MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 1 — Permainan Invasi (Permainan Sepak Bola) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Permainan Invasi (Permainan Sepak Bola) |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 40 menit = 320 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.1.1 Menerapkan keterampilan gerak menendang dan menghentikan bola dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.2 Menerapkan keterampilan gerak menggiring dan menembak bola ke gawang dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.3 Memperagakan strategi gerak operan segitiga untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sepak bola
- TP 9.1.4 Membuktikan strategi gerak penyerangan dan pertahanan yang paling efektif dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan permainan sepak bola yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 9.1.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas permainan sepak bola
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi perkenaan kaki dan bola saat menendang agar operan dapat dihentikan teman dengan stabil?
- Mengapa saat menggiring bola mendekati area tembakan, bola harus tetap berada dalam jangkauan kaki sebelum menembak ke gawang?
- Mengapa formasi operan segitiga mempermudah tim keluar dari tekanan lawan saat menguasai bola?
- Dalam situasi permainan 3 lawan 2, strategi penyerangan dan pertahanan mana yang terbukti paling efektif untuk mencetak gol atau merebut bola?
- Bagaimana aturan bermain sepak bola dapat diubah agar teman yang belum mahir atau memiliki keterbatasan fisik tetap dapat berpartisipasi aktif?
- Apa yang terjadi pada keberhasilan tim di lapangan jika kapten atau anggota tim tidak mengambil keputusan secara bersama-sama?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa pola operan segitiga dan pembagian peran yang adil dapat mempermudah penyerangan serta memperkuat pertahanan tim?
- Mengapa penyesuaian aturan yang disepakati bersama penting untuk memastikan setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi setara dan bermain sportif?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Menendang, Menghentikan, Menggiring, dan Menembak Bola ke Gawang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Menerapkan keterampilan gerak menendang dan menghentikan bola dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.2 Menerapkan keterampilan gerak menggiring dan menembak bola ke gawang dalam situasi gerak permainan sepak bola
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani di lapangan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan keterampilan gerak menendang, menghentikan, menggiring, dan menembak bola ke gawang (2 menit).
- Murid melakukan pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kelenturan sendi pergelangan kaki, lutut, dan paha dipandu oleh guru (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja berupa tes berpasangan berjarak 5 meter untuk mengidentifikasi kesiapan gerak menendang dan menghentikan bola (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai mekanisme perkenaan kaki bagian dalam saat menendang dan telapak/kaki bagian dalam saat menghentikan bola, serta perkenaan punggung kaki saat menggiring dan menembak bola ke gawang (5 menit).
- Murid secara mandiri mencoba posisi tumpuan kaki dan ayunan kaki tanpa bola (shadow movement) untuk merasakan titik keseimbangan tubuh sebelum menyentuh bola (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berpasangan menerapkan keterampilan menendang dan menghentikan bola menggunakan kaki bagian dalam dengan jarak bertahap 5 meter hingga 10 meter sebanyak 10 kali pengulangan (10 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan menggiring bola melewati 4 corong rintangan zig-zag berjarak 2 meter menggunakan punggung atau sisi luar kaki, dilanjutkan melakukan tembakan (shooting) ke arah sasaran gawang berjarak 8 meter sebanyak 3 putaran (15 menit).
- Murid bermain tantangan permainan 'Giring-Tembak Berantai' dalam kelompok kecil 4 orang: murid menghentikan bola operan, menggiring cepat sejauh 6 meter melewati corong, lalu menembak bola ke sasaran gawang mini secara bergantian dengan antusias dan gembira (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk berpasangan saling mengidentifikasi kesesuaian gerak yang baru dilakukan: memeriksa apakah bola hasil tendangan meluncur lurus dan tembakan mengarah tepat sasaran (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap aspek mekanik gerak yang perlu dipertahankan, terutama stabilitas kaki tumpu saat menembak dan kelembutan sentuhan saat menghentikan bola (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan terpandu dengan mengayunkan kaki perlahan dan mengatur napas untuk menurunkan denyut nadi (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan intisari latihan gerak menendang, menghentikan, menggiring, dan menembak bola hari ini, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi ukuran bola (bola ukuran 4 dan ukuran 5) serta lebar target sasaran gawang yang disesuaikan dengan tingkat kontrol awal murid.
- Proses: Bagi murid yang masih kaku menumpu, latihan menendang dilakukan pada jarak lebih dekat (3-4 meter) tanpa rintangan corong; bagi murid yang sudah mahir, lintasan corong dipersempit dan jarak tembak ditambah menjadi 10-12 meter.
- Produk: Target ketercapaian disesuaikan pada jumlah keberhasilan tembakan tepat sasaran gawang (2 dari 3 tembakan untuk pemula; 3 dari 3 tembakan untuk mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja berpasangan: Murid melakukan 4 kali operan dan menghentikan bola berjarak 5 meter. Kriteria penilaian kesiapan: (1) Menendang dengan kaki bagian dalam terarah ke teman; (2) Menghentikan bola dengan telapak kaki atau kaki bagian dalam tanpa memantul jauh lebih dari 1 meter. Acuan kesiapan: Murid dinyatakan siap jika mampu melakukan minimal 3 dari 4 kali operan dan penghentian bola secara terkontrol sesuai kriteria tersebut.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat latihan gabungan: Guru mengamati ketercapaian 4 indikator gerak pada setiap murid: (1) Menghentikan bola operan dengan kontrol stabil berjarak maksimal 1 jangkauan kaki; (2) Menggiring bola dengan bola tetap dekat dalam jangkauan kaki melewati minimal 3 dari 4 corong tanpa menyentuh corong; (3) Posisi kaki tumpu kokoh berada di samping bola sebelum menembak; (4) Menembak bola menggunakan punggung kaki terarah tepat ke sasaran gawang. Acuan ketuntasan proses: Murid memenuhi minimal 3 dari 4 indikator yang diamati.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir di penutup sesi: Setiap murid melakukan 1 rangkaian gerak utuh (menghentikan bola, menggiring 5 meter, dan menembak ke gawang berjarak 8 meter). Kriteria acuan keberhasilan: Penghentian bola tidak lepas dari kontrol diri, bola tidak keluar jalur giringan, dan tembakan melaju ke bidang sasaran gawang.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerak dasar menendang dan menghentikan bola secara berpasangan.
- Ceklis observasi keterampilan menggiring bola melewati rintangan dan menembak bola ke gawang.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Menendang dan Menghentikan Bola | Belum mampu mengarahkan tendangan kaki bagian dalam ke arah pasangan dan bola memantul liar lebih dari 2 meter saat dihentikan. | Mampu menendang dengan arah bola cukup tepat, namun kontrol menghentikan bola masih lepas hingga 1-2 meter dari jangkauan kaki. | Mampu menerapkan gerak menendang dengan kaki bagian dalam secara tepat sasaran serta menghentikan bola secara terkontrol di dekat badan secara mandiri. | Mampu menerapkan gerak menendang dan menghentikan bola dengan akurasi arah yang presisi, kontrol bola langsung terhenti stabil di kaki secara konsisten pada setiap pengulangan. | | Keterampilan Menggiring dan Menembak Bola ke Gawang | Bola sering terlepas jauh saat digiring melewati corong dan perkenaan kaki saat menembak tidak tepat sehingga bola melenceng jauh dari gawang. | Mampu menggiring bola meski sesekali menyentuh corong rintangan dan tembakan ke gawang sudah terarah namun laju bola lemah. | Mampu menerapkan gerak menggiring bola melewati rintangan dengan kontrol rapat dan melakukan tembakan ke arah gawang menggunakan punggung kaki secara terarah. | Mampu menerapkan gerak menggiring bola secara lincah melewati seluruh rintangan tanpa kehilangan kendali dan melepaskan tembakan bertenaga tepat ke dalam bidang gawang secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tiap pos latihan menendang, menghentikan, menggiring, dan menembak bola sudah cukup memberikan pengulangan gerak yang memadai bagi seluruh murid?
- Bagaimana efektivitas modifikasi jarak dan ukuran sasaran dalam membantu murid yang mengalami kesulitan kontrol bola?
Murid:- Bagian kaki mana yang terasa paling nyaman dan terkontrol saat kamu gunakan untuk menghentikan bola yang bergulir kencang?
- Apa kesulitan utama yang kamu rasakan saat beralih dari posisi menggiring bola langsung melakukan tembakan ke arah gawang?
Pertemuan 2 — Memperagakan Strategi Gerak Operan Segitiga serta Membuktikan Strategi Penyerangan dan Pertahanan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.3 Memperagakan strategi gerak operan segitiga untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sepak bola
- TP 9.1.4 Membuktikan strategi gerak penyerangan dan pertahanan yang paling efektif dalam situasi gerak permainan sepak bola
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, membuka dengan salam dan berdoa bersama, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai strategi operan segitiga serta pembuktian efektivitas strategi penyerangan dan pertahanan, dilanjutkan pemanasan dinamis berbasis lari berpindah arah dan peregangan aktif yang dipimpin seorang murid (7 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dan peragaan singkat: meminta 3 murid memperagakan pola segitiga di tempat untuk mengecek pemahaman konsep ruang dan jalur operan (acuan: pemain pembawa bola memiliki 2 opsi sudut operan terbuka yang tidak terhalang) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru bersama 3 murid model tentang prinsip strategi operan segitiga (pembawa bola, pendukung kiri, pendukung kanan yang selalu membentuk sudut segitiga dinamis tanpa garis lurus yang terblokir) (5 menit).
- Murid mengamati perbandingan dua skenario penyerangan dan pertahanan: Skenario A (operan langsung lurus ke depan melawan 2 bek) vs Skenario B (operan segitiga memanfaatkan lebar lapangan melawan 2 bek) untuk memahami perbedaan efektivitasnya dalam menembus garis pertahanan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 3-4 orang untuk memperagakan latihan operan segitiga secara dinamis dalam grid 10x10 meter (3 pemain saling mengoper dan bergerak membentuk segitiga aktif dengan target minimal 6 kali operan tanpa terputus) (15 menit).
- Murid melakukan tantangan permainan simulasi situasi gerak 3 lawan 2 (3 penyerang vs 2 pemain bertahan) di area 15x15 meter untuk membuktikan strategi gerak: penyerang membuktikan efektivitas operan segitiga untuk menembus pertahanan menuju gawang mini, sedangkan 2 pemain bertahan membuktikan strategi menutup ruang jalur operan terdalam vs merebut bola langsung (19 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mengumpulkan data hasil simulasi (jumlah keberhasilan penyerangan mencetak skor vs jumlah keberhasilan pertahanan memotong bola) untuk menyimpulkan secara nyata strategi mana yang terbukti paling efektif di lapangan (acuan pembuktian: strategi penyerangan paling efektif terbukti saat memanfaatkan operan segitiga cepat ke ruang kosong, strategi pertahanan terbukti efektif saat membagi peran satu menekan bola dan satu menutup jalur operan) (8 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan statis dan peregangan otot tungkai serta pernapasan secara berpasangan (4 menit).
- Guru bersama murid melakukan ulasan singkat mengenai kesimpulan strategi operan segitiga dan efektivitas strategi penyerangan-pertahanan, menyampaikan apresiasi atas sportivitas gerak, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ukuran grid bervariasi: area lebih luas (12x12 meter) bagi kelompok yang membutuhkan ruang gerak lebih longgar, dan area lebih sempit (8x8 meter) untuk kelompok mahir.
- Proses: Bagi kelompok yang kesulitan, latihan dimulai tanpa pemain bertahan aktif (bayangan pasif), lalu beralih ke 3 lawan 1 sebelum ke situasi 3 lawan 2. Bagi kelompok mahir, diberikan batasan sentuhan bola maksimal 2 sentuhan per pemain.
- Produk: Kelompok menunjukkan bukti peragaan operan segitiga dan menyajikan data keberhasilan taktik penyerangan/pertahanan sesuai tingkat tantangan grid masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dan peragaan awal: 'Jika temanmu membawa bola dan dijaga satu pemain bertahan di depannya, ke mana dua pemain lain harus bergerak agar membentuk operan segitiga?' (acuan jawaban: kedua pemain bergerak ke sisi kiri dan kanan depan secara diagonal membentuk sudut segitiga sehingga tercipta 2 jalur operan terbuka tanpa terhalang bek).
Proses:- Pengamatan langsung keterampilan memperagakan operan segitiga: keteraturan pergerakan tanpa bola membentuk sudut segitiga dan ketepatan arah operan ke rekan setim (indikator: minimal 6 operan beruntun sukses dalam grid).
- Pengamatan pembuktian efektivitas strategi penyerangan dan pertahanan dalam situasi 3 lawan 2: mengamati apakah penyerang berhasil membuktikan efektivitas operan segitiga untuk melewati pertahanan, serta apakah bertahan berhasil membuktikan strategi membagi peran (1 presser, 1 cover) untuk menggagalkan serangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir di penutup: Murid menyebutkan bukti nyata dari simulasi mengapa strategi operan segitiga lebih efektif menembus pertahanan dibanding menggiring bola sendirian (acuan: karena operan segitiga memecah fokus 2 bek, memaksa lawan bergerak keluar dari posisinya, dan membuka ruang tembak kosong ke gawang mini).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak operan segitiga menggunakan lembar ceklis observasi
- Penilaian kinerja pembuktian strategi penyerangan dan pertahanan pada situasi gerak 3 vs 2
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memperagakan strategi gerak operan segitiga | Belum mampu memperagakan operan segitiga; posisi pemain cenderung berdiri sejajar satu garis lurus dan operan sering terputus. | Mampu memperagakan operan segitiga tetapi posisi sudut segitiga sering terlambat terbentuk saat bola berpindah, operan berhasil 2-3 kali berturut-turut. | Mampu memperagakan strategi gerak operan segitiga dengan konsisten, posisi dinamis menjaga sudut operan terbuka, mencapai minimal 6 kali operan sukses. | Mampu memperagakan strategi gerak operan segitiga secara cepat dan dinamis dalam area terbatas (maksimal 2 sentuhan) dengan akurasi tinggi serta transisi posisi yang mulus. | | Membuktikan efektivitas strategi gerak penyerangan dan pertahanan | Belum mampu membuktikan strategi yang efektif; penyerangan bertumpu pada individu dan pertahanan bergerak bersamaan ke arah bola tanpa pembagian peran. | Mampu menerapkan strategi penyerangan dan pertahanan dalam situasi 3 vs 2, namun belum konsisten menunjukkan bukti strategi mana yang paling efektif menggagalkan atau menghasilkan gol. | Mampu membuktikan strategi penyerangan (operan segitiga ke ruang kosong) dan strategi pertahanan (1 menekan, 1 menutup jalur) yang paling efektif berdasarkan hasil keberhasilan dalam situasi 3 vs 2. | Mampu membuktikan dan menyesuaikan strategi penyerangan serta pertahanan secara tepat sesuai perubahan posisi lawan sehingga efektivitas serangan dan pertahanan terbukti sangat tinggi selama permainan simulasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk simulasi situasi gerak 3 lawan 2 cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid membuktikan strategi penyerangan dan pertahanan?
- Bagaimana tingkat partisipasi aktif murid dalam kelompok saat memperagakan pergerakan tanpa bola pada operan segitiga?
Murid:- Apa kesulitan utama yang saya hadapi saat bergerak membuka ruang untuk membentuk sudut operan segitiga?
- Strategi pertahanan mana yang menurut saya paling berhasil menggagalkan operan segitiga tim lawan?
Pertemuan 3 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan Permainan Inklusif serta Menerapkan Kepemimpinan dan Kolaborasi Kelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan permainan sepak bola yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 9.1.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas permainan sepak bola
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di tepi lapangan, mengucapkan salam pembuka, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menginvestigasi modifikasi peraturan permainan yang mendukung keadilan (fair play) dan keterlibatan semua murid (inklusif), serta mempraktikkan kepemimpinan, kolaborasi, dan musyawarah pengambilan keputusan kelompok di lapangan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Mengapa dalam sepak bola kelas, aturan gol hanya sah jika semua anggota tim sudah menyentuh bola disebut modifikasi inklusif?' (acuan jawaban: karena memaksa semua teman dilibatkan dan tidak ada yang diabaikan); (2) 'Bagaimana cara pemimpin tim mengambil keputusan pembagian posisi yang adil?' (acuan jawaban: melalui musyawarah kelompok dengan mempertimbangkan kesiapan setiap anggota) (4 konfirmasi jawaban) (4 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis berkesadaran yang melibatkan koordinasi gerak bersama seluruh murid di lapangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok kecil (masing-masing 6 murid) untuk menyimak penjelasan guru dan membedah 3 opsi modifikasi peraturan permainan sepak bola inklusif: (Modifikasi A) Aturan sentuhan wajib: bola harus disentuh oleh seluruh anggota tim di lapangan sebelum tembakan ke gawang disahkan; (Modifikasi B) Aturan zona netral: pemain yang memiliki keterbatasan kelincahan menempati zona khusus tanpa boleh ditekel keras demi menjamin fair play; (Modifikasi C) Aturan rotasi peran: setiap anggota regu secara berkala bergantian menjadi kapten pengambil keputusan tim (acuan konsep: aturan dibuat untuk menjamin keadilan bermain dan partisipasi menyeluruh) (10 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi menentukan pemimpin regu secara bergantian serta menyepakati keputusan kelompok mengenai strategi penerapan salah satu dari ketiga modifikasi peraturan tersebut dalam simulasi permainan 6 lawan 6 (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan permainan sepak bola mini 6 lawan 6 di lapangan berukuran 20x30 meter dengan menerapkan modifikasi peraturan inklusif yang telah dipilih (Modifikasi A, B, atau C), di mana kapten memimpin regu, membagi posisi secara kolaboratif, dan bersama anggota mengambil keputusan taktis saat bola keluar atau situasi bertahan (tantangan menggembirakan: tim mencetak poin tambahan inklusi jika berhasil melibatkan rekan setim yang jarang memegang bola) (15 menit).
- Kelompok saling bertukar peran dan menguji efektivitas modifikasi peraturan: murid mengamati langsung apakah modifikasi tersebut berhasil menciptakan kesetaraan bermain (inklusif) dan menjunjung sportivitas (fair play), sementara guru berkeliling mencatat keterlibatan setiap murid dalam kepemimpinan dan kolaborasi tim (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dalam kelompok masing-masing untuk menginvestigasi dan mengevaluasi hasil simulasi: murid memeriksa apakah keputusan kelompok yang diambil kapten dan anggota sudah adil serta mencatat modifikasi aturan mana yang paling efektif mendorong partisipasi aktif semua pemain tanpa diskriminasi (8 menit).
Penutup:- Guru memimpin pendinginan (cooling down) terarah untuk merilekskan otot-otot tungkai dan mengatur napas murid (5 menit).
- Guru dan murid melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat serta umpan balik terkait penerapan kepemimpinan dan nilai inklusi di lapangan, dilanjutkan dengan doa penutup dan instruksi kembali ke kelas dengan tertib (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan kompleksitas modifikasi peraturan (dari modifikasi sederhana seperti wajib 3 operan antar-rekan berbeda, hingga modifikasi penempatan zona proteksi pemain).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam membagi peran tim; murid yang cepat tanggap diberi tantangan menginvestigasi dampak penggabungan dua aturan modifikasi sekaligus.
- Produk: Hasil investigasi efektivitas modifikasi peraturan dan pembagian peran disajikan secara lisan dalam lingkaran diskusi tim atau catatan lembar tugas regu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pemahaman aturan inklusif dan pembagian peran adil dalam kelompok. Butir: (1) Mengapa aturan gol sah setelah semua anggota menyentuh bola mendukung partisipasi inklusif? (Acuan jawaban: memastikan setiap anggota dilibatkan dan mendapatkan hak bermain yang sama tanpa memandang tingkat kemahiran); (2) Bagaimana kapten regu menunjukkan kepemimpinan yang adil saat membagi posisi? (Acuan jawaban: bermusyawarah mendengarkan masukan seluruh anggota dan menyesuaikan tugas sesuai kesiapan fisik rekan).
Proses:- Lembar observasi keterlibatan murid dalam kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok saat mempraktikkan permainan sepak bola modifikasi inklusif. Indikator: (1) Mengemukakan pendapat atau menerima kesepakatan tim dalam pembagian posisi bermain; (2) Mematuhi dan mengawal modifikasi peraturan yang disepakati (misal: memberikan operan kepada pemain yang belum menyentuh bola demi keterlibatan inklusif); (3) Menjalankan peran kepemimpinan atau mendukung pemimpin kelompok secara aktif di lapangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan beregu saat refleksi penutup. Pertanyaan: 'Berdasarkan permainan tadi, sebutkan 2 bukti bahwa modifikasi peraturan yang kelompok kalian terapkan berhasil mendukung fair play dan partisipasi inklusif!' (Acuan kriteria penerimaan: jawaban memuat minimal 2 bukti konkret lapangan, yaitu: seluruh anggota regu tanpa terkecuali menyentuh bola minimal satu kali sebelum gol, dan tidak terjadinya pelanggaran keras atau diskriminasi perebutan bola terhadap rekan yang kurang lincah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kolaborasi, kepemimpinan, dan proses pengambilan keputusan kelompok di lapangan menggunakan lembar ceklis
- Pemeriksaan lembar investigasi keterlaksanaan modifikasi peraturan inklusif dan fair play regu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Peraturan Permainan Inklusif dan Fair Play (TP 9.1.5) | Belum mampu mengenali apakah modifikasi peraturan yang diterapkan mendukung partisipasi inklusif dan fair play; permainan masih didominasi pemain tertentu dan sering mengabaikan aturan modifikasi. | Mampu mengenali modifikasi peraturan inklusif tetapi masih membutuhkan pengingat dari guru untuk mengamati dan menerapkan aturan sentuhan/zona fair play secara konsisten di lapangan. | Mampu menginvestigasi dan membuktikan efektivitas modifikasi peraturan dalam menciptakan permainan yang adil serta melibatkan seluruh anggota tim secara mandiri. | Mampu secara mendalam menginvestigasi, mengevaluasi kendala aturan, serta merekomendasikan penyesuaian modifikasi peraturan yang paling efektif menjamin kesetaraan dan sportivitas penuh bagi seluruh rekan regu. | | Penerapan Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok (TP 9.1.6) | Belum menunjukkan peran aktif dalam kelompok; bersikap pasif saat pembagian peran atau memaksakan kehendak sendiri tanpa musyawarah kelompok. | Mulai berpartisipasi dalam diskusi regu dan mengikuti keputusan kelompok, namun belum menunjukkan inisiatif memimpin atau membantu rekan saat menghadapi kendala taktik di lapangan. | Menerapkan kepemimpinan secara bergantian, berkolaborasi secara aktif, dan mengambil keputusan bersama tim secara demokratis dan sportif selama simulasi permainan. | Menunjukkan kepemimpinan teladan, konsisten memfasilitasi suara rekan yang pasif, berkolaborasi solid, serta mengambil keputusan cepat dan tepat demi keberhasilan bersama seluruh anggota kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain modifikasi permainan sepak bola hari ini terbukti memberi ruang partisipasi yang setara bagi seluruh murid tanpa terkecuali?
- Bagaimana dinamika kelompok berjalan saat murid diminta mengambil keputusan mandiri dalam membagi peran dan memilih modifikasi aturan?
Murid:- Bagian mana dari aturan yang dimodifikasi tadi yang paling membantumu atau rekanmu merasa dilibatkan secara adil di dalam tim?
- Bagaimana perasaanmu ketika harus bermusyawarah dan membagi tugas dengan teman-teman di lapangan?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Menerapkan keterampilan gerak menendang dan menghentikan bola dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.2 Menerapkan keterampilan gerak menggiring dan menembak bola ke gawang dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.3 Memperagakan strategi gerak operan segitiga untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan sepak bola
- TP 9.1.4 Membuktikan strategi gerak penyerangan dan pertahanan yang paling efektif dalam situasi gerak permainan sepak bola
- TP 9.1.5 Menginvestigasi modifikasi peraturan permainan sepak bola yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 9.1.6 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas permainan sepak bola
Pendahuluan:- Guru membariskan murid, mengucapkan salam, memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesehatan, serta mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid di tepi lapangan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab, menjelaskan alur pelaksanaan unjuk kerja simulasi pertandingan sepak bola modifikasi 7 lawan 7 dan diskusi lisan kelompok, serta memimpin pemanasan dinamis berorientasi peregangan otot kaki (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan panduan asesmen sumatif serta lembar observasi diskusi kepada 4 kelompok, menjelaskan kriteria penilaian unjuk kerja dan tes lisan, lalu kelompok duduk melingkar melakukan musyawarah terpandu selama 12 menit untuk menyepakati pembagian posisi pemain (kiper, bertahan, gelandang, penyerang), menetapkan kapten tim, dan merumuskan modifikasi aturan inklusif (acuan aturan inklusif: minimal 1 aturan yang mewajibkan seluruh pemain menyentuh bola sebelum mencetak gol, atau zona penyerangan bergilir tanpa kontak fisik berlebih demi fair play) (12 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Empat tim secara paralel bermain serentak di 2 lapangan mini (Lapangan A: Tim 1 vs Tim 2; Lapangan B: Tim 3 vs Tim 4) dalam simulasi 7 lawan 7 selama 48 menit (2 x 20 menit pertandingan dengan istirahat 8 menit untuk rotasi dan rehidrasi), di mana guru mengobservasi peragaan keterampilan menendang, menghentikan bola, menggiring bola melewati lawan, menembak ke gawang, penerapan operan segitiga dinamis, serta kepemimpinan kapten dan kolaborasi tim sesuai aturan inklusif yang telah disepakati (48 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap tim secara bergantian melakukan tes lisan kelompok di hadapan guru untuk membuktikan dan menjelaskan alasan efektivitas taktik yang mereka gunakan di lapangan (daftar acuan pembuktian taktik: (1) Penyerangan efektif: pemilihan operan terobosan cepat dari pola segitiga berhasil menembus ruang kosong pertahanan lawan; (2) Pertahanan efektif: penjagaan daerah/zonal marking berhasil membatasi ruang tembak lawan dan merebut bola secara sportif) (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin pendinginan statis untuk menurunkan detak jantung dan merilekskan otot kaki setelah aktivitas fisik intensif (1 menit).
- Guru merangkum ketercapaian seluruh rangkaian Bab 1 Permainan Sepak Bola, memberikan apresiasi menyeluruh atas penerapan fair play, kolaborasi, dan sportivitas selama simulasi, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan taktik visual operan segitiga dan panduan aturan inklusif bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi posisi gerak sebelum bertanding.
- Proses: Akomodasi akses berupa rotasi waktu bermain yang teratur dan penyesuaian intensitas lari bagi murid yang memiliki keterbatasan daya tahan fisik tanpa mengurangi standar unjuk kerja keterampilan gerak yang dinilai.
- Produk: Format penyampaian bukti pembuktian taktik dilakukan secara lisan kelompok terpandu, di mana setiap anggota tim boleh mengonfirmasi atau melengkapi penjelasan kapten sesuai pengalamannya saat bertanding.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan mandiri murid sebelum bertanding melalui tanya jawab singkat mengenai pemahaman peran posisi bermain (kiper, bertahan, gelandang, penyerang) dan prinsip operan segitiga (acuan: posisi menyebar membentuk sudut saling mendukung untuk menerima dan mengalirkan bola).
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar cek pengamatan selama simulasi pertandingan 7 lawan 7 mengenai konsistensi peragaan operan segitiga, eksekusi menendang-menghentikan bola, menggiring melewati lawan, menembak ke gawang, serta kepatuhan terhadap aturan fair play inklusif.
Sumatif Bab:- unjuk kerja simulasi pertandingan sepak bola modifikasi dan diskusi lisan kelompok: praktik keterampilan gerak dasar, penerapan strategi penyerangan-pertahanan, kepemimpinan dan kolaborasi dalam permainan modifikasi, serta penjelasan lisan hasil investigasi aturan inklusif dan efektivitas taktik
- diskusi kelompok terpandu dan observasi perilaku: kesepakatan musyawarah penentuan posisi pemain, pembagian peran kepemimpinan kapten, dan rumusan penyesuaian aturan main yang adil serta melibatkan seluruh anggota tim secara setara sebelum bertanding (15 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi diskusi dan kerja sama kelompok)
- unjuk kerja permainan sepak bola modifikasi: peragaan keterampilan menendang, menghentikan bola, menggiring bola melewati lawan, menembak ke gawang, serta penerapan alur operan segitiga secara dinamis dalam permainan 7 lawan 7 pada dua lapangan mini secara paralel (4 tim bermain serentak) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan strategi bermain)
- tes lisan kelompok: penjelasan lisan perwakilan tim dan konfirmasi anggota mengenai alasan pemilihan taktik operan terobosan dalam penyerangan atau penjagaan daerah dalam pertahanan yang terbukti paling efektif selama permainan (15 menit; kelompok; instrumen: panduan wawancara lisan dan lembar cek pembuktian taktik)
Sumatif:- unjuk kerja simulasi pertandingan sepak bola modifikasi dan diskusi lisan kelompok: praktik keterampilan gerak dasar, penerapan strategi penyerangan-pertahanan, kepemimpinan dan kolaborasi dalam permainan modifikasi, serta penjelasan lisan hasil investigasi aturan inklusif dan efektivitas taktik
- diskusi kelompok terpandu dan observasi perilaku: kesepakatan musyawarah penentuan posisi pemain, pembagian peran kepemimpinan kapten, dan rumusan penyesuaian aturan main yang adil serta melibatkan seluruh anggota tim secara setara sebelum bertanding (15 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi diskusi dan kerja sama kelompok)
- unjuk kerja permainan sepak bola modifikasi: peragaan keterampilan menendang, menghentikan bola, menggiring bola melewati lawan, menembak ke gawang, serta penerapan alur operan segitiga secara dinamis dalam permainan 7 lawan 7 pada dua lapangan mini secara paralel (4 tim bermain serentak) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja keterampilan gerak dan strategi bermain)
- tes lisan kelompok: penjelasan lisan perwakilan tim dan konfirmasi anggota mengenai alasan pemilihan taktik operan terobosan dalam penyerangan atau penjagaan daerah dalam pertahanan yang terbukti paling efektif selama permainan (15 menit; kelompok; instrumen: panduan wawancara lisan dan lembar cek pembuktian taktik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Dasar (Menendang, Menghentikan, Menggiring, Menembak Bola) | Hanya mampu menerapkan 1 dari 4 keterampilan gerak dasar (menendang, menghentikan, menggiring, menembak) secara tepat dalam situasi permainan sepak bola modifikasi. | Mampu menerapkan 2 dari 4 keterampilan gerak dasar secara tepat dan terkontrol dalam situasi permainan sepak bola modifikasi. | Mampu menerapkan 3 dari 4 keterampilan gerak dasar secara tepat, terkontrol, dan mengalir dalam situasi permainan sepak bola modifikasi. | Mampu menerapkan seluruh 4 keterampilan gerak dasar (menendang akurat, menghentikan bola stabil, menggiring melewati lawan, dan menembak tepat sasaran ke gawang) secara konsisten dalam situasi permainan sepak bola modifikasi. | | Strategi Gerak Operan Segitiga | Belum memperagakan alur operan segitiga; pergerakan tanpa bola pasif sehingga jalur operan mudah dipotong lawan. | Memperagakan operan segitiga statis namun sering terhenti karena penempatan posisi rekan tidak membentuk sudut operan yang terbuka. | Memperagakan strategi gerak operan segitiga dinamis bersama rekan satu tim untuk mengalirkan bola melewati lini pertahanan lawan. | Memperagakan strategi gerak operan segitiga dinamis secara konsisten dan cepat dalam menciptakan ruang kosong serta meningkatkan capaian penyerangan tim. | | Pembuktian Strategi Penyerangan dan Pertahanan (Tes Lisan) | Belum mampu menjelaskan keterkaitan taktik yang dimainkan dengan hasil penyerangan maupun pertahanan selama pertandingan. | Mampu menyebutkan taktik yang digunakan namun belum mampu membuktikan alasan efektivitasnya dalam situasi permainan nyata. | Mampu membuktikan efektivitas 1 strategi gerak (penyerangan operan terobosan ATAU pertahanan penjagaan daerah) dengan alasan logis berbasis kejadian pertandingan (acuan: operan terobosan menembus ruang kosong atau penjagaan daerah menutup ruang tembak). | Mampu membuktikan secara komprehensif efektivitas strategi penyerangan (operan terobosan cepat dari alur segitiga) DAN strategi pertahanan (penjagaan daerah/zonal marking) secara tepat berdasarkan fakta jalannya simulasi pertandingan. | | Investigasi Aturan Inklusif, Kepemimpinan, dan Kolaborasi | Tidak berpartisipasi aktif dalam musyawarah kelompok, melanggar aturan inklusif yang disepakati, atau bermain individualis. | Mengikuti aturan inklusif kelompok namun pembagian peran posisi dan koordinasi kepemimpinan tim masih belum berjalan seimbang. | Menerapkan kepemimpinan kapten, berkolaborasi menjalankan pembagian posisi, serta mematuhi modifikasi aturan inklusif yang mendukung fair play. | Menerapkan kepemimpinan solutif, kolaborasi solid antar-seluruh anggota tim, serta membuktikan modifikasi aturan main inklusif berhasil memberikan partisipasi setara bagi setiap pemain. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 48 menit untuk simulasi 2 lapangan paralel mencukupi untuk mengamati seluruh kriteria keterampilan gerak dan strategi bermain setiap murid?
- Bagaimana efektivitas instrumen tes lisan dalam menggali pemahaman murid mengenai pembuktian strategi penyerangan dan pertahanan?
Murid:- Bagaimana peran yang saya jalankan dalam tim membantu keberhasilan penerapan operan segitiga dan strategi pertahanan selama simulasi pertandingan?
- Apakah aturan modifikasi inklusif yang disepakati kelompok membuat saya dan seluruh teman merasa terlibat secara adil dan sportif?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek RI, 2022 (Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo)
- Buku Teks Siswa PJOK SMP Kelas IX
- Bola sepak (ukuran 4 dan 5)
- Corong/cone penanda rintangan
- Gawang mini atau penanda tiang gawang
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Bola sepak / bola futsal
- Cone / marker penanda grid lapangan
- Rompi bertanda beda warna
- Gawang mini / target corong
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka.
- Lapangan sepak bola/lapangan serbaguna sekolah.
- Bola sepak / bola plastik, rompi tim (bibs), cone/corong rintangan, peluit, dan lembar investigasi kelompok.
- Sugito Adi Warsito & Ibnu Susilo. (2022). Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Lapangan sepak bola mini/lapangan sekolah yang disekat menjadi 2 area bermain.
- Bola sepak ukuran 4/5 (minimal 4 buah).
- Rompi tim/bip (2 warna berbeda untuk 4 tim).
- Corong/cone penanda batas lapangan dan gawang mini.
- Peluit, stopwatch, dan lembar instrumen penilaian unjuk kerja & tes lisan kelompok.
|