Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Prinsip Fair Play dan Penerapannya dalam Permainan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 8 dengan topik "Prinsip Fair Play dan Penerapannya dalam Permainan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Prinsip Fair Play dan Penerapannya dalam Permainan

PJOK - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Prinsip Fair Play dan Penerapannya dalam Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPrinsip Fair Play dan Penerapannya dalam Permainan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis situasi dalam permainan yang mencerminkan prinsip fair play (kejujuran, sportivitas, menghormati lawan dan wasit, pengendalian diri) serta memberikan contoh perilaku sportif di dalam dan di luar permainan
  2. Murid mampu mempraktikkan sikap fair play dalam aktivitas fisik, termasuk menghargai keputusan wasit, membantu sesama pemain, dan menunjukkan tanggung jawab terhadap peran dalam tim

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat pemain yang curang atau tidak menghormati wasit dalam pertandingan? Bagaimana perasaan kalian melihatnya?
  2. Mengapa sportivitas dan kejujuran penting dalam permainan, padahal tujuan utama adalah menang?
  3. Bagaimana sikap fair play dapat membuat permainan lebih menyenangkan untuk semua orang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, menanamkan nilai ketakwaan (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang prinsip fair play dan penerapannya
  • Guru melakukan pemanasan dinamis dengan permainan kecil yang menekankan kejujuran (contoh: permainan hitungan dimana murid harus jujur mengaku jika terkena) (10 menit)
  • Asesmen awal: Guru menanyakan pemahaman awal murid tentang fair play melalui pertanyaan pemantik dan mencatat respons

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep fair play: kejujuran, sportivitas, menghormati lawan dan wasit, pengendalian diri (5 menit)
  • Murid menonton video singkat atau melihat gambar situasi permainan yang menunjukkan perilaku fair play dan tidak fair play
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi perilaku mana yang mencerminkan fair play dan memberikan alasannya (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka dan guru memberikan umpan balik

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi beberapa tim untuk permainan Bola Hindar (Dodgeball) yang telah dimodifikasi (6-10 orang per tim)
  • Guru menunjuk 2 murid sebagai wasit dan menekankan pentingnya menghargai keputusan wasit
  • Murid mempraktikkan permainan dengan fokus pada penerapan sikap fair play: jujur mengaku jika terkena bola, menghormati keputusan wasit, membantu teman tim, menunjukkan sportivitas kepada lawan (25 menit)
  • Guru mengamati dan mencatat perilaku fair play yang ditunjukkan murid selama permainan (asesmen proses)
  • Setiap 10 menit, guru memberikan jeda singkat untuk mengingatkan prinsip fair play dan memberikan apresiasi pada perilaku positif yang terlihat

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul dalam formasi lingkaran untuk sesi refleksi (10 menit)
  • Guru memandu diskusi dengan pertanyaan: Bagaimana perasaan kalian saat bermain dengan sikap fair play? Apakah ada situasi sulit dimana kalian harus memilih antara menang atau bersikap jujur?
  • Murid berbagi pengalaman mereka tentang penerapan fair play dalam permainan tadi
  • Guru meminta beberapa murid memberikan contoh konkret perilaku fair play yang mereka lakukan atau lihat dari teman
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat di buku catatan tentang pentingnya fair play dan komitmen mereka untuk menerapkannya

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan peregangan statis sambil mereview prinsip-prinsip fair play yang telah dipraktikkan (5 menit)
  • Asesmen akhir: Guru memberikan kuis lisan singkat atau lembar refleksi tertulis tentang situasi fair play
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang menunjukkan sikap fair play luar biasa selama pembelajaran
  • Guru menyampaikan pentingnya membawa nilai fair play ke dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di lapangan
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah memahami konsep dasar fair play, berikan kasus situasi dilema etis yang lebih kompleks untuk dianalisis. Untuk yang masih memerlukan penguatan, berikan contoh konkret dan sederhana dari kehidupan sehari-hari
  • Proses: Murid dengan kemampuan analisis tinggi dapat menjadi fasilitator diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan memahami konsep. Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat diberikan panduan pertanyaan terstruktur untuk analisis situasi
  • Produk: Murid dapat memilih cara refleksi: menulis narasi, membuat komik situasi fair play, atau presentasi lisan. Untuk yang cepat selesai, minta mereka merancang skenario permainan baru yang menekankan fair play

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pemahaman awal murid mengenai fair play melalui pertanyaan pemantik
  • Pengamatan respons murid saat permainan pemanasan yang menekankan kejujuran

Proses:

  • Observasi perilaku fair play selama permainan Bola Hindar: kejujuran mengaku terkena bola, menghormati keputusan wasit, membantu sesama pemain, sportivitas terhadap lawan
  • Catatan anekdotal tentang situasi spesifik dimana murid menunjukkan atau tidak menunjukkan fair play
  • Penilaian partisipasi dan kontribusi dalam diskusi kelompok

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pentingnya fair play dan komitmen pribadi
  • Kuis lisan atau tertulis dengan pertanyaan situasional tentang penerapan prinsip fair play
  • Evaluasi kemampuan murid memberikan contoh konkret perilaku fair play dari pengalaman mereka

Formatif:

  • Observasi sikap dan perilaku murid selama permainan Bola Hindar menggunakan checklist perilaku fair play
  • Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis situasi fair play
  • Tanya jawab selama sesi refleksi

Sumatif:

  • Penilaian praktik penerapan sikap fair play dalam permainan menggunakan rubrik
  • Refleksi tertulis murid tentang pengalaman menerapkan fair play
  • Kuis singkat tentang prinsip dan contoh perilaku fair play

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Fair PlayMurid belum dapat menjelaskan prinsip fair play dan tidak dapat memberikan contohMurid dapat menyebutkan 1-2 prinsip fair play tetapi kesulitan memberikan contoh konkretMurid dapat menjelaskan 3-4 prinsip fair play dan memberikan contoh yang relevanMurid dapat menganalisis situasi kompleks dengan semua prinsip fair play (kejujuran, sportivitas, menghormati lawan dan wasit, pengendalian diri) serta memberikan contoh kontekstual
Praktik Sikap Fair Play dalam PermainanMurid tidak menunjukkan sikap fair play, sering curang atau tidak menghormati orang lainMurid sesekali menunjukkan sikap fair play tetapi masih perlu diingatkanMurid konsisten menunjukkan sikap fair play dalam sebagian besar situasi permainanMurid secara konsisten menunjukkan sikap fair play bahkan dalam situasi sulit, dan menjadi panutan bagi teman
Menghargai Keputusan Wasit dan AturanMurid sering memprotes keputusan wasit dan tidak mengikuti aturanMurid menerima keputusan wasit tetapi dengan sikap enggan atau mengeluhMurid menerima keputusan wasit dengan lapang dada dan mengikuti aturan permainanMurid menghormati keputusan wasit, mendukung penegakan aturan, dan membantu teman memahami pentingnya menghormati wasit
Kolaborasi dan Tanggung Jawab dalam TimMurid bermain sendiri, tidak membantu teman, dan tidak menjalankan peran dalam timMurid mulai bekerja sama dengan tim tetapi masih fokus pada diri sendiriMurid aktif membantu sesama pemain dan menunjukkan tanggung jawab terhadap peran dalam timMurid menjadi pemain tim yang solid, secara aktif mendukung teman, memberikan motivasi, dan menjalankan peran dengan penuh tanggung jawab

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami dan dapat menerapkan prinsip fair play dalam permainan?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif dalam menanamkan nilai fair play?
  • Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan khusus dalam mengembangkan sikap sportif?
  • Bagaimana saya dapat mengintegrasikan nilai fair play lebih baik ke dalam pembelajaran PJOK berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang fair play dan mengapa itu penting?
  • Situasi apa yang paling sulit bagi saya dalam menerapkan fair play? Bagaimana saya mengatasinya?
  • Bagaimana sikap fair play dapat saya terapkan di luar lapangan, dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa komitmen saya untuk menjadi pemain dan pribadi yang sportif ke depannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka (Bab 4: Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi)
  2. Buku Guru PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka
  3. Video situasi fair play dan pelanggaran etika dalam olahraga
  4. Peluit, bola karet/busa untuk permainan Bola Hindar
  5. Lapangan atau halaman sekolah
  6. Cone atau pembatas lapangan
  7. Lembar observasi dan checklist perilaku fair play
  8. Lembar refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.