Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Gerak Dasar Mengambil Napas dalam Aktivitas Olahraga Air

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Gerak Dasar Mengambil Napas dalam Aktivitas Olahraga Air". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Gerak Dasar Mengambil Napas dalam Aktivitas Olahraga Air

PJOK - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gerak Dasar Mengambil Napas dalam Aktivitas Olahraga Air

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGerak Dasar Mengambil Napas dalam Aktivitas Olahraga Air
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prosedur gerakan mengambil napas (berpegang pada sisi kolam dan papan pelampung) dalam aktivitas olahraga air dengan tepat.
  2. Murid dapat mempraktikkan gerakan mengambil napas dengan berbagai variasi posisi badan di air secara berulang hingga terbiasa.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa kehabisan napas saat berada di dalam air? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  2. Menurutmu, mengapa teknik mengambil napas yang benar sangat penting saat berenang?
  3. Apa perbedaan cara mengambil napas saat berada di darat dan saat berada di dalam air?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid di tepi kolam renang dan memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas air.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan seluruh murid dalam kondisi sehat serta siap mengikuti pembelajaran.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan kepada murid — 'Siapa yang sudah pernah belajar berenang?', 'Bagaimana cara kalian mengambil napas saat di dalam air?' — untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar cara mengambil napas yang benar menggunakan pegangan sisi kolam dan papan pelampung.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Mengapa teknik napas yang benar penting saat berenang?' untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Murid dipimpin guru melakukan pemanasan di tepi kolam: jogging ringan di tepi kolam, peregangan leher (putar kanan-kiri), peregangan bahu, lengan, dan pergelangan tangan selama ± 5 menit.
  • Guru menyampaikan aturan keselamatan di kolam: tidak berlari di tepi kolam, tidak mendorong teman, selalu berada di area yang sudah ditentukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan secara langsung di tepi kolam dua variasi gerakan mengambil napas: (1) berpegang pada sisi kolam — badan menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegang, lutut direndahkan, kepala masuk air, lalu leher diputar ke kanan/kiri untuk menghirup udara melalui mulut dan membuang napas melalui hidung di dalam air; (2) berpegang pada papan pelampung — badan dan kaki lurus terapung, kaki dikepakkan 2–4 kali pukulan, leher diputar ke samping untuk menghirup napas dari mulut, lalu diputar kembali ke dalam air dan napas dibuang dari hidung.
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan seksama, memperhatikan posisi kepala, arah putaran leher, serta perbedaan antara menghirup (mulut) dan membuang napas (hidung).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi singkat: 'Dari demonstrasi tadi, bagian mana yang menurut kalian paling sulit? Mengapa?' — murid diberi kesempatan menjawab secara lisan untuk mengaktifkan penalaran kritis.
  • Guru menjelaskan prosedur langkah demi langkah secara verbal sambil menunjukkan gerakan, lalu meminta 1–2 murid sukarela untuk mengulang penjelasan dengan kata-kata mereka sendiri sebagai bentuk pengecekan pemahaman.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok berpasangan atau kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menentukan giliran secara bergantian.
  • Latihan Variasi 1 — Berpegang pada Sisi Kolam: Murid masuk ke dalam kolam di area dangkal, berdiri menghadap dinding kolam, dan kedua tangan berpegang pada sisi kolam. Mereka melakukan gerakan merendahkan lutut hingga kepala masuk ke dalam air, kemudian memutar leher ke kanan atau ke kiri untuk menghirup udara melalui mulut, lalu memutar kembali ke dalam air dan membuang napas melalui hidung. Gerakan diulang minimal 8–10 kali secara berulang.
  • Latihan Variasi 2 — Berpegang pada Sisi Kolam dengan Kaki Lurus: Murid berpegangan pada sisi kolam dengan posisi badan memanjang dan kaki lurus di belakang. Murid melakukan pukulan kaki 2–4 kali, kemudian memutar leher ke kanan/kiri untuk menghirup napas dari mulut, lalu memutar kembali ke dalam air dan membuang napas dari hidung. Gerakan diulang hingga terasa lebih lancar.
  • Latihan Variasi 3 — Menggunakan Papan Pelampung: Murid memegang papan pelampung dengan kedua tangan, badan lurus terapung di permukaan air, kaki melakukan pukulan. Saat melakukan 2–4 pukulan kaki, leher diputar ke sisi yang nyaman untuk menghirup napas dari mulut, kemudian kepala dikembalikan ke dalam air dan napas dibuang dari hidung. Gerakan diulang berulang-ulang hingga terasa nyaman.
  • Selama latihan, pasangan atau anggota kelompok yang tidak sedang berenang bertugas mengamati dan memberikan umpan balik sederhana kepada temannya, misalnya: 'Napasnya sudah lewat mulut?' atau 'Kepalanya sudah balik ke dalam air?'.
  • Asesmen Proses: Guru berkeliling mengamati murid, memberikan umpan balik individual, mencatat murid yang sudah menunjukkan gerakan yang benar dan yang masih membutuhkan bimbingan.
  • Guru memberikan pujian dan koreksi teknis secara spesifik dan langsung kepada murid, misalnya: 'Bagus, putaran lehernya sudah benar!' atau 'Coba buang napas dari hidung ya, bukan dari mulut saat di dalam air.'.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid keluar dari kolam dengan tertib dan berkumpul di tepi kolam. Guru memimpin pendinginan singkat berupa peregangan leher, bahu, dan lengan selama ± 3 menit.
  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi kelompok dengan pertanyaan: (1) 'Variasi gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan hari ini? Mengapa?', (2) 'Apa kesulitan yang kamu hadapi dan bagaimana cara kamu mengatasinya?', (3) 'Mengapa penting membuang napas melalui hidung saat kepala di dalam air?'.
  • Murid secara berpasangan atau dalam kelompok kecil saling berbagi pengalaman belajar masing-masing selama ± 3 menit, kemudian perwakilan kelompok menyampaikan kesimpulan singkat kepada kelas.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (dapat dilakukan secara lisan atau tertulis di kartu kecil): 'Hari ini saya sudah bisa...', 'Saya masih perlu berlatih...', 'Perasaan saya saat berlatih hari ini adalah...'.
  • Guru menegaskan kembali prosedur gerakan yang benar dan menghubungkannya dengan manfaat nyata: teknik napas yang benar akan membuat berenang lebih efisien, tidak cepat kelelahan, dan menjaga keselamatan di air.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: dua variasi gerakan mengambil napas yang telah dipelajari, perbedaan cara menghirup (mulut) dan membuang napas (hidung), serta pentingnya latihan berulang.
  • Asesmen Akhir: Guru melakukan penilaian akhir dengan meminta setiap murid secara bergantian mendemonstrasikan salah satu variasi gerakan mengambil napas (pilihan guru atau murid) selama ± 30 detik sebagai bukti penguasaan keterampilan.
  • Guru memberikan umpan balik akhir secara klasikal: mengapresiasi usaha dan perkembangan seluruh murid, serta menyebutkan poin-poin yang perlu terus dilatih.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta berlatih mengatur napas di rumah (misalnya simulasi di bak mandi dengan pengawasan orang tua) dan mencatat perkembangan di buku catatannya.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya dalam Bab 7 dan memberikan motivasi untuk terus berlatih.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan murid diminta berganti pakaian dengan tertib.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum pernah berenang atau memiliki rasa takut terhadap air diberikan variasi latihan yang lebih sederhana: cukup berdiri di area paling dangkal dengan kepala tidak perlu masuk seluruhnya ke dalam air, fokus pada latihan memutar kepala ke samping dan mengambil napas dari mulut di atas permukaan air terlebih dahulu. Murid yang sudah terbiasa di air dan menguasai teknik dasar dapat diberikan tantangan tambahan: mencoba mengambil napas sambil melakukan gerakan tangan (satu lengan ditarik ke belakang) sesuai petunjuk buku guru.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dan dukungan (lambat) ditempatkan berdekatan dengan guru atau didampingi teman sebaya yang lebih mahir. Mereka diperbolehkan menggunakan dua alat bantu sekaligus (misalnya berpegangan pada sisi kolam terlebih dahulu sebelum beralih ke papan pelampung). Murid yang cepat menguasai teknik didorong untuk membantu mengamati dan memberi umpan balik kepada teman dalam kelompok, sehingga memperkuat pemahaman mereka sekaligus membangun sikap kolaboratif.
  • Produk: Murid menunjukkan penguasaan melalui demonstrasi praktik langsung. Untuk murid yang belum dapat mendemonstrasikan gerakan penuh, produk dapat berupa demonstrasi gerakan di tepi kolam (tanpa masuk air) atau penjelasan verbal tentang prosedur gerakan yang benar sebagai bukti penguasaan pada aspek pengetahuan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di kegiatan pendahuluan: 'Siapa yang sudah pernah belajar berenang?' dan 'Bagaimana cara kalian mengambil napas saat berada di dalam air?'.
  • Guru meminta 2–3 murid sukarela mencontohkan gerakan mengambil napas sesuai pengetahuan mereka sebelumnya (tanpa masuk air) untuk memetakan kemampuan awal kelas.
  • Berdasarkan respons murid, guru menyesuaikan tingkat dukungan yang akan diberikan selama pembelajaran (siapa yang perlu bimbingan ekstra, siapa yang sudah memiliki dasar).

Proses:

  • Lembar observasi checklist: guru mencatat apakah setiap murid menunjukkan — (1) posisi tubuh yang benar saat berpegangan, (2) putaran leher ke samping (bukan mengangkat kepala), (3) menghirup napas dari mulut di atas air, (4) membuang napas dari hidung di dalam air.
  • Umpan balik langsung dari guru kepada murid saat latihan berlangsung — bersifat spesifik, positif, dan konstruktif.
  • Peer feedback terstruktur: teman pasangan mengamati menggunakan panduan 2 pertanyaan sederhana: 'Apakah temanmu memutar leher (bukan mengangkat kepala)?' dan 'Apakah temanmu membuang napas di dalam air?'.

Akhir:

  • Demonstrasi praktik individu: setiap murid mendemonstrasikan gerakan mengambil napas (variasi sisi kolam atau papan pelampung) minimal 5 repetisi berturut-turut, dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Penilaian pengetahuan lisan singkat: guru mengajukan pertanyaan tentang prosedur gerakan — dinilai dari ketepatan dan kelengkapan jawaban murid.
  • Refleksi diri murid (lembar atau lisan): 'Apa yang sudah bisa saya lakukan hari ini?' dan 'Apa yang perlu saya latih lebih lanjut?' — digunakan sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan praktik: guru mengamati dan mencatat ketepatan prosedur gerakan setiap murid menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Umpan balik lisan antar teman sebaya (peer feedback) selama latihan berpasangan: teman mengamati dan memberikan komentar konstruktif berdasarkan panduan yang diberikan guru.
  • Pertanyaan lisan dan diskusi refleksi di tahap Merefleksi untuk mengecek pemahaman konseptual tentang prosedur gerakan.

Sumatif:

  • Demonstrasi praktik akhir: setiap murid mendemonstrasikan salah satu variasi gerakan mengambil napas di air selama ± 30 detik, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang – Mulai – Berkembang – Sangat Berkembang).
  • Penilaian pengetahuan lisan: guru mengajukan 1–2 pertanyaan singkat kepada murid tentang prosedur gerakan (misalnya: 'Dari mana udara dihirup saat kepala di atas air? Dan dari mana dibuang saat kepala di dalam air?') untuk mengukur TP 6.7.2.1.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Prosedur Gerakan Mengambil Napas (Pengetahuan — TP 6.7.2.1)Murid tidak dapat menjelaskan prosedur gerakan mengambil napas (berpegang pada sisi kolam maupun papan pelampung) secara lisan dengan tepat.Murid dapat menjelaskan sebagian prosedur gerakan mengambil napas (1 dari 2 variasi) dengan beberapa kesalahan konsep, misalnya belum dapat membedakan cara menghirup dan membuang napas.Murid dapat menjelaskan prosedur gerakan mengambil napas pada kedua variasi (sisi kolam dan papan pelampung) dengan tepat, meskipun penjelasan masih kurang lengkap atau memerlukan sedikit bantuan.Murid dapat menjelaskan prosedur gerakan mengambil napas pada kedua variasi secara lengkap, tepat, dan runtut — termasuk posisi tubuh, arah putaran leher, serta perbedaan cara menghirup (mulut) dan membuang napas (hidung).
Teknik Gerakan Mengambil Napas (Keterampilan — TP 6.7.2.2)Murid belum dapat mempraktikkan gerakan mengambil napas di air; masih mengangkat kepala penuh ke atas alih-alih memutar leher, dan/atau tidak dapat mengatur menghirup dan membuang napas.Murid mulai dapat mempraktikkan gerakan mengambil napas pada salah satu variasi posisi, namun teknik masih belum konsisten — misalnya sesekali masih mengangkat kepala, atau membuang napas dari mulut (bukan hidung) saat kepala di dalam air.Murid dapat mempraktikkan gerakan mengambil napas pada dua variasi posisi (sisi kolam dan papan pelampung) dengan teknik yang cukup benar dan konsisten, meskipun masih terdapat sedikit ketidaktepatan pada detail gerakan.Murid dapat mempraktikkan gerakan mengambil napas pada berbagai variasi posisi badan secara berulang-ulang dengan teknik yang benar dan konsisten: putaran leher ke samping (bukan mengangkat kepala), menghirup dari mulut di atas air, membuang napas dari hidung di dalam air, dan koordinasi dengan gerakan kaki yang baik.
Kolaborasi dan Keselamatan Selama KegiatanMurid tidak mengikuti aturan keselamatan kolam dan/atau tidak berpartisipasi dalam kegiatan berpasangan atau kelompok.Murid mulai mengikuti sebagian aturan keselamatan dan sesekali berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, namun masih perlu diingatkan.Murid mengikuti aturan keselamatan kolam dengan baik dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan berpasangan, termasuk memberikan umpan balik sederhana kepada teman.Murid secara konsisten mengikuti aturan keselamatan kolam, aktif memberikan umpan balik yang konstruktif kepada teman, dan berkontribusi positif pada suasana belajar kelompok yang aman dan menyenangkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan prosedur gerakan mengambil napas pada dua variasi yang diajarkan hari ini? Jika belum, di mana letak kesulitan terbesar mereka?
  • Apakah demonstrasi yang saya lakukan sudah cukup jelas dan dapat ditangkap oleh murid dengan berbagai tingkat kemampuan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah efektif membantu murid yang mengalami kesulitan dan menantang murid yang sudah mahir?
  • Bagaimana kualitas umpan balik yang saya berikan kepada murid — apakah sudah spesifik, tepat waktu, dan membantu perbaikan gerakan?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mengambil napas variasi mana yang paling mudah untukmu hari ini? Mengapa?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara bernapas di dalam air?
  • Apa kesulitan terbesar yang kamu hadapi saat berlatih? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Bagaimana perasaanmu saat berlatih bersama teman hari ini?
  • Menurutmu, mengapa penting untuk terus berlatih gerakan ini secara berulang-ulang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI — Muhajir dan Agus Gunawan, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-427-940-0), Bab 7: Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air, hlm. 200–212.
  2. Kolam renang sekolah atau fasilitas renang terdekat (kedalaman area dangkal yang sesuai untuk murid kelas 6).
  3. Papan pelampung (kickboard) — tersedia sesuai jumlah murid atau minimal 1 per pasangan.
  4. Peluit sebagai tanda mulai, berhenti, dan pergantian aktivitas.
  5. Lembar observasi checklist untuk asesmen proses (disiapkan oleh guru).
  6. Kartu refleksi diri murid (dapat berupa kartu kecil atau potongan kertas).
  7. Video tutorial gerakan mengambil napas dalam renang (sebagai referensi tambahan guru, dapat diputar di kelas sebelum ke kolam jika tersedia proyektor).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.