MODUL AJAR PJOK — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 3 — Belajar Melalui Gerak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Belajar Melalui Gerak |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.3.1 Mentransfer keterampilan gerak ke dalam berbagai situasi gerak permainan
- TP 7.3.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 7.3.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 7.3.4 Menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
- TP 7.3.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan mengoper atau menggiring dalam sepak bola dapat diterapkan saat bermain bola basket?
- Mengapa saat berpindah dari satu jenis olahraga ke olahraga lain, kita bisa menggunakan gerakan yang polanya hampir serupa?
- Mengapa strategi gerak yang berhasil saat menghadapi pertahanan ketat satu-lawan-satu bisa gagal total saat menghadapi pertahanan zona?
- Bagaimana kita bisa membuktikan di lapangan bahwa suatu pilihan strategi gerak benar-benar lebih efektif dibandingkan strategi lainnya?
- Apa yang terjadi pada jalannya permainan jika seorang pemain yang bertubuh lebih kecil atau belum lincah tidak pernah dioper bola oleh rekan setimnya?
- Bagaimana modifikasi aturan main dapat membuat setiap pemain memiliki kesempatan bermain yang setara sekaligus menjaga kejujuran (fair play)?
- Bagaimana peran seorang pemimpin dapat membantu seluruh anggota regu terlibat aktif saat bermain?
- Apa yang terjadi pada keberhasilan kelompok jika ada anggota yang tidak mau berbagi peran atau bekerja sama di lapangan?
- Bagaimana kelompokmu menentukan taktik bertahan atau menyerang saat menghadapi situasi permainan yang berubah cepat?
- Mengapa setiap anggota regu perlu terlibat saat kelompok mengambil keputusan dalam aktivitas jasmani?
- Bagaimana pembuktian taktik dan modifikasi aturan dapat menciptakan permainan yang adil serta melibatkan seluruh anggota regu?
- Bagaimana peran kepemimpinan dan kesepakatan bersama menentukan keberhasilan eksekusi strategi gerak dalam situasi permainan nyata?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mentransfer Keterampilan Gerak ke dalam Berbagai Situasi Permainan Invasi dan Net — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mentransfer keterampilan gerak ke dalam berbagai situasi gerak permainan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, serta memimpin doa dan pemanasan dinamis yang berfokus pada kelincahan kaki dan koordinasi tangan (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan transfer keterampilan gerak: guru memperagakan 2 situasi gerak (situasi A: gerakan melempar mendatar/operan dada pada basket; situasi B: gerakan melempar/operan bola tangan) lalu meminta murid memperagakan respon transfer gerak yang sama pada pola ayunan lengan dan pelepasan bola (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati peragaan transfer gerak dasar manipulatif (melempar/mengoper, menangkap, dan menggiring) dari satu konteks gerak permainan invasi ke situasi permainan net (misalnya dorongan lengan saat chest pass bola basket ditransfer ke dorongan dua tangan pada passing atas bola voli) serta menyimak penjelasan guru mengenai konsep kesamaan pola gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mempraktikkan transfer keterampilan gerak mengoper dan mengontrol bola dalam permainan invasi modifikasi 3 lawan 3 menggunakan bola lunak/karet, dengan menerapkan transfer gerak passing dada (chest pass) dan gerak membuka ruang gerak (15 menit).
- Murid memainkan tantangan gembira 'Zona Transfer Bola': murid berpindah ke lapangan net modifikasi (voli mini dengan jaring rendah) dan mentransfer keterampilan dorongan kedua lengan yang dipelajari pada fase invasi tadi menjadi gerak operan lambung melewati net secara berpasangan dengan hitungan reli terpanjang tanpa jatuh (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pendinginan mandiri berpasangan seraya mengidentifikasi kesadaran tubuh terhadap penyesuaian tenaga, arah dorongan tangan, dan posisi kaki saat mentransfer gerak dari situasi invasi mendatar ke situasi net melambung (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir mengenai penerapan transfer keterampilan gerak ke berbagai situasi permainan, memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan gerak, dan menutup sesi pembelajaran (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi jenis bola (bola busa/lunak ukuran sedang bagi murid yang membutuhkan penyesuaian kontrol, dan bola basket/voli standar untuk murid yang lebih terampil).
- Proses: Bagi murid yang masih canggung mentransfer gerak, latihan dilakukan dengan jarak lebih dekat (2-3 meter) tanpa rintangan pertahanan; bagi murid mahir, jarak diperlebar (4-5 meter) dengan penambahan dinamika arah gerak aktif.
- Produk: Variasi jumlah repetisi transfer gerak yang berhasil diperagakan dalam situasi reli atau permainan modifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan keterampilan dasar manipulatif: Murid diminta memperagakan 2 bentuk gerak dasar operan (1: operan dada dua tangan [chest pass]; 2: dorongan dua tangan ke atas [passing atas]). Kriteria kesiapan: kesesuaian posisi lengan dan dorongan telapak tangan (acuan: dorongan lengan lurus ke depan sejajar dada untuk nomor 1; dorongan melambung ke atas di atas dahi untuk nomor 2).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan transfer keterampilan gerak saat aktivitas 'Zona Transfer Bola': Guru mencatat kemampuan murid mentransfer pola dorongan tangan dan koordinasi kaki dari situasi operan invasi ke operan lambung net secara tepat dan adaptif sesuai jarak sasaran.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan konfirmasi di akhir sesi: Murid diminta menunjukkan 1 bentuk transfer gerak tungkai (posisi kuda-kuda merendah) saat menerima bola dalam situasi invasi dan saat bersiap menerima bola dalam situasi net. Kriteria penerimaan: lutut ditekuk membentuk sudut sekitar 90-120 derajat, berat badan bertumpu pada telapak kaki depan, dan badan condong seimbang pada kedua situasi tersebut.
Formatif:- Observasi unjuk kerja transfer keterampilan gerak (kelancaran alih pola gerak lempar-tangkap/dorong dari situasi permainan invasi ke situasi permainan net) menggunakan lembar ceklis observasi ketercapaian gerak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mentransfer Keterampilan Gerak ke Berbagai Situasi Permainan | Belum mampu mentransfer keterampilan gerak manipulatif; pola gerak masih kaku dan gagal menyesuaikan arah maupun tenaga saat situasi gerak berganti dari permainan invasi ke permainan net walaupun telah dibimbing penuh. | Mulai mampu mentransfer keterampilan gerak dasar ke dalam situasi permainan net, namun penyesuaian sudut dorongan dan tenaga masih sering keliru sehingga arah bola belum terkontrol secara konsisten. | Mampu mentransfer keterampilan gerak manipulatif dari situasi permainan invasi ke situasi permainan net dengan penyesuaian posisi tubuh, arah dorongan, dan kontrol tenaga yang tepat secara mandiri. | Mampu mentransfer keterampilan gerak manipulatif secara sangat halus, konsisten, dan fleksibel ke dalam berbagai variasi situasi gerak permainan (jarak dekat, jauh, arah berubah mendadak) tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan transfer keterampilan gerak dari permainan invasi ke net membantu murid memahami prinsip kesamaan gerak?
- Bagian mana dari aktivitas gerak modifikasi yang memerlukan penyesuaian intensitas atau ruang agar semua murid bergerak optimal?
Murid:- Gerakan mana yang paling mudah kamu sesuaikan saat berpindah dari mengoper teman di lapangan invasi ke memantulkan bola melintasi net?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan pada koordinasi tangan dan kaki saat mengubah arah dorongan bola?
Pertemuan 2 — Membuktikan Strategi Gerak yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, serta melakukan pemanasan statis dan dinamis berbasis peregangan aktif otot tungkai dan lengan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memberikan 2 skenario tantangan taktik gerak untuk dijawab cepat oleh murid secara lisan: Skenario 1: 'Ruang tengah dijaga rapat oleh 2 pemain bertahan lawan, strategi gerak apa yang efektif?' (acuan: mengalirkan bola ke ruang kosong di sisi sayap/lebar lapangan); Skenario 2: 'Lawan menerapkan penjagaan man-to-man ketat, strategi gerak tanpa bola apa yang efektif?' (acuan: bergerak memotong/memberi umpan terobosan cepat atau membuka ruang dengan gerak tipuan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam 2 situasi gerak berbeda (situasi pertahanan ruang sempit vs situasi pertahanan terbuka) melalui uji coba taktis (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai 2 situasi gerak permainan: Situasi A (penjagaan zona padat di tengah lapangan) dan Situasi B (penjagaan satu lawan satu dengan transisi cepat di lapangan terbuka) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 4-5 murid) membandingkan 2 opsi strategi gerak yang akan diuji coba: Strategi 1 (umpan langsung menusuk ke tengah secara cepat) vs Strategi 2 (memanfaatkan lebar lapangan dengan operan ke ruang kosong sisi luar) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan permainan invasi modifikasi 4 lawan 3 dalam mini-game tantangan taktik gembira (game 2 babak x 7 menit) untuk menguji Strategi 1 dan Strategi 2 pada Situasi A (penjagaan zona rapat), di mana murid mencatat bukti frekuensi keberhasilan mencetak angka/menembus pertahanan (10 menit).
- Murid menguji kembali kedua strategi tersebut pada Situasi B (penjagaan satu lawan satu di area terbuka) melalui mini-game rotasi peran penyerang-bertahan yang menyenangkan, lalu membandingkan data rasio keberhasilan gerak dari kedua situasi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok menganalisis data hasil uji coba dan membuktikan strategi mana yang paling efektif untuk masing-masing situasi gerak berdasarkan bukti konkrit di lapangan (acuan: Situasi A paling efektif menggunakan Strategi 2 melebarkan ruang; Situasi B paling efektif menggunakan Strategi 1 umpan terobosan cepat memanfaatkan celah man-to-man) (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan aktivitas pendinginan statis untuk menurunkan detak jantung dan merelaksasi otot tungkai (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai keterkaitan situasi gerak dengan efektivitas pilihan strategi, memberikan umpan balik formatif atas pembuktian taktik murid, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (6 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual situasi gerak (lapangan sempit berpola zona dan lapangan terbuka satu-lawan-satu) bagi kelompok yang memerlukan bantuan visualisasi taktik.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu memilih strategi, guru memberikan petunjuk bertahap (scaffolding) dengan membatasi pergerakan pemain bertahan terlebih dahulu; bagi murid yang cepat memahami, diberikan situasi tambahan dengan variasi jumlah pemain bertahan aktif (4 lawan 4).
- Produk: Murid menuangkan hasil pembuktian efektivitas strategi secara lisan langsung di lapangan atau mencentang tabel data efektivitas lembar observasi taktis gerak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan strategi taktik gerak menggunakan 2 skenario konkret: (1) Situasi penjagaan zona padat di tengah lapangan (acuan jawaban: memanfaatkan ruang kosong di sayap/melebarkan lapangan); (2) Situasi penjagaan satu-lawan-satu ketat (acuan jawaban: gerak tipuan membuka ruang/umpan terobosan langsung).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam menguji coba Strategi 1 dan Strategi 2 pada Situasi A dan B dalam mini-game (indikator: ketepatan eksekusi strategi gerak dan pencatatan rasio keberhasilan menembus pertahanan lawan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman pembuktian strategi gerak di akhir sesi: Murid membuktikan strategi yang paling efektif pada lembar refleksi/lisan berdasarkan 2 situasi yang diuji. Kriteria penerimaan acuan: Murid tepat menyebutkan bahwa pada Situasi A (zona padat) strategi paling efektif adalah Strategi 2 (memanfaatkan lebar lapangan/ruang kosong samping) karena menarik pertahanan lawan keluar; sedangkan pada Situasi B (satu-lawan-satu terbuka) strategi paling efektif adalah Strategi 1 (umpan terobosan cepat/gerak menusuk) karena memanfaatkan celah langsung di belakang bek.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat mini-game pengujian strategi gerak
- Lembar ceklis pembuktian efektivitas strategi gerak dalam situasi gerak berbeda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak berbeda | Belum mampu membuktikan strategi gerak yang efektif; mencoba strategi gerak secara acak tanpa kesesuaian dengan situasi gerak A maupun B meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menguji coba strategi gerak namun hanya dapat membuktikan strategi yang efektif pada 1 situasi gerak saja (hanya Situasi A atau Situasi B) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif pada kedua situasi gerak (Situasi A: memanfaatkan lebar lapangan; Situasi B: umpan terobosan langsung) secara mandiri berdasarkan data uji coba di lapangan. | Mampu membuktikan strategi gerak yang paling efektif pada kedua situasi gerak (Situasi A dan Situasi B) secara konsisten dan mandiri, serta mampu memberikan alasan taktis berbasis bukti data keberhasilan tembusan ruang lawan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain situasi permainan (Situasi A dan B) sudah cukup jelas membedakan tantangan gerak sehingga murid dapat mengamati perbedaan efektivitas strategi secara nyata?
- Bagaimana keterlibatan aktif seluruh murid dalam proses pembuktian strategi saat bermain dalam kelompok kecil?
Murid:- Situasi permainan mana yang paling menantang bagi timmu untuk memilih strategi gerak yang tepat?
- Bukti nyata apa di lapangan yang membuat timmu yakin bahwa satu strategi lebih efektif daripada strategi lainnya?
Pertemuan 3 — Menginvestigasi Modifikasi Peraturan Permainan yang Mendukung Fair Play dan Partisipasi Inklusif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas di lapangan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan terstruktur mengenai dampak peraturan baku: 'Apa dampak aturan bermain tanpa batas operan terhadap keterlibatan semua anggota regu?' (acuan: pemain dominan menguasai bola sendiri, pemain pemula/kurang terampil terabaikan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menginvestigasi modifikasi peraturan permainan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif melalui uji coba permainan mini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati lembar investigasi yang memuat 3 skenario masalah aturan dalam permainan bola tangan mini: Skenario 1 (dominasi pemain tertentu karena tidak ada batas sentuhan), Skenario 2 (pelanggaran fisik tanpa sanksi jelas sehingga mencederai fair play), dan Skenario 3 (pemain pemula tidak pernah menerima umpan sebelum mencetak gol) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) menelaah rancangan 3 aturan modifikasi pembanding yang disiapkan guru: Modifikasi A (wajib minimal 3 kali operan antar-pemain berbeda sebelum menembak skor), Modifikasi B (larangan kontak fisik langsung dan perebutan bola hanya boleh saat bola melayang), dan Modifikasi C (setiap pemain dalam satu regu wajib menyentuh bola minimal 1 kali dalam tiap siklus serangan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan simulasi permainan bola tangan mini fase 1 (peraturan baku tanpa modifikasi selama 10 menit), lalu mengamati catatan keterlibatan setiap rekan regunya serta pelanggaran yang muncul (10 menit).
- Murid mempraktikkan simulasi fase 2 dengan menerapkan 3 aturan modifikasi uji coba secara bergiliran (Modifikasi A, B, dan C) dalam suasana permainan kompetitif yang menggembirakan untuk menguji perbedaan partisipasi dan sportivitas (10 menit).
- Setiap kelompok mencatat data hasil investigasi komparatif pada lembar kerja: membandingkan dampak aturan baku versus aturan modifikasi terhadap keterlibatan anggota (inklusi) dan kejujuran/kepatuhan aturan (fair play) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok membacakan temuan investigasinya di tepi lapangan dan mengonfirmasi bahwa Modifikasi A dan C terbukti meningkatkan partisipasi inklusif seluruh pemain, sedangkan Modifikasi B terbukti menegakkan fair play dengan menurunkan potensi benturan (acuan temuan: aturan modifikasi berhasil menghapus monopoli bola dan menekan kecurangan) (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan otot secara berpasangan dan merapikan kembali peralatan permainan yang telah digunakan (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa aturan permainan dapat dimodifikasi secara sengaja untuk menjamin keadilan bermain (fair play) dan memberi hak bermain bagi setiap orang tanpa terkecuali (inklusif) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar periksa spesifik 2 indikator dampak modifikasi (jumlah sentuhan bola dan frekuensi pelanggaran), sedangkan murid yang mandiri menginvestigasi variasi aturan tambahan seperti penyesuaian ukuran gawang atau durasi penguasaan bola.
- Proses: Pada sesi uji coba gerak, kelompok yang memerlukan scaffolding didampingi guru dalam mencatat frekuensi operan tiap orang, sedangkan kelompok yang lebih mahir membagi tugas pencatatan secara mandiri.
- Produk: Lembar investigasi dapat diisi dengan format centang indikator terstruktur bagi kelompok pemula atau narasi perbandingan analitis bagi kelompok mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Apa dampak aturan bermain tanpa batas operan terhadap keterlibatan seluruh anggota tim?' (Kriteria penerimaan/acuan: murid menjawab bahwa pemain mahir akan mendominasi dan pemain yang kurang mahir/pemula tidak mendapat kesempatan menguasai bola).
Proses:- Observasi partisipasi dan pemeriksaan lembar kerja investigasi kelompok saat menguji coba 3 modifikasi peraturan (Modifikasi A: minimal 3 operan beda orang; Modifikasi B: tanpa kontak fisik; Modifikasi C: seluruh anggota wajib menyentuh bola). Kriteria: mencatat data perbandingan keterlibatan pemain dan kepatuhan fair play sesuai fakta simulasi bermain.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tertulis singkat: Murid menyebutkan 2 bentuk modifikasi peraturan konkret yang paling efektif menciptakan partisipasi inklusif dan fair play berdasarkan hasil simulasi tadi (Kunci acuan: 1. Aturan wajib mengoper ke semua pemain sebelum membuat skor untuk partisipasi inklusif; 2. Aturan larangan kontak fisik/perebutan kasar untuk fair play).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja lembar investigasi modifikasi peraturan permainan selama kegiatan uji coba di lapangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Peraturan untuk Fair Play dan Partisipasi Inklusif | Belum mampu mengidentifikasi data perbandingan dampak aturan baku dan aturan modifikasi terhadap fair play maupun partisipasi inklusif dalam lembar investigasi. | Mampu mencatat hasil uji coba tetapi hanya menemukan dampak modifikasi peraturan pada salah satu aspek saja (hanya fair play atau hanya partisipasi inklusif). | Mampu menginvestigasi dan mencatat secara tepat dampak 3 modifikasi peraturan uji coba terhadap terciptanya fair play dan partisipasi inklusif pada lembar kerja kelompok. | Mampu menginvestigasi secara komprehensif dampak 3 modifikasi peraturan terhadap fair play dan partisipasi inklusif, serta mampu memberikan rekomendasi rumusan modifikasi aturan baru yang teruji efektif secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain modifikasi permainan yang dirancang mampu memberi kesempatan yang benar-benar setara bagi murid dengan tingkat keterampilan gerak yang beragam?
- Apakah murid dapat menangkap esensi nilai fair play dan inklusivitas bukan sekadar formalitas peraturan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika peraturan permainan diubah sehingga kamu dan semua rekan setimmu wajib menyentuh bola?
- Aturan modifikasi mana yang menurutmu paling adil dan membuat permainan terasa paling menyenangkan bagi semua orang?
Pertemuan 4 — Menerapkan Kepemimpinan dan Kolaborasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.4 Menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa bersama, mengecek kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan pemahaman dasar terkait kepemimpinan dan kolaborasi dalam aktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memimpin pemanasan dinamis terstruktur dalam formasi lingkaran untuk mempersiapkan otot dan sendi menghadapi aktivitas jasmani (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan mengenai wujud nyata tindakan kepemimpinan (mengarahkan pembagian posisi rekan secara adil, memberi aba-aba atau sinyal gerak, dan memotivasi rekan regu) serta kolaborasi (bergerak saling mendukung, mengisi ruang kosong, dan mengoper bola ke rekan yang berdiri bebas) dalam konteks aktivitas permainan tim (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok-kelompok beranggotakan 5-6 orang, kemudian mempraktikkan permainan invasi modifikasi 'Oper-Tangkap Formasi Bintang', di mana setiap kelompok bergantian menunjuk kapten untuk memimpin pembagian zona bertahan/menyerang dan seluruh anggota berkolaborasi saling mengoper bola agar tidak direbut regu lawan (25 menit).
- Setiap kelompok menerapkan rotasi peran kapten lapangan secara bergantian dalam pertandingan mini 4 lawan 4 bermakna ceria, di mana setiap anggota mempraktikkan kolaborasi aktif memberi umpan serta kapten mengarahkan strategi penempatan posisi regu di lapangan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok duduk melingkar untuk merefleksikan bagaimana kepemimpinan kapten dan kerja sama operan antaranggota dijalankan selama permainan, serta mengidentifikasi tindakan nyata yang paling membantu keberhasilan regu (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin gerakan pendinginan (stretching statis) untuk merelaksasi otot setelah aktivitas fisik intensif (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan mengenai bentuk penerapan kepemimpinan dan kolaborasi dalam permainan jasmani (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan visual peran (tugas kapten dan tugas rekan pendukung) bagi kelompok yang memerlukan bantuan pemahaman peran.
- Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat diberikan tantangan mempercepat tempo perpindahan bola dengan sentuhan maksimal dua kali per orang, sedangkan kelompok yang masih berkembang diberikan area permainan yang lebih luas agar ruang koordinasi lebih terbuka.
- Produk: Unjuk kerja penerapan peran kepemimpinan dan tindakan kolaborasi diamati langsung selama aktivitas permainan modifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di pendahuluan dengan 2 pertanyaan pengelompokan kesiapan: (1) 'Sebutkan 2 contoh tindakan memimpin regu saat bermain olahraga tim!' (Acuan jawaban benar: membagi posisi/tugas rekan, memberi aba-aba/arah gerak, atau menyemangati teman); (2) 'Sebutkan 2 contoh tindakan kerja sama/kolaborasi antarpemain di lapangan!' (Acuan jawaban benar: mengoper bola ke teman yang kosong, saling melindungi/menjaga ruang, atau membantu rekan saat ditekan lawan).
Proses:- Pengamatan langsung perilaku unjuk kerja selama permainan modifikasi 'Oper-Tangkap Formasi Bintang' dan pertandingan mini, mencatat 2 indikator perilaku kepemimpinan (mengarahkan pembagian posisi rekan, memberi sinyal/aba-aba gerak) dan 2 indikator perilaku kolaborasi (mengoper ke rekan yang bebas, mengisi/membuka ruang kosong untuk menerima operan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup dengan menanyakan kepada perwakilan murid: 'Tindakan apa yang telah kamu lakukan di lapangan tadi yang mencerminkan kepemimpinan dan kolaborasi?' (Kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan minimal 1 tindakan nyata memimpin seperti mengatur posisi teman dan 1 tindakan nyata berkolaborasi seperti mengoper bola/membuka ruang).
Formatif:- Observasi lembar amatan kinerja penerapan tindakan kepemimpinan dan kolaborasi kelompok selama aktivitas gerak permainan modifikasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Kepemimpinan dalam Aktivitas Jasmani | Belum menunjukkan tindakan mengarahkan pembagian posisi maupun memberi aba-aba gerak kepada rekan satu tim selama aktivitas gerak. | Menunjukkan 1 tindakan kepemimpinan (mengarahkan posisi teman atau memberi aba-aba gerak) namun hanya dilakukan sesekali bila diingatkan guru. | Menunjukkan kedua tindakan kepemimpinan (mengarahkan posisi rekan dan memberi aba-aba gerak secara jelas) secara mandiri dalam beberapa situasi permainan. | Menunjukkan kedua tindakan kepemimpinan secara konsisten, proaktif, dan mandiri di sepanjang jalannya seluruh aktivitas permainan jasmani. | | Menerapkan Kolaborasi dalam Aktivitas Jasmani | Belum menunjukkan tindakan kolaborasi; bermain secara individualis tanpa mengoper bola atau tidak bergerak membuka ruang bagi rekan tim. | Menerapkan 1 tindakan kolaborasi (mengoper bola ke rekan atau bergerak membuka ruang) tetapi masih sering pasif di lapangan. | Menerapkan kedua tindakan kolaborasi (mengoper bola ke rekan yang berdiri bebas dan aktif membuka ruang kosong) secara mandiri selama permainan. | Menerapkan kedua tindakan kolaborasi secara konsisten dan terpadu bersama seluruh anggota regu di sepanjang aktivitas permainan jasmani. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan modifikasi efektif mendorong seluruh murid mengambil peran memimpin dan berkolaborasi secara bergiliran?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam menunjukkan peran kepemimpinan di kelompoknya?
Murid:- Bagian mana dari peran kapten yang terasa paling menantang bagi saya saat mengarahkan teman?
- Bagaimana perasaan saya ketika berhasil bekerja sama dengan rekan satu regu mencetak poin melalui operan bersama?
Pertemuan 5 — Menerapkan Pengambilan Keputusan Kelompok ketika Berpartisipasi di dalam Berbagai Aktivitas Jasmani — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa presensi, serta memastikan kesiapan fisik murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid merespons secara lisan dua opsi solusi taktis pada skenario situasi permainan: 'Ketika regu tertinggal 1 poin dan waktu tersisa 1 menit dalam permainan invasi bola tangan modifikasi, opsi mana yang kelompok pilih: Opsi A (semua maju menyerang langsung) atau Opsi B (membuat umpan pendek cepat mencari celah)?' (kriteria penerimaan: murid memilih salah satu opsi disertai satu alasan taktis kelompok, misalnya memilih Opsi B agar bola tidak mudah direbut kembali) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pengambilan keputusan kelompok saat berpartisipasi dalam aktivitas permainan jasmani modifikasi, serta membagi murid ke dalam regu berisi 4–5 orang (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok mengamati simulasi singkat 2 situasi masalah gerak permainan invasi: Situasi 1 (lawan menjaga ketat satu-lawan-satu di area pertahanan) dan Situasi 2 (lawan menumpuk di area tengah menciptakan ruang kosong di sisi sayap), lalu mencermati pentingnya musyawarah cepat (huddle) untuk menyepakati keputusan kelompok (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok mempraktikkan pengambilan keputusan kelompok dalam tantangan permainan invasi modifikasi 'Tangkap dan Amankan Bola 4 vs 4' dengan durasi bermain 2 x 10 menit; di sela babak (time-out taktis 3 menit), kelompok berkumpul menentukan dan menyepakati bersama 2 keputusan taktis tim: (1) pembagian peran posisi bertahan/menyerang dan (2) arah alur serangan (memanfaatkan sisi sayap atau umpan terobosan tengah), kemudian langsung menerapkan keputusan kelompok tersebut di lapangan permainan (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya mengevaluasi pelaksanaan keputusan bersama yang telah diterapkan di lapangan: apakah seluruh anggota menjalankan keputusan yang telah disepakati dan bagaimana penyesuaian keputusan baru diambil ketika situasi permainan berubah (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan gerak statis dipandu oleh salah satu murid untuk merilekskan otot (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan proses pengambilan keputusan kelompok dalam aktivitas jasmani, melakukan cek pemahaman akhir, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan 2 opsi kartu pilihan keputusan taktis bergambar (fokus bertahan zona atau serangan balik cepat), sedangkan kelompok mahir menentukan formulasi keputusan taktis secara mandiri tanpa kartu opsi.
- Proses: Guru memberikan panduan pertanyaan arahan saat jeda huddle untuk kelompok berkembang, sementara kelompok mandiri melakukan diskusi keputusan regu secara otonom.
- Produk: Kelompok menunjukkan bukti penerapan keputusan taktis kelompok secara nyata di lapangan permainan melalui kekompakan pergerakan tim sesuai kesepakatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan mengenai penentuan respon kelompok terhadap skenario situasi tertinggal skor: murid memilih antara Opsi A (serangan langsung) atau Opsi B (umpan pendek cepat terencana) beserta 1 alasan taktis kelompok (kriteria penerimaan: pilihan logis dan beralasan menjaga penguasaan bola/efektivitas gerak tim).
Proses:- Lembar observasi keterlibatan anggota dalam musyawarah penentuan keputusan taktis saat jeda time-out (apakah ada kesepakatan bersama) dan keterterapan keputusan kelompok tersebut dalam pergerakan permainan 4 vs 4.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan 1 keputusan kelompok yang disepakati regunya hari ini dan 1 bukti tindakan gerak di lapangan yang membuktikan keputusan itu dijalankan bersama (kriteria penerimaan: menyebutkan keputusan taktis spesifik regunya, misal 'sepakat menjaga zona pertahanan kanan' dan tindakannya 'pemain A dan B konsisten menutup ruang kanan saat lawan menguasai bola').
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pengambilan keputusan kelompok (musyawarah menentukan taktik bersama dan kekompakan menjalankan kesepakatan di lapangan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Aktivitas Jasmani | Murid belum terlibat dalam musyawarah tim dan belum menerapkan keputusan kelompok saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani permainan. | Murid mengikuti musyawarah penentuan taktik tim namun hanya menerapkan keputusan kelompok jika terus diarahkan atau diingatkan oleh guru/teman. | Murid aktif bermusyawarah dan menerapkan 2 keputusan kelompok yang telah disepakati bersama (pembagian peran dan arah alur serangan) secara konsisten selama permainan berlangsung. | Murid aktif memimpin/mengusulkan solusi dalam musyawarah serta menerapkan seluruh keputusan kelompok secara mandiri dan cepat beradaptasi mengambil keputusan taktis lanjutan saat situasi permainan berubah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam proses musyawarah pengambilan keputusan kelompok tanpa didominasi oleh segelintir murid?
- Bagaimana efektivitas waktu time-out taktis dalam memfasilitasi murid menerapkan keputusan gerak kelompok di lapangan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dan dijadikan keputusan bersama dalam permainan kelompok tadi?
- Tindakan gerak apa yang paling nyata menunjukkan bahwa kelompokmu kompak menjalankan keputusan bersama?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Mentransfer keterampilan gerak ke dalam berbagai situasi gerak permainan
- TP 7.3.2 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
- TP 7.3.3 Menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 7.3.4 Menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
- TP 7.3.5 Menerapkan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengondisikan fisik murid melalui pemanasan statis dan dinamis terpimpin (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-6 sebagai pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 yang mencakup dua bagian: penugasan tertulis analisis modifikasi kelompok dan penilaian kinerja permainan modifikasi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak penjelasan petunjuk teknis penugasan tertulis dan rubrik asesmen kinerja permainan modifikasi yang dibagikan oleh guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- TUGAS 1 (Penugasan Tertulis Analisis Kelompok): Setiap kelompok secara serentak menyelesaikan lembar laporan investigasi modifikasi peraturan yang memuat 3 komponen wajib: (1) aturan sentuhan/operan minimal seluruh anggota sebelum poin, (2) zonasi lapangan/peran setara tanpa dominasi, dan (3) penalti pelanggaran fair play (20 menit).
- TUGAS 2 (Penilaian Kinerja Permainan Modifikasi): Kelompok melaksanakan pertandingan permainan modifikasi secara bergantian pada 2 lapangan simultan (rotasi 4 putaran x 10 menit) untuk membuktikan transfer keterampilan gerak melempar-menangkap/menggiring, membuktikan efektivitas strategi penyerangan/pertahanan ruang, serta menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan eksekusi keputusan kelompok sesuai lembar observasi guru (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali keselarasan antara strategi yang direncanakan dalam laporan tertulis dengan pembuktian hasil peragaan gerak dan kolaborasi tim di lapangan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar tugas laporan tertulis kelompok dan lembar pencatatan kinerja pertandingan (1 menit).
- Guru memberikan evaluasi umum terhadap pelaksanaan asesmen sumatif bab, memimpin pendinginan, dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks instruksi tugas tertulis disajikan dengan poin-poin tegas dan diagram visual lapangan yang jelas bagi kelompok yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah indikator penilaian.
- Proses: Akomodasi akses: pemberian waktu jeda 1 menit antarbabak pertandingan bagi murid yang memerlukan penyesuaian pemulihan fisik tanpa mengurangi durasi aktif penilaian 10 menit per putaran.
- Produk: Format penyajian laporan tertulis investigasi dapat diserahkan dalam bentuk formulir isian terstruktur atau bagan alur modifikasi selama memuat ketiga komponen acuan wajib yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis kelompok dan kelengkapan anggota regu sebelum lembar asesmen sumatif dibagikan.
Proses:- Pengamatan langsung oleh guru menggunakan lembar observasi saat murid melakukan rotasi pertandingan permainan modifikasi di 2 lapangan simultan.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja permainan modifikasi dan penugasan tertulis analisis kelompok: peragaan transfer keterampilan gerak, pembuktian efektivitas strategi, penerapan kepemimpinan, kolaborasi, dan kesepakatan kelompok dalam pertandingan modifikasi, serta laporan tertulis kelompok hasil investigasi peraturan fair play dan inklusivitas
- penugasan tertulis serentak: laporan investigasi tertulis hasil rancangan modifikasi peraturan kelompok yang menjamin prinsip fair play dan partisipasi inklusif seluruh anggota tim (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian laporan investigasi peraturan inklusif)
- penilaian kinerja permainan berkelompok: peragaan transfer keterampilan gerak ke dalam situasi permainan, pembuktian strategi gerak paling efektif, serta tindakan kepemimpinan, kolaborasi, dan eksekusi keputusan bersama antartim secara bergantian (2 lapangan simultan, 4 tim bertanding per sesi 12 menit x 4 putaran rotasi) (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja taktik dan perilaku kolaboratif kelompok)
Sumatif:- penilaian kinerja permainan modifikasi dan penugasan tertulis analisis kelompok: peragaan transfer keterampilan gerak, pembuktian efektivitas strategi, penerapan kepemimpinan, kolaborasi, dan kesepakatan kelompok dalam pertandingan modifikasi, serta laporan tertulis kelompok hasil investigasi peraturan fair play dan inklusivitas
- penugasan tertulis serentak: laporan investigasi tertulis hasil rancangan modifikasi peraturan kelompok yang menjamin prinsip fair play dan partisipasi inklusif seluruh anggota tim (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian laporan investigasi peraturan inklusif)
- penilaian kinerja permainan berkelompok: peragaan transfer keterampilan gerak ke dalam situasi permainan, pembuktian strategi gerak paling efektif, serta tindakan kepemimpinan, kolaborasi, dan eksekusi keputusan bersama antartim secara bergantian (2 lapangan simultan, 4 tim bertanding per sesi 12 menit x 4 putaran rotasi) (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kinerja taktik dan perilaku kolaboratif kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Investigasi Modifikasi Peraturan Inklusif dan Fair Play (Laporan Tertulis) | Laporan memuat kurang dari 2 komponen acuan wajib dari daftar acuan: (1) aturan wajib minimal operan seluruh anggota sebelum mencetak skor, (2) pembagian zona peran yang adil tanpa monopoli pemain tertentu, (3) sanksi/penalti atas pelanggaran asas fair play. | Laporan memuat tepat 2 dari 3 komponen acuan wajib: (1) aturan wajib minimal operan seluruh anggota sebelum mencetak skor, (2) pembagian zona peran yang adil tanpa monopoli pemain tertentu, (3) sanksi/penalti atas pelanggaran asas fair play. | Laporan memuat lengkap ketiga komponen acuan wajib: (1) aturan wajib minimal operan seluruh anggota sebelum mencetak skor, (2) pembagian zona peran yang adil tanpa monopoli pemain tertentu, dan (3) sanksi/penalti atas pelanggaran asas fair play, dengan uraian operasional yang jelas. | Laporan memuat lengkap ketiga komponen acuan wajib: (1) aturan wajib minimal operan seluruh anggota sebelum mencetak skor, (2) pembagian zona peran yang adil tanpa monopoli pemain tertentu, dan (3) sanksi/penalti atas pelanggaran asas fair play, disertai mekanisme evaluasi keterlaksanaan aturan saat terjadi dinamika permainan. | | Transfer Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan | Anggota kelompok belum mentransfer keterampilan gerak dasar (mengoper, menangkap/menerima, menempati ruang kosong) ke dalam situasi dinamis permainan modifikasi; bola sering terlepas atau alur bola terhenti. | Anggota kelompok mentransfer keterampilan gerak dasar (mengoper, menangkap/menerima, menempati ruang kosong) hanya dalam situasi statis/tanpa tekanan lawan dalam permainan modifikasi. | Anggota kelompok mentransfer keterampilan gerak dasar (mengoper, menangkap/menerima, menempati ruang kosong) secara konsisten dan tepat sasaran ke dalam situasi dinamis permainan modifikasi saat ada tekanan lawan. | Anggota kelompok mentransfer variasi keterampilan gerak dasar (mengoper beragam jarak, kontrol tangkapan presisi, transisi ruang gerak cepat) secara konsisten, mulus, dan efektif dalam berbagai tekanan situasi permainan modifikasi. | | Pembuktian Strategi Gerak Paling Efektif | Kelompok belum mampu membuktikan strategi gerak (pola penyerangan memanfaatkan ruang kosong atau pertahanan zona) dalam situasi permainan yang dihadapi; gerak regu tidak berpola. | Kelompok mencoba strategi gerak yang dipilih namun belum efektif dalam mengatasi situasi bertahan atau menyerang lawan dalam permainan modifikasi. | Kelompok berhasil membuktikan efektivitas strategi gerak yang dipilih (berhasil membuka ruang tembak saat menyerang atau menutup ruang tembak saat bertahan) dalam situasi permainan yang berbeda. | Kelompok membuktikan efektivitas strategi gerak secara konsisten dan mampu menyesuaikan taktik gerak secara tepat saat menghadapi perubahan situasi gerak lawan di lapangan. | | Penerapan Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan Kelompok | Tidak terlihat pembagian peran kepemimpinan, koordinasi/kolaborasi antarpemain pasif, dan keputusan dilakukan individual tanpa kesepakatan kelompok. | Terlihat peran pemimpin namun kolaborasi hanya terjadi antarbeberapa pemain tertentu; keputusan kelompok belum sepenuhnya dijalankan bersama saat bertanding. | Kepemimpinan terarah dengan baik, seluruh anggota tim berkolaborasi secara aktif, dan keputusan kelompok dijalankan secara kompak saat situasi permainan berlangsung. | Kepemimpinan berjalan adaptif dan suportif, kolaborasi merata di seluruh lini lapangan, serta kelompok cepat dan tepat dalam mengeksekusi pengambilan keputusan taktik bersama dalam berbagai situasi permainan kritis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penugasan tertulis (20 menit) dan penilaian kinerja permainan (40 menit) terlaksana secara tertib dan proporsional sesuai rancangan?
- Bagaimana ketercapaian pembuktian strategi gerak dan kolaborasi murid saat diterapkan langsung dalam peraturan permainan modifikasi inklusif?
Murid:- Bagaimana kerja sama dan kesepakatan tim yang telah kalian buat membantu keberhasilan tim dalam mempraktikkan strategi gerak di lapangan tadi?
- Apakah aturan modifikasi inklusif yang kelompokmu susun benar-benar memberikan kesempatan bermain yang setara bagi semua anggota tim?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Bola basket, bola voli/bola lunak, net mini/tali pembatas, corong/cone penanda area
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024 (Bab 3: Belajar Melalui Gerak)
- Bola sepak/futsal/bola tangan, cone/kerucut penanda batas ruang, rompi pembeda (2 warna), peluit, stopwatch, dan lembar catatan taktik gerak
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Bab 3: Belajar Melalui Gerak, Kemendikbudristek 2024
- Bola tangan mini / bola spons, rompi bermain 2 warna berbeda, cone/kerucut pembatas, peluit, dan lembar investigasi kelompok
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
- Peluit, rompi tim 2 warna, bola modifikasi/bola voli/futsal, dan corong/cone penanda batas lapangan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VII Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK Kelas VII Kemendikbudristek 2024
- Bola tangan mini/bola voli busa, rompi penanda regu (bibs), cone pembatas lapangan, peluit, dan lembar observasi guru
- Buku Panduan Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
- Lapangan olahraga sekolah (lapangan basket/voli/futsal bersekat), bola lunak/bola tangan, rompi bertanding 4 warna, cone/pembatas zona, peluit, dan lembar instrumen asesmen sumatif.
|