Modul AjarPertemuan 2Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Dampak Penyalahgunaan NAPZA terhadap Kesehatan Fisik, Psikis, dan Lingkungan Sosial

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Dampak Penyalahgunaan NAPZA terhadap Kesehatan Fisik, Psikis, dan Lingkungan Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Dampak Penyalahgunaan NAPZA terhadap Kesehatan Fisik, Psikis, dan Lingkungan Sosial

PJOK - Kelas 6

Bab 9 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Dampak Penyalahgunaan NAPZA terhadap Kesehatan Fisik, Psikis, dan Lingkungan Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikDampak Penyalahgunaan NAPZA terhadap Kesehatan Fisik, Psikis, dan Lingkungan Sosial
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan dampak penyalahgunaan NAPZA terhadap kesehatan fisik, kondisi psikis, dan kehidupan sosial berdasarkan fakta dan konsep yang dipelajari.
  2. Murid dapat menghubungkan antara penyalahgunaan NAPZA dengan risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang sesuai rekomendasi otoritas kesehatan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar berita tentang seseorang yang hidupnya hancur karena narkoba? Apa yang terjadi pada orang tersebut?
  2. Menurutmu, apa saja yang bisa berubah dari tubuh dan pikiran seseorang jika ia menggunakan NAPZA secara terus-menerus?
  3. Kalau seseorang menjadi pecandu NAPZA, apakah hanya dirinya sendiri yang dirugikan, atau orang-orang di sekitarnya juga terkena dampaknya? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing, dan memeriksa kehadiran. (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memberikan 3 pertanyaan lisan singkat: (a) 'Apa itu NAPZA?', (b) 'Sebutkan satu contoh dampak buruk narkoba yang kalian ketahui!', (c) 'Siapa saja yang bisa terkena dampak penyalahgunaan narkoba?' — guru mencatat jawaban murid sebagai peta awal pengetahuan. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan dampak NAPZA terhadap fisik, psikis, dan sosial, serta menghubungkan dengan risiko jangka pendek dan jangka panjang. (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu: 'Pernahkah kalian mendengar berita tentang seseorang yang hidupnya hancur karena narkoba? Apa yang terjadi pada orang tersebut?' Guru mempersilakan 2–3 murid berbagi pendapat singkat. (3 menit)
  • Guru menyampaikan alur kegiatan hari ini secara singkat: membaca dan mendiskusikan materi, mengerjakan tugas kelompok, lalu merefleksi bersama. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar teks ringkas berjudul 'Dampak NAPZA bagi Tubuh, Pikiran, dan Kehidupan Sosial' yang memuat fakta-fakta dari otoritas kesehatan (BNN, Kemenkes) — mencakup dampak fisik (kerusakan organ, penurunan imun, kematian), dampak psikis (halusinasi, depresi, ketergantungan), dan dampak sosial (isolasi, kriminalitas, hancurnya keluarga). (1 menit)
  • Murid membaca teks secara mandiri selama 4 menit dengan teknik 'baca aktif': setiap kali menemukan fakta yang mengejutkan atau belum diketahui, murid memberikan tanda bintang (*) di pinggir teks. (Berkesadaran — murid membaca dengan penuh perhatian dan kesadaran penuh) (4 menit)
  • Guru menampilkan bagan tiga kolom di papan tulis: DAMPAK FISIK | DAMPAK PSIKIS | DAMPAK SOSIAL. Guru mengajukan pertanyaan terbuka: 'Dari yang kalian baca, apa saja yang termasuk dampak fisik? Psikis? Sosial?' Murid menjawab secara bergantian dan guru menuliskan jawaban pada bagan. (Bermakna — mengaitkan fakta dengan realita kehidupan nyata) (6 menit)
  • Guru melengkapi bagan dengan informasi tambahan jika ada yang belum terungkap, lalu menegaskan perbedaan antara risiko jangka pendek (misalnya: mual, halusinasi, kecelakaan saat mabuk) dan risiko jangka panjang (misalnya: kerusakan ginjal permanen, gangguan jiwa kronis, kematian dini). Guru menggunakan analogi sederhana: 'Bayangkan tubuhmu seperti smartphone — NAPZA seperti virus yang pertama-tama memperlambat kinerja, lalu akhirnya merusak sistemnya secara permanen.' (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4 kelompok (masing-masing 5–7 orang). Setiap kelompok mendapat satu kartu skenario kasus nyata fiktif singkat, misalnya: Kelompok 1 — 'Dani, 16 tahun, mulai mencoba ganja karena pengaruh teman, dalam 6 bulan prestasinya anjlok dan ia sering bolos sekolah.'; Kelompok 2 — 'Seorang ayah ketergantungan sabu-sabu, kehilangan pekerjaan dan akhirnya keluarganya terpecah.'; Kelompok 3 — 'Remaja yang menggunakan obat penenang tanpa resep dokter mengalami gangguan tidur parah dan sulit berkonsentrasi.'; Kelompok 4 — 'Seseorang yang pernah kecanduan narkoba kini menjadi mantan pengguna dan aktif berkampanye anti-narkoba di sekolah.' (Menggembirakan — format diskusi kelompok yang aktif dan interaktif) (1 menit)
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 8 menit untuk mengisi lembar kerja kelompok dengan kolom: (a) Dampak fisik yang muncul dalam kasus, (b) Dampak psikis yang muncul, (c) Dampak sosial yang muncul, (d) Risiko jangka pendek yang teridentifikasi, (e) Risiko jangka panjang yang teridentifikasi. Guru berkeliling memantau dan memberikan pertanyaan pandu jika kelompok kesulitan. (Bermakna — mengaplikasikan pengetahuan ke situasi kehidupan nyata) (8 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalam 1,5–2 menit. Kelompok lain menyimak dan boleh memberikan satu tambahan atau koreksi setelah presentasi. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan setelah tiap presentasi. (8 menit)
  • Guru memandu 'Jembatan Pengetahuan': murid secara berpasangan dalam kelompok saling menjelaskan kepada pasangannya — tanpa melihat catatan — satu dampak fisik, satu dampak psikis, dan satu dampak sosial dari penyalahgunaan NAPZA, lengkap dengan contoh konkretnya. (Bermakna — memperkuat pemahaman melalui penjelasan ulang kepada teman sebaya) (4 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (atau tetap di tempat duduk) dan membuka sesi refleksi dengan pertanyaan: 'Setelah mempelajari semua ini, apa satu hal yang paling membuat kalian terkesan atau mengubah cara pandang kalian tentang NAPZA?' Guru memberi waktu 1 menit untuk berpikir dalam keheningan sebelum menjawab. (Berkesadaran — momen hening dan penuh kesadaran untuk memproses pembelajaran) (3 menit)
  • Murid menuliskan 'Surat untuk Diriku Sendiri' di selembar kertas kecil (sticky note atau secarik kertas): minimal 2 kalimat yang berisi komitmen pribadi terkait gaya hidup sehat dan penolakan NAPZA. Contoh: 'Aku berjanji untuk menjaga tubuhku dengan tidak pernah mencoba narkoba karena aku tahu dampaknya sangat merusak fisik dan masa depanku.' (Bermakna — menghubungkan pengetahuan dengan nilai dan komitmen pribadi) (4 menit)
  • Beberapa murid (2–3 sukarela) membacakan komitmennya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi verbal yang tulus. Guru mengajak semua murid bertepuk tangan bersama sebagai tanda saling mendukung komitmen satu sama lain. (2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan rangkuman bersama dengan teknik 'Kata Kunci Kilat': guru menunjuk beberapa murid secara acak untuk menyebutkan satu kata kunci dari materi hari ini. (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 soal tertulis singkat di lembar kertas: (1) Sebutkan 2 dampak fisik penyalahgunaan NAPZA! (2) Apa perbedaan antara dampak psikis jangka pendek dan jangka panjang dari NAPZA? (3) Mengapa penyalahgunaan NAPZA juga berdampak pada lingkungan sosial? Jelaskan dengan contoh! Murid mengerjakan selama 5 menit. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta berbagi informasi tentang dampak NAPZA kepada anggota keluarga di rumah sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan motivasi singkat tentang pentingnya menjaga diri dari NAPZA sebagai wujud syukur atas tubuh sehat yang dianugerahkan Tuhan, kemudian memimpin doa penutup. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pemahaman awal kuat (teridentifikasi dari asesmen awal) diberikan teks tambahan yang lebih kompleks memuat data statistik korban NAPZA dari BNN dan dapat menganalisis tren risiko. Murid yang masih membutuhkan dukungan diberikan teks dengan kalimat lebih pendek, dilengkapi gambar ilustrasi dampak NAPZA, dan daftar kata-kunci penting beserta artinya.
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung mengisi lembar kerja secara mandiri dan membantu teman kelompok yang kesulitan sebagai 'tutor sebaya'. Murid yang membutuhkan pendampingan ekstra akan mendapat bimbingan langsung dari guru saat sesi diskusi kelompok, dengan pertanyaan pandu yang lebih terstruktur: 'Coba cari kalimat yang berisi kata tubuh atau organ — itu kemungkinan dampak fisik.'
  • Produk: Murid dengan kemampuan ekspresi tinggi dapat membuat peta konsep visual yang menghubungkan jenis NAPZA dengan dampaknya secara bercabang. Murid yang membutuhkan scaffolding dapat melengkapi bagan tiga kolom yang sudah disediakan guru (mengisi bagian yang kosong, bukan membuat dari awal).

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 3 pertanyaan lisan di awal pendahuluan: (1) Apa yang kalian ketahui tentang NAPZA?, (2) Sebutkan satu contoh dampak buruk narkoba!, (3) Siapa saja yang bisa terkena dampak penyalahgunaan narkoba? — Guru mencatat jawaban untuk memetakan tingkat pengetahuan awal murid sebagai dasar diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi selama tanya-jawab bagan tiga kolom: apakah murid mampu mengidentifikasi dan mengkategorikan dampak fisik, psikis, dan sosial dengan benar.
  • Penilaian lembar kerja diskusi kelompok: kelengkapan dan ketepatan identifikasi dampak serta risiko jangka pendek dan panjang dari kasus skenario.
  • Pengamatan sesi 'Jembatan Pengetahuan': kelancaran dan ketepatan penjelasan murid kepada pasangannya.

Akhir:

  • 3 soal tertulis singkat: (1) Sebutkan 2 dampak fisik penyalahgunaan NAPZA! (2) Apa perbedaan antara dampak psikis jangka pendek dan jangka panjang dari NAPZA? (3) Mengapa penyalahgunaan NAPZA juga berdampak pada lingkungan sosial? Jelaskan dengan contoh!
  • Surat untuk Diriku Sendiri: dinilai berdasarkan kesesuaian komitmen dengan fakta-fakta materi yang telah dipelajari.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat tanya-jawab pada tahap Memahami (bagan tiga kolom).
  • Penilaian hasil diskusi kelompok melalui lembar kerja kasus skenario pada tahap Mengaplikasi.
  • Pengamatan kemampuan murid saat 'Jembatan Pengetahuan' menjelaskan ulang kepada pasangannya tanpa catatan.

Sumatif:

  • 3 soal tertulis singkat di akhir pembelajaran yang menguji kemampuan menjelaskan dampak fisik, psikis, dan sosial NAPZA, serta membedakan risiko jangka pendek dan jangka panjang.
  • Penilaian kualitas 'Surat untuk Diriku Sendiri' berdasarkan kesesuaian isi dengan materi dan kedalaman komitmen yang dituliskan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan dampak fisik penyalahgunaan NAPZAMurid tidak dapat menyebutkan dampak fisik NAPZA atau menyebutkan dengan informasi yang keliru.Murid dapat menyebutkan 1 dampak fisik NAPZA dengan benar namun tanpa penjelasan.Murid dapat menyebutkan 2 dampak fisik NAPZA dengan benar dan memberikan penjelasan singkat.Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih dampak fisik NAPZA dengan benar, disertai penjelasan yang jelas dan contoh konkret.
Menjelaskan dampak psikis penyalahgunaan NAPZAMurid tidak dapat menyebutkan dampak psikis NAPZA atau memberikan jawaban yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 dampak psikis NAPZA namun belum dapat membedakan antara jangka pendek dan jangka panjang.Murid dapat menyebutkan dampak psikis dan membedakan jangka pendek serta jangka panjang dengan benar.Murid dapat menjelaskan dampak psikis jangka pendek dan jangka panjang secara rinci, lengkap dengan penjelasan mengapa ketergantungan terjadi.
Menjelaskan dampak sosial penyalahgunaan NAPZAMurid tidak dapat menjelaskan dampak sosial atau hanya menjawab bahwa NAPZA itu 'berbahaya' tanpa argumen.Murid dapat menyebutkan 1 dampak sosial NAPZA namun belum mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata.Murid dapat menjelaskan dampak sosial NAPZA dan menghubungkannya dengan contoh dari kehidupan nyata atau kasus yang dipelajari.Murid dapat menjelaskan beragam dampak sosial (keluarga, komunitas, ekonomi, hukum) secara runtut dan memberikan analisis mengapa dampak sosial bisa lebih luas dari dampak pada individu itu sendiri.
Menghubungkan NAPZA dengan risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjangMurid tidak dapat membedakan risiko jangka pendek dan jangka panjang, atau keduanya dicampur aduk.Murid dapat menyebutkan satu contoh risiko jangka pendek ATAU jangka panjang, namun belum keduanya.Murid dapat membedakan risiko jangka pendek dan jangka panjang dengan benar dan memberikan minimal satu contoh untuk masing-masing.Murid dapat menjelaskan perbedaan risiko jangka pendek dan jangka panjang dengan benar, memberikan beberapa contoh untuk masing-masing, dan menjelaskan mengapa risiko jangka panjang sulit dipulihkan.
Komitmen pribadi menolak NAPZA (Surat untuk Diriku Sendiri)Murid tidak menuliskan komitmen atau menuliskan sesuatu yang tidak berkaitan dengan materi.Murid menuliskan komitmen singkat tetapi belum menghubungkannya dengan fakta atau dampak NAPZA yang dipelajari.Murid menuliskan komitmen yang jelas dan mengaitkan dengan minimal satu fakta dampak NAPZA sebagai alasan komitmen tersebut.Murid menuliskan komitmen yang kuat, mengaitkan dengan fakta-fakta dampak NAPZA secara spesifik, dan mengekspresikan kesadaran tentang perannya dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu mengidentifikasi dan menjelaskan ketiga dimensi dampak NAPZA (fisik, psikis, sosial) di akhir pembelajaran?
  • Apakah pendekatan skenario kasus efektif membantu murid menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan ekstra maupun murid yang belajar lebih cepat?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok — apakah semua anggota terlibat aktif, atau ada kelompok yang didominasi oleh satu orang saja?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit terasa cukup, terlalu singkat, atau ada tahap yang perlu dikurangi/ditambah pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang dampak NAPZA yang benar-benar mengejutkan atau mengubah pikiranmu?
  • Apakah kamu sudah bisa menjelaskan perbedaan antara dampak NAPZA jangka pendek dan jangka panjang? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Menurutmu, mengapa seseorang bisa terjerumus ke dalam penyalahgunaan NAPZA meskipun sudah tahu dampaknya berbahaya?
  • Apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang sebagai bentuk nyata dari komitmen yang sudah kamu tulis?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbud) — Bab 9: Mencegah Bahaya NAPZA dan Obat Berbahaya Lainnya
  2. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbud) — materi dampak penyalahgunaan NAPZA
  3. Lembar teks ringkas 'Dampak NAPZA bagi Tubuh, Pikiran, dan Kehidupan Sosial' (disusun guru berdasarkan sumber BNN dan Kemenkes)
  4. Kartu skenario kasus fiktif (4 kartu, disiapkan guru)
  5. Lembar kerja kelompok berkolom lima (disiapkan guru)
  6. Bagan tiga kolom di papan tulis: DAMPAK FISIK | DAMPAK PSIKIS | DAMPAK SOSIAL
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk 'Surat untuk Diriku Sendiri'
  8. Informasi resmi dari Badan Narkotika Nasional (BNN): www.bnn.go.id
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka — Pembelajaran Mendalam 2025

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.