Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Menyusun dan Menerapkan Strategi Gerak Efektif dalam Permainan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 8 dengan topik "Menyusun dan Menerapkan Strategi Gerak Efektif dalam Permainan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Menyusun dan Menerapkan Strategi Gerak Efektif dalam Permainan

PJOK - Kelas 8

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menyusun dan Menerapkan Strategi Gerak Efektif dalam Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenyusun dan Menerapkan Strategi Gerak Efektif dalam Permainan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun dan menerapkan strategi gerak yang efektif dalam situasi permainan (seperti sepak bola, bola basket, atau atletik) dengan menyesuaikan strategi berdasarkan perubahan situasi yang terjadi
  2. Murid dapat menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi dalam kelompok saat mengambil keputusan bersama terkait strategi gerak yang paling efektif selama aktivitas permainan berlangsung

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kamu menentukan strategi gerak yang paling tepat saat menghadapi lawan yang lebih unggul?
  2. Apa yang harus kamu perhatikan saat menyusun strategi dalam permainan tim?
  3. Bagaimana kamu menyesuaikan strategi saat situasi permainan berubah mendadak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya pengalaman murid dalam menyusun strategi permainan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menyusun dan menerapkan strategi gerak efektif dalam permainan
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kalian menentukan strategi saat menghadapi lawan yang lebih unggul?'
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 10 menit dengan gerakan yang melibatkan koordinasi dan kerja sama tim

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep strategi gerak efektif: analisis situasi, penetapan tujuan, pemilihan keterampilan, dan penyesuaian strategi
  • Guru menayangkan video singkat (3-5 menit) tentang penerapan strategi gerak oleh atlet profesional dalam permainan sepak bola atau bola basket
  • Murid mengamati video dan mengidentifikasi elemen strategi yang digunakan: posisi pemain, koordinasi tim, pengambilan keputusan cepat
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-5 orang) untuk menganalisis strategi efektif yang mereka temukan dalam video
  • Setiap kelompok mencatat hasil analisis mereka pada lembar kerja: situasi permainan, tujuan strategi, dan keterampilan yang diterapkan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok permainan (5-7 orang per tim) untuk aktivitas permainan modifikasi
  • Setiap kelompok memilih satu jenis permainan: sepak bola mini, bola basket modifikasi, atau permainan invasi lainnya
  • Kelompok menyusun strategi gerak berdasarkan langkah: (1) menganalisis posisi teman dan lawan, (2) menetapkan tujuan (mencetak poin/bertahan), (3) menentukan keterampilan (passing, dribbling, shooting), (4) menyesuaikan strategi saat situasi berubah
  • Guru memberikan waktu 5 menit untuk diskusi strategi dalam kelompok, dengan satu murid ditunjuk sebagai pemimpin tim
  • Kelompok menerapkan strategi yang telah disusun dalam permainan sesungguhnya selama 15 menit
  • Guru mengamati dan mencatat penerapan strategi, kepemimpinan, dan kolaborasi antar murid selama permainan
  • Di tengah permainan (menit ke-7), guru memberikan situasi baru (misal: lawan mengubah formasi) dan meminta kelompok menyesuaikan strategi mereka
  • Murid berdiskusi singkat dalam tim dan melanjutkan permainan dengan strategi yang telah disesuaikan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menghentikan permainan dan mengajak murid berkumpul dalam lingkaran besar
  • Setiap kelompok mempresentasikan strategi yang mereka susun, bagaimana mereka menerapkannya, dan penyesuaian apa yang dilakukan saat situasi berubah
  • Kelompok lain memberikan masukan dan bertanya tentang efektivitas strategi yang diterapkan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang faktor-faktor yang membuat strategi efektif: analisis situasi yang tepat, komunikasi tim yang baik, fleksibilitas dalam menyesuaikan strategi
  • Murid merefleksikan pengalaman mereka secara individu: Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki? Bagaimana kepemimpinan dan kolaborasi membantu tim?
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif tentang penerapan strategi, kepemimpinan, dan kolaborasi yang ditunjukkan murid

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu strategi efektif yang mereka pelajari hari ini
  • Guru merangkum pembelajaran: pentingnya menyusun strategi gerak yang fleksibel, kepemimpinan, dan kolaborasi dalam permainan tim
  • Murid melakukan pendinginan dengan stretching statis selama 5 menit
  • Guru memberikan tugas refleksi: murid diminta mengamati satu pertandingan olahraga (langsung atau video) dan mengidentifikasi strategi gerak yang digunakan
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan motivasi

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan contoh strategi sederhana dengan diagram visual. Murid yang lebih cepat memahami diberikan tantangan untuk menganalisis strategi lawan dan merancang counter-strategy.
  • Proses: Murid dengan kemampuan motorik terbatas dapat berperan sebagai pengamat strategis atau pelatih yang memberikan arahan kepada tim. Murid dengan kemampuan tinggi dapat ditugaskan sebagai pemimpin tim yang memfasilitasi diskusi strategi.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan strategi mereka: verbal, diagram di papan tulis, atau demonstrasi gerakan. Murid yang lebih mahir dapat membuat analisis tertulis yang lebih mendalam tentang efektivitas strategi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka dalam menyusun strategi permainan sebelumnya
  • Guru mengamati pemahaman awal murid melalui respons terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi guru terhadap diskusi kelompok saat menganalisis video
  • Pengamatan langsung penerapan strategi selama permainan: koordinasi tim, pengambilan keputusan, penyesuaian strategi
  • Penilaian kepemimpinan dan kolaborasi: komunikasi dalam tim, pengambilan keputusan bersama, dukungan antar anggota
  • Catatan anekdotal tentang respons murid terhadap perubahan situasi permainan

Akhir:

  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penjelasan strategi, analisis efektivitas, refleksi kritis
  • Refleksi tertulis individu: murid menuliskan strategi efektif yang dipelajari dan rencana penerapan ke depan
  • Penilaian kinerja berdasarkan rubrik holistik yang mencakup semua aspek tujuan pembelajaran

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: kemampuan menganalisis video dan menyusun strategi
  • Pengamatan langsung saat permainan: penerapan strategi, penyesuaian terhadap perubahan situasi, kepemimpinan, dan kolaborasi
  • Pertanyaan lisan selama proses: 'Mengapa kamu memilih strategi ini?', 'Apa yang akan kamu ubah jika lawan mengubah formasi?'

Sumatif:

  • Penilaian kinerja berdasarkan rubrik: kemampuan menyusun strategi, menerapkan strategi dalam permainan, menyesuaikan strategi, kepemimpinan, dan kolaborasi
  • Refleksi tertulis: murid menuliskan satu strategi efektif yang dipelajari dan bagaimana mereka akan menerapkannya di masa depan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyusun Strategi GerakMurid belum mampu mengidentifikasi elemen strategi (situasi, tujuan, keterampilan) dan menyusun strategi secara logisMurid dapat mengidentifikasi sebagian elemen strategi tetapi penyusunan strategi masih kurang terstruktur dan logisMurid dapat menyusun strategi dengan mengidentifikasi situasi, tujuan, dan keterampilan yang diperlukan, namun masih memerlukan bimbingan dalam penyesuaian strategiMurid dapat menyusun strategi secara sistematis dan logis dengan menganalisis situasi, menetapkan tujuan jelas, memilih keterampilan tepat, dan merencanakan penyesuaian strategi secara mandiri
Menerapkan Strategi dalam PermainanMurid belum mampu menerapkan strategi yang telah disusun dalam permainan dan cenderung bermain tanpa arahMurid mencoba menerapkan strategi tetapi masih sering kehilangan fokus dan tidak konsisten dalam pelaksanaannyaMurid dapat menerapkan strategi dengan cukup konsisten dalam permainan, namun masih memerlukan pengingat untuk tetap fokus pada strategiMurid dapat menerapkan strategi secara konsisten dan efektif dalam berbagai situasi permainan dengan fokus dan determinasi tinggi
Menyesuaikan Strategi Berdasarkan Perubahan SituasiMurid tidak mampu menyesuaikan strategi saat situasi permainan berubah dan tetap menggunakan pendekatan yang samaMurid menyadari perubahan situasi tetapi kesulitan menentukan penyesuaian strategi yang tepatMurid dapat menyesuaikan strategi saat situasi berubah dengan bimbingan atau setelah diskusi singkat dengan timMurid dapat mengidentifikasi perubahan situasi dengan cepat dan menyesuaikan strategi secara tepat dan fleksibel tanpa bimbingan
Kepemimpinan dalam KelompokMurid tidak menunjukkan inisiatif kepemimpinan dan cenderung pasif dalam pengambilan keputusan kelompokMurid mulai menunjukkan inisiatif kepemimpinan tetapi masih ragu dan kurang efektif dalam memfasilitasi diskusi timMurid dapat memimpin diskusi kelompok dan memfasilitasi pengambilan keputusan dengan cukup baik, namun masih memerlukan dukungan dalam situasi konflikMurid menunjukkan kepemimpinan yang kuat dengan memfasilitasi diskusi, mendengarkan pendapat semua anggota, dan membantu tim mencapai keputusan bersama secara efektif
Kolaborasi dan Komunikasi dalam TimMurid tidak berkomunikasi dengan anggota tim dan cenderung bermain sendiri tanpa kerja samaMurid mencoba berkomunikasi dan bekerja sama tetapi masih terbatas dan kurang efektif dalam koordinasi timMurid dapat berkomunikasi dengan baik, mendengarkan rekan tim, dan berkontribusi dalam kerja sama tim, namun koordinasi masih perlu ditingkatkanMurid berkomunikasi dengan sangat efektif, aktif mendengarkan dan merespons rekan tim, serta menunjukkan kolaborasi yang solid dalam mencapai tujuan bersama

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menyusun dan menerapkan strategi gerak secara efektif dalam permainan?
  • Bagaimana kepemimpinan dan kolaborasi muncul dalam aktivitas kelompok hari ini?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mendukung murid dengan kebutuhan beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam fasilitasi diskusi dan umpan balik kepada murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai dan optimal?

Refleksi Murid:

  • Strategi apa yang paling efektif kamu gunakan dalam permainan hari ini? Mengapa?
  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menyusun dan menerapkan strategi?
  • Bagaimana kamu menyesuaikan strategi saat situasi permainan berubah?
  • Apa yang kamu pelajari tentang kepemimpinan dan kerja sama tim hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika bermain lagi dengan strategi yang sama?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII
  3. Video strategi permainan sepak bola atau bola basket dari platform edukatif atau YouTube
  4. Lapangan olahraga atau ruang terbuka yang memadai
  5. Bola (sepak bola, bola basket, atau bola modifikasi sesuai ketersediaan)
  6. Cone atau marker untuk menandai area permainan
  7. Peluit
  8. Lembar kerja untuk menyusun strategi
  9. Papan tulis atau flipchart untuk diagram strategi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.