Modul AjarBab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 7 Bab 4: Kerja Sama dalam Sebuah Tim

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 7 untuk Bab 4 "Kerja Sama dalam Sebuah Tim", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 7 Bab 4: Kerja Sama dalam Sebuah Tim

PJOK - Kelas 7

Bab 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 4 — Kerja Sama dalam Sebuah Tim

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 4 — Kerja Sama dalam Sebuah Tim
Alokasi Waktu14 JP (14 x 40 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.4.1 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan tim
  2. TP 7.4.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada permainan tim
  3. TP 7.4.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani beregu
  4. TP 7.4.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana operan cepat antarteman dapat membuka ruang gerak dalam permainan tim?
  2. Mengapa penempatan posisi tanpa bola sangat menentukan keberhasilan penerimaan operan cepat?
  3. Mengapa satu strategi penyerangan berhasil saat melawan satu jenis pertahanan, tetapi gagal total saat menghadapi formasi pertahanan yang berbeda?
  4. Bagaimana cara kita membuktikan secara nyata bahwa strategi bertahan yang kita pilih lebih efektif daripada strategi lainnya dalam situasi permainan tertentu?
  5. Bagaimana jika ukuran lapangan diperkecil atau diperluas terhadap kesempatan setiap teman untuk menyentuh bola?
  6. Mengapa pembatasan waktu penguasaan bola dapat menciptakan keadilan (fair play) bagi semua anggota tim?
  7. Bagaimana aturan permainan beregu dapat diubah agar setiap anggota tim tanpa terkecuali mendapatkan kesempatan menyentuh bola?
  8. Mengapa sistem penilaian/skoring tambahan untuk keterlibatan semua pemain dapat menciptakan keadilan dan mencegah dominasi pemain tertentu?
  9. Bagaimana pembagian peran yang jelas dapat membantu kerja tim dalam aktivitas permainan?
  10. Apa yang harus dilakukan seorang pemimpin tim ketika anggota kelompok memiliki peran yang berbeda-beda saat bermain?
  11. Ketika tim sedang tertinggal dalam situasi permainan beregu, bagaimana kelompokmu bermusyawarah menentukan langkah berikutnya secara cepat?
  12. Mengapa keputusan bersama yang disepakati seluruh anggota tim lebih efektif dijalankan daripada keputusan yang dipaksakan sepihak?
  13. Bagaimana modifikasi aturan permainan dapat menjamin seluruh anggota tim terlibat aktif secara adil?
  14. Mengapa peragaan strategi gerak dan pembagian peran kepemimpinan menentukan keberhasilan tim dalam mengatasi situasi permainan yang dinamis?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Memperagakan Strategi Gerak Operan Cepat dan Penempatan Posisi dalam Permainan Tim — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan tim

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, dan memastikan kesiapan fisik seluruh murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memperagakan strategi gerak operan cepat dan penempatan posisi dalam permainan tim (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik keterampilan: murid berpasangan melakukan 4 kali operan dada cepat berturut-turut sejauh 3 meter untuk memetakan kesiapan gerak dasar operan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis berorientasi permainan (game-based warm up) berupa kucing-kucingan sentuh bola dalam lingkaran kecil 4 lawan 1 (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama dua murid menjadi model untuk mendemonstrasikan strategi operan cepat (give-and-go/oper dan lari ke ruang kosong) serta prinsip penempatan posisi membuka ruang tembak/oper (5 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 4 orang) mengamati demonstrasi gerak dan mengidentifikasi 2 elemen kunci strategi: (1) pelepasan bola segera setelah menerima tanpa menahan bola terlalu lama dan (2) bergerak langsung ke ruang terbuka tanpa bola (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok beranggotakan 4 orang memperagakan drill formasi segitiga dan segi empat: melakukan strategi operan cepat satu-dua sentuhan sambil berpindah mengisi titik sudut yang kosong secara bergantian (12 menit).
  • Murid memperagakan strategi gerak operan cepat dan penempatan posisi dalam permainan modifikasi ruang terbatas 3 lawan 1: tim penyerang harus mempertahankan kepemilikan bola dengan memperagakan operan cepat dan penempatan posisi membuka ruang gerak (12 menit).
  • Murid memainkan mini game kompetitif menggembirakan 'Keep Away Challenge' 3 lawan 2: kelompok berusaha mencetak poin dengan memperagakan minimal 5 kali operan cepat tanpa bola direbut atau keluar garis lapangan berukuran 8x8 meter (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompok duduk melingkar untuk merefleksikan peragaan gerak yang telah dilakukan: mengevaluasi kapan waktu paling tepat mengoper cepat dan ke arah mana harus bergerak menempatkan posisi agar tidak terjaga lawan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan (cooling down) statis untuk menurunkan detak jantung dan merelaksasi otot tungkai serta lengan (5 menit).
  • Guru dan murid melakukan evaluasi singkat terhadap peragaan strategi gerak operan cepat dan penempatan posisi yang telah dicapai hari ini (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Variasi jarak antar-posisi: kelompok pemula menggunakan jarak operan 3 meter dengan area gerak lebih luas, sedangkan kelompok mahir menggunakan jarak operan 4-5 meter dengan batas waktu pegang bola maksimal 2 detik.
  • Proses: Kelompok yang masih canggung dalam penempatan posisi dibimbing dengan penanda kerucut (cone) di ruang kosong sebagai acuan lari; kelompok yang sudah lancar bermain bebas tanpa cone dengan penambahan 1 pemain bertahan aktif.
  • Produk: Kelompok pemula ditargetkan memperagakan rangkaian 3 operan cepat berurutan di ruang terbuka, sedangkan kelompok mahir memperagakan rangkaian minimal 5 operan cepat di bawah tekanan lawan aktif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan operan berpasangan: murid memperagakan 4 kali operan cepat berturut-turut pada jarak 3 meter. Kriteria kesiapan: (1) bola dilepaskan tanpa jeda lebih dari 2 detik, (2) sasaran operan tepat setinggi dada rekan, (3) posisi kaki melangkah stabil. Acuan: murid dinyatakan siap bila memenuhi minimal 2 dari 3 kriteria tersebut.

Proses:

  • Observasi formatif saat latihan 3 lawan 1 dan 3 lawan 2: guru mengamati peragaan strategi operan cepat (kecepatan rilis bola, ketepatan sasaran rekan) dan penempatan posisi (kemampuan bergerak mengisi area bebas penjagaan/menciptakan jalur passing). Indikator ketercapaian: murid memperagakan minimal 4 dari 5 kesempatan operan cepat dengan penempatan posisi di ruang kosong tanpa terputus.

Akhir Pertemuan:

  • Cek peragaan akhir (exit demonstration): setiap kelompok 3 orang memperagakan 1 rangkaian strategi operan cepat segitiga disertai penempatan posisi lari membuka ruang sebanyak 4 kali putaran operan berturut-turut tanpa menjatuhkan bola (acuan: 4 operan berhasil diterima rekan di titik kosong).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja peragaan strategi operan cepat (akurasi, laju bola, pelepasan segera) dan penempatan posisi gerak tanpa bola menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Strategi Operan CepatMemperagakan operan dengan rilis lambat (menahan bola >3 detik) dan arah bola melenceng dari jangkauan rekan pada sebagian besar kesempatan.Memperagakan operan cepat dengan rilis segera, namun akurasi bola ke rekan tim baru tepat pada 1-2 kali dari 5 kesempatan.Memperagakan strategi operan cepat dengan rilis segera dan akurasi tepat mengarah ke rekan tim pada 3-4 kali dari 5 kesempatan.Memperagakan strategi operan cepat dengan rilis sangat segera, laju bola mantap, dan akurasi sempurna ke rekan tim pada seluruh 5 kesempatan secara konsisten.
Peragaan Penempatan Posisi Membuka RuangHanya diam berdiri di tempat setelah mengoper bola, tidak bergerak mencari ruang kosong yang bebas dari penjagaan.Bergerak mencari posisi baru setelah mengoper bola, namun pergerakan masih menutup jalur operan atau mendekat ke arah pemain bertahan.Memperagakan penempatan posisi dengan bergerak langsung ke ruang kosong membuka jalur operan bebas pada 3-4 kali kesempatan.Memperagakan penempatan posisi bergerak aktif dan lincah mengisi ruang terbuka yang menciptakan opsi passing bersih pada seluruh 5 kesempatan secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu drill dan mini game cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk memperagakan operan cepat dan penempatan posisi?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi tingkat kesulitan ruang dan tekanan pemain bertahan dalam permainan modifikasi?

Murid:

  • Bagian mana dari peragaan operan cepat dan lari membuka posisi yang terasa paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apa yang kamu lakukan agar posisimu selalu siap menerima operan dari teman satu tim?

Pertemuan 2 — Membuktikan Strategi Gerak Penyerangan dan Bertahan yang Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada permainan tim

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis yang mengaktifkan mobilitas gerak (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan komparasi strategi gerak: (1) 'Jika lawan memakai pertahanan zona rapat di tengah lapangan, strategi penyerangan mana yang paling efektif: menerobos langsung tengah atau menyebar bola ke area sayap/ruang kosong?' (Acuan benar: menyebar bola ke area sayap/ruang kosong untuk memecah kepadatan tengah), dan (2) 'Jika lawan memiliki pemain penyerang cepat yang unggul operan jauh, strategi bertahan mana yang paling efektif: bertahan satu lawan satu rapat (man-to-man) atau bertahan zona mundur menutup area belakang?' (Acuan benar: bertahan zona mundur menutup area belakang agar tidak kecolongan ruang kosong di belakang pertahanan) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi taktis singkat dari guru mengenai 2 skenario situasi gerak berbeda dalam permainan tim (bola tangan/mini basket): Situasi A (Lawan menerapkan pertahanan zona 1-2-1 yang ketat di tengah) vs Situasi B (Lawan menerapkan pertahanan zona 2-1-2 yang rapat di area luar/sayap) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) menganalisis opsi strategi gerak yang akan diuji untuk membuktikan efektivitas penyerangan dan pertahanan pada masing-masing situasi tersebut, lalu menyiapkan lembar pencatatan uji coba efektivitas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Permainan Uji Coba Strategi: Setiap tim memainkan simulasi permainan modifikasi 4 lawan 4 secara bergantian dalam 2 babak pengujian untuk membuktikan strategi gerak: Babak 1 menguji efektivitas strategi penyerangan operan melebar vs terobosan tengah menghadapi pertahanan zona 1-2-1, dan Babak 2 menguji efektivitas penyerangan terobosan cepat di tengah vs operan lambung menghadapi pertahanan zona 2-1-2 (25 menit).
  • Setiap tim mencatat data uji coba pada lembar pembuktian efektivitas strategi gerak: menghitung jumlah percobaan serangan yang menghasilkan skor dari 5 kesempatan, serta jumlah keberhasilan bertahan menggagalkan serangan lawan dari 5 kesempatan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya membandingkan data angka hasil uji coba kedua babak untuk membuktikan secara empiris strategi gerak mana yang paling efektif pada Situasi A dan Situasi B berdasarkan rasio keberhasilan skor dan keberhasilan bertahan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan statis dan mengumpulkan lembar catatan pembuktian strategi gerak kelompok untuk verifikasi kesimpulan efektivitas (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas proses pembuktian strategi gerak yang dilakukan, menyampaikan apresiasi atas sportivitas dan kerja sama kelompok, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi diagram pergerakan formasi zona pertahanan 1-2-1 dan 2-1-2 untuk kelompok yang membutuhkan scaffolding pemahaman taktis.
  • Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat diberikan tantangan menganalisis 3 opsi variasi serangan sekaligus pada situasi ruang yang lebih sempit, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan fokus menguji 2 opsi strategi gerak dasar dengan pendampingan guru.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar pembuktian efektivitas strategi gerak dengan standar kriteria data yang sama (rasio keberhasilan skor dan pertahanan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemilihan strategi gerak pada 2 skenario situasi gerak. Butir 1: 'Pilihan strategi penyerangan mana yang efektif saat lawan bertahan rapat di area tengah lapangan?' (Acuan benar: mengalirkan bola melebar ke area sayap/ruang kosong). Butir 2: 'Pilihan strategi bertahan mana yang efektif saat lawan mengandalkan pemain lari cepat dan operan jauh?' (Acuan benar: pertahanan zona mundur menutup area kedalaman/belakang agar ruang lari lawan tertutup).

Proses:

  • Observasi formatif saat simulasi permainan modifikasi: memeriksa ketepatan tim dalam menerapkan 2 strategi gerak penyerangan dan bertahan sesuai skenario situasi gerak yang diuji.
  • Pemeriksaan lembar data pembuktian efektivitas strategi gerak: memastikan murid mencatat secara nyata rasio keberhasilan serangan (skor/5 percobaan) dan pertahanan (gagalkan lawan/5 percobaan) pada Situasi A (zona 1-2-1) dan Situasi B (zona 2-1-2).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan kesimpulan pembuktian efektivitas strategi gerak pada lembar kerja kelompok di akhir sesi. Kriteria penerimaan kesimpulan: Murid membuktikan bahwa pada Situasi A (zona 1-2-1 yang padat di tengah), strategi penyerangan melebar/sayap lebih efektif (menghasilkan rasio skor lebih tinggi daripada terobosan tengah); serta pada Situasi B (zona 2-1-2 yang rapat di sayap), strategi terobosan celah tengah/umpan terobosan cepat lebih efektif (menghasilkan rasio skor lebih tinggi daripada operan melebar).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja proses pembuktian efektivitas strategi gerak penyerangan dan bertahan melalui lembar data uji coba pertandingan modifikasi.
  • Tanya jawab diagnostik awal kesiapan analisis situasi gerak penyerangan dan bertahan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak PenyeranganBelum mampu menyajikan data perbandingan hasil uji coba strategi penyerangan pada kedua situasi gerak yang berbeda.Mencatat data hasil uji coba tetapi belum tepat menyimpulkan strategi penyerangan mana yang paling efektif berdasarkan perolehan skor pada kedua situasi gerak.Membuktikan strategi penyerangan yang paling efektif secara tepat dengan menyajikan data perbandingan skor pada 2 situasi gerak yang berbeda (Situasi A dan Situasi B).Membuktikan strategi penyerangan yang paling efektif secara tepat dan mandiri dengan data lengkap rasio skor pada kedua situasi gerak serta mampu menunjukkan faktor pembeda efektivitasnya secara rinci.
Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak BertahanBelum mampu menguji dan mencatat keberhasilan menggagalkan serangan lawan pada formasi bertahan yang dimainkan.Mencatat data keberhasilan bertahan namun belum mampu menarik kesimpulan mengenai efektivitas formasi bertahan pada situasi gerak yang dihadapi.Membuktikan efektivitas strategi gerak bertahan secara tepat berdasarkan data keberhasilan menggagalkan serangan lawan pada 2 situasi gerak yang berbeda.Membuktikan efektivitas strategi gerak bertahan secara tepat, konsisten, dan mandiri dengan perbandingan data pencegahan serangan yang akurat di kedua situasi gerak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain situasi permainan modifikasi (zona 1-2-1 vs 2-1-2) cukup jelas memberikan perbedaan tantangan gerak bagi murid?
  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam proses pengumpulan data dan pembuktian efektivitas strategi timnya?

Murid:

  • Berdasarkan data yang dicatat timmu hari ini, bukti nyata apa yang menunjukkan bahwa strategi penyerangan timmu berhasil atau gagal?
  • Bagaimana perubahan situasi pertahanan lawan mempengaruhi keputusan strategi gerak yang timmu buktikan paling efektif?

Pertemuan 3 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan Lapangan dan Waktu yang Mendukung Fair Play dalam Permainan Beregu — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani beregu

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menginvestigasi modifikasi peraturan lapangan dan waktu yang mendukung fair play dalam permainan beregu (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan dampak ukuran lapangan dan batasan waktu terhadap fair play (5 menit).
  • Pemanasan dinamis dalam bentuk permainan kucing-kucingan berpasangan dengan variasi batas area gerak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai 2 bentuk modifikasi peraturan permainan beregu: (1) Modifikasi dimensi lapangan (lapangan sempit 10x10 m vs lapangan luas 20x20 m) dan (2) Modifikasi waktu penguasaan bola (aturan maksimal memegang bola 3 detik sebelum dioper) untuk mendukung fair play (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok dan memainkan permainan beregu modifikasi 'Bola Tangan 4 lawan 4' babak 1 dengan aturan standar (lapangan 20x20 m, tanpa batasan detik) selama 10 menit, lalu mencatat situasi keterlibatan pemain dan potensi ketidakadilan (10 menit).
  • Murid memainkan babak 2 dengan menerapkan uji coba modifikasi peraturan lapangan (area dipersempit menjadi 10x10 m dengan zona aman) dan modifikasi batas waktu memegang bola maksimal 3 detik, lalu mengamati perubahan keterlibatan seluruh anggota tim dalam suasana kompetisi gembira dan seru (10 menit).
  • Setiap kelompok menginvestigasi hasil uji coba dengan melengkapi Lembar Investigasi Modifikasi yang membandingkan dampak modifikasi lapangan dan waktu terhadap fair play berdasarkan data bermain (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok menyimpulkan bagaimana modifikasi ukuran lapangan dan pembatasan waktu secara nyata meningkatkan keterlibatan teman yang pasif serta mencegah monopoli permainan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan statis untuk menurunkan detak jantung dan merilekskan otot (3 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Investigasi Modifikasi dan memberikan umpan balik langsung terhadap temuan investigasi murid mengenai fair play (4 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (modifikasi peran dan sistem skoring) dan menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan investigasi bergambar bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi zona lapangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan perbandingan waktu pegang bola bertahap (5 detik lalu 3 detik), sedangkan murid cepat langsung menginvestigasi variasi waktu 3 detik dengan zonasi posisi dinamis.
  • Produk: Hasil investigasi dapat disajikan dalam bentuk ceklis tabel observasi sederhana atau uraian kesimpulan analitis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: 'Apa yang terjadi jika satu pemain memegang bola terlalu lama tanpa batas waktu dalam sebuah permainan tim?' (Kriteria jawaban: menyebutkan terjadinya monopoli bola / teman setim tidak mendapat giliran / permainan menjadi tidak adil/tidak fair play).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menguji coba dan mencatat data perbandingan modifikasi lapangan serta aturan waktu 3 detik pada Lembar Investigasi selama kegiatan inti berlangsung.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Investigasi Modifikasi: Murid menyimpulkan 2 dampak modifikasi peraturan. Acuan temuan: (1) Lapangan 10x10 m membuat jarak antar-pemain lebih rapat sehingga semua pemain terlibat aktif menjaga/menerima umpan; (2) Batasan waktu 3 detik mencegah monopoli bola oleh satu pemain dan menjamin aliran bola merata ke seluruh anggota tim sesuai prinsip fair play.

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja investigasi modifikasi peraturan lapangan dan waktu saat aktivitas bermain
  • Pemeriksaan Lembar Investigasi Modifikasi Peraturan Permainan Beregu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Investigasi Modifikasi Peraturan Lapangan dan Waktu terhadap Fair PlayBelum mampu mengidentifikasi pengaruh modifikasi ukuran lapangan maupun batasan waktu terhadap fair play dalam permainan beregu.Mampu mengidentifikasi 1 dampak modifikasi (antara ukuran lapangan atau batasan waktu saja) terhadap fair play dengan bimbingan guru.Mampu menginvestigasi dan menemukan 2 dampak modifikasi peraturan (ukuran lapangan dan batasan waktu) terhadap keterlibatan adil seluruh anggota tim sesuai acuan.Mampu menginvestigasi secara mendalam serta membuktikan secara tepat 2 dampak modifikasi peraturan lapangan dan batasan waktu 3 detik terhadap fair play secara mandiri dan konsisten selama permainan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi lapangan dan waktu yang dirancang berhasil menciptakan situasi permainan yang lebih adil bagi semua murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang biasanya pasif setelah diterapkannya batas penguasaan bola 3 detik?

Murid:

  • Perubahan apa yang paling kamu rasakan saat waktu memegang bola dibatasi maksimal 3 detik?
  • Apakah ukuran lapangan yang dipersempit membuat kamu lebih sering terlibat menyentuh bola?

Pertemuan 4 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan Peran dan Sistem Skoring untuk Partisipasi Inklusif Aktivitas Beregu — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani beregu

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, dan melakukan pemanasan dinamis berbasis formasi beregu (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab tentang aturan peran dan sistem skoring: 'Sebutkan 2 dampak jika dalam permainan bola beregu hanya 1 pemain mahir yang boleh menembak skor!' (acuan jawaban benar: pemain lain pasif/kurang berkembang dan permainan tidak inklusif/tidak adil) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menginvestigasi modifikasi peraturan peran pemain dan sistem skoring untuk mendukung partisipasi inklusif dan fair play dalam permainan beregu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 2 bentuk modifikasi peraturan beregu: (1) modifikasi peran rotasi operan (setiap pemain harus menyentuh bola minimal 1 kali sebelum tim boleh mencetak angka), dan (2) modifikasi sistem skoring inklusif (gol/poin bernilai ganda jika dicetak oleh pemain yang belum pernah mencetak skor) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil mengamati lembar skenario pertandingan standar versus pertandingan modifikasi untuk mengidentifikasi potensi ketimpangan peran dalam tim (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mempraktikkan simulasi permainan beregu operan bola mini (5 lawan 5) Babak I menggunakan aturan konvensional (bebas tanpa syarat sentuhan) selama 10 menit, mencatat siapa saja yang menyentuh bola dan mencetak poin pada lembar observasi tim (10 menit).
  • Murid memainkan simulasi Babak II yang menggembirakan melalui 'Tantangan Kartu Aturan Inklusif': tim menerapkan Modifikasi A (wajib rotasi 5 sentuhan sebelum skor) dan Modifikasi B (skor bonus 2 poin jika dicetak oleh anggota yang berbeda) (10 menit).
  • Murid secara berkelompok menginvestigasi data hasil Babak I dan Babak II dengan membandingkan persentase keterlibatan seluruh anggota tim serta tingkat kepatuhan terhadap prinsip fair play sesuai lembar investigasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok menyimpulkan hasil investigasi mengenai pengaruh modifikasi peraturan peran dan sistem skoring terhadap pemerataan kesempatan bermain dan keadilan tim (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan gerak statis dan relaksasi pernapasan (2 menit).
  • Guru memandu asesmen akhir singkat berupa cek pemahaman terkait dampak modifikasi aturan terhadap partisipasi inklusif (2 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh murid, mengingatkan materi kepemimpinan untuk pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar investigasi bergambar dan opsi modifikasi bertingkat (level 1: minimal 3 sentuhan berbeda; level 2: wajib seluruh 5 pemain menyentuh bola).
  • Proses: Bagi kelompok yang kesulitan mencatat, guru memberikan pendampingan langsung pada lembar observasi keterlibatan; bagi kelompok mahir, diberikan tantangan menganalisis kombinasi 3 modifikasi skoring sekaligus.
  • Produk: Hasil investigasi dapat dituangkan dalam bentuk tabel checklist persentase keterlibatan atau narasi singkat simpulan pengaruh aturan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 dampak jika aturan permainan membebaskan satu pemain mendominasi bola tanpa aturan operan wajib!' (Acuan jawaban benar: 1. Pemain lain tidak mendapatkan kesempatan bermain/tidak inklusif; 2. Kerja sama tim berkurang/tidak adil).

Proses:

  • Penilaian lembar investigasi kelompok saat membandingkan Babak I (aturan standar) dan Babak II (aturan modifikasi peran dan skoring). Kriteria yang dinilai: (1) Ketepatan mengidentifikasi perubahan sebaran sentuhan bola seluruh anggota (acuan: sentuhan merata pada 5 pemain di Babak II dibanding Babak I); (2) Ketepatan menganalisis efektivitas sistem skoring inklusif dalam menciptakan fair play (acuan: poin bonus memotivasi pengumpanan ke semua pemain).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menjawab 2 pertanyaan berikut: (1) 'Apa modifikasi peran yang efektif agar pemain pemula tetap aktif menyentuh bola?' (Acuan jawaban: mewajibkan minimal satu kali sentuhan oleh setiap pemain sebelum percobaan skor); (2) 'Bagaimana sistem skoring bonus mempengaruhi keadilan (fair play) tim?' (Acuan jawaban: mendorong tim untuk membagi peluang mencetak skor kepada seluruh anggota secara adil, bukan hanya pemain dominan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja investigasi modifikasi peraturan peran dan sistem skoring pada lembar kerja keterlibatan permainan inklusif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Investigasi modifikasi peraturan peran terhadap partisipasi inklusifBelum mampu membandingkan data keterlibatan peran anggota tim antara aturan standar dan modifikasi peran.Mampu mencatat data keterlibatan pemain namun belum tepat menganalisis dampak aturan wajib sentuhan terhadap partisipasi inklusif.Mampu menginvestigasi dan menjelaskan dengan tepat dampak modifikasi peraturan peran (wajib sentuhan bergantian) terhadap pemerataan partisipasi seluruh anggota tim.Mampu menginvestigasi secara mendalam dan menyimpulkan hubungan kausal antara modifikasi aturan peran dengan peningkatan partisipasi aktif seluruh anggota secara mandiri dan akurat.
Investigasi modifikasi sistem skoring terhadap fair playBelum mampu mengidentifikasi dampak modifikasi sistem skoring terhadap keadilan bermain tim.Mampu menghitung perubahan skor modifikasi namun belum mampu menghubungkannya dengan prinsip fair play.Mampu menginvestigasi dan membuktikan bahwa sistem skoring poin ganda inklusif mendorong perilaku fair play dan kerja sama yang adil dalam tim.Mampu menginvestigasi secara kritis dan mengusulkan variasi sistem skoring inklusif yang optimal untuk menjamin fair play di berbagai karakteristik anggota tim.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi peraturan peran dan sistem skoring berhasil mendorong partisipasi seluruh murid tanpa ada yang terpinggirkan?
  • Bagaimana respons murid saat menghadapi aturan skoring bonus inklusif dibandingkan permainan konvensional?

Murid:

  • Apakah kamu merasa lebih dilibatkan dalam permainan ketika aturan wajib sentuhan dan skoring inklusif diterapkan? Jelaskan alasannya!
  • Modifikasi aturan mana yang menurutmu paling adil untuk seluruh teman di timmu?

Pertemuan 5 — Menerapkan Kepemimpinan dan Kolaborasi Pembagian Peran dalam Aktivitas Jasmani Beregu — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berbasis regu (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai penerapan kepemimpinan dan kolaborasi melalui pembagian peran dalam aktivitas jasmani beregu (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk respon lisan: guru menanyakan 2 fungsi peran dalam tim: (1) Apa tugas peran pengatur serangan/distributor bola? (acuan respon: membagi bola/mengatur arah operan ke rekan); (2) Apa tugas peran penjaga area/bertahan? (acuan respon: menutup ruang gerak lawan/mengamankan zona) untuk memetakan kesiapan murid dalam memahami peran sebelum berkolaborasi (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok (masing-masing 5 orang) menyimak penjelasan guru mengenai 3 peran utama dalam permainan beregu 'Bola Posisi Berantai': (1) Kapten/Pengarah Posisi (memimpin koordinasi), (2) Pengumpan Zona Tengah (penghubung alur bola), dan (3) Penjaga Sasaran/Penerima Akhir (menyelesaikan target) (6 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi menentukan pembagian ketiga peran tersebut secara mandiri dan bermusyawarah, memastikan setiap anggota memiliki peran tugas yang disepakati bersama (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan simulasi tantangan gerak 'Bola Posisi Berantai' ronde 1 di mana kapten regu memimpin komunikasi penempatan ruang dan setiap anggota regu menjalankan peran yang telah dibagi tanpa meninggalkan zona tugasnya (16 menit).
  • Murid melakukan rotasi peran antarangggota kelompok (berganti menjadi kapten, pengumpan, atau penerima akhir) lalu memainkan tantangan beregu ronde 2 dengan suasana kompetisi gembira yang mengutamakan kelancaran kolaborasi antarperan (18 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok berkumpul di area masing-masing untuk mereviu keberhasilan pembagian peran dan efektivitas kepemimpinan saat tantangan berlangsung (6 menit).
  • Perwakilan murid dari dua kelompok membagikan pengalaman konkret mengenai cara kelompoknya menyelesaikan hambatan komunikasi dan saling mendukung pelaksanaan peran selama permainan (6 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan gerakan pendinginan otot dan pelemasan secara berpasangan (5 menit).
  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan pembelajaran terkait pentingnya kepemimpinan yang komunikatif dan kolaborasi pembagian peran dalam keberhasilan aktivitas beregu, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan tugas visual ringkas bagi kelompok yang membutuhkan kejelasan pembagian peran gerak.
  • Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat diberikan variasi tantangan pembatasan sentuhan bola sehingga kapten dan anggota tim harus mengoordinasikan peran dengan lebih cepat, sementara kelompok yang masih membutuhkan bimbingan diberikan tempo permainan yang lebih terkontrol.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan pelaksanaan peran dan kepemimpinan dalam kelompok sesuai acuan observasi permainan beregu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan pembagian peran: (1) Apa tugas peran pengatur serangan/distributor bola? (acuan jawaban: membagi bola/mengatur arah operan ke rekan); (2) Apa tugas peran penjaga area/bertahan? (acuan jawaban: menutup ruang gerak lawan/mengamankan zona).

Proses:

  • Lembar observasi keterlaksanaan pembagian peran dan kepemimpinan tim selama aktivitas 'Bola Posisi Berantai': (1) Menjalankan tugas peran yang disepakati (kriteria: berada pada zona peran dan merespons bola sesuai fungsinya); (2) Menunjukkan kepemimpinan dan komunikasi kolaboratif (kriteria: memberikan arahan posisi yang jelas dan menyelaraskan gerak dengan rekan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian peran di akhir sesi: Murid secara lisan atau isyarat tangan mengonfirmasi apakah regunya berhasil menjalankan seluruh 3 peran yang disepakati (kriteria keberhasilan: mampu menyebutkan peran yang ia jalankan dan tindakan konkret yang dilakukan untuk mendukung regu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penerapan kepemimpinan dan kolaborasi pembagian peran dalam permainan 'Bola Posisi Berantai'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembagian Peran dalam Permainan BereguBelum menjalankan tugas peran yang disepakati dan sering keluar dari tugas/zona tanpa koordinasi.Menjalankan peran yang disepakati hanya jika diberi instruksi langsung berulang kali oleh guru/teman.Menjalankan tugas peran yang disepakati secara konsisten sesuai posisi selama alur permainan.Menjalankan tugas peran secara konsisten dan proaktif menyesuaikan gerak untuk menutupi ruang kosong guna mendukung tugas peran rekan setim.
Penerapan Kepemimpinan dan Kolaborasi KelompokBelum menunjukkan komunikasi koordinasi dan tidak merespons arahan kapten/kelompok.Merespons arahan kepemimpinan kelompok namun belum aktif menyelaraskan gerak dengan rekan tim.Menerapkan kepemimpinan melalui arahan verbal yang konstruktif dan berkolaborasi selaras dengan anggota tim.Menerapkan kepemimpinan secara mandiri dan efektif, aktif mengoordinasikan penyelarasan gerak seluruh anggota tim secara konsisten dalam situasi permainan yang dinamis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu permainan beregu memberikan kesempatan merata bagi setiap murid untuk merasakan peran kepemimpinan dan kolaborasi?
  • Bagaimana respons murid saat melakukan rotasi peran dalam kelompok, apakah pembagian peran berjalan adil?

Murid:

  • Apa peran yang paling kamu sukai saat bermain tadi dan bagaimana kamu menjalankannya?
  • Bagaimana cara kamu membantu kapten atau teman satu tim agar kerja sama regu berjalan lancar?

Pertemuan 6 — Menerapkan Pengambilan Keputusan Kelompok saat Situasi Permainan Beregu — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ketertiban di lapangan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan proses pengambilan keputusan kelompok dalam menghadapi situasi gerak permainan beregu (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan memberikan satu pertanyaan situasi taktis: 'Jika pertahanan lawan sangat rapat di tengah area gawang/ring, keputusan operan mana yang paling tepat diambil kelompok?' (acuan jawaban: mengalirkan bola ke area sayap/sisi lapangan yang kosong atau memanfaatkan umpan tarik cepat) untuk memetakan kesiapan murid dalam mengambil keputusan taktis bersama (5 menit).
  • Murid melakukan pemanasan dinamis terstruktur yang dipimpin salah seorang murid secara bergiliran guna menyiapkan fisik dan koordinasi gerak beregu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi kelas ke dalam beberapa tim (masing-masing 5-6 orang) dan membagikan kartu skenario pemecahan masalah keputusan kelompok berisi 2 situasi gerak konkret: Situasi A (Lawan melakukan penjagaan satu lawan satu secara ketat/man-to-man marking) dan Situasi B (Tim sedang unggul satu angka tetapi waktu tersisa 2 menit dan lawan menekan agresif) (5 menit).
  • Setiap tim berkumpul dalam lingkaran kecil, dipimpin kapten/koordinator giliran untuk bermusyawarah memilih 1 rencana keputusan kelompok bagi tiap situasi berdasarkan opsi taktis yang disepakati bersama (acuan keputusan: untuk Situasi A kelompok memutuskan gerakan membuka ruang tanpa bola/give-and-go; untuk Situasi B kelompok memutuskan penguasaan bola aman dan rotasi operan pendek) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap tim menguji coba dan menerapkan keputusan kelompok yang telah dirumuskan ke dalam simulasi permainan bola tangan/sepak bola mini modifikasi 5 vs 5 selama babak pertama, di mana kapten tim mengoordinasikan eksekusi rencana aksi lapangan (10 menit).
  • Guru memberikan 'Time-Out Taktis Tantangan Cepat' (elemen menggembirakan): guru meniup peluit tanda situasi mendadak berubah (misal: 'skor imbang, sisa waktu 1 menit!'), dan setiap tim diberi waktu 60 detik untuk berunding cepat di pinggir lapangan, mengambil keputusan penyesuaian strategi secara demokratis, lalu langsung memperagakannya kembali di lapangan dengan penuh semangat dan keceriaan beregu (15 menit).
  • Seluruh tim melanjutkan permainan babak kedua sambil mengimplementasikan kolaborasi peran dan kepemimpinan suportif sesuai keputusan kelompok terbaru yang telah disepakati (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar bersama timnya untuk mengevaluasi efektivitas keputusan kelompok yang diambil saat bermain: apakah semua anggota dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan bagaimana kerja sama tim memengaruhi keberhasilan eksekusi taktik tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan ringan (cooling down) untuk merelaksasi otot dan menurunkan denyut nadi dipandu salah satu ketua kelompok (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya kepemimpinan bersama, kolaborasi aktif, serta pengambilan keputusan kelompok yang tanggap situasi saat berolahraga (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi terhadap sportivitas dan kekompakan tim, lalu mengakhiri dengan doa penutup dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi taktis bergambar pola gerak sederhana untuk tim yang memerlukan panduan visual, serta skenario situasi gerak kompleks (perubahan formasi transisi bertahan-menyerang) untuk tim yang lebih siap.
  • Proses: Pada murid yang ragu mengemukakan pendapat, guru membimbing kapten tim memberikan giliran bicara terstruktur; bagi murid yang sudah percaya diri, diberikan peran memfasilitasi musyawarah kelompok secara mandiri.
  • Produk: Tim yang memerlukan bimbingan menerapkan satu keputusan gerak terarah (misal fokus operan sayap); tim yang sudah mahir menerapkan variasi dua kombinasi keputusan taktis sekaligus sesuai dinamika lawan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik kesiapan taktis keputusan tim: 'Jika pertahanan lawan sangat rapat di tengah area gawang/ring, keputusan operan mana yang paling tepat diambil kelompok?' (Kriteria penerimaan: murid mampu menjawab pengalihan bola ke area sayap/sisi luar yang terbuka atau memanfaatkan umpan tarik cepat untuk memecah konsentrasi lawan).

Proses:

  • Pengamatan langsung selama simulasi: menilai kemampuan tim dalam menyepakati keputusan kelompok saat time-out 60 detik dan menerapkan keputusan tersebut secara kolaboratif di lapangan (kriteria: ada musyawarah terbuka, keputusan disepakati bersama, dan diterapkan secara kompak tanpa saling menyalahkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan inti: meminta perwakilan kelompok menyampaikan keputusan taktis apa yang disepakati tim saat time-out dan bagaimana kolaborasi seluruh anggota dijalankan saat menerapkannya (acuan: kejelasan keputusan taktis yang dipilih dan kesesuaian tindakan anggota kelompok di lapangan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja keterlibatan musyawarah pengambilan keputusan kelompok saat sesi time-out taktis
  • Lembar ceklis observasi keterlibatan kolaborasi dan kepemimpinan dalam simulasi permainan beregu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengambilan Keputusan KelompokBelum terlibat dalam musyawarah penentuan strategi kelompok saat time-out atau mengabaikan keputusan tim dalam permainan.Terlibat dalam musyawarah penentuan strategi namun masih ragu atau pasif dalam menerapkan keputusan kelompok pada simulasi permainan.Aktif memberikan masukan dalam musyawarah time-out dan secara konsisten menerapkan keputusan taktis yang disepakati kelompok di lapangan.Memimpin musyawarah secara demokratis saat time-out, menghargai usulan teman, serta mengoordinasikan penerapan keputusan kelompok secara konsisten dan adaptif di lapangan.
Kepemimpinan dan Kolaborasi BereguBermain individualis, tidak berkolaborasi dengan rekan setim, serta tidak menunjukkan sikap kepemimpinan maupun dukungan antaranggota.Mampu berkolaborasi dengan beberapa rekan setim namun belum konsisten mendukung peran teman lain dalam mengeksekusi rencana kelompok.Menunjukkan kolaborasi aktif dengan seluruh anggota tim, saling mendukung, dan berbagi peran secara adil sesuai kesepakatan kelompok.Menunjukkan kepemimpinan suportif yang konsisten, menyemangati seluruh rekan setim, dan memastikan setiap anggota berkolaborasi optimal dalam peran masing-masing.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario situasi taktis dan sesi time-out 60 detik berhasil merangsang murid untuk aktif bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama?
  • Bagaimana pembagian peran kepemimpinan dan kolaborasi berlangsung di dalam kelompok yang anggotanya memiliki tingkat keterampilan gerak berbeda?

Murid:

  • Apakah kamu merasa pendapatmu didengar dan dihargai oleh tim saat menentukan keputusan taktis tadi?
  • Bagian mana dari keputusan kelompok yang paling berhasil kalian terapkan saat permainan berlangsung di lapangan?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam permainan tim
  • TP 7.4.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda pada permainan tim
  • TP 7.4.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam aktivitas jasmani beregu
  • TP 7.4.4 Menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan presensi, lalu menyampaikan tujuan evaluasi akhir bab serta 3 rangkaian tugas asesmen sumatif kerja sama tim (5 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam 4 regu beranggotakan masing-masing 7 orang (Regu A, B, C, D) dan memimpin pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kelenturan dan kesiapan otot untuk aktivitas permainan beregu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja laporan investigasi dan instrumen asesmen, lalu menjelaskan tata tertib asesmen sumatif, rubrik penilaian unjuk kerja, alokasi waktu per stasiun, serta standar kejujuran dan sportivitas (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Investigasi Aturan Inklusif): Secara serentak 4 regu menyusun lembar laporan investigasi modifikasi aturan permainan beregu yang menjamin fair play dan partisipasi inklusif, mencakup minimal 3 komponen modifikasi: (1) modifikasi ukuran/area lapangan (misal: penambahan zona aman atau pembagian zona peran), (2) modifikasi durasi/waktu gerak (misal: batasan penguasaan bola maksimal 5 detik per pemain), dan (3) modifikasi sistem skoring/peran inklusif (misal: poin ganda jika skor dicetak oleh pemain rotasi/pemain bertahan dan kewajiban minimal 3 operan antaranggota berbeda sebelum mencetak angka) (15 menit).
  • Tugas 2 (Unjuk Kerja Simulasi Pertandingan Beregu Modifikasi): Keempat regu melaksanakan simulasi pertandingan modifikasi di 2 lapangan kecil secara simultan (Regu A vs Regu B di Lapangan 1, Regu C vs Regu D di Lapangan 2 selama 17 menit; rotasi singkat 3 menit; lalu Regu A vs Regu C di Lapangan 1, Regu B vs Regu D di Lapangan 2 selama 17 menit; total 37 menit). Guru mengamati langsung dan menilai peragaan strategi gerak (akurasi operan cepat dan penempatan posisi membuka ruang) serta penerapan kepemimpinan, pembagian peran, dan pengambilan keputusan kelompok saat situasi permainan berlangsung (32 menit).
  • Tugas 3 (Evaluasi Lisan Pembuktian Strategi Gerak): Setiap regu secara bergantian (masing-masing 3 menit untuk Regu A, B, C, dan D, diselingi 1 menit transisi per regu) membuktikan keefektifan strategi gerak yang dipilih dengan menyampaikan analisis lisan: (a) bukti strategi penyerangan yang efektif (keberhasilan menciptakan ruang tembak melalui operan cepat), (b) bukti strategi bertahan yang efektif (koordinasi penjagaan daerah vs satu-lawan-satu saat ditekan), dan (c) solusi gerak yang diambil saat strategi awal mengalami kebuntuan (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi pendinginan otot (cooling down) bersama, mengumpulkan seluruh berkas lembar laporan investigasi kelompok, serta memberikan ulasan singkat mengenai jalannya asesmen sumatif Bab 4 (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid melakukan refleksi singkat mengenai capaian pembelajaran Bab 4, dilanjutkan dengan doa penutup dan apresiasi atas sportivitas seluruh murid (0 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan format lembar laporan investigasi dengan panduan visual bagan lapangan bagi regu yang memerlukan penataan struktur analisis tanpa mengubah 3 komponen wajib modifikasi.
  • Proses: Menyediakan alternatif komunikasi lisan bagi anggota regu yang kurang percaya diri berbicara di depan publik dengan menunjuk juru bicara utama didampingi anggota pemberi data taktik, tanpa mengurangi kriteria pembuktian strategi gerak.
  • Produk: Akomodasi format laporan investigasi dapat berupa deskripsi poin-poin terstruktur atau tabel alur modifikasi aturan, dengan standar kriteria telaah fair play dan inklusivitas yang tetap setara.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja simulasi pertandingan beregu modifikasi, penyusunan laporan investigasi modifikasi peraturan, dan presentasi lisan analisis efektivitas strategi: Rekaman performa penerapan strategi gerak dan kolaborasi tim pada lembar observasi guru, lembar laporan investigasi modifikasi aturan inklusif per regu, serta catatan evaluasi lisan efektivitas taktik gerak
  • Penilaian produk laporan investigasi modifikasi aturan: Lembar kerja investigasi kelompok berisi rumusan modifikasi aturan permainan tim yang menjamin fair play dan pelibatan setara seluruh anggota regu yang dikerjakan bersamaan oleh 4 regu (masing-masing 7 murid) (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian laporan telaah modifikasi aturan)
  • Unjuk kerja simulasi pertandingan beregu: Peragaan strategi gerak (operan, penempatan posisi) serta penerapan kepemimpinan, pembagian peran, dan pengambilan keputusan kelompok saat simulasi pertandingan antar-regu (2 pertandingan simultan di 2 lapangan kecil, diamati langsung oleh guru secara bergantian) (40 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi keterlibatan peran dan peragaan taktik beregu)
  • Tes lisan dan catatan analisis performa regu: Penyampaian lisan perwakilan dan anggota tiap regu secara bergantian (5 menit per regu untuk 4 regu = 20 menit) yang membuktikan keefektifan strategi gerak yang dipilih dalam mengatasi situasi bertahan dan menyerang (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar evaluasi lisan pembuktian efektivitas strategi gerak)

Sumatif:

  • Unjuk kerja simulasi pertandingan beregu modifikasi, penyusunan laporan investigasi modifikasi peraturan, dan presentasi lisan analisis efektivitas strategi: Rekaman performa penerapan strategi gerak dan kolaborasi tim pada lembar observasi guru, lembar laporan investigasi modifikasi aturan inklusif per regu, serta catatan evaluasi lisan efektivitas taktik gerak
  • Penilaian produk laporan investigasi modifikasi aturan: Lembar kerja investigasi kelompok berisi rumusan modifikasi aturan permainan tim yang menjamin fair play dan pelibatan setara seluruh anggota regu yang dikerjakan bersamaan oleh 4 regu (masing-masing 7 murid) (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian laporan telaah modifikasi aturan)
  • Unjuk kerja simulasi pertandingan beregu: Peragaan strategi gerak (operan, penempatan posisi) serta penerapan kepemimpinan, pembagian peran, dan pengambilan keputusan kelompok saat simulasi pertandingan antar-regu (2 pertandingan simultan di 2 lapangan kecil, diamati langsung oleh guru secara bergantian) (40 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi keterlibatan peran dan peragaan taktik beregu)
  • Tes lisan dan catatan analisis performa regu: Penyampaian lisan perwakilan dan anggota tiap regu secara bergantian (5 menit per regu untuk 4 regu = 20 menit) yang membuktikan keefektifan strategi gerak yang dipilih dalam mengatasi situasi bertahan dan menyerang (20 menit; kelompok; instrumen: Lembar evaluasi lisan pembuktian efektivitas strategi gerak)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Investigasi Modifikasi Aturan Inklusif dan Fair Play (TP 7.4.3)Laporan memuat kurang dari 2 komponen modifikasi aturan (dari 3 komponen acuan: area lapangan, batasan waktu gerak, dan sistem skoring partisipatif) serta belum menunjukkan dampak terhadap fair play dan partisipasi inklusif.Laporan memuat tepat 2 dari 3 komponen modifikasi aturan acuan dengan penjelasan umum mengenai fair play, tetapi aturan keterlibatan inklusif belum dirumuskan secara operasional.Laporan memuat lengkap 3 komponen modifikasi aturan acuan (modifikasi area lapangan, pembatasan waktu gerak maksimal 5 detik, dan sistem skoring inklusif) yang secara nyata mendukung fair play dan keterlibatan seluruh anggota.Laporan memuat lengkap 3 komponen modifikasi aturan acuan secara rinci dan operasional, disertai analisis antisipasi pelanggaran aturan modifikasi untuk menjamin kesetaraan peran gender dan kemampuan gerak secara konsisten.
Peragaan Strategi Gerak dalam Permainan Tim (TP 7.4.1)Memperagakan operan dan penempatan posisi secara sporadis tanpa pola koordinasi tim yang terencana, sering kehilangan penguasaan bola saat situasi transisi.Memperagakan operan cepat antarpemain namun penempatan posisi bergerak membuka ruang masih terbatas pada 1 atau 2 anggota regu saja.Konsisten memperagakan strategi gerak operan cepat dan penempatan posisi membuka ruang yang terkoordinasi antaranggota regu, berhasil meningkatkan capaian penguasaan bola dan peluang poin.Sangat terampil memperagakan variasi strategi gerak operan cepat, penempatan posisi tanpa bola di ruang kosong, dan pengalihan arah serang secara presisi dan dinamis dalam menghadapi pola pertahanan lawan.
Penerapan Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Keputusan Kelompok (TP 7.4.4)Belum menunjukkan pembagian peran yang jelas dalam tim; pengambilan keputusan kelompok didominasi satu individu atau terjadi konflik peran tanpa arahan kepemimpinan.Menerapkan pembagian peran dasar namun fungsi kepemimpinan dan kolaborasi tim masih belum konsisten saat regu menghadapi tekanan serangan lawan.Menerapkan kepemimpinan yang efektif, kolaborasi aktif seluruh anggota sesuai pembagian peran, dan pengambilan keputusan kelompok secara cepat dan adaptif saat dinamika simulasi berlangsung.Menunjukkan kepemimpinan yang mengayomi seluruh anggota, kolaborasi solid tanpa diskriminasi kemampuan gerak, serta pengambilan keputusan kelompok yang tepat, tenang, dan suportif dalam situasi kritis permainan.
Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak secara Lisan (TP 7.4.2)Penyampaian lisan belum mampu menunjukkan hubungan antara strategi gerak yang dipilih dengan hasil situasi gerak menyerang maupun bertahan.Penyampaian lisan menyebutkan 1 bukti efektivitas strategi penyerangan atau bertahan, namun belum menyertakan data situasi gerak lapangan yang nyata.Penyampaian lisan membuktikan secara tepat keefektifan strategi gerak dengan memaparkan 2 bukti konkret (keberhasilan penyerangan operan cepat dan ketahanan sistem pertahanan dalam situasi gerak yang berbeda).Penyampaian lisan membuktikan keefektifan strategi gerak secara komprehensif, menghubungkan bukti keberhasilan taktik penyerangan/bertahan dengan evaluasi kritis penyesuaian taktik saat menghadapi taktik lawan yang berubah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen dan rubrik sumatif berhasil memotret capaian keempat TP secara objektif dan autentik pada setiap regu?
  • Bagaimana keterlibatan dan kolaborasi inklusif antaranggota regu berjalan selama simulasi pertandingan modifikasi berlangsung?
  • Apa aspek koordinasi gerak atau kepemimpinan yang masih memerlukan penguatan lanjutan di bab berikutnya?

Murid:

  • Bagaimana peran kepemimpinan dan pembagian tugas dalam tim membantu kamu menyelesaikan simulasi pertandingan modifikasi?
  • Apakah modifikasi peraturan yang disusun regumu terbukti membuat semua anggota tim bermain secara adil dan terlibat setara?
  • Bukti strategi gerak apa yang menurutmu paling efektif dalam memecahkan kebuntuan saat menghadapi pertahanan lawan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Teks Utama Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  3. Bola sepak/bola basket/bola tangan (disesuaikan fasilitas sekolah)
  4. Kerucut penanda (cone/marker) dan peluit
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2021.
  6. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2021.
  7. Peluit, stopwatch, bola (bola basket/bola tangan/futsal), rompi tim (2 warna berbeda), cone/pancang pembatas zona lapangan, lembar kerja data uji coba strategi tim.
  8. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
  9. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
  10. Bola tangan / bola voli spon, cone/kerucut pembatas lapangan, peluit, stopwatch, dan Lembar Investigasi Modifikasi
  11. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Bab 4 Kerja Sama dalam Sebuah Tim, Kemendikbudristek 2024
  12. Bola basket/voli/tangan (4-6 buah), rompi tim 2 warna, peluit, stopwatch, lembar pencatatan investigasi peran dan skor
  13. Buku Panduan Guru PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021)
  14. Buku Siswa PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021)
  15. Bola sepak/voli/bola plastik, rompi tim/pita penanda peran, cone/pembatas area
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP Kelas VII, Kemendikbudristek
  17. Buku Teks Siswa PJOK SMP Kelas VII, Kemendikbudristek
  18. Peluit, stopwatch, bola (bola tangan/futsal/sepak bola modifikasi), rompi tim (bibs), dan kartu skenario taktis kelompok
  19. Lapangan olahraga sekolah (lapangan basket/voli/futsal yang disekat menjadi 2 lapangan kecil)
  20. Bola permainan (bola voli/futsal modifikasi), rompi tim 4 warna berbeda, cone penanda batas zona, peluit, stopwatch, dan lembar instrumen asesmen sumatif

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.