MODUL AJAR PJOK — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 1 — Meningkatkan Keterampilan Gerak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Meningkatkan Keterampilan Gerak |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.1.1 Menerapkan keterampilan gerak dasar melempar dan menangkap ke dalam situasi gerak berpasangan
- TP 7.1.2 Mentransfer keterampilan gerak dasar ke dalam situasi gerak spesifik olahraga
- TP 7.1.3 Menerapkan keterampilan gerak akuisisi fase latihan ke dalam situasi gerak aktivitas permainan
- TP 7.1.4 Mentransfer keterampilan gerak berdasarkan umpan balik ke dalam situasi gerak permainan bola
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana posisi tangan dan dorongan lengan agar lemparan setinggi dada dapat meluncur lurus dan mudah ditangkap pasanganmu?
- Mengapa saat menangkap lemparan dari atas kepala, kedua tangan perlu menyongsong bola dan ditarik sedikit ke belakang mengikuti laju bola?
- Bagaimana cara memantulkan bola ke lantai agar memantul tepat ke dada teman saat situasi dihalangi lawan?
- Apa perbedaan dorongan tangan saat melempar pantul langsung berpasangan statis dibandingkan saat melakukan gerak spesifik lempar pantul dalam situasi permainan bola basket?
- Bagaimana gerakan lemparan atas yang biasa kita lakukan dapat disesuaikan saat melempar bola tangan ke teman yang sedang berlari?
- Apa perbedaan posisi tangan dan pelepasan bola ketika melakukan lemparan atas biasa dibandingkan operan atas pada bola tangan?
- Bagaimana pengulangan latihan gerak melempar dan menangkap dapat membantu kalian saat bermain dalam permainan yang dimodifikasi?
- Mengapa kita perlu menguasai tahapan latihan lempar-tangkap sebelum langsung terjun ke dalam permainan cepat?
- Apa yang biasanya kamu ubah dalam gerakan melempar ketika teman memberitahumu bahwa lemparanmu terlalu melambung tinggi?
- Bagaimana masukan atau koreksi gerak dari guru dan teman dapat membantumu mencetak angka atau mengalirkan bola dalam permainan tim?
- Bagaimana kesiapan teknik melempar dan menangkap bola saat kamu praktikkan bersama pasangan dalam jarak target?
- Bagaimana cara kamu menyesuaikan arah lemparan dan posisi tangkapan bola saat menerima koreksi atau umpan balik di tengah permainan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Keterampilan Gerak Dasar Melempar dan Menangkap Dada serta Atas Kepala Berpasangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan keterampilan gerak dasar melempar dan menangkap ke dalam situasi gerak berpasangan
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, mengucapkan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis yang berfokus pada peregangan sendi bahu, siku, pergelangan tangan, serta koordinasi langkah kaki (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik peragaan lempar tangkap dada mandiri (3 kali pantulan ke dinding), dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai teknik operan berpasangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan tahapan keterampilan gerak melempar dada (chest pass) dan lemparan atas kepala (overhead pass) serta teknik menangkap berpasangan di depan murid (5 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati dan menirukan gerak tanpa bola (gerak bayangan) untuk memastikan posisi kedua ibu jari menghadap ke bawah/luar saat pelepasan bola dada serta posisi bola di atas dahi saat lemparan atas kepala (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mempraktikkan keterampilan gerak lempar tangkap dada berpasangan pada jarak 6 meter secara bergantian sebanyak 10 kali lemparan per pasang (10 menit).
- Murid mempraktikkan keterampilan gerak lempar tangkap atas kepala berpasangan pada jarak 6 meter secara bergantian sebanyak 10 kali lemparan per pasang (15 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Rally 10 Operan Tanpa Jatuh' yang menggabungkan variasi lemparan dada dan atas kepala secara bergantian dalam batas waktu 2 menit (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan gerak lemparan dan tangkapan berdasarkan ceklis ketercapaian gerak berpasangan serta mendiskusikan kendala arah bola (5 menit).
Penutup:- Guru memandu aktivitas pendinginan (stretching relaksasi lengan dan kaki) serta mengatur ritme napas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap pelaksanaan latihan gerak berpasangan, membimbing refleksi singkat ketercapaian target, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bola dengan ukuran dan berat standar (bola basket/bola tangan ukuran 5) untuk kelompok reguler dan bola busa/bola karet ringan untuk kelompok yang masih memerlukan adaptasi kekuatan lengan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pada jarak lebih dekat (3-4 meter) dengan fokus ketepatan tangkapan, sedangkan murid yang sudah mahir menambah variasi dengan melangkah mundur ke jarak 7-8 meter atau melakukan operan setelah 1 langkah gerak berpindah.
- Produk: Tingkat keberhasilan unjuk kerja disesuaikan berdasarkan jumlah tangkapan bersih berpasangan dari rangkaian 10 kali percobaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik peragaan lempar tangkap dada mandiri ke dinding pantul sebanyak 3 kali repetisi dengan jarak 2 meter. Acuan kesiapan: (1) Murid mampu melempar dan menangkap bola pantul minimal 2 kali tanpa terjatuh menandakan kesiapan koordinasi lempar tangkap; (2) Murid yang belum mampu 2 kali tangkapan diberi pendampingan jarak 1,5 meter.
Proses:- Pengamatan performa saat tahap Mengaplikasi pada dua tugas gerak berpasangan jarak 6 meter: (1) Tugas Gerak Dada (10 repetisi lempar tangkap dada berpasangan; acuan: bola meluncur lurus setinggi dada teman dan ditangkap dengan dua tangan meredam); (2) Tugas Gerak Atas Kepala (10 repetisi lempar tangkap atas kepala berpasangan; acuan: pelepasan bola dari atas dahi membentuk parabola terarah dan ditangkap di atas dada/wajah).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja tantangan 'Rally 10 Operan Tanpa Jatuh' berpasangan (kombinasi 5 lemparan dada dan 5 lemparan atas kepala). Acuan penilaian: pasangan berhasil menyelesaikan minimal 7 dari 10 operan dengan bola tertangkap sempurna oleh pasangan tanpa jatuh ke lantai.
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak dasar melempar dada dan lempar atas kepala berpasangan menggunakan rubrik checklist performa.
- Ceklis ketercapaian reli tangkap berpasangan (Rally 10 Operan) pada tahap aplikasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Gerak Lempar Tangkap Dada Berpasangan | Melakukan lempar tangkap dada berpasangan jarak 6 meter dengan hasil kurang dari 4 operan yang tepat sasaran dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan. | Melakukan lempar tangkap dada berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 4 sampai 6 operan tepat sasaran dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara terbimbing. | Melakukan lempar tangkap dada berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 7 sampai 8 operan tepat sasaran dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara mandiri. | Melakukan lempar tangkap dada berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 9 sampai 10 operan tepat sasaran dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara mandiri dan konsisten. | | Penerapan Keterampilan Gerak Lempar Tangkap Atas Kepala Berpasangan | Melakukan lempar tangkap atas kepala berpasangan jarak 6 meter dengan hasil kurang dari 4 operan terarah dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan. | Melakukan lempar tangkap atas kepala berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 4 sampai 6 operan terarah dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara terbimbing. | Melakukan lempar tangkap atas kepala berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 7 sampai 8 operan terarah dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara mandiri. | Melakukan lempar tangkap atas kepala berpasangan jarak 6 meter dengan hasil 9 sampai 10 operan terarah dan tertangkap sempurna dari 10 percobaan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan berpasangan jarak 6 meter cukup memfasilitasi murid menguasai teknik lempar dada dan atas kepala?
- Bagaimana efektivitas diferensiasi jarak dan ukuran bola dalam membantu murid yang mengalami kesulitan menangkap bola?
Murid:- Gerakan mana yang lebih mudah kamu lakukan bersama pasanganmu: lemparan dada atau lemparan atas kepala? Jelaskan kendalamu!
- Bagaimana caramu membantu pasangan agar bola yang kamu lempar dapat ditangkap dengan tepat dan tidak terlepas?
Pertemuan 2 — Mentransfer Keterampilan Gerak Dasar Lempar Pantul dan Tangkap ke Situasi Gerak Spesifik Bola Basket — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Mentransfer keterampilan gerak dasar ke dalam situasi gerak spesifik olahraga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berorientasi gerak tangan serta tungkai (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja: meminta setiap murid melakukan 3 kali lemparan pantul dasar ke dinding atau pasangan dari jarak 3 meter untuk memetakan kesiapan gerak dasar lempar pantul dan tangkap (acuan diagnostik: titik pantul 2/3 jarak ke target, bola setinggi dada, tangkapan kedua tangan mengeper) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan transfer keterampilan gerak dasar lempar pantul dan tangkap ke situasi gerak spesifik bola basket (bounce pass saat bergerak/menerobos), lalu meminta murid mengamati 3 komponen mekanik transfer gerak: (1) dorongan dua tangan dari dada ke arah lantai (2/3 jarak menuju rekan), (2) lecutan pergelangan tangan mengarah keluar-bawah, dan (3) posisi jemari membuka menyerap bola saat menangkap bola basket (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan mempraktikkan transfer gerak dasar lempar pantul dan tangkap ke situasi gerak spesifik bola basket statis berjarak 4 meter sebanyak 10 kali ulangan secara bergantian dengan fokus akurasi titik pantul dan tangkapan dada (15 menit).
- Murid berpasangan mempraktikkan tantangan menggembirakan 'Tantangan 10 Pantulan Cepat': melakukan lempar pantul dan tangkap bola basket sambil bergerak menyamping berpasangan sepanjang 10 meter bolak-balik tanpa menjatuhkan bola (15 menit).
- Murid mengaplikasikan transfer keterampilan lempar pantul dan tangkap ke dalam situasi gerak spesifik bola basket 2 lawan 1 dengan pembatas bayangan (defender pasif/semi-aktif) untuk melatih ketepatan melepas pantulan melewati rintangan lawan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mengevaluasi keberhasilan transfer gerak: mengidentifikasi apakah titik pantulan bola sudah tepat 2/3 jarak menuju rekan dan bagaimana penyesuaian posisi tangan saat menangkap bola basket yang memantul kencang (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis untuk meregangkan otot lengan, bahu, dan tungkai (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik proses terkait capaian transfer gerak lempar pantul dan tangkap ke gerak spesifik bola basket, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bola basket standar ukuran 7 untuk murid siap, serta bola basket busa atau ukuran 5 berbobot lebih ringan bagi murid yang memerlukan penyesuaian kekuatan dorongan.
- Proses: Bagi murid yang masih canggung memantulkan bola, jarak pasangan diperpendek menjadi 2,5-3 meter dengan garis penanda titik pantul di lantai; bagi murid yang mahir, variasi ditingkatkan dengan menambah rintangan bayangan aktif bergerak menyamping.
- Produk: Unjuk kerja transfer keterampilan disesuaikan dalam tingkat kelancaran: murid pemula mendemonstrasikan lempar pantul dan tangkap pada formasi statis-dinamis perlahan, murid mahir mendemonstrasikannya dalam situasi 2 lawan 1 dengan tempo cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik unjuk kerja lempar pantul dasar 3 kali pengulangan berpasangan. Acuan ketercapaian: (1) posisi awal bola di depan dada, (2) dorongan lengan dan lecutan pergelangan tangan mengarahkan pantulan pada 2/3 jarak ke rekan, (3) menyerap pantulan bola setinggi pinggang-dada menggunakan kedua telapak tangan terbuka.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja transfer lempar pantul dan tangkap ke situasi spesifik bola basket: keterpenuhan 3 indikator mekanik (dorongan dua tangan dari dada ke lantai, akurasi pantulan 2/3 jarak, serta tangkapan kedua tangan mengeper saat bergerak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan unjuk kerja akhir di penutup: setiap murid melakukan 3 kali lempar pantul dan tangkap berpasangan sambil bergerak melewati rintangan pasif. Kriteria ketercapaian: minimal 2 dari 3 lemparan memantul tepat di area pantul (2/3 jarak) dan ditangkap bersih setinggi dada pasangan.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja transfer gerak dasar lempar pantul dan tangkap ke situasi gerak spesifik bola basket (lemparan pantul akurat dan tangkapan stabil pada situasi berpasangan/bermain 2 vs 1)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Transfer Gerak Lempar Pantul (Bounce Pass) ke Bola Basket | Belum mampu mentransfer gerak; pantulan bola melenceng jauh dari sasaran (titik pantul < 1/2 jarak), dorongan tidak dari dada, dan bola tidak mencapai rekan secara mandiri. | Mulai mampu mentransfer gerak; melakukan lempar pantul dari dada namun titik pantul dan arah bola masih belum konsisten (hanya 1 dari 3 lemparan tepat mengarah ke dada pasangan). | Mampu mentransfer gerak dasar lempar pantul ke situasi spesifik bola basket secara tepat (2 dari 3 lemparan jatuh di 2/3 jarak dan mengarah tepat ke dada pasangan saat berpasangan/situasi gerak). | Sangat terampil mentransfer gerak dasar lempar pantul ke situasi spesifik bola basket secara konsisten (seluruh 3 dari 3 lemparan tepat, laju bola bertenaga, dan akurat ke dada pasangan baik saat statis maupun bergerak melewati rintangan). | | Transfer Gerak Menangkap Pantulan Bola Basket | Belum mampu mentransfer gerak menangkap; kedua tangan tidak siap menyerap pantulan bola basket sehingga bola terlepas/terbentur tubuh. | Mulai mampu menangkap pantulan bola basket namun jemari kaku dan belum melakukan gerak mengeper ke dada saat menerima bola. | Mampu mentransfer gerak menangkap pantulan bola basket dengan membuka kedua telapak tangan dan menarik bola mengeper ke dada secara stabil. | Sangat terampil mentransfer gerak menangkap pantulan bola basket dengan posisi siap, telapak tangan mengontrol bola sepenuhnya dan mengeper mulus saat bergerak aktif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik transfer lempar pantul dan tangkap ke situasi gerak spesifik bola basket cukup memfasilitasi seluruh murid aktif bergerak?
- Bagaimana efektivitas media penanda titik pantul di lantai dalam membantu murid memahami jarak pantulan yang tepat?
Murid:- Bagian mana dari gerakan lempar pantul ke situasi bola basket yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Bagaimana kamu menyesuaikan posisi tangan dan badan agar tangkapan bola pantul dari pasangan tidak lepas?
Pertemuan 3 — Mentransfer Keterampilan Gerak Dasar Lemparan Atas ke Situasi Gerak Spesifik Lemparan Bola Tangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Mentransfer keterampilan gerak dasar ke dalam situasi gerak spesifik olahraga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan pemanasan dinamis berfokus pada sendi bahu, lengan, dan tungkai melalui permainan peregangan aktif berpasangan (7 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid melakukan 1 kali lemparan atas bebas ke arah dinding sejauh 5 meter untuk mengamati kesiapan gerak dasar bahu dan lecutan pergelangan tangan (acuan kesiapan: ayunan lengan dari belakang atas kepala dan pelepasan bola ke depan lurus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan transfer keterampilan lemparan atas (overhand throw) umum ke situasi gerak spesifik operan atas bola tangan (overhead/shoulder pass), dengan menekankan 3 elemen kunci penyesuaian: (1) posisi satu tangan memegang bola di samping atas kepala, (2) langkah kaki berlawanan ke depan sebagai tumpuan transfer tenaga, dan (3) lecutan pergelangan tangan terarah ke dada penerima (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengamati peragaan dan mengidentifikasi penyesuaian posisi siku dan telapak tangan saat mentransfer lemparan atas ke lemparan bola tangan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan mempraktikkan transfer gerak lemparan atas ke gerak spesifik operan atas bola tangan tanpa berpindah tempat sejauh 5 meter sebanyak 10 kali lemparan bergantian (acuan: siku ditekuk 90 derajat di atas bahu, pelepasan bola searah dada pasangan) (12 menit).
- Murid melakukan tantangan permainan berpasangan 'Target Bergerak Bola Tangan', yaitu pelempar mentransfer lemparan atas bola tangan kepada pasangannya yang sedang berjalan/joging menyamping di lintasan 8 meter, dilakukan sebanyak 8 kali lemparan secara bergantian dengan penuh semangat (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berhenti melakukan gerakan, duduk melingkar, dan memeriksa kembali ketepatan lemparannya: apakah bola sampai tepat setinggi dada rekan penerima saat rekan sedang bergerak (acuan refleksi: lintasan bola datar kencang setinggi dada, tidak melambung tinggi tanpa arah) (5 menit).
- Beberapa murid memeragakan ulang 1 kali lemparan hasil penyesuaian di hadapan rekan kelompoknya untuk memastikan konsistensi transfer gerak spesifik bola tangan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan statis untuk menurunkan ketegangan otot bahu dan lengan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai transfer gerak lemparan atas ke operan spesifik bola tangan serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bola dengan ukuran dan bobot bervariasi (bola tangan standar nomor 1 dan 2, atau bola spons/karet seukuran) sesuai kekuatan cengkeraman tangan murid.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih lemparan pada jarak 3-4 meter dalam posisi diam, sedangkan murid yang sudah mahir menambah jarak lemparan menjadi 7-8 meter dengan target rekan yang bergerak lebih cepat.
- Produk: Variasi tingkat keberhasilan transfer dinilai dari ketepatan sasaran lemparan pada jarak yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes unjuk kerja singkat: Murid melakukan 1 kali lemparan atas ke arah dinding pembatas jarak 5 meter. Kriteria kesiapan: lengan diangkat di atas garis bahu dan melontarkan bola lurus ke depan. (Acuan: Murid siap jika lengan tidak melempar dari bawah pinggang/underhand).
Proses:- Ceklis observasi transfer gerak spesifik lemparan bola tangan saat aktivitas berpasangan. Tiga indikator yang diamati: (1) Posisi bola dan siku di atas bahu saat awalan, (2) Kaki tumpu berlawanan melangkah ke depan saat melepas bola, (3) Arah lemparan mendatar setinggi dada pasangan. (Acuan ketercapaian: minimal 2 dari 3 indikator tampak konsisten).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir berpasangan: Murid melakukan 3 kali lemparan atas spesifik bola tangan ke rekan penerima yang berjarak 6 meter. Target ketepatan: minimal 2 dari 3 lemparan sampai pada area target dada penerima tanpa melambung terlalu tinggi (acuan: bola meluncur lurus setinggi dada pasangan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja transfer keterampilan lemparan atas ke gerak spesifik operan bola tangan
- Lembar ceklis observasi ketercapaian fase gerak lemparan spesifik bola tangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mentransfer keterampilan gerak dasar lemparan atas ke gerak spesifik lemparan bola tangan | Belum mampu mentransfer gerak lemparan atas ke lemparan bola tangan; posisi siku masih di bawah bahu dan lemparan tidak mengarah ke sasaran. | Mampu mentransfer gerak lemparan atas ke lemparan bola tangan tetapi posisi siku dan langkah kaki belum sinkron, menghasilkan 1 dari 3 lemparan tepat mengarah ke dada pasangan. | Mampu mentransfer gerak lemparan atas ke lemparan bola tangan dengan posisi siku di atas bahu dan melangkah tepat, menghasilkan 2 dari 3 lemparan mengarah tepat ke dada pasangan. | Mampu mentransfer gerak lemparan atas ke lemparan bola tangan secara konsisten, siku stabil di atas bahu dengan lecutan tangan akurat, menghasilkan seluruh 3 lemparan tepat ke dada pasangan baik saat diam maupun bergerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik lemparan berpasangan dan bergerak mencukupi bagi setiap murid?
- Bagaimana efektivitas penggunaan modifikasi bola terhadap keberhasilan murid mentransfer teknik lemparan atas?
Murid:- Bagian mana dari lemparan atas bola tangan yang terasa paling menantang bagimu?
- Apakah kamu berhasil mengarahkan bola tepat ke dada temanmu saat temanmu bergerak?
Pertemuan 4 — Menerapkan Keterampilan Gerak Fase Demonstrasi dan Penjelasan Latihan ke dalam Permainan Modifikasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.3 Menerapkan keterampilan gerak akuisisi fase latihan ke dalam situasi gerak aktivitas permainan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik serta perlengkapan olahraga (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menerapkan gerak lempar tangkap dari fase demonstrasi, penjelasan, dan latihan berulang ke dalam situasi permainan modifikasi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 2 murid melakukan 3 kali lemparan-tangkapan dada berjarak 3 meter sambil mengamati penguasaan gerak dasar (acuan: posisi tangan siap di dada, dorongan lurus, bola ditangkap tepat dengan dua tangan) (3 menit).
- Pemanasan dinamis terpimpin berorientasi peregangan sendi bahu, lengan, dan tungkai melalui permainan lari reaksi sederhana (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan demonstrasi visual gerak spesifik lempar tangkap dada (chest pass) dan lempar tangkap atas kepala (overhead pass), disertai penjelasan kunci gerak: posisi awal melangkah satu kaki, dorongan lengan penuh, pelepasan bola setinggi dada/atas kepala, dan posisi siap menerima bola dengan meredam laju bola (5 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar panduan tahapan latihan dan mengonfirmasi pemahaman langkah gerak dengan mempraktikkan gerakan bayangan (shadow movement) tanpa bola sebanyak 5 kali pengulangan (acuan: dorongan siku lurus dan telapak tangan menghadap keluar setelah melepas bola) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan fase latihan drill repetisi berpasangan: 10 kali lemparan dada dan 10 kali lemparan atas kepala secara bergantian dengan jarak 3–4 meter, fokus pada ketepatan sasaran ke dada pasangan (acuan: bola sampai tepat di area dada rekan tanpa jatuh ke lantai minimal 8 dari 10 lemparan) (15 menit).
- Murid bermain dalam aktivitas permainan modifikasi 'Lempar Tangkap Zona 4 vs 4': tim berusaha mengumpulkan poin dengan menyelesaikan 5 operan berturut-turut antar-anggota tim di dalam area 10x10 meter tanpa terjatuh atau direbut lawan, menerapkan gerak lempar tangkap hasil latihan drill (acuan: menerapkan operan dada/atas kepala secara akurat kepada rekan yang bergerak bebas tanpa dribbling) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan murid di tengah lapangan untuk merefleksikan keberhasilan penerapan keterampilan gerak: murid mengidentifikasi apakah gerak lemparan dan tangkapan yang dilatih saat drill sudah berhasil diterapkan dalam situasi permainan bergerak (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung terhadap keberhasilan gerak lempar-tangkap murid selama permainan modifikasi (5 menit).
Penutup:- Pendinginan (cooling down) bersama untuk menurunkan denyut jantung dan meregangkan otot lengan serta tungkai (5 menit).
- Guru bersama murid merangkum hasil belajar pertemuan ini mengenai pentingnya latihan drill sebelum diterapkan dalam permainan, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bola dengan ukuran dan bobot bervariasi (bola spon/bola basket ukuran 5 untuk murid yang membutuhkan penyesuaian daya lempar; bola basket ukuran 7 untuk murid reguler/mahir).
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, jarak lemparan pada latihan drill diperpendek menjadi 2 meter dan permainan modifikasi diberi ruang bebas tanpa penjagaan ketat; bagi murid yang cepat mahir, jarak latihan drill diperjauh menjadi 5 meter dengan penambahan variasi operan sambil berpindah tempat.
- Produk: Target ketercapaian disesuaikan pada jumlah operan sukses dalam permainan modifikasi (minimal 3 operan beruntun untuk kelompok bertahap, dan minimal 5 operan beruntun untuk kelompok mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja peragaan 3 kali lempar tangkap dada berjarak 3 meter berpasangan (kriteria acuan ketercapaian: [1] dorongan kedua lengan lurus ke depan dada rekan, [2] posisi kaki melangkah saat melempar, [3] kedua tangan terbuka menyambut bola dan menarik bola ke arah dada untuk meredam laju)
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja drill latihan berpasangan: Murid melakukan 10 kali lempar tangkap (5 dada, 5 atas kepala) dengan target akurasi (acuan: minimal 8 dari 10 lemparan terarah tepat ke area dada/atas kepala pasangan tanpa jatuh).
- Lembar observasi unjuk kerja permainan modifikasi 4 vs 4: Mengamati penerapan gerak lempar tangkap saat bergerak dan menghadapi penjagaan lawan (acuan indikator: [1] melepaskan lemparan dada/atas kepala secara terarah kepada teman yang terbuka, [2] posisi tangan siap menerima bola saat bergerak, [3] bola tidak lepas saat ditangkap).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan konfirmasi di akhir sesi: Murid memperagakan 2 kali rangkaian gerak menerima dan langsung mengoper bola ke rekan dalam tempo cepat sesuai teknik latihan (acuan: tangkapan stabil dan pelepasan operan dada akurat tanpa jeda bola terjatuh).
Formatif:- Unjuk kerja keterampilan lempar tangkap berpasangan pada fase latihan drill (10 kali pengulangan)
- Pengamatan unjuk kerja penerapan keterampilan lempar tangkap dalam situasi permainan modifikasi 4 vs 4
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Keterampilan Gerak Lempar Tangkap Fase Latihan ke Permainan Modifikasi | Belum mampu menerapkan teknik lempar dan tangkap hasil latihan ke dalam permainan modifikasi; lemparan tidak terarah dan bola sering terlepas saat berusaha menangkap (0-2 operan sukses dari 5 percobaan). | Mulai mampu menerapkan teknik lempar dan tangkap ke dalam permainan modifikasi, namun gerak masih kaku, koordinasi kaki-tangan belum stabil, dan memerlukan bimbingan guru (3 operan sukses dari 5 percobaan). | Mampu menerapkan teknik lempar dan tangkap hasil fase latihan secara mandiri dan terarah ke dalam permainan modifikasi dengan akurasi yang baik (4 operan sukses dari 5 percobaan). | Mampu menerapkan teknik lempar dan tangkap hasil fase latihan secara konsisten, akurat, dan luwes dalam berbagai situasi permainan modifikasi yang dinamis tanpa kesalahan tangkap (5 dari 5 operan sukses dilakukan secara tepat). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada fase latihan drill cukup untuk membangun koordinasi gerak murid sebelum masuk ke permainan modifikasi?
- Bagaimana keterlibatan seluruh murid dalam permainan modifikasi 4 vs 4, apakah modifikasi aturan berhasil menciptakan kesempatan bermain yang merata?
Murid:- Apakah kalian merasa gerakan lempar tangkap menjadi lebih mudah saat bermain setelah melakukan latihan pengulangan (drill)?
- Kendala apa yang kalian rasakan saat harus menangkap atau melempar bola ketika situasi permainan berlangsung cepat?
Pertemuan 5 — Mentransfer Keterampilan Gerak Berdasarkan Umpan Balik Guru dan Teman ke dalam Permainan Bola Tangan 4 vs 4 — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.4 Mentransfer keterampilan gerak berdasarkan umpan balik ke dalam situasi gerak permainan bola
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mentransfer keterampilan gerak melempar dan menangkap berdasarkan umpan balik korektif ke dalam situasi permainan bola tangan 4 vs 4 (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik gerak: murid berpasangan melakukan 3 kali operan dada pada jarak 4 meter, lalu guru mengevaluasi posisi siku dan arah dorongan bola untuk memetakan kesiapan gerak murid (acuan: siku membuka wajar di samping badan, dorongan lurus ke dada pasangan) (4 menit).
- Pemanasan dinamis dalam lingkaran kecil menggunakan permainan oper bola cepat beregu untuk mengaktifkan mobilitas persendian bahu dan tungkai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai bentuk umpan balik korektif dalam keterampilan operan bola tangan: (1) arah bola terlalu tinggi diperbaiki dengan meluruskan pergelangan tangan ke depan sejajar dada saat pelepasan bola, (2) tangkapan terlepas diperbaiki dengan membentuk telapak tangan cekung dan menarik lengan ke belakang meredam laju bola (8 menit).
- Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid melakukan simulasi operan berhadapan di mana 2 murid mempraktikkan lemparan dan 2 murid lainnya memberikan umpan balik lisan secara terstruktur menggunakan 2 kartu kriteria koreksi gerak: Kartu A 'Arah sasaran dada' dan Kartu B 'Redaman tangkapan bola' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam tim beranggotakan 4 orang untuk memainkan permainan modifikasi bola tangan 4 vs 4 pada lapangan berukuran 14 x 8 meter dengan gawang gawang kecil (cone berjarak 1,5 meter) (10 menit).
- Permainan Babak 1 (Tantangan Pembuka yang Menggembirakan): Setiap tim memainkan 4 vs 4 selama 10 menit dengan aturan skor ganda jika gol tercipta dari rangkaian minimal 3 kali operan tanpa terputus, sementara satu murid cadangan/pengamat mencatat umpan balik korektif terkait akurasi lemparan dan kesiapan tangkapan (10 menit).
- Jeda Umpan Balik (Tactical & Movement Pause): Guru dan teman satu tim memberikan umpan balik langsung kepada setiap pemain terkait kesalahan gerak yang muncul di Babak 1 (misal: lemparan melenceng karena kaki tidak melangkah maju saat melempar, atau bola lepas karena tangan kaku) (5 menit).
- Permainan Babak 2: Murid secara langsung mentransfer perbaikan teknik gerak sesuai umpan balik yang diterima ke dalam permainan 4 vs 4 babak kedua, berusaha mempertahankan penguasaan bola dan mencetak angka dengan operan yang lebih terkontrol dan akurat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Pendinginan mandiri berpasangan sambil mengayunkan lengan dan meregangkan tungkai (5 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi perubahan gerak yang mereka lakukan antara Babak 1 dan Babak 2 setelah menerima masukan dari teman/guru, serta menilai apakah penyesuaian gerak tersebut membuat aliran bola tim menjadi lebih lancar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menerima dan menerapkan umpan balik gerak secara cepat agar performa bermain bola tangan terus meningkat (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dan menyampaikan rencana asesmen sumatif unjuk kerja untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 6), kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Bagi murid yang masih canggung mentransfer umpan balik koreksi gerak saat bertanding cepat, jarak antar-pemain dipersempit dan lawan hanya diperbolehkan membayangi secara pasif (tanpa merebut bola secara agresif). Bagi murid yang telah mahir, intensitas ditingkatkan dengan menerapkan batasan waktu memegang bola maksimal 3 detik sebelum dioper ke rekan setim.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik unjuk kerja operan dada berpasangan 3 repetisi pada jarak 4 meter di awal sesi. Acuan penilaian kesiapan gerak: (1) Murid siap: posisi siku membuka wajar di samping badan dan dorongan bola lurus horizontal ke dada pasangan minimal 2 dari 3 kali percobaan; (2) Murid butuh bimbingan: dorongan bola masih melambung ke atas kepala atau menyusur tanah lebih dari 1 kali percobaan.
Proses:- Lembar observasi keterterapan umpan balik dalam permainan 4 vs 4. Guru mengamati apakah murid menyesuaikan gerak melempar dan menangkap pada Babak 2 setelah menerima koreksi di jeda permainan. Kriteria amatan konkret: (1) Menyesuaikan sudut pelepasan bola (release) setinggi dada rekan, (2) Menarik telapak tangan ke belakang untuk meredam laju bola saat menangkap.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada 3 perwakilan murid mengenai penyesuaian gerak yang dilakukan. Kriteria penerimaan jawaban operasional: Murid secara tepat menyebutkan 1 kesalahan gerak awal pada Babak 1 (misal: bola lepas karena jari rapat) dan 1 tindakan perbaikan gerak nyata yang diterapkan pada Babak 2 (misal: membuka jari membentuk mangkuk dan menarik lengan saat bola tiba).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja transfer koreksi gerak selama permainan bola tangan 4 vs 4 menggunakan lembar observasi keterterapan umpan balik
- Pemeriksaan cek pemahaman formatif di akhir pembelajaran mengenai penyesuaian gerak melempar-menangkap pasca-umpan balik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mentransfer keterampilan gerak berdasarkan umpan balik ke dalam situasi gerak permainan bola | Belum mampu menerapkan umpan balik koreksi; gerakan melempar dan menangkap pada permainan bola tangan Babak 2 masih mengulang seluruh kesalahan teknis yang terjadi di Babak 1. | Menerapkan umpan balik koreksi gerak secara parsial; mampu memperbaiki salah satu keterampilan gerak (melempar saja atau menangkap saja) pada permainan Babak 2, namun masih memerlukan pengingat lisan berulang dari guru. | Mampu mentransfer umpan balik koreksi gerak melempar dan menangkap secara tepat ke dalam situasi permainan Babak 2 secara mandiri sehingga alur bola tim menjadi lebih terarah. | Mampu mentransfer umpan balik koreksi gerak melempar dan menangkap secara konsisten dan adaptif pada setiap fase serangan maupun bertahan dalam permainan Babak 2 secara mandiri serta minim kesalahan teknis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah format jeda permainan (tactical/movement pause) efektif memfasilitasi murid dalam mencerna dan mempraktikkan umpan balik koreksi gerak?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam memberikan umpan balik antarteman menggunakan kartu kriteria gerak yang disediakan?
Murid:- Bagian teknik melempar atau menangkap mana yang paling terasa membaik setelah kamu mendengarkan masukan dari guru atau teman?
- Kesulitan apa yang masih kamu hadapi saat harus mengubah kebiasaan gerakan lama ketika situasi permainan berlangsung cepat?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan keterampilan gerak dasar melempar dan menangkap ke dalam situasi gerak berpasangan
- TP 7.1.2 Mentransfer keterampilan gerak dasar ke dalam situasi gerak spesifik olahraga
- TP 7.1.3 Menerapkan keterampilan gerak akuisisi fase latihan ke dalam situasi gerak aktivitas permainan
- TP 7.1.4 Mentransfer keterampilan gerak berdasarkan umpan balik ke dalam situasi gerak permainan bola
Pendahuluan:- Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik murid melalui peregangan dinamis terarah (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1, yakni Tugas 1 unjuk kerja sirkuit gerak berpasangan dan Tugas 2 simulasi permainan bola modifikasi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan penjelasan teknis rubrik penilaian sirkuit lempar-tangkap berpasangan dan aturan simulasi permainan bola modifikasi 4 kelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Sebanyak 14 pasang murid (28 murid) serentak melaksanakan unjuk kerja sirkuit gerak melempar-menangkap dada, atas kepala, pantul (spesifik basket), dan lemparan atas (spesifik bola tangan) pada jarak target 6 meter secara berpasangan dengan dinilai langsung oleh guru menggunakan lembar observasi (30 menit).
- Tugas 2: Sebanyak 4 kelompok (masing-masing 7 murid) melaksanakan unjuk kerja simulasi permainan bola modifikasi secara bergantian di 2 lapangan kecil dengan durasi 2 x 8 menit, menerapkan fase akuisisi gerak serta melakukan penyesuaian posisi dan teknik lempar-tangkap setelah jeda umpan balik babak pertama (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pendinginan terpandu dan secara mandiri menilai keterlaksanaan penerapan gerak lempar-tangkap serta penyesuaian yang telah dilakukan selama asesmen (3 menit).
Penutup:- Guru menyampaikan umpan balik umum mengenai performa keseluruhan sumatif bab serta menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses berupa penataan tanda visual batas lintasan sirkuit dan garis batas lapangan yang kontras tanpa mengubah jarak dan target keterampilan.
- Proses: Pemberian giliran bertanding yang terstruktur rapi pada 2 lapangan tanpa mengubah durasi, aturan modifikasi, maupun kriteria penilaian unjuk kerja.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti performa yang setara melalui rekaman lembar amatan sirkuit berpasangan dan rubrik unjuk kerja simulasi permainan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Unjuk kerja praktik keterampilan gerak berpasangan dan simulasi permainan bola modifikasi: Performa gerak dasar melempar-menangkap, transfer gerak ke teknik spesifik olahraga, serta penerapan fase akuisisi latihan dan penyesuaian gerak berdasarkan umpan balik dalam permainan
- Unjuk kerja sirkuit gerak berpasangan serentak: Rekaman amatan keterlaksanaan gerak melempar-menangkap berpasangan pada jarak target serta transfer ke pola lemparan/tangkapan spesifik olahraga bola tangan/basket yang dinilai secara serentak pada 14 pasang murid (28 murid) di lintasan sirkuit (35 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi performa dan daftar cocok transfer gerak spesifik)
- Unjuk kerja simulasi permainan bola modifikasi: Performa kelompok beranggotakan 7 murid (4 kelompok bermain bergantian dalam 2 lapangan kecil, masing-masing bertanding 2 x 8 menit) dalam menerapkan keterampilan gerak hasil fase latihan serta penyesuaian posisi/teknik lempar-tangkap setelah menerima umpan balik jeda babak (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi penerapan gerak permainan dan penyesuaian umpan balik)
Sumatif:- Unjuk kerja praktik keterampilan gerak berpasangan dan simulasi permainan bola modifikasi: Performa gerak dasar melempar-menangkap, transfer gerak ke teknik spesifik olahraga, serta penerapan fase akuisisi latihan dan penyesuaian gerak berdasarkan umpan balik dalam permainan
- Unjuk kerja sirkuit gerak berpasangan serentak: Rekaman amatan keterlaksanaan gerak melempar-menangkap berpasangan pada jarak target serta transfer ke pola lemparan/tangkapan spesifik olahraga bola tangan/basket yang dinilai secara serentak pada 14 pasang murid (28 murid) di lintasan sirkuit (35 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi performa dan daftar cocok transfer gerak spesifik)
- Unjuk kerja simulasi permainan bola modifikasi: Performa kelompok beranggotakan 7 murid (4 kelompok bermain bergantian dalam 2 lapangan kecil, masing-masing bertanding 2 x 8 menit) dalam menerapkan keterampilan gerak hasil fase latihan serta penyesuaian posisi/teknik lempar-tangkap setelah menerima umpan balik jeda babak (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi penerapan gerak permainan dan penyesuaian umpan balik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan gerak dasar melempar dan menangkap berpasangan (TP 7.1.1) | Menerapkan kurang dari 2 dari 2 teknik gerak (lempar-tangkap dada dan atas kepala) dengan posisi tangan dan dorongan yang belum stabil pada jarak 6 meter. | Menerapkan 1 dari 2 teknik gerak (lempar-tangkap dada atau atas kepala) secara konsisten dengan sikap siap dan tangkapan dua tangan pada jarak 6 meter. | Menerapkan seluruh 2 teknik gerak (lempar-tangkap dada dan atas kepala) secara tepat pada jarak target 6 meter dengan penyerapan gaya yang terkontrol. | Menerapkan seluruh 2 teknik gerak (lempar-tangkap dada dan atas kepala) secara konsisten, akurat tepat ke sasaran pasangan, dan tangkapan stabil tanpa menjatuhkan bola pada jarak 6 meter. | | Transfer keterampilan gerak ke teknik spesifik olahraga (TP 7.1.2) | Mentransfer kurang dari 2 pola gerak spesifik (pantul/basket dan lemparan atas/bola tangan) dengan koordinasi langkah dan pelepasan bola yang belum tepat. | Mentransfer 1 dari 2 pola gerak spesifik (pantul/basket atau lemparan atas/bola tangan) secara tepat sesuai mekanika dorongan atau ayunan lengan. | Mentransfer seluruh 2 pola gerak spesifik olahraga (lempar pantul basket dan lemparan atas bola tangan) secara tepat sesuai lintasan bola dan koordinasi langkah kaki. | Mentransfer seluruh 2 pola gerak spesifik olahraga (lempar pantul basket dan lemparan atas bola tangan) secara presisi, bertenaga, dan mengalir mulus dalam situasi berpasangan. | | Penerapan keterampilan gerak akuisisi dalam aktivitas permainan (TP 7.1.3) | Menerapkan gerak lempar-tangkap saat permainan modifikasi dengan posisi statis dan sering kehilangan penguasaan bola. | Menerapkan gerak lempar-tangkap dalam permainan modifikasi namun koordinasi gerak saat berpindah posisi masih canggung. | Menerapkan gerak lempar-tangkap secara efektif saat berpindah tempat dan membuka ruang dalam situasi permainan bola modifikasi. | Menerapkan seluruh keterampilan gerak lempar-tangkap hasil fase akuisisi secara konsisten, luwes, dan taktis dalam alur permainan modifikasi. | | Transfer penyesuaian gerak berdasarkan umpan balik (TP 7.1.4) | Belum melakukan penyesuaian teknik melempar atau posisi tangkapan pada babak kedua setelah menerima umpan balik jeda babak. | Melakukan penyesuaian pada 1 aspek (hanya posisi berdiri atau hanya kekuatan lemparan) pada babak kedua berdasarkan umpan balik jeda babak. | Mentransfer penyesuaian teknik melempar dan penempatan posisi tangkapan secara nyata pada babak kedua setelah menerima umpan balik jeda babak. | Mentransfer penyesuaian teknik dan posisi gerak secara konsisten dan mandiri sepanjang babak kedua sehingga akurasi serta efektivitas permainan meningkat nyata. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu sirkuit berpasangan serentak (30 menit) dan simulasi permainan (30 menit) berjalan tertib dan objektif bagi seluruh 28 murid?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam mentransfer umpan balik jeda babak ke dalam peningkatan kualitas gerak di babak kedua?
Murid:- Bagian teknik melempar atau menangkap mana yang paling berhasil saya tampilkan pada sirkuit berpasangan hari ini?
- Perubahan apa yang berhasil saya lakukan dalam permainan setelah mendengarkan masukan atau umpan balik pada jeda babak?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Bola basket, bola tangan, atau bola sejenis (1 bola untuk setiap pasang murid)
- Kerucut penanda batas (cone) untuk penanda jarak 6 meter
- Peluit dan stopwatch
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru PJOK Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa PJOK Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Bola basket (atau bola modifikasi/busa ukuran standar SMP), cone/marker penanda batas jarak dan titik pantul, peluit, dan lapangan olahraga sekolah.
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Bola tangan ukuran 1 atau bola modifikasi sejenis
- Peluit, kerucut penanda (cone), dan lapangan olahraga/area terbuka
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek
- Bola basket/bola modifikasi, peluit, stopwatch, dan kerucut (cone) pembatas lapangan
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Bola tangan atau bola busa/bola voli modifikasi ukuran 1 atau 2
- Cone/corong pembatas lapangan dan penanda gawang sasaran
- Kartu kriteria koreksi umpan balik gerak (Kartu A dan Kartu B), peluit, dan rompi tim (bibs)
- Buku Panduan Guru PJOK SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Bola basket, bola tangan/bola modifikasi, corong/cone penanda jarak, peluit, stopwatch, dan lembar observasi sumatif
|