Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Makanan Sehat dan Gizi Seimbang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 8 dengan topik "Makanan Sehat dan Gizi Seimbang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Makanan Sehat dan Gizi Seimbang

PJOK - Kelas 8

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Makanan Sehat dan Gizi Seimbang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMakanan Sehat dan Gizi Seimbang
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi contoh makanan sehat dan tidak sehat yang sering dikonsumsi sehari-hari serta menjelaskan risiko kesehatan akibat mengonsumsi makanan tidak sehat secara konsisten.
  2. Murid mampu mengklasifikasikan makanan berdasarkan piramida makanan dan menjelaskan manfaat gizi seimbang bagi tubuh remaja dalam mendukung aktivitas jasmani.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu makan kemarin? Menurutmu, apakah makanan itu termasuk makanan sehat atau tidak sehat? Mengapa?
  2. Bayangkan kamu akan bertanding olahraga besok — makanan apa yang sebaiknya kamu konsumsi malam ini dan mengapa?
  3. Apakah makanan yang enak selalu berarti tidak sehat? Bagaimana cara kita tahu sebuah makanan baik atau buruk untuk tubuh kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan memimpin doa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan absensi dan memastikan kondisi kelas kondusif.
  • ASESMEN AWAL — Guru menampilkan 4 pilihan gambar makanan di papan tulis atau proyektor (nasi sayur ikan, burger soda, donat es krim, mi instan kerupuk) dan meminta murid secara individual menuliskan di secarik kertas: (1) pilihan mana yang menurut mereka paling sehat dan (2) alasan singkat pilihan tersebut. Guru mengumpulkan kertas sebagai data diagnostik (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kamu makan kemarin? Apakah itu makanan sehat?' dan membuka diskusi singkat 2–3 respons murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat, memahami risiko makanan tidak sehat, serta mengklasifikasikan makanan berdasarkan piramida makanan dan manfaat gizi seimbang bagi remaja (2 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan selama 80 menit ke depan (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau kartu bergambar beragam jenis makanan (nasi, sayuran, buah, ikan, tempe, gorengan, minuman bersoda, fast food, keripik, dll.) di papan atau layar proyektor selama 2 menit — murid diminta mengamati tanpa berkomentar dulu (berkesadaran: fokus penuh sebelum berpendapat).
  • Guru menjelaskan konsep makanan sehat vs. tidak sehat secara singkat menggunakan contoh nyata yang dekat dengan keseharian remaja: kantin sekolah, warung dekat rumah, minuman kemasan. Penjelasan diarahkan pada ciri-ciri makanan sehat (bergizi, bervariasi, bersih, cukup) dan ciri makanan tidak sehat (tinggi gula, garam, lemak jenuh, pengawet berlebih) — 5 menit.
  • Guru menjelaskan risiko kesehatan konsumsi makanan tidak sehat secara konsisten: obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan konsentrasi, lemah saat olahraga — dikaitkan langsung dengan aktivitas jasmani remaja (bermakna: relevan dengan kehidupan nyata murid) — 3 menit.
  • Guru menjelaskan struktur piramida makanan: lapisan dasar (biji-bijian dan karbohidrat kompleks — porsi terbanyak), lapisan kedua (sayuran dan buah), lapisan ketiga (protein hewani dan nabati), lapisan keempat (susu dan produk olahan), lapisan puncak (gula, garam, lemak — porsi paling sedikit) menggunakan poster atau slide visual — 5 menit.
  • Guru menjelaskan manfaat gizi seimbang khusus untuk remaja: meningkatkan fokus belajar, memberi energi untuk aktivitas fisik, mendukung pertumbuhan tulang dan otot, menjaga daya tahan tubuh — 3 menit.
  • Guru memberikan kesempatan 2 menit untuk murid bertanya tentang materi yang baru dijelaskan sebelum lanjut ke tahap berikutnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 4–5 orang secara heterogen (campuran kemampuan dan jenis kelamin) — 2 menit.
  • Tiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi: (a) Daftar 15 nama makanan yang familiar bagi remaja Indonesia; (b) Tabel klasifikasi piramida makanan (5 lapisan) yang harus diisi; (c) Kolom keterangan 'sehat / perlu dibatasi / hindari' beserta alasan singkat (menggembirakan: format kerja kelompok yang aktif dan kompetitif positif) — 2 menit untuk membaca instruksi.
  • Kelompok berdiskusi dan mengisi LKPD bersama selama 12 menit. Guru berkeliling memantau, memberi pertanyaan pancingan bila kelompok buntu: 'Kalau kalian makan makanan ini setiap hari, kira-kira apa yang akan terjadi pada tubuh kalian saat olahraga?'
  • ASESMEN PROSES — Selama diskusi kelompok, guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi: ketepatan klasifikasi makanan, kemampuan memberi alasan, serta partisipasi aktif tiap murid. Guru memberikan umpan balik lisan singkat ke tiap kelompok.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka secara singkat (masing-masing 2 menit, total ±10 menit). Kelompok lain diberi kesempatan memberi tanggapan atau koreksi selama 1 menit per kelompok (bermakna: belajar dari sesama, membangun argumentasi) — total ±12 menit.
  • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan terhadap hasil presentasi, meluruskan kesalahpahaman konsep yang muncul, dan menekankan kembali hubungan antara piramida makanan dengan kebutuhan energi saat aktivitas jasmani remaja — 5 menit.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi pribadi dengan pertanyaan tertulis selama 5 menit: (1) Dari makanan yang sering kamu konsumsi sehari-hari, mana yang termasuk 'perlu dikurangi' berdasarkan piramida makanan? (2) Satu perubahan pola makan apa yang ingin kamu coba minggu ini? Murid menulis jawaban di bagian bawah LKPD mereka (berkesadaran: mengaitkan pengetahuan baru dengan perilaku nyata).
  • Guru meminta 3–4 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela — guru merespons dengan afirmatif dan tidak menghakimi pilihan makanan murid, melainkan mendorong kesadaran bertahap (bermakna: relevansi personal) — 4 menit.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apakah sulit untuk makan sehat di sekitar lingkungan kita? Apa tantangannya?' untuk membangun empati dan pemahaman bahwa pilihan makanan juga dipengaruhi faktor sosial dan ekonomi — 3 menit.
  • Guru meminta murid mengisi 'exit ticket' berupa 2 kalimat: satu hal yang baru mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka tahu lebih lanjut. Dikumpulkan sebagai asesmen akhir proses refleksi (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran: ciri makanan sehat vs. tidak sehat, risiko konsumsi makanan tidak sehat, struktur piramida makanan, dan manfaat gizi seimbang untuk remaja aktif — 3 menit.
  • ASESMEN AKHIR — Guru memberikan 3 soal kuis singkat lisan atau tertulis (2 menit pengerjaan): (1) Sebutkan 2 risiko kesehatan akibat konsumsi makanan cepat saji berlebih; (2) Makanan apa yang sebaiknya mendominasi pola makan harian berdasarkan piramida makanan?; (3) Sebutkan 2 manfaat gizi seimbang bagi remaja yang aktif berolahraga. Guru mengonfirmasi jawaban bersama kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya (piramida makanan lebih lanjut dan menghitung kalori harian) sebagai jembatan pembelajaran — 1 menit.
  • Guru mendorong murid untuk mencoba memperhatikan apa yang mereka makan dalam 2 hari ke depan dan mengingat posisinya dalam piramida makanan (koneksi ke kehidupan nyata) — 1 menit.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan doa bersama — 1 menit.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberikan kartu referensi bergambar piramida makanan yang sudah dilengkapi keterangan lapisan sebagai panduan saat mengerjakan LKPD. Murid yang sudah memiliki pemahaman lebih kuat diberikan tantangan tambahan: menjelaskan mengapa satu jenis makanan bisa masuk ke dua lapisan berbeda tergantung cara pengolahannya (misal: kentang rebus vs. kentang goreng).
  • Proses: Kelompok dengan murid yang memerlukan dukungan dapat menggunakan strategi 'think-pair-share' secara berpasangan sebelum diskusi kelompok penuh. Murid yang lebih cepat dapat ditugaskan sebagai 'juru bicara kelompok' yang bertugas merangkum dan mempresentasikan hasil diskusi, mengembangkan kemampuan komunikasi mereka.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil LKPD: (a) mengisi tabel klasifikasi tertulis (standar), (b) membuat diagram sederhana berbentuk piramida pada kertas kosong dan menempel nama makanan di lapisan yang tepat (visual), atau (c) menjelaskan klasifikasi secara lisan kepada guru saat guru berkeliling (untuk murid yang kesulitan menulis).

ASESMEN

Awal:

  • Murid secara individual menuliskan di secarik kertas: dari 4 pilihan gambar makanan yang ditampilkan guru, mana yang paling sehat beserta alasan singkatnya. Bertujuan menggali pengetahuan awal dan miskonsepsi tentang makanan sehat sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru menanyakan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid untuk memperkirakan tingkat pemahaman awal kelas terhadap konsep gizi seimbang.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar observasi selama diskusi kelompok: mencatat apakah murid mampu mengklasifikasikan makanan ke lapisan piramida yang benar dan mampu menjelaskan alasan dengan menggunakan konsep yang baru dipelajari.
  • Pertanyaan pancingan lisan yang guru ajukan saat berkeliling ke kelompok: jawaban murid menjadi indikator pemahaman proses.
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan konten dan kemampuan merespons tanggapan dari kelompok lain.

Akhir:

  • Kuis 3 soal tertulis atau lisan di segmen Penutup mencakup dua TP: identifikasi makanan sehat/risiko makanan tidak sehat (TP 8.6.1.1) dan klasifikasi piramida makanan serta manfaat gizi seimbang (TP 8.6.1.2).
  • Penilaian LKPD kelompok yang dikumpulkan di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar observasi dengan indikator: ketepatan klasifikasi makanan, kemampuan memberi alasan, dan kontribusi dalam diskusi.
  • Pemantauan LKPD selama proses pengerjaan — guru berkeliling dan memberikan umpan balik lisan langsung kepada kelompok.
  • Exit ticket di akhir tahap Merefleksi: satu hal baru yang dipelajari dan satu pertanyaan lanjutan yang ingin diketahui murid.

Sumatif:

  • Kuis lisan atau tertulis 3 soal di akhir pembelajaran tentang risiko makanan tidak sehat, struktur piramida makanan, dan manfaat gizi seimbang bagi remaja.
  • Penilaian hasil LKPD kelompok berdasarkan rubrik dengan aspek: ketepatan identifikasi makanan sehat/tidak sehat, ketepatan klasifikasi piramida makanan, dan kualitas penjelasan manfaat gizi seimbang.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Makanan Sehat dan Tidak SehatMurid belum dapat membedakan makanan sehat dan tidak sehat, atau pilihan dan alasannya tidak relevan dengan konsep gizi.Murid dapat mengidentifikasi beberapa contoh makanan sehat dan tidak sehat namun belum konsisten atau alasan yang diberikan masih sangat sederhana dan belum merujuk pada kandungan gizi.Murid dapat mengidentifikasi contoh makanan sehat dan tidak sehat dengan benar disertai alasan yang merujuk pada kandungan gizi, serta mampu menyebutkan minimal 1 risiko kesehatan akibat konsumsi makanan tidak sehat.Murid dapat mengidentifikasi beragam contoh makanan sehat dan tidak sehat dengan benar, memberikan alasan yang kuat berdasarkan kandungan gizi, dan menjelaskan secara rinci minimal 2 risiko kesehatan akibat konsumsi makanan tidak sehat secara konsisten dikaitkan dengan dampaknya pada aktivitas jasmani remaja.
Klasifikasi Makanan Berdasarkan Piramida MakananMurid belum dapat menempatkan makanan pada lapisan piramida yang tepat, atau hanya menebak tanpa dasar konsep.Murid dapat mengklasifikasikan sebagian kecil makanan (kurang dari separuh) ke lapisan piramida yang benar dengan alasan yang terbatas.Murid dapat mengklasifikasikan sebagian besar makanan ke lapisan piramida yang benar dan mampu menjelaskan mengapa makanan tersebut berada di lapisan itu berdasarkan kandungan gizinya.Murid dapat mengklasifikasikan semua atau hampir semua makanan ke lapisan piramida yang tepat dengan penjelasan yang akurat, dan mampu membandingkan porsi konsumsi antar lapisan serta menghubungkannya dengan pola makan sehari-hari.
Penjelasan Manfaat Gizi Seimbang bagi RemajaMurid belum dapat menyebutkan manfaat gizi seimbang, atau jawaban tidak berkaitan dengan konteks remaja dan aktivitas jasmani.Murid dapat menyebutkan 1 manfaat gizi seimbang bagi remaja secara umum tanpa mengaitkan dengan aktivitas jasmani.Murid dapat menjelaskan 2–3 manfaat gizi seimbang bagi remaja dan mengaitkannya dengan kebutuhan aktivitas jasmani sehari-hari.Murid dapat menjelaskan lebih dari 3 manfaat gizi seimbang bagi remaja secara rinci, mengaitkannya dengan pertumbuhan fisik dan aktivitas jasmani, serta mampu memberikan contoh konkret dari kehidupan nyata mereka.
Partisipasi dan Komunikasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok atau tidak menyampaikan pendapat sama sekali.Murid berpartisipasi pasif — hadir dan mendengarkan tetapi jarang menyampaikan ide atau hanya mengikuti pendapat teman.Murid aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dengan cukup jelas, dan merespons pendapat anggota kelompok lain dengan sopan.Murid sangat aktif, menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur, membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama, serta mampu menanggapi pertanyaan dari kelompok lain saat presentasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai dua tujuan pembelajaran pertemuan ini? Mana yang masih perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan relevansi personal murid? Apa yang perlu diubah?
  • Seberapa efektif kegiatan diskusi kelompok dengan LKPD dalam membantu murid mengaplikasikan konsep piramida makanan? Adakah kelompok yang kesulitan dan perlu pendekatan berbeda?
  • Apakah diferensiasi yang disediakan (kartu referensi, tantangan tambahan, pilihan produk) sudah cukup menjawab kebutuhan belajar yang beragam di kelas ini?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias? Bagaimana saya bisa memanfaatkan itu di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Dari yang kamu pelajari hari ini, satu hal baru apa yang paling mengejutkan atau menarik bagimu tentang makanan sehat dan gizi seimbang?
  • Makanan apa yang biasa kamu konsumsi yang ternyata perlu kamu kurangi? Bagaimana perasaanmu mengetahui hal itu?
  • Satu perubahan kecil apa dalam pola makanmu yang ingin kamu coba dalam minggu ini? Mengapa kamu memilih perubahan itu?
  • Seberapa yakin kamu sekarang bisa membedakan makanan sehat dan tidak sehat serta menempatkannya dalam piramida makanan? (Tandai: Belum yakin / Cukup yakin / Sangat yakin)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII — Bab 6: Gizi dan Makanan (Penerbit resmi Kemendikbudristek)
  2. Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII — Bab 6 halaman 226–228
  3. Poster atau slide visual Piramida Makanan (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Klasifikasi Piramida Makanan — disiapkan guru
  5. Kartu bergambar atau gambar digital berbagai jenis makanan (nasi, sayur, buah, ikan, tempe, gorengan, fast food, minuman bersoda, dll.)
  6. Proyektor dan layar atau papan tulis untuk menampilkan gambar dan pertanyaan
  7. Kertas secarik untuk asesmen awal dan exit ticket
  8. Alat tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.