Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Permainan Air Modifikasi, Keselamatan, dan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Permainan Air Modifikasi, Keselamatan, dan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Permainan Air Modifikasi, Keselamatan, dan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan

PJOK - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Permainan Air Modifikasi, Keselamatan, dan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPermainan Air Modifikasi, Keselamatan, dan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang peraturan alternatif permainan air modifikasi yang mendukung partisipasi inklusif dan fair play dalam kelompok.
  2. Murid dapat menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani di air terhadap kesehatan serta mengidentifikasi perilaku aman dan pencegahan cedera selama aktivitas olahraga air.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bermain di kolam renang atau sungai? Apa yang membuat aktivitas di air terasa menyenangkan sekaligus menantang?
  2. Bayangkan temanmu tidak bisa berenang, bagaimana kamu akan merancang permainan air agar ia tetap bisa ikut bermain dengan aman dan adil?
  3. Mengapa orang yang rajin berenang atau beraktivitas di air cenderung lebih sehat? Apa kira-kira yang terjadi di dalam tubuh mereka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (2 menit).
  • Guru menampilkan gambar atau video pendek (30–60 detik) aktivitas permainan air yang menyenangkan, lalu mengajukan pertanyaan pemantik kepada 2–3 murid secara acak untuk memancing rasa ingin tahu (3 menit).
  • Asesmen Awal Diagnostik: Guru membagikan sticky note (atau meminta murid menuliskan di buku tulis). Murid diminta menuliskan: (a) satu manfaat aktivitas air yang mereka ketahui, dan (b) satu aturan keselamatan di air. Guru memindai jawaban cepat untuk mengetahui titik awal pemahaman murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: merancang permainan air modifikasi yang inklusif dan memahami manfaat serta keselamatan aktivitas air (2 menit).
  • Guru memimpin pemanasan ringan di tempat duduk atau di pinggir kolam: gerakan peregangan lengan, bahu, dan kaki sambil menyebut bagian tubuh yang paling banyak bekerja saat berenang, mengaitkan dengan topik hari ini (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan infografis sederhana atau menggambar di papan: dua kolom — 'Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan' (meningkatkan kapasitas paru-paru, melatih seluruh otot, meningkatkan daya tahan jantung, mengurangi stres) dan 'Perilaku Aman di Air' (tidak berlari di tepi kolam, tidak mendorong teman, menggunakan pelampung jika perlu, selalu ada pengawas). Guru menjelaskan poin-poin utama secara ringkas (5 menit).
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Dari daftar ini, mana yang sudah kamu tahu dan mana yang baru kamu pelajari?' Pasangan berbagi satu temuan baru kepada kelas (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran — murid menyadari apa yang sudah dan belum mereka ketahui]
  • Guru menjelaskan konsep 'permainan modifikasi': definisi, contoh sederhana (misalnya: polo air dengan balon, lomba estafet menggunakan ban pelampung), dan kriteria permainan inklusif (semua orang bisa ikut terlepas dari kemampuan renang, ada aturan fair play, aman). Guru menggunakan contoh visual atau sketsa di papan (5 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan cek pemahaman kepada kelas: 'Apa bedanya permainan air biasa dengan permainan air modifikasi?' dan 'Apa yang membuat sebuah permainan air disebut inklusif?' Beberapa murid diminta menjawab secara lisan (2 menit). [Prinsip: Bermakna — mengaitkan konsep baru dengan pengalaman nyata murid]

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang), diupayakan heterogen (campuran kemampuan). Tiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi template rancangan permainan: (a) Nama permainan, (b) Tujuan permainan, (c) Jumlah pemain, (d) Alat yang digunakan, (e) Peraturan utama (minimal 3 aturan), (f) Peraturan inklusif (cara peserta yang tidak bisa berenang tetap ikut), (g) Aturan fair play, (h) Prosedur keselamatan (minimal 2 poin) (2 menit untuk distribusi dan pemahaman instruksi).
  • Kelompok berdiskusi dan merancang permainan air modifikasi mereka sendiri menggunakan template LKPD. Guru berkeliling memantau, mengajukan pertanyaan terbuka ('Bagaimana teman yang tidak bisa berenang bisa ikut bermain?', 'Aturan apa yang memastikan tidak ada yang curang?'), dan memberikan umpan balik singkat kepada tiap kelompok (12 menit). [Prinsip: Menggembirakan — proses kreatif merancang permainan sendiri; Bermakna — mengaitkan inklusivitas dengan nilai sosial]
  • Asesmen Proses: Guru menggunakan lembar observasi untuk mencatat: apakah tiap kelompok mampu (1) merumuskan minimal 3 aturan permainan, (2) memasukkan unsur inklusif, (3) menyertakan prosedur keselamatan. Guru mencatat kelompok yang memerlukan bantuan tambahan.
  • Perwakilan tiap kelompok (1 orang) mempresentasikan rancangan permainan mereka secara singkat kepada kelas (1–1,5 menit per kelompok). Kelompok lain diberikan kartu 'Jempol' (setuju/bagus) atau 'Tanda Tanya' (ada yang perlu diperjelas) yang diberi umpan balik secara lisan singkat (8 menit). [Prinsip: Menggembirakan — atmosfer saling apresiasi dan tanya jawab aktif]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memimpin diskusi kelas: 'Dari semua rancangan yang tadi dipresentasikan, aturan inklusif mana yang paling kreatif? Mengapa?' dan 'Prosedur keselamatan mana yang menurut kalian paling penting untuk selalu diterapkan di air?' Murid menjawab secara bebas (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran — murid mengevaluasi dan menghubungkan pembelajaran dengan nilai-nilai real]
  • Murid secara individu mengisi bagian refleksi di LKPD: (a) Satu hal yang saya pelajari hari ini tentang aktivitas air dan kesehatan, (b) Satu peraturan inklusif yang akan saya usulkan jika bermain air dengan teman-teman, (c) Satu perilaku aman yang wajib saya terapkan (3 menit). [Prinsip: Bermakna — mendorong internalisasi nilai inklusif dan keselamatan]
  • Guru mengajak murid membuat 'Komitmen Kelas': bersama-sama menyepakati satu aturan keselamatan air yang akan diingat selama melakukan aktivitas air. Guru menuliskannya di papan tulis sebagai pengingat bersama (2 menit). [Prinsip: Berkesadaran — membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan]

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin penting: (1) aktivitas air memberi manfaat besar bagi kesehatan fisik, (2) permainan air modifikasi memungkinkan semua orang berpartisipasi secara inklusif dan fair, (3) keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas air (3 menit).
  • Asesmen Akhir — Exit Ticket: Murid menuliskan dua hal di secarik kertas kecil: (a) Sebutkan dua manfaat aktivitas air bagi kesehatan, dan (b) Tuliskan satu peraturan inklusif yang ada dalam rancangan permainan kelompokmu dan jelaskan mengapa penting. Kertas dikumpulkan sebagai data sumatif guru (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan kreativitas yang ditunjukkan, menyebut secara spesifik 1–2 ide inklusif atau keselamatan yang menarik dari hasil diskusi kelas (1 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat mencoba mendiskusikan rancangan permainan mereka bersama keluarga di rumah, dan menuliskan satu pertanyaan baru yang muncul di benak mereka seputar olahraga air (1 menit).
  • Kegiatan ditutup dengan pendinginan singkat: peregangan lengan dan napas dalam bersama, lalu berdoa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep inklusif dan keselamatan: guru menyediakan kartu visual bergambar (pictogram) yang mengilustrasikan perilaku aman dan tidak aman di air, serta contoh nyata modifikasi permainan air sederhana. Untuk murid yang sudah memahami konsep dasar: guru memberikan tantangan tambahan berupa bacaan singkat atau infografis tentang standar keselamatan kolam renang menurut panduan resmi.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi kelompok secara lebih intensif selama sesi merancang permainan, memberikan pertanyaan scaffolding yang lebih terstruktur ('Apa yang terjadi jika seseorang tidak bisa berenang? Bagaimana aturannya bisa membantunya tetap bermain?'). Untuk murid cepat: mereka diminta berperan sebagai 'konsultan inklusivitas' yang membantu kelompok lain mengevaluasi rancangan permainan mereka setelah kelompok sendiri selesai.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyampaikan hasil rancangan secara lisan saja (tidak wajib menulis lengkap di LKPD). Murid yang sudah mahir dapat mengembangkan rancangan permainan menjadi lebih rinci, termasuk menambahkan variasi tingkat kesulitan dan skenario darurat keselamatan.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik: murid menuliskan satu manfaat aktivitas air yang mereka ketahui dan satu aturan keselamatan di air sebelum pembelajaran dimulai.
  • Pertanyaan lisan pemantik kepada 2–3 murid: guru menilai sejauh mana pemahaman awal murid tentang aktivitas air dan keselamatan sebelum masuk ke materi.

Proses:

  • Lembar observasi kelompok: guru mengisi checklist saat sesi perancangan — apakah kelompok mampu merumuskan minimal 3 aturan, memasukkan unsur inklusif, dan menyertakan prosedur keselamatan.
  • Tanya jawab terbuka saat guru berkeliling: guru menilai kemampuan berpikir kritis murid dalam mengidentifikasi potensi masalah inklusivitas dan keselamatan dalam rancangan permainan.
  • Refleksi individu di LKPD bagian Merefleksi: murid menuliskan hal yang dipelajari, peraturan inklusif yang akan diusulkan, dan perilaku aman yang akan diterapkan.

Akhir:

  • Exit Ticket: murid menuliskan dua manfaat aktivitas air bagi kesehatan dan satu peraturan inklusif dari rancangan kelompok beserta alasannya.
  • LKPD rancangan permainan air modifikasi: dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan tiga aspek — kelengkapan dan kreativitas aturan permainan, kualitas unsur inklusif, serta kelengkapan prosedur keselamatan.

Formatif:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid merumuskan aturan inklusif dan prosedur keselamatan menggunakan lembar observasi.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai pemahaman konsep permainan modifikasi dan fair play melalui respons murid.
  • Kartu 'Jempol/Tanda Tanya' antar kelompok: melihat kemampuan murid memberikan umpan balik konstruktif.

Sumatif:

  • Exit Ticket tertulis: murid menyebutkan dua manfaat aktivitas air bagi kesehatan dan menjelaskan satu peraturan inklusif dalam rancangan kelompok mereka.
  • LKPD kelompok: rancangan permainan air modifikasi yang lengkap dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan aturan, unsur inklusif, dan prosedur keselamatan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang Peraturan Permainan Air Modifikasi (TP 6.7.5.1)Murid belum mampu merumuskan peraturan permainan air modifikasi; rancangan tidak lengkap atau tidak relevan dengan konteks aktivitas air.Murid mampu merumuskan 1–2 peraturan dasar permainan air modifikasi, namun belum mempertimbangkan unsur inklusif atau fair play secara eksplisit.Murid mampu merumuskan minimal 3 peraturan permainan air modifikasi yang mencakup unsur inklusif (cara peserta yang kemampuan renangnya terbatas tetap dapat berpartisipasi) dan minimal 1 aturan fair play.Murid mampu merancang permainan air modifikasi yang lengkap dengan minimal 3 peraturan, unsur inklusif yang kreatif dan operasional, aturan fair play yang jelas, serta prosedur keselamatan yang terintegrasi; mampu menjelaskan alasan setiap peraturan kepada kelompok lain.
Menjelaskan Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan (TP 6.7.5.2 — Manfaat)Murid belum mampu menyebutkan manfaat aktivitas air bagi kesehatan, atau jawaban tidak berkaitan dengan topik.Murid mampu menyebutkan 1 manfaat aktivitas air bagi kesehatan dengan benar, namun belum dapat menjelaskannya.Murid mampu menyebutkan 2 manfaat aktivitas air bagi kesehatan dengan benar dan dapat memberikan penjelasan singkat untuk masing-masing manfaat.Murid mampu menyebutkan minimal 3 manfaat aktivitas air bagi kesehatan, menjelaskan mekanisme manfaat tersebut terhadap tubuh, dan menghubungkannya dengan pentingnya kebiasaan aktif berolahraga di air secara teratur.
Mengidentifikasi Perilaku Aman dan Pencegahan Cedera (TP 6.7.5.2 — Keselamatan)Murid belum mampu mengidentifikasi perilaku aman di air atau pencegahan cedera, atau jawaban tidak relevan.Murid mampu menyebutkan 1 perilaku aman atau tindakan pencegahan cedera selama aktivitas air, namun belum dapat menjelaskan alasannya.Murid mampu menyebutkan 2 perilaku aman dan/atau tindakan pencegahan cedera selama aktivitas air beserta penjelasan singkat mengapa perilaku tersebut penting.Murid mampu mengidentifikasi minimal 3 perilaku aman dan tindakan pencegahan cedera, menjelaskan konsekuensi jika perilaku tersebut diabaikan, dan mengintegrasikan prosedur keselamatan tersebut ke dalam rancangan permainan kelompok.
Kolaborasi dan Partisipasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan ide atau kontribusi dalam proses perancangan.Murid berpartisipasi dalam kelompok namun kontribusinya terbatas; mengikuti arahan teman tanpa memberikan ide sendiri.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok, mengemukakan minimal 1 ide orisinal, dan mendengarkan pendapat anggota kelompok lain.Murid sangat aktif berkontribusi, mengemukakan beberapa ide, membantu anggota kelompok yang kesulitan, dan berperan dalam menjaga diskusi tetap fokus dan produktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid, termasuk yang kemampuan renangnya terbatas, merasa dilibatkan dan nyaman selama proses perancangan permainan air modifikasi?
  • Seberapa efektif strategi scaffolding yang saya gunakan dalam membantu kelompok yang mengalami kesulitan merumuskan aturan inklusif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan tanya jawab lisan berhasil memancing rasa ingin tahu dan pemikiran kritis murid tentang kesehatan dan keselamatan aktivitas air?
  • Apa yang perlu saya perbaiki atau tingkatkan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil Exit Ticket hari ini?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang manfaat aktivitas air bagi kesehatanmu?
  • Apa bagian paling menyenangkan dari merancang permainan air bersama kelompokmu? Apa yang paling menantang?
  • Kalau kamu bermain air dengan teman-teman yang berbeda kemampuan renangnya, aturan apa yang akan kamu usulkan agar semua orang bisa ikut dan merasa aman?
  • Satu perilaku aman di air yang paling ingin kamu terapkan mulai sekarang adalah apa? Mengapa itu penting bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Muhajir dan Agus Gunawan. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022. (ISBN: 978-602-427-940-0)
  2. Buku teks murid PJOK Kelas VI — Unit 7: Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air.
  3. Infografis atau poster 'Manfaat Aktivitas Air bagi Kesehatan' dan 'Aturan Keselamatan di Air' (dapat dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya).
  4. Video pendek aktivitas permainan air (polo air, lomba estafel air, atau aktivitas kolam renang) — durasi 30–60 detik, dari platform pendidikan atau YouTube edukasi.
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) template rancangan permainan air modifikasi (disiapkan guru).
  6. Sticky note / kartu kecil untuk asesmen awal diagnostik dan Exit Ticket.
  7. Kartu 'Jempol' dan 'Tanda Tanya' untuk sesi umpan balik antar kelompok.
  8. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin diskusi dan komitmen kelas.
  9. Alat tulis untuk murid.
  10. Peluit guru (jika kegiatan berlangsung di area kolam/kolam renang).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.