MODUL AJAR PJOK — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 4 — Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.4.1 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dalam permainan aktivitas jasmani
- TP 8.4.2 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani
- TP 8.4.3 Menerapkan kepemimpinan ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang dimodifikasi
- TP 8.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang mengedepankan fair play
- TP 8.4.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani inklusif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa dalam permainan olahraga sering terjadi ketidakadilan atau kecurangan ketika aturan bakunya terlalu kaku?
- Bagaimana sebuah modifikasi peraturan dapat membantu setiap pemain bertanding secara jujur dan saling menghormati (fair play)?
- Apa yang terjadi pada permainan jika beberapa teman selalu tidak mendapat giliran menyentuh bola karena aturan baku yang sulit?
- Bagaimana modifikasi peraturan permainan dapat membuat semua orang, apapun tingkat kemampuannya, merasa terlibat aktif?
- Bagaimana caramu memandu dan mengarahkan teman tim saat aturan permainan diubah menjadi lebih menantang?
- Apa tindakan kepemimpinan yang dapat kamu ambil di lapangan agar seluruh anggota regu bergerak teratur sesuai peran masing-masing?
- Bagaimana kerja sama tim dapat tetap berjalan optimal meskipun ada anggota tim yang memiliki kemampuan gerak berbeda?
- Mengapa sikap menjunjung tinggi kejujuran dan saling menghargai (fair play) justru memperkuat kekompakan sebuah tim dalam permainan jasmani?
- Bagaimana kelompokmu menentukan keputusan bersama agar setiap anggota tim tanpa terkecuali dapat ikut bermain secara aktif?
- Apa yang harus disepakati kelompok saat ada anggota tim yang memiliki keterbatasan gerak agar permainan tetap berjalan seru dan adil bagi semua?
- Bagaimana modifikasi aturan dapat memastikan setiap anggota tim memperoleh kesempatan bermain yang setara?
- Mengapa kepemimpinan dan kesepakatan kelompok diperlukan agar sebuah permainan modifikasi tetap menjunjung tinggi fair play?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan yang Mendukung Fair Play dalam Permainan Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.1 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dalam permainan aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai investigasi modifikasi peraturan untuk mendukung fair play (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang 2 skenario masalah fair play: (1) 'Pemain lawan sering menepis bola basket secara kasar hingga mencederai saat berebut bola', (2) 'Pemain bertahan dalam sepak bola menumpuk tepat di depan garis gawang kecil sehingga lawan sama sekali tidak bisa menembak'. Murid diminta menyebutkan potensi ketidakadilan dan usulan aturan baru penyeimbangnya (acuan: Skenario 1 = pelanggaran kontak fisik berisiko cedera, aturan baru = pembatasan jarak kontak 1 lengan atau sistem sentuh non-kontak; Skenario 2 = menumpuk pertahanan mematikan keadilan mencetak angka, aturan baru = zona larangan bertahan di dalam lingkaran 2 meter depan gawang) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati studi kasus tentang prinsip modifikasi peraturan (seperti penyesuaian aturan kontak tubuh, sistem batas sentuhan bola, pembagian area bermain, dan sistem sanksi) yang bertujuan menegakkan fair play dan sportivitas (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok kecil, murid melakukan simulasi permainan mini bola tangan/tangkap bola di lapangan dengan aturan awal standar yang rawan pelanggaran kontak fisik dan monopoli bola (10 menit).
- Murid secara menggembirakan menguji coba aturan tantangan modifikasi 'Fair Play Challenge': (1) Aturan larangan kontak fisik langsung (hanya boleh menghadang jalur), (2) Aturan wajib 3 operan antar-pemain sebelum memasukkan bola, dan (3) Pemain yang melakukan tekel langsung sukarela keluar lapangan selama 1 menit (self-refereeing). Murid menginvestigasi dampak ketiga aturan tersebut terhadap jalannya kejujuran dan sportivitas permainan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mencatat hasil investigasi pada lembar kerja mengenai efektivitas modifikasi peraturan yang telah diuji coba dalam meminimalkan kecurangan dan menciptakan keadilan bermain bagi kedua tim (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan hasil investigasi bahwa modifikasi peraturan mampu mengubah perilaku pemain menjadi lebih sportif dan menjunjung fair play (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil investigasi murid dan menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya mengenai modifikasi peraturan untuk partisipasi inklusif, lalu menutup pertemuan dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu investigasi dengan panduan pilihan bentuk modifikasi aturan (aturan kontak fisik, aturan perpindahan bola, atau aturan sanksi adil) bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan.
- Proses: Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan investigasi diberikan studi kasus lanjutan berupa permainan dengan intensitas lebih tinggi untuk merumuskan aturan fair play tambahan secara mandiri.
- Produk: Hasil investigasi dapat disajikan dalam bentuk poin catatan analisis sederhana atau diagram tabel perbandingan aturan baku versus aturan modifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan diagnostik kesiapan berpikir kritis murid dengan 2 skenario: (1) Kontak kasar saat berebut bola (acuan: aturan modifikasi berupa pembatasan jarak kontak/sistem no-contact), (2) Menumpuk pemain bertahan tepat di mulut gawang kecil (acuan: aturan modifikasi zona larangan bertahan di area gawang). Murid dinilai dari ketepatan mengidentifikasi ketidakadilan dan relevansi aturan baru penyeimbangnya.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menginvestigasi efektivitas 3 aturan modifikasi fair play (larangan kontak fisik, wajib 3 operan, sanksi keluar 1 menit) saat simulasi permainan mini bola tangan.
- Pemeriksaan lembar kerja investigasi kelompok yang memuat analisis sebelum dan sesudah diberlakukannya modifikasi peraturan terhadap perilaku sportif murid.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) Mengapa aturan wajib 3 operan sebelum mencetak angka dapat mendukung fair play? (acuan: mencegah monopoli bola oleh satu pemain dan memberikan kesempatan bermain yang adil bagi seluruh anggota tim), (2) Bagaimana aturan zona larangan kontak fisik mendukung fair play? (acuan: mengurangi pelanggaran agresif, mencegah cedera, dan mendorong permainan yang jujur berdasarkan keahlian taktik).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai identifikasi ketidakadilan dalam skenario permainan.
- Lembar investigasi modifikasi peraturan fair play selama aktivitas permainan mini.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Peraturan Pendukung Fair Play | Belum mampu mengidentifikasi kaitan antara modifikasi peraturan dan dampaknya terhadap penegakan fair play dalam permainan. | Mampu mengidentifikasi bentuk modifikasi peraturan namun analisis terhadap dampaknya bagi fair play masih terbatas atau membutuhkan bimbingan intensif. | Mampu menginvestigasi dan menjelaskan dengan tepat bagaimana modifikasi peraturan (pembatasan kontak fisik, pembagian operan, dan sanksi adil) mendukung terciptanya fair play. | Mampu menginvestigasi secara mendalam, kritis, dan mandiri seluruh bentuk modifikasi peraturan serta memberikan rekomendasi penyesuaian aturan baru yang secara nyata meniadakan kecurangan dalam permainan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi permainan mini efektif memfasilitasi murid dalam menginvestigasi dampak modifikasi peraturan terhadap nilai fair play?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengamati dan mencatat perilaku sportivitas selama aturan modifikasi diterapkan?
Murid:- Perubahan apa yang paling saya rasakan dalam permainan ketika aturan modifikasi fair play diberlakukan?
- Apakah modifikasi peraturan membuat saya dan teman-teman bertanding dengan lebih jujur dan saling menghargai?
Pertemuan 2 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan yang Mendukung Partisipasi Inklusif dalam Permainan Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.2 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menginvestigasi modifikasi peraturan permainan yang mendukung partisipasi inklusif (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan terarah: 'Sebutkan 1 contoh peraturan permainan yang membuat teman dengan kemampuan gerak lebih lambat sulit ikut bermain, dan usulkan 1 perubahan aturannya agar inklusif!' (acuan: contoh aturan baku eksklusif seperti 'hanya pemain tercepat/pencetak skor utama yang boleh memegang bola terus' atau 'permainan tanpa batas sentuhan sehingga bola didominasi 1 orang'; usulan modifikasi inklusif seperti 'setiap anggota tim wajib menyentuh bola sebelum mencetak skor' atau 'zona gerak khusus untuk teman berkebutuhan khusus') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak dan menganalisis Lembar Investigasi Kasus Permainan yang memuat 3 skenario aturan permainan: Skenario 1: Permainan bola tangan mini tanpa batasan passing sehingga hanya 2 murid paling mahir yang saling mengoper dan mencetak gol, sementara teman lain hanya menonton; Skenario 2: Permainan kasti dengan aturan pemukul yang gagal memukul 3 kali langsung gugur tanpa kesempatan lari, menyebabkan murid pemula langsung tereliminasi; Skenario 3: Permainan invasi gawang kecil di mana murid dengan mobilitas terbatas ditempatkan di pojok lapangan tanpa aturan keterlibatan bola (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi faktor aturan yang menghambat partisipasi inklusif pada ketiga skenario tersebut dan mendiskusikan konsep modifikasi aturan yang adil dan merangkul semua peserta (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan uji coba 'Bola Tangan 4 Gawang' dengan aturan baku awal (tidak ada batas sentuhan, siapa pun boleh langsung menembak) selama 10 menit untuk merasakan langsung bagaimana dominasi pemain tertentu membatasi keterlibatan peserta lain (10 menit).
- Murid bekerja berpasangan menginvestigasi dan merumuskan modifikasi peraturan untuk permainan tersebut pada LKPD Investigasi Partisipasi Inklusif yang memuat 3 aspek modifikasi aturan: (1) Aturan sentuhan/operan tim (acuan: mewajibkan minimal 3 operan ke pemain berbeda termasuk pemain pendukung sebelum menembak); (2) Aturan wilayah/zona peran (acuan: pembagian zona bebas tekanan atau zona khusus agar semua murid dapat menerima bola tanpa direbut paksa); (3) Aturan sistem skoring inklusif (acuan: gol bernilai ganda jika dicetak atau diawali dari operan teman yang belum pernah mencetak skor) (15 menit).
- Murid melakukan uji coba permainan ronde kedua dengan menerapkan modifikasi peraturan yang telah dirumuskan, sambil mengamati apakah seluruh anggota kelompok kini berhasil berpartisipasi menyentuh dan memainkan bola dalam suasana yang kompetitif namun menyenangkan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dalam sesi pendinginan terpandu dan secara sadar mengevaluasi efektivitas modifikasi aturan yang telah diuji coba: membandingkan frekuensi keterlibatan gerak sebelum dan sesudah aturan diubah berdasarkan data investigasi LKPD (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan hasil investigasi bahwa modifikasi peraturan (seperti aturan minimal operan, zonasi, dan skoring inklusif) terbukti membuka kesempatan partisipasi setara bagi setiap orang dalam aktivitas jasmani (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan pengisian LKPD investigasi serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai penerapan kepemimpinan dalam aktivitas jasmani yang dimodifikasi, lalu menutup dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru menyediakan tabel perbandingan eksplisit antara aturan baku dan pilihan opsi modifikasi aturan inklusif (pilihan aturan: minimal sentuhan, zona netral, atau rotasi peran). Untuk murid yang berpikiran cepat, diberikan skenario lanjutan dengan variasi hambatan gerak yang lebih beragam.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan langsung saat menginvestigasi hambatan aturan pada skenario kasus, sedangkan murid yang mandiri menginvestigasi hubungan sebab-akibat aturan terhadap keaktifan bermain secara berpasangan.
- Produk: Format penyajian investigasi modifikasi aturan pada LKPD dapat berupa checklist pilihan modifikasi disertai alasan, atau uraian rumusan aturan baru yang operasional.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta mengidentifikasi 1 aturan baku permainan yang menghambat partisipasi teman berkemampuan fisik rendah beserta 1 ide perubahan aturan agar inklusif (acuan jawaban: aturan tanpa batas sentuhan/monopoli bola diubah menjadi aturan wajib oper ke semua anggota sebelum mencetak angka; atau lapangan tanpa zona diubah dengan zona aman untuk pemain berkemampuan terbatas).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja investigasi berpasangan: Menginvestigasi 3 aspek modifikasi peraturan permainan bola tangan 4 gawang (aspek aturan operan wajib, aspek zonasi perlindungan gerak, dan aspek sistem poin inklusif) dengan kriteria ketepatan analisis bahwa aturan tersebut secara nyata meningkatkan keterlibatan gerak seluruh pemain.
- Pengamatan keterlaksanaan aturan modifikasi selama uji coba ronde kedua untuk memastikan rumusan investigasi murid benar-benar menghasilkan partisipasi inklusif.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi (tiket keluar) dengan menjawab 2 pertanyaan investigasi: (1) Sebutkan dampak aturan 'wajib 3 operan sebelum menembak' terhadap pemain yang pasif! (acuan: pemain yang pasif menjadi terdorong bergerak dan pasti menerima bola); (2) Mengapa modifikasi peraturan penting untuk menciptakan partisipasi inklusif dalam olahraga? (acuan: agar semua orang dengan tingkat kemampuan gerak yang berbeda memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat aktif dan menikmati permainan).
Formatif:- Penilaian proses LKPD Investigasi Modifikasi Peraturan Inklusif (ketepatan mengidentifikasi hambatan aturan dan ketepatan merumuskan modifikasi peraturan pendukung partisipasi)
- Observasi unjuk pemahaman saat uji coba implementasi modifikasi peraturan dalam aktivitas bermain
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Peraturan yang Mendukung Partisipasi Inklusif | Belum mampu mengidentifikasi hambatan aturan dalam permainan dan belum mampu merumuskan modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif (0 aspek tepat). | Mampu mengidentifikasi hambatan aturan namun modifikasi peraturan yang diinvestigasi belum sepenuhnya mendukung keterlibatan seluruh peserta (hanya 1 aspek tepat dari: aturan operan, zonasi peran, atau skoring inklusif). | Mampu menginvestigasi hambatan aturan dan merumuskan modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif secara tepat pada minimal 2 aspek (dari 3 aspek: aturan operan tim, aturan zonasi peran, dan aturan skoring inklusif). | Mampu menginvestigasi hambatan aturan secara mendalam dan merumuskan modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif secara tepat dan lengkap pada ketiga aspek (aturan operan tim, zonasi peran, dan skoring inklusif) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan uji coba dan skenario kasus berhasil memancing daya investigasi murid terhadap pentingnya modifikasi peraturan yang inklusif?
- Bagaimana keterlibatan murid yang biasanya pasif saat diberlakukan aturan modifikasi hasil investigasi mereka?
Murid:- Aturan modifikasi apa yang menurutmu paling efektif membuat semua temanmu ikut aktif bermain bola tadi?
- Bagaimana perasaanmu ketika peraturan permainan dirancang agar setiap orang memiliki kesempatan bermain yang setara?
Pertemuan 3 — Menerapkan Kepemimpinan ketika Berpartisipasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani yang Dimodifikasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.3 Menerapkan kepemimpinan ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang dimodifikasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik murid di lapangan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan kepemimpinan ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dimodifikasi (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan kepemimpinan dengan mengajukan 2 pertanyaan terstruktur: (1) 'Apa tindakan pertama seorang pemimpin saat tim menghadapi perubahan aturan rotasi posisi?' (acuan jawaban: mengumpulkan anggota dan membagi peran/posisi secara jelas); (2) 'Bagaimana cara pemimpin memberi instruksi taktis di lapangan saat permainan berlangsung?' (acuan jawaban: memberi komando suara terarah atau isyarat gerak yang jelas tanpa menyalahkan) (5 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis terpimpin berpasangan yang menekankan koordinasi gerak dan kesiapan jasmani (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai 2 bentuk tindakan kepemimpinan konkret di lapangan: (1) memandu pembagian posisi rekan tim sesuai aturan modifikasi, dan (2) memberikan aba-aba/arahan gerak saat transisi bermain (7 menit).
- Dalam kelompok kecil berisi 4-5 orang, murid menganalisis lembar simulasi peran kapten/pemimpin giliran untuk permainan 'Bola Tangan Sasaran Modifikasi' (aturan: gawang diganti 2 cone berjarak 1 meter, pemain tidak boleh menggiring bola lebih dari 3 langkah) guna memahami tugas kepemimpinan lapangan (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok memainkan permainan 'Bola Tangan Sasaran Modifikasi' secara bergantian selama 2 babak, di mana setiap murid mendapatkan giliran menjadi pemimpin lapangan (kapten giliran) yang bertanggung jawab aktif mengarahkan pergerakan dan posisi rekan timnya (15 menit).
- Murid menjalankan peran kepemimpinan secara langsung saat permainan berlangsung: kapten giliran memanggil nama teman, menentukan pembagian area jaga, dan memberi komando menyerang/bertahan saat bola berpindah tangan sesuai aturan modifikasi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul dalam lingkaran kelompok untuk mengidentifikasi keberhasilan tindakan kepemimpinan yang telah diterapkannya, seperti efektivitas pemberian komando dan pembagian posisi anggota tim (6 menit).
- Setiap perwakilan murid menyampaikan 1 tindakan kepemimpinan paling efektif yang berhasil ia terapkan di lapangan saat timnya bermain di bawah aturan yang dimodifikasi (4 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan statis untuk menurunkan detak jantung dan melemaskan otot dipandu oleh guru (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap penerapan kepemimpinan murid selama permainan dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan komando kepemimpinan sederhana (daftar instruksi visual: 'Maju', 'Jaga Area', 'Oper Cepat') bagi murid yang membutuhkan panduan verbal/taktis di lapangan.
- Proses: Murid yang telah percaya diri memimpin diberikan tantangan memimpin permainan dengan tambahan aturan modifikasi zonasi pertahanan tanpa jeda waktu jeda, sedangkan murid yang masih ragu didampingi dalam memimpin instruksi sederhana saat bola mati.
- Produk: Unjuk kerja kepemimpinan dinilai melalui observasi keterlaksanaan pembagian peran dan pemberian komando gerak langsung di lapangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan kepemimpinan: (1) 'Apa tindakan pertama seorang pemimpin saat tim menghadapi perubahan aturan rotasi posisi?' (acuan: mengumpulkan anggota dan membagi peran/posisi secara jelas); (2) 'Bagaimana cara pemimpin memberi instruksi taktis di lapangan saat permainan berlangsung?' (acuan: memberi komando suara terarah atau isyarat gerak yang jelas tanpa menyalahkan teman).
Proses:- Pengamatan formatif saat bermain 'Bola Tangan Sasaran Modifikasi': Guru mencatat keterlaksanaan 2 indikator tindakan kepemimpinan: (1) membagi peran/posisi anggota tim sesuai aturan modifikasi (acuan: menempatkan minimal 1 penjaga cone dan pemain penyerang sesuai kesepakatan), (2) memberikan arahan gerak/komando operan secara langsung saat bermain (acuan: memberikan minimal 2 instruksi gerak verbal/taktis saat laga berlangsung).
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan penerapan kepemimpinan di akhir pertemuan: Murid menyebutkan secara lisan 1 bukti tindakan kepemimpinan yang berhasil ia lakukan di lapangan saat bertindak sebagai kapten giliran (kriteria penerimaan: menyebutkan secara spesifik tindakan pembagian posisi rekan atau pemberian komando gerak saat permainan modifikasi berlangsung).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan kepemimpinan (pembagian peran posisi dan pemberian arahan gerak tim) selama aktivitas jasmani modifikasi berlangsung menggunakan lembar ceklis pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kepemimpinan dalam Aktivitas Jasmani yang Dimodifikasi | Belum menunjukkan tindakan membagi peran posisi anggota tim maupun memberi instruksi gerak selama permainan aktivitas jasmani yang dimodifikasi. | Menerapkan kepemimpinan sebatas membagi peran posisi anggota tim di awal permainan, namun belum memberikan instruksi atau arahan gerak saat permainan berlangsung. | Menerapkan kepemimpinan dengan membagi peran posisi anggota tim dan memberikan instruksi gerak terarah kepada rekan tim selama berpartisipasi dalam permainan modifikasi. | Menerapkan kepemimpinan secara konsisten dan mandiri, meliputi pembagian peran posisi yang tepat, pengorganisasian regu saat transisi bermain, serta pemberian instruksi gerak terarah secara berkelanjutan sepanjang permainan modifikasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang seimbang untuk mempraktikkan peran kepemimpinan selama permainan modifikasi?
- Bagaimana respons dan efektivitas instruksi yang diberikan murid saat bertindak sebagai pemimpin regu di lapangan?
Murid:- Apa hal paling menantang bagimu saat harus memberi komando gerak dan membagi peran rekan tim di lapangan?
- Bagaimana caramu memastikan teman-teman satu tim mendengarkan dan mengikuti arahan yang kamu berikan saat permainan berlangsung?
Pertemuan 4 — Menerapkan Kolaborasi ketika Berpartisipasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani yang Mengedepankan Fair Play — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang mengedepankan fair play
Pendahuluan:- Guru membuka kelas di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan fisik seluruh murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang 3 tindakan kolaborasi yang mendukung fair play dalam permainan beregu: (1) Mengoper bola ke teman yang posisinya terbuka tanpa membeda-bedakan kemampuan; (2) Mengakui sentuhan/pelanggaran secara jujur demi menjaga keharmonisan tim; (3) Memberi semangat dan dukungan verbal positif kepada rekan satu tim (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menerapkan kolaborasi dalam aktivitas jasmani yang mengedepankan fair play, lalu memandu pemanasan dinamis berpasangan berfokus pada gerak oper-tangkap bola spons (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menjelaskan konsep penerapan kolaborasi dalam permainan jasmani bola hindar (dodgeball) modifikasi berbasis nilai fair play: kerja sama tim dalam mengalirkan operan bola, membagi peran bertahan dan menyerang secara adil, serta saling mengingatkan kejujuran apabila terkena lemparan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam 4 tim (setiap tim berisi 7-8 murid) untuk mempraktikkan permainan bola hindar modifikasi yang menekankan aturan fair play: setiap sebelum melempar ke lawan, bola wajib dioper minimal 3 kali antarrekan tim yang berbeda; pemain yang terkena lemparan wajib secara jujur mengangkat tangan dan melangkah keluar ke zona pendukung; rekan satu tim yang menangkap bola lemparan lawan berhak memanggil kembali satu temannya untuk bermain lagi (25 menit).
- Guru memberikan tantangan permainan kolaboratif gembira 'Zona Pertahanan Bersama': tim yang berhasil melakukan operan melingkar antarseluruh anggota tim sebelum melakukan serangan mendapatkan poin bonus sportivitas, dengan guru mengamati interaksi kerja sama dan kejujuran masing-masing regu (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap tim berkumpul dalam lingkaran kecil untuk mengevaluasi penerapan kerja sama mereka selama permainan: mengidentifikasi seberapa merata aliran operan bola antarteman dan bagaimana tim saling menjaga kejujuran saat terjadi lemparan yang mengenai badan (10 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan statis untuk merelaksasi otot seluruh tubuh sambil mengatur pernapasan (2 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis pengamatan proses mengenai penerapan kolaborasi tim dan kepatuhan terhadap prinsip fair play yang teramati selama aktivitas permainan (2 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kolaborasi dan sportivitas dalam olahraga, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi jenis bola (bola spons lembut dan bola karet busa ringan) serta mengatur lebar area bermain agar sesuai dengan tingkat kenyamanan gerak seluruh murid.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu berkolaborasi, diberikan panduan peran khusus berupa target minimal mengoper bola kepada teman terdekat; bagi murid yang sudah terampil berkolaborasi, diberikan tantangan untuk memfasilitasi rekannya yang belum mendapatkan operan.
- Produk: Unjuk kerja kolaborasi dinilai dari keterlibatan aktif dalam kerja sama tim dan kejujuran bermain selama aktivitas jasmani berlangsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan kolaborasi fair play: Murid diminta menyebutkan 3 tindakan nyata kolaborasi yang mengedepankan fair play dalam permainan beregu. Acuan jawaban benar: (1) Membagi operan bola kepada teman satu tim secara adil; (2) Mengakui sentuhan bola/pelanggaran secara jujur; (3) Memberi semangat dan berbicara positif kepada rekan satu tim tanpa mencela.
Proses:- Pengamatan langsung selama kegiatan inti (permainan bola hindar modifikasi) menggunakan lembar observasi kolaborasi dengan 3 indikator teramati: (1) Terlibat aktif mengoper dan menerima bola bersama rekan satu tim; (2) Mengakui sentuhan bola secara jujur tanpa menunggu teguran wasit/guru; (3) Berkomunikasi positif dalam membagi peran bertahan atau menyerang. Kriteria tuntas: murid mempraktikkan ketiga indikator secara konsisten.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat di akhir sesi: Murid secara lisan atau tertulis pada lembar catatan menjawab 2 pertanyaan cek pemahaman: (1) Sebutkan 1 contoh tindakan kolaborasi yang berhasil dilakukan tim saat menyerang/bertahan; (2) Sebutkan 1 tindakan fair play yang dilakukan saat terkena lemparan lawan. Acuan kriteria penerimaan: Jawaban mendeskripsikan kerja sama nyata (misal: mengoper bola 3 kali sebelum melempar) dan kejujuran bermain (misal: langsung mengaku dan keluar area saat tersentuh bola).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja kolaborasi dan fair play selama aktivitas permainan bola hindar modifikasi
- Pemeriksaan lembar refleksi diri/antarteman mengenai kontribusi kerja sama tim
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kolaborasi yang Mengedepankan Fair Play | Hanya bermain secara individu (tidak mau mengoper atau menerima bola dari rekan), serta tidak mengakui lemparan yang mengenai dirinya. | Mulai berkolaborasi dengan mengoper bola ke rekan satu tim tetapi hanya kepada teman tertentu, serta sesekali perlu diingatkan guru untuk bersikap jujur saat tersentuh bola. | Menerapkan kolaborasi secara merata dengan seluruh anggota tim (mengoper dan menerima bola) serta menunjukkan sikap fair play dengan jujur mengakui lemparan lawan atas kesadaran sendiri. | Menerapkan kolaborasi secara konsisten dan proaktif dengan memfasilitasi seluruh anggota tim mendapatkan bola, serta konsisten menjunjung tinggi fair play dan menyemangati rekan satu tim sepanjang permainan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi peraturan permainan bola hindar efektif mendorong setiap murid untuk saling berkolaborasi tanpa dominasi individu?
- Bagaimana respons murid terhadap aturan fair play, khususnya dalam hal kejujuran mengakui sentuhan bola secara mandiri?
Murid:- Apakah saya sudah mengoper bola secara adil kepada seluruh teman dalam tim saya tanpa membeda-bedakan?
- Apakah saya sudah bersikap jujur mengakui sentuhan bola saat terkena lemparan demi menjunjung fair play bersama tim?
Pertemuan 5 — Menerapkan Pengambilan Keputusan Kelompok ketika Berpartisipasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani Inklusif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi pemanasan dinamis terstruktur di lapangan (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa studi kasus singkat: 'Jika dalam tim permainan bola tangan mini ada satu teman yang berlari lebih lambat dan belum pernah mengoper bola, keputusan kelompok apa yang paling tepat disepakati agar ia terlibat?' Murid menjawab secara lisan. Acuan ketepatan keputusan: kelompok menyepakati aturan wajib minimal 3 operan sebelum mencetak skor sehingga semua anggota, termasuk teman yang berlari lambat, menyentuh bola (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok kecil (masing-masing 5-6 orang) dan menerima lembar skenario pengambilan keputusan inklusif dengan 3 pilihan keputusan: Pilihan A (Pemain mahir mencetak angka sendiri secepatnya), Pilihan B (Menyepakati aturan internal tim bahwa setiap anggota wajib menerima dan mengoper bola minimal sekali sebelum regu boleh menembak ke sasaran keranjang), dan Pilihan C (Meminta teman yang kurang mahir menjadi penjaga garis saja). Murid menelaah dan menyepakati bahwa Pilihan B adalah keputusan kelompok yang inklusif karena menjamin seluruh anggota aktif berpartisipasi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok berdiskusi selama 5 menit untuk mengambil dan menetapkan 2 keputusan kelompok terkait strategi rotasi peran dan penyesuaian operan dalam permainan invasi bola keranjang modifikasi (5 menit).
- Kelompok mempraktikkan permainan bola keranjang modifikasi inklusif di lapangan, menerapkan secara nyata 2 keputusan kelompok yang telah disepakati bersama: (1) aturan wajib operan berantai ke seluruh anggota tim sebelum menembak, dan (2) rotasi posisi penyerang-bertahan secara berkala agar tidak ada pemain yang terpinggirkan, dalam suasana pertandingan persahabatan yang ceria dan seru (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar untuk merefleksikan pelaksanaan keputusan kelompok: mengecek apakah seluruh anggota benar-benar terlibat dan mengidentifikasi penyesuaian keputusan yang diperlukan bila masih ada anggota yang belum berpartisipasi maksimal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan pendinginan gerak dan merangkum keterlaksanaan penerapan keputusan kelompok inklusif dalam aktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen proses dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual panduan opsi keputusan inklusif (opsi peran operan dan zonasi bermain) bagi kelompok yang memerlukan bantuan.
- Proses: Bagi kelompok yang telah cepat bermusyawarah secara mandiri, kelompok diberi tantangan menambah 1 keputusan kelompok tambahan terkait variasi jarak operan yang disesuaikan dengan jangkauan gerak tiap anggota tim; bagi kelompok yang lambat bermusyawarah, guru mendampingi pemungutan suara sederhana.
- Produk: Semua kelompok dinilai dari bukti yang sama, yaitu keterlaksanaan penerapan keputusan kelompok yang menjamin partisipasi seluruh anggota dalam permainan jasmani modifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Jika timmu menghadapi situasi di mana ada rekan satu tim yang belum pernah mendapatkan giliran menyentuh bola dalam permainan bola modifikasi, keputusan kelompok apa yang harus disepakati bersama agar teman tersebut dapat berpartisipasi aktif?' Acuan jawaban benar: Menyepakati keputusan kelompok untuk membatasi sentuhan individu atau mewajibkan setiap anggota tim menerima dan mengoper bola minimal 1 kali sebelum tim melakukan tembakan/mencetak poin.
Proses:- Observasi keterlaksanaan penerapan keputusan kelompok saat bermain bola keranjang modifikasi. Acuan target observable yang dinilai guru: (1) Tim menerapkan aturan minimal operan ke setiap anggota tim sebelum menembak (seluruh anggota tim tanpa kecuali menyentuh bola); (2) Tim menjalankan rotasi peran sehingga semua anggota mencoba posisi bermain sesuai keputusan kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Setiap kelompok menyebutkan 1 bukti nyata keputusan kelompok yang berhasil mereka terapkan di lapangan yang memastikan keterlibatan seluruh anggota tim. Kriteria penerimaan operasional: Bukti menyebutkan secara konkret tindakan gerak bersama (misalnya: 'Semua 5 anggota regu kami menyentuh bola secara bergiliran sebelum mencetak angka ke keranjang').
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai penetapan solusi kelompok yang inklusif.
- Lembar observasi unjuk kerja keterlaksanaan penerapan keputusan kelompok ketika berpartisipasi dalam permainan aktivitas jasmani inklusif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keputusan Kelompok dalam Aktivitas Jasmani Inklusif | Belum menerapkan keputusan kelompok yang disepakati; permainan masih didominasi individu tertentu dan mengabaikan partisipasi anggota tim lainnya. | Menerapkan keputusan kelompok yang disepakati hanya sesekali atau saat diingatkan guru sehingga sebagian anggota tim masih belum terlibat aktif dalam permainan jasmani. | Menerapkan 2 keputusan kelompok secara konsisten (aturan operan inklusif dan rotasi peran) sehingga seluruh anggota tim berpartisipasi aktif dalam aktivitas jasmani. | Menerapkan seluruh keputusan kelompok secara konsisten, mandiri, dan sigap menyesuaikan keputusan di tengah permainan untuk memastikan partisipasi penuh seluruh anggota tim tanpa arahan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil merumuskan dan menerapkan keputusan kelompok yang menjamin setiap murid berpartisipasi aktif?
- Bagaimana dinamika kelompok berjalan saat murid dengan kemampuan fisik beragam bermain bersama di lapangan?
Murid:- Apakah keputusan yang disepakati kelompokmu berhasil membantumu dan semua teman tim berpartisipasi aktif dalam permainan?
- Apa hambatan yang dihadapi kelompokmu saat menerapkan keputusan tersebut di lapangan dan bagaimana cara mengatasinya?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.1 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dalam permainan aktivitas jasmani
- TP 8.4.2 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani
- TP 8.4.3 Menerapkan kepemimpinan ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang dimodifikasi
- TP 8.4.4 Menerapkan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani yang mengedepankan fair play
- TP 8.4.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme Asesmen Sumatif Bab 4 yang mencakup 2 bagian: Tugas 1 berupa analisis tertulis investigasi aturan modifikasi (fair play & inklusi) dan Tugas 2 berupa unjuk kerja permainan modifikasi inklusif (kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok) (4 menit).
- Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok berimbang dan membagikan Lembar Analisis Kelompok serta lembar nomor dada/rompi untuk persiapan unjuk kerja lapangan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak penjelasan instruksi pada Lembar Analisis Kelompok mengenai pengisian investigasi penyesuaian aturan: mengidentifikasi minimal 1 aturan yang dimodifikasi untuk fair play (beserta alasan penegakan sportivitas) dan 1 aturan yang dimodifikasi untuk partisipasi inklusif (beserta mekanisme agar semua anggota tim wajib menyentuh bola/berperan aktif) (4 menit).
- Murid menyimak kriteria lembar observasi unjuk kerja permainan yang akan dinilai oleh guru saat bermain di lapangan: tindakan memandu rekan (kepemimpinan), tindakan saling mengoper/mendukung kawan (kolaborasi), dan musyawarah pembagian peran secara adil (pengambilan keputusan kelompok) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Penilaian Kinerja Analisis Kelompok - 23 menit): Setiap kelompok berdiskusi mandiri menyelesaikan Lembar Analisis Kelompok dengan menganalisis aturan permainan modifikasi (misal: modifikasi bola keranjang/bola tangan mini). Kriteria acuan pengisian yang harus dijawab lengkap: (1) Modifikasi aturan fair play: penetapan aturan tanpa kontak fisik kasar atau rotasi kepemilikan bola secara adil; (2) Alasan fair play: mencegah pelanggaran curang dan menjamin rasa aman; (3) Modifikasi aturan inklusif: penetapan minimal 3 sentuhan/operan ke anggota berbeda sebelum menembak; (4) Alasan inklusif: memastikan anggota dengan keterampilan berbeda tetap memperoleh peran aktif (23 menit).
- Tugas 2 (Pengamatan Unjuk Kerja Permainan Modifikasi - 30 menit): Keempat kelompok menuju lapangan dan bermain serentak pada dua lapangan mini yang disediakan (Kelompok 1 vs Kelompok 2 di Lapangan A, Kelompok 3 vs Kelompok 4 di Lapangan B) selama 2 babak. Guru melakukan observasi unjuk kerja menggunakan lembar observasi terhadap: kepemimpinan (mengarahkan formasi/menyemangati kawan), kolaborasi (mengoper bola ke semua teman tanpa membeda-bedakan kemampuan), dan pengambilan keputusan kelompok (musyawarah cepat saat time-out untuk menyepakati pembagian peran dan taktik inklusif) (27 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan Lembar Analisis Kelompok kepada guru dan merapikan peralatan lapangan kembali ke tempatnya secara mandiri (4 menit).
- Setiap murid melakukan refleksi singkat secara mandiri dengan mencatat kendala dan keberhasilan saat menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, serta musyawarah inklusif dalam unjuk kerja tadi (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum mengenai pelaksanaan asesmen sumatif, keteraturan jalannya permainan, serta apresiasi atas komitmen fair play dan inklusivitas seluruh murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan capaian pembelajaran Bab 4 tentang pentingnya modifikasi peraturan dalam menciptakan lingkungan gerak yang adil dan merangkul semua orang, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Format Lembar Analisis Kelompok disediakan dengan kolom isian berstruktur jelas dan petunjuk tertulis yang lugas bagi murid yang memerlukan kejelasan visual.
- Proses: Akomodasi akses: Pada unjuk kerja lapangan, murid dengan keterbatasan fisik tertentu diberikan peran gerak yang disesuaikan dalam aturan modifikasi kelompok (misalnya peran pengumpan bebas/daerah khusus) tanpa mengubah kriteria penilaian kolaborasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan kelompok.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja dan lembar analisis tetap seragam sesuai indikator rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan kelompok sebelum pengerjaan tugas sumatif: Guru menanyakan pemahaman instruksi tugas, 'Apakah seluruh kelompok telah memahami dua bagian tugas sumatif hari ini (analisis aturan modifikasi dan unjuk kerja lapangan)?' (Kriteria penerimaan: seluruh kelompok mengonfirmasi kesiapan peran dan memahami alur pengerjaan).
Proses:- Pemantauan kemandirian kelompok selama pengerjaan Tugas 1 (lembar analisis) dan Tugas 2 (unjuk kerja di lapangan) untuk memastikan keterlibatan seluruh anggota tim tanpa dominasi sepihak.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja dan unjuk kerja permainan modifikasi inklusif: lembar analisis kelompok hasil investigasi aturan modifikasi serta rekaman pengamatan unjuk kerja kepemimpinan, kolaborasi, dan musyawarah dalam permainan inklusif
- penilaian kinerja analisis kelompok: lembar kerja kelompok berisi hasil investigasi penyesuaian aturan permainan yang dirancang untuk menegakkan fair play dan memastikan partisipasi inklusif seluruh anggota tim (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian analisis modifikasi aturan)
- pengamatan unjuk kerja permainan modifikasi: tindakan memandu rekan satu tim (kepemimpinan), saling bekerja sama mendukung kawan (kolaborasi), dan melakukan musyawarah strategi secara adil (pengambilan keputusan kelompok) yang diamati guru pada 4 kelompok yang bermain serentak di lapangan (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja perilaku sosial dan kepemimpinan)
Sumatif:- penilaian kinerja dan unjuk kerja permainan modifikasi inklusif: lembar analisis kelompok hasil investigasi aturan modifikasi serta rekaman pengamatan unjuk kerja kepemimpinan, kolaborasi, dan musyawarah dalam permainan inklusif
- penilaian kinerja analisis kelompok: lembar kerja kelompok berisi hasil investigasi penyesuaian aturan permainan yang dirancang untuk menegakkan fair play dan memastikan partisipasi inklusif seluruh anggota tim (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian analisis modifikasi aturan)
- pengamatan unjuk kerja permainan modifikasi: tindakan memandu rekan satu tim (kepemimpinan), saling bekerja sama mendukung kawan (kolaborasi), dan melakukan musyawarah strategi secara adil (pengambilan keputusan kelompok) yang diamati guru pada 4 kelompok yang bermain serentak di lapangan (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja perilaku sosial dan kepemimpinan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Aturan Fair Play (TP 8.4.1) | Belum mampu mengidentifikasi aturan modifikasi dan alasan pendukung fair play. | Menuliskan modifikasi aturan fair play tetapi alasan penegakan sportivitas belum jelas atau tidak relevan. | Menuliskan modifikasi aturan fair play secara tepat beserta alasan pencegahan pelanggaran/penegakan sportivitas sesuai acuan. | Menuliskan modifikasi aturan fair play secara tepat, rinci, dan logis dalam menjamin sportivitas seluruh pemain sesuai acuan secara mandiri. | | Investigasi Modifikasi Aturan Partisipasi Inklusif (TP 8.4.2) | Belum mampu mengidentifikasi modifikasi aturan yang memastikan partisipasi inklusif seluruh anggota tim. | Menuliskan modifikasi aturan inklusif tetapi belum menjamin keterlibatan aktif anggota tim yang memiliki keragaman kemampuan. | Menuliskan modifikasi aturan partisipasi inklusif secara tepat beserta mekanisme pelibatan aktif seluruh anggota tim sesuai acuan. | Menuliskan modifikasi aturan partisipasi inklusif secara mendalam dengan mekanisme pemerataan peran yang jelas dan terstruktur sesuai acuan secara mandiri. | | Penerapan Kepemimpinan dalam Permainan Modifikasi (TP 8.4.3) | Belum menunjukkan tindakan memandu atau mengarahkan kawan saat permainan berlangsung. | Menunjukkan tindakan mengarahkan kawan tetapi masih pasif dan membutuhkan dorongan dari guru. | Menerapkan tindakan kepemimpinan secara aktif dengan mengarahkan kawan atau memberi semangat secara positif selama permainan modifikasi. | Menerapkan kepemimpinan secara konsisten dan tanggap dalam mengarahkan, memotivasi, dan menjaga ketertiban tim sepanjang permainan modifikasi. | | Penerapan Kolaborasi dalam Permainan Fair Play (TP 8.4.4) | Bermain secara individualis, mengabaikan rekan tim, atau melakukan tindakan yang melanggar fair play. | Menunjukkan kerja sama yang terbatas (hanya mengoper ke teman tertentu) dan sesekali mengabaikan fair play. | Menerapkan kolaborasi secara konsisten dengan saling mendukung, membagi bola ke rekan tim, dan menjunjung fair play selama permainan. | Menerapkan kolaborasi yang solid dengan memfasilitasi peran semua rekan tim secara adil serta konsisten menegakkan fair play di setiap situasi gerak. | | Penerapan Pengambilan Keputusan Kelompok secara Inklusif (TP 8.4.5) | Belum mampu bermusyawarah, pembagian peran diputuskan sepihak oleh individu dominan. | Melakukan musyawarah tetapi belum melibatkan pendapat seluruh anggota tim dalam menyepakati strategi. | Menerapkan musyawarah kelompok dengan melibatkan anggota tim untuk menyepakati pembagian peran dan taktik permainan secara inklusif. | Menerapkan musyawarah kelompok secara demokratis, menghargai setiap masukan, dan menghasilkan kesepakatan strategi yang merangkul seluruh anggota secara optimal. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi untuk pelaksanaan Tugas 1 (analisis tertulis) dan Tugas 2 (unjuk kerja lapangan) secara objektif?
- Bagaimana efektivitas instrumen lembar observasi dalam merekam perilaku kepemimpinan, kolaborasi, dan musyawarah 4 kelompok secara serentak?
- Apakah murid telah menunjukkan pemahaman utuh bahwa modifikasi aturan bertujuan menciptakan kesetaraan bermain dan fair play?
Murid:- Bagian mana dari aturan modifikasi tim kami yang paling berhasil membuat semua anggota tim ikut bermain aktif?
- Bagaimana peran saya dalam memimpin, bekerja sama, atau bermusyawarah bersama rekan tim selama permainan tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021/2024.
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek.
- Bola tangan mini/bola lunak, rompi tim 2 warna, kerucut (cone), peluit, dan lembar kerja investigasi peraturan.
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab IV: Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi, hlm. 147–168)
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab IV, hlm. 114–133)
- Lembar Kerja Investigasi Partisipasi Inklusif (LKPD)
- Peralatan: Bola tangan busa/bola sepak lunak (4 buah), rompi tim (4 warna), cone/kerucut penanda zona (16 buah), peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek 2024
- Cone/pancang pembatas sasaran gawang
- Bola tangan / bola busa / bola karet modifikasi
- Rompi tim 2 warna berbeda
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP Kelas VIII
- Buku Siswa PJOK Kelas VIII (Bab IV: Modifikasi, Fair Play, dan Partisipasi)
- Peralatan: Bola spons/busa (4 buah), rompi tim (2 warna berbeda), cone/pembatas lapangan, peluit, dan lembar observasi
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VIII SMP/MTs Kemendikbudristek
- Buku Teks Siswa PJOK Kelas VIII SMP/MTs Kemendikbudristek
- Bola modifikasi (bola busa / bola voli plastik), keranjang sasaran, rompi tim/kun penanda lapangan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas VIII
- Lembar Analisis Kelompok (Tugas Sumatif 1)
- Lembar Observasi Unjuk Kerja Perilaku Sosial dan Kepemimpinan (Tugas Sumatif 2)
- Peralatan permainan: bola modifikasi/bola tangan, keranjang/gawang mini, cone penanda batas, rompi/nomor dada
|