MODUL AJAR PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 3 — Energi Super Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Energi Super Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 35 menit = 490 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.3.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kardiorespirasi untuk menjaga kebugaran tubuh
- TP 6.3.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi
- TP 6.3.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani harian sesuai kebutuhan usia anak
- TP 6.3.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui perancangan jadwal aktivitas aktif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana rasanya napas dan detak jantungmu saat kamu bergerak terus-menerus tanpa henti?
- Mengapa tubuh kita perlu diajak bergerak aktif melalui berbagai pos gerakan kardiorespirasi?
- Mengapa detak jantung dan denyut nadi kita berdetak jauh lebih cepat setelah berlari kencang dibandingkan saat duduk diam?
- Apa keuntungan jangka panjang bagi organ jantung dan paru-paru jika kita teratur melakukan aktivitas jasmani setiap hari?
- Berapa lama waktu minimal yang direkomendasikan para ahli kesehatan bagi anak-anak untuk bergerak aktif setiap hari?
- Apa saja 3 jenis aktivitas jasmani yang perlu dikombinasikan dalam rekomendasi gerak harian anak?
- Mengapa waktu 60 menit bergerak aktif disebut sebagai waktu emas bagi pertumbuhan tubuh kita?
- Apa yang biasanya kamu rasakan pada tubuhmu jika duduk diam bermain gawai selama lebih dari dua jam berturut-turut?
- Bagaimana cara kita mengatur waktu dalam sehari agar tidak terjebak dalam kebiasaan malas bergerak?
- Bagaimana tubuhmu bereaksi setelah bergerak aktif dalam sirkuit kardiorespirasi secara terus-menerus?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan aktivitas jasmani minimal 60 menit setiap hari dan menghindari perilaku sedenter?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Berpartisipasi dalam Aktivitas Jasmani Kardiorespirasi Melalui Sirkuit Gerak Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kardiorespirasi untuk menjaga kebugaran tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, presensi, dan memeriksa kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu berpartisipasi aktif dalam sirkuit gerak kardiorespirasi sederhana (3 menit).
- Murid melakukan asesmen awal berupa uji kesiapan partisipasi gerak aerobik ritmis sederhana (jumping jack dan lari di tempat) selama 1 menit (2 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis yang dipimpin oleh guru untuk mempersiapkan otot dan kerja kardiorespirasi sebelum sirkuit dimulai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperkenalkan dan mendemonstrasikan rute serta aturan sirkuit kardiorespirasi sederhana yang terdiri atas 3 pos gerak: Pos 1 Lompat Tali / Jumping Rope, Pos 2 Lari Zig-zag memutari 4 kerucut, dan Pos 3 Jumping Jack (5 menit).
- Murid mengamati dan mencoba langsung setiap bentuk gerakan di masing-masing pos selama 30 detik untuk memastikan pemahaman alur perpindahan pos tanpa hambatan teknis (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil dan berpartisipasi aktif melakukan sirkuit gerak kardiorespirasi: melaksanakan gerak di Pos 1 (Lompat Tali) selama 40 detik, berpindah pos dengan transisi 20 detik, Pos 2 (Lari Zig-zag) selama 40 detik, transisi 20 detik, dan Pos 3 (Jumping Jack) selama 40 detik (15 menit).
- Murid mengulang putaran kedua sirkuit kardiorespirasi dengan variasi permainan 'Tantangan Zona Kebugaran' di mana setiap kelompok berusaha menjaga ritme gerak secara konsisten dan bergembira bersama alunan musik ritmis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kondisi kebugaran tubuhnya sendiri setelah menuntaskan seluruh sirkuit gerak kardiorespirasi dengan merasakan ritme napas dan denyut jantung masing-masing (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan gerakan pendinginan (stretching statis) dan relaksasi pernapasan perlahan (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pelaksanaan aktivitas partisipasi sirkuit hari ini, memberikan apresiasi atas keterlibatan seluruh murid, dan menutup dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif alat bantu lompat tali (menggunakan tali rami lentur atau skipping reguler) dan penanda kerucut yang mudah terlihat.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan jeda, durasi gerak pada pos dapat disesuaikan menjadi 30 detik gerak aktif; bagi murid dengan kebugaran lebih tinggi, durasi dapat ditingkatkan menjadi 50 detik gerak aktif tanpa mengubah jenis gerakannya.
- Produk: Tingkat partisipasi dinilai dari konsistensi mengikuti alur sirkuit gerak 3 pos sesuai kemampuan fisik masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan gerak aktif melalui peragaan singkat jumping jack selama 30 detik dan lari di tempat 30 detik. Kriteria penerimaan operasional: murid mampu bergerak secara kontinu tanpa keluhan sakit fisik atau pusing sebelum sirkuit dimulai.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan partisipasi aktif murid selama sirkuit gerak kardiorespirasi (Pos 1: Lompat tali, Pos 2: Lari zig-zag, Pos 3: Jumping jack) menggunakan lembar ceklis partisipasi aktif.
Akhir Pertemuan:- Cek pemenuhan partisipasi sirkuit gerak kardiorespirasi pada akhir kegiatan. Acuan tuntas: murid menyelesaikan minimal 2 putaran sirkuit yang mencakup ketiga pos gerak (Pos 1 Lompat Tali, Pos 2 Lari Zig-zag, Pos 3 Jumping Jack) sesuai kemampuan fisiknya.
Formatif:- Lembar observasi partisipasi murid dalam menuntaskan seluruh pos pada sirkuit gerak kardiorespirasi (Pos 1 Lompat Tali, Pos 2 Lari Zig-zag, Pos 3 Jumping Jack).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi dalam Aktivitas Sirkuit Kardiorespirasi | Hanya mengikuti 1 pos gerak pada sirkuit dan berhenti sebelum putaran pertama selesai. | Mengikuti 2 dari 3 pos gerak pada sirkuit (Pos 1 Lompat Tali, Pos 2 Lari Zig-zag, Pos 3 Jumping Jack) atau menyelesaikan 1 putaran penuh dengan sering berhenti lama. | Menuntaskan seluruh 3 pos gerak (Pos 1 Lompat Tali, Pos 2 Lari Zig-zag, Pos 3 Jumping Jack) sebanyak 2 putaran penuh sesuai alokasi waktu. | Secara mandiri dan konsisten aktif bergerak di seluruh 3 pos gerak (Pos 1 Lompat Tali, Pos 2 Lari Zig-zag, Pos 3 Jumping Jack) sebanyak 2 putaran penuh dengan menjaga ritme gerak secara optimal. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain sirkuit gerak 3 pos aman dan mampu memfasilitasi partisipasi seluruh murid tanpa ada yang merasa terbebani berlebihan?
- Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas sirkuit berlangsung?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyelesaikan sirkuit gerak lompat tali, lari zig-zag, dan jumping jack?
- Bagian pos gerak mana yang paling menantang untuk kebugaran tubuhmu?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Pengaruh Aktivitas Jasmani yang Teratur terhadap Kesehatan Kardiorespirasi dan Denyut Nadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar di ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini: menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi (jantung, paru-paru, dan pembuluh darah) serta denyut nadi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Apa yang terjadi pada pompa jantung saat kita bergerak aktif dan mengapa kita perlu melatihnya secara teratur?' (acuan: saat bergerak jantung memompa lebih cepat mengalirkan darah/oksigen; dilatih teratur agar otot jantung semakin kuat dan tidak mudah lelah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu gambar organ jantung dan paru-paru mengenai konsep kardiorespirasi, cara kerja pompa jantung, dan hubungan antara frekuensi denyut nadi dengan intensitas gerak jasmani (10 menit).
- Murid membaca teks infografis singkat 'Jantung dan Paru-paru: Tim Super Kompak' yang menjelaskan bahwa latihan teratur menguatkan otot jantung, memperbesar kapasitas paru-paru, melenturkan pembuluh darah, dan menurunkan denyut nadi istirahat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tantangan Detektif Nadi Ceria' di mana murid mencoba dua mode gerak (duduk diam 1 menit lalu menghitung nadi 15 detik dikali 4; dilanjutkan lompat bintang 1 menit lalu menghitung kembali nadi) untuk membuktikan langsung perubahan frekuensi detak jantung secara menyenangkan (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Analisis Fisiologis secara tertulis untuk menjelaskan 3 pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi: (1) pengaruh terhadap kekuatan otot jantung dalam memompa darah, (2) pengaruh terhadap efisiensi kerja paru-paru menyerap oksigen, dan (3) pengaruh terhadap kestabilan denyut nadi istirahat (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali penjelasan yang telah ditulis pada lembar kerja dan memverifikasi ketepatan penjelasannya berdasarkan rangkuman konsep kardiorespirasi yang dipandu guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa aktivitas jasmani teratur melatih jantung memompa darah beroksigen lebih efisien dan membuat daya tahan pernapasan paru-paru semakin kuat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja penjelasan pengaruh aktivitas jasmani dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang rekomendasi durasi aktivitas harian 60 menit (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat pemandu rumpang berisi kata kunci (otot jantung, oksigen, denyut nadi istirahat); murid yang cepat diarahkan menelaah pengaruh elastisitas pembuluh darah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru langkah demi langkah saat menafsirkan perubahan denyut nadi; murid yang mandiri langsung menyusun penjelasan mandiri.
- Produk: Murid menyajikan penjelasan tertulis pengaruh aktivitas jasmani terhadap kardiorespirasi dalam bentuk paragraf terstruktur atau bagan alur sebab-akibat sesuai tingkat kemandirian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Apa yang terjadi pada jantung kita saat berolahraga dan mengapa jantung harus dilatih secara teratur?' (Kriteria/Acuan jawaban benar: menyebutkan bahwa detak jantung bertambah cepat saat bergerak untuk mengedarkan darah/oksigen ke tubuh, serta latihan teratur membuat otot jantung semakin kuat/tidak cepat lelah).
Proses:- Pemeriksaan hasil kerja Lembar Analisis Fisiologis murid yang menilai ketepatan penjelasan 3 aspek kardiorespirasi: (1) Otot jantung (acuan: latihan teratur membuat otot jantung menebal/menguat sehingga mampu memompa volume darah lebih banyak dalam sekali detak); (2) Paru-paru (acuan: latihan teratur meningkatkan kapasitas vital paru-paru dan efisiensi penyerapan oksigen sehingga tidak mudah ngos-ngosan); (3) Denyut nadi istirahat (acuan: latihan teratur menyebabkan denyut nadi saat istirahat menjadi lebih rendah dan waktu pemulihan nadi setelah beraktivitas menjadi lebih cepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) berupa 1 pertanyaan: 'Jelaskan mengapa atlet yang teratur berolahraga memiliki denyut nadi istirahat yang lebih lambat dibanding orang yang jarang berolahraga!' (Acuan jawaban: karena otot jantung atlet sudah terlatih kuat dan efisien sehingga sekali pompa sudah mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh tanpa perlu berdetak terlalu sering).
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Analisis Fisiologis mengenai penjelasan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi dan denyut nadi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Pengaruh Aktivitas Jasmani terhadap Kardiorespirasi (Jantung, Paru-Paru, dan Denyut Nadi) | Belum mampu menjelaskan pengaruh aktivitas fisik teratur atau penjelasan hanya tepat pada 1 aspek dari 3 aspek acuan (otot jantung, paru-paru, denyut nadi istirahat). | Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur secara tepat pada 2 dari 3 aspek acuan kardiorespirasi (otot jantung, paru-paru, denyut nadi istirahat) dengan bantuan kalimat pemandu. | Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur secara tepat dan runtut pada seluruh 3 aspek acuan kardiorespirasi (otot jantung menguat memompa darah, kapasitas paru-paru meningkat efisien menyerap oksigen, dan denyut nadi istirahat melambat/stabil). | Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur secara tepat, mendalam, dan runtut pada seluruh 3 aspek acuan kardiorespirasi serta mengaitkannya secara mandiri dengan mekanisme pemulihan denyut nadi pasca-aktivitas tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah percobaan menghitung denyut nadi secara berpasangan berhasil memfasilitasi murid memahami alasan biologis mengapa jantung bekerja lebih keras?
- Apakah instrumen Lembar Analisis Fisiologis efektif mengukur kemampuan murid dalam menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan kardiorespirasi?
Murid:- Perubahan apa yang paling nyata kamu rasakan pada detak jantungmu sebelum dan sesudah bergerak aktif?
- Bagaimana caramu membiasakan diri berolahraga teratur agar organ jantung dan paru-parumu tetap sehat dan kuat?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Harian 60 Menit Sesuai Kebutuhan Usia Anak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani harian sesuai kebutuhan usia anak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang durasi gerak harian: 'Berapa menit minimal anak usia sekolah direkomendasikan bergerak aktif setiap hari menurut WHO?' (acuan: minimal 60 menit per hari) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi rekomendasi durasi minimal dan 3 kelompok jenis aktivitas jasmani harian anak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak infografik 'Rekomendasi Aktivitas Jasmani Anak Usia Sekolah' dan membaca paparan mengenai panduan WHO yang menetapkan durasi minimal 60 menit setiap hari yang memadukan aktivitas kardio, kekuatan, dan fleksibilitas (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah mengenai perbedaan 3 jenis aktivitas: kardio (memacu detak jantung/napas seperti lari, lompat tali, sepeda), kekuatan otot/tulang (seperti push-up, memanjat, engklek), dan fleksibilitas/kelenturan (seperti peregangan statis, senam lantai, yoga anak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan edukatif 'Tantangan Sortir Kartu Gerak Emas': memilah 6 kartu aktivitas ke dalam 3 kantong kategori rekomendasi jenis aktivitas (Kardio, Kekuatan, Fleksibilitas) serta menandai total durasi target 60 menit. Rincian 6 kartu: (1) Bersepeda santai -> Kardio; (2) Bermain lompat tali -> Kardio; (3) Latihan bergantung pada palang tunggal -> Kekuatan; (4) Permainan engklek bertumpu satu kaki -> Kekuatan; (5) Mencium lutut sambil duduk meluruskan kaki -> Fleksibilitas; (6) Gerakan kayang atau peregangan otot paha -> Fleksibilitas (acuan: pasangan kategori di atas) (20 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani yang berisi 4 butir soal pilihan ganda/isian singkat: (1) Durasi minimal harian (kunci: 60 menit); (2) Tiga jenis aktivitas yang direkomendasikan (kunci: kardio, kekuatan otot/tulang, fleksibilitas/kelenturan); (3) Pengelompokan aktivitas lari estafet (kunci: kardio); (4) Pengelompokan latihan peregangan duduk mencium lutut (kunci: fleksibilitas) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pengelompokan jenis aktivitas mereka bersama guru, mencocokkan apakah pilihan kartu dan jawaban lembar kerja telah sesuai dengan acuan rekomendasi 60 menit harian anak (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan rekomendasi aktivitas fisik harian anak (durasi minimal 60 menit yang mencakup kardio, kekuatan, dan fleksibilitas) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan belajar, menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai pencegahan perilaku sedenter, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu aktivitas bergambar visual jelas yang memuat ikon penanda (ikon jantung untuk kardio, otot untuk kekuatan, kelenturan untuk fleksibilitas); murid yang mahir diberikan kartu aktivitas berbasis skenario variatif tanpa ikon bantuan.
- Proses: Murid yang masih bingung membedakan jenis aktivitas didampingi guru dengan panduan pertanyaan arahan (scaffolding); murid yang cepat diarahkan mengidentifikasi tambahan 2 contoh aktivitas tradisional ke dalam kategori rekomendasi secara mandiri.
- Produk: Format identifikasi dapat berupa penyortiran kartu fisik maupun pengisian tabel klasifikasi tertulis pada lembar kerja sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Berapa lama waktu minimal anak seusiamu harus beraktivitas fisik setiap hari menurut rekomendasi kesehatan dunia?' (acuan: 60 menit setiap hari). Kriteria penerimaan: murid yang menjawab tepat 60 menit dikategorikan siap; murid yang menjawab selain 60 menit diberikan penguatan pada awal kegiatan inti.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid memilah 6 kartu aktivitas: (1) Bersepeda santai [Kardio], (2) Bermain lompat tali [Kardio], (3) Bergantung palang [Kekuatan], (4) Permainan engklek [Kekuatan], (5) Mencium lutut [Fleksibilitas], (6) Kayang/peregangan paha [Fleksibilitas]. Dinilai dari ketepatan penempatan kategori tanpa tertukar.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani (4 butir soal): Butir 1: Rekomendasi waktu harian minimal anak (kunci: 60 menit); Butir 2: Tiga kombinasi jenis aktivitas jasmani yang dianjurkan (kunci: kardio, kekuatan, fleksibilitas); Butir 3: Identifikasi kategori aktivitas lari cepat/joging (kunci: kardio); Butir 4: Identifikasi kategori aktivitas peregangan sendi (kunci: fleksibilitas). Kriteria ketercapaian: tuntas apabila menjawab minimal 3 dari 4 butir dengan tepat.
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pemilahan pada permainan sortir 6 kartu aktivitas jasmani (Kardio, Kekuatan, Fleksibilitas)
- Penilaian Lembar Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani (4 butir soal terstruktur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Harian Usia Anak | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian dan jenis aktivitas dengan tepat pada paling banyak 1 dari 4 butir acuan yang ditentukan. | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian dan jenis aktivitas dengan tepat pada 2 dari 4 butir acuan yang ditentukan. | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian dan jenis aktivitas dengan tepat pada 3 dari 4 butir acuan yang ditentukan. | Mengidentifikasi seluruh 4 butir acuan rekomendasi durasi (60 menit) dan jenis aktivitas jasmani (kardio, kekuatan, fleksibilitas) dengan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara jenis aktivitas kardio, kekuatan, dan fleksibilitas dalam rekomendasi gerak 60 menit?
- Apakah variasi kartu permainan mempermudah murid mengidentifikasi rekomendasi aktivitas fisik sesuai usianya?
Murid:- Apakah aku sudah tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuhku untuk bergerak aktif setiap hari?
- Dapatkah aku membedakan mana aktivitas yang melatih jantung (kardio), kekuatan otot, dan kelenturan tubuh?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Pencegahan Perilaku Sedenter Melalui Perancangan Jadwal Aktivitas Aktif Harian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui perancangan jadwal aktivitas aktif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat dengan menunjukkan 4 kartu gambar kebiasaan: (1) Menonton TV sambil rebahan 3 jam; (2) Jalan santai keliling komplek; (3) Main game online sambil duduk berjam-jam; (4) Naik turun tangga saat istirahat sekolah. Murid mengacungkan jempol ke bawah untuk perilaku sedenter dan jempol ke atas untuk aktivitas aktif (acuan kunci: kartu 1 dan 3 adalah perilaku sedenter; kartu 2 dan 4 adalah aktivitas aktif) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi perilaku sedenter serta cara pencegahannya melalui perancangan jadwal aktivitas aktif harian (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai konsep perilaku sedenter (kegiatan duduk, rebahan, atau minim gerak dengan pengeluaran energi sangat rendah) dan dampaknya bagi tubuh jika dibiarkan (10 menit).
- Murid mencermati lembar studi kasus yang berisi 4 skenario aktivitas harian anak: Skenario A (Duduk menonton gawai 4 jam sepulang sekolah), Skenario B (Membantu menyapu halaman 20 menit lalu bersepeda 30 menit), Skenario C (Bermain konsol game tanpa jeda sejak siang hingga sore), dan Skenario D (Berjalan kaki ke sekolah dan melakukan peregangan saat istirahat belajar), lalu secara mandiri menandai mana yang merupakan perilaku sedenter dan mana tindakan aktif pencegahannya (acuan: Skenario A dan C = perilaku sedenter; Skenario B dan D = aktivitas pencegahan sedenter) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan interaktif 'Alarm Gerak: Lawan Sedenter!': ketika guru memperagakan perilaku sedenter (duduk membeku/rebahan), murid harus segera berdiri dan melakukan gerak aktif selingan seperti lompat di tempat, lari pelan di tempat, atau peregangan tubuh selama 30 detik untuk merasakan sensasi tubuh kembali aktif dan bugar (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun 'Jadwal Aktivitas Aktif Harian Pencegah Sedenter' pada lembar kerja yang memuat pembagian 3 waktu (Pagi, Siang/Sore, Malam). Murid mengidentifikasi dan mengisi minimal 1 tindakan pencegahan sedenter berupa aktivitas gerak nyata pada setiap waktu tersebut dengan durasi terencana (acuan pilihan tindakan aktif yang valid: Pagi = jalan kaki ke sekolah/senam pagi/peregangan bangun tidur; Siang/Sore = bersepeda/bermain bola/menyapu halaman/lompat tali; Malam = peregangan santai/membereskan kamar/membantu orang tua; bukan duduk menonton TV/bermain gawai diam) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rancangan jadwal harian yang telah dibuat untuk memastikan tidak ada blok waktu luang lebih dari 2 jam berturut-turut yang terisi kegiatan diam (sedenter) tanpa selingan gerak (10 menit).
- Murid menandai komitmen pribadi pada lembar kerja tentang aktivitas aktif yang paling mudah dan siap mereka terapkan mulai hari ini untuk menghindari perilaku sedenter di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara-cara mengidentifikasi dan mencegah perilaku sedenter dalam rutinitas sehari-hari melalui pengelolaan waktu gerak yang teratur (10 menit).
- Guru memberikan penguatan atas rancangan jadwal murid, membagikan lembar cek pemahaman akhir, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan berisi contoh ragam kegiatan aktif pengganti waktu sedenter bagi murid yang membutuhkan inspirasi gerak.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan template jadwal yang sudah memiliki pembagian jam tetap; murid yang mandiri merancang jadwal harian secara penuh berdasarkan rutinitas aslinya.
- Produk: Murid dapat merancang jadwal harian dengan format tabel tertulis standar atau dilengkapi ikon visual/simbol jenis gerak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat: Murid mengidentifikasi 4 kartu kebiasaan harian dengan mengacungkan jempol ke bawah untuk perilaku sedenter dan jempol ke atas untuk aktivitas aktif. Butir: (1) Menonton TV sambil rebahan 3 jam; (2) Jalan santai keliling komplek; (3) Main game online sambil duduk berjam-jam; (4) Naik turun tangga saat istirahat sekolah. (Kunci: kartu 1 dan 3 = perilaku sedenter; kartu 2 dan 4 = aktivitas aktif).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengidentifikasi skenario sedenter dan merancang tindakan pencegahannya dalam jadwal harian 3 waktu (Pagi, Siang/Sore, Malam) dengan kriteria ketercukupan durasi gerak aktif dan eliminasi kebiasaan duduk pasif berkepanjangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid melengkapi pernyataan identifikasi pada lembar keluar (exit ticket): 'Dua contoh perilaku sedenter yang harus kuhindari adalah ... dan ...; cara mencegahnya adalah dengan menggantinya menjadi kegiatan aktif yaitu ... dan ...'. (Acuan jawaban yang diterima: perilaku sedenter = duduk berjam-jam main gawai/nonton TV rebahan berlama-lama/berdiam diri terus menerus; cara pencegahan/kegiatan aktif = bersepeda/jalan kaki/bermain lompat tali/membantu menyapu/olahraga teratur).
Formatif:- Tes lisan/respons gerak diagnostik awal pengelompokan kebiasaan sedenter vs aktif
- Penilaian kinerja unjuk pemahaman identifikasi pencegahan sedenter pada lembar kerja penyusunan jadwal aktivitas aktif harian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi perilaku sedenter dan pencegahannya dalam jadwal aktivitas aktif | Belum mampu mengidentifikasi perilaku sedenter dan belum mampu merancang tindakan pencegahan aktivitas aktif dalam jadwal harian (0 waktu terisi tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi perilaku sedenter dan menyusun 1 tindakan pencegahan aktivitas aktif yang tepat pada salah satu blok waktu jadwal harian (Pagi, Siang/Sore, atau Malam). | Mampu mengidentifikasi perilaku sedenter dan menyusun tindakan pencegahan aktivitas aktif yang tepat pada 2 blok waktu jadwal harian sesuai acuan kegiatan aktif. | Mampu mengidentifikasi perilaku sedenter dan menyusun tindakan pencegahan aktivitas aktif yang tepat secara lengkap pada seluruh 3 blok waktu jadwal harian (Pagi, Siang/Sore, dan Malam) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara perilaku sedenter dengan aktivitas jasmani aktif?
- Apakah langkah perancangan jadwal mandiri efektif membantu murid menyadari pentingnya membatasi waktu diam/rebahan berlebih?
Murid:- Kebiasaan duduk atau rebahan apa yang paling sering aku lakukan dan ingin kuubah agar lebih aktif?
- Aktivitas fisik pengganti apa yang paling seru dan bisa aku lakukan setiap hari sesuai jadwalku?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kardiorespirasi untuk menjaga kebugaran tubuh
- TP 6.3.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan kardiorespirasi
- TP 6.3.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani harian sesuai kebutuhan usia anak
- TP 6.3.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui perancangan jadwal aktivitas aktif
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan seluruh murid dalam kondisi sehat untuk berpartisipasi dalam asesmen gerak (3 menit).
- Guru memandu pemanasan statis dan dinamis secara terpimpin untuk menyiapkan kerja jantung, paru-paru, dan otot sebelum memulai sirkuit kardiorespirasi (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan pengarahan tentang alur asesmen sumatif: Tugas 1 berupa unjuk kerja sirkuit kardiorespirasi (35 menit), diikuti pembagian kelas ke dalam pengerjaan Tugas 2 (portofolio jadwal tertulis) secara serentak sementara Tugas 3 (tanya jawab lisan pengaruh aktivitas teratur) dilakukan secara bergiliran individual di meja guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- TUGAS 1 (Kinerja Sirkuit Kardiorespirasi): Murid berpartisipasi serentak dalam sirkuit kardiorespirasi yang terbagi menjadi 4 stasiun rotasi (Stasiun 1: Lompat tali; Stasiun 2: Lari bolak-balik shuttle run; Stasiun 3: Jumping jacks; Stasiun 4: Lari langkah samping), setiap stasiun dijalankan selama 6 menit dengan jeda perpindahan stasiun 2 menit dan pendinginan singkat, dinilai menggunakan lembar observasi keterlibatan dan daya tahan (35 menit).
- TUGAS 2 (Portofolio Tertulis Jadwal dan Rekomendasi): Murid kembali ke ruang kelas dan secara serentak mengerjakan lembar kerja penugasan tertulis: (1) Mengidentifikasi rekomendasi durasi minimal 60 menit per hari dan 3 variasi intensitas (ringan: jalan santai; sedang: bersepeda santai; berat: lari cepat); (2) Mengidentifikasi pencegahan sedenter dengan merancang tabel jadwal mingguan yang mengonversi waktu diam (screen time/duduk >2 jam) menjadi aktivitas aktif harian (42 menit).
- TUGAS 3 (Tes Lisan Bergiliran - Paralel saat Tugas 2 berlangsung): Sambil murid lain menyelesaikan portofolio tertulis, guru memanggil murid secara individual ke meja guru selama 1,5 menit per anak (total 28 murid muat dalam rentang waktu ini) untuk menjawab 2 pertanyaan lisan: 'Jelaskan apa yang terjadi pada otot jantung dan aliran darah jika kita rutin beraktivitas fisik?' (acuan: otot jantung menjadi lebih kuat/tebal, memompa darah lebih efisien, aliran darah lancar) dan 'Mengapa denyut nadi istirahat orang yang bugar lebih rendah dibandingkan orang yang malas bergerak?' (acuan: karena jantung kuat memompa volume darah lebih banyak per denyut, sehingga tidak perlu berdenyut terlalu sering) (0 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan lembar portofolio tertulis, kemudian secara mandiri memeriksa ketercapaian seluruh target aktivitas sumatif yang telah diselesaikan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan ringan (stretching rileks) dan mengatur pernapasan kembali ke kondisi istirahat (4 menit).
- Guru merangkum pencapaian seluruh bab mengenai 'Energi Super: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat', menyampaikan apresiasi atas integritas dan daya juang murid, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format tulisan dengan huruf berukuran lebih besar bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual pada lembar kerja.
- Proses: Pemberian waktu jeda istirahat singkat tanpa menurunkan intensitas gerak dasar atau waktu kumulatif sirkuit bagi murid dengan daya tahan pemulihan lebih lambat.
- Produk: Format tabel jadwal disediakan dalam bentuk kolom isian terstruktur rapi bagi murid yang memerlukan panduan penulisan ruang.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian kinerja sirkuit kardiorespirasi serentak, tanya jawab lisan rotasi, dan penugasan perancangan jadwal aktif tertulis: keterlibatan aktif dalam aktivitas gerak kardiorespirasi, rekaman penjelasan lisan pengaruh aktivitas teratur terhadap kesehatan jantung, serta lembar kerja identifikasi rekomendasi aktivitas harian dan rancangan jadwal pencegahan perilaku sedenter
- penilaian kinerja: keterlibatan fisik dan daya tahan murid saat berpartisipasi dalam sirkuit aktivitas jasmani kardiorespirasi (lompat tali, lari bolak-balik, jumping jacks) yang dilakukan serentak seluruh kelas dalam 4 kelompok stasiun (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan aktivitas kardiorespirasi)
- penugasan tertulis dan portofolio jadwal: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi rekomendasi aktivitas fisik harian (minimal 60 menit dan variasi intensitas) serta tabel rencana jadwal mingguan aksi aktif untuk meminimalkan perilaku sedenter (dikerjakan serentak oleh seluruh kelas) (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio jadwal dan lembar kerja)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan langsung selama 1,5 menit per murid di meja guru menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan jantung dan sirkulasi darah, dipanggil bergiliran saat murid lain menyelesaikan penugasan portofolio tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan panduan penskoran tes lisan)
Sumatif:- penilaian kinerja sirkuit kardiorespirasi serentak, tanya jawab lisan rotasi, dan penugasan perancangan jadwal aktif tertulis: keterlibatan aktif dalam aktivitas gerak kardiorespirasi, rekaman penjelasan lisan pengaruh aktivitas teratur terhadap kesehatan jantung, serta lembar kerja identifikasi rekomendasi aktivitas harian dan rancangan jadwal pencegahan perilaku sedenter
- penilaian kinerja: keterlibatan fisik dan daya tahan murid saat berpartisipasi dalam sirkuit aktivitas jasmani kardiorespirasi (lompat tali, lari bolak-balik, jumping jacks) yang dilakukan serentak seluruh kelas dalam 4 kelompok stasiun (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan aktivitas kardiorespirasi)
- penugasan tertulis dan portofolio jadwal: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi rekomendasi aktivitas fisik harian (minimal 60 menit dan variasi intensitas) serta tabel rencana jadwal mingguan aksi aktif untuk meminimalkan perilaku sedenter (dikerjakan serentak oleh seluruh kelas) (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio jadwal dan lembar kerja)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan langsung selama 1,5 menit per murid di meja guru menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan jantung dan sirkulasi darah, dipanggil bergiliran saat murid lain menyelesaikan penugasan portofolio tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan panduan penskoran tes lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Kardiorespirasi (TP 6.3.1) [Acuan: 4 stasiun: lompat tali, lari bolak-balik, jumping jacks, lari langkah samping] | Berpartisipasi aktif pada 1 stasiun sirkuit dan berhenti sebelum durasi berakhir pada stasiun lainnya. | Berpartisipasi aktif pada 2 dari 4 stasiun sirkuit dengan daya tahan gerak yang stabil. | Berpartisipasi aktif pada 3 dari 4 stasiun sirkuit secara konsisten dan menjaga ritme gerak dengan baik. | Berpartisipasi aktif pada seluruh 4 stasiun sirkuit secara berkesinambungan tanpa henti hingga durasi stasiun selesai. | | Penjelasan Pengaruh Aktivitas Jasmani terhadap Kesehatan Kardiorespirasi (TP 6.3.2) [Acuan: (1) Otot jantung membesar/menguat dan memompa efisien; (2) Aliran darah lancar/elastisitas pembuluh darah membaik; (3) Denyut nadi istirahat menjadi lebih rendah] | Menjelaskan 1 pengaruh fisiologis aktivitas jasmani secara tepat dengan bantuan arahan pemantik guru. | Menjelaskan 1 dari 3 pengaruh fisiologis aktivitas jasmani terhadap kesehatan jantung dan darah secara mandiri dan tepat sesuai acuan. | Menjelaskan 2 dari 3 pengaruh fisiologis aktivitas jasmani terhadap kesehatan jantung dan darah secara runtut sesuai acuan. | Menjelaskan seluruh 3 pengaruh fisiologis aktivitas jasmani terhadap kesehatan kardiorespirasi secara runtut, tepat, dan mandiri sesuai acuan. | | Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Harian Usia Anak (TP 6.3.3) [Acuan: (1) Rekomendasi durasi harian: minimal 60 menit per hari; (2) Tiga variasi intensitas: ringan (contoh: jalan santai/menyapu), sedang (contoh: bersepeda santai/senam ritmik), berat (contoh: lari sprint/bermain bola/lompat tali)] | Mengidentifikasi durasi harian dengan keliru dan hanya menyebutkan 1 contoh variasi intensitas gerak. | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian secara tepat (minimal 60 menit), namun hanya menyebutkan 1-2 contoh variasi intensitas secara tepat. | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian (minimal 60 menit) dan menyebutkan 3 variasi intensitas (ringan, sedang, berat) beserta contohnya sesuai acuan. | Mengidentifikasi rekomendasi durasi harian (minimal 60 menit) dan menguraikan secara tepat 3 variasi intensitas beserta masing-masing 2 contoh aktivitas konkret sesuai acuan. | | Identifikasi Pencegahan Perilaku Sedenter Melalui Rancangan Jadwal (TP 6.3.4) [Acuan: (1) Identifikasi perilaku sedenter yang diganti (duduk >2 jam/layar gawai); (2) Rencana jadwal aktif mencakup 7 hari seminggu; (3) Memuat jam pelaksanaan, jenis aktivitas bervariasi, dan durasi minimal 60 menit akumulatif] | Menyusun jadwal aktif yang hanya mencakup 1-2 hari dan belum mengidentifikasi pengurangan perilaku sedenter. | Menyusun jadwal aktif untuk 3-4 hari dengan mengidentifikasi penggantian 1 perilaku sedenter, namun durasi belum mencapai 60 menit harian. | Menyusun jadwal aktif mingguan (5-6 hari) dengan mengidentifikasi penggantian perilaku sedenter dan durasi harian mencapai minimal 60 menit. | Menyusun jadwal aktif lengkap 7 hari penuh yang secara eksplisit mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter (mengonversi screen time/rebahan) dengan jam, jenis aktivitas bervariasi, dan durasi minimal 60 menit akumulatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu selama rotasi sirkuit dan wawancara lisan berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi murid yang sedang menyusun portofolio?
- Bagaimana kesiapan fisik murid secara umum dalam menuntaskan tantangan sirkuit kardiorespirasi?
Murid:- Bagian mana dari sirkuit gerak kardiorespirasi yang paling menguji ketahanan tubuhmu hari ini?
- Apakah jadwal aktif mingguan yang kamu rancang realistis untuk kamu laksanakan sendiri di rumah mulai minggu depan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025 Bab III
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI Kemendikdasmen 2025 Bab III
- Tali skipping / lompat tali
- Kerucut / cone penanda jalur lari zig-zag
- Stopwatch dan peluit
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 3: Energi Super Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat)
- Buku Siswa PJOK Kelas VI (Kemendikbudristek 2025, Bab 3, Halaman 68–76)
- Bagan anatomi sirkulasi peredaran darah dan pompa jantung manusia
- Stopwatch/pengukur waktu untuk menghitung denyut nadi 15 detik
- Lembar Kerja Murid: Lembar Analisis Fisiologis Kardiorespirasi
- Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025, Bab III)
- Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas VI (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025, Bab III: Subbab Jadwal Gerakku hal. 81-83)
- Set 6 Kartu Gerak Emas dan 3 Kotak Kategori Jenis Aktivitas Jasmani
- Lembar Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Murid
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa PJOK Kelas VI Bab 3 'Energi Super: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat'
- Kartu gambar contoh kebiasaan sedenter dan aktivitas fisik aktif
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Rancang Jadwal Super Aktifku: Lawan Sedenter'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD/MI Kelas VI (Kemedikdasmen 2025)
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI (Kemedikdasmen 2025)
- Peralatan Sirkuit: Tali skipping, cone/kerucut pembatas, stopwatch, peluit
- Lembar Kerja Portofolio Jadwal Super Aktifku dan Format Lembar Ceklis Lisan Guru
|