Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Kombinasi Gerak Spesifik dalam Modifikasi Permainan Sepak Bola serta Penerapan Fair Play dan Gaya Hidup Aktif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Kombinasi Gerak Spesifik dalam Modifikasi Permainan Sepak Bola serta Penerapan Fair Play dan Gaya Hidup Aktif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Kombinasi Gerak Spesifik dalam Modifikasi Permainan Sepak Bola serta Penerapan Fair Play dan Gaya Hidup Aktif

PJOK - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Kombinasi Gerak Spesifik dalam Modifikasi Permainan Sepak Bola serta Penerapan Fair Play dan Gaya Hidup Aktif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKombinasi Gerak Spesifik dalam Modifikasi Permainan Sepak Bola serta Penerapan Fair Play dan Gaya Hidup Aktif
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mentransfer kombinasi keterampilan gerak spesifik permainan sepak bola (menghentikan, menggiring, mengumpan, dan menembak ke gawang) ke dalam modifikasi permainan sederhana dengan menerapkan strategi gerak yang efektif
  2. Murid dapat menginvestigasi modifikasi peraturan permainan sepak bola yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif, serta menjelaskan reaksi tubuh terhadap intensitas aktivitas jasmani selama permainan berlangsung

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kalian menggabungkan gerakan menghentikan, menggiring, dan menembak bola agar lebih efektif dalam permainan sesungguhnya?
  2. Apa yang kalian rasakan pada tubuh kalian saat bermain sepak bola dengan intensitas yang berbeda-beda?
  3. Peraturan apa yang bisa kita ubah agar semua teman bisa ikut bermain dengan adil dan menyenangkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid, mengucapkan salam, dan memimpin doa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid, serta memberikan tugas alternatif bagi yang berhalangan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat aktivitas hari ini untuk kebugaran, kerja sama, dan fair play
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya tentang pengalaman murid dalam bermain sepak bola dan kombinasi gerak yang pernah dipraktikkan
  • Guru memimpin pemanasan dinamis: jogging ringan, peregangan dinamis, dan aktivitas koordinasi dengan bola (passing berpasangan selama 8 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan kombinasi gerak spesifik: menghentikan bola dengan kaki bagian dalam, menggiring bola dengan kontrol, mengumpan ke rekan, dan menembak ke gawang dengan teknik yang benar
  • Murid mengamati demonstrasi dan mengidentifikasi elemen kunci dari setiap gerakan (posisi kaki, arah tubuh, timing)
  • Guru menjelaskan konsep strategi gerak efektif dalam permainan: kapan menggiring, kapan mengumpan, dan kapan menembak berdasarkan posisi lawan dan rekan
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) tentang situasi permainan yang memerlukan kombinasi gerak tertentu
  • Guru memfasilitasi tanya jawab tentang reaksi tubuh saat aktivitas jasmani (detak jantung meningkat, berkeringat, napas lebih cepat) dan mengaitkannya dengan intensitas aktivitas

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berlatih kombinasi gerak dalam formasi Diamond Pass and Stop: menghentikan, menggiring pendek, mengumpan ke teman berikutnya, dilakukan secara berurutan dalam kelompok (8 menit)
  • Murid melanjutkan dengan latihan kombinasi menghentikan-menggiring-menembak ke gawang kecil dengan variasi jarak dan kecepatan (8 menit)
  • Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok untuk modifikasi permainan sepak bola: lapangan diperkecil (15x20 meter), gawang diperkecil, jumlah pemain 4 lawan 4
  • Setiap kelompok menginvestigasi dan menerapkan satu modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan inklusivitas (contoh: semua pemain harus menyentuh bola sebelum mencetak gol, rotasi posisi setiap 5 menit, aturan sentuhan maksimal)
  • Murid bermain dengan modifikasi peraturan yang telah disepakati sambil mengamati reaksi tubuh mereka terhadap intensitas permainan (15 menit)
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung tentang penerapan kombinasi gerak dan strategi yang digunakan murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul dalam kelompok dan mendiskusikan: kombinasi gerak mana yang paling efektif dalam permainan tadi, mengapa modifikasi peraturan yang diterapkan mendukung atau tidak mendukung fair play dan inklusivitas
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil investigasi mereka tentang modifikasi peraturan dan dampaknya terhadap partisipasi semua anggota
  • Murid menjelaskan reaksi tubuh yang mereka rasakan selama bermain dengan intensitas berbeda (saat jogging vs saat sprint mengejar bola)
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: Apa yang berhasil dalam strategi kelompok kalian? Apa yang perlu diperbaiki? Bagaimana kalian memastikan semua teman terlibat?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan tentang pembelajaran hari ini dan target perbaikan untuk diri sendiri

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan peregangan statis dan latihan pernapasan (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan kuis lisan singkat tentang kombinasi gerak dan konsep fair play
  • Murid menyampaikan kesimpulan pembelajaran dan komitmen untuk menerapkan fair play dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama dan fair play terbaik
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan variasi kombinasi gerak lebih kompleks (menghentikan bola tinggi, menggiring dengan perubahan arah cepat), sementara yang masih belajar fokus pada kombinasi dasar dengan repetisi lebih banyak
  • Proses: Murid dapat memilih untuk berlatih dengan kecepatan dan jarak yang sesuai kemampuan mereka; guru memberikan scaffolding lebih intensif untuk kelompok yang membutuhkan
  • Produk: Murid mahir diminta menganalisis dan mempresentasikan strategi gerak lebih mendalam, sementara yang lain cukup menjelaskan pengalaman dan reaksi tubuh mereka secara sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman bermain sepak bola dan pemahaman awal tentang kombinasi gerak
  • Observasi informal saat pemanasan untuk mengidentifikasi tingkat keterampilan dasar murid

Proses:

  • Observasi sistematis dengan checklist selama latihan kombinasi gerak (menghentikan, menggiring, mengumpan, menembak)
  • Penilaian diri murid tentang reaksi tubuh yang dirasakan saat aktivitas dengan intensitas berbeda
  • Pengamatan dan catatan anekdotal tentang penerapan fair play dan inklusivitas dalam modifikasi permainan

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja kombinasi gerak dalam konteks permainan menggunakan rubrik
  • Kuis lisan tentang konsep strategi gerak efektif dan reaksi tubuh terhadap intensitas aktivitas
  • Penilaian presentasi kelompok tentang investigasi modifikasi peraturan
  • Refleksi tertulis murid tentang pembelajaran dan target pengembangan diri

Formatif:

  • Observasi selama latihan kombinasi gerak: ketepatan teknik, kelancaran transisi antar gerakan
  • Pengamatan penerapan strategi gerak dalam modifikasi permainan
  • Penilaian sejawat tentang kontribusi anggota kelompok dalam fair play dan inklusivitas

Sumatif:

  • Unjuk kerja kombinasi gerak spesifik dalam situasi permainan
  • Presentasi kelompok tentang hasil investigasi modifikasi peraturan
  • Jurnal refleksi tentang reaksi tubuh dan penerapan fair play

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kombinasi Gerak Spesifik (menghentikan, menggiring, mengumpan, menembak)Melakukan gerakan dengan teknik yang belum tepat, transisi antar gerakan terputus-putus, kontrol bola lemahMelakukan gerakan dengan teknik cukup tepat tetapi masih kaku, transisi antar gerakan kurang lancar, kontrol bola kadang lepasMelakukan gerakan dengan teknik tepat, transisi antar gerakan cukup lancar, kontrol bola baik dalam situasi sederhanaMelakukan gerakan dengan teknik sangat tepat dan lancar, transisi antar gerakan mulus dan otomatis, kontrol bola sangat baik bahkan dalam situasi permainan dengan tekanan lawan
Penerapan Strategi Gerak EfektifBelum mampu memilih strategi gerak yang tepat, cenderung menggiring terus tanpa mempertimbangkan situasi permainanMulai memilih strategi gerak tetapi belum konsisten, kadang mengumpan atau menembak di waktu yang kurang tepatMampu memilih strategi gerak yang tepat dalam sebagian besar situasi, seperti mengumpan saat ada rekan di posisi lebih baikMampu memilih dan menerapkan strategi gerak yang sangat efektif sesuai situasi permainan, menunjukkan kemampuan membaca permainan dengan baik
Investigasi dan Penerapan Modifikasi Peraturan (Fair Play dan Inklusivitas)Belum memahami konsep fair play, tidak terlibat dalam investigasi modifikasi peraturan, bermain tanpa memperhatikan inklusivitasMulai memahami konsep fair play, terlibat pasif dalam investigasi, sesekali menunjukkan perilaku inklusifMemahami dan menjelaskan konsep fair play dengan baik, aktif menginvestigasi modifikasi peraturan, konsisten menunjukkan perilaku inklusif dalam permainanMemahami secara mendalam dan mampu menganalisis dampak modifikasi peraturan terhadap fair play dan inklusivitas, menjadi role model dalam menerapkan nilai-nilai tersebut
Pemahaman Reaksi Tubuh terhadap Intensitas AktivitasBelum mampu mengidentifikasi reaksi tubuh saat beraktivitas, tidak memahami perbedaan intensitas aktivitasMampu menyebutkan beberapa reaksi tubuh (berkeringat, capek) tetapi belum memahami hubungannya dengan intensitasMampu menjelaskan reaksi tubuh (detak jantung meningkat, napas lebih cepat) dan menghubungkannya dengan intensitas aktivitas yang berbedaMampu menjelaskan secara rinci dan akurat berbagai reaksi tubuh terhadap intensitas aktivitas yang berbeda serta implikasinya terhadap kesehatan dan kebugaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai dan efektif?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid selama modifikasi permainan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan beragam?
  • Modifikasi peraturan mana yang paling efektif mendukung fair play dan inklusivitas?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Kombinasi gerak mana yang paling sulit dan paling mudah bagiku? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanku saat bermain dengan peraturan yang dimodifikasi? Apakah semua teman bisa terlibat dengan baik?
  • Apa yang aku rasakan pada tubuhku saat bermain dengan intensitas berbeda?
  • Apa yang sudah aku lakukan dengan baik hari ini? Apa yang masih perlu aku perbaiki?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan fair play tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemdikbudristek 2022
  2. Bola sepak ukuran standar atau size 4 (minimal 1 bola per 4 murid)
  3. Cone atau marker untuk pembatas lapangan dan gawang
  4. Gawang kecil atau modifikasi (bisa menggunakan cone)
  5. Peluit
  6. Stopwatch atau timer
  7. Lembar observasi dan checklist penilaian
  8. Video demonstrasi kombinasi gerak spesifik sepak bola (opsional)
  9. Buku catatan murid untuk jurnal refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.