Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Penerapan Gaya (Force) dalam Keterampilan Gerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 8 dengan topik "Penerapan Gaya (Force) dalam Keterampilan Gerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 8: Penerapan Gaya (Force) dalam Keterampilan Gerak

PJOK - Kelas 8

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Penerapan Gaya (Force) dalam Keterampilan Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPenerapan Gaya (Force) dalam Keterampilan Gerak
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan penerapan gaya (force) dalam keterampilan gerak dasar seperti lari sprint, lompat, atau menendang bola dengan memperhatikan arah dan besaran gaya yang dihasilkan
  2. Murid dapat menjelaskan hubungan antara gaya (F = m × a) dan efektivitas gerak yang dihasilkan dalam aktivitas fisik yang dipraktikkan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa atlet sprint mendorong kuat pada start block saat mulai berlari?
  2. Apa yang terjadi jika kamu menendang bola dengan kaki bagian dalam dibanding punggung kaki? Manakah yang menghasilkan gaya lebih besar?
  3. Bagaimana massa tubuhmu dan kecepatan gerakanmu mempengaruhi tinggi lompatanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah melempar bola? Apa yang kalian rasakan saat melempar bola ringan vs bola berat?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami dan mempraktikkan penerapan gaya dalam gerak dasar
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa atlet sprint mendorong kuat pada start block?'
  • Guru memimpin pemanasan dinamis: jogging ringan, peregangan otot kaki dan lengan, gerakan koordinasi (10 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep gaya (force) sebagai dorongan atau tarikan yang menyebabkan perubahan gerak, dengan contoh visual: mendorong meja, menarik tali
  • Guru memperkenalkan rumus F = m × a dengan bahasa sederhana: gaya = massa × percepatan, dan memberi contoh perhitungan melempar bola 0,5 kg
  • Guru mendemonstrasikan tiga gerakan dasar: (1) lari sprint - gaya dorong kaki pada tanah, (2) lompat vertikal - gaya ledakan otot kaki, (3) tendangan bola - gaya kaki pada bola
  • Murid mengamati demonstrasi dan mengidentifikasi arah gaya (ke belakang saat sprint, ke bawah saat lompat, ke depan saat tendang) dan besaran gaya (lemah vs kuat)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa perbedaan gaya yang dihasilkan pelari cepat vs pelari lambat?' untuk membangun pemahaman hubungan gaya-percepatan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk praktik tiga stasiun gerak:
  • Stasiun 1 - Lari Sprint 20 meter: murid berlatih start dengan dorongan kuat, merasakan gaya dorong maksimal pada 5 meter pertama
  • Stasiun 2 - Lompat Vertikal: murid melompat setinggi mungkin, fokus pada tekukan lutut (menyimpan energi) dan ledakan gaya ke atas
  • Stasiun 3 - Tendangan Bola: murid menendang bola ke gawang dengan dua teknik (kaki dalam vs punggung kaki), membandingkan kecepatan bola
  • Setiap kelompok rotasi stasiun (masing-masing 8 menit), dengan satu anggota mengamati dan memberi umpan balik tentang arah dan kekuatan gaya yang dihasilkan teman
  • Guru berkeliling memberi umpan balik korektif: 'Coba dorong lebih kuat dengan kaki belakangmu saat start' atau 'Ayunkan kakimu lebih cepat untuk gaya tendangan lebih besar'
  • Murid mencoba menghitung estimasi gaya: misal saat lompat, massa tubuh 50 kg, waktu tolakan 0,2 detik, tinggi lompatan menunjukkan percepatan tertentu

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul dalam formasi lingkaran, guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Gerakan mana yang membutuhkan gaya paling besar? Mengapa?'
  • Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka: hubungan antara teknik gerak (posisi tubuh, kecepatan ayunan) dengan besaran gaya yang dihasilkan
  • Murid menjelaskan dengan kata-kata sendiri bagaimana F = m × a berlaku dalam ketiga gerakan yang dipraktikkan
  • Guru membimbing murid menyimpulkan: gaya efektif memerlukan massa (berat tubuh/objek), percepatan (kecepatan gerak), dan arah yang tepat
  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi: 'Apa yang sudah saya kuasai? Apa yang perlu saya perbaiki dalam menerapkan gaya pada gerak saya?'
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengaitkan konsep gaya dengan olahraga favorit murid (sepak bola, basket, voli)

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: stretching statis untuk otot yang digunakan (kaki, punggung, lengan) selama 5 menit
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid mendemonstrasikan satu gerakan dan menjelaskan penerapan gayanya
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid
  • Guru memberi tugas mandiri: 'Amati satu atlet di TV/video, identifikasi bagaimana mereka menerapkan gaya dalam gerakan spesifik mereka'
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham konsep gaya diminta menganalisis gerakan lebih kompleks (smash voli, heading bola). Murid yang membutuhkan penguatan diberikan video slow-motion demonstrasi gerakan dengan penanda visual arah gaya
  • Proses: Murid dengan keterampilan motorik tinggi diberi tantangan variasi (sprint dengan hambatan, lompat dengan jarak lebih jauh). Murid yang perlu dukungan mendapat bimbingan guru lebih intensif dan praktik berulang dengan beban lebih ringan
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan pemahaman: demonstrasi langsung dengan penjelasan lisan, diagram gerakan dengan panah gaya, atau video rekaman dengan narasi analisis gaya

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab pengalaman murid tentang aktivitas fisik yang melibatkan dorongan atau tarikan
  • Observasi kemampuan awal murid saat pemanasan: koordinasi gerak, kekuatan, dan kecepatan

Proses:

  • Observasi teknik gerak saat praktik di stasiun: posisi tubuh, arah gaya, besaran gaya yang dihasilkan
  • Penilaian sejawat dengan panduan lembar observasi sederhana
  • Cek pemahaman melalui pertanyaan reflektif selama rotasi stasiun: 'Apa yang kamu rasakan berbeda saat menendang dengan kaki dalam vs punggung kaki?'

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: demonstrasi satu gerakan dengan penjelasan penerapan gayanya
  • Presentasi kelompok tentang temuan hubungan teknik gerak dan besaran gaya
  • Lembar refleksi pribadi tentang pemahaman konsep dan keterampilan yang dikuasai

Formatif:

  • Observasi kinerja murid saat praktik di tiga stasiun (lari sprint, lompat, tendangan) dengan fokus pada teknik penerapan gaya
  • Penilaian sejawat: teman satu kelompok memberi umpan balik tentang arah dan kekuatan gaya yang dihasilkan
  • Tanya jawab selama diskusi kelas untuk mengecek pemahaman konsep F = m × a

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mendemonstrasikan satu gerakan pilihan (sprint/lompat/tendangan) dengan teknik penerapan gaya yang benar
  • Penjelasan lisan: murid menjelaskan hubungan gaya, massa, dan percepatan dalam gerakan yang dipraktikkan
  • Lembar refleksi tertulis: murid menuliskan pemahaman mereka tentang penerapan gaya dalam aktivitas fisik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Penerapan Gaya dalam Gerak DasarMurid belum mampu menerapkan gaya dengan tepat; gerakan tidak terarah dan lemah tanpa dorongan/tarikan yang jelasMurid mulai menerapkan gaya namun masih inkonsisten; arah atau besaran gaya sering tidak sesuai dengan tujuan gerakanMurid mampu menerapkan gaya dengan cukup baik; arah dan besaran gaya sudah sesuai meski belum optimal dalam sebagian besar percobaanMurid mampu menerapkan gaya secara konsisten dan efektif; arah dan besaran gaya tepat, menghasilkan gerakan yang efisien dan kuat
Penjelasan Hubungan Gaya (F = m × a) dan Efektivitas GerakMurid belum dapat menjelaskan hubungan gaya, massa, dan percepatan; tidak memahami rumus F = m × aMurid dapat menyebutkan rumus F = m × a namun belum bisa menghubungkannya dengan gerakan yang dipraktikkanMurid dapat menjelaskan hubungan gaya, massa, dan percepatan dengan contoh dari gerakan yang dipraktikkan, meski penjelasan masih perlu bimbinganMurid dapat menjelaskan dengan jelas dan tepat bagaimana F = m × a berlaku dalam gerakan sprint, lompat, atau tendangan, dengan memberikan contoh konkret dan analisis yang logis
Kolaborasi dan Pemberian Umpan BalikMurid tidak terlibat dalam kerja kelompok; tidak memberi atau menerima umpan balik dari temanMurid mulai terlibat dalam kelompok namun pasif; jarang memberi umpan balik atau umpan balik tidak konstruktifMurid aktif berkolaborasi dan memberi umpan balik yang cukup membantu teman memperbaiki teknik gerakMurid sangat aktif berkolaborasi, memberi umpan balik spesifik dan konstruktif yang membantu teman memahami dan memperbaiki penerapan gaya dalam gerakan
Refleksi dan Kesadaran BelajarMurid tidak mampu merefleksikan proses belajarnya; tidak menyadari kekuatan atau area yang perlu diperbaikiMurid mulai merefleksikan namun masih sangat umum; belum spesifik tentang apa yang dikuasai atau perlu diperbaikiMurid mampu merefleksikan proses belajar dengan cukup baik; dapat mengidentifikasi beberapa hal yang sudah dikuasai dan yang perlu diperbaikiMurid mampu merefleksikan secara mendalam dan spesifik tentang pemahaman konsep gaya, keterampilan gerak yang dikuasai, dan menyusun rencana perbaikan yang jelas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tentang penerapan gaya dan hubungan F = m × a tercapai? Bukti apa yang saya amati?
  • Bagaimana efektivitas pendekatan tiga stasiun dalam memfasilitasi murid memahami dan mempraktikkan konsep gaya?
  • Murid mana yang membutuhkan dukungan tambahan? Strategi diferensiasi mana yang paling efektif?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya untuk meningkatkan pemahaman murid tentang gaya dalam gerak?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami tentang gaya (force) dalam aktivitas fisik?
  • Gerakan mana (lari sprint, lompat, atau tendangan) yang sudah saya kuasai dengan baik? Mana yang masih perlu saya perbaiki?
  • Bagaimana saya bisa menerapkan pemahaman tentang gaya untuk meningkatkan keterampilan olahraga saya?
  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini? Apa yang paling menantang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII, Kemendikbudristek
  3. Lapangan atau halaman sekolah untuk praktik gerak
  4. Bola (sepak bola, voli, atau basket), kun/marker untuk penanda jarak
  5. Meteran untuk mengukur jarak lompatan dan sprint
  6. Stopwatch atau timer
  7. Lembar observasi dan lembar refleksi murid
  8. Video demonstrasi gerakan atlet (opsional, untuk diferensiasi konten)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.