Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Variasi Pola Gerak Dasar Nonlokomotor dan Manipulatif dalam Permainan Lapangan (Rounders)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Variasi Pola Gerak Dasar Nonlokomotor dan Manipulatif dalam Permainan Lapangan (Rounders)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Variasi Pola Gerak Dasar Nonlokomotor dan Manipulatif dalam Permainan Lapangan (Rounders)

PJOK - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Variasi Pola Gerak Dasar Nonlokomotor dan Manipulatif dalam Permainan Lapangan (Rounders)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikVariasi Pola Gerak Dasar Nonlokomotor dan Manipulatif dalam Permainan Lapangan (Rounders)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan variasi pola gerak dasar nonlokomotor (memutar badan, membungkuk, dan mengayunkan lengan) yang digunakan dalam aktivitas permainan lapangan modifikasi.
  2. Murid dapat mempraktikkan variasi pola gerak dasar manipulatif (melempar, menangkap, dan memukul bola) secara berpasangan dan berkelompok dalam konteks permainan lapangan modifikasi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain rounders atau permainan serupa? Gerakan apa saja yang kalian lakukan saat bermain?
  2. Menurutmu, mengapa seorang pemain rounders perlu bisa memutar badan dan membungkuk dengan benar sebelum melempar atau memukul bola?
  3. Bagaimana cara melempar bola agar teman kita bisa menangkapnya dengan mudah? Faktor apa yang mempengaruhinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid. (±2 menit)
  • Guru mengajak murid ke lapangan dan membentuk barisan rapi.
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat: (1) 'Siapa yang tahu apa itu gerakan nonlokomotor? Sebutkan satu contoh!' (2) 'Bagaimana posisi tangan yang benar saat menangkap bola?' Guru mencatat respons murid sebagai data diagnostik awal kemampuan dan pengetahuan sebelumnya. (±3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara jelas: murid akan mempraktikkan gerak nonlokomotor (memutar badan, membungkuk, mengayunkan lengan) dan gerak manipulatif (melempar, menangkap, memukul bola) dalam permainan rounders modifikasi. (±2 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid dan memberi kesempatan 2–3 murid menjawab secara lisan. (±3 menit)
  • Pemanasan terstruktur: murid melakukan joging ringan mengelilingi lapangan 2 putaran, diikuti peregangan statis dan dinamis yang diarahkan guru — fokus pada pergelangan tangan, bahu, pinggang, dan lutut sebagai persiapan gerak nonlokomotor dan manipulatif. (±5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambarkan secara langsung tiga gerakan nonlokomotor: memutar badan (pivot), membungkuk (bending), dan mengayunkan lengan (swinging). Guru mendemonstrasikan setiap gerakan dengan lambat sambil menyebut nama dan fungsinya dalam rounders. (±4 menit)
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan seksama, kemudian diminta menirukan ketiga gerakan nonlokomotor tersebut secara bersama-sama di tempat masing-masing sebanyak 3 kali per gerakan. (±3 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman: 'Kapan kita menggunakan gerakan memutar badan dalam permainan rounders?' dan 'Apa bedanya mengayunkan lengan saat melempar dan saat memukul?' Murid diberi kesempatan menjawab dan berdiskusi singkat. (±3 menit)
  • Guru mendemonstrasikan tiga gerakan manipulatif: melempar bola (lemparan datar dan lemparan melambung), menangkap bola (bola datar dan bola melambung), dan memukul bola menggunakan tongkat/tangan. Guru menekankan posisi kaki, posisi badan (nonlokomotor), dan koordinasi tangan. (±4 menit)
  • Murid diminta mengidentifikasi gerakan nonlokomotor mana yang muncul saat melempar, menangkap, dan memukul bola — guru mencatat jawaban murid di papan/kertas tempel sebagai peta konsep visual bersama. (±2 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Drill Berpasangan — Murid dibagi berpasangan. Setiap pasangan mendapat satu bola. Mereka berlatih melempar dan menangkap bola dengan jarak ±5 meter selama 4 menit. Guru menekankan: sebelum melempar, lakukan gerakan mengayunkan lengan; sebelum menangkap, lakukan gerakan membungkuk atau memutar badan sesuai arah bola. Guru berkeliling memberi umpan balik individu. (±5 menit)
  • Asesmen Proses (Observasi) — Selama drill berpasangan, guru menggunakan lembar observasi sederhana (daftar cek) untuk menandai: (a) kebenaran posisi mengayunkan lengan saat melempar, (b) kebenaran posisi membungkuk/memutar saat menangkap, (c) konsistensi kontrol bola. (berjalan bersamaan dengan langkah drill)
  • Drill Bergantian Memukul — Masih berpasangan, satu murid melempar bola melambung, satu lagi memukul dengan tongkat atau telapak tangan. Fokus pada gerakan mengayunkan lengan dan memutar badan saat memukul. Bergantian setelah 5 pukulan. (±5 menit)
  • Permainan Lapangan Modifikasi Berkelompok — Murid dibagi menjadi 4 kelompok (2 kelompok bermain, 2 kelompok menunggu/mengamati bergantian). Permainan rounders modifikasi dimainkan dengan aturan disederhanakan: lapangan lebih kecil, bola lebih ringan (bola plastik/karet), jumlah pemain 4–5 per tim, 2 inning per giliran. Semua gerakan nonlokomotor dan manipulatif yang sudah dipelajari diterapkan dalam konteks permainan nyata. Kelompok yang menunggu bertugas mengamati satu aspek gerakan yang ditugaskan guru (contoh: 'amati apakah pemukul memutar badan dengan benar'). (±12 menit)
  • Guru menghentikan permainan sejenak di pertengahan untuk memberi koreksi kelompok jika ada kesalahan umum yang berulang, kemudian permainan dilanjutkan. (±1 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran besar di lapangan. Guru memfasilitasi diskusi refleksi singkat dengan pertanyaan: (1) 'Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit hari ini? Mengapa?' (2) 'Apa yang terjadi pada lemparan atau pukulanmu ketika kamu tidak mengayunkan lengan dengan benar?' (±4 menit)
  • Setiap murid mengisi 'Kartu Refleksi Gerak' (seukuran kartu pos yang sudah disiapkan guru) dengan mengisi tiga kolom singkat: BISA (gerakan yang sudah dikuasai), BUTUH LATIHAN (gerakan yang masih perlu diperbaiki), dan RENCANA (satu hal yang akan dicoba/diperbaiki pada latihan berikutnya). (±4 menit)
  • Perwakilan 2–3 murid membacakan isian kartu refleksinya di depan kelas. Guru memberi apresiasi dan merangkum temuan umum dari refleksi murid sebagai penguatan konsep. (±2 menit)

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan: murid melakukan peregangan ringan — fokus otot bahu, pinggang, dan tangan — sambil berjalan pelan mengelilingi area kecil. (±3 menit)
  • Asesmen Akhir — Guru meminta setiap murid secara bergantian mendemonstrasikan satu gerakan nonlokomotor (dipilih guru secara acak: memutar badan / membungkuk / mengayunkan lengan) dikombinasikan dengan satu gerakan manipulatif (melempar / menangkap). Guru menilai menggunakan rubrik 4 level yang sudah disiapkan. Karena waktu terbatas, guru dapat memilih 6–8 murid sebagai sampel representatif; peserta lain dinilai dari observasi selama kegiatan inti. (±5 menit)
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: menegaskan kembali hubungan antara gerak nonlokomotor dan manipulatif dalam permainan rounders, serta pentingnya kombinasi keduanya untuk bermain efektif.
  • Guru mengajak murid untuk berterima kasih kepada pasangan dan kelompok masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama (nilai gotong royong).
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya dan memotivasi murid untuk berlatih di rumah.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum menguasai gerakan dasar: guru menyederhanakan instruksi menjadi satu gerakan nonlokomotor terlebih dahulu (hanya mengayunkan lengan) sebelum menggabungkan dengan gerakan manipulatif. Untuk murid yang sudah mahir: guru menambahkan tantangan — melempar dengan dua jenis lemparan berbeda (datar dan melambung) dalam satu rangkaian gerak.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan berdekatan dengan guru selama drill berpasangan sehingga mudah mendapat koreksi langsung. Murid yang cepat menguasai diberi peran sebagai 'asisten gerak' untuk membantu pasangannya atau diberi tugas tambahan mengamati dan memberikan umpan balik teknis kepada teman (di bawah pengawasan guru).
  • Produk: Murid yang perlu dukungan mendemonstrasikan satu variasi gerakan nonlokomotor + satu gerakan manipulatif secara terpisah. Murid yang sudah berkembang mendemonstrasikan kombinasi gerakan nonlokomotor dan manipulatif dalam satu rangkaian gerak yang mengalir dalam konteks permainan rounders modifikasi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan 2 pertanyaan diagnostik di awal pendahuluan sebelum pemanasan: (1) 'Apa itu gerakan nonlokomotor? Sebutkan satu contoh!' (2) 'Bagaimana posisi tangan yang benar saat menangkap bola?' — guru mencatat respons untuk mengetahui pengetahuan awal dan miskonsepsi murid, serta menyesuaikan penekanan materi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi terstruktur menggunakan lembar daftar cek selama drill berpasangan: guru menilai (a) kebenaran teknik mengayunkan lengan saat melempar, (b) kebenaran posisi membungkuk atau memutar badan saat menangkap bola, (c) kemampuan mengontrol arah dan kekuatan lemparan.
  • Pengamatan selama permainan rounders modifikasi berkelompok: guru menilai kemampuan menerapkan gerakan nonlokomotor dan manipulatif dalam konteks bermain nyata, termasuk kerja sama dan inisiatif murid.
  • Pertanyaan reflektif lisan selama tahap Merefleksi: guru menilai kemampuan murid menganalisis gerakan sendiri dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Akhir:

  • Demonstrasi keterampilan individu: guru menyebut nama murid secara acak dan meminta mendemonstrasikan kombinasi satu gerakan nonlokomotor + satu gerakan manipulatif (contoh: 'tunjukkan cara memutar badan lalu melempar bola datar'). Guru menilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Pengumpulan Kartu Refleksi Gerak: guru mengumpulkan dan memeriksa kartu refleksi sebagai bukti kesadaran belajar (self-assessment) murid, sekaligus data untuk perencanaan tindak lanjut dan remediasi.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman tentang nama dan fungsi gerakan nonlokomotor dalam rounders.
  • Observasi langsung menggunakan lembar daftar cek selama drill berpasangan dan permainan kelompok: mencatat kebenaran posisi mengayunkan lengan, membungkuk, memutar badan, serta kontrol bola saat melempar, menangkap, dan memukul.
  • Kartu Refleksi Gerak yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi: digunakan guru untuk mengetahui pemahaman diri murid dan merencanakan tindak lanjut.

Sumatif:

  • Demonstrasi keterampilan gerak individu di akhir pembelajaran: murid mendemonstrasikan kombinasi satu gerakan nonlokomotor dan satu gerakan manipulatif yang ditentukan guru, dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
  • Penilaian performa selama permainan lapangan modifikasi berkelompok: guru menilai penerapan gerakan nonlokomotor dan manipulatif secara kontekstual dalam situasi permainan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Gerakan Nonlokomotor (memutar badan, membungkuk, mengayunkan lengan)Murid belum dapat melakukan salah satu pun gerakan nonlokomotor dengan benar; posisi tubuh tidak sesuai dan gerakan tidak terkontrol.Murid dapat melakukan 1 dari 3 gerakan nonlokomotor dengan posisi dan kontrol yang benar; 2 gerakan lainnya masih memerlukan bimbingan langsung guru.Murid dapat melakukan 2–3 gerakan nonlokomotor dengan posisi yang benar, meskipun masih ada sedikit ketidakkonsistenan dalam kontrol dan koordinasi.Murid dapat melakukan ketiga gerakan nonlokomotor (memutar badan, membungkuk, mengayunkan lengan) dengan posisi, kontrol, dan koordinasi yang benar secara konsisten dalam berbagai situasi gerak.
Gerakan Manipulatif Melempar BolaMurid belum dapat melempar bola dengan teknik dasar yang benar; bola tidak terarah dan tidak sampai ke sasaran.Murid dapat melempar bola ke arah yang dituju dengan jarak dekat (±3 meter), namun teknik pegangan dan ayunan lengan belum tepat.Murid dapat melempar bola dengan teknik yang cukup benar (pegangan, ayunan lengan, dan langkah kaki) ke sasaran dengan jarak sedang (±5 meter).Murid dapat melempar bola dengan teknik yang benar dan konsisten (pegangan, ayunan lengan, memutar badan, langkah kaki) ke sasaran dengan jarak ±5 meter menggunakan variasi lemparan (datar dan melambung).
Gerakan Manipulatif Menangkap BolaMurid belum dapat menangkap bola; bola sering jatuh dan tidak dapat dikuasai.Murid dapat menangkap bola yang melambung pelan dengan jarak dekat, namun posisi tangan dan badan belum tepat.Murid dapat menangkap bola datar maupun melambung dengan posisi tangan dan membungkuk yang cukup benar dalam kondisi lemparan yang teratur.Murid dapat menangkap bola datar maupun melambung dengan posisi tangan, membungkuk, dan pergerakan kaki yang benar secara konsisten, termasuk dalam kondisi lemparan yang bervariasi.
Gerakan Manipulatif Memukul BolaMurid belum dapat memukul bola; tongkat/tangan tidak mengenai bola atau gerakan tidak terkoordinasi.Murid dapat memukul bola yang diumpan lambat namun belum menggunakan gerakan mengayunkan lengan dan memutar badan yang benar.Murid dapat memukul bola dengan mengayunkan lengan dan sedikit memutar badan, bola terpukul dengan arah yang dapat dikontrol.Murid dapat memukul bola dengan koordinasi yang baik antara mengayunkan lengan, memutar badan, dan langkah kaki; bola terpukul dengan kekuatan dan arah yang dapat dikontrol secara konsisten.
Penerapan dalam Permainan Berkelompok (Kolaborasi dan Inisiatif)Murid tidak berpartisipasi aktif dalam permainan kelompok; tidak menerapkan gerakan yang dipelajari dan tidak bekerja sama dengan anggota tim.Murid berpartisipasi dalam permainan kelompok namun lebih banyak pasif; menerapkan 1–2 gerakan yang dipelajari dengan dorongan dari guru atau teman.Murid berpartisipasi aktif dalam permainan kelompok, menerapkan sebagian besar gerakan nonlokomotor dan manipulatif yang dipelajari, dan menunjukkan kerja sama yang baik.Murid berpartisipasi aktif dan penuh inisiatif dalam permainan kelompok, menerapkan semua gerakan nonlokomotor dan manipulatif yang dipelajari secara kontekstual, membantu teman, dan berkontribusi pada keberhasilan tim.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan gerakan nonlokomotor dan manipulatif hari ini? Jika tidak, apa yang perlu diubah pada pengaturan waktu atau formasi kelompok?
  • Gerakan mana (nonlokomotor atau manipulatif) yang paling banyak dilakukan dengan kurang benar oleh murid? Bagaimana strategi penguatan yang akan saya terapkan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah instruksi yang saya berikan cukup jelas dan dapat dipahami oleh semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih? Bagian mana yang perlu disederhanakan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (konten, proses, produk) sudah memenuhi kebutuhan belajar semua murid? Murid mana yang masih perlu perhatian khusus?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang sudah bisa kamu lakukan dengan benar hari ini? Apa yang membuat kamu berhasil melakukannya?
  • Gerakan mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu coba perbaiki pada latihan berikutnya?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain rounders modifikasi bersama teman-teman tadi? Apa yang membuat permainan menjadi lebih seru atau lebih sulit?
  • Apa hubungan antara gerakan memutar badan atau mengayunkan lengan dengan kemampuanmu melempar atau memukul bola? Apakah kamu merasakannya langsung saat bermain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI — Muhajir dan Agus Gunawan, Kemdikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-427-940-0)
  2. Bola karet atau bola plastik ukuran sedang (1 bola per 2 murid)
  3. Tongkat pemukul rounders atau tongkat kayu sederhana (modifikasi)
  4. Tiang/cone pembatas lapangan (4–8 buah)
  5. Kartu Refleksi Gerak (disiapkan guru, 1 lembar per murid)
  6. Lembar observasi/daftar cek asesmen proses (disiapkan guru)
  7. Lapangan atau area terbuka yang cukup untuk permainan rounders modifikasi
  8. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning 2025 — Kemdikbudristek
  9. Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam 2025 — Kemdikbudristek

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.