Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 7 Bab 2: Memperagakan Strategi Gerak

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 7 untuk Bab 2 "Memperagakan Strategi Gerak", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 7 Bab 2: Memperagakan Strategi Gerak

PJOK - Kelas 7

Bab 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Memperagakan Strategi Gerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 2 — Memperagakan Strategi Gerak
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.2.1 Memperagakan strategi gerak penyerangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  2. TP 7.2.2 Memperagakan strategi gerak pertahanan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  3. TP 7.2.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
  4. TP 7.2.4 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu bergerak tanpa bola agar temanmu dapat mengoper bola dengan mudah?
  2. Mengapa penyerang perlu berpindah ke area yang tidak dijaga oleh pemain bertahan lawan?
  3. Bagaimana cara mengalirkan bola secara cepat antar-rekan satu regu agar tercipta peluang menembak ke gawang/sasaran?
  4. Mengapa penyerang perlu bergerak mencari posisi bebas setelah mengoper bola sebelum mengeksekusi tembakan ke sasaran?
  5. Bagaimana posisi tubuh dan langkah kakimu saat harus mencegah lawan mengoper bola ke rekannya?
  6. Mengapa menutup ruang gerak lawan lebih efektif dilakukan sebelum lawan melepaskan bola daripada setelah bola terlepas?
  7. Bagaimana caramu menjaga lawan yang bergerak cepat agar tidak bisa mendekati sasaran timmu?
  8. Kapan kita harus mengikuti satu pemain lawan secara khusus, dan kapan kita cukup menjaga area tertentu?
  9. Bagaimana kelompokmu menentukan strategi mana yang paling ampuh saat menghadapi situasi bertahan yang rapat?
  10. Apa bukti konkret bahwa sebuah keputusan strategi kelompok berjalan efektif di lapangan?
  11. Bagaimana sebuah tim dapat membuktikan bahwa strategi penyerangan atau pertahanan yang dipilih benar-benar efektif dalam situasi permainan nyata?
  12. Mengapa pengambilan keputusan bersama dan pembagian peran yang jelas menentukan keberhasilan strategi gerak regu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan: Menciptakan dan Memanfaatkan Ruang Kosong Tanpa Bola — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Memperagakan strategi gerak penyerangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berorientasi kelincahan gerak kaki (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa uji peragaan diagnostik cepat: murid secara berpasangan diminta memperagakan 1 gerakan berlari mencari ruang kosong tanpa bola untuk menerima operan bayangan saat dihadang 1 cone/penjaga statis (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan dua jenis strategi gerak penyerangan tanpa bola: (1) lari potong arah (cut) dan (2) gerakan mengecoh tipuan arah (fake and break) untuk membuka ruang tembak/oper (5 menit).
  • Murid menyimak dan membedah posisi tubuh saat mengubah arah gerakan secara mendadak agar terlepas dari penjagaan lawan dalam area bertanda (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan simulasi tantangan 'Membuka Koridor Gerak' secara berpasangan: satu penyerang tanpa bola berlari mengecoh untuk menempati zona kerucut kosong dan menerima bola dari pengumpan melawan 1 penjaga aktif dengan intensitas bertahap (15 menit).
  • Murid memperagakan strategi penyerangan dalam permainan modifikasi ruang terbatas 3 lawan 2 (3 penyerang vs 2 pemain bertahan), di mana 2 penyerang tanpa bola aktif bergerak membuka ruang kosong untuk mencetak poin operan sukses (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri mengevaluasi keberhasilan gerakannya: apakah sudah bergerak tepat waktu saat teman membawa bola atau terlambat menempati ruang terbuka (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan pemilihan waktu (timing) dan akselerasi murid saat bergerak melepaskan diri dari kawalan (5 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan peregangan statis dan pemulihan denyut nadi (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama pergerakan penyerangan tanpa bola dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang masih ragu bergerak, area penyerangan diperluas dengan jarak penjaga lebih longgar; untuk murid yang lebih terampil, area dipersempit menjadi koridor lebih ketat.
  • Proses: Pemberian bimbingan peragaan langkah kaki langsung bagi kelompok berkembang, serta penambahan variasi rintangan gerak aktif bagi kelompok mahir.
  • Produk: Variasi jumlah keberhasilan menciptakan ruang bebas kawalan (2 kali bagi tahap dasar, minimal 4 kali bagi tahap mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji diagnostik peragaan gerak: Murid diminta memperagakan 1 dari 2 pilihan gerak lari memotong (cut run) melewati 1 rintangan cone untuk menerima operan bayangan. Kriteria penerimaan teramati: (1) Murid melakukan perubahan arah lari secara tegas; (2) Bergerak menuju area kosong di luar garis lurus penjaga.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat permainan modifikasi 3 lawan 2. Kriteria pengamatan mencakup 2 indikator: (1) Ketepatan mengubah arah lari menjauhi pemain bertahan ke area tanpa kawalan; (2) Kesiapan posisi tubuh saat menerima bola di ruang bebas (acuan: tubuh menghadap pengumpan dan berada minimal 1 meter di luar jangkauan bertahan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman peragaan mandiri: Di akhir sesi permainan 3 lawan 2, setiap murid melakukan 2 kali repetisi gerak penyerangan membuka ruang tanpa bola. Kriteria ketercapaian: berhasil memperagakan minimal 1 gerakan lepas dari kawalan menuju area kosong sesuai target kerucut sasaran.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak penyerangan tanpa bola (menciptakan dan memanfaatkan ruang kosong)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Strategi Gerak Penyerangan Tanpa Bola (Menciptakan dan Memanfaatkan Ruang)Belum mampu memperagakan gerak mencari ruang kosong; cenderung berdiri diam atau hanya mengikuti arah bola sehingga tetap terkawal pemain bertahan.Mampu memperagakan gerak berlari membuka ruang tetapi tanpa perubahan arah yang tegas atau waktu pergerakan kurang tepat sehingga masih mudah diantisipasi penjaga.Mampu memperagakan strategi gerak mengubah arah secara tegas dan menempati ruang kosong bebas kawalan dengan timing yang tepat secara konsisten.Mampu memperagakan strategi gerak tipuan arah dan lari memotong ruang secara cepat, konsisten melepaskan diri dari kawalan ketat, serta langsung siap menerima bola di ruang strategis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu dan modifikasi permainan 3 vs 2 efektif memberikan kesempatan yang merata bagi setiap murid untuk bergerak tanpa bola?
  • Bagaimana tingkat keberhasilan murid dalam mengenali kapan harus mempercepat lari untuk membuka ruang kosong?

Murid:

  • Apakah kamu merasa lebih mudah menerima bola setelah melakukan gerakan mengecoh atau berpindah arah?
  • Gerakan mana yang paling efektif membantumu terlepas dari penjagaan lawan tadi?

Pertemuan 2 — Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan: Mengalirkan Bola dan Menembak ke Sasaran Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Memperagakan strategi gerak penyerangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kesiapan otot tungkai dan koordinasi gerak operan (5 menit).
  • Guru memberikan diagnostik awal berupa peragaan singkat operan cepat berpasangan 1-2 (give-and-go) untuk memetakan kesiapan gerak penyerangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan percontohan strategi gerak mengalirkan bola berantai (operan cepat dua sentuhan) dilanjutkan pergerakan lari mencari celah tembak ke sasaran (8 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3 orang) mencoba simulasi gerak operan segitiga tanpa rintangan untuk merasakan ritme aliran bola sebelum menembak (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan permainan operan 'Give-and-Go Menembak Sasaran' dalam format 3 penyerang melawan 1 pemain bertahan pasif, di mana murid mengalirkan bola minimal 3 kali operan terarah sebelum melakukan tembakan ke target gawang mini/cone berjarak 7 meter (18 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan kompetisi beregu '3 vs 2 Serangan Cepat': tim penyerang harus berhasil mengalirkan bola melewati garis tengah dengan kombinasi umpan satu-dua lalu menembak ke sasaran gawang berpenjaga dalam batas waktu 15 detik per serangan (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran untuk melakukan pendinginan ringan sambil memeriksa efektivitas alur bola dan akurasi tembakan yang baru saja diperagakan (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama strategi mengalirkan bola dan penentuan waktu menembak sasaran dalam penyerangan (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan gerak, menyampaikan tindak lanjut materi pertahanan untuk pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta pembubaran barisan (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Variasi jarak sasaran tembak: kelompok dasar menggunakan gawang mini selebar 2 meter berjarak 5 meter; kelompok mahir menggunakan target cone selebar 1 meter berjarak 8 meter.
  • Proses: Scaffolding pertahanan: kelompok yang masih ragu berlatih menghadapi 1 pemain bertahan pasif, sedangkan kelompok yang sudah lancar berlatih menghadapi 2 pemain bertahan aktif.
  • Produk: Variasi jumlah aliran bola sebelum menembak: penyerang pemula menembak setelah 2 operan terkontrol; penyerang mahir menembak setelah minimal 4 operan cepat kombinasi sentuhan satu-dua.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja diagnostik operan berpasangan give-and-go 5 meter (kriteria penerimaan: operan bola menyusur tanah tepat ke arah lari pasangan tanpa berhenti lebih dari 2 detik; murid yang mampu mengalirkan bola lancar 3 kali berturut-turut langsung masuk ke formasi 3 vs 2, sedangkan yang belum lancar mengulang latihan umpan segitiga statis).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja strategi penyerangan saat aktivitas 3 vs 2, mengamati: (1) ketepatan operan mengalirkan bola ke teman bebas, (2) timing pergerakan membuka ruang tembak, (3) eksekusi tembakan ke arah sasaran gawang mini (acuan: minimal 3 kali percobaan aliran bola menghasilkan peluang tembakan tepat sasaran).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman gerak melalui peragaan ulang singkat: satu putaran kombinasi 3 operan dan 1 tembakan terarah ke gawang berpenanda conus (kriteria: bola mengalir tanpa terebut dan tembakan terarah tepat melewati antara 2 conus sasaran).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja gerak penyerangan: mengalirkan bola secara akurat dan mengeksekusi tembakan ke sasaran menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memperagakan aliran bola berkelompok dalam strategi penyeranganMemperagakan operan yang sering terputus, bola tidak akurat mencapai teman satu regu sehingga alur serangan terhenti.Memperagakan operan bola kepada rekan regu namun aliran bola masih lambat dan sering berhenti sebelum mencapai area tembak.Memperagakan rangkaian operan cepat dan terarah antarrekan satu regu minimal 3 kali operan berturut-turut untuk menembus pertahanan secara lancar.Memperagakan rangkaian operan cepat kombinasi satu-dua secara terarah, presisi, dan konsisten menembus penjagaan lawan menuju zona tembak tanpa kehilangan penguasaan bola.
Memperagakan tembakan ke sasaran dalam strategi penyeranganMemperagakan tembakan yang melenceng jauh dari sasaran target atau ragu-ragu saat mengeksekusi bola di depan sasaran.Memperagakan tembakan ke sasaran tetapi laju bola masih lemah atau perkenaan bola belum optimal.Memperagakan tembakan ke sasaran gawang/cone dengan laju bola bertenaga dan terarah tepat mengenai target sasaran.Memperagakan tembakan ke sasaran dengan tingkat akurasi tinggi, penempatan bola terarah ke sudut sasaran, dan timing eksekusi tepat setelah menerima aliran bola terakhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas 3 vs 2 memberikan kesempatan merata kepada semua murid untuk memperagakan aliran bola dan menembak?
  • Apakah rancangan modifikasi sasaran dan pertahanan berhasil menstimulasi murid dalam memilih momen mengoper dan menembak yang tepat?

Murid:

  • Bagian mana yang terasa paling sulit saat mengalirkan bola secara cepat sambil bergerak menuju sasaran?
  • Bagaimana perasaanmu ketika berhasil mencetak skor ke sasaran hasil kerja sama mengalirkan bola bersama teman?

Pertemuan 3 — Memperagakan Strategi Gerak Pertahanan: Menutup Ruang Gerak dan Jalur Operan Lawan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Memperagakan strategi gerak pertahanan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik serta seragam olahraga (4 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik unjuk kerja singkat: 3 pasang murid maju bergantian untuk melakukan simulasi bertahan 1 lawan 1 dalam area 3x3 meter, di mana murid yang bertahan diminta mendemonstrasikan posisi dasar bertahan (acuan unjuk kerja benar: lutut ditekuk, merendahkan pusat gravitasi tubuh, kedua tangan terbuka merentang aktif, berdiri di antara penyerang dan sasaran/arah gawang) (6 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memperagakan strategi gerak pertahanan melalui penutupan ruang gerak dan pemotongan jalur operan lawan (2 menit).
  • Murid melakukan pemanasan dinamis terpandu yang berfokus pada kelincahan gerak kaki (footwork shuffle samping, backpedal, dan reaksi mengubah arah) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan demonstrasi bersama 2 murid pembantu mengenai 2 prinsip strategi gerak pertahanan: (1) menutup ruang gerak dengan menjaga jarak lengan dan membatasi sudut lari lawan, serta (2) memotong jalur operan (intercepting) dengan membaca pandangan mata pengoper dan menempatkan badan di garis lintasan bola (8 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (berisi 3-4 anak) secara berpasangan mengamati dan menirukan langkah kaki bertahan (lateral slide/geser samping tanpa menyilangkan kaki) di tempat dan maju-mundur sepanjang garis lapangan dengan fokus kesadaran posisi tubuh tegak-rendah (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memperagakan latihan bertahan drill 2 lawan 1 dalam area 6x6 meter: 2 penyerang mengoper bola berjarak 4 meter, sementara 1 pemain bertahan memperagakan pergeseran tubuh aktif untuk menutup ruang gerak pembawa bola dan memotong jalur operan ke penerima; setiap murid bergantian peran bertahan sebanyak 5 kali putaran (12 menit).
  • Murid memperagakan strategi pertahanan dalam permainan invasi modifikasi 'Ruang Terbatas Kucing-Kucingan Bersekat' (3 lawan 2): tim bertahan berpasangan membagi tugas menutup ruang tembak dan memotong jalur operan dalam kotak 8x8 meter dengan target menggagalkan 5 aliran bola berturut-turut; dilakukan secara bergantian antar-regu dengan penuh antusiasme dan sportivitas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan murid untuk sesi pendinginan berpasangan sambil merefleksikan posisi kaki dan jarak ideal saat menutup gerak lawan agar tidak mudah dilewati (5 menit).
  • Murid mengevaluasi peragaan gerak pertahanannya sendiri: apakah tubuh sudah cukup rendah dan apakah gerakan tangan aktif membantu menutup lintasan operan lawan selama simulasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa peragaan pertahanan murid di lapangan berdasarkan hasil observasi pengamatan gerak (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda penguatan untuk pertemuan berikutnya mengenai pertahanan satu lawan satu dan pertahanan wilayah (2 menit).
  • Guru memimpin doa penutup, mengingatkan murid untuk mencuci tangan, minum air putih, dan membubarkan barisan secara tertib (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ukuran bola yang bervariasi (bola ukuran sedang hingga standar) dan menyesuaikan lebar jarak antar-cone pada lintasan operan.
  • Proses: Bagi murid yang masih canggung mengatur posisi kaki, latihan 2 lawan 1 dilakukan dengan kecepatan operan pelan tanpa tekanan waktu; bagi murid yang sudah terampil, area dipersempit menjadi 5x5 meter dengan pembatasan maksimal 2 detik menguasai bola bagi penyerang.
  • Produk: Variasi tingkat keberhasilan peragaan pertahanan: murid bertahap mencapai penguasaan posisi tubuh menutup gerak hingga keberhasilan memotong bola (intersep).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja demonstrasi sikap dasar bertahan 1 lawan 1 di awal pertemuan (acuan ketepatan: posisi lutut ditekuk/rendah, tangan direntangkan aktif, berdiri tegak menjaga jarak 1 lengan di antara penyerang dan arah gawang/sasaran; murid dikelompokkan: 'siap' jika memenuhi 3 kriteria, 'perlu bimbingan' jika kurang dari 3 kriteria).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja gerak pertahanan dalam drill 2 lawan 1 dan modifikasi 3 lawan 2 menggunakan daftar cek 4 kriteria peragaan: (1) Posisi kuda-kuda bertahan rendah dan stabil; (2) Langkah kaki geser samping (lateral slide) tanpa menyilangkan kaki; (3) Posisi tubuh berada di antara pembawa bola dan jalur operan rekan; (4) Rentangan tangan aktif membendung/memotong arah bola (acuan: peragaan dinilai berkembang jika memenuhi minimal 3 kriteria secara konsisten saat bertahan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman peragaan mandiri: Setiap murid memperagakan 1 kali respon gerak cepat menutup jalur operan ketika penyerang mengangkat bola ke kanan atau ke kiri (acuan: murid langsung menggeser badan searah bola dengan langkah lateral dan merentangkan tangan menutup jalur lintasan dalam waktu kurang dari 2 detik).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Observasi performa sikap dasar bertahan (stance) 1 lawan 1 pada area 3x3 meter di awal pembelajaran.
  • Asesmen Proses: Lembar observasi checklist peragaan gerak pertahanan (posisi tubuh rendah, langkah lateral slide, penutupan sudut gerak, dan pemotongan jalur operan) saat aktivitas 2 lawan 1 dan 3 lawan 2.
  • Asesmen Akhir: Cek unjuk kerja singkat di akhir pembelajaran mengenai peragaan menutup 1 jalur operan secara tepat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Sikap dan Langkah Bertahan Menutup Ruang GerakMemperagakan posisi bertahan dengan kaki kaku/tegak dan sering menyilangkan kaki saat melangkah sehingga ruang gerak lawan tetap terbuka lebar.Memperagakan posisi bertahan dengan lutut ditekuk, namun langkah kaki geser masih belum stabil dan terlambat merespons perubahan gerak lawan saat menutup ruang gerak.Memperagakan posisi bertahan rendah dengan langkah lateral slide yang stabil serta konsisten menutup ruang gerak lawan pada jarak 1 jangkauan lengan.Memperagakan posisi bertahan rendah dengan langkah lateral slide yang sangat cepat, luwes, mandiri, dan konsisten menutup seluruh ruang gerak lawan secara efektif.
Peragaan Strategi Menutup dan Memotong Jalur Operan LawanBelum mampu menempatkan badan pada lintasan bola dan tangan pasif di samping badan sehingga lawan bebas mengoper.Mampu menempatkan badan di dekat lintasan bola, namun rentangan tangan belum aktif dan peragaan memotong jalur operan dilakukan dengan bantuan aba-aba guru.Mampu memperagakan penempatan badan di antara pengoper dan penerima secara tepat serta merentangkan tangan aktif membendung/memotong jalur operan secara mandiri.Mampu memperagakan penempatan badan secara antisipatif di jalur operan, merentangkan tangan secara aktif menutup sudut umpan, dan sukses memotong laju bola secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit pada aktivitas drill 2 lawan 1 dan 15 menit pada permainan 3 lawan 2 mencukupi bagi seluruh murid untuk mencoba peran bertahan secara seimbang?
  • Bagian mana dari peragaan gerak menutup jalur operan yang paling sering keliru dilakukan oleh murid, dan bagaimana modifikasi drill untuk memperbaikinya di pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apa kesulitan utama yang kamu rasakan saat harus menjaga jarak dan menutup arah operan lawan secara bersamaan?
  • Bagaimana posisi kaki dan tanganmu yang paling membuat lawan kesulitan mengoperkan bola kepada temannya?

Pertemuan 4 — Memperagakan Strategi Gerak Pertahanan: Menjaga Lawan Satu Lawan Satu dan Pertahanan Wilayah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Memperagakan strategi gerak pertahanan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berfokus pada kelincahan gerak kaki (footwork shuffle) (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid memperagakan sikap dasar bertahan (defensive stance: lutut ditekuk, badan condong ke depan, tangan membentang) dan menjawab cepat perbedaan fokus penjagaan: 'Siapa yang kamu ikuti saat satu lawan satu?' (acuan: mengikuti satu pemain lawan tertentu) dan 'Apa yang kamu jaga saat pertahanan wilayah?' (acuan: menjaga area atau zona tertentu yang ditentukan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan langsung mengenai 2 bentuk strategi pertahanan: (1) Pertahanan Satu Lawan Satu (man-to-man marking: menempel ketat pemain lawan ke mana pun bergerak, menjaga jarak 1 lengan, membatasi ruang tembak/operan), dan (2) Pertahanan Wilayah (zone defense: menjaga area/kuadran lapangan sendiri, bergeser menutup ruang sesuai arah datangnya bola tanpa meninggalkan zona tanggung jawab) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan latihan terstruktur dalam format simulasi permainan invasi modifikasi 3 vs 3 pada lapangan berukuran 10x15 meter: Babak 1 menerapkan strategi pertahanan satu lawan satu (setiap pemain bertahan memilih dan menjaga ketat satu pemain penyerang spesifik untuk menghalangi pergerakan dan memotong operan) (18 menit).
  • Permainan beralih ke Babak 2 (Tantangan 'Benteng Zona'): Murid memperagakan strategi pertahanan wilayah di mana lapangan dibagi menjadi 3 zona horizontal (kiri, tengah, kanan); setiap pemain bertahan bertanggung jawab penuh memblokir operan dan menutup pergerakan penyerang yang masuk ke zonanya tanpa keluar berpindah zona secara sembarangan (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dan mengidentifikasi keberhasilan peragaan gerak bertahan masing-masing: menilai apakah sikap tubuh bertahan sudah stabil, apakah posisi tubuh selalu berada di antara penyerang/bola dan gawang sasaran, serta menentukan situasi di mana pertahanan satu lawan satu vs zona terasa lebih kokoh (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan statis untuk mengendurkan otot kaki dan punggung bawah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap peragaan strategi bertahan yang dilakukan, melakukan cek pemahaman akhir, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan visualisasi pembagian garis batas zona menggunakan cone berwarna terang bagi murid yang membutuhkan panduan visual batas wilayah jaga.
  • Proses: Bagi murid yang masih canggung memperagakan gerak bertahan, permainan dilakukan dengan kecepatan jalan cepat/tanpa lari kencang terlebih dahulu; bagi murid yang sudah mahir, luas zona jaga diperbesar dan penyerang diberikan tempo gerak lebih cepat.
  • Produk: Variasi unjuk kerja gerak dinilai berdasarkan ketepatan posisi tubuh dan disiplin penjagaan (menempel orang vs mengawal zona).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan sikap dasar bertahan (defensive stance) dan tanya jawab singkat fokus penjagaan: (1) Fokus satu lawan satu (acuan: menempel dan mengikuti pemain lawan tertentu yang ditugaskan); (2) Fokus wilayah/zona (acuan: menjaga area lapangan tertentu dan pemain lawan mana pun yang masuk ke area tersebut).

Proses:

  • Pengamatan langsung selama simulasi 3 vs 3 babak 1 dan babak 2: Mengamati peragaan murid dalam (1) menjaga posisi tubuh di antara lawan/bola dengan sasaran, (2) disiplin menempel pemain target pada man-to-man, dan (3) disiplin mengawal kuadran wilayah pada zone defense tanpa meninggalkan pos.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan peragaan kilat di akhir sesi: Meminta 2 pasang perwakilan murid memperagakan kembali posisi tubuh saat menjaga lawan 1 lawan 1 (jarak 1 jangkauan tangan, membelakangi gawang sendiri) dan 1 kelompok memperagakan formasi blokade wilayah 3 zona (acuan: penempatan diri sejajar menutup ruang gerak sesuai kuadran kiri-tengah-kanan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan strategi pertahanan satu lawan satu (man-to-man) dan pertahanan wilayah (zone defense) menggunakan lembar ceklis kinerja gerak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Strategi Pertahanan Satu Lawan Satu (Man-to-Man)Belum mampu memperagakan penjagaan satu lawan satu; sering kehilangan pemain lawan yang dijaga atau berdiri membelakangi lawan.Memperagakan penjagaan satu lawan satu tetapi posisi berdiri sering terlalu jauh (>2 meter) sehingga lawan mudah bergerak dan mengoper.Mampu memperagakan penjagaan satu lawan satu secara tepat (menjaga jarak 1 rentangan tangan, posisi tubuh selalu di antara lawan dan gawang/sasaran).Konsisten memperagakan penjagaan satu lawan satu secara tepat, lincah mengantisipasi gerak tipu lawan, dan mandiri menutup jalur operan lawan tanpa melakukan pelanggaran.
Peragaan Strategi Pertahanan Wilayah (Zone Defense)Belum mampu memperagakan pertahanan wilayah; selalu terpancing mengejar bola keluar dari area tanggung jawabnya sehingga zonanya kosong.Memperagakan pertahanan wilayah tetapi sering terlambat bergeser menutup ruang saat pemain penyerang memasuki zonanya.Mampu memperagakan pertahanan wilayah secara disiplin di zonanya sendiri dan aktif menutup ruang tembak ketika lawan memasuki zonanya.Konsisten memperagakan pertahanan wilayah dengan koordinasi posisi yang rapat, sigap memotong arah datangnya bola, dan menjaga integritas area pertahanan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x40 menit cukup memberikan kesempatan bagi semua murid untuk mempraktikkan kedua bentuk strategi pertahanan?
  • Bagian latihan mana yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan peran menjaga orang vs menjaga wilayah?

Murid:

  • Strategi pertahanan mana yang terasa lebih menantang bagimu, menjaga satu orang secara terus-menerus atau menjaga area zonamu sendiri?
  • Apa kesulitan utama yang kamu rasakan saat harus menjaga lawan tanpa melakukan kontak fisik pelanggaran?

Pertemuan 5 — Membuktikan Efektivitas Strategi Gerak serta Menerapkan Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan Kelompok dalam Berbagai Situasi Permainan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
  • TP 7.2.4 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan pemanasan dinamis berbasis koordinasi beregu dan menyampaikan keterkaitan pembelajaran dengan pertemuan sebelumnya (7 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terstruktur mengenai pembuktian strategi gerak dan kolaborasi keputusan kelompok (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang menyimak lembar tantangan 2 situasi permainan beregu: Situasi A (ruang tengah dijaga ketat oleh 3 pemain bertahan) dan Situasi B (lawan menekan tinggi satu lawan satu di area sendiri) (5 menit).
  • Murid berdiskusi aktif dalam kelompok untuk menentukan keputusan bersama mengenai strategi gerak yang akan diuji coba pada masing-masing situasi (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menguji coba secara bergantian 2 pilihan strategi pada Situasi A: Strategi 1 (menerobos langsung lewat tengah) vs Strategi 2 (melebarkan bola ke sayap memanfaatkan ruang kosong luar), mencatat frekuensi keberhasilan mencetak angka/lolos dari 4 kali percobaan tiap strategi (10 menit).
  • Kelompok melanjutkan uji coba pada Situasi B: Strategi 1 (umpan-umpan pendek cepat satu-dua sentuhan) vs Strategi 2 (umpan lambung langsung jauh ke depan), dengan setiap anggota menerapkan peran kolaborasi dan mengambil keputusan gerak saat permainan berlangsung selama 4 kali percobaan tiap strategi (15 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan mini 'Uji Taktik Beregu' (4 lawan 4) dengan aturan dinamis di mana kapten tim berhak mengambil 'time-out taktis' selama 30 detik untuk memutuskan perubahan strategi gerak sesuai situasi pertahanan lawan yang dihadapi di lapangan (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya membandingkan data skor/keberhasilan dari uji coba dan membuktikan secara tertulis pada lembar kelompok strategi mana yang paling efektif beserta bukti datanya (5 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat mengenai bagaimana proses pengambilan keputusan kelompok dan pembagian peran kolaborasi telah memengaruhi keberhasilan permainan tim mereka (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan statis untuk memulihkan denyut nadi dan relaksasi otot (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif berdasarkan lembar bukti efektivitas strategi dan observasi kolaborasi kelompok, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar situasi gerak dengan variasi jumlah penjaga yang berbeda tingkat kepadatannya (misal: 2 penjaga pasif untuk kelompok yang membutuhkan perancah, 3-4 penjaga aktif untuk kelompok mahir).
  • Proses: Kelompok pemula diberikan opsi 2 strategi terarah yang sudah terdefinisi jelas untuk diuji, sementara kelompok mahir dipersilakan merumuskan sendiri 2 variasi strategi alternatif dalam menghadapi situasi permainan.
  • Produk: Kelompok membuktikan efektivitas melalui perbandingan tabel frekuensi keberhasilan sederhana atau diagram analitis taktis kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai 2 pertanyaan berikut: (1) 'Jika lawan menumpuk 3 pemain di area tengah, strategi penyerangan apa yang paling efektif dan apa buktinya?' (acuan: strategi efektif adalah mengalirkan bola ke area sayap/ruang kosong luar karena area tengah tertutup padat; buktinya persentase lolos atau peluang mencetak angka lebih tinggi); (2) 'Bagaimana kelompokmu mengambil keputusan jika strategi yang direncanakan gagal?' (acuan: melakukan komunikasi cepat/kesepakatan bersama antaranggota untuk beralih ke strategi alternatif).

Proses:

  • Formatif 1: Penilaian lembar bukti efektivitas strategi gerak kelompok pada 2 situasi gerak (Situasi A dan Situasi B). Kriteria penerimaan: kelompok membuktikan pilihan strategi dengan membandingkan data hasil uji coba 4 kali percobaan (contoh acuan: pada Situasi A, Strategi 2 efektif dengan 3 dari 4 berhasil lolos, sedangkan Strategi 1 hanya 1 dari 4 lolos karena ruang tengah tertutup).
  • Formatif 2: Lembar observasi kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok saat simulasi 'Uji Taktik Beregu' menggunakan indikator: seluruh anggota kelompok terlibat aktif menyepakati peran posisi dan mengeksekusi keputusan bersama saat situasi permainan berubah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup pada lembar kelompok berisi butir verifikasi: 'Tuliskan kesimpulan pembuktian strategi gerak kelompokmu pada Situasi A dan B beserta 1 keputusan kelompok paling menentukan di lapangan' (kriteria penerimaan: memuat perbandingan data hasil uji kedua strategi pada masing-masing situasi secara faktual dan menyebutkan 1 keputusan penyesuaian taktik yang disepakati bersama).

Formatif:

  • Observasi lembar unjuk kerja kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok saat uji situasi permainan
  • Pemeriksaan lembar pembuktian efektivitas strategi gerak (analisis data keberhasilan uji coba)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membuktikan efektivitas strategi gerak dalam situasi gerak yang berbeda (TP 7.2.3)Belum mampu membuktikan efektivitas strategi gerak berdasarkan data uji coba pada Situasi A maupun Situasi B.Mampu membuktikan efektivitas strategi gerak hanya pada 1 situasi gerak (Situasi A atau B) berdasarkan perbandingan data uji coba.Mampu membuktikan efektivitas strategi gerak pada kedua situasi gerak (Situasi A dan B) secara tepat berdasarkan perbandingan data hasil uji coba kelompok.Mampu membuktikan efektivitas strategi gerak pada kedua situasi gerak secara tepat dan komprehensif berdasarkan data uji coba serta merumuskan alasan taktis pendukungnya secara mandiri.
Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok (TP 7.2.4)Belum menerapkan kolaborasi dan belum terlibat dalam proses pengambilan keputusan kelompok dalam aktivitas jasmani.Menerapkan kolaborasi dengan menjalankan peran sendiri tetapi belum konsisten terlibat dalam pengambilan keputusan bersama saat situasi permainan berubah.Menerapkan kolaborasi dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan bersama kelompok secara konsisten selama uji coba dan simulasi permainan.Menerapkan kolaborasi yang solid serta memimpin/mendorong pengambilan keputusan kelompok yang tepat dan adaptif dalam menghadapi setiap perubahan situasi permainan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain situasi gerak A dan B cukup menantang murid untuk membuktikan perbedaan efektivitas strategi?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam proses pengambilan keputusan bersama selama aktivitas berlangsung?

Murid:

  • Bukti nyata apa yang membuat kelompokmu yakin bahwa strategi yang dipilih adalah yang paling efektif?
  • Bagaimana perasaanmu ketika keputusan yang diambil bersama kelompok berhasil memecahkan kebuntuan permainan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Memperagakan strategi gerak penyerangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  • TP 7.2.2 Memperagakan strategi gerak pertahanan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  • TP 7.2.3 Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda
  • TP 7.2.4 Menerapkan kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani

Pendahuluan:

  • Guru mengumpulkan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, serta memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada kesiapan fisik kardiorespirasi dan kelenturan sendi (6 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 2, yaitu unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi 4 lawan 4 dan lembar evaluasi analisis efektivitas strategi gerak, serta membacakan kriteria rubrik penilaian secara transparan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok (masing-masing 4 orang) mencermati bagan pembagian 4 lapangan kecil, aturan simulasi permainan modifikasi (2 babak x 10 menit), instruksi lembar observasi guru, serta format lembar evaluasi analisis efektivitas strategi (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap regu melaksanakan tugas unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi 4 lawan 4 serentak di lapangan kecil: babak 1 selama 10 menit (fokus memperagakan strategi penyerangan membuka/memanfaatkan ruang kosong tanpa bola dan mengalirkan bola ke sasaran) dan babak 2 selama 10 menit (fokus memperagakan strategi pertahanan menutup ruang gerak/jalur operan lawan serta sistem satu lawan satu/wilayah) dengan pembagian peran dan kolaborasi tim terorganisasi, sementara guru melakukan observasi terstruktur (36 menit).
  • Setiap kelompok duduk di pinggir lapangan menyelesaikan tugas analisis taktik pada Lembar Evaluasi Efektivitas Strategi Gerak secara mandiri berdasarkan dua skenario situasi nyata yang dihadapi saat simulasi (acuan isi terstandar): Skenario 1 (Menghadapi pertahanan zona ketat: membuktikan efektivitas taktik operan cepat memancing lawan keluar ruang vs menggiring langsung; bukti efektif: sirkulasi bola cepat membuka ruang tembak bebas); Skenario 2 (Mengantisipasi serangan balik cepat lawan: membuktikan efektivitas transisi bertahan cepat menutup jalur tengah vs mengejar pembawa bola secara serentak; bukti efektif: membagi 2 pemain menutup jalur tengah dan 2 pemain menekan pembawa bola berhasil merebut bola kembali) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mengumpulkan lembar evaluasi yang telah diselesaikan kepada guru dan bersama kelompoknya mengevaluasi ketepatan keputusan strategi gerak yang telah diperagakan di lapangan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) untuk menurunkan denyut nadi serta merelaksasi otot-otot tungkai dan lengan (3 menit).
  • Guru memberikan evaluasi umum atas pelaksanaan asesmen unjuk kerja bab 2, menyampaikan apresiasi atas sportivitas dan kolaborasi murid, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks instruksi dan lembar evaluasi disediakan dalam format cetak jelas dengan ukuran huruf terbaca, tanpa mengurangi indikator atau kompleksitas analisis taktik.
  • Proses: Akomodasi akses: kelompok yang memerlukan ruang gerak adaptif diberikan penyesuaian penanda cone lapangan yang lebih kontras tanpa mengubah peraturan taktik penyerangan/pertahanan 4 lawan 4.
  • Produk: Akomodasi akses: penyampaian respon pada lembar evaluasi analisis taktik dapat dituliskan dalam bentuk poin-poin terstruktur atau bagan alur keputusan taktis dengan standar pembuktian efektivitas yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi dan evaluasi kinerja kelompok: rekaman performa gerak taktik penyerangan, pertahanan, dan kerja sama tim dalam permainan beregu modifikasi yang diamati dengan lembar observasi, serta lembar evaluasi penentuan efektivitas strategi
  • unjuk kerja permainan kelompok modifikasi: peragaan taktik membuka/memanfaatkan ruang saat menyerang, menjaga area/lawan saat bertahan, serta komunikasi dan pembagian peran tim dalam simulasi permainan 4 lawan 4 (dilaksanakan serentak di 3-4 lapangan kecil, 2 babak x 10 menit dengan rotasi pengamatan guru) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja strategi gerak dan kolaborasi tim)
  • penilaian kinerja analisis taktik: lembar evaluasi kelompok yang memuat pembuktian dan perbandingan efektivitas strategi penyerangan dan pertahanan pada dua skenario situasi gerak yang dihadapi selama simulasi permainan (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik evaluasi efektivitas strategi gerak)

Sumatif:

  • unjuk kerja simulasi permainan beregu modifikasi dan evaluasi kinerja kelompok: rekaman performa gerak taktik penyerangan, pertahanan, dan kerja sama tim dalam permainan beregu modifikasi yang diamati dengan lembar observasi, serta lembar evaluasi penentuan efektivitas strategi
  • unjuk kerja permainan kelompok modifikasi: peragaan taktik membuka/memanfaatkan ruang saat menyerang, menjaga area/lawan saat bertahan, serta komunikasi dan pembagian peran tim dalam simulasi permainan 4 lawan 4 (dilaksanakan serentak di 3-4 lapangan kecil, 2 babak x 10 menit dengan rotasi pengamatan guru) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja strategi gerak dan kolaborasi tim)
  • penilaian kinerja analisis taktik: lembar evaluasi kelompok yang memuat pembuktian dan perbandingan efektivitas strategi penyerangan dan pertahanan pada dua skenario situasi gerak yang dihadapi selama simulasi permainan (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik evaluasi efektivitas strategi gerak)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Strategi Gerak Penyerangan (TP 7.2.1)Hanya diam di posisi awal atau hanya bergerombol mengikuti bola tanpa upaya menciptakan atau memanfaatkan ruang kosong saat tim menyerang.Mencoba bergerak mencari ruang kosong namun pergerakan tanpa bola dan alur operan ke sasaran masih sering tertutup oleh lawan.Secara tepat memperagakan gerak membuka ruang kosong tanpa bola dan mengalirkan bola ke sasaran penyerangan bersama tim sesuai taktik.Secara tepat dan konsisten memperagakan gerak membuka dan memanfaatkan ruang kosong tanpa bola, mengalirkan bola akurat, serta menembak ke sasaran secara mandiri dan efektif dalam berbagai momen menyerang.
Strategi Gerak Pertahanan (TP 7.2.2)Tidak melakukan upaya penjagaan, membiarkan pemain lawan bebas membawa bola dan bergerak masuk ke daerah pertahanan.Melakukan penjagaan tetapi kerap salah posisi dalam menutup ruang gerak dan jalur operan lawan (hanya fokus melihat bola).Secara tepat memperagakan gerak menutup ruang gerak lawan, memotong jalur operan, serta menjalankan pembagian tugas pertahanan wilayah/satu lawan satu bersama tim.Secara tepat dan konsisten membaca arah pergerakan lawan, sigap menutup ruang dan jalur operan, serta menerapkan transisi pertahanan wilayah/satu lawan satu secara disiplin dan terkontrol.
Pembuktian Efektivitas Strategi Gerak (TP 7.2.3)Lembar evaluasi tidak memuat pembuktian efektivitas dan gagal membandingkan strategi pada kedua skenario yang dihadapi.Membuktikan efektivitas strategi gerak secara tepat hanya pada 1 dari 2 skenario (Skenario 1 atau Skenario 2) pada lembar evaluasi acuan.Membuktikan efektivitas strategi gerak secara tepat pada kedua skenario (Skenario 1: operan cepat membongkar zona; Skenario 2: transisi menutup jalur tengah mematahkan serangan balik) disertai bukti catatan hasil simulasi.Membuktikan efektivitas strategi gerak secara tepat, komprehensif, dan logis pada kedua skenario disertai perbandingan alternatif taktik lain dan data ketercapaian poin selama simulasi.
Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan Kelompok (TP 7.2.4)Bermain secara individualis, tidak ada komunikasi dalam tim, dan menolak peran yang ditentukan bersama.Menerapkan pembagian peran tim namun komunikasi dan pengambilan keputusan saat terjadi pergantian situasi bermain masih belum sinkron.Menerapkan kolaborasi yang solid, berkomunikasi aktif, dan mengambil keputusan peran bertahan/menyerang bersama kelompok secara terkoordinasi.Menerapkan kolaborasi yang sangat solid, menunjukkan kepemimpinan timbal balik, sigap mengambil keputusan taktis bersama secara cepat dan adaptif saat situasi permainan berubah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pelaksanaan asesmen sumatif simulasi permainan modifikasi 4 lawan 4 di seluruh lapangan kecil berjalan tertib dan teramati secara adil?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh pada Bab 2 terkait keterampilan memperagakan taktik gerak dan kemampuan membuktikan efektivitas strategi secara analitis?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dan mengambil keputusan strategi gerak bersama kelompok dalam simulasi permainan tadi?
  • Pelajaran terpenting apa yang kamu dapatkan mengenai pentingnya strategi gerak penyerangan dan pertahanan dalam olahraga beregu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Puskurbuk Kemendikbudristek 2024
  2. Buku Teks Utama PJOK Kelas VII, Kemendikbudristek 2024
  3. Cone / marker pembatas ruang, bola sepak/basket/futsal, dan peluit
  4. Buku Panduan Guru PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021).
  5. Buku Siswa PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021).
  6. Bola futsal/sepak bola/bola tangan, penanda conus (cones), dan gawang mini.
  7. Buku Panduan Guru PJOK Kelas VII SMP/MTs, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
  8. Buku Siswa PJOK Kelas VII SMP/MTs, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
  9. Peluit, cone/penanda rintangan (12 buah), bola (bola sepak/basket/futsal modifikasi 8 buah), rompi latihan (2 warna berbeda).
  10. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024 (Bab II Memperagakan Strategi Gerak).
  11. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2024.
  12. Lapangan olahraga / halaman sekolah.
  13. Bola (bola sepak, bola tangan, atau bola basket modifikasi) dan cone/marker pembatas zona.
  14. Buku Siswa PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2024), Bab 2 Memperagakan Strategi Gerak
  15. Buku Panduan Guru PJOK SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2024)
  16. Bola modifikasi (sepak bola/bola tangan/basket), kerucut (cone) pembatas, rompi tim 2 warna, peluit, dan lembar kerja analisis taktik kelompok
  17. Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek RI.
  18. Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek RI.
  19. Lapangan olahraga sekolah (lapangan basket/futsal/voli yang dimodifikasi menjadi 4 area kecil).
  20. Bola permainan modifikasi (bola sepak/basket/tangan), rompi penanda tim (2 warna berbeda), cone/mangkuk penanda batas.
  21. Lembar Observasi Unjuk Kerja Strategi Gerak Guru dan Lembar Evaluasi Kinerja Kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.