Modul AjarPertemuan 1Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Mengenal Konsep Kebugaran Jasmani dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Mengenal Konsep Kebugaran Jasmani dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Mengenal Konsep Kebugaran Jasmani dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan

PJOK - Kelas 6

Bab 8 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengenal Konsep Kebugaran Jasmani dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengenal Konsep Kebugaran Jasmani dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian kebugaran jasmani dan komponen-komponennya (daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, kelenturan) yang terkait dengan kesehatan tubuh.
  2. Murid dapat menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur, seperti joging dan latihan cardio respiratory, terhadap kesehatan jantung dan paru-paru.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa napas terengah-engah saat berlari? Kenapa itu bisa terjadi, ya?
  2. Menurutmu, apa bedanya orang yang rajin berolahraga dengan yang jarang bergerak ketika melakukan aktivitas sehari-hari?
  3. Kalau tubuhmu adalah sebuah mesin, bagian mana yang paling penting untuk dijaga agar mesin itu tidak cepat rusak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan meminta ketua kelas memimpin doa bersama. (2 menit)
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid hari ini secara singkat. (2 menit)
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa yang kalian tahu tentang kebugaran jasmani? Sebutkan satu contoh olahraga yang menurutmu menyehatkan jantung!' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid, lalu memberi waktu murid berpikir dan menjawab secara bebas. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: apa yang akan dipelajari dan mengapa penting bagi kehidupan sehari-hari murid. (2 menit)
  • Guru memimpin pemanasan ringan — senam gerak cepat 'Tepuk Tubuh Sehat': murid menepuk bagian tubuh (dada, kaki, lengan) sesuai instruksi guru sambil berdiri di tempat, sebagai transisi menuju kegiatan inti. (4 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan satu gambar atau poster sederhana (bisa digambar di papan tulis) yang menunjukkan tiga komponen kebugaran jasmani: daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, dan kelenturan — masing-masing dengan ilustrasi aktivitasnya (lari, push-up, peregangan). (3 menit)
  • Guru menjelaskan pengertian kebugaran jasmani secara singkat: 'Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mudah lelah dan masih punya tenaga sisa.' (2 menit)
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan pertanyaan: 'Dari tiga komponen itu, mana yang paling terasa saat kamu bermain di luar? Kenapa?' — selama 3 menit, lalu 2–3 pasang berbagi jawaban di depan kelas. (5 menit)
  • Guru meluruskan dan melengkapi jawaban murid, menegaskan hubungan tiap komponen dengan kesehatan tubuh. (2 menit)
  • Guru menjelaskan pengaruh latihan cardio respiratory (seperti joging, lompat tali, bersepeda) terhadap jantung dan paru-paru: 'Saat kita rutin joging, jantung berlatih memompa darah lebih efisien dan paru-paru terbiasa menyerap oksigen lebih banyak.' (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid berdiri dan melakukan simulasi mini 'Rasakan Tubuhmu Bergerak' — murid melakukan joging di tempat selama 60 detik, kemudian berhenti dan langsung memegang dada untuk merasakan detak jantung. (3 menit)
  • Setelah simulasi, guru memandu murid mengamati dan membandingkan: 'Rasakan detak jantungmu sekarang dibanding sebelum bergerak. Apa yang berbeda?' Murid berbagi pengamatan lisan secara singkat. (2 menit)
  • Murid mengisi Lembar Kerja 'Peta Komponen Kebugaran' secara mandiri: diberikan tabel sederhana berisi kolom Komponen, Contoh Latihan, dan Manfaat untuk Kesehatan — murid mengisi berdasarkan pemahaman dari penjelasan guru dan pengalaman simulasi tadi. (8 menit)
  • Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik langsung kepada murid yang membutuhkan bantuan, serta memberikan tantangan tambahan kepada murid yang sudah selesai cepat: 'Coba tambahkan satu contoh latihan lain yang kamu tahu untuk tiap komponen!' (3 menit)
  • Beberapa murid diminta mempresentasikan hasil isian tabelnya secara lisan kepada teman sebangku atau ke kelas, menggunakan kalimat sendiri. (4 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi refleksi terbimbing: 'Tadi kalian merasakan sendiri detak jantung saat joging. Apa yang terjadi pada jantung dan paru-paru kita kalau kita rutin melakukan itu setiap hari?' Murid menjawab lisan secara bergantian. (3 menit)
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di buku catatan atau sticky note: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang tubuhku adalah…' — untuk mendorong kesadaran diri tentang pentingnya kebugaran. (3 menit)
  • Guru mengajak murid membuat 'Janji Gerak Sehat' — secara mandiri murid menuliskan satu aktivitas fisik konkret yang akan mereka lakukan minggu ini untuk melatih salah satu komponen kebugaran (contoh: lari pagi 10 menit setiap hari). (3 menit)
  • Guru mempertegas koneksi antara materi hari ini dengan kehidupan nyata: 'Kebugaran bukan soal jadi atlet — tapi soal punya tubuh yang sehat untuk belajar, bermain, dan membantu keluarga.' (2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin utama pembelajaran: pengertian kebugaran jasmani, tiga komponen utama, dan pengaruh joging/cardio respiratory terhadap jantung-paru. (3 menit)
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan 3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat (exit ticket) kepada murid: (1) Sebutkan 3 komponen kebugaran jasmani! (2) Apa manfaat joging rutin untuk jantung? (3) Berikan 1 contoh latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru! Murid menjawab di selembar kertas kecil atau buku catatan, dikumpulkan. (5 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan membacakan 1–2 'Janji Gerak Sehat' yang menarik sebagai motivasi bersama. (2 menit)
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya agar murid termotivasi. (1 menit)
  • Guru meminta ketua kelas memimpin doa penutup dan mengucapkan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep diberikan kartu bergambar sederhana yang mengilustrasikan tiap komponen kebugaran beserta contoh aktivitasnya, sehingga mereka bisa mengidentifikasi secara visual sebelum membaca teks. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan membaca infografis tambahan tentang rekomendasi durasi aktivitas fisik harian untuk anak usia sekolah menurut WHO.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan Lembar Kerja bersama guru atau teman sebaya yang ditunjuk sebagai 'buddy belajar'. Murid yang sudah mandiri dapat langsung mengerjakan lembar kerja secara individu dan diberi pertanyaan pengayaan lisan oleh guru saat berkeliling.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman melalui pilihan: (a) mengisi tabel 'Peta Komponen Kebugaran' secara tertulis, atau (b) menyampaikan penjelasan lisan kepada guru atau teman sebaya jika mengalami kesulitan menulis. Murid yang sudah sangat memahami dapat membuat mini-poster sederhana berisi penjelasan satu komponen kebugaran beserta manfaat dan contoh latihannya.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Apa yang kalian tahu tentang kebugaran jasmani?' dan 'Sebutkan satu contoh olahraga yang menurutmu menyehatkan jantung!' — guru mencatat respons sebagai peta awal pemahaman dan mengelompokkan murid berdasarkan tingkat pengetahuan awal untuk keperluan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi dan catatan singkat guru saat murid berdiskusi berpasangan tentang komponen kebugaran yang paling dirasakan saat bermain.
  • Pemantauan langsung saat murid mengisi Lembar Kerja — guru mencatat murid yang mengalami kesulitan dan murid yang sudah sangat memahami untuk penyesuaian diferensiasi.
  • Pertanyaan lisan terbimbing setelah simulasi joging di tempat: 'Apa yang kamu rasakan pada jantungmu?' sebagai bukti pemahaman langsung berbasis pengalaman.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: murid menjawab 3 pertanyaan — (1) Sebutkan 3 komponen kebugaran jasmani! (2) Apa manfaat joging rutin untuk jantung dan paru-paru? (3) Berikan 1 contoh latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru! — dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik.
  • Penilaian Lembar Kerja 'Peta Komponen Kebugaran' yang berisi kolom Komponen, Contoh Latihan, dan Manfaat untuk Kesehatan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi berpasangan dan sesi tanya-jawab lisan.
  • Pemantauan pengisian Lembar Kerja 'Peta Komponen Kebugaran' selama kegiatan inti berlangsung.
  • Umpan balik langsung guru saat berkeliling ke murid selama tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Exit ticket 3 pertanyaan tertulis di akhir pertemuan tentang pengertian, komponen, dan pengaruh kebugaran jasmani.
  • Penilaian Lembar Kerja 'Peta Komponen Kebugaran' yang dikumpulkan di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian kebugaran jasmaniMurid tidak dapat menyebutkan pengertian kebugaran jasmani atau jawabannya tidak berhubungan dengan topik.Murid menyebutkan pengertian kebugaran jasmani secara sangat terbatas (hanya menyebut 'olahraga' atau 'sehat') tanpa penjelasan lebih lanjut.Murid dapat menjelaskan pengertian kebugaran jasmani dengan kalimat sendiri dan menyebutkan minimal 1 komponen dengan benar.Murid dapat menjelaskan pengertian kebugaran jasmani secara lengkap dan menyebutkan ketiga komponen (daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, kelenturan) dengan benar beserta contoh aktivitasnya.
Menjelaskan komponen kebugaran jasmaniMurid tidak dapat menyebutkan komponen kebugaran jasmani yang terkait kesehatan.Murid hanya dapat menyebutkan 1 dari 3 komponen kebugaran jasmani (daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, atau kelenturan).Murid dapat menyebutkan 2 dari 3 komponen kebugaran jasmani beserta contoh latihannya.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketiga komponen kebugaran jasmani beserta contoh latihan dan manfaat spesifiknya untuk kesehatan tubuh.
Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan jantung dan paru-paruMurid tidak dapat menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap jantung dan paru-paru.Murid menyatakan bahwa olahraga 'bikin sehat' tanpa dapat menjelaskan mengapa atau bagaimana pengaruhnya terhadap jantung dan paru-paru.Murid dapat menjelaskan secara sederhana bahwa joging atau latihan cardio respiratory membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih baik.Murid dapat menjelaskan dengan jelas pengaruh aktivitas jasmani teratur (joging/cardio respiratory) terhadap efisiensi jantung dalam memompa darah dan kemampuan paru-paru menyerap oksigen, disertai contoh konkret.
Partisipasi dan komunikasi dalam diskusiMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi berpasangan maupun tanya-jawab kelas.Murid berpartisipasi hanya jika ditunjuk langsung oleh guru, jawaban sangat singkat.Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi berpasangan dan mau berbagi jawaban di kelas dengan kalimat yang cukup jelas.Murid berpartisipasi aktif, mengajukan pertanyaan atau pendapat sendiri, dan mampu menjelaskan pemahaman kepada teman dengan kalimat yang runtut dan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti simulasi joging di tempat dan kegiatan diskusi dengan baik? Adakah hambatan yang perlu diantisipasi di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penjelasan tentang tiga komponen kebugaran jasmani sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid di kelas 6? Di bagian mana murid paling banyak mengalami kesulitan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu bergambar untuk murid yang butuh dukungan dan infografis WHO untuk murid cepat) efektif menjangkau semua kebutuhan belajar murid?
  • Berdasarkan hasil exit ticket, berapa banyak murid yang sudah mencapai TP 6.8.1.1 dan 6.8.1.2? Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang tubuhku adalah…
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling membuatmu penasaran atau ingin tahu lebih lanjut?
  • Aktivitas fisik apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjaga kebugaran jasmanimu? Kenapa kamu memilih aktivitas itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbud) — materi aktivitas latihan daya tahan jantung-paru (cardio respiratory)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka
  3. Poster atau gambar ilustrasi tiga komponen kebugaran jasmani (dibuat guru atau diprint dari sumber terpercaya)
  4. Lembar Kerja 'Peta Komponen Kebugaran' (disiapkan guru) — tabel tiga kolom: Komponen, Contoh Latihan, Manfaat untuk Kesehatan
  5. Sticky note atau kertas kecil untuk exit ticket dan 'Janji Gerak Sehat'
  6. Kartu bergambar komponen kebugaran untuk murid yang membutuhkan dukungan visual (disiapkan guru)
  7. Infografis rekomendasi aktivitas fisik harian WHO untuk anak sekolah (untuk pengayaan murid cepat — bisa diunduh dari who.int atau sumber kesehatan terpercaya)
  8. Ruang kelas atau halaman sekolah yang cukup untuk simulasi joging di tempat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.