MODUL AJAR PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Pengenalan Air dan Aktivitas Bermain di Air (Posisi Badan Meluncur) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Pengenalan Air dan Aktivitas Bermain di Air (Posisi Badan Meluncur) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan prosedur gerak dasar posisi badan (meluncur) dalam aktivitas olahraga air dengan benar.
- Murid dapat mempraktikkan gerak dasar posisi badan meluncur dari pinggir kolam dangkal secara mandiri dan percaya diri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian masuk ke dalam kolam renang? Apa yang kalian rasakan saat tubuh pertama kali menyentuh air?
- Menurutmu, mengapa posisi tubuh yang lurus dan streamline sangat penting saat meluncur di air?
- Apa yang akan terjadi jika kita mendorong dinding kolam dengan kuat tetapi posisi tubuh kita bengkok? Mengapa begitu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengucapkan salam, dan memimpin doa bersama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan semua sudah siap dengan pakaian renang serta perlengkapan keselamatan (kacamata renang, tidak memakai perhiasan).
- Guru menyampaikan aturan keselamatan di kolam: dilarang berlari di pinggir kolam, dilarang mendorong teman, selalu masuk kolam dengan cara yang aman.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan — (1) 'Siapa yang pernah berenang sebelumnya? Angkat tangan!' dan (2) 'Siapa yang bisa menjelaskan apa itu meluncur di air?' — untuk memetakan pengalaman awal murid. Guru mencatat kelompok yang sudah punya pengalaman dan yang belum.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami prosedur dan mempraktikkan posisi badan meluncur dari pinggir kolam dangkal.
- Pemanasan di darat (± 5 menit): Murid melakukan peregangan statis dan dinamis — putar kepala, putar bahu, regangkan lengan ke depan dan samping, tekuk badan ke depan, putar pergelangan kaki. Guru memimpin dan menjelaskan fungsi tiap gerakan untuk mencegah cedera.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kolam.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid berkumpul di tepi kolam dangkal dan memperhatikan demonstrasi.
- Guru menjelaskan secara lisan tiga fase posisi badan meluncur: (1) Persiapan — berdiri membelakangi dinding kolam, kedua lengan lurus di samping telinga, ibu jari tangan rapat, salah satu kaki menempel di dinding; (2) Gerakan — kedua kaki mendorong dinding dengan kuat, badan lurus, kaki rapat dan lurus, kedua lengan lurus ke depan; (3) Akhir Gerakan — setelah meluncur, lengan ditarik ke belakang dan kaki ditekuk ke depan hingga berdiri kembali.
- Guru mendemonstrasikan seluruh rangkaian gerakan meluncur secara langsung di dalam kolam dangkal sebanyak 2 kali, pertama pelan-pelan sambil menjelaskan tiap fase, kedua dengan kecepatan normal.
- Murid diminta mengamati demonstrasi dan menjawab pertanyaan pemantik: 'Bagian tubuh mana yang harus paling lurus saat meluncur? Mengapa?' — murid mendiskusikan jawabannya berpasangan selama 1–2 menit (Berkesadaran).
- Guru mengonfirmasi jawaban murid dan menekankan konsep kunci: posisi streamline (badan lurus seperti panah) meminimalkan hambatan air sehingga luncuran lebih jauh dan efisien. Hubungkan dengan pengalaman nyata: 'Seperti peluru yang meluncur lurus, bukan seperti bola yang memantul.' (Bermakna)
- Guru mengajak murid memeragakan posisi meluncur secara kering di darat (berdiri, kedua tangan lurus di atas kepala, ibu jari saling mengait, badan tegak lurus) agar otot dan pikiran sudah mengenal pola gerak sebelum masuk air.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid masuk ke kolam dangkal secara tertib dengan bimbingan guru — turun lewat tangga atau duduk di tepi lalu meluncur masuk perlahan.
- Latihan 1 — Pengenalan air (± 5 menit): Murid berjalan maju–mundur di kolam dangkal, merasakan tekanan air pada tubuh, kemudian mencoba mencelupkan wajah ke air selama 3 detik dan menghembuskan napas di dalam air. Guru mendampingi dan memotivasi murid yang masih takut.
- Latihan 2 — Posisi persiapan meluncur (± 5 menit): Murid berpasangan, satu murid mempraktikkan posisi persiapan (membelakangi dinding, kaki satu menempel dinding, lengan lurus di samping telinga), pasangannya mengecek apakah posisi sudah benar dan memberi umpan balik verbal. Bergantian. (Kolaborasi)
- Latihan 3 — Meluncur dengan bantuan (± 8 menit): Murid mencoba meluncur sendiri dari dinding. Guru dan murid yang sudah lancar bertugas sebagai 'penjaga sisi' untuk membantu murid yang masih ragu. Setiap murid mendapat minimal 3 kali kesempatan mencoba. (Menggembirakan)
- Latihan 4 — Meluncur mandiri (± 7 menit): Murid meluncur secara mandiri tanpa bantuan, fokus pada tiga poin kunci: dorongan kaki kuat dari dinding, badan lurus total, lengan rapat di depan. Guru berkeliling, mengamati, dan memberi umpan balik individual.
- Asesmen Proses: Guru menggunakan lembar observasi singkat (checklist) untuk mencatat tiap murid pada 3 indikator: (a) posisi persiapan benar, (b) dorongan kaki dari dinding kuat dan koordinatif, (c) posisi badan lurus saat meluncur. Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid yang belum memenuhi indikator.
- Tantangan tambahan untuk murid yang sudah menguasai: mencoba meluncur sejauh mungkin dan mengukur jarak luncuran menggunakan ubin kolam sebagai patokan, kemudian mencatat secara mandiri berapa ubin jarak luncurannya. (Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid keluar dari kolam secara tertib, mengeringkan badan, dan berkumpul membentuk lingkaran di tepi kolam atau area kering.
- Guru memimpin refleksi berpasangan (think-pair-share) selama ± 3 menit: setiap murid menjawab dua pertanyaan kepada pasangannya — (1) 'Apa bagian gerakan yang paling sulit bagimu tadi? Mengapa?' dan (2) 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda pada latihan berikutnya?' (Berkesadaran)
- Beberapa pasangan diminta berbagi refleksinya ke seluruh kelas. Guru merangkum dan mengaitkan jawaban murid dengan konsep streamline dan manfaat aktivitas air bagi kesehatan tubuh. (Bermakna)
- Guru mengajak murid menghubungkan pengalaman belajar hari ini dengan kehidupan nyata: 'Bagaimana kemampuan meluncur ini bisa menjadi dasar keterampilan berenang yang akan melindungi kalian dari risiko tenggelam?'
- Murid mengisi kartu refleksi diri sederhana (dapat dibuat di kertas kecil atau diucapkan lisan) dengan menjawab: (a) Satu hal yang saya pelajari hari ini, (b) Satu hal yang masih ingin saya kuasai, (c) Perasaan saya saat latihan tadi. (Berkesadaran)
Penutup:- Guru memimpin pendinginan ringan: peregangan statis untuk lengan, bahu, punggung, dan kaki selama ± 3 menit sambil menjelaskan pentingnya pendinginan setelah aktivitas air.
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap capaian kelas hari ini — hal yang sudah bagus dan hal yang perlu ditingkatkan.
- Guru menegaskan kembali prosedur keselamatan di air sebagai pesan utama yang dibawa pulang.
- Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya (gerakan kaki renang) agar murid dapat mempersiapkan diri.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum pernah berenang dan masih takut air diberikan tahapan lebih kecil: pertama hanya pengenalan air (merendam kaki, berjalan di kolam), kemudian mencoba posisi persiapan tanpa meluncur. Guru menyediakan gambar/poster visual prosedur meluncur yang dapat dipegang murid sebagai panduan visual.
- Proses: Murid yang sudah terampil meluncur diberi tantangan mengukur dan memaksimalkan jarak luncurannya serta mencoba menjadi 'peer coach' bagi teman yang masih kesulitan. Murid yang masih ragu mendapat pendampingan lebih dekat dari guru atau teman sebaya, dapat menggunakan papan pelampung sebagai alat bantu rasa percaya diri awal.
- Produk: Murid yang sudah mahir dapat mendemonstrasikan ulang gerakan meluncur di depan kelompok kecil dan menjelaskan prosedurnya secara lisan sebagai bukti pemahaman. Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan kemampuan meluncur 1–2 kali dengan posisi yang mendekati benar.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada seluruh kelas: 'Siapa yang pernah berenang sebelumnya? Siapa yang sudah bisa meluncur?' untuk memetakan pengalaman awal.
- Guru meminta murid memeragakan posisi meluncur secara kering di darat sebelum masuk air sebagai gambaran pengetahuan awal tentang posisi tubuh yang benar.
Proses:- Observasi checklist selama sesi praktik: guru mencatat tiap murid pada indikator posisi persiapan, dorongan kaki, dan posisi badan saat meluncur.
- Umpan balik langsung individual saat murid berlatih — guru memberikan koreksi verbal dan demonstrasi ulang bila diperlukan.
- Penilaian sejawat berpasangan pada Latihan 2: murid mengecek posisi teman dan menyampaikan umpan balik verbal.
Akhir:- Tes praktik meluncur individual sebanyak 2 kali percobaan, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek posisi badan dan teknik dorongan.
- Tes lisan: murid menjelaskan secara singkat prosedur meluncur (3 fase: persiapan, gerakan, akhir gerakan) dengan kata-kata sendiri.
- Kartu refleksi diri: murid mengisi 3 poin refleksi sebagai bukti kesadaran belajar mandiri.
Formatif:- Observasi langsung menggunakan checklist 3 indikator saat murid berlatih meluncur: (1) posisi persiapan benar, (2) dorongan kaki koordinatif, (3) badan lurus saat meluncur.
- Tanya jawab lisan saat fase Memahami untuk mengecek pemahaman konsep streamline.
- Penilaian sejawat saat Latihan 2: murid berpasangan saling mengecek posisi persiapan dan memberi umpan balik.
Sumatif:- Tes praktik meluncur individual: setiap murid melakukan 2 kali percobaan meluncur dari dinding kolam; guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
- Tes lisan singkat: guru mengajukan 1–2 pertanyaan tentang prosedur meluncur kepada beberapa murid secara acak saat penutup.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengetahuan Prosedur Meluncur (TP 6.7.1.1) | Murid tidak dapat menyebutkan tahapan prosedur meluncur meskipun dengan bantuan. | Murid dapat menyebutkan 1 dari 3 fase prosedur meluncur (persiapan/gerakan/akhir) dengan benar. | Murid dapat menjelaskan 2 dari 3 fase prosedur meluncur dengan benar menggunakan bahasanya sendiri. | Murid dapat menjelaskan ketiga fase prosedur meluncur (persiapan, gerakan, akhir) secara runtut, benar, dan mengaitkannya dengan konsep streamline. | | Posisi Persiapan Meluncur (TP 6.7.1.2) | Murid tidak dapat menunjukkan posisi persiapan yang benar (lengan tidak lurus, kaki tidak menempel dinding, badan tidak membungkuk ke depan). | Murid menunjukkan 1 dari 3 elemen posisi persiapan dengan benar. | Murid menunjukkan 2 dari 3 elemen posisi persiapan dengan benar (lengan lurus, kaki menempel dinding, badan membungkuk ke depan). | Murid menunjukkan seluruh elemen posisi persiapan dengan sempurna: kedua lengan lurus di samping telinga dengan ibu jari rapat, kaki menempel dinding, badan membungkuk ke depan. | | Teknik Dorongan dan Posisi Badan Saat Meluncur (TP 6.7.1.2) | Murid tidak mampu melakukan dorongan dari dinding atau posisi badan sangat bengkok sehingga tidak terjadi luncuran yang berarti. | Murid mampu mendorong dinding dan meluncur tetapi posisi badan bengkok (kepala terangkat, lutut ditekuk, atau lengan tidak lurus) sehingga luncuran sangat pendek. | Murid mampu mendorong dinding dengan cukup kuat dan mempertahankan posisi badan hampir lurus saat meluncur, dengan 1 elemen yang masih perlu diperbaiki. | Murid mampu mendorong dinding dengan kuat dan mempertahankan posisi badan lurus penuh (kepala di antara lengan, kaki rapat dan lurus, lengan lurus ke depan) sehingga luncuran jauh dan mulus. | | Kemandirian dan Kepercayaan Diri (TP 6.7.1.2) | Murid menolak mencoba meluncur atau hanya mau meluncur jika dipegang penuh oleh guru. | Murid mau mencoba meluncur tetapi memerlukan bantuan fisik atau dorongan motivasi yang berulang dari guru. | Murid mau mencoba meluncur secara mandiri meskipun masih tampak ragu, dan mau mencoba kembali setelah gagal. | Murid meluncur secara mandiri dengan penuh percaya diri, berani mencoba berulang kali, dan aktif membantu teman yang masih kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mencoba meluncur minimal 3 kali? Jika tidak, apa yang perlu diatur ulang dalam manajemen waktu dan giliran?
- Apakah instruksi dan demonstrasi saya cukup jelas sehingga murid memahami prosedur meluncur sebelum masuk air?
- Bagaimana saya menangani murid yang masih takut air? Apakah pendekatan saya sudah cukup mendukung dan tidak memaksa?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan (bantuan untuk yang kesulitan, tantangan untuk yang sudah mahir) berjalan efektif?
- Apa yang akan saya perbaiki dari segi keselamatan, alur kegiatan, atau strategi asesmen pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang posisi badan saat meluncur di air?
- Bagian mana dari gerakan meluncur yang paling sulit bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk berlatih lebih baik?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil meluncur sendiri tanpa bantuan? Atau bagaimana perasaanmu jika masih kesulitan — apa yang ingin kamu coba lagi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI — Muhajir dan Agus Gunawan, Kemdikbudristek 2022 (ISBN 978-602-427-940-0), Unit 7: Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air, hlm. 200–210.
- Video demonstrasi teknik meluncur renang dasar (dapat diakses melalui YouTube atau platform pendidikan resmi sebagai referensi visual untuk guru dan murid).
- Kolam renang dangkal (kedalaman ± 60–90 cm) dengan dinding yang dapat dijadikan tumpuan kaki.
- Papan pelampung (kickboard) sebagai alat bantu bagi murid yang masih belum percaya diri.
- Peluit keselamatan untuk manajemen kelas di kolam.
- Lembar checklist observasi guru (dicetak atau dalam clipboard tahan air).
- Kartu refleksi diri murid (kertas kecil ukuran kartu, dapat diisi setelah keluar dari air).
- Poster/gambar visual prosedur meluncur (dicetak dan dilaminating sebagai panduan visual di tepi kolam).
|