Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Koordinasi Gerak Dasar Renang secara Utuh (Posisi Badan, Napas, Kaki, dan Lengan)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Koordinasi Gerak Dasar Renang secara Utuh (Posisi Badan, Napas, Kaki, dan Lengan)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Koordinasi Gerak Dasar Renang secara Utuh (Posisi Badan, Napas, Kaki, dan Lengan)

PJOK - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Koordinasi Gerak Dasar Renang secara Utuh (Posisi Badan, Napas, Kaki, dan Lengan)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikKoordinasi Gerak Dasar Renang secara Utuh (Posisi Badan, Napas, Kaki, dan Lengan)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mentransfer keterampilan gerak dasar posisi badan, pengambilan napas, serta koordinasi kaki dan lengan menjadi rangkaian gerak renang yang utuh
  2. Murid dapat menguji efektivitas strategi gerak renang yang dipilih dan memodifikasi gerakan sesuai situasi gerak yang dihadapi di dalam air

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menggabungkan semua gerakan dasar renang (posisi badan, napas, kaki, lengan) menjadi satu rangkaian yang lancar?
  2. Apa yang terjadi jika salah satu gerakan tidak terkoordinasi dengan baik saat berenang?
  3. Bagaimana kamu bisa mengetahui apakah teknik renangmu sudah efektif atau masih perlu diperbaiki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan fisik murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar mengkoordinasikan semua gerak dasar renang menjadi rangkaian utuh dan menguji efektivitas teknik mereka
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menceritakan pengalaman mereka saat mempraktikkan gerak dasar renang di pertemuan sebelumnya dan kesulitan apa yang mereka hadapi
  • Guru memimpin pemanasan: peregangan dinamis di pinggir kolam (rotasi lengan, ayunan kaki, trunk rotation) selama 5 menit

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan rangkaian gerak renang utuh (posisi streamline, koordinasi tarikan lengan dengan kayuhan kaki, pengambilan napas di sela gerakan) secara perlahan di tepi kolam agar semua murid dapat mengamati dengan jelas
  • Guru menjelaskan konsep koordinasi: bagaimana posisi badan yang benar (streamline) mengurangi hambatan air, bagaimana timing napas diselaraskan dengan tarikan lengan, dan bagaimana kayuhan kaki memberikan dorongan kontinyu
  • Murid mengamati video singkat atau demonstrasi teman/guru yang menunjukkan perbedaan antara gerakan terkoordinasi dan tidak terkoordinasi
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: murid mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam koordinasi gerak renang (timing, ritme, keseimbangan)
  • Murid diminta memikirkan strategi pribadi: gerakan mana yang perlu mereka fokuskan terlebih dahulu berdasarkan pengalaman sebelumnya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berlatih di kolam dangkal, dimulai dengan meluncur streamline dari pinggir kolam, kemudian menambahkan kayuhan kaki 3-4 kali, lalu menambahkan satu tarikan lengan dengan pengambilan napas
  • Guru memberikan scaffolding bertahap: murid melakukan 3-4 repetisi gerakan parsial (misalnya meluncur + kayuhan kaki + 2 tarikan lengan) sebelum mencoba rangkaian penuh
  • Murid berpasangan: satu berenang, satu mengamati dari pinggir kolam dan memberikan feedback terkait koordinasi gerakan (apakah napas diambil pada waktu yang tepat, apakah kaki tetap kayuh saat lengan menarik, apakah posisi badan tetap streamline)
  • Murid mencoba berbagai variasi strategi: mengubah timing napas (setiap 2 atau 3 tarikan), mengubah intensitas kayuhan kaki, atau menyesuaikan tempo gerakan untuk menemukan kombinasi yang paling efektif bagi mereka
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik individual dan menantang murid untuk menguji: 'Apakah gerakanmu sudah membuat tubuh melaju lebih cepat dan efisien? Coba rasakan perbedaannya!'
  • Murid melakukan simulasi mini: berenang jarak pendek (5-10 meter) dengan koordinasi penuh, mencatat sensasi dan hasil yang mereka rasakan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul di pinggir kolam, guru memfasilitasi refleksi berpasangan: murid berbagi dengan pasangannya strategi mana yang paling efektif, bagian mana yang masih menantang, dan apa yang akan mereka perbaiki di latihan berikutnya
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat semua gerakan mulai tersinkronisasi? Apa yang membuat gerakanmu lebih lancar atau justru tersendat?'
  • Murid menuliskan atau menyampaikan secara lisan satu hal yang berhasil mereka lakukan hari ini dan satu hal yang ingin mereka tingkatkan
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kemajuan setiap murid, menekankan bahwa koordinasi gerak adalah proses yang memerlukan latihan berulang dan kesabaran
  • Murid menetapkan target pribadi untuk latihan mandiri atau pertemuan berikutnya

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: gerakan peregangan statis di pinggir kolam dan pernapasan dalam untuk menenangkan tubuh
  • Guru melakukan asesmen akhir: observasi singkat terhadap kemampuan murid dalam mengkoordinasikan gerak renang secara utuh
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: koordinasi gerak renang memerlukan sinkronisasi posisi badan, napas, kaki, dan lengan, serta kesadaran untuk menguji dan menyesuaikan strategi gerak
  • Guru memberikan tugas mandiri (opsional): murid diminta berlatih visualisasi gerakan renang di rumah atau berlatih koordinasi napas di luar air
  • Guru menutup pembelajaran dengan motivasi dan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah menguasai dasar dapat langsung berlatih koordinasi penuh dengan jarak lebih jauh, sementara yang masih kesulitan fokus pada koordinasi parsial (misalnya hanya lengan dan napas dulu, kaki tetap menggunakan pelampung)
  • Proses: Guru menyediakan scaffolding berbeda: murid yang lambat mendapat lebih banyak repetisi dengan gerakan lebih sederhana dan pendampingan intensif, murid yang cepat diberi tantangan untuk mengoptimalkan efisiensi gerakan dan berlatih dengan variasi kecepatan
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat mendemonstrasikan rangkaian gerak penuh dengan jarak lebih panjang (10-15 meter), sementara yang masih belajar cukup menunjukkan koordinasi dasar dalam jarak pendek (5 meter) dengan bantuan minimal

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: murid menceritakan pengalaman dan kesulitan mereka dalam mempraktikkan gerak dasar renang di pertemuan sebelumnya
  • Observasi informal: guru mengamati kesiapan fisik dan mental murid sebelum masuk ke kolam

Proses:

  • Observasi langsung saat murid berlatih koordinasi gerak di kolam (tahap Mengaplikasi)
  • Penilaian sejawat: murid memberikan feedback kepada pasangannya berdasarkan pengamatan mereka
  • Umpan balik individual dari guru selama murid berlatih
  • Refleksi berpasangan: murid berbagi strategi dan hasil yang mereka rasakan

Akhir:

  • Unjuk kerja: murid mendemonstrasikan rangkaian gerak renang utuh dengan koordinasi posisi badan, napas, kaki, dan lengan
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan 4 level perkembangan
  • Refleksi mandiri: murid menyampaikan satu keberhasilan dan satu target perbaikan mereka

Formatif:

  • Observasi langsung selama praktik di kolam: guru mengamati koordinasi gerak, timing napas, dan kemampuan murid menyesuaikan strategi
  • Penilaian sejawat: murid memberikan feedback kepada pasangannya terkait aspek-aspek koordinasi gerak
  • Tanya jawab selama refleksi untuk menggali pemahaman murid tentang efektivitas strategi gerak mereka

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mendemonstrasikan rangkaian gerak renang utuh (posisi badan streamline, koordinasi kaki dan lengan, pengambilan napas) dengan jarak minimal 5 meter
  • Penilaian rubrik berdasarkan aspek koordinasi gerakan, efektivitas strategi, dan kemampuan memodifikasi gerakan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Koordinasi Posisi Badan, Kaki, dan LenganMurid belum mampu mengoordinasikan gerakan; posisi badan tidak streamline, gerakan kaki dan lengan tidak sinkronMurid mulai mengoordinasikan gerakan namun masih terputus-putus; posisi badan belum konsisten streamline, gerakan kaki dan lengan kadang tidak sinkronMurid mampu mengoordinasikan gerakan dengan cukup baik; posisi badan sebagian besar streamline, gerakan kaki dan lengan cukup sinkron meskipun sesekali masih ada jedaMurid mampu mengoordinasikan semua gerakan dengan lancar dan konsisten; posisi badan streamline, gerakan kaki dan lengan tersinkronisasi dengan baik sepanjang rangkaian gerak
Pengambilan Napas dan TimingMurid tidak mampu mengambil napas dengan timing yang tepat; sering tersedak atau berhenti total saat mengambil napasMurid mulai mengambil napas namun timing belum tepat; gerakan renang terganggu saat mengambil napasMurid mampu mengambil napas dengan timing yang cukup baik; gerakan renang sedikit melambat namun tidak terganggu signifikanMurid mampu mengambil napas dengan timing yang tepat dan lancar; gerakan renang tetap efisien dan tidak terganggu saat mengambil napas
Kemampuan Menguji dan Memodifikasi Strategi GerakMurid tidak menunjukkan upaya untuk menguji atau menyesuaikan strategi gerak; tetap menggunakan gerakan yang sama meskipun tidak efektifMurid mulai mencoba variasi gerakan namun belum mampu mengevaluasi efektivitasnyaMurid mampu mencoba beberapa variasi strategi gerak dan mulai mengenali mana yang lebih efektif, namun penyesuaian masih perlu bimbinganMurid mampu menguji berbagai strategi gerak secara mandiri, mengevaluasi efektivitasnya, dan melakukan modifikasi yang tepat sesuai situasi gerak yang dihadapi
Kemandirian dan Sikap dalam PembelajaranMurid pasif, sangat bergantung pada instruksi guru, dan mudah menyerah saat menghadapi kesulitanMurid mulai menunjukkan inisiatif namun masih sering meminta bantuan guru; cukup tekun meskipun kadang mengeluhMurid menunjukkan kemandirian dalam berlatih, berusaha memecahkan masalah sendiri sebelum meminta bantuan, dan tekun menghadapi kesulitanMurid sangat mandiri, proaktif mencoba berbagai strategi, gigih menghadapi kesulitan, dan mampu merefleksi proses belajarnya secara kritis

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih koordinasi gerak renang secara utuh?
  • Strategi scaffolding dan diferensiasi mana yang paling efektif untuk mendukung murid dengan kemampuan beragam?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas umpan balik agar murid lebih mampu menguji dan memodifikasi strategi gerak mereka secara mandiri?
  • Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terwujud dalam kegiatan hari ini?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari koordinasi gerak renang yang sudah kamu kuasai hari ini?
  • Apa yang masih terasa sulit dan bagaimana rencanamu untuk memperbaikinya?
  • Strategi apa yang paling efektif untukmu saat menggabungkan semua gerakan renang?
  • Apa yang paling kamu nikmati dari pembelajaran hari ini dan apa yang membuatmu merasa bangga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Muhajir dan Agus Gunawan, 2022)
  2. Kolam renang dengan kedalaman yang aman untuk murid SD kelas 6 (kolam dangkal)
  3. Pelampung atau alat bantu renang (opsional, untuk diferensiasi)
  4. Video demonstrasi koordinasi gerak dasar renang (dari internet atau sumber lainnya)
  5. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin-poin penting saat diskusi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.