Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Keseimbangan dan Stabilitas dalam Aktivitas Fisik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 8 dengan topik "Keseimbangan dan Stabilitas dalam Aktivitas Fisik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Keseimbangan dan Stabilitas dalam Aktivitas Fisik

PJOK - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Keseimbangan dan Stabilitas dalam Aktivitas Fisik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKeseimbangan dan Stabilitas dalam Aktivitas Fisik
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membedakan keseimbangan statis dan dinamis serta memperagakan keseimbangan saat bergerak atau mengubah arah (misalnya berjalan di garis keseimbangan atau berlari zig-zag) tanpa kehilangan keseimbangan
  2. Murid mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas tubuh (tumpuan, titik gravitasi, dan garis gravitasi) dan menerapkan prinsip stabilitas tersebut dalam situasi aktivitas olahraga seperti judo, sepak bola, atau angkat besi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa seorang atlet judo perlu menurunkan posisi tubuhnya saat menghadapi lawan?
  2. Bagaimana kamu menjaga keseimbangan saat berlari zig-zag menghindari rintangan?
  3. Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika garis gravitasi berada di luar alas tumpuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 5-7 menit (gerakan peregangan, jalan di tempat, gerakan keseimbangan sederhana seperti berdiri satu kaki)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta 3-4 murid mendemonstrasikan berdiri satu kaki selama 10 detik dan mengamati kemampuan dasar keseimbangan mereka
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep keseimbangan statis (tubuh diam dalam posisi seimbang) dan keseimbangan dinamis (tubuh tetap seimbang saat bergerak) dengan menunjukkan contoh gerakan konkret
  • Guru mendemonstrasikan perbedaan keseimbangan statis (berdiri satu kaki diam) dan dinamis (berjalan di garis lurus, berlari zig-zag)
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan mencatat perbedaan kedua jenis keseimbangan dalam lembar observasi
  • Guru menjelaskan tiga faktor yang memengaruhi stabilitas: alas tumpuan (area kontak dengan permukaan), titik gravitasi (pusat massa tubuh), dan garis gravitasi (garis vertikal dari titik gravitasi ke bawah)
  • Guru menampilkan gambar atau video atlet judo, sepak bola, dan angkat besi, kemudian meminta murid mengidentifikasi posisi alas tumpuan, titik gravitasi, dan garis gravitasi pada setiap gerakan
  • Murid berdiskusi berpasangan untuk menganalisis mengapa atlet judo menurunkan posisi tubuh (menurunkan titik gravitasi dan memperlebar alas tumpuan untuk meningkatkan stabilitas)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk melakukan aktivitas praktik keseimbangan dinamis
  • Aktivitas 1: Berjalan di garis keseimbangan - Murid berjalan mengikuti garis lurus di lantai (bisa menggunakan tali atau garis lapangan) dengan kedua tangan direntangkan, menjaga agar tidak keluar dari garis (2 menit per kelompok)
  • Aktivitas 2: Berlari zig-zag - Murid berlari mengikuti pola zig-zag di antara cone atau marker yang dipasang dengan jarak 2-3 meter, fokus pada menjaga keseimbangan saat mengubah arah dengan cepat (3 menit per kelompok)
  • Aktivitas 3: Simulasi posisi stabilitas - Dalam kelompok, murid mempraktikkan posisi bertahan seperti dalam judo atau sepak bola (posisi jongkok rendah dengan kaki terbuka lebar) dan saling mendorong ringan untuk merasakan perbedaan stabilitas antara posisi tinggi dan rendah (4 menit)
  • Setiap kelompok melakukan rotasi aktivitas sehingga semua murid mengalami ketiga jenis aktivitas
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung kepada murid tentang teknik keseimbangan dan stabilitas mereka selama praktik

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul kembali dan guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pengalaman mereka selama aktivitas praktik
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Aktivitas mana yang paling sulit? Mengapa?', 'Bagaimana posisi tubuhmu memengaruhi kemampuan menjaga keseimbangan?', 'Apa strategi yang kamu gunakan untuk tetap stabil saat mengubah arah dengan cepat?'
  • Murid secara sukarela berbagi pengalaman dan strategi mereka dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas
  • Guru menghubungkan pengalaman murid dengan konsep ilmiah yang dipelajari (alas tumpuan, titik gravitasi, garis gravitasi) dan menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan dalam olahraga nyata
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan tentang satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang masih ingin mereka tingkatkan terkait keseimbangan dan stabilitas

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan dengan gerakan peregangan statis selama 3-5 menit untuk relaksasi otot
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid berbeda mendemonstrasikan keseimbangan dinamis (berjalan di garis atau berlari zig-zag) dan memberikan penilaian berdasarkan rubrik
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi kepada murid atas partisipasi dan usaha mereka
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah menguasai dapat mempelajari aplikasi stabilitas dalam olahraga yang lebih kompleks (senam, bela diri), sementara murid yang masih kesulitan fokus pada konsep dasar keseimbangan statis terlebih dahulu
  • Proses: Murid dengan kemampuan keseimbangan tinggi dapat melakukan aktivitas dengan tingkat kesulitan lebih tinggi (berjalan di balok keseimbangan lebih tinggi, berlari zig-zag dengan kecepatan lebih tinggi, atau dengan mata tertutup), sedangkan murid yang masih belajar dapat melakukan di permukaan yang lebih lebar dan dengan kecepatan lebih lambat serta mendapat pendampingan guru atau teman sebaya
  • Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman mereka: melalui demonstrasi fisik, diagram visual yang menggambarkan alas tumpuan dan garis gravitasi pada berbagai gerakan olahraga, atau penjelasan lisan tentang strategi menjaga stabilitas

ASESMEN

Awal:

  • Observasi kemampuan dasar keseimbangan melalui tes berdiri satu kaki selama 10 detik
  • Tanya jawab singkat tentang pengalaman murid menjaga keseimbangan dalam aktivitas sehari-hari atau olahraga

Proses:

  • Observasi teknik keseimbangan saat berjalan di garis, berlari zig-zag, dan melakukan simulasi posisi stabilitas
  • Penilaian partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok
  • Checklist kemampuan mengidentifikasi alas tumpuan, titik gravitasi, dan garis gravitasi pada berbagai gerakan

Akhir:

  • Tes praktik keseimbangan dinamis dengan kriteria: mampu berjalan di garis tanpa keluar, mampu berlari zig-zag dengan kontrol tubuh yang baik
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pemahaman keseimbangan dan stabilitas
  • Evaluasi kemampuan menjelaskan penerapan prinsip stabilitas dalam aktivitas olahraga pilihan

Formatif:

  • Observasi langsung selama aktivitas praktik menggunakan checklist kemampuan keseimbangan dinamis
  • Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis faktor stabilitas pada gambar/video atlet
  • Umpan balik lisan dari guru selama murid melakukan aktivitas keseimbangan

Sumatif:

  • Tes praktik keseimbangan dinamis (berjalan di garis dan berlari zig-zag) dinilai dengan rubrik 4 level
  • Penilaian kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan faktor stabilitas dalam situasi olahraga melalui lembar kerja atau presentasi singkat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keseimbangan Dinamis (Berjalan di Garis dan Berlari Zig-zag)Murid sering kehilangan keseimbangan, keluar dari garis/jalur, dan membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan aktivitasMurid kadang kehilangan keseimbangan, sesekali keluar dari garis/jalur, tetapi dapat menyelesaikan aktivitas dengan usaha ekstraMurid mampu menjaga keseimbangan dengan baik, jarang keluar dari garis/jalur, dan menyelesaikan aktivitas dengan lancarMurid mampu menjaga keseimbangan dengan sempurna, tetap di dalam garis/jalur sepanjang aktivitas, dan menunjukkan kontrol tubuh yang sangat baik bahkan saat kecepatan ditingkatkan
Pemahaman Konsep Stabilitas (Alas Tumpuan, Titik Gravitasi, Garis Gravitasi)Murid belum mampu mengidentifikasi ketiga faktor stabilitas pada gerakan olahraga dan tidak dapat menjelaskan hubungannya dengan keseimbanganMurid mampu mengidentifikasi satu atau dua faktor stabilitas tetapi penjelasannya masih kurang tepat atau tidak lengkapMurid mampu mengidentifikasi ketiga faktor stabilitas dengan tepat dan menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keseimbangan dalam situasi olahragaMurid mampu mengidentifikasi dan menganalisis ketiga faktor stabilitas dengan sangat tepat, memberikan contoh konkret dari berbagai olahraga, dan menjelaskan strategi untuk meningkatkan stabilitas
Penerapan Prinsip Stabilitas dalam PraktikMurid belum menerapkan prinsip stabilitas dalam aktivitas praktik, posisi tubuh tidak stabil dan mudah tergoyahkanMurid mulai menerapkan prinsip stabilitas tetapi masih inkonsisten, kadang lupa menurunkan titik gravitasi atau memperlebar alas tumpuanMurid secara konsisten menerapkan prinsip stabilitas dalam aktivitas praktik, menurunkan posisi tubuh dan memperlebar alas tumpuan dengan tepatMurid menerapkan prinsip stabilitas dengan sangat baik dan secara otomatis menyesuaikan posisi tubuh untuk memaksimalkan stabilitas dalam berbagai situasi gerakan
Kolaborasi dan PartisipasiMurid kurang berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan aktivitas praktik, tidak berkontribusi pada kerja timMurid berpartisipasi dalam diskusi dan aktivitas tetapi kontribusinya masih terbatas, kadang menunggu arahan dari temanMurid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan aktivitas praktik, berkontribusi dengan ide dan membantu temanMurid sangat aktif dalam diskusi dan aktivitas, memimpin kelompok dengan baik, memberikan umpan balik konstruktif kepada teman, dan mendorong partisipasi semua anggota kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dan memperagakan keseimbangan statis dan dinamis dengan baik?
  • Apakah aktivitas praktik yang dirancang efektif membantu murid memahami konsep stabilitas?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi pembelajaran agar semua murid dengan kemampuan berbeda dapat berkembang optimal?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai dan efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang keseimbangan dan stabilitas?
  • Aktivitas mana yang paling menantang bagimu? Mengapa?
  • Bagaimana kamu bisa menerapkan prinsip keseimbangan dan stabilitas dalam olahraga atau aktivitas kesukaanmu?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang keseimbangan dan stabilitas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka
  2. Buku Panduan Guru PJOK Kelas VIII Kurikulum Merdeka
  3. Video demonstrasi keseimbangan dan stabilitas dalam berbagai olahraga (judo, sepak bola, angkat besi)
  4. Lapangan atau ruang olahraga yang memadai
  5. Cone atau marker untuk aktivitas berlari zig-zag (minimal 10 buah)
  6. Tali atau garis lapangan untuk aktivitas berjalan keseimbangan
  7. Lembar observasi dan lembar kerja murid
  8. Peluit
  9. Matras (jika tersedia untuk aktivitas simulasi judo)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.