MODUL AJAR PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Gerak Dominan Tolakan, Putaran, dan Berpindah/Lokomotor dalam Senam Lantai (Guling Lenting) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Gerak Dominan Tolakan, Putaran, dan Berpindah/Lokomotor dalam Senam Lantai (Guling Lenting) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan konsep dan prosedur gerak dominan tolakan, putaran, dan berpindah/lokomotor dalam aktivitas senam lantai, khususnya pada gerakan guling lenting, secara runtut dan tepat.
- Murid dapat mempraktikkan gerak dominan tolakan, putaran, dan berpindah/lokomotor melalui gerakan guling lenting dalam aktivitas senam lantai secara runtut dan benar sesuai prosedur keselamatan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat atlet senam melakukan lompatan yang tubuhnya melayang lalu mendarat dengan mulus? Gerakan apa saja yang terjadi dalam sekejap itu?
- Menurutmu, bagian tubuh mana yang paling berperan saat melakukan tolakan dalam guling lenting, dan mengapa bagian itu penting?
- Apa yang akan terjadi jika saat guling lenting kita tidak melakukan tolakan yang kuat dengan kaki? Apa risikonya terhadap keselamatan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, lalu memeriksa kehadiran. (DPL-1: menumbuhkan kesadaran spiritual sebelum beraktivitas fisik)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan memahami dan mempraktikkan guling lenting—sebuah gerakan yang menggabungkan tolakan, putaran, dan perpindahan tubuh.'
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid mengangkat tangan — 'Siapa yang pernah mencoba guling lenting atau pernah melihatnya?' lalu mengajukan 1–2 pertanyaan lisan singkat: 'Apa yang kalian tahu tentang guling lenting?' Guru mencatat gambaran pemahaman awal kelas.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu 2 menit untuk murid berpikir dan berbagi jawaban singkat dengan teman sebangku (think-pair).
- Pemanasan terarah (± 8 menit): Murid melakukan pemanasan statis dan dinamis yang dipandu guru, dengan penekanan pada pemanasan sendi tulang belakang, bahu, pergelangan tangan, dan kaki — bagian tubuh utama dalam guling lenting. Guru menjelaskan kaitan pemanasan dengan keselamatan bergerak.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan demonstrasi langsung gerakan guling lenting secara perlahan di depan kelas, atau menayangkan video pendek (jika tersedia proyektor), sambil memverbalkan setiap fase: awalan, tolakan tengkuk/kepala, fase melayang/putaran, dan pendaratan.
- Guru menjelaskan tiga komponen gerak dominan secara eksplisit: (1) Tolakan — dorongan kaki saat mengawali dan dorongan tengkuk saat melenting; (2) Putaran — rotasi tubuh dari posisi telungkup ke berdiri; (3) Berpindah/Lokomotor — perpindahan titik berat badan dari titik awal ke titik akhir gerakan.
- Murid mengamati demonstrasi, lalu guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Di mana letak tolakan terkuat dalam gerakan ini? Mengapa kepala tidak boleh menjadi tumpuan utama?' — Murid merespons secara lisan (Berkesadaran: murid aktif berpikir dan mengonstruksi pemahaman).
- Guru membagi murid menjadi kelompok maksimal 7 orang. Setiap kelompok mendapatkan kartu prosedur bergambar (5 langkah guling lenting) yang bisa digunakan sebagai panduan visual selama latihan.
- Murid dalam kelompok mendiskusikan urutan langkah pada kartu prosedur dan menyusunnya secara berurutan jika diberikan dalam kondisi acak, lalu mencocokkan hasilnya dengan penjelasan guru. (Bermakna: murid menghubungkan konsep dengan prosedur nyata)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Latihan bertahap dimulai dari drill komponen per fase secara berpasangan dalam kelompok: (a) Latihan tolakan — dari posisi jongkok, murid berlatih mendorong tubuh ke atas menggunakan kaki dan tengkuk secara bergantian di atas matras, pasangan mengamati dan memberi umpan balik verbal sederhana.
- (b) Latihan putaran — murid berlatih guling depan biasa sebagai dasar rotasi, memastikan posisi dagu masuk dan badan membulat, pasangan mengamati posisi kepala dan tulang belakang.
- (c) Integrasi tolakan + putaran — murid mulai berlatih rangkaian guling lenting utuh secara bergantian di atas matras, dengan bimbingan guru dan teman kelompok yang bertugas sebagai 'pengamat keselamatan'.
- Guru berkeliling memantau setiap kelompok, memberikan umpan balik teknis spesifik (mis: 'Pastikan kedua tangan bertumpu dulu sebelum kepala menyentuh matras') dan koreksi langsung bila ada risiko cedera. (Asesmen Proses: observasi langsung oleh guru menggunakan check-list gerak)
- Murid bergantian berperan: satu berlatih, satu mengamati dan mencatat pada lembar observasi sederhana (3 aspek: posisi tangan/kepala saat awalan, kekuatan tolakan, kualitas pendaratan). Ini melatih kemampuan mengamati dan memberikan umpan balik antar teman (Kolaborasi, Penalaran Kritis).
- Guru memberikan tantangan ekstensi bagi kelompok yang sudah mampu: mencoba melakukan 2 kali guling lenting berurutan untuk melatih konsistensi gerak. (Diferensiasi: murid cepat diberikan tantangan lebih) (Menggembirakan: suasana kompetisi positif dalam kelompok)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali duduk dalam kelompok di tepi matras. Setiap murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan): (1) Bagian mana dari guling lenting yang sudah aku kuasai? (2) Bagian mana yang masih perlu aku latih? (3) Apa strategi yang akan aku lakukan untuk memperbaikinya? (Berkesadaran: murid meregulasi proses belajarnya sendiri)
- Perwakilan 2–3 kelompok menyampaikan satu temuan atau tantangan yang dialami selama latihan, dan kelompok lain merespons atau memberikan saran. Guru memfasilitasi diskusi singkat. (Komunikasi, Kolaborasi)
- Guru merangkum kembali konsep tiga gerak dominan (tolakan, putaran, berpindah) dan menghubungkannya dengan manfaat senam lantai bagi kebugaran dan keselamatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: 'Kemampuan berguling dengan benar bisa melindungi tubuh saat terjatuh.' (Bermakna: koneksi ke kehidupan nyata)
Penutup:- Pendinginan (± 5 menit): Murid melakukan gerakan pendinginan ringan dipandu guru — peregangan otot punggung, bahu, dan kaki — guru mengingatkan pentingnya pendinginan untuk pemulihan otot.
- Asesmen Akhir (Sumatif): Guru memilih 4–6 murid secara acak untuk mendemonstrasikan guling lenting 1 kali secara bergantian, sementara guru mengisi rubrik asesmen keterampilan. Murid lain mengamati sebagai penguat pembelajaran.
- Guru memberikan pertanyaan lisan penutup kepada seluruh kelas: 'Sebutkan 3 fase penting dalam guling lenting!' — Murid menjawab serempak atau ditunjuk.
- Guru menyampaikan apresiasi atas usaha dan partisipasi semua murid, serta mengingatkan pentingnya berlatih di rumah hanya jika ada matras yang aman.
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang kesulitan memahami konsep dapat diberikan kartu prosedur bergambar berwarna yang lebih detail, atau guru mendampingi secara individual saat penjelasan fase tolakan dan putaran.
- Proses: Murid yang belum mampu melakukan guling lenting penuh diarahkan untuk berlatih komponen per-fase (tolakan saja, atau putaran saja) dengan bantuan guru/teman sebagai spotter. Murid yang sudah mahir diberikan tantangan: melakukan 2 repetisi berurutan atau mencoba variasi awalan (dari berdiri).
- Produk: Murid yang belum mampu mendemonstrasikan gerakan penuh dapat menggambarkan urutan langkah guling lenting secara tertulis atau lisan sebagai alternatif produk asesmen keterampilan.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal kegiatan: 'Siapa yang sudah pernah mencoba guling lenting? Apa yang kamu ketahui tentang gerakan ini?' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid.
- Guru mengamati respons murid saat pemanasan untuk mendeteksi keterbatasan fisik atau keberanian yang perlu diperhatikan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi guru berkeliling menggunakan check-list gerak saat latihan drill per-fase dan latihan penuh guling lenting — fokus pada: posisi kepala dan tangan, kekuatan tolakan, kelancaran putaran, dan kualitas pendaratan.
- Peer assessment: setiap murid mengamati pasangannya dan mencatat pada lembar observasi 3 aspek (awalan/posisi tangan-kepala, tolakan, pendaratan) serta memberikan umpan balik lisan.
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung (verbal atau fisik/koreksi posisi) kepada murid yang membutuhkan perbaikan teknis selama kegiatan inti.
Akhir:- Demonstrasi guling lenting: 4–6 murid yang dipilih secara acak mendemonstrasikan gerakan guling lenting 1 kali, dinilai guru menggunakan rubrik keterampilan 4 level pada 3 aspek: tolakan, putaran, dan pendaratan.
- Pertanyaan lisan penutup kepada seluruh kelas tentang prosedur guling lenting (3 fase utama) untuk mengukur capaian TP 6.5.2.1 Pengetahuan Gerak.
- Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai dokumen proses belajar dan bahan tindak lanjut guru untuk pertemuan berikutnya.
Formatif:- Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep tiga gerak dominan.
- Observasi langsung oleh guru menggunakan check-list keterampilan gerak (tolakan, putaran, pendaratan) selama latihan di tahap Mengaplikasi.
- Penilaian antar teman (peer assessment) menggunakan lembar observasi sederhana 3 aspek yang diisi murid secara berpasangan.
Sumatif:- Demonstrasi praktik guling lenting oleh murid terpilih di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang hingga Sangat Berkembang) pada aspek tolakan, putaran, dan pendaratan.
- Penilaian lisan singkat: murid menyebutkan urutan prosedur guling lenting sebagai bukti capaian TP 6.5.2.1 (Pengetahuan Gerak).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengetahuan Gerak: Menjelaskan konsep tolakan, putaran, dan berpindah dalam guling lenting | Murid tidak dapat menjelaskan konsep atau prosedur guling lenting, atau penjelasannya keliru secara prinsip. | Murid dapat menyebutkan 1–2 fase guling lenting tetapi belum mampu menjelaskan peran tolakan, putaran, atau perpindahan secara benar. | Murid dapat menjelaskan ketiga gerak dominan (tolakan, putaran, berpindah) dalam guling lenting secara urut meskipun belum sepenuhnya lengkap. | Murid dapat menjelaskan konsep dan prosedur guling lenting secara runtut, lengkap, dan tepat, serta mampu menghubungkan setiap fase dengan fungsi geraknya. | | Keterampilan Gerak: Tolakan (dorongan kaki dan tengkuk) | Tidak melakukan tolakan; tubuh tidak terangkat dari matras atau tolakan dilakukan dengan bagian tubuh yang salah sehingga berisiko cedera. | Melakukan tolakan tetapi lemah atau tidak konsisten; tubuh hanya sedikit terangkat dan arah gerak tidak terkontrol. | Melakukan tolakan dengan cukup kuat menggunakan kaki dan tengkuk; tubuh terangkat dengan baik meskipun masih ada koreksi minor pada sudut atau timing. | Melakukan tolakan yang kuat, tepat waktu, dan terarah menggunakan kaki dan tengkuk; tubuh terangkat penuh dan gerakan mengalir secara ritmis ke fase berikutnya. | | Keterampilan Gerak: Putaran (rotasi tubuh dari telungkup ke berdiri) | Rotasi tubuh tidak terjadi atau terjadi dengan tidak terkontrol; kepala/leher menanggung beban berlebih sehingga berbahaya. | Rotasi terjadi tetapi tidak sempurna; murid membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan putaran atau berhenti di tengah gerakan. | Rotasi tubuh berlangsung cukup lancar dari posisi awal hingga berdiri; ada sedikit gangguan pada kelancaran atau simetri gerak. | Rotasi tubuh berlangsung penuh, lancar, dan terkontrol; posisi badan membulat selama putaran dan momentum dimanfaatkan dengan baik untuk bangkit berdiri. | | Keterampilan Gerak: Pendaratan (kontrol saat kembali berdiri) | Tidak dapat mendarat dengan kedua kaki; jatuh ke samping, ke depan, atau kehilangan keseimbangan sepenuhnya. | Mendarat dengan kedua kaki tetapi tidak stabil; perlu bertumpu tangan ke matras atau melangkah beberapa kali untuk menjaga keseimbangan. | Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan dan cukup stabil; sedikit goyangan tetapi mampu mempertahankan posisi berdiri. | Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan, stabil, dan terkontrol; posisi tubuh tegak setelah mendarat tanpa langkah tambahan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara tolakan, putaran, dan gerak berpindah setelah tahap Memahami? Bagaimana saya tahu?
- Apakah instruksi keselamatan sudah cukup jelas dan dipahami semua murid sebelum mereka berlatih di matras?
- Murid mana yang masih memerlukan dukungan tambahan, dan strategi diferensiasi apa yang akan saya terapkan di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu saya sesuaikan?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari guling lenting yang menurutmu paling menantang hari ini, dan apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?
- Apakah kamu sudah memahami mengapa tolakan yang kuat itu penting dalam guling lenting? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
- Bagaimana kamu membantu teman kelompokmu hari ini, dan apa yang kamu pelajari dari mengamati gerakan teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Muhajir & Agus Gunawan, Kemendikbudristek 2022, ISBN: 978-602-427-940-0) — Unit 5: Aktivitas Gerak Dominan Senam
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI — materi guling lenting, berdiri dengan dua tangan, dan meroda
- Matras senam (minimal 1 per kelompok, kondisi bersih dan aman)
- Kartu prosedur bergambar langkah-langkah guling lenting (dibuat/disiapkan guru, 5–6 kartu per kelompok)
- Lembar observasi peer assessment (disiapkan guru, 1 lembar per pasangan murid)
- Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, 1 lembar per murid)
- Video demonstrasi guling lenting (opsional, dari kanal resmi Kemendikbud atau sumber terpercaya) bila tersedia proyektor/layar di lapangan
- Peluit untuk pengelolaan kelas di lapangan
|