Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Variasi dan Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama (Model Kedua — Rangkaian Gerakan 1–4)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Variasi dan Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama (Model Kedua — Rangkaian Gerakan 1–4)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Variasi dan Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama (Model Kedua — Rangkaian Gerakan 1–4)

PJOK - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Variasi dan Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama (Model Kedua — Rangkaian Gerakan 1–4)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikVariasi dan Kombinasi Gerak Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Aktivitas Gerak Berirama (Model Kedua — Rangkaian Gerakan 1–4)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan variasi dan kombinasi model kedua gerak langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama pada rangkaian gerakan pertama hingga keempat (pemindahan berat badan, ayunan lengan silang, liukan badan, dan gerakan mengeper) sesuai irama musik atau ketukan.
  2. Murid dapat mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai pada model pertama ke dalam rangkaian gerakan model kedua aktivitas gerak berirama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kalian sudah menguasai rangkaian gerakan model pertama, kira-kira gerakan mana yang paling mudah untuk kalian 'pinjam' dan terapkan ke model kedua yang baru?
  2. Mengapa menurut kalian penting untuk menggerakkan lengan dan kaki secara bersamaan saat berirama, bukan secara terpisah?
  3. Apa yang terjadi pada keseimbangan tubuhmu saat berat badan dipindahkan ke satu sisi sambil lengan diangkat? Bagaimana cara kamu menjaga keseimbangannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid. (3 menit)
  • Asesmen Awal — Guru meminta murid secara singkat mendemonstrasikan satu gerakan favorit dari model pertama yang sudah dipelajari. Guru mengamati dan mencatat siapa yang sudah luwes dan siapa yang masih kaku sebagai data diagnostik. (4 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Gerakan apa dari model pertama yang menurut kalian mirip dengan gerakan berirama di model kedua nanti?' dan memberi waktu 2–3 murid untuk menjawab. (3 menit)
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: mempraktikkan rangkaian gerakan 1–4 model kedua dan mentransfer strategi gerak dari model pertama. (2 menit)
  • Pemanasan dinamis: murid berjalan di tempat mengikuti ketukan, diikuti gerakan ayunan lengan bebas ke kanan-kiri, putaran bahu, dan peregangan sisi tubuh. Guru memimpin dengan hitungan 1×8. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid berdiri membentuk formasi setengah lingkaran agar semua bisa melihat guru dan satu sama lain dengan jelas. (1 menit)
  • Guru mendemonstrasikan Rangkaian Gerakan Pertama secara perlahan tanpa musik: berdiri tegak, kaki kiri ditekuk sedikit, kedua lengan direntangkan ke samping; hitungan 1-2 kedua lengan diangkat ke atas lurus sambil memindahkan berat badan; hitungan 3-4 berat badan dipindahkan ke kanan, lengan kanan ke atas, lengan kiri ke samping sejajar bahu; kembali ke sikap semula. (3 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif singkat: 'Bagian mana yang menurut kalian paling mirip dengan yang sudah dipelajari di model pertama?' Minta 2 murid menjawab untuk membangun koneksi bermakna. (2 menit)
  • Guru mendemonstrasikan Rangkaian Gerakan Kedua: berdiri tegak, kedua lengan di samping; hitungan 1-2 lengan kanan diayunkan ke arah kiri dan lengan kiri ke arah kanan (silang di depan dada) dengan tumpuan berat badan tetap; hitungan 3-4 kembali ke posisi awal dengan ayunan lengan ke samping. Guru menekankan koordinasi lengan kiri-kanan agar tidak bertabrakan. (3 menit)
  • Guru mendemonstrasikan Rangkaian Gerakan Ketiga (liukan badan): berdiri tegak; hitungan 1-2 badan diliukkan ke sisi kiri dengan lengan kiri ke bawah dan lengan kanan melengkung ke atas kepala; hitungan 3-4 kembali tegak lalu ulangi ke sisi kanan. Guru menekankan bahwa liukan badan adalah kelanjutan logis dari pemindahan berat badan di gerakan pertama. (3 menit)
  • Guru mendemonstrasikan Rangkaian Gerakan Keempat (gerakan mengeper): kedua lutut ditekuk sedikit mengikuti irama secara berulang (mengeper) sambil kedua lengan diayunkan bebas mengikuti ritme atas-bawah. Guru menghubungkan: 'Gerakan mengeper ini adalah fondasi irama yang sudah kalian latih di model pertama.' (2 menit)
  • Murid diminta mengamati guru menggabungkan keempat rangkaian gerakan secara berurutan dengan hitungan 1×8 per gerakan, tanpa musik terlebih dahulu. Murid diminta menghitung keras bersama-sama agar terbentuk kesadaran irama. (2 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Latihan Gerakan 1 dengan hitungan: seluruh murid mempraktikkan Rangkaian Gerakan Pertama bersama-sama dengan hitungan guru (2×8). Guru memberikan umpan balik verbal langsung: 'Perhatikan kepindahan berat badan, jangan hanya lengan yang bergerak!' (3 menit)
  • Latihan Gerakan 1 dengan iringan musik: murid mengulang Gerakan Pertama menggunakan iringan musik tempo sedang. Guru meminta murid merasakan perbedaan sensasi bergerak mengikuti hitungan versus musik. (2 menit)
  • Latihan Gerakan 2 dengan hitungan lalu musik: murid mempraktikkan Rangkaian Gerakan Kedua (ayunan lengan silang) dengan hitungan (2×8), kemudian diulang dengan musik. Guru mengingatkan koordinasi lengan agar tidak kaku. (4 menit)
  • Rangkaian Gabungan 1+2 dengan hitungan lalu musik: murid menggabungkan Gerakan 1 dan 2 secara berurutan. Guru memimpin hitungan transisi: '...5-6-7-8, ganti!' untuk melatih perpindahan antar gerakan. (3 menit)
  • Latihan Gerakan 3 (liukan badan) dengan hitungan lalu musik: murid mempraktikkan liukan badan dengan hitungan kemudian diiringi musik. Guru menekankan liukan badan harus terasa dari pinggang, bukan sekadar miring kepala. (3 menit)
  • Rangkaian Gabungan 1+2+3 dengan hitungan lalu musik: murid menggabungkan tiga gerakan. Guru memberikan aba-aba perpindahan. (3 menit)
  • Latihan Gerakan 4 (mengeper) dengan hitungan lalu musik: murid berlatih mengeper sambil mengayunkan lengan mengikuti irama. (2 menit)
  • Rangkaian Penuh 1+2+3+4 dengan musik: murid mempraktikkan keempat rangkaian gerakan secara utuh diiringi musik. Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik individual. (5 menit)
  • Latihan berpasangan untuk transfer strategi: masing-masing murid mengamati pasangannya melakukan rangkaian penuh, kemudian memberikan satu saran perbaikan yang spesifik. Guru mengarahkan: 'Bandingkan dengan gerakan model pertama yang sudah kalian kuasai — mana yang sudah serupa dan mana yang berbeda?' Ini melatih kemampuan transfer strategi gerak (TP 6.6.3.2). (5 menit)
  • Asesmen Proses — Guru menggunakan lembar observasi singkat (check-list 4 aspek: pemindahan berat badan, koordinasi lengan silang, liukan badan, dan gerakan mengeper) sambil berkeliling mengamati pasangan berlatih. Guru mencatat murid yang sudah 'Berkembang' dan yang masih 'Mulai'. (terintegrasi dalam kegiatan berpasangan di atas)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiri membentuk lingkaran besar. Guru memutarkan musik pelan dan meminta murid melakukan gerakan bebas selama 1 menit untuk 'meresapi' gerakan yang baru saja dipelajari, tanpa panduan hitungan. (2 menit)
  • Guru memandu diskusi refleksi singkat dengan pertanyaan: 'Rangkaian gerakan mana yang paling mudah kamu pelajari hari ini, dan mengapa?' serta 'Strategi apa dari model pertama yang kamu gunakan untuk membantu kamu melakukan model kedua?' Minta 3–4 murid berbagi jawaban. (3 menit)
  • Guru mengonfirmasi pemahaman konseptual: menjelaskan bahwa kemampuan mentransfer strategi gerak — seperti menggunakan ritme hitungan yang sudah dikuasai di model pertama — adalah keterampilan penting yang akan terus berguna di berbagai aktivitas jasmani lain. (2 menit)

Penutup:

  • Pendinginan: murid melakukan peregangan statis ringan dipimpin guru (peregangan lengan, bahu, pinggang, dan kaki) selama 3 menit sambil diiringi musik tenang.
  • Asesmen Akhir — Guru memilih 4–6 murid secara acak (mewakili berbagai level kemampuan) untuk menampilkan rangkaian gerakan 1–4 secara utuh di depan kelas. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level. (4 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum kepada kelas: mengapresiasi usaha seluruh murid dan menyebutkan 1–2 hal yang sudah bagus serta 1 hal yang perlu diperbaiki bersama.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya dan mengingatkan murid untuk berlatih di rumah menggunakan hitungan mandiri.
  • Murid berdoa bersama dan kembali ke kelas. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberikan kartu visual bergambar tahapan tiap rangkaian gerakan (pictorial cue cards) sebagai panduan mandiri. Murid yang sudah cepat menguasai diberikan tantangan: menggabungkan keempat rangkaian dengan variasi tempo musik yang lebih cepat.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dipasangkan dengan teman sebaya yang sudah terampil (peer tutoring) dalam sesi latihan berpasangan. Murid yang cepat diminta menjadi 'demonstrator' untuk membantu guru saat pengenalan gerakan baru.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar cukup menampilkan minimal 2 dari 4 rangkaian gerakan dengan irama yang benar. Murid dengan kemampuan tinggi menampilkan 4 rangkaian gerakan secara penuh, lancar, dan sesuai irama musik tanpa panduan hitungan lisan dari guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid secara spontan mendemonstrasikan satu gerakan dari model pertama yang paling mereka ingat. Guru mengamati kualitas gerak dan irama sebagai data baseline untuk mengetahui sejauh mana kesiapan murid mentransfer ke model kedua.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang masih ingat berapa hitungan untuk satu rangkaian gerakan di model pertama?' untuk memeriksa pemahaman konsep irama.

Proses:

  • Check-list observasi guru (terintegrasi selama sesi latihan berpasangan): guru mencatat nama murid pada kolom 'sudah koordinatif' atau 'masih perlu bimbingan' untuk masing-masing dari 4 rangkaian gerakan.
  • Pertanyaan reflektif selama kegiatan: guru mengajukan pertanyaan lisan kepada murid secara acak untuk mengecek pemahaman tentang hubungan model pertama dan model kedua.
  • Peer feedback berpasangan: hasil pengamatan dan saran pasangan dicatat murid pada kartu refleksi singkat (bisa lisan bila tidak ada kartu).

Akhir:

  • Penampilan rangkaian gerakan 1–4 secara utuh oleh 4–6 murid terpilih secara acak, diiringi musik, dinilai guru menggunakan rubrik 4 aspek dengan 4 level.
  • Pertanyaan lisan penutup kepada 2–3 murid: 'Strategi apa dari model pertama yang kamu gunakan saat mempelajari model kedua hari ini?' sebagai ukuran ketercapaian TP 6.6.3.2.

Formatif:

  • Observasi langsung guru menggunakan check-list 4 aspek gerak saat sesi latihan berpasangan (pemindahan berat badan, koordinasi ayunan lengan silang, liukan badan, gerakan mengeper).
  • Umpan balik verbal langsung (real-time feedback) kepada murid selama sesi latihan bertahap.
  • Peer assessment berpasangan: murid saling mengamati dan memberikan satu saran perbaikan spesifik kepada pasangannya.

Sumatif:

  • Penampilan individu rangkaian gerakan 1–4 secara utuh dengan iringan musik, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada empat aspek: pemindahan berat badan, koordinasi ayunan lengan, liukan badan, dan gerakan mengeper.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemindahan Berat Badan (Rangkaian Gerakan 1)Murid tidak melakukan pemindahan berat badan; posisi kaki dan tubuh diam saat lengan bergerak.Murid mencoba memindahkan berat badan tetapi gerakannya tidak sesuai hitungan atau irama musik.Murid memindahkan berat badan dengan benar sesuai hitungan, meskipun kadang kehilangan keseimbangan atau tempo.Murid memindahkan berat badan dengan lancar, seimbang, dan konsisten sesuai irama musik sepanjang rangkaian.
Koordinasi Ayunan Lengan Silang (Rangkaian Gerakan 2)Murid tidak melakukan ayunan lengan silang; kedua lengan bergerak ke arah yang sama atau tidak bergerak.Murid melakukan ayunan silang tetapi kedua lengan bertabrakan atau tidak simetris arah geraknya.Murid melakukan ayunan lengan silang dengan koordinasi yang benar, meskipun belum sepenuhnya sinkron dengan irama.Murid melakukan ayunan lengan silang dengan koordinasi kiri-kanan yang tepat, ritmis, dan luwes sesuai irama musik.
Liukan Badan (Rangkaian Gerakan 3)Murid tidak melakukan liukan badan; hanya kepala atau bahu yang miring, tubuh tetap tegak lurus.Murid mencoba liukan badan tetapi gerakan berasal dari bahu saja, bukan dari pinggang, dan tidak sesuai irama.Murid melakukan liukan badan dari pinggang dengan benar ke dua sisi, meskipun amplitudo atau iramanya belum konsisten.Murid melakukan liukan badan dari pinggang dengan amplitudo yang tepat, simetris ke kiri dan kanan, dan sesuai irama musik.
Gerakan Mengeper (Rangkaian Gerakan 4)Murid tidak melakukan gerakan mengeper; lutut lurus kaku sepanjang gerakan.Murid mencoba mengeper tetapi gerakannya tidak mengikuti irama atau hanya dilakukan sesekali tidak konsisten.Murid melakukan gerakan mengeper secara konsisten mengikuti irama, meskipun koordinasi dengan ayunan lengan belum sepenuhnya menyatu.Murid melakukan gerakan mengeper secara konsisten, ritmis, dan terkoordinasi dengan ayunan lengan sehingga membentuk rangkaian yang mengalir.
Transfer Strategi Gerak dari Model Pertama ke Model KeduaMurid tidak menunjukkan kemampuan menghubungkan gerakan model pertama dengan model kedua; setiap gerakan diperlakukan sebagai hal baru sepenuhnya.Murid dapat menyebutkan persamaan antara model pertama dan model kedua secara lisan tetapi belum dapat menerapkannya saat bergerak.Murid menerapkan strategi irama atau koordinasi dari model pertama saat mempelajari model kedua, terlihat dari kecepatan adaptasi gerak yang lebih baik dibanding saat pertama kali belajar model pertama.Murid secara mandiri mengidentifikasi dan menerapkan strategi gerak dari model pertama ke model kedua, serta mampu menjelaskan kepada teman strategi transfer yang mereka gunakan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah urutan latihan bertahap (gerakan 1 → 1+2 → 1+2+3 → 1+2+3+4) efektif membantu murid membangun rangkaian secara progresif, atau perlu penyesuaian di pertemuan berikutnya?
  • Berapa persen murid yang sudah mencapai level 'Berkembang' atau 'Sangat Berkembang' pada keempat aspek rubrik? Kelompok mana yang masih memerlukan perhatian khusus?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional, atau ada tahap yang terlalu cepat sehingga murid tidak memiliki cukup waktu berlatih?
  • Apakah strategi diferensiasi (peer tutoring dan kartu visual) berjalan efektif untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan?

Refleksi Murid:

  • Rangkaian gerakan mana (1, 2, 3, atau 4) yang paling sulit kamu lakukan hari ini, dan apa yang membuat gerakan itu sulit?
  • Strategi atau 'trik' apa dari model pertama yang kamu gunakan untuk membantu kamu mempelajari model kedua hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat berhasil menggabungkan keempat rangkaian gerakan dengan iringan musik? Apa yang ingin kamu tingkatkan pada latihan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 6 SD/MI — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 6 SD/MI — Kurikulum Merdeka (Kemdikbudristek), Unit 6: Aktivitas Gerak Berirama, Gambar 6.6 dan panduan Aktivitas Pembelajaran Rangkaian Gerakan 1–4
  3. Musik iringan tempo sedang (sekitar 100–120 BPM) — dapat menggunakan rekaman senam atau musik instrumen anak
  4. Peluit untuk aba-aba dan hitungan guru
  5. Kartu visual bergambar tahapan gerakan (pictorial cue cards) untuk diferensiasi — disiapkan guru
  6. Lembar observasi check-list 4 aspek gerak untuk asesmen proses guru
  7. Lapangan atau aula sekolah dengan ruang gerak yang cukup untuk seluruh murid berdiri berjajar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.