MODUL AJAR PJOK — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 5 — Alam untuk Aktivitas Jasmani INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Alam untuk Aktivitas Jasmani |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.5.1 Menerapkan keterampilan gerak aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak
- TP 8.5.2 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani penjelajahan alam
- TP 8.5.3 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam secara aman
- TP 8.5.4 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas aktivitas jasmani di lingkungan alam
- TP 8.5.5 Mempraktikkan prosedur untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama pada aktivitas jasmani di alam
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara mengatur posisi tubuh dan tumpuan kaki saat melompati atau menyeberangi rintangan alami di luar ruangan agar tetap seimbang?
- Mengapa teknik melangkah dan mendarat harus disesuaikan ketika jenis rintangan di lintasan alam berubah?
- Bagaimana sebuah kelompok penjelajah menentukan jalur ketika jalan di depan terhalang rintangan?
- Apa yang terjadi jika semua anggota kelompok ingin memimpin sendiri-sendiri saat melakukan penjelajahan?
- Mengapa kerja sama tim dan pembagian peran sangat menentukan keselamatan dan kelancaran saat bergerak di alam?
- Mengapa saat melakukan penjelajahan di lingkungan luar ruang kita harus selalu mematuhi rute dan rambu keselamatan?
- Perilaku aman apa saja yang perlu kita jaga agar seluruh rangkaian penjelajahan alam berjalan tertib dan tidak membahayakan diri sendiri?
- Mengapa detak jantung dan napas kita terasa berbeda saat berjalan santai di jalan datar dibandingkan saat mendaki bukit terjal di alam terbuka?
- Apa tanda fisiologis yang diberikan tubuh kita saat intensitas aktivitas fisik di alam sudah melampaui batas kemampuan normal?
- Apa tindakan pertolongan pertama yang harus segera kamu lakukan jika pergelangan kaki temanmu terkilir saat berjalan di jalur penjelajahan alam?
- Mengapa kita tidak boleh sembarangan mengurut atau memijat bagian tubuh yang baru saja mengalami cedera terkilir di alam terbuka?
- Bagaimana keterampilan gerak melintasi rintangan dan kerja sama kelompok saling mendukung saat menghadapi medan penjelajahan alam?
- Mengapa kita perlu memantau denyut nadi dan reaksi tubuh kita saat intensitas aktivitas fisik di alam berubah?
- Apa langkah terpenting yang harus diambil saat rekan tim mengalami cedera ringan di tengah rute penjelajahan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Dasar Melintasi Rintangan di Lingkungan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.1 Menerapkan keterampilan gerak aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, memimpin doa, dan memandu pemanasan statis serta dinamis yang berfokus pada kelenturan pergelangan kaki dan lutut (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal berupa tes peragaan mandiri melompati garis lurus dan mendarat dengan lutut mengeper untuk memetakan kesiapan gerak dasar rintangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan 3 bentuk keterampilan gerak dasar melintasi rintangan alam tiruan: (1) melangkah panjang stabil di atas balok titian/garis sempit (simulasi batang pohon tumbang), (2) melompati rintangan balok/kardus setinggi 30 cm dengan tumpuan satu kaki dan mendarat dua kaki mengeper (simulasi batu/aliran air), dan (3) merayap/membungkuk rendah melintasi mistar setinggi 60 cm (simulasi dahan rendah) (10 menit).
- Murid mengamati demonstrasi, menyimak poin mekanika gerak (menjaga pusat gravitasi rendah saat meniti dan mengeperkan lutut saat mendarat), lalu mencoba masing-masing 1 kali gerakan dasar secara terbimbing (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan latihan sirkuit rintangan alam tiruan yang terdiri dari 3 pos secara bergiliran: Pos 1 meniti jalur sempit sepanjang 3 meter dengan tangan direntangkan, Pos 2 melompati 3 rintangan setinggi 30 cm secara berurutan, dan Pos 3 merayap di bawah mistar sepanjang 3 meter (20 menit).
- Murid memainkan tantangan ketangkasan 'Jelajah Rintangan Alam' berpasangan: satu murid mempraktikkan transfer keterampilan gerak melintasi sirkuit rintangan dengan variasi jarak rintangan yang diubah oleh guru, sementara pasangannya mengamati ketercapaian teknik gerak secara bergantian dalam suasana yang menggembirakan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar untuk pendinginan mandiri sambil mengevaluasi kesesuaian posisi tumpuan kaki, keseimbangan badan, dan pendaratan yang dilakukan saat menghadapi perubahan jarak rintangan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa keterampilan gerak melintasi rintangan dan transfer gerak yang telah ditunjukkan murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama keseimbangan dan pendaratan saat melintasi rintangan alam, mengagendakan materi pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi ketinggian rintangan lompat (20 cm untuk penyesuaian dasar, 30-40 cm untuk penguasaan lanjutan) dan lebar titian lintasan.
- Proses: Murid yang belum stabil diberikan kesempatan mengulang gerakan meniti dengan panduan garis lantai sebelum naik ke balok titian; murid yang mahir mempraktikkan transfer gerak melintasi rintangan dengan variasi jarak yang lebih rapat.
- Produk: Unjuk kerja keterampilan gerak melintasi 3 rintangan disesuaikan dengan tingkat kelancaran dan kontrol pendaratan masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan diagnostik: Murid melompat ke depan melintasi jarak 50 cm dan mendarat. Acuan kriteria: (1) tolakan bertumpu pada satu atau dua kaki secara terkontrol, (2) mendarat dengan kedua ujung telapak kaki disusul tumit serta lutut ditekuk/mengeper tanpa terjatuh atau kehilangan keseimbangan.
Proses:- Pengamatan langsung saat latihan sirkuit: Guru mengamati ketercapaian 3 keterampilan gerak melintasi rintangan dengan lembar ceklis: (1) Meniti: berjalan seimbang tanpa jatuh dari garis/balok, (2) Melompat: melewati balok 30 cm dan mendarat mengeper, (3) Merayap: bergerak maju di bawah mistar 60 cm tanpa menyentuh mistar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak (unjuk kerja singkat): Murid mempraktikkan transfer gerak melompati 1 rintangan balok setinggi 30 cm kemudian langsung melanjutkan gerak merayap sejauh 2 meter secara berkesinambungan (acuan: transisi gerak dari pendaratan ke posisi membungkuk/merayap dilakukan lancar tanpa berhenti lebih dari 2 detik dan lutut mengeper saat mendarat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak melintasi sirkuit rintangan (keseimbangan meniti, ketepatan tolakan dan pendaratan melompat, serta kelancaran merayap)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Melintasi Rintangan Alam Tiruan (Meniti, Melompat, Merayap) | Mampu melakukan kurang dari 2 bentuk gerak rintangan dengan tepat; kehilangan keseimbangan saat meniti dan mendarat kaku tanpa mengeper. | Mampu menerapkan 2 dari 3 bentuk keterampilan gerak rintangan (meniti, melompat, merayap) dengan teknik pendaratan atau keseimbangan yang cukup terkontrol namun masih ragu-ragu. | Mampu menerapkan ketiga bentuk gerak dasar melintasi rintangan (meniti seimbang, melompat dengan pendaratan mengeper, dan merayap rendah) secara tepat dan mandiri. | Mampu menerapkan ketiga bentuk gerak dasar rintangan dengan teknik sempurna serta konsisten mentransfer pola gerak secara mulus saat variasi rintangan diubah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rintangan tiruan di lapangan cukup aman dan representatif untuk melatih keterampilan gerak penjelajahan alam?
- Bagaimana keterlibatan dan tingkat keberhasilan murid dalam mempraktikkan pendaratan mengeper saat melompati rintangan?
Murid:- Bagian mana dari rintangan (meniti, melompat, atau merayap) yang paling menantang untuk menjaga keseimbangan tubuhmu?
- Penyesuaian apa yang kamu lakukan pada posisi kaki saat mendarat agar tidak terjatuh ketika melewati rintangan?
Pertemuan 2 — Menerapkan Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Penjelajahan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.2 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani penjelajahan alam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di lapangan sekolah/area luar ruang (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang pembagian peran kelompok saat beraktivitas jasmani di luar ruangan (4 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis berpasangan 'Cermin Pemimpin' di mana satu murid memimpin gerakan peregangan dan pasangannya mengikuti secara bergantian (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok melalui simulasi rute penjelajahan alam berkelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak pengantar guru mengenai tiga elemen kunci dalam penjelajahan alam: kepemimpinan (mengarahkan dan menjaga ritme regu), kolaborasi (saling bantu melintasi medan dan pembagian tugas), serta pengambilan keputusan cepat ketika menghadapi persimpangan rintangan (5 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang, lalu menerima lembar instruksi 'Tantangan Ekspedisi Regu' yang berisi pembagian peran (pemimpin regu, navigator arah, pengatur tempo barisan, dan penyapu belakang/sweeper) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok mempraktikkan simulasi awal 'Formasi Barisan Ekspedisi': murid menyelaraskan langkah bergerak beregu melintasi rute bertanda (garis lintasan zig-zag dan balok titian) dengan peran yang telah disepakati (10 menit).
- Setiap kelompok menjalankan aktivitas permainan tantangan 'Ekspedisi Tali Persahabatan': seluruh anggota memegang satu utas tali bersama melintasi 3 Pos Tantangan (Pos 1: menyeberangi jembatan tali rendah berpasangan; Pos 2: mengambil keputusan memilih jalur kering atau jalur berkerikil berdasarkan musyawarah cepat 30 detik; Pos 3: evakuasi anggota regu melewati susunan bangku rintangan tanpa melepas pegangan tali) (20 menit).
- Kelompok melakukan rotasi peran (pemimpin regu berganti menjadi penunjuk arah atau penyapu belakang) untuk mencoba kembali rintangan dengan kepemimpinan anggota yang berbeda (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk merefleksikan bagaimana keputusan diambil saat menemui rintangan di Pos 2 dan bagaimana kepemimpinan serta kolaborasi dijalankan selama penjelajahan tali (5 menit).
- Setiap kelompok menyampaikan satu poin kunci pengambilan keputusan kelompok yang paling berhasil membuat regunya melintasi pos secara efektif (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan relaksasi otot tungkai secara melingkar (2 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penerapan kepemimpinan, kekompakan kolaborasi, dan kematangan musyawarah regu yang teramati selama aktivitas gerak (2 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai partisipasi aman dan tertib dalam penjelajahan alam, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi pilihan skenario rintangan (jalur terbuka vs jalur sempit) bagi kelompok yang membutuhkan contoh visual pengambilan keputusan.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan rute dengan 2 pos rintangan datar, sedangkan kelompok yang siap menghadapi tantangan lebih tinggi diberikan rute dengan 3 pos rintangan berketinggian bertingkat dan variasi pergantian tempo langkah.
- Produk: Kelompok yang cepat dapat mendemonstrasikan variasi strategi pembagian beban regu saat melintasi pos evakuasi rintangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika dalam penjelajahan regu ada teman yang tertinggal jauh di belakang dan ada dua jalur di depan, apa yang harus dilakukan pemimpin dan anggota regu?' (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan tindakan koordinasi kelompok, yaitu pemimpin menghentikan/memperlambat barisan, sweeper melapor, dan anggota bermusyawarah menentukan jalur yang aman bersama-sama).
Proses:- Observasi keterlaksanaan 3 indikator selama permainan 'Ekspedisi Tali Persahabatan': (1) Menerapkan kepemimpinan (mengarahkan formasi regu dan memberi aba-aba); (2) Menunjukkan kolaborasi (saling membantu menjaga ritme dan tidak melepas tali); (3) Mengambil keputusan kelompok (bermusyawarah memilih jalur pada Pos 2 dalam waktu <1 menit).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan 2 keputusan penting yang regumu sepakati agar seluruh anggota berhasil melewati rintangan Pos 2 dan Pos 3!' (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan minimal 2 keputusan nyata regunya, misalnya pemilihan jalur yang lebih stabil/aman serta penentuan urutan anggota yang melangkah duluan agar saling menopang).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok selama simulasi penjelajahan rintangan beregu
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dan cek pemahaman singkat di akhir kegiatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kepemimpinan dalam Penjelajahan Alam | Belum mampu memberikan arahan atau petunjuk gerak kepada rekan satu regu selama melintasi rintangan. | Mampu memberikan arahan gerak namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan dari guru. | Mampu memimpin dan mengarahkan ritme serta formasi kelompok secara mandiri saat melintasi rintangan. | Mampu memimpin regu dengan sigap, adaptif mengarahkan anggota pada berbagai situasi medan rintangan secara konsisten. | | Kolaborasi Kelompok dalam Penjelajahan Alam | Bergerak sendiri-sendiri dan mengabaikan kekompakan kelompok saat memegang tali rintangan. | Mampu bekerja sama jika diingatkan rekan atau guru saat melintasi pos tantangan. | Aktif bekerja sama, saling menjaga ritme langkah regu, dan membantu rekan melintasi rintangan. | Secara konsisten berkolaborasi menjaga kekompakan regu, sigap saling membantu tanpa putus kontak kelompok di seluruh rintangan. | | Pengambilan Keputusan Kelompok | Belum berpartisipasi dalam menentukan pilihan jalur regu di Pos rintangan. | Ikut menyetujui keputusan kelompok tetapi belum memberikan masukan saat musyawarah rute. | Aktif bermusyawarah dan menyepakati pilihan jalur gerak yang aman bersama kelompok dalam waktu yang ditentukan. | Mampu menganalisis opsi rute bersama kelompok, bermusyawarah secara cepat dan tepat, serta mengeksekusi keputusan secara kompak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan rotasi peran kepemimpinan berjalan seimbang bagi seluruh anggota kelompok?
- Bagaimana dinamika kolaborasi murid saat menghadapi situasi rintangan beregu yang memerlukan musyawarah cepat?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika harus memimpin atau dipimpin oleh teman dalam menyeberangi rintangan penjelajahan?
- Kesepakatan kelompok apa yang paling membantu kelompokmu menyelesaikan penjelajahan secara kompak?
Pertemuan 3 — Berpartisipasi dalam Aktivitas Jasmani Penjelajahan Alam secara Aman dan Tertib — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.3 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam secara aman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di area terbuka sekolah (3 menit).
- Guru memandu pemanasan dinamis berkesadaran yang meniru langkah melintasi kontur alam (berjalan cepat, melangkah lebar, peregangan pergelangan kaki dan lutut) untuk mempersiapkan fisik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berpartisipasi secara aman dan tertib dalam aktivitas jasmani penjelajahan rute lingkungan sekolah, lalu memberikan asesmen diagnostik singkat: murid merespons 3 pernyataan aturan keselamatan berikut dengan memberi tanda jempol ke atas (Benar) atau jempol ke bawah (Salah): (1) 'Boleh keluar dari jalur resmi penjelajahan jika ingin lebih cepat sampai' (Acuan: Salah, harus tetap di jalur); (2) 'Menggunakan sepatu tertutup dan membawa botol air minum penting untuk keselamatan diri di alam' (Acuan: Benar); (3) 'Bercanda dorong-dorongan di jalan setapak bertanah licin diperbolehkan selama tidak cedera parah' (Acuan: Salah, dilarang bercanda dorong-dorongan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru dan penjelasan 4 protokol partisipasi aman dan tertib selama penjelajahan alam di area sekolah: (1) Perlengkapan diri (sepatu bertali tertutup, botol minum, pakaian olahraga sesuai); (2) Ketertiban formasi bergerak (berjalan satu banjar, menjaga jarak aman 1 meter antar-individu); (3) Kepatuhan terhadap rute/tanda batas (tidak melompati pagar pembatas atau menerobos semak terlarang); (4) Tanggap lingkungan (memperhatikan permukaan tanah licin/berbatu tanpa berlari sembarangan) (10 menit).
- Murid memverifikasi pemahaman dengan menyebutkan kembali 4 protokol keselamatan tersebut secara mandiri di pos keberangkatan penjelajahan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memulai tantangan menggembirakan 'Jelajah Lintasan Hijau': murid bergerak berpartisipasi aktif menempuh rute penjelajahan sejauh 600 meter mengelilingi taman dan lapangan sekolah yang telah ditandai dengan 4 pos pengecekan keteraturan lintasan secara tertib (20 menit).
- Sepanjang rute jelajah, murid mempraktikkan perilaku partisipasi aman secara langsung: menjaga formasi jarak antarlangkah, menginjak pijakan aman saat melewati jalan tanah berbatu, serta mengisi lembar checklist kepatuhan rute di setiap pos tanpa ada pos yang diterobos atau dilewati di luar jalur (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah menyelesaikan seluruh rute, murid berkumpul di area teduh untuk melakukan pendinginan mandiri dan memeriksa lembar checklist partisipasi aman yang mereka bawa, menandai apakah ada pelanggaran rute atau jarak selama aktivitas (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan pendinginan relaksasi otot kaki dan mengatur napas berkesadaran (4 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat: meminta 3 murid secara bergantian menyebutkan 1 tindakan nyata yang telah mereka lakukan di lintasan untuk menjaga keselamatan dirinya (acuan: menjaga jarak aman 1 meter, melangkah hati-hati di tanah licin, dan tidak keluar dari pita penanda rute) (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kedisiplinan murid mengikuti seluruh rute jelajah secara aman dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan jalur alternatif dengan permukaan lebih rata dan jarak langkah lebih landai bagi murid yang memiliki riwayat cedera sendi atau keterbatasan mobilitas.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan pengawalan visual langsung di pos jalur berbatu; bagi murid yang bugar dan mandiri, diberikan tanggung jawab menjaga konsistensi jarak barisan di pos belakang.
- Produk: Seluruh murid dinilai dari keterlibatan langsung dan kepatuhan menerapkan protokol keselamatan selama penjelajahan (kriteria sama: mematuhi 4 protokol keselamatan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik gerak & kesiapan aturan aman: murid merespons 3 pernyataan keselamatan: (1) Keluar dari jalur resmi penjelajahan diperbolehkan (Acuan benar: Salah); (2) Menggunakan sepatu tertutup dan membawa botol air minum penting untuk keselamatan diri (Acuan benar: Benar); (3) Bercanda dorong-dorongan di jalan setapak diperbolehkan (Acuan benar: Salah).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan murid melintasi rute jelajah 'Jelajah Lintasan Hijau' mencakup 4 protokol keselamatan: (1) Pemakaian perlengkapan diri aman (sepatu tertutup bertali); (2) Menjaga formasi dan jarak aman 1 meter; (3) Kepatuhan penuh pada rute bertanda (tidak menerobos jalur terlarang); (4) Kehati-hatian pijakan pada permukaan licin/berbatu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman operasional di penutup: Murid menyebutkan tindakan nyata yang diterapkan saat penjelajahan untuk menjaga keselamatan diri (Acuan kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 1 dari tindakan nyata: menjaga jarak antarteman 1 meter, tidak keluar jalur penanda, atau melangkah hati-hati pada tanah licin/berbatu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja partisipasi aman dan tertib selama penjelajahan alam menggunakan lembar amatan 4 protokol keselamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi Aman dalam Aktivitas Jasmani Penjelajahan | Berpartisipasi dalam penjelajahan namun belum menerapkan protokol keselamatan (hanya memenuhi 1 dari 4 protokol keselamatan: perlengkapan diri, jarak aman formasi, kepatuhan rute, atau kehati-hatian pijakan) dan sering keluar rute. | Berpartisipasi aktif dalam penjelajahan dengan menerapkan 2 dari 4 protokol keselamatan secara konsisten, masih perlu diingatkan guru untuk menjaga jarak aman atau kepatuhan rute. | Berpartisipasi aktif dalam seluruh rute penjelajahan dengan menerapkan 3 dari 4 protokol keselamatan secara konsisten dan mandiri tanpa melanggar rute jelajah. | Berpartisipasi penuh dalam seluruh rute penjelajahan dengan menerapkan seluruh 4 protokol keselamatan (perlengkapan aman, jarak aman formasi 1 meter, kepatuhan rute, dan kehati-hatian pijakan) secara mandiri, tertib, dan konsisten dari awal hingga akhir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain rute penjelajahan di lingkungan sekolah cukup menantang namun tetap aman bagi seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mematuhi seluruh protokol keselamatan sepanjang rute?
Murid:- Apakah saya berhasil menuntaskan seluruh rute penjelajahan alam dengan tetap aman dan tertib?
- Tindakan keselamatan mana yang paling membantu saya terhindar dari terpeleset atau tersandung saat berjalan di lintasan alam?
Pertemuan 4 — Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas Aktivitas Jasmani di Lingkungan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.4 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas aktivitas jasmani di lingkungan alam
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid melakukan peregangan statis singkat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan reaksi tubuh terhadap aktivitas jasmani dengan berbagai tingkat intensitas (rendah, sedang, tinggi) saat berada di lingkungan alam (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan tes diagnostik lisan singkat kepada murid untuk mengidentifikasi 3 reaksi fisik dasar saat beraktivitas: 'Sebutkan 3 perubahan fisik yang langsung terasa pada tubuh saat berlari menanjak!' (acuan jawaban: denyut nadi/jantung meningkat pesat, napas menjadi cepat/terengah-engah, suhu tubuh naik dan berkeringat deras) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan fisiologis tentang 3 tingkatan intensitas aktivitas fisik di alam: (1) Rendah (jalan santai/santai datar: napas teratur, bicara lancar tanpa jeda napas, denyut nadi <60% denyut nadi maksimal [DNM]); (2) Sedang (berjalan cepat/trek landai: napas lebih dalam, bicara terputus tiap 1-2 kalimat, berkeringat ringan, denyut nadi 60-75% DNM); (3) Tinggi (berlari/mendaki tanjakan terjal: napas memburu/terengah, sulit berbicara lebih dari 2 kata, produksi keringat deras, denyut nadi >75% DNM) (10 menit).
- Murid melakukan simulasi gerak terarah berpasangan selama 10 menit untuk merasakan langsung transisi intensitas: 2 menit duduk diam (intensitas istirahat), 3 menit jalan santai di tempat (intensitas rendah), 3 menit jalan cepat memutari lapangan terbuka (intensitas sedang), dan 2 menit lari angkat paha cepat (intensitas tinggi), seraya mengamati perubahan denyut nadi pada arteri radialis serta ritme pernapasan sendiri (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Analisis Reaksi Fisiologis Aktivitas Alam' yang memuat 3 skenario penjelajahan alam konkret: Skenario 1 (Berjalan santai di sepanjang tepi sungai datar berbatu halus selama 15 menit); Skenario 2 (Berjalan cepat mendaki kontur tanah bukit berkemiringan sedang selama 20 menit); Skenario 3 (Berlari cepat melewati rintangan tanjakan curam dan lumpur setinggi lutut selama 5 menit) (5 menit).
- Tantangan Menggembirakan 'Detektif Reaksi Tubuh': Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja dengan menganalisis dan menjelaskan secara tertulis reaksi spesifik tubuh untuk masing-masing skenario, mencakup: tingkat intensitas (rendah/sedang/tinggi), rentang respons frekuensi denyut nadi, pola pernapasan, serta perubahan suhu/keringat (acuan kunci lembar kerja tertulis lengkap di asesmen proses) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil analisisnya dan menyimpulkan keterkaitan antara beban rintangan alam dengan mekanisme tubuh dalam mempertahankan homeostasis dan mencegah kelelahan ekstrem (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 3 indikator utama reaksi fisiologis tubuh (denyut nadi, napas, keringat) terhadap intensitas aktivitas di lingkungan alam (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat, menyampaikan apresiasi terhadap ketelitian murid dalam menganalisis reaksi tubuh, dan menutup pembelajaran dengan pendinginan ringan serta doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rentang parameter denyut nadi dan pola napas; bagi murid yang mahir diberikan data tambahan berupa pengaruh variasi suhu lingkungan alam (panas terik vs udara dingin pegunungan) terhadap intensitas reaksi tubuh.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dipandu guru membaca ulang parameter reaksi tubuh per skenario; murid mahir menganalisis mandiri seluruh hubungan sebab-akibat fisiologis.
- Produk: Murid menyampaikan penjelasan reaksi tubuh dalam bentuk uraian tabel terstruktur atau narasi deskripsi analitis tertulis yang lengkap mencakup ketiga parameter (denyut nadi, napas, keringat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru meminta murid menjelaskan 3 reaksi tubuh langsung saat intensitas aktivitas fisik meningkat mendadak (Acuan jawaban benar: [1] denyut nadi/jantung berdetak lebih cepat; [2] frekuensi pernapasan meningkat/terengah-engah; [3] suhu tubuh meningkat dan mengeluarkan keringat).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Analisis Reaksi Fisiologis Aktivitas Alam' yang memuat 3 skenario: (1) Skenario 1 (Jalan santai tepi sungai datar) -> Acuan: Intensitas Rendah, denyut nadi naik ringan (<60% DNM atau sekitar 100-120 dpm), pernapasan stabil dan santai, keringat sedikit/tidak ada; (2) Skenario 2 (Jalan cepat mendaki kontur tanah bukit) -> Acuan: Intensitas Sedang, denyut nadi berada pada zona latihan (60-75% DNM atau sekitar 125-155 dpm), napas lebih dalam dan teratur, mulai berkeringat merata; (3) Skenario 3 (Lari cepat tanjakan curam berlumpur) -> Acuan: Intensitas Tinggi, denyut nadi mendekati maksimal (>75% DNM atau >160 dpm), napas sangat cepat dan terengah-engah/sulit berbicara, keringat keluar deras dan otot mengalami kelelahan cepat. Penskoran: Setiap skenario bernilai tepat bila menjelaskan minimal 3 parameter fisik (nadi, napas, keringat/suhu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal): (1) 'Jelaskan mengapa napas kita menjadi terengah-engah saat intensitas penjelajahan alam meningkat ke tingkat tinggi?' (Acuan: Tubuh membutuhkan pasokan oksigen lebih cepat dan banyak untuk memproduksi energi di otot yang bekerja keras di medan berat); (2) 'Jelaskan perbedaan reaksi denyut nadi saat beraktivitas jasmani di alam pada intensitas rendah dibandingkan intensitas sedang!' (Acuan: Pada intensitas rendah denyut nadi hanya meningkat sedikit di bawah 60% DNM, sedangkan pada intensitas sedang denyut nadi naik signifikan hingga mencapai 60-75% DNM seiring peningkatan kerja pompa jantung).
Formatif:- Penilaian lisan asesmen awal (diagnostik kesiapan menjelaskan reaksi fisik)
- Penilaian kinerja tertulis Lembar Kerja 'Analisis Reaksi Fisiologis Aktivitas Alam' pada tahap inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Reaksi Tubuh terhadap Intensitas Aktivitas Jasmani di Lingkungan Alam | Murid hanya mampu menjelaskan reaksi tubuh pada 1 tingkat intensitas (rendah, sedang, atau tinggi) dengan parameter fisik yang tidak lengkap (hanya menyebut salah satu dari denyut nadi, napas, atau keringat). | Murid mampu menjelaskan reaksi tubuh pada 2 tingkat intensitas aktivitas fisik di alam secara tepat yang mencakup parameter denyut nadi dan frekuensi napas. | Murid mampu menjelaskan reaksi tubuh secara tepat pada seluruh tingkat intensitas (rendah, sedang, dan tinggi) di alam mencakup ketiga parameter (denyut nadi, ritme napas, dan pengeluaran keringat/suhu) sesuai acuan kunci skenario 1, 2, dan 3. | Murid mampu menjelaskan secara tepat dan terperinci reaksi tubuh pada ketiga tingkat intensitas di alam mencakup seluruh parameter fisiologis (denyut nadi, napas, suhu tubuh/keringat) serta secara mandiri menguraikan hubungan sebab-akibat biologis peningkatan kebutuhan energi otot terhadap beban rintangan medan alam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk simulasi gerak dan pengerjaan lembar kerja penjelasan reaksi fisiologis berjalan secara efektif dan proporsional?
- Apakah penjelasan dan stimulus skenario penjelajahan alam membantu murid mengaitkan respon fisik tubuh mereka secara nyata?
Murid:- Bagaimana caramu mengenali bahwa intensitas aktivitas fisik yang kamu lakukan di alam terbuka sudah masuk kategori tinggi melalui tanda-tanda tubuhmu?
- Bagian penjelasan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu pahami tentang hubungan kerja jantung-paru dengan intensitas rintangan alam?
Pertemuan 5 — Mempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Ringan Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama di Alam Terbuka — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.5 Mempraktikkan prosedur untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama pada aktivitas jasmani di alam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk mengikuti kegiatan praktik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5: mempraktikkan prosedur penanganan cedera ringan (terkilir/keseleo dan luka lecet) berdasarkan prinsip pertolongan pertama (RICE dan pembersihan/penutupan luka) pada aktivitas jasmani di alam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja berupa kuis tindakan cepat: murid diminta merespons secara lisan urutan akronim RICE untuk penanganan cedera terkilir; acuan jawaban benar: R = Rest (istirahatkan), I = Ice (kompres dingin/es), C = Compression (balut tekan), E = Elevation (tinggikan di atas jantung) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai prosedur pertolongan pertama pada cedera terkilir/keseleo menggunakan metode RICE (Rest: mengistirahatkan sendi; Ice: mendinginkan area cedera dengan kain basah/kompres es selama 10-15 menit; Compression: membalut elastis/mitela secara merata tanpa mematikan aliran darah; Elevation: meninggikan sendi lebih tinggi dari posisi jantung) (10 menit).
- Murid mengamati peragaan guru mengenai prosedur penanganan luka lecet akibat gesekan rintangan alam: (1) mencuci luka dengan air bersih mengalir, (2) membersihkan sekitar luka dengan kassa antiseptik dari arah dalam ke luar, dan (3) menutup luka secara rapi dengan perban/plester steril (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan secara bergantian mempraktikkan Prosedur 1 (Penanganan Cedera Terkilir Pergelangan Kaki) sesuai prinsip RICE secara runtut: memposisikan korban duduk istirahat (Rest), memasang kompres dingin pada pergelangan kaki (Ice), membalut pergelangan kaki menggunakan perban elastis/mitela dengan pola angka delapan (Compression), dan menopang tungkai kaki agar posisinya terangkat lebih tinggi dari panggul/jantung (Elevation) (18 menit).
- Dalam suasana tantangan simulasi penyelamatan yang menyenangkan ('Rescue Relay Practice'), murid mempraktikkan Prosedur 2 (Penanganan Luka Lecet di Lengan/Lutut): membilas area luka tiruan dengan air bersih mengalir, membersihkan kotoran secara sirkuler menggunakan kassa bersih, mengoleskan cairan antiseptik, dan memasang plester/kassa pembalut pelindung dengan rekat dan rapi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pengecekan mandiri dan saling memeriksa hasil balutan perban rekannya (apakah terlalu kencang atau longgar, serta memastikan sendi terfiksasi dengan baik) dipandu panduan verifikasi guru (7 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali urutan baku prinsip pertolongan pertama pada cedera terkilir (RICE) dan pembersihan luka lecet saat beraktivitas di alam terbuka (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap ketepatan prosedur penanganan cedera yang telah dipraktikkan murid, mengingatkan persiapan penjelajahan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar urutan pembalutan angka delapan untuk murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan pendampingan langsung guru pada teknik balut tekan pergelangan kaki; murid yang lebih cepat menguasai diberikan tantangan mempraktikkan penanganan cedera sprain pada persendian lain seperti pergelangan tangan secara mandiri.
- Produk: Unjuk kerja prosedur penanganan cedera terkilir dan luka lecet disesuaikan dengan peran bergantian antara penolong dan korban.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan awal mengenai akronim RICE untuk cedera terkilir. Acuan jawaban benar: R = Rest (istirahatkan bagian cedera), I = Ice (kompres dingin/es), C = Compression (balut tekan dengan elastis), E = Elevation (posisikan lebih tinggi dari jantung).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja praktik prosedur pertolongan pertama saat murid mempraktikkan: (1) Prosedur RICE pada pergelangan kaki (indikator: urutan Rest, Ice, Compression, Elevation dilakukan tepat); (2) Prosedur luka lecet (indikator: urutan pembersihan dengan air bersih, pemberian antiseptik, penutupan dengan kassa/plester steril terpasang rapi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman prosedur: murid secara lisan/tindakan menyebutkan tindakan pertama yang mutlak dihindari saat menangani cedera terkilir akut di alam terbuka. Acuan jawaban benar: tidak boleh langsung dipijat/diurut keras, tidak boleh diberi kompres panas pada fase akut, dan tidak boleh dipaksa berjalan terus.
Formatif:- Unjuk kerja praktik prosedur RICE pada cedera terkilir
- Unjuk kerja praktik penanganan pembersihan dan penutupan luka lecet
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Prosedur Penanganan Cedera Terkilir (Prinsip RICE) | Mempraktikkan kurang dari 2 tahapan RICE dan urutannya keliru meskipun telah dibimbing guru. | Mempraktikkan 2-3 tahapan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) secara tepat namun masih membutuhkan arahan dan bimbingan guru. | Mempraktikkan seluruh tahapan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) secara runtut dan tepat pada cedera terkilir secara mandiri. | Mempraktikkan seluruh tahapan RICE secara runtut, tepat, cepat, dengan teknik balutan elastis yang rapi dan fiksasi sendi yang stabil secara konsisten dan mandiri. | | Praktik Prosedur Penanganan Luka Lecet di Alam Terbuka | Mempraktikkan kurang dari 2 langkah pembersihan dan penutupan luka lecet serta belum memperhatikan kebersihan kassa/plester. | Mempraktikkan langkah pembersihan dengan air dan antiseptik tetapi penutupan luka dengan kassa/plester masih kurang rapi dan membutuhkan bantuan guru. | Mempraktikkan seluruh langkah penanganan luka lecet (pembilasan air bersih, pembersihan antiseptik, dan penutupan steril) secara tepat dan mandiri. | Mempraktikkan seluruh langkah penanganan luka lecet dengan teknik aseptik yang sangat teliti, higienis, balutan kassa terpasang kuat, rapi, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik berpasangan untuk prosedur RICE dan perawatan luka lecet mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah sarana simulasi P3K (perban elastis, mitela, plester, kassa steril) sudah memadai untuk mendukung keterlibatan aktif semua murid?
Murid:- Langkah manakah dalam prinsip pertolongan pertama (RICE atau perawatan luka) yang menurutmu paling menantang untuk dipraktikkan dengan benar?
- Bagaimana perasaanmu setelah mampu mempraktikkan sendiri cara membalut dan menolong teman yang mengalami cedera ringan?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.1 Menerapkan keterampilan gerak aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak
- TP 8.5.2 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam aktivitas jasmani penjelajahan alam
- TP 8.5.3 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani penjelajahan di lingkungan alam secara aman
- TP 8.5.4 Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas aktivitas jasmani di lingkungan alam
- TP 8.5.5 Mempraktikkan prosedur untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama pada aktivitas jasmani di alam
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta memastikan kesiapan fisik dan kelengkapan pakaian olahraga luar ruang (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif terintegrasi Bab 5 yang mencakup unjuk kerja sirkuit penjelajahan alam (keterampilan gerak, keselamatan, kolaborasi), simulasi pos P3K cedera ringan, dan pelaporan individu analisis denyut nadi serta reaksi tubuh (2 menit).
- Murid melakukan pemanasan statis dan dinamis secara terstruktur serta menghitung dan mencatat denyut nadi istirahat awal (awal penjelajahan) pada lembar kerja masing-masing (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan penjelasan teknis mengenai tata tertib keselamatan sirkuit rintangan alam sekolah, mekanisme rotasi pos simulasi pertolongan pertama, dan tata cara pencatatan denyut nadi serentak (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- TUGAS 1: Seluruh kelompok melaksanakan unjuk kerja melintasi sirkuit alam terbuka terpadu untuk mendemonstrasikan transfer keterampilan gerak (merayap di bawah jaring rintangan, melompati bilah bambu, menjaga keseimbangan di atas balok titian tanah bertingkat), pembagian peran kepemimpinan dan kolaborasi, serta kepatuhan prosedur keselamatan secara serentak (40 menit).
- TUGAS 2: Setiap kelompok secara bergiliran masuk ke pos simulasi P3K untuk mempraktikkan prosedur penanganan cedera ringan terkilir/sprain pergelangan kaki menggunakan prinsip RICE: (1) Rest: mengistirahatkan korban dan mendudukkannya di tempat aman datar, (2) Ice: mengompres dingin bagian pergelangan kaki yang cedera dengan kain basah dingin/ice pack, (3) Compression: membalut pergelangan kaki dengan perban elastis secara rapi tidak terlalu kencang atau longgar, (4) Elevation: meninggikan posisi kaki yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung korban; dialokasikan 4 menit per kelompok untuk 5 kelompok (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- TUGAS 3: Murid melakukan pendinginan peregangan ringan, lalu secara individu serentak mengisi lembar laporan analisis reaksi tubuh: menghitung denyut nadi setelah aktivitas fisik, mencatat perubahan fisik yang dirasakan (suhu tubuh meningkat, keluarnya keringat, pernapasan lebih cepat), dan menjelaskan hubungan tingkat intensitas rintangan terhadap frekuensi detak jantung serta laju napas sesuai data denyut nadi masing-masing (4 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan lembar laporan tertulis individu analisis reaksi tubuh dan lembar observasi penilaian sumatif (1 menit).
- Guru memberikan evaluasi umum atas pelaksanaan asesmen sumatif bab, mengapresiasi integritas serta ketertiban seluruh murid selama penjelajahan, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks instruksi pada pos simulasi P3K disediakan dalam tulisan berhuruf besar dan bagan alur bergambar tanpa mengubah kompetensi prosedur yang diuji.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memiliki kendala mobilitas sementara diizinkan melintasi rintangan dengan tempo terkontrol atau menggunakan jalur penopang sejajar tanpa mengurangi kriteria keselamatan dan keabsahan gerak melintas.
- Produk: Akomodasi akses: pelaporan denyut nadi dan analisis reaksi tubuh dapat dituliskan langsung pada tabel terstruktur lembar kerja yang disediakan bagi murid yang memerlukan panduan penulisan terarah.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Praktik penjelajahan alam terintegrasi berkelompok dan pelaporan catatan reaksi tubuh: Kinerja gerak dan keselamatan melintasi rintangan alam, dinamika kerja sama kelompok, simulasi pertolongan pertama cedera, serta lembar catatan analisis reaksi tubuh dan denyut nadi
- Unjuk kerja penjelajahan sirkuit alam terbuka: Performa kelompok yang dinilai serentak/paralel dalam menerapkan transfer keterampilan gerak melewati rintangan alam, menjaga keselamatan diri dan kawan, serta menunjukkan pembagian peran kepemimpinan dan kolaborasi (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi kinerja gerak, keselamatan, dan kolaborasi kelompok)
- Simulasi unjuk kerja pertolongan pertama pada pos rintangan: Tindakan tim/kelompok saat mempraktikkan prosedur pertolongan pertama pada skenario cedera ringan (seperti terkilir/luka lecet) di alam terbuka secara bergantian pada pos khusus (5 kelompok @ 4 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis langkah-langkah prosedur pertolongan pertama)
- Laporan tertulis individu serentak: Lembar catatan perhitungan denyut nadi (sebelum, saat, dan sesudah penjelajahan) serta penjelasan tertulis mengenai reaksi tubuh terhadap tingkat intensitas aktivitas fisik yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (20 menit; individual; instrumen: Lembar kerja murid dan rubrik penskoran analisis reaksi tubuh)
Sumatif:- Praktik penjelajahan alam terintegrasi berkelompok dan pelaporan catatan reaksi tubuh: Kinerja gerak dan keselamatan melintasi rintangan alam, dinamika kerja sama kelompok, simulasi pertolongan pertama cedera, serta lembar catatan analisis reaksi tubuh dan denyut nadi
- Unjuk kerja penjelajahan sirkuit alam terbuka: Performa kelompok yang dinilai serentak/paralel dalam menerapkan transfer keterampilan gerak melewati rintangan alam, menjaga keselamatan diri dan kawan, serta menunjukkan pembagian peran kepemimpinan dan kolaborasi (40 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi kinerja gerak, keselamatan, dan kolaborasi kelompok)
- Simulasi unjuk kerja pertolongan pertama pada pos rintangan: Tindakan tim/kelompok saat mempraktikkan prosedur pertolongan pertama pada skenario cedera ringan (seperti terkilir/luka lecet) di alam terbuka secara bergantian pada pos khusus (5 kelompok @ 4 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar ceklis langkah-langkah prosedur pertolongan pertama)
- Laporan tertulis individu serentak: Lembar catatan perhitungan denyut nadi (sebelum, saat, dan sesudah penjelajahan) serta penjelasan tertulis mengenai reaksi tubuh terhadap tingkat intensitas aktivitas fisik yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (20 menit; individual; instrumen: Lembar kerja murid dan rubrik penskoran analisis reaksi tubuh)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Gerak Melintasi Rintangan Alam (TP 8.5.1) | Belum mampu menerapkan variasi keterampilan gerak melintasi rintangan (merayap, melompat, keseimbangan) secara terkontrol, sering terjatuh atau menyentuh batas rintangan. | Menerapkan 1-2 keterampilan gerak melintasi rintangan alam dengan benar, namun masih ragu-ragu dan membutuhkan arahan saat mentransfer gerak ke rintangan yang berbeda. | Menerapkan seluruh variasi keterampilan gerak (merayap rendah, melompati bilah rintangan, titian keseimbangan) dengan teknik yang stabil dan mampu mentransfernya ke medan rintangan yang berbeda secara lancar. | Menerapkan seluruh variasi keterampilan gerak melintasi rintangan alam dengan efisiensi tenaga yang tinggi, ketangkasan optimal, konsisten stabil, serta luwes beradaptasi di setiap titik rintangan. | | Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Keputusan Kelompok (TP 8.5.2) | Belum menunjukkan pembagian peran, pasif dalam kelompok, dan mengabaikan keputusan bersama saat melintasi jalur penjelajahan. | Menerapkan kolaborasi sederhana jika diinstruksikan, namun pembagian peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan bersama masih sering terhambat. | Menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi kelompok secara aktif, berbagi peran dengan adil, serta mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan rute bersama seluruh anggota. | Menerapkan kepemimpinan yang suportif, kolaborasi yang solid, sigap mengambil keputusan taktis yang bijak saat kelompok menghadapi tantangan di jalur, dan menjaga kebersamaan tim hingga garis akhir. | | Partisipasi Aman dalam Penjelajahan Alam (TP 8.5.3) | Mengabaikan instruksi keselamatan diri dan kawan, melakukan gerakan ceroboh yang membahayakan di area rintangan alam. | Menerapkan sebagian tata tertib keselamatan penjelajahan, namun masih perlu diingatkan guru untuk menjaga jarak aman atau kehati-hatian pada medan licin/sempit. | Berpartisipasi secara konsisten aman, mematuhi seluruh protokol keselamatan diri dan teman, menggunakan perlengkapan dengan benar, serta menjaga ketertiban di lingkungan alam. | Berpartisipasi secara proaktif menjaga keselamatan menyeluruh, teliti memitigasi risiko bahaya di medan alam bagi diri dan tim, serta menjaga integritas kelestarian alam sekitar tanpa pelanggaran. | | Penjelasan Reaksi Tubuh dan Intensitas (TP 8.5.4) | Belum mencatat denyut nadi secara lengkap atau penjelasan reaksi tubuh keliru (tidak mengaitkan intensitas fisik dengan perubahan fisik tubuh). | Mencatat data denyut nadi sebelum dan sesudah aktivitas, namun penjelasan mengenai kaitan antara intensitas latihan dan reaksi tubuh (denyut nadi, laju napas, keringat) masih belum tepat/lengkap. | Mencatat data denyut nadi secara akurat (istirahat vs aktif) dan menjelaskan dengan tepat reaksi tubuh terhadap intensitas (acuan: intensitas tinggi sirkuit memicu peningkatan denyut nadi, laju napas bertambah cepat, dan produksi keringat meningkat). | Mencatat denyut nadi dengan sangat teliti dan memberikan penjelasan mendalam yang runtut serta analitis mengenai mekanisme reaksi tubuh (denyut nadi, pernapasan, suhu) terhadap perubahan tingkat intensitas aktivitas fisik di alam. | | Prosedur Pertolongan Pertama Cedera Ringan (TP 8.5.5) | Tidak mampu mempraktikkan tahapan penanganan cedera terkilir sesuai prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) atau tindakan membahayakan korban. | Mempraktikkan 1-2 tahapan dari prinsip RICE dengan bantuan pengingat, namun urutan dan teknik balut/kompres masih belum tepat. | Mempraktikkan seluruh 4 tahapan prosedur RICE secara berurutan dan tepat: (1) Rest: mendudukkan korban, (2) Ice: kompres dingin, (3) Compression: membalut pergelangan secara rapi, (4) Elevation: meninggikan kaki korban melebihi posisi jantung. | Mempraktikkan seluruh 4 tahapan prosedur RICE secara mandiri, runtut, tenang, cekatan, dan menunjukkan teknik pembidaian/pembalutan kompresi yang sangat rapi dan presisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu sirkuit penjelajahan (40 menit), pos simulasi P3K (20 menit), dan pelaporan mandiri (4 menit) terlaksana secara tertib dan objektif?
- Bagaimana capaian keterpaduan kompetensi motorik gerak, sikap kolaboratif, pemahaman fisiologis tubuh, dan keterampilan P3K murid pada akhir bab ini?
- Aspek kompetensi mana yang memerlukan penguatan lanjutan pada bab aktivitas luar ruang berikutnya?
Murid:- Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat melintasi sirkuit rintangan alam dan bagaimana kamu mengatasinya bersama kelompokmu?
- Bagaimana data denyut nadimu membuktikan adanya perubahan intensitas aktivitas fisik yang kamu jalani hari ini?
- Mengapa pemahaman prosedur P3K (prinsip RICE) sangat penting dikuasai saat kita melakukan kegiatan jasmani di lingkungan alam terbuka?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas VIII Bab 5 'Alam untuk Aktivitas Jasmani', Kemendikbudristek
- Sarana dan prasarana: halaman/lapangan sekolah, balok titian/garis lapangan, kardus/balok busa setinggi 30 cm, mistar/tali rintangan 60 cm, peluit, dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VIII Kemendikbudristek
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas VIII Bab 5 'Alam untuk Aktivitas Jasmani'
- Alat bantu: Tali tambang/webbing pramuka, bangku rintangan/balok titian, kerucut (cone) pembatas lintasan, peluit, stopwatch
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek
- Lingkungan alam/taman sekolah, peluit, cone penanda rute, pita pembatas rute, botol minum
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas VIII, Bab 5: Alam untuk Aktivitas Jasmani, Kemendikbudristek RI
- Stopwatch/pengukur waktu, peluit, dan Lembar Kerja Analisis Reaksi Fisiologis Aktivitas Alam
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek, 2021
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Bab 5 'Alam untuk Aktivitas Jasmani', Kemendikbudristek, 2021
- Kotak P3K simulasi (perban elastis/mitela, kassa steril, plester, larutan antiseptik, air bersih, bantalan kompres dingin)
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek RI)
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek RI)
- Peralatan sirkuit alam sekolah (jaring perayap, bilah bambu rintangan lompati, balok titian/undakan tanah)
- Perlengkapan P3K (kain pembalut elastis/mitela, kantong kompres dingin/ice pack tiruan)
- Lembar kerja laporan analisis reaksi tubuh dan pencatatan denyut nadi
- Stopwatch/alat pengukur waktu denyut nadi
|