MODUL AJAR PJOK — Kelas 8 (Fase D) Topik: Merancang Permainan Inklusif dan Mendorong Partisipasi Aktif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Merancang Permainan Inklusif dan Mendorong Partisipasi Aktif |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu merancang permainan yang mengakomodasi berbagai kemampuan peserta dengan menerapkan modifikasi peralatan, peraturan, dan sistem skoring sehingga semua individu dapat berpartisipasi secara aktif dan setara
- Murid mampu menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok dalam merancang serta menjalankan permainan inklusif yang mendukung fair play dan partisipasi semua peserta
- Murid mampu menjelaskan pentingnya inklusivitas dalam olahraga untuk menciptakan lingkungan yang positif, mendukung, dan mendorong gaya hidup aktif bagi semua peserta
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat teman yang kesulitan mengikuti permainan olahraga? Apa yang membuat mereka sulit berpartisipasi?
- Bagaimana cara membuat permainan bola basket atau voli agar semua orang dengan kemampuan berbeda bisa ikut bermain dengan nyaman?
- Mengapa penting menciptakan permainan yang inklusif dalam olahraga?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
- Guru melakukan pemanasan ringan bersama murid (stretching dan jogging ringan 5 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang permainan inklusif yang memungkinkan semua orang berpartisipasi
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: Siapa yang pernah kesulitan mengikuti permainan olahraga? Apa kendalanya?
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep inklusivitas dalam olahraga: permainan yang dapat diikuti oleh semua orang dengan berbagai tingkat kemampuan fisik
- Guru menampilkan contoh video atau gambar permainan yang telah dimodifikasi (misalnya: bola basket dengan ring lebih rendah, voli dengan net lebih rendah, bola yang lebih besar dan ringan)
- Murid mengamati dan mengidentifikasi jenis modifikasi yang dilakukan: peralatan, peraturan, dan sistem skoring
- Guru membimbing diskusi kelas tentang manfaat modifikasi untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendorong partisipasi aktif
- Murid mencatat tiga jenis modifikasi: peralatan (ukuran bola, tinggi ring/net), peraturan (jumlah pemain, waktu, area bermain), dan sistem skoring (poin berbeda untuk pemain dengan kemampuan berbeda)
- Guru menjelaskan pentingnya fair play dalam permainan inklusif: setiap orang dihargai dan mendapat kesempatan yang setara
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
- Setiap kelompok memilih satu permainan dasar (bola basket, voli, sepak bola, atau permainan lain yang diusulkan)
- Kelompok berdiskusi dan merancang modifikasi permainan dengan mengisi lembar kerja yang berisi: (1) Jenis modifikasi peralatan, (2) Modifikasi peraturan, (3) Modifikasi sistem skoring, (4) Peran setiap anggota tim
- Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan pertanyaan penuntun: Bagaimana agar teman yang kurang mahir bisa tetap berkontribusi? Bagaimana sistem skoring yang adil?
- Setiap kelompok menunjuk satu ketua kelompok untuk memimpin diskusi dan satu pencatat untuk mendokumentasikan rancangan
- Kelompok mempraktikkan kepemimpinan dan pengambilan keputusan kolektif: semua anggota menyampaikan pendapat dan kelompok memutuskan bersama
- Setelah rancangan selesai, setiap kelompok menguji coba permainan modifikasi mereka selama 10-12 menit
- Selama uji coba, murid mengamati: apakah semua anggota dapat berpartisipasi aktif? Apakah ada yang merasa tertinggal atau tidak nyaman?
- Kelompok melakukan penyesuaian jika ada kendala dalam uji coba
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan permainan inklusif mereka di depan kelas (3 menit per kelompok)
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan saran perbaikan
- Guru memfasilitasi diskusi reflektif dengan pertanyaan: Apa tantangan terbesar dalam merancang permainan inklusif? Bagaimana perasaan kalian saat semua orang bisa ikut bermain?
- Murid merefleksi pentingnya inklusivitas: menciptakan lingkungan positif, mendukung gaya hidup aktif untuk semua orang, dan membangun rasa saling menghargai
- Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: Apa yang saya pelajari hari ini tentang inklusivitas? Bagaimana saya bisa menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari?
- Guru menegaskan kembali nilai fair play dan pentingnya kepemimpinan serta kolaborasi dalam menciptakan permainan yang inklusif
Penutup:- Guru melakukan pendinginan bersama murid (stretching ringan 3 menit)
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyampaikan satu hal penting yang mereka pelajari hari ini
- Guru memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi dan kreativitas kelompok
- Guru menyampaikan tugas pengayaan (opsional): mengamati permainan olahraga di lingkungan sekitar dan mengidentifikasi apakah permainan tersebut inklusif atau tidak
- Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan kemampuan setiap orang
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan tantangan tambahan untuk merancang dua modifikasi permainan dengan tingkat kesulitan berbeda. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan contoh modifikasi yang sudah jadi sebagai referensi.
- Proses: Murid yang cepat dapat memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan lembar kerja dengan pertanyaan penuntun yang lebih detail. Guru memberikan bimbingan intensif pada kelompok yang membutuhkan.
- Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan rancangan: presentasi lisan, poster visual, atau demonstrasi langsung. Kelompok yang lebih cepat dapat membuat video dokumentasi uji coba permainan mereka.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: Siapa yang pernah kesulitan mengikuti permainan olahraga? Apa kendalanya?
- Kuesioner singkat (3 pertanyaan) tentang pengalaman murid dengan permainan olahraga dan pemahaman awal tentang inklusivitas
Proses:- Observasi saat diskusi kelompok: apakah semua anggota terlibat aktif?
- Penilaian lembar kerja rancangan: kelengkapan modifikasi peralatan, peraturan, dan sistem skoring
- Observasi saat uji coba permainan: apakah semua peserta berpartisipasi? Apakah terjadi kolaborasi dan pengambilan keputusan bersama?
- Pertanyaan lisan kepada kelompok: Mengapa kalian memilih modifikasi ini? Bagaimana memastikan semua orang bisa ikut bermain?
Akhir:- Penilaian presentasi kelompok: kelengkapan penjelasan, kreativitas modifikasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan
- Penilaian refleksi tertulis: pemahaman murid tentang pentingnya inklusivitas dan penerapannya dalam kehidupan
- Tes lisan singkat (exit ticket): Sebutkan tiga jenis modifikasi yang bisa dilakukan untuk membuat permainan lebih inklusif
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan uji coba permainan
- Penilaian proses: kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan dalam kelompok
- Pertanyaan lisan selama kegiatan untuk mengecek pemahaman konsep inklusivitas dan modifikasi
Sumatif:- Penilaian produk: lembar kerja rancangan permainan inklusif yang dibuat kelompok
- Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penjelasan, kelengkapan modifikasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan
- Penilaian refleksi tertulis murid tentang pentingnya inklusivitas dalam olahraga
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang Permainan Inklusif (Modifikasi Peralatan, Peraturan, Sistem Skoring) | Rancangan permainan tidak lengkap, hanya mencakup satu jenis modifikasi atau tidak jelas. Modifikasi yang dirancang tidak mendukung partisipasi semua peserta. | Rancangan permainan mencakup dua jenis modifikasi (peralatan atau peraturan atau sistem skoring) namun kurang detail. Modifikasi yang dirancang hanya sebagian mendukung partisipasi peserta dengan kemampuan berbeda. | Rancangan permainan mencakup ketiga jenis modifikasi (peralatan, peraturan, dan sistem skoring) dengan cukup jelas. Modifikasi yang dirancang dapat mendukung partisipasi sebagian besar peserta dengan kemampuan berbeda. | Rancangan permainan mencakup ketiga jenis modifikasi (peralatan, peraturan, dan sistem skoring) dengan sangat detail dan kreatif. Modifikasi yang dirancang secara efektif mendukung partisipasi aktif dan setara semua peserta dengan berbagai kemampuan. | | Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok | Tidak menunjukkan kepemimpinan atau kolaborasi dalam kelompok. Tidak terlibat dalam pengambilan keputusan atau hanya mengikuti tanpa kontribusi. | Sesekali terlibat dalam diskusi kelompok namun kontribusi terbatas. Pengambilan keputusan didominasi oleh satu atau dua orang anggota. | Aktif terlibat dalam diskusi dan kolaborasi kelompok. Memberikan pendapat dan menghargai pendapat teman. Turut serta dalam pengambilan keputusan kelompok. | Menunjukkan kepemimpinan yang baik, memfasilitasi diskusi kelompok, dan mendorong partisipasi semua anggota. Aktif berkolaborasi dan memimpin pengambilan keputusan kelompok secara demokratis dengan menghargai semua pendapat. | | Menjelaskan Pentingnya Inklusivitas dalam Olahraga | Tidak dapat menjelaskan pentingnya inklusivitas atau penjelasan tidak relevan dengan olahraga. | Dapat menyebutkan satu alasan pentingnya inklusivitas namun penjelasan masih sangat sederhana dan kurang lengkap. | Dapat menjelaskan pentingnya inklusivitas dengan dua atau tiga alasan yang relevan, seperti menciptakan lingkungan positif dan mendorong partisipasi. Penjelasan cukup jelas. | Dapat menjelaskan secara komprehensif pentingnya inklusivitas dalam olahraga dengan berbagai alasan: menciptakan lingkungan positif dan mendukung, mendorong gaya hidup aktif bagi semua orang, membangun rasa saling menghargai, dan menerapkan fair play. Penjelasan didukung contoh konkret. | | Partisipasi dalam Uji Coba Permainan | Tidak berpartisipasi aktif dalam uji coba permainan atau hanya mengamati dari pinggir tanpa terlibat. | Berpartisipasi dalam uji coba permainan namun kurang aktif atau tidak menunjukkan semangat fair play. | Berpartisipasi aktif dalam uji coba permainan, menunjukkan fair play, dan berusaha memastikan semua anggota kelompok terlibat. | Berpartisipasi sangat aktif dalam uji coba permainan, menunjukkan fair play yang konsisten, mendorong partisipasi semua anggota, dan memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan bantuan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang dan menguji coba permainan inklusif?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya gunakan efektif untuk mengakomodasi kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
- Apa kendala yang saya hadapi dalam pembelajaran ini dan bagaimana saya bisa memperbaikinya di pertemuan berikutnya?
- Apakah murid menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya inklusivitas dan fair play dalam olahraga?
Refleksi Murid:- Apa yang saya pelajari hari ini tentang merancang permainan inklusif?
- Bagaimana perasaan saya saat semua teman dalam kelompok bisa berpartisipasi dalam permainan?
- Apa tantangan terbesar yang saya hadapi dalam merancang permainan yang bisa diikuti semua orang?
- Bagaimana saya bisa menerapkan prinsip inklusivitas dan fair play dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam olahraga?
- Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut tentang modifikasi permainan dan inklusivitas?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka, Bab 4: Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi
- Buku Guru PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka
- Video contoh permainan olahraga yang telah dimodifikasi (dapat diakses dari YouTube atau sumber online lainnya)
- Peralatan olahraga: bola (berbagai ukuran), cone, net/tali, peluit
- Lembar kerja rancangan permainan inklusif
- Lapangan atau ruang terbuka untuk uji coba permainan
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil diskusi kelas
|