MODUL AJAR PJOK — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 6 — Gizi dan Makanan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Gizi dan Makanan |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.6.1 Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup terkait pola konsumsi makanan tidak sehat
- TP 8.6.2 Menganalisis kandungan gizi pada makanan kemasan dan makanan sehari-hari
- TP 8.6.3 Merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani
- TP 8.6.4 Merancang tindakan pencegahan risiko kesehatan gaya hidup melalui pengaturan pola makan dan aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa makanan cepat saji yang gurih dan manis sering kali membuat kita ingin makan lagi meskipun tahu berisiko bagi tubuh?
- Apa yang sebenarnya terjadi pada organ tubuh kita jika pola makan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh berlangsung terus-menerus?
- Pernahkah kamu memperhatikan tabel Informasi Nilai Gizi saat membeli biskuit atau minuman kemasan?
- Jika pada kemasan tertulis 'Jumlah Sajian per Kemasan: 2' dan gulanya 15 gram per sajian, berapa total gula yang kamu konsumsi jika menghabiskan seluruh isi kemasan?
- Jika kamu memakan sepiring nasi goreng telur dan sepiring gado-gado lontong, zat gizi apa saja yang sebenarnya masuk ke dalam tubuhmu?
- Bagaimana kita memastikan bahwa bahan makanan yang kita santap setiap hari sudah memenuhi kebutuhan zat gizi utama sesuai prinsip gizi seimbang?
- Mengapa seorang remaja yang rutin berolahraga berat memerlukan asupan energi dan porsi gizi yang berbeda dibandingkan teman yang beraktivitas ringan?
- Bagaimana cara kita merancang menu makan harian yang gizinya seimbang sekaligus mencukupi kebutuhan kalori aktivitas harian kita?
- Mengapa pengaturan makanan saja belum cukup untuk mencegah penyakit metabolik tanpa disertai jadwal aktivitas jasmani?
- Bagaimana rekomendasi otoritas kesehatan (seperti Kemenkes dan WHO) membantu kita merancang pencegahan risiko kesehatan gaya hidup secara realistis?
- Bagaimana cara membuktikan bahwa makanan yang kita pilih setiap hari benar-benar aman dari risiko penyakit kronis?
- Bagaimana menyelaraskan antara jumlah kalori dari menu makanan dan jadwal aktivitas jasmani agar tubuh terhindar dari penyakit gaya hidup?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.1 Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup terkait pola konsumsi makanan tidak sehat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup konsumsi makanan tidak sehat, khususnya makanan cepat saji tinggi gula, garam, dan lemak (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 3 butir pertanyaan pilihan ganda terkait identifikasi makanan sehat/tidak sehat serta dampaknya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan singkat guru dan infografis mengenai karakteristik makanan cepat saji (tinggi gula, garam, lemak jenuh/GGL, serta minim serat dan mikronutrien) beserta mekanisme terbentuknya penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Risiko Komposisi' untuk mencocokkan zat berlebih dengan risiko penyakit organ, di mana guru membacakan 3 petunjuk komposisi dan murid adu cepat mengangkat kartu risiko yang tepat untuk membangun suasana belajar yang ceria (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Analisis Kasus Pola Makan yang menyajikan 3 profil gaya hidup konsumsi makanan tidak sehat: Kasus A (konsumsi harian minuman boba/teh kemasan tinggi gula), Kasus B (konsumsi rutin keripik asin dan mi instan tinggi natrium/garam), dan Kasus C (konsumsi burger keju dan gorengan tinggi lemak jenuh/trans) (5 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis ketiga kasus tersebut dengan membedah zat berlebih utama, mekanisme gangguan fisiologis pada tubuh, serta risiko penyakit jangka panjang yang dapat ditimbulkan berdasarkan data kasus (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening memeriksa kembali hasil analisisnya dan menghubungkannya dengan kebiasaan konsumsi harian masing-masing guna membangun kesadaran personal atas dampak konsumsi makanan tinggi GGL terhadap tubuhnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari analisis hubungan konsumsi berlebih gula, garam, dan lemak terhadap risiko penyakit kronis (obesitas, hipertensi, aterosklerosis, diabetes tipe 2) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, memberikan lembar cek pemahaman akhir, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kasus yang dilengkapi glosarium panduan hubungan zat dan organ sasaran, sedangkan murid yang mahir diberikan kasus dengan riwayat konsumsi kombinasi ganda (tinggi gula sekaligus tinggi lemak trans).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan arahan langsung melalui pertanyaan penuntun guru, sedangkan murid yang siap bekerja mandiri langsung membedah hubungan sebab-akibat.
- Produk: Semua murid mengisi lembar kerja analisis yang sama, dengan kedalaman analisis mekanisme risiko kesehatan disesuaikan dengan tingkat kesiapan belajar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis 3 butir pilihan ganda: (1) Manakah makanan yang tergolong makanan cepat saji tinggi garam dan lemak? a. Sayur bayam bening; b. Ayam goreng tepung cepat saji dan kentang goreng; c. Pepes ikan mas (acuan kunci: b); (2) Konsumsi gula harian yang berlebihan secara terus-menerus paling berisiko memicu terjadinya penyakit apa? a. Diabetes melitus tipe 2; b. Asma; c. Anemia (acuan kunci: a); (3) Dampak jangka panjang konsumsi natrium/garam berlebih pada pembuluh darah adalah? a. Tekanan darah tinggi/hipertensi; b. Rabun dekat; c. Patah tulang (acuan kunci: a).
Proses:- Observasi keterlibatan dan pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Risiko Kesehatan Kasus Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji (3 kasus: Kasus A minuman tinggi gula -> acuan: penumpukan kalori, resistensi insulin, risiko diabetes melitus tipe 2 dan obesitas; Kasus B makanan instan tinggi garam -> acuan: retensi cairan tubuh, penyempitan pembuluh darah, risiko hipertensi; Kasus C junk food tinggi lemak jenuh/trans -> acuan: penumpukan plak kolesterol/aterosklerosis, risiko penyakit jantung koroner dan obesitas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis (3 butir mencocokkan risiko): Cocokkan pola konsumsi berikut dengan risiko penyakit utamanya: (1) Kebiasaan minum soda berpemanis tinggi setiap hari -> acuan: Resistensi insulin & Diabetes Melitus Tipe 2; (2) Kebiasaan makan camilan keripik asin ber-MSG tinggi setiap malam -> acuan: Peningkatan tekanan darah & Hipertensi; (3) Kebiasaan makan gorengan deep-fry dan burger berlemak jenuh tinggi -> acuan: Penyumbatan pembuluh darah arteri/Aterosklerosis & Penyakit Jantung Koroner.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal di pendahuluan menggunakan kuis 3 butir soal.
- Penilaian proses lembar kerja analisis risiko kesehatan pola konsumsi makanan tidak sehat pada tahap Mengaplikasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup konsumsi makanan tidak sehat | Belum mampu mengidentifikasi zat berlebih dan salah menganalisis risiko kesehatan pada ketiga kasus (0 dari 3 kasus dianalisis tepat sesuai acuan kunci). | Mampu mengidentifikasi zat berlebih namun hanya mampu menganalisis 1 dari 3 hubungan risiko penyakit degeneratif secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menganalisis hubungan zat berlebih dan risiko penyakit degeneratif pada 2 dari 3 kasus secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menganalisis seluruh hubungan zat berlebih (gula, garam, lemak) dengan mekanisme fisiologis dan risiko penyakit degeneratif secara lengkap dan tepat pada ketiga kasus (3 dari 3 kasus sesuai acuan kunci). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada setiap tahap kegiatan pembelajaran terlaksana tepat sesuai rencana 80 menit?
- Apakah skenario kasus makanan cepat saji yang disajikan cukup relevan dan kontekstual dengan keseharian murid kelas 8?
- Bagaimana respons dan kesadaran murid saat merefleksikan dampak zat gizi berlebih terhadap organ tubuhnya?
Murid:- Zat apa (gula, garam, atau lemak jenuh) yang ternyata paling sering saya konsumsi berlebihan dalam seminggu terakhir?
- Risiko kesehatan apa yang paling mengkhawatirkan bagi organ tubuh saya jika pola makan cepat saji tersebut tidak dikurangi?
- Langkah nyata apa yang akan langsung saya ubah dalam memilih jajanan setelah menganalisis materi hari ini?
Pertemuan 2 — Menganalisis Kandungan Gizi dan Membaca Tabel Informasi Nilai Gizi pada Label Makanan Kemasan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.2 Menganalisis kandungan gizi pada makanan kemasan dan makanan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menganalisis kandungan gizi serta membaca tabel Informasi Nilai Gizi (ING) pada label makanan kemasan (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat secara mandiri dengan menjawab 2 soal pada secarik kertas: (1) Sebutkan 3 komponen zat gizi yang tercantum pada tabel Informasi Nilai Gizi; (2) Jika satu sajian biskuit mengandung 100 kkal dan satu bungkus berisi 3 sajian, berapa kalori total seluruh bungkus tersebut? (acuan: (1) komponen mencakup karbohidrat/protein/lemak/natrium/gula; (2) 100 kkal x 3 = 300 kkal) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan/lembar contoh tabel Informasi Nilai Gizi dari dua produk minuman kemasan: Minuman A (Takaran Saji 250 ml, 1 sajian per kemasan, Energi Total 120 kkal, Lemak Total 0 g, Gula 28 g, Natrium 15 mg) dan Minuman B (Takaran Saji 250 ml, 1 sajian per kemasan, Energi Total 60 kkal, Lemak Total 0 g, Gula 6 g, Natrium 20 mg) (8 menit).
- Guru memandu pembedahan komponen kunci label pangan: takaran saji, jumlah sajian per kemasan, persen Angka Kecukupan Gizi (%AKG), serta zat gizi kritis yang perlu dibatasi seperti gula, garam (natrium), dan lemak jenuh (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Label Gizi' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima 2 kemasan makanan riil (Biskuit Cokelat dan Keripik Kentang) lalu berlomba menghitung total kalori, total gula, dan total natrium bila seluruh isi kemasan dihabiskan berdasarkan data takaran saji dan jumlah sajian (12 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis 1 label makanan kemasan pilihan sendiri dan mengisi Lembar Kerja Analisis Nilai Gizi Kemasan: mencatat takaran saji, jumlah sajian per kemasan, menghitung zat gizi riil per kemasan utuh, serta menentukan apakah produk tersebut tergolong tinggi gula/natrium/lemak (acuan kriteria BPOM: tinggi gula >22 g per 100 g atau >15 g per porsi; tinggi natrium >600 mg per porsi; tinggi lemak jenuh >5 g per porsi) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya dan membandingkannya dengan batas acuan zat gizi harian yang direkomendasikan otoritas kesehatan untuk mengidentifikasi potensi kelebihan asupan gizi tertentu (8 menit).
- Murid menuliskan satu kesimpulan personal pada lembar kerja: bagaimana pemahaman membaca label Informasi Nilai Gizi mengubah kebiasaan mereka saat memilih makanan kemasan di kantin atau minimarket (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis kandungan gizi murid dan meluruskan kesalahpahaman umum mengenai takaran saji versus isi total kemasan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini serta memberikan arahan singkat untuk membawa contoh menu makanan sehari-hari pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan label makanan dengan sajian tunggal (1 sajian per kemasan), sedangkan murid yang lebih mahir diberikan label produk multi-sajian dengan perhitungan %AKG yang bervariasi.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan lembar panduan rumus pengali (Total Zat Gizi = Nilai per Sajian x Jumlah Sajian), sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis label kompleks secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel analisis kandungan gizi kemasan yang sama sesuai data label yang dianalisis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal tertulis singkat di awal pelajaran: (1) Sebutkan 3 komponen zat gizi yang tercantum pada tabel Informasi Nilai Gizi! (2) Jika satu sajian biskuit mengandung 100 kkal dan satu bungkus berisi 3 sajian, berapa kalori total seluruh bungkus tersebut? (acuan jawaban: (1) mencakup karbohidrat/protein/lemak/natrium/gula; (2) 100 kkal x 3 = 300 kkal).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Nilai Gizi Kemasan: Murid menganalisis label kemasan biskuit/makanan ringan dengan 4 butir analisis wajib: (1) takaran saji dan jumlah sajian per kemasan; (2) kalori total kemasan; (3) jumlah gula total per kemasan; (4) jumlah natrium total per kemasan (acuan penskoran: dinilai berdasarkan ketepatan rumus [nilai per sajian x jumlah sajian] dan kesesuaian data dengan label fisik yang dianalisis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan: Menjawab 1 studi kasus tertulis: Kemasan sari buah memiliki takaran saji 200 ml, jumlah sajian 2, gula per sajian 18 g. Berapa gram gula total jika botol dihabiskan seluruhnya dan apakah melebihi anjuran batas konsumsi gula tambahan per kali konsumsi (anjuran BPOM/Kemenkes: maksimal 50 g gula per hari)? (acuan: gula total = 18 g x 2 = 36 g; belum melebihi batas harian 50 g, namun sudah memenuhi lebih dari 70% batas harian dalam satu botol).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: cek pemahaman komponen label Informasi Nilai Gizi dan perhitungan kalori sajian
- Asesmen formatif proses: observasi pengerjaan Lembar Kerja Analisis Nilai Gizi Kemasan (ketepatan membaca takaran saji, menghitung kandungan zat gizi total per kemasan, dan mengategorikan tingkat zat gizi kritis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis komponen takaran saji dan zat gizi pada label kemasan | Membaca data zat gizi per sajian tanpa memperhitungkan jumlah sajian per kemasan sehingga data kandungan gizi total keliru. | Menganalisis takaran saji dan jumlah sajian namun masih terdapat kesalahan perhitungan pada zat gizi total (kalori/gula/natrium). | Menganalisis dan menghitung seluruh kandungan gizi (kalori, gula, lemak, natrium) per kemasan utuh secara tepat sesuai data label. | Menganalisis dan menghitung seluruh kandungan zat gizi per kemasan secara tepat serta mengevaluasi status tingginya zat gizi kritis (gula, garam, lemak) berdasarkan acuan kesehatan secara mandiri. | | Ketepatan menganalisis kelayakan kandungan gizi makanan kemasan | Belum mampu menentukan apakah kandungan zat gizi pada label tergolong aman atau berlebih bagi tubuh. | Mampu menyebutkan apakah produk tergolong tinggi gula/natrium namun belum disertai dasar data angka pada label. | Mampu menyimpulkan kelayakan produk berdasarkan data angka kandungan gula, natrium, atau lemak jenuh yang tertera pada label. | Mampu menyimpulkan kelayakan produk dengan membandingkan data kandungan gizi terhadap batas konsumsi harian rekomendasi otoritas kesehatan secara rinci dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu memahami konsep perbedaan antara 'nilai per sajian' dan 'isi total kemasan'?
- Apakah kegiatan tantangan berpasangan 'Detektif Label Gizi' berhasil membangun antusiasme dan pemahaman kritis murid?
Murid:- Bagian mana dari tabel Informasi Nilai Gizi yang paling mudah dan paling sulit saya pahami?
- Setelah menganalisis label gizi hari ini, apa hal pertama yang akan saya periksa saat membeli makanan kemasan?
Pertemuan 3 — Menganalisis Kandungan Zat Gizi Utama pada Berbagai Bahan Makanan Sehari-hari Berdasarkan Prinsip Gizi Seimbang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.2 Menganalisis kandungan gizi pada makanan kemasan dan makanan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menganalisis kandungan zat gizi utama pada bahan makanan sehari-hari berdasarkan prinsip gizi seimbang (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa pengelompokan 4 bahan makanan mentah/segar ke dalam zat gizi dominannya: (1) beras/singkong, (2) dada ayam/tahu, (3) bayam/wortel, (4) minyak kelapa/mentega (acuan: 1=karbohidrat, 2=protein, 3=vitamin/mineral/serat, 4=lemak) untuk memetakan kesiapan murid (5minit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak panduan guru mengenai klasifikasi 5 kelompok zat gizi utama (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral) serta fungsinya bagi tubuh remaja berlandaskan panduan Isi Piringku (12 menit).
- Murid mengamati tabel referensi 6 bahan makanan sehari-hari: (1) Nasi putih, (2) Tempe kedelai, (3) Telur ayam, (4) Daun bayam, (5) Buah pepaya, (6) Ikan tongkol, lalu menelaah zat gizi utama beserta fungsi fisiologisnya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan mini interaktif 'Tantangan Detektif Zat Gizi' berpasangan: murid mencocokkan secara cepat 4 kartu menu makanan rumahan dengan kartu analisis profil gizi yang tepat dengan gembira dan antusias (10 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis kandungan zat gizi utama pada Lembar Analisis Menu Sehari-hari yang memuat 4 hidangan: Hidangan A (Nasi liwet, ayam goreng rempah, sambal), Hidangan B (Nasi putih, sayur bening bayam jagung, tahu bacem), Hidangan C (Lontong sayur labu siam, telur rebus), Hidangan D (Nasi putih, ikan kembung bakar, tumis kangkung) dengan merinci zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral) yang dominan serta kelengkapan gizi seimbangnya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis lembar kerja dengan kunci acuan analisis zat gizi utama bahan makanan sehari-hari (5 menit).
- Murid merefleksikan tingkat ketelitian dan pemahamannya dalam mengenali komposisi zat gizi pada makanan yang mereka santap di rumah setiap hari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis kandungan zat gizi bahan makanan harian dan menginformasikan keterkaitannya dengan perhitungan kebutuhan aktivitas jasmani pada pertemuan berikutnya (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang memuat daftar kelompok bahan makanan beserta kandungan zat gizi dominannya; murid yang mahir diberikan daftar bahan makanan campuran yang lebih kompleks (misalnya opor ayam santan, urap sayur bumbu kelapa).
- Proses: Murid dengan kesiapan kurang mendapat bimbingan bertahap dari guru pada pengelompokan zat gizi makro terlebih dahulu; murid mandiri langsung menganalisis kelima komponen zat gizi utama secara komprehensif.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar analisis kandungan zat gizi dengan tingkat kedalaman telaah rincian zat gizi yang disesuaikan kesiapannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan diagnostik: Murid mengelompokkan zat gizi dominan dari 4 bahan makanan mentah: (1) beras/singkong -> karbohidrat; (2) dada ayam/tahu -> protein; (3) bayam/wortel -> vitamin/mineral/serat; (4) minyak kelapa/mentega -> lemak (acuan: jawaban benar 4 dari 4 bahan menunjukkan kesiapan siap menganalisis).
Proses:- Pengamatan dan pemeriksaan Lembar Analisis Kandungan Zat Gizi Utama pada 4 hidangan sehari-hari dengan acuan kunci: (1) Hidangan A: Nasi liwet (karbohidrat, lemak), Ayam goreng (protein, lemak), Sambal (vitamin C/mineral/lemak) - dominan karbohidrat dan lemak, minim serat/sayur; (2) Hidangan B: Nasi putih (karbohidrat), Sayur bayam jagung (vitamin A/C, zat besi, mineral, serat, karbohidrat), Tahu bacem (protein nabati, karbohidrat) - pola seimbang; (3) Hidangan C: Lontong (karbohidrat), Sayur labu siam santan (serat, vitamin, mineral, lemak), Telur rebus (protein hewani, lemak baik) - seimbang memenuhi karbohidrat, protein, sayuran; (4) Hidangan D: Nasi putih (karbohidrat), Ikan kembung bakar (protein hewani, lemak omega-3, mineral), Tumis kangkung (vitamin A/zat besi/serat/lemak tumisan) - pola gizi seimbang lengkap.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): Murid menganalisis kandungan zat gizi utama pada menu bekal: 'Nasi kuning, telur dadar iris, dan timun iris' (acuan kunci: Nasi kuning = karbohidrat & lemak santan; Telur dadar = protein & lemak; Timun = serat, air, dan vitamin; kesimpulan: gizi utama karbohidrat dan protein terpenuhi, namun porsi sayuran/mineral masih sangat minim untuk standar gizi seimbang).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan klasifikasi 4 kelompok bahan makanan
- Penilaian proses pengerjaan Lembar Analisis Kandungan Zat Gizi Utama pada 4 hidangan sehari-hari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis kandungan zat gizi utama pada makanan sehari-hari | Mampu menganalisis kandungan zat gizi utama secara tepat pada 1 dari 4 hidangan sehari-hari berdasarkan acuan gizi seimbang. | Mampu menganalisis kandungan zat gizi utama secara tepat pada 2 dari 4 hidangan sehari-hari berdasarkan acuan gizi seimbang. | Mampu menganalisis kandungan zat gizi utama secara tepat pada 3 dari 4 hidangan sehari-hari berdasarkan acuan gizi seimbang. | Mampu menganalisis kandungan zat gizi utama secara tepat dan lengkap pada seluruh (4 dari 4) hidangan sehari-hari berdasarkan acuan gizi seimbang secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu analisis kandungan zat gizi pada bahan makanan sehari-hari cukup memfasilitasi keterlibatan aktif seluruh murid?
- Apakah diferensiasi scaffolding berhasil membantu murid yang kesulitan membedakan zat gizi makro dan mikro?
Murid:- Apakah kamu kini dapat mengenali zat gizi utama apa saja yang terkandung dalam makanan yang kamu santap di rumah hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan analisis zat gizi bahan makanan harian yang paling menantang atau paling kamu sukai?
Pertemuan 4 — Merancang Menu Pola Makan Sehat Harian Berdasarkan Analisis Kebutuhan Energi Aktivitas Jasmani Murid — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.3 Merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan pertemuan 4 yaitu merancang menu pola makan sehat harian berdasarkan kebutuhan energi aktivitas jasmani (3 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara tertulis perkiraan pengeluaran energi antara 2 jenis aktivitas: (1) duduk membaca buku selama 60 menit dan (2) bermain sepak bola selama 60 menit. Acuan jawaban benar: bermain sepak bola membutuhkan energi jauh lebih besar (sekitar 400-500 kkal) dibandingkan duduk membaca buku (sekitar 60-80 kkal) karena melibatkan kerja otot besar dengan intensitas tinggi (5 menit).
- Guru menyampaikan keterkaitan hasil diagnostik dengan tujuan pembelajaran: pemahaman kebutuhan energi aktivitas menentukan seberapa banyak karbohidrat, protein, dan zat gizi lain yang harus dirancang dalam piring makan harian kita (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati lembar panduan estimasi kebutuhan energi remaja (tingkat aktivitas ringan: 1800-2000 kkal, sedang: 2100-2300 kkal, berat: 2400-2700 kkal) dan prinsip komposisi gizi seimbang Isi Piringku (50% sayur dan buah, 50% makanan pokok sumber karbohidrat dan lauk pauk sumber protein) (8 menit).
- Guru memandu murid menelaah tabel referensi kandungan zat gizi (kalori, karbohidrat, protein, lemak) dari 6 bahan pangan lokal: nasi putih 1 centong/100g (130 kkal, 28g karbo, 2.7g protein), ubi rebus 100g (100 kkal, 24g karbo, 1.6g protein), dada ayam rebus 1 potong/100g (165 kkal, 31g protein, 3.6g lemak), tempe goreng 2 potong/50g (100 kkal, 7g karbo, 9g protein, 5g lemak), sayur bayam 1 mangkuk/100g (25 kkal, 4g karbo, 1g serat, vitamin/mineral), pisang ambon 1 buah/100g (90 kkal, 23g karbo, 1g protein) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan 'Simulasi Kartu Menu Energi': setiap meja memilih 1 amplop profil aktivitas murid (Profil A: aktivitas sedang/ekskul tari 45 menit estimasi 2100 kkal; Profil B: aktivitas berat/ekskul basket 90 menit estimasi 2500 kkal) lalu menyusun kombinasi menu cepat untuk sarapan secara berpasangan dengan saling mencocokkan kartu gizi yang pas (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menganalisis profil aktivitas jasmani pribadinya sendiri hari ini (mencatat jenis aktivitas: jalan kaki, belajar, olahraga raga) dan menentukan kategori beban energinya (ringan, sedang, atau berat) (7 menit).
- Murid merancang susunan menu pola makan sehat lengkap 1 hari (makan pagi, makan siang, makan malam, dan 1 camilan sehat) pada Lembar Kerja Perancangan Menu Sehat dengan memadukan bahan makanan yang memenuhi kebutuhan energi serta zat gizi makro (karbohidrat, protein) dan mikro (sayur/buah) sesuai prinsip Isi Piringku (16 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali draf rancangan menunya menggunakan lembar periksa mandiri (apakah mencakup makanan pokok, lauk, sayur, buah, dan kalorinya sesuai beban aktivitas hariannya) (7 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap beberapa sampel rancangan menu terkait ketepatan penyesuaian porsi zat gizi terhadap intensitas gerak fisik murid (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip utama perancangan pola makan sehat: besaran energi yang dikonsumsi harus proporsional dengan pengeluaran energi aktivitas jasmani dan tetap memperhatikan keseimbangan gizi (4 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir 1 butir tertulis, lalu menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya untuk merancang tindakan pencegahan risiko penyakit gaya hidup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan porsi visual 'Isi Piringku' berskala sendok/centong; murid cepat diberikan tabel konversi kalori dengan variasi bahan makanan yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan berulang dalam mencocokkan intensitas gerak dengan porsi karbohidrat; murid mahir merancang menu harian secara mandiri hingga rincian gramatur zat gizi.
- Produk: Format rancangan menu dapat berupa bagan piramida/piring berlabel rincian gizi atau tabel susunan menu harian terstruktur lengkap dengan estimasi energi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab pertanyaan tertulis: 'Manakah yang memerlukan asupan energi lebih banyak: duduk membaca buku 60 menit atau bermain sepak bola 60 menit? Jelaskan alasannya.' (Acuan jawaban benar: bermain sepak bola memerlukan asupan energi lebih banyak [sekitar 400-500 kkal] dibanding membaca buku [sekitar 60-80 kkal] karena melibatkan pergerakan otot besar dengan intensitas tinggi).
Proses:- Observasi pengerjaan porsi menu: Guru mengamati ketepatan murid dalam menentukan kelompok bahan makanan pokok, lauk sumber protein, sayuran, dan buah-buahan yang disesuaikan dengan intensitas beban jasmani pada lembar kerja.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir di akhir pertemuan: 'Jika seorang murid memiliki jadwal latihan atletik berat sepulang sekolah, zat gizi utama apa yang porsinya harus ditingkatkan dalam rancangan menu makan siang sebelum latihan dan apa fungsinya?' (Acuan jawaban benar: Karbohidrat kompleks sebagai sumber energi utama/bahan bakar otot, disertai protein yang cukup untuk pemulihan jaringan).
Formatif:- Penilaian Kinerja Lembar Kerja: Ketepatan analisis kebutuhan energi aktivitas jasmani dan kelengkapan perancangan menu pola makan gizi seimbang harian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Analisis Kebutuhan Energi Aktivitas Jasmani | Belum mampu mengidentifikasi tingkat intensitas aktivitas jasmani harian dan kebutuhan energinya. | Mampu mengidentifikasi tingkat intensitas aktivitas jasmani harian, namun estimasi kebutuhan energinya belum tepat. | Mampu menganalisis tingkat intensitas aktivitas jasmani pribadi (ringan/sedang/berat) dan mengestimasikan kebutuhan energi yang proporsional secara tepat. | Mampu menganalisis tingkat intensitas aktivitas jasmani pribadi secara sangat rinci beserta estimasi kebutuhan energinya secara mandiri dan akurat. | | Perancangan Menu Pola Makan Sehat Harian Sesuai Kandungan Gizi | Menu yang dirancang belum memenuhi 4 unsur gizi seimbang dan porsi belum disesuaikan dengan aktivitas. | Merancang menu yang memuat bahan pokok dan lauk, namun belum lengkap dengan sayur/buah atau porsi belum selaras dengan aktivitas. | Merancang menu harian lengkap (makan pagi, siang, malam, camilan) dengan komposisi gizi seimbang (karbohidrat, protein, vitamin, mineral) yang sesuai dengan kebutuhan energi aktivitas jasmaninya. | Merancang menu harian lengkap dengan proporsi zat gizi seimbang yang sangat tepat, variatif, dan selaras sempurna dengan beban aktivitas jasmaninya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu perancangan menu harian cukup memfasilitasi murid dalam menganalisis kebutuhan energinya masing-masing?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam menghitung atau memadankan jenis makanan dengan intensitas gerak fisiknya?
Murid:- Apakah menu makanan yang kamu rancang hari ini sudah cukup memberi energi untuk aktivitas fisikmu tanpa berlebihan?
- Bagian mana dari menu rancanganmu yang paling mudah kamu terapkan di rumah mulai besok?
Pertemuan 5 — Merancang Tindakan Pencegahan Risiko Kesehatan Gaya Hidup Melalui Pengaturan Pola Makan dan Jadwal Aktivitas Jasmani Sesuai Rekomendasi Otoritas Kesehatan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.4 Merancang tindakan pencegahan risiko kesehatan gaya hidup melalui pengaturan pola makan dan aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu merancang tindakan pencegahan risiko kesehatan gaya hidup melalui pengaturan pola makan dan jadwal aktivitas jasmani sesuai rekomendasi otoritas kesehatan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai batas anjuran konsumsi GGL harian Kemenkes (Gula 4 sdm/50g, Garam 1 sdt/5g, Lemak 5 sdm/67g) dan durasi minimal aktivitas jasmani remaja menurut WHO (minimal 60 menit/hari intensitas sedang hingga bugar) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati panduan infografis rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes RI dan WHO) yang mencakup: prinsip 'Isi Piringku', batasan GGL harian (maksimal gula 50 gram, garam 2.000 mg natrium/5 gram garam, lemak 67 gram), serta rekomendasi aktivitas fisik remaja (minimal 60 menit per hari dengan intensitas sedang hingga berat) (10 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis kartu cepat 'Cocokkan Aturan Kesehatan' untuk mengidentifikasi pasangan risiko gaya hidup sedenter & tinggi GGL dengan tindakan pencegahan yang direkomendasikan otoritas kesehatan; terdapat 3 pasang kartu tantangan: (1) Risiko obesitas & diabetes akibat soda berlebih -> Tindakan: membatasi gula maksimal 4 sendok makan (50 gram) per hari dan jalan cepat 60 menit; (2) Risiko hipertensi akibat camilan asin gurih -> Tindakan: membatasi natrium maksimal 2.000 mg (1 sendok teh garam) per hari dan peregangan aktif; (3) Risiko dislipidemia akibat gorengan jenuh -> Tindakan: membatasi lemak maksimal 5 sendok makan (67 gram) per hari serta bersepeda aerobik 60 menit (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Rencana Aksi Pencegahan Risiko Gaya Hidup dan bekerja secara mandiri merancang draf tindakan pencegahan pribadi yang memadukan 2 komponen utama: (a) Pengaturan pola makan pencegahan (pembatasan GGL dan proporsi gizi seimbang harian) dan (b) Jadwal aktivitas jasmani mingguan (frekuensi, jenis latihan fisik, dan durasi minimal 60 menit/hari sesuai pedoman WHO/Kemenkes) (20 menit).
- Murid memeriksa keselarasan rancangannya dengan parameter otoritas kesehatan: memastikan target pembatasan GGL terukur secara numerik/porsi dan jadwal aktivitas mencakup minimal 3 hari dalam seminggu dengan akumulasi waktu yang sesuai standar kesehatan remaja (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan daftar cek pemenuhan rekomendasi otoritas kesehatan pada draf rencana aksi yang telah dibuatnya untuk menandai target yang sudah realistis maupun yang masih perlu disesuaikan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama tindakan pencegahan gaya hidup tidak sehat: mengontrol asupan gizi berlebih dan menjaga rutinitas gerak aktif sesuai standar kesehatan resmi (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil rancangan murid dan mengingatkan murid untuk menyimpan draf lembar kerja ini sebagai bahan portofolio asesmen sumatif pada Pertemuan 6 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel rencana aksi terstruktur dengan contoh pengisian porsi gizi dan jenis aktivitas fisik harian; murid yang lebih cepat diberikan opsi merancang variasi aktivitas fisik berbasis denyut nadi atau intensitas spesifik.
- Proses: Pemberian scaffolding bertahap bagi murid yang kesulitan menghitung batasan takaran GGL harian melalui konversi sendok takar rumah tangga.
- Produk: Murid menuangkan rencana pencegahan ke dalam tabel rencana aksi mingguan sederhana atau bagan matriks pencegahan gaya hidup sehat terpadu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik pemahaman standar otoritas kesehatan: (1) Sebutkan batas anjuran konsumsi harian gula, garam, dan lemak menurut Permenkes No. 30/2013 (Acuan jawaban benar: Gula maksimal 4 sendok makan/50 gram, Garam maksimal 1 sendok teh/2000 mg natrium/5 gram garam, Lemak maksimal 5 sendok makan/67 gram); (2) Berapa durasi minimal aktivitas jasmani intensitas sedang-berat yang disarankan WHO untuk remaja usia 12-17 tahun setiap hari? (Acuan jawaban benar: minimal 60 menit akumulasi per hari).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Rencana Aksi Pencegahan Risiko Gaya Hidup pada tahap Mengaplikasi dengan acuan ketercapaian: (1) Menuliskan minimal 1 tindakan pencegahan pola makan yang membatasi GGL sesuai takaran anjuran Kemenkes (maksimal gula 50g, garam 5g, lemak 67g per hari); (2) Menuliskan jadwal aktivitas jasmani mingguan minimal 3-5 hari dengan durasi minimal 60 menit per sesi/hari yang mencakup jenis aktivitas intensitas sedang (seperti jalan cepat, bersepeda, senam, joging) sesuai anjuran WHO/Kemenkes.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif mandiri melalui daftar periksa 2 butir: (1) Apakah rencana pola makan saya sudah mencantumkan batasan konkret konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai panduan Kemenkes? (Kriteria: ya, mencantumkan batasan takaran/porsi harian); (2) Apakah jadwal aktivitas jasmani saya sudah memenuhi rekomendasi minimal 60 menit per hari? (Kriteria: ya, durasi tertera jelas minimal 60 menit).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Tanya jawab lisan mengenai batas konsumsi GGL harian dan durasi aktivitas jasmani remaja menurut acuan Kemenkes/WHO.
- Asesmen proses (Lembar Kerja Rencana Aksi Pencegahan): Penilaian ketepatan rancangan tindakan pencegahan risiko kesehatan yang memuat pengaturan pola makan (pembatasan GGL) dan jadwal aktivitas jasmani mingguan sesuai kriteria otoritas kesehatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rancangan Tindakan Pengaturan Pola Makan Pencegahan Risiko | Belum mampu merancang tindakan pengaturan pola makan atau tidak mencantumkan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak sama sekali. | Merancang tindakan pengaturan pola makan namun batasan konsumsi gula, garam, dan lemak belum sesuai rekomendasi otoritas kesehatan (hanya berupa imbauan umum tanpa batasan terukur). | Merancang tindakan pengaturan pola makan dengan mencantumkan batasan konsumsi gula (maksimal 50 gram/4 sdm), garam (maksimal 5 gram/1 sdt), dan lemak (maksimal 67 gram/5 sdm) secara tepat sesuai acuan Kemenkes. | Merancang tindakan pengaturan pola makan secara lengkap, mandiri, dan rinci dengan mencantumkan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai acuan Kemenkes serta menyelaraskannya dengan prinsip porsi 'Isi Piringku'. | | Rancangan Jadwal Aktivitas Jasmani Sesuai Rekomendasi Otoritas Kesehatan | Belum mampu merancang jadwal aktivitas jasmani pencegahan risiko kesehatan gaya hidup. | Merancang jadwal aktivitas jasmani namun frekuensi dan durasinya belum memenuhi standar rekomendasi WHO/Kemenkes (di bawah 60 menit per hari). | Merancang jadwal aktivitas jasmani mingguan yang memenuhi rekomendasi WHO/Kemenkes dengan durasi minimal 60 menit per hari serta memuat jenis aktivitas intensitas sedang-berat secara tepat. | Merancang jadwal aktivitas jasmani mingguan secara mandiri, runtut, dan realistis dengan variasi jenis aktivitas intensitas sedang-berat yang memenuhi rekomendasi durasi minimal 60 menit per hari beserta frekuensi yang teratur sepanjang minggu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk merancang rencana aksi pencegahan pola makan dan aktivitas jasmani secara mandiri?
- Bagian mana dari rekomendasi otoritas kesehatan yang paling banyak disalahpahami atau sulit diaplikasikan oleh murid ke dalam jadwal harian?
Murid:- Apakah tindakan pencegahan melalui pola makan dan jadwal gerak yang saya rancang realistis untuk saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
- Rekomendasi otoritas kesehatan mana yang paling menantang untuk saya patuhi, dan bagaimana saya mengatasinya?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.6.1 Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup terkait pola konsumsi makanan tidak sehat
- TP 8.6.2 Menganalisis kandungan gizi pada makanan kemasan dan makanan sehari-hari
- TP 8.6.3 Merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani
- TP 8.6.4 Merancang tindakan pencegahan risiko kesehatan gaya hidup melalui pengaturan pola makan dan aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 6 yaitu mengukur penguasaan analisis gizi dan keterampilan merancang rencana aksi hidup sehat secara tertulis dan mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan berkas Lembar Kerja Portofolio Terpadu Sumatif yang terdiri atas 2 bagian: Tugas 1 (Analisis Gizi & Risiko Kesehatan) dan Tugas 2 (Rancangan Menu & Tindakan Pencegahan), serta menjelaskan tata tertib dan batas waktu pengerjaan secara berkesadaran (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 1 (durasi 35 menit): menelaah 2 tabel label informasi nilai gizi (Produk A: Mi Instan Kemasan 80g memuat Lemak Total 14g, Natrium 1.070mg, Gula 2g; Produk B: Minuman Teh Kemasan 350ml memuat Gula 28g, Natrium 20mg, Lemak 0g) serta menganalisis 3 risiko penyakit gaya hidup akibat konsumsi berlebih (hipertensi akibat natrium, obesitas dan diabetes melitus tipe 2 akibat gula berlebih, penyakit jantung koroner akibat lemak jenuh berlebih) (35 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 2 (durasi 30 menit): merancang menu makan harian gizi seimbang (sarapan, makan siang, makan malam) sesuai prinsip 'Isi Piringku' (1/2 piring sayur dan buah, 1/2 piring makanan pokok dan lauk pauk) untuk kebutuhan aktivitas jasmani remaja (1.800-2.200 kkal), serta menyusun jadwal rencana aksi 3 sesi aktivitas fisik per minggu intensitas sedang minimal 150 menit per minggu sesuai rekomendasi Kemenkes RI/WHO untuk pencegahan penyakit gaya hidup (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pengecekan mandiri pada lembar periksa keterisian instrumen untuk memastikan seluruh komponen tabel analisis nutrisi, risiko penyakit, menu seimbang, dan jadwal aktivitas telah terjawab lengkap sebelum dikumpulkan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar portofolio asesmen sumatif murid secara tertib dan serentak (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran murid selama mengerjakan asesmen sumatif serta menutup pertemuan dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: penyediaan lembar instrumen dengan ukuran teks/tabel lebih besar bagi murid dengan gangguan penglihatan tanpa mengubah data angka gizi dan soal yang diuji.
- Proses: Pemberian penegasan petunjuk teknis pembacaan baris kolom tabel gizi secara individual di meja murid tanpa memberikan jawaban substansi analisis.
- Produk: Format penulisan portofolio terstandar serentak sesuai Lembar Kerja Terpadu yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio Lembar Kerja Terpadu dan Perancangan Rencana Aksi Hidup Sehat: Dokumen lembar analisis tertulis informasi nilai gizi dan risiko kesehatan makanan olahan, serta rancangan tertulis menu gizi seimbang harian dan jadwal aktivitas jasmani pencegahan risiko gaya hidup yang dikerjakan serentak di kelas
- Penilaian tertulis analisis studi kasus dan label nutrisi serentak: Lembar analisis tertulis berisi hasil telaah tabel informasi nilai gizi dua produk makanan kemasan/harian serta paparan risiko kesehatan terkait konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian analisis gizi dan kunci jawaban pedoman penskoran)
- Penugasan produk tertulis rancangan menu dan rencana aksi terpadu serentak: Tabel rancangan menu makan harian gizi seimbang sesuai kebutuhan aktivitas fisik murid serta dokumen rencana aksi pencegahan penyakit gaya hidup yang memuat jadwal aktivitas jasmani berdasarkan pedoman otoritas kesehatan (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian rancangan menu dan rencana aksi gaya hidup sehat)
Sumatif:- Portofolio Lembar Kerja Terpadu dan Perancangan Rencana Aksi Hidup Sehat: Dokumen lembar analisis tertulis informasi nilai gizi dan risiko kesehatan makanan olahan, serta rancangan tertulis menu gizi seimbang harian dan jadwal aktivitas jasmani pencegahan risiko gaya hidup yang dikerjakan serentak di kelas
- Penilaian tertulis analisis studi kasus dan label nutrisi serentak: Lembar analisis tertulis berisi hasil telaah tabel informasi nilai gizi dua produk makanan kemasan/harian serta paparan risiko kesehatan terkait konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian analisis gizi dan kunci jawaban pedoman penskoran)
- Penugasan produk tertulis rancangan menu dan rencana aksi terpadu serentak: Tabel rancangan menu makan harian gizi seimbang sesuai kebutuhan aktivitas fisik murid serta dokumen rencana aksi pencegahan penyakit gaya hidup yang memuat jadwal aktivitas jasmani berdasarkan pedoman otoritas kesehatan (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian rancangan menu dan rencana aksi gaya hidup sehat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Risiko Kesehatan Pola Konsumsi (TP 8.6.1) | Belum mampu menghubungkan konsumsi zat gizi berlebih dengan risiko penyakit gaya hidup. | Mampu menganalisis 1 keterkaitan antara konsumsi zat gizi berlebih (gula/garam/lemak) dengan risiko penyakit gaya hidup secara tepat. | Mampu menganalisis 2 keterkaitan antara konsumsi zat gizi berlebih dengan risiko penyakit gaya hidup (acuan: natrium berlebih -> hipertensi; gula berlebih -> obesitas/diabetes melitus tipe 2; lemak jenuh berlebih -> penyakit jantung koroner) secara tepat. | Mampu menganalisis secara tepat ketiga keterkaitan konsumsi berlebih (natrium -> hipertensi; gula -> obesitas/diabetes melitus tipe 2; lemak jenuh -> penyakit jantung koroner) beserta mekanisme dampaknya bagi kesehatan secara mandiri. | | Analisis Kandungan Nilai Gizi Produk (TP 8.6.2) | Belum mampu mengidentifikasi dan membandingkan kandungan nilai gizi pada tabel label kemasan. | Mampu membaca nilai gizi tetapi keliru dalam mengevaluasi kesesuaian batas konsumsi harian. | Mampu membaca dan membandingkan kandungan natrium, gula, dan lemak dari dua produk kemasan (Produk A dan Produk B) serta menentukan produk yang melebihi anjuran harian secara tepat. | Mampu menganalisis seluruh rincian zat gizi pada kedua produk kemasan secara cermat, membandingkan persentase AKG, dan memberikan evaluasi kelayakan konsumsinya secara tepat dan kritis. | | Rancangan Menu Gizi Seimbang Sesuai Kebutuhan (TP 8.6.3) | Rancangan menu harian belum memuat komposisi zat gizi seimbang dan belum memperhitungkan porsi makan. | Rancangan menu memuat makanan pokok dan lauk, namun proporsi sayur dan buah belum memenuhi pedoman Isi Piringku. | Rancangan menu harian (sarapan, makan siang, makan malam) tepat memenuhi komposisi Isi Piringku (1/2 piring sayur dan buah, 1/2 piring karbohidrat dan lauk pauk protein) sesuai rentang kebutuhan energi remaja (1.800-2.200 kkal). | Rancangan menu harian sangat lengkap, variatif pada ketiga waktu makan, tepat proporsi Isi Piringku, serta selaras dengan variasi kebutuhan energi aktivitas jasmani yang dilakukan. | | Rancangan Tindakan Pencegahan & Jadwal Aktivitas (TP 8.6.4) | Belum mampu menyusun rencana tindakan pencegahan dan jadwal aktivitas fisik yang terukur. | Menyusun jadwal aktivitas fisik tetapi durasi total kurang dari 150 menit per minggu atau tanpa intensitas yang jelas. | Merancang jadwal aktivitas jasmani intensitas sedang dengan total minimal 150 menit per minggu (misal: 3 sesi x 50 menit) terpadu dengan aturan pola makan pencegah risiko gaya hidup sesuai rekomendasi Kemenkes/WHO. | Merancang rencana aksi komprehensif memuat pencegahan perilaku sedenter, jadwal aktivitas jasmani 150 menit per minggu dengan pembagian sesi dan jenis latihan yang spesifik, serta pengaturan pola makan sehat sesuai standar otoritas kesehatan secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk Tugas 1 dan 30 menit untuk Tugas 2 mencukupi bagi murid dalam menyelesaikan portofolio mandiri?
- Bagian kompetensi mana dari keempat TP bab gizi yang paling banyak dikuasai dengan baik oleh murid dan mana yang masih memerlukan penguatan?
Murid:- Bagian mana dari lembar kerja analisis gizi dan rancangan hidup sehat ini yang paling mudah dan paling menantang untuk saya selesaikan?
- Bagaimana rencana nyata saya menerapkan rancangan menu Isi Piringku dan jadwal aktivitas jasmani ini dalam rutinitas sehari-hari di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021, Bab 6: Gizi dan Makanan
- Lembar Kerja Analisis Kasus Risiko Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL)
- Kartu Kuis Tebak Risiko Komposisi Makanan Cepat Saji
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021, Bab 6)
- Buku Siswa PJOK Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021, Bab 6 Hal. 218-228)
- Contoh label kemasan makanan dan minuman riil (biskuit, susu, minuman jus kemasan, keripik)
- Lembar Kerja Analisis Nilai Gizi Kemasan (Tabel 6.8 Buku Siswa)
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/2023, Bab 6 Gizi dan Makanan)
- Buku Panduan Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII
- Poster Panduan Gizi Seimbang 'Isi Piringku' dari Kementerian Kesehatan RI
- Lembar Kerja Analisis Zat Gizi Makanan Sehari-hari dan Kartu Detektif Zat Gizi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP Kelas VIII Bab 6 (Kemendikbudristek 2024)
- Tabel Komposisi Pangan Indonesia / Panduan Porsi Isi Piringku Kemenkes RI
- Lembar Kerja Perancangan Menu Makan Sehat Harian
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2024, Bab VI: Gizi dan Makanan
- Panduan Pedoman Gizi Seimbang & Pedoman Aktivitas Fisik Remaja, Kementerian Kesehatan RI
- Global Recommendations on Physical Activity for Health (Ages 5–17 years), World Health Organization (WHO)
- Lembar Kerja Rencana Aksi Pencegahan Risiko Kesehatan Gaya Hidup
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VIII SMP/MTs, Kemendikbudristek RI, 2024
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas VIII SMP/MTs, Kemendikbudristek RI, 2024
- Pedoman Gizi Seimbang dan Panduan Isi Piringku, Kementerian Kesehatan RI
- Lembar Kerja Portofolio Asesmen Sumatif Terpadu Bab 6
|