MODUL AJAR PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Latihan Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru (Cardio Respiratory) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Latihan Daya Tahan Jantung dan Paru-Paru (Cardio Respiratory) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempraktikkan bentuk-bentuk latihan daya tahan jantung dan paru-paru (cardio respiratory), seperti joging dan lari lintas alam, dengan teknik yang benar sesuai potensi yang dimiliki.
- Murid dapat mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani (jenis, durasi, dan frekuensi latihan cardio respiratory) sesuai panduan kesehatan untuk mencegah perilaku sedenter.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian merasa napas terengah-engah setelah berlari? Mengapa hal itu bisa terjadi?
- Apa perbedaan antara orang yang sering berolahraga cardio dengan yang jarang berolahraga, menurut pengamatan kalian?
- Seberapa sering kalian bergerak aktif dalam satu minggu, dan apakah itu sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid di lapangan dan mengondisikan barisan dengan tertib (± 3 menit).
- Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama sebagai wujud syukur atas kesehatan yang dimiliki.
- Asesmen awal: Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat — (1) 'Siapa yang kemarin bergerak aktif lebih dari 30 menit?' dan (2) 'Apa yang kalian ketahui tentang joging?' — murid menjawab dengan mengangkat tangan atau secara lisan. Guru mencatat profil awal pemahaman kelas (± 5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempraktikkan latihan cardio respiratory dan mengenal rekomendasinya untuk kesehatan.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid: 'Mengapa jantung kita berdetak lebih kencang saat berlari?'
- Pemanasan terstruktur: murid melakukan jalan santai mengelilingi lapangan 1 putaran, dilanjutkan peregangan statis pada otot kaki, pinggang, dan bahu dipandu guru (± 7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan gambar atau poster 3 bentuk latihan cardio respiratory (jalan kaki, joging, lari lintas alam) dan meminta murid mengamati perbedaan intensitasnya (± 5 menit).
- Guru menjelaskan secara singkat konsep daya tahan jantung dan paru-paru: apa itu, mengapa penting, dan apa yang terjadi pada tubuh saat melakukan latihan cardio (± 5 menit).
- Guru menyampaikan rekomendasi aktivitas jasmani menurut panduan kesehatan: minimal 60 menit aktivitas sedang-berat per hari untuk anak usia sekolah, dengan frekuensi setiap hari atau minimal 3–5 kali per minggu.
- Murid mendiskusikan dalam pasangan (think-pair): 'Kegiatan apa dalam keseharian kalian yang termasuk latihan cardio?' lalu menyampaikan 1–2 contoh kepada kelas (± 5 menit).
- Guru mengklarifikasi dan merangkum jawaban murid, menegaskan perbedaan antara aktivitas ringan (jalan santai) dan sedang-berat (joging, lari).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan teknik joging yang benar: posisi tubuh tegak, langkah kaki ringan, ayunan tangan rileks, ritme napas teratur (± 3 menit).
- Murid dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok melakukan sirkuit cardio berikut secara bergilir dengan durasi masing-masing pos 3 menit: Pos 1 – Joging mengelilingi lapangan, Pos 2 – Jalan cepat zigzag antar cone, Pos 3 – Lari lintas alam ringan (melewati rintangan sederhana: ban, tali rendah), Pos 4 – Jalan santai sebagai pemulihan aktif (± 15 menit).
- Selama sirkuit, guru berkeliling memantau teknik setiap murid, memberikan umpan balik langsung (koreksi posisi tubuh, pola napas, dan irama langkah).
- Asesmen proses: Guru menggunakan daftar cek observasi untuk mencatat ketepatan teknik dan partisipasi aktif setiap murid selama sirkuit.
- Setelah sirkuit selesai, murid beristirahat aktif (jalan pelan) selama 2 menit sambil guru meminta setiap kelompok mendiskusikan: 'Di pos mana napas kalian paling berat? Mengapa?' (± 2 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar di lapangan. Guru memandu refleksi fisik: 'Rasakan detak jantung kalian sekarang. Bandingkan dengan sebelum latihan — apa yang berubah?' (± 3 menit).
- Guru membagikan kartu refleksi mini. Murid menuliskan: (1) satu bentuk latihan cardio yang paling mereka nikmati hari ini, (2) berapa lama dan seberapa sering mereka sebaiknya melakukannya menurut panduan kesehatan, dan (3) satu hambatan yang mungkin mereka hadapi saat berolahraga rutin di rumah (± 5 menit).
- Perwakilan 3–4 murid menyampaikan isi kartu refleksinya secara lisan kepada kelas.
- Guru merefleksikan bersama: menghubungkan pengalaman latihan hari ini dengan pentingnya menghindari perilaku sedenter dan manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung dan paru-paru.
Penutup:- Guru memandu pendinginan: peregangan dinamis ringan seluruh tubuh selama 3 menit.
- Asesmen akhir: Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan sumatif kepada seluruh kelas — (1) 'Sebutkan 2 contoh latihan cardio respiratory yang sudah kita lakukan hari ini.' (2) 'Menurut panduan kesehatan, berapa lama minimal anak seusia kalian harus beraktivitas fisik setiap harinya?' — murid menjawab secara serempak atau ditunjuk (± 5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat murid hari ini.
- Guru menyampaikan pesan tantangan untuk di rumah: 'Coba lakukan joging atau jalan cepat minimal 20 menit besok dan catat bagaimana perasaan kalian setelahnya.'
- Guru menutup kelas dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum memahami konsep cardio respiratory mendapat kartu visual bergambar yang menjelaskan 3 bentuk latihan beserta manfaatnya secara sederhana. Murid yang sudah memahami mendapat informasi tambahan tentang zona detak jantung target (target heart rate zone) untuk latihan yang optimal.
- Proses: Murid dengan kemampuan fisik terbatas (misal: asma ringan, kurang bugar) diperbolehkan mengganti joging dengan jalan cepat dan mengurangi durasi tiap pos menjadi 2 menit. Murid yang lebih bugar diberikan tantangan: meningkatkan kecepatan joging atau menambah 1 putaran ekstra di Pos 1.
- Produk: Murid yang lebih cepat menguasai materi diminta membuat 'rencana latihan cardio 3 hari' sederhana di kertas meliputi jenis, durasi, dan frekuensi. Murid yang memerlukan dukungan cukup mengisi tabel sederhana dengan pilihan jawaban (jenis latihan, durasi, frekuensi) yang sudah disediakan guru.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan: 'Siapa yang kemarin bergerak aktif lebih dari 30 menit?' (angkat tangan) — untuk memetakan kebiasaan aktif murid.
- Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang joging atau latihan cardio?' — untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang topik.
Proses:- Daftar cek observasi keterampilan gerak: guru menandai apakah setiap murid menunjukkan postur tubuh tegak, pola napas teratur, dan langkah ringan selama joging di sirkuit.
- Pemantauan diskusi kelompok saat murid mendiskusikan 'di pos mana napas paling berat dan mengapa' — guru menilai kemampuan murid menghubungkan pengalaman fisik dengan konsep cardio.
- Pengamatan partisipasi aktif dan antusias murid selama seluruh sesi sirkuit.
Akhir:- Tanya jawab lisan: murid menjawab pertanyaan tentang contoh latihan cardio respiratory yang dilakukan hari ini.
- Tanya jawab lisan: murid menjawab rekomendasi minimal durasi aktivitas fisik harian sesuai panduan kesehatan (60 menit per hari untuk anak usia sekolah).
- Kartu refleksi mini dikumpulkan sebagai bukti tertulis pemahaman murid tentang jenis, durasi, dan frekuensi latihan cardio untuk mencegah perilaku sedenter.
Formatif:- Observasi langsung teknik joging dan lari lintas alam menggunakan daftar cek selama sirkuit cardio (kesesuaian postur, pola napas, irama langkah).
- Diskusi pasangan (think-pair-share) tentang identifikasi kegiatan sehari-hari yang termasuk latihan cardio.
- Kartu refleksi mini yang diisi murid pada tahap Merefleksi.
Sumatif:- Tanya jawab lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan contoh latihan cardio respiratory dan rekomendasi durasi aktivitas jasmani harian.
- Observasi kinerja praktik selama sirkuit cardio sebagai penilaian keterampilan gerak (TP 6.8.2.1).
- Kartu refleksi mini sebagai bukti pemahaman rekomendasi aktivitas jasmani (TP 6.8.2.2).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Mempraktikkan Joging (TP 6.8.2.1) | Murid belum dapat melakukan joging dengan teknik yang benar; postur membungkuk, langkah berat/tersaruk, dan napas tidak teratur meskipun sudah dibimbing guru. | Murid dapat melakukan joging namun hanya 1–2 aspek teknik yang benar (misal: langkah sudah ringan, tapi postur masih membungkuk dan napas tidak teratur). | Murid dapat melakukan joging dengan teknik yang sebagian besar benar (postur tegak, langkah ringan, dan napas cukup teratur) dengan sedikit koreksi dari guru. | Murid dapat melakukan joging dengan teknik yang benar dan konsisten (postur tegak, ayunan tangan rileks, langkah ringan, napas teratur) sesuai kemampuan dan potensi dirinya tanpa perlu koreksi. | | Partisipasi Aktif dalam Sirkuit Cardio (TP 6.8.2.1) | Murid menolak atau sangat enggan berpartisipasi dalam sirkuit; hanya diam atau berdiri di luar aktivitas meskipun kondisi fisik memungkinkan. | Murid berpartisipasi di sebagian pos sirkuit, namun sering berhenti tanpa alasan fisik yang jelas dan perlu dorongan berulang dari guru. | Murid berpartisipasi di semua pos sirkuit dengan cukup aktif; sesekali berhenti namun segera melanjutkan. | Murid berpartisipasi penuh dan antusias di semua pos sirkuit, menunjukkan semangat tinggi, dan mendorong teman kelompoknya untuk tetap aktif. | | Mengidentifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani (TP 6.8.2.2) | Murid tidak dapat menyebutkan jenis, durasi, atau frekuensi latihan cardio yang direkomendasikan, meskipun sudah diberikan petunjuk. | Murid dapat menyebutkan 1 dari 3 komponen rekomendasi (jenis, durasi, atau frekuensi) dengan benar. | Murid dapat menyebutkan 2 dari 3 komponen rekomendasi aktivitas jasmani (jenis, durasi, frekuensi) dengan benar. | Murid dapat mengidentifikasi dengan benar jenis latihan cardio, durasi minimal (60 menit/hari), dan frekuensi yang dianjurkan, serta mampu menghubungkannya dengan pencegahan perilaku sedenter. | | Refleksi Diri dan Kesadaran Kesehatan | Kartu refleksi kosong atau tidak relevan; murid tidak menunjukkan kemampuan menghubungkan pengalaman latihan dengan manfaat kesehatan. | Murid mengisi kartu refleksi dengan jawaban singkat dan umum; belum menunjukkan hubungan antara latihan cardio dan kesehatan jantung-paru secara bermakna. | Murid mengisi kartu refleksi dengan baik, mampu menyebutkan bentuk latihan yang disukai, rekomendasinya, dan satu hambatan realistis dengan cukup jelas. | Murid mengisi kartu refleksi dengan lengkap dan penuh kesadaran; mampu menghubungkan pengalaman latihan hari ini dengan pentingnya gaya hidup aktif dan dampaknya terhadap kesehatan jantung-paru jangka panjang. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat berpartisipasi aktif dalam sirkuit cardio hari ini? Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
- Apakah durasi dan variasi aktivitas dalam sirkuit sudah sesuai dengan kondisi fisik murid kelas 6 ini? Adakah yang perlu disesuaikan?
- Apakah penjelasan rekomendasi aktivitas jasmani sudah dipahami murid dengan baik, tercermin dari jawaban lisan dan kartu refleksi mereka?
- Strategi diferensiasi apa yang paling efektif hari ini? Apa yang perlu diubah untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Latihan cardio apa yang paling kamu nikmati hari ini, dan mengapa?
- Apa yang kamu rasakan pada jantung dan napasmu selama dan setelah latihan? Apa artinya itu bagi kesehatanmu?
- Seberapa sering kamu sebaiknya melakukan latihan seperti ini setiap minggu? Apakah kamu merasa sudah cukup aktif selama ini?
- Apa satu hal yang akan kamu lakukan secara berbeda mulai minggu ini agar lebih aktif bergerak?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemdikbud) — Bab 8: Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI — materi daya tahan jantung dan paru-paru
- Poster/gambar visual bentuk-bentuk latihan cardio respiratory (jalan kaki, joging, lari lintas alam) — disiapkan guru
- Video pembelajaran latihan cardio respiratory (dapat diakses melalui YouTube atau platform edukasi — diputar bila tersedia proyektor/layar)
- Kartu refleksi mini (disiapkan guru, 1 lembar per murid)
- Daftar cek observasi keterampilan gerak (disiapkan guru)
- Cone/kerucut pembatas lapangan (minimal 8 buah)
- Ban bekas atau tali rendah sebagai rintangan lari lintas alam sederhana
- Peluit guru
- Stopwatch atau timer
- Lapangan sekolah atau area terbuka yang aman
|