Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Upaya Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dan Cara Remaja Menghindari Narkoba

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Upaya Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dan Cara Remaja Menghindari Narkoba". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Upaya Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dan Cara Remaja Menghindari Narkoba

PJOK - Kelas 6

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Upaya Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dan Cara Remaja Menghindari Narkoba

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikUpaya Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dan Cara Remaja Menghindari Narkoba
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba meliputi pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif secara runtut.
  2. Murid dapat menerapkan langkah-langkah cara remaja menghindari narkoba (seperti selektif dalam pergaulan, memperkuat iman, memiliki kegiatan positif, dan berolahraga) sebagai bagian dari pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa narkoba sangat berbahaya bagi remaja dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?
  2. Pernahkah kalian melihat atau mendengar berita tentang penyalahgunaan narkoba? Menurutmu, bagaimana cara paling efektif agar remaja tidak terjerumus?
  3. Apa hubungan antara memperkuat iman, rajin berolahraga, dan terhindar dari narkoba?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan cara remaja menghindari narkoba.
  • Guru memberikan asesmen awal berupa 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan satu cara mencegah penyalahgunaan narkoba yang kamu ketahui! (2) Menurutmu, mengapa remaja bisa terjerumus narkoba?
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.
  • Guru melakukan ice breaking singkat berupa tepuk semangat anti narkoba.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis atau poster tentang 5 upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba: promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif.
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang masing-masing pendekatan pencegahan beserta contoh nyatanya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: Apa perbedaan antara pendekatan promotif dan preventif? Mengapa pendekatan represif diperlukan?
  • Murid mencatat poin-poin penting dari kelima pendekatan pencegahan di buku catatan masing-masing.
  • Guru memperkenalkan materi cara remaja menghindari narkoba: selektif dalam pergaulan, memperkuat iman dan takwa, memiliki kegiatan positif, rajin berolahraga, serta tidak mudah terpengaruh ajakan negatif.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi tentang skenario situasi: Bagaimana cara menolak jika ada teman yang mengajak mencoba narkoba?
  • Setiap kelompok menyusun daftar langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan remaja untuk menghindari narkoba berdasarkan materi yang telah dipelajari.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara bergantian.
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban setiap kelompok, menghubungkan dengan kelima pendekatan pencegahan.
  • Murid diminta menuliskan komitmen pribadi berupa 3 tindakan nyata yang akan dilakukan untuk menjauhi narkoba dalam kehidupan sehari-hari.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan refleksi singkat di lembar kerja: Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang pencegahan narkoba? Langkah apa yang paling mudah saya terapkan?
  • Guru mengajak 3-4 murid berbagi refleksinya secara lisan di depan kelas.
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan skala bintang 1-4 tentang pemahaman mereka terhadap materi pencegahan NAPZA.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: Apa yang masih membingungkan? Apa yang ingin dipelajari lebih lanjut?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: lima upaya pencegahan narkoba dan cara remaja menghindari narkoba.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis tertulis singkat (5 soal) tentang pendekatan pencegahan dan langkah menghindari narkoba.
  • Guru menyampaikan pesan moral: pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan dengan menjauhi narkoba.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif selama pembelajaran.
  • Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan bahan bacaan tambahan tentang kasus nyata penyalahgunaan narkoba dan dampaknya terhadap masa depan remaja. Murid yang memerlukan waktu lebih diberikan ringkasan materi bergambar dengan poin-poin utama kelima pendekatan pencegahan.
  • Proses: Murid yang cepat diminta menjadi tutor sebaya untuk membantu teman sekelompoknya menyusun daftar langkah pencegahan. Murid yang memerlukan bantuan mendapat bimbingan langsung dari guru dengan pertanyaan pengarah bertahap.
  • Produk: Murid yang cepat menyusun poster mini berisi ajakan anti narkoba. Murid yang memerlukan waktu lebih cukup menuliskan 3 langkah pencegahan dalam bentuk poin sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: Sebutkan satu cara mencegah penyalahgunaan narkoba yang kamu ketahui!
  • Pertanyaan lisan: Menurutmu, mengapa remaja bisa terjerumus ke penyalahgunaan narkoba?

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok tentang skenario menolak ajakan narkoba.
  • Penilaian kualitas daftar langkah pencegahan yang disusun setiap kelompok (kelengkapan, kesesuaian dengan materi, kejelasan).
  • Penilaian kemampuan murid mempresentasikan hasil diskusi secara runtut dan jelas.

Akhir:

  • Kuis tertulis 5 soal: (1) Sebutkan 5 pendekatan pencegahan penyalahgunaan narkoba! (2) Jelaskan perbedaan pendekatan promotif dan preventif! (3) Apa yang dimaksud pendekatan kuratif dan rehabilitatif? (4) Sebutkan 3 cara remaja menghindari narkoba! (5) Mengapa berolahraga dan kegiatan positif dapat mencegah penyalahgunaan narkoba?
  • Penilaian lembar komitmen pribadi murid berisi 3 tindakan nyata menghindari narkoba.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama diskusi kelompok.
  • Penilaian hasil daftar langkah pencegahan yang disusun kelompok.
  • Penilaian diri (self-assessment) murid menggunakan skala bintang.

Sumatif:

  • Kuis tertulis 5 soal tentang upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan cara remaja menghindari narkoba.
  • Penilaian komitmen pribadi murid berupa 3 tindakan nyata menjauhi narkoba.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Upaya Pencegahan Narkoba (TP 6.9.3.1)Murid belum mampu menyebutkan satupun pendekatan pencegahan penyalahgunaan narkoba.Murid mampu menyebutkan 1-2 pendekatan pencegahan tetapi belum dapat menjelaskan secara runtut.Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan 3-4 pendekatan pencegahan secara runtut.Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan kelima pendekatan (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, represif) secara runtut disertai contoh nyata.
Penerapan Cara Remaja Menghindari Narkoba (TP 6.9.3.2)Murid belum mampu menyebutkan langkah-langkah menghindari narkoba.Murid mampu menyebutkan 1-2 langkah menghindari narkoba tetapi belum dapat mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.Murid mampu menyebutkan 3 langkah menghindari narkoba dan mengaitkannya dengan pola hidup sehat sehari-hari.Murid mampu menyebutkan 4 atau lebih langkah menghindari narkoba, mengaitkan dengan pola hidup sehat, dan menyusun komitmen tindakan nyata secara mandiri.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.Murid berpartisipasi secara pasif, hanya mendengarkan tanpa menyumbangkan pendapat.Murid aktif menyumbangkan pendapat dan mendengarkan teman saat diskusi kelompok.Murid aktif memimpin diskusi, menyumbangkan ide kreatif, membantu teman, dan mempresentasikan hasil dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyebutkan kelima pendekatan pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan benar?
  • Apakah metode diskusi kelompok dengan skenario efektif untuk meningkatkan pemahaman murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki agar murid lebih aktif dan paham?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan cukup mengakomodasi kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang pencegahan narkoba?
  • Dari kelima pendekatan pencegahan, mana yang menurut saya paling penting dan mengapa?
  • Langkah apa yang paling mudah saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari narkoba?
  • Apakah saya sudah memahami semua materi atau masih ada yang membingungkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek).
  2. Buku Siswa PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka.
  3. Infografis atau poster tentang bahaya narkoba dan upaya pencegahannya (dari BNN atau Kemendikbudristek).
  4. Video edukasi tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA untuk anak usia SD (sumber: platform edukasi terpercaya).
  5. Lembar kerja murid (LKPD) berisi skenario situasi dan tabel langkah pencegahan.
  6. Alat tulis dan kertas untuk membuat poster mini (diferensiasi produk).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.