembar rubrik per murid: mencatat kemunculan teknik gerak spesifik (menendang/mengumpan, menghentikan, menggiring, menyundul, melempar ke dalam, menjaga gawang) dan indikator nilai sikap (kepemimpinan, kerja sama, fair play).
- Umpan balik lisan antarbabak: guru memberikan komentar spesifik yang berorientasi perbaikan kepada setiap tim saat jeda istirahat babak.
- Penilaian sejawat: murid pengamat mencatat 2 hal positif dan 1 hal yang perlu diperbaiki dari performa teman menggunakan lembar observasi sederhana yang disediakan guru.
Akhir:- Rekap nilai unjuk kerja individu berdasarkan lembar observasi guru yang diisi selama permainan — menggunakan rubrik 4 level untuk setiap aspek teknik gerak spesifik dan nilai sikap.
- Kartu refleksi diri murid (self-assessment) dikumpulkan dan digunakan guru sebagai data triangulasi untuk melengkapi penilaian akhir serta dasar penyusunan umpan balik individual.
- Guru merangkum hasil asesmen dan menyiapkan umpan balik tertulis individual yang akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya.
Formatif:- Tanya jawab lisan saat pendahuluan untuk memetakan kesiapan murid sebelum unjuk kerja.
- Observasi aktif guru selama permainan menggunakan lembar checklist rubrik per individu.
- Umpan balik lisan antarbabak kepada tim tentang aspek teknik dan kerja sama.
- Penilaian sejawat (peer assessment) oleh murid pengamat menggunakan lembar observasi sederhana.
Sumatif:- Unjuk kerja individu dalam situasi permainan sepak bola sesungguhnya (game performance assessment) yang dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek keterampilan gerak spesifik dan nilai sikap.
- Penilaian diri (self-assessment) melalui kartu refleksi diri yang diisi murid setelah permainan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Teknik Menendang/Mengumpan | Tendangan/umpan tidak tepat sasaran, teknik kaki dan postur tubuh belum benar, bola sering meleset jauh dari tujuan. | Tendangan/umpan kadang tepat sasaran, teknik mulai terlihat namun belum konsisten, membutuhkan kondisi ideal (tanpa tekanan lawan) untuk berhasil. | Tendangan/umpan tepat sasaran dengan kekuatan memadai secara konsisten dalam sebagian besar situasi permainan, teknik sudah cukup benar. | Tendangan/umpan akurat, bertenaga, dan terarah secara konsisten dalam berbagai situasi permainan termasuk dengan tekanan lawan, teknik sempurna dan terpadu dengan gerakan lain. | | Teknik Menghentikan Bola | Bola tidak dapat dikontrol, sering memantul jauh atau hilang dari penguasaan setelah menerima umpan. | Bola dapat dihentikan pada situasi mudah (bola lambat, tanpa lawan), namun kontrol belum stabil saat bola cepat atau ada tekanan. | Bola dapat dihentikan dan dikontrol dengan baik menggunakan bagian kaki yang tepat dalam sebagian besar situasi permainan. | Bola dihentikan dan dikontrol dengan sangat baik secara konsisten dalam berbagai situasi, termasuk bola udara dan situasi bertekanan tinggi, dilanjutkan dengan tindakan berikutnya yang cepat dan tepat. | | Teknik Menggiring Bola | Bola sulit dikendalikan saat digiring, sering lepas atau direbut lawan dengan mudah, laju dan arah tidak terkontrol. | Dapat menggiring bola lurus tanpa lawan, namun kehilangan kontrol saat berubah arah atau menghadapi tekanan lawan. | Menggiring bola dengan kontrol yang baik, mampu mengubah arah dan kecepatan, sesekali mampu melewati lawan. | Menggiring bola dengan sangat terampil — perubahan arah dan kecepatan mulus, pandangan tidak selalu ke bola, efektif melewati lawan dan menciptakan peluang. | | Teknik Menyundul, Melempar Bola ke Dalam, dan Menjaga Gawang | Sundulan tidak terarah/tidak berani; lemparan ke dalam tidak memenuhi teknik dasar (kaki mengangkat/bola tidak melalui atas kepala); penjaga gawang tidak menunjukkan posisi dan antisipasi yang benar. | Sundulan dapat dilakukan namun arah belum tepat; lemparan ke dalam memenuhi sebagian syarat teknik; penjaga gawang menunjukkan posisi dasar namun reaksi antisipasi lambat. | Sundulan terarah dengan cukup baik; lemparan ke dalam dilakukan dengan teknik yang benar; penjaga gawang menunjukkan posisi, antisipasi, dan penyelamatan yang cukup baik. | Sundulan akurat dan bertenaga; lemparan ke dalam sempurna secara teknik dan strategis; penjaga gawang menunjukkan posisi, membaca permainan, antisipasi, dan penyelamatan yang sangat baik. | | Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim | Tidak menunjukkan inisiatif memimpin, bermain sendiri tanpa berkomunikasi atau bekerja sama dengan rekan satu tim. | Sesekali berkomunikasi dengan rekan, mulai menunjukkan kesadaran untuk bekerja sama, namun belum konsisten dalam memberi arahan atau membuka ruang. | Aktif berkomunikasi, memberi dan menerima umpan secara bermakna, membantu rekan, dan sesekali memberikan arahan taktis yang membangun. | Secara konsisten memimpin tim dengan komunikasi yang jelas dan positif, mengorkestrasi serangan/pertahanan, selalu membuka ruang untuk rekan, dan menjadi motor kerja sama yang efektif. | | Sportivitas (Fair Play) | Menunjukkan reaksi negatif (protes berlebihan, tidak menerima keputusan, tidak menghormati lawan/rekan) secara berulang selama permainan. | Sesekali menunjukkan reaksi negatif namun dapat dikontrol, secara umum menerima keputusan meski tampak kurang ikhlas. | Menerima keputusan wasit/guru dengan baik, menghormati lawan dan rekan, bermain dalam koridor peraturan meski sesekali tampak frustrasi. | Konsisten menunjukkan sikap sportif yang tulus — menerima keputusan dengan lapang, menghargai lawan, tidak protes berlebihan, bahkan mendorong rekan untuk tetap semangat dan fair dalam situasi sulit sekalipun. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup dan setara untuk memperagakan setiap teknik gerak spesifik selama permainan berlangsung?
- Apakah instrumen dan rubrik penilaian yang digunakan sudah cukup jelas, objektif, dan mampu membedakan level capaian antar murid secara adil?
- Bagian mana dari pengelolaan asesmen sumatif hari ini yang berjalan dengan baik, dan apa yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan asesmen serupa ke depan?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup mendukung murid dengan kemampuan berbeda untuk menunjukkan potensi terbaiknya?
- Seberapa efektif umpan balik antarbabak yang saya berikan dalam mendorong perbaikan performa di babak kedua?
Refleksi Murid:- Teknik gerak spesifik mana yang paling berhasil kamu peragakan dalam permainan tadi, dan apa yang membuatnya berhasil?
- Teknik atau aspek permainan mana yang paling sulit bagi kamu? Apa langkah konkret yang akan kamu lakukan untuk meningkatkannya?
- Bagaimana kamu menunjukkan kepemimpinan dan kerja sama dalam tim hari ini? Berikan satu contoh nyata yang kamu ingat.
- Apakah ada momen dalam permainan tadi di mana kamu atau rekanmu menunjukkan sportivitas? Ceritakan situasinya.
- Setelah menilai diri sendiri hari ini, apa satu hal yang paling ingin kamu kembangkan dalam bermain sepak bola ke depannya?
SUMBER BELAJAR- Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX. Kemdikbudristek. ISBN 978-602-244-576-0.
- Capaian Pembelajaran PJOK Fase D — Elemen Terampil Bergerak dan Belajar Melalui Gerak (Kemdikbudristek, 2022).
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Versi Pembelajaran Mendalam — Kemdikbudristek, 2025.
- Bola sepak (minimal 2 buah, disesuaikan jumlah murid).
- Gawang sepak bola (standar atau modifikasi — 2 buah).
- Lapangan sepak bola atau area bermain yang memadai (setengah atau penuh lapangan).
- Cone/marker lapangan untuk batas area permainan (8–12 buah).
- Rompi/bib pembeda tim (2 warna, minimal 1 set).
- Lembar observasi/rubrik penilaian unjuk kerja (disiapkan guru, 1 lembar per murid).
- Kartu refleksi diri murid (disiapkan guru, 1 lembar per murid).
- Lembar observasi peer assessment sederhana untuk murid pengamat.
- Papan tulis kecil/karton untuk menampilkan rubrik di lapangan.
- Peluit (untuk guru/wasit).
- Stopwatch/timer.
- Alat tulis (bolpoin/spidol untuk pengisian lembar observasi).
|