MODUL AJAR PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 2 — Sahabat Lapangan: Serunya Main Adil dan Kompak! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Sahabat Lapangan: Serunya Main Adil dan Kompak! |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 35 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.2.1 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak permainan tim
- TP 6.2.2 Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 6.2.3 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa berlari ke area lapangan yang tidak dijaga lawan membuat tim lebih mudah mencetak skor?
- Bagaimana cara kita mengetahui apakah strategi bergerak membuka ruang kosong berhasil atau tidak saat menyerang?
- Bagaimana cara tim mempertahankan daerahnya agar lawan sulit menembus dan mencetak skor?
- Kapan waktu yang paling tepat bagi tim untuk segera mengubah posisi dari bertahan menjadi melakukan operan serangan balik?
- Mengapa aturan dalam permainan lapangan terkadang membuat sebagian teman merasa kesulitan atau tidak mendapat giliran bermain?
- Bagaimana kita bisa merancang aturan baru agar semua pemain merasa diperlakukan adil dan seru saat bermain bersama?
- Mengapa dalam suatu permainan ada teman yang jarang sekali menyentuh bola atau kesulitan ikut berlari?
- Bagian mana dari aturan atau lapangan yang dapat kita ubah agar semua teman, tanpa terkecuali, bisa ikut bermain secara aktif dan adil?
- Apa yang terjadi pada permainan tim jika semua anggota hanya ingin menjadi penyerang yang mencetak angka?
- Bagaimana perasaanmu ketika harus berganti tugas dari menyerang menjadi bertahan atau menjaga gawang demi tim?
- Bagaimana sebuah aturan modifikasi dapat memastikan setiap anggota tim mendapatkan kesempatan bermain yang adil?
- Apa yang menentukan keberhasilan penerapan strategi gerak saat tim bertransisi menyerang ruang kosong dan bertahan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Penyerangan Ruang Kosong dalam Permainan Tim — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak permainan tim
Pendahuluan:- Guru membuka kelas di lapangan dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis berbentuk permainan kucing-kucingan tanpa bola (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin mengenai konsep membuka ruang kosong dalam situasi gerak penyerangan permainan tim (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru bersama 3 orang peraga mengenai dua situasi penyerangan tim: Situasi A (penyerang berkerumun di dekat pembawa bola sehingga ruang tertutup lawan) dan Situasi B (penyerang bergerak menyebar tanpa bola mencari ruang kosong yang jauh dari penjagaan lawan) (8 menit).
- Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (beranggotakan 4 orang) untuk mengidentifikasi indikator keberhasilan strategi gerak penyerangan ruang kosong, yaitu kemudahan menerima operan bola tanpa diadang dan terbukanya jalur tembakan ke gawang/sasaran (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara bergantian antar-tim, murid melakukan uji coba gerak penyerangan 3 lawan 2 dalam area kotak 10x10 meter menggunakan bola tangan; tim penyerang wajib menguji strategi gerak bergerak membuka ruang kosong untuk mencetak poin operan sukses (15 menit).
- Murid memainkan simulasi mini-game gembira 'Serbu Ruang Kosong' (tim penyerang 3 orang berusaha mengalirkan 5 operan berturut-turut ke ruang kosong yang dijaga 2 pemain bertahan dalam batas waktu 2 menit per giliran), mencatat frekuensi keberhasilan operan di lembar pengamatan tim (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap tim membandingkan data hasil uji coba: situasi ketika bergerak aktif membuka ruang kosong vs saat berdiri diam di dekat kawan, kemudian menyimpulkan apakah strategi gerak ruang kosong terbukti efektif dalam mempermudah aliran bola (10 menit).
Penutup:- Guru memandu pendinginan peregangan otot statis, mengulas bukti hasil pengujian strategi gerak penyerangan ruang kosong, dan memberikan umpan balik langsung (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan area ruang gerak lebih luas dengan tanda kerucut (cone) warna-warni bagi kelompok yang membutuhkan panduan visual ruang kosong.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan bermain dalam situasi 3 penyerang vs 1 bertahan pasif, sedangkan murid mahir diuji dalam situasi 3 penyerang vs 2 bertahan aktif dengan ruang gerak lebih terbatas.
- Produk: Catatan kesimpulan uji efektivitas strategi penyerangan dapat disampaikan secara lisan terarah atau melalui ceklis lembar catatan uji tim.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Jika timmu menguasai bola dan kamu dijaga ketat lawan, ke arah mana kamu harus berlari agar kawanmu bisa mengoper bola dengan aman?' (Acuan jawaban tepat: berlari menuju area/ruang kosong yang tidak ada penjagaan lawan).
Proses:- Guru mengamati performa gerak tim saat simulasi 3 vs 2 dengan kriteria: (1) Penyerang tanpa bola bergerak mencari ruang kosong menjauhi pemain bertahan; (2) Penerapannya menghasilkan aliran operan bola yang tidak terpotong lawan minimal 3 kali operan berhasil.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyatakan kesimpulan hasil uji coba timnya atas pertanyaan: 'Apakah pergerakan membuka ruang kosong efektif mempermudah penyerangan tim kalian? Sebutkan buktinya!' (Kriteria penerimaan: murid menyatakan efektif dan menyebutkan bukti berupa operan bola menjadi lancar/tidak direbut lawan karena posisi penerima tidak dijaga).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja pengujian strategi gerak membuka ruang kosong dalam situasi penyerangan 3 lawan 2
- Lembar ceklis catatan uji coba keterbukaan ruang dan keberhasilan operan tim
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguji Efektivitas Strategi Gerak Penyerangan Ruang Kosong | Belum mampu menerapkan gerakan mencari ruang kosong saat menyerang (masih berkerumun di sekitar pembawa bola) dan belum dapat membuktikan efektivitas operan tim. | Mulai bergerak menuju ruang kosong namun timing pergerakan terlambat sehingga bola masih sering teradang lawan; mampu menyebutkan hasil uji coba dengan bantuan arahan guru. | Mampu bergerak membuka ruang kosong secara konsisten sehingga operan tim berjalan lancar minimal 3 kali tanpa terpotong lawan, serta mampu menyimpulkan efektivitas strategi gerak tersebut berdasarkan hasil permainan tim. | Mampu menguji dan menerapkan strategi gerak membuka ruang kosong secara konsisten dalam berbagai variasi arah pergerakan tanpa pengawalan, menghasilkan operan sukses berkelanjutan, serta menyimpulkan efektivitas strategi secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain permainan 3 lawan 2 memberikan kesempatan yang cukup bagi setiap murid untuk menguji strategi gerak membuka ruang kosong?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menganalisis keberhasilan strategi penyerangan timnya?
Murid:- Bagian mana dari pergerakan membuka ruang kosong yang paling menantang bagimu saat diadang lawan?
- Apa bukti nyata di lapangan yang menunjukkan bahwa strategi gerak timmu berhasil membuka ruang penyerangan?
Pertemuan 2 — Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Pertahanan dan Transisi Operan dalam Permainan Tim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak permainan tim
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran di tepi lapangan dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid untuk beraktivitas gerak (4 menit).
- Guru memandu pemanasan dinamis berbasis gerak tim berupa permainan 'Kucing Bayangan': murid berpasangan saling membayangi gerak langkah geser menyamping (slide) dan mundur untuk melatih kelincahan menjaga ruang pertahanan (6 menit).
- Guru memberikan apersepsi diagnostik awal untuk mengidentifikasi pemahaman strategi pertahanan dan transisi operan, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menguji efektivitas strategi gerak pertahanan zona versus satu-lawan-satu serta transisi operan cepat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memberikan demonstrasi bersama 4 murid mengenai dua strategi bertahan: Strategi A (pertahanan zona/menjaga area tertentu di depan gawang mini) dan Strategi B (pertahanan man-to-man/satu lawan satu menempel pemain penyerang), serta momen transisi operan saat bola berhasil direbut (10 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang dan mencermati lembar uji taktik lapangan yang berisi 2 situasi simulasi: Situasi 1 (menahan gempuran 3 penyerang menggunakan zona rapat) dan Situasi 2 (merebut bola dari penyerang lalu melakukan 2 operan cepat ke depan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap tim menguji coba Strategi A (pertahanan zona) dalam simulasi permainan 4 lawan 3 (4 bertahan melawan 3 penyerang): tim bertahan bertugas menutup jalur operan tengah dan menghitung berapa kali penyerang gagal mencetak poin dalam 5 kali percobaan serangan (15 menit).
- Setiap tim menguji coba Strategi B (pertahanan man-to-man): setiap pemain bertahan menempel ketat satu penyerang tertentu dan mencatat keberhasilan menggagalkan serangan dalam 5 kali percobaan yang sama (15 menit).
- Murid memainkan sesi permainan tantangan menggembirakan 'Transisi Kilat 10 Detik': setelah tim bertahan berhasil memutus bola lawan (baik dari Strategi A maupun B), tim harus menguji strategi transisi dengan melakukan minimal 2 operan terarah ke rekan di area depan dalam batas waktu 10 detik tanpa bola direbut kembali (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Masing-masing tim berkumpul sejenak untuk membandingkan data hasil uji coba lapangan: strategi mana (zona atau man-to-man) yang paling efektif memutus serangan lawan dan bagaimana keberhasilan operan transisi kilat mereka (10 menit).
Penutup:- Guru memimpin aktivitas pendinginan statis untuk meregangkan otot tungkai dan lengan sambil mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengujian efektivitas strategi pertahanan dan transisi operan berdasarkan data keberhasilan tiap tim di lapangan (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi kerja sama tim, mengingatkan materi pertemuan berikutnya, dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Variasi lebar area pertahanan yang dijaga: tim yang memerlukan bimbingan menguji strategi pada area sempit (6x6 meter) agar jarak jaga lebih dekat, sedangkan tim yang mahir menguji pada area lebih luas (10x10 meter).
- Proses: Pemberian jumlah pengumpan lawan yang disesuaikan: tim yang memerlukan bimbingan menghadapi 2 penyerang terlebih dahulu sebelum 3 penyerang, sementara tim yang mahir langsung menghadapi situasi serangan balik cepat 3 lawan 3.
- Produk: Pencatatan lembar hasil uji: tim yang memerlukan bimbingan mencatat jumlah bola yang berhasil direbut (frekuensi sukses), sedangkan tim yang mahir mencatat perbandingan persentase keberhasilan transisi operan lanjutan setelah bola direbut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik lisan sebelum praktik gerak: (1) 'Jika lawan memiliki operan yang sangat cepat, apakah lebih efektif menjaga orangnya satu per satu atau menjaga ruang di sekitar gawang?' (Acuan jawaban benar: menjaga ruang/pertahanan zona untuk menutup sudut tembakan/umpan terobosan); (2) 'Apa yang harus segera dilakukan pemain pertama saat bola lawan berhasil direbut agar tidak segera direbut kembali?' (Acuan jawaban benar: segera mendistribusikan bola/melakukan operan transisi cepat ke rekan yang membuka ruang di depan).
Proses:- Observasi formatif saat murid melakukan uji strategi pertahanan dan transisi operan pada simulasi 4 lawan 3: Guru mengamati ketepatan murid dalam memposisikan diri menutup ruang gerak lawan (posisi di antara lawan dan gawang) serta kecepatan melakukan minimal 2 operan transisi sukses dalam batas waktu 10 detik (acuan: minimal 3 dari 5 percobaan transisi berhasil sampai ke rekan tanpa terebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru meminta perwakilan tiap kelompok menyebutkan simpulan hasil pengujian: (1) Strategi pertahanan mana yang paling efektif diterapkan saat menghadapi lawan yang lincah berlari tanpa bola (Acuan: pertahanan zona karena membatasi ruang kosong daripada terpancing lari); (2) Kendala utama saat melakukan transisi operan kilat dan solusi geraknya (Acuan: keterlambatan rekan berlari membuka ruang di depan, sehingga solusinya rekan depan harus langsung bergerak mencari celah saat bola berpindah tangan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai konsep menutup ruang tembak dan waktu transisi operan.
- Lembar observasi unjuk kerja gerak taktis saat murid menguji strategi pertahanan (menutup ruang operan lawan) dan transisi operan tim di lapangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Efektivitas Strategi Gerak Pertahanan Lapangan | Belum mampu memposisikan diri untuk menutup ruang operan lawan, hanya mengejar bola secara acak sehingga daerah pertahanan terbuka. | Mampu memposisikan diri pada salah satu strategi pertahanan (zona atau man-to-man) namun masih sering terlambat bereaksi saat lawan menggeser bola. | Mampu menguji kedua strategi gerak pertahanan (zona dan man-to-man) secara konsisten dan berhasil menggagalkan minimal 3 dari 5 serangan lawan. | Mampu menguji kedua strategi gerak pertahanan secara mandiri, tepat menutup jalur operan, serta berhasil menggagalkan minimal 4 dari 5 serangan lawan dalam simulasi. | | Pengujian Efektivitas Strategi Gerak Transisi Operan Tim | Bola langsung hilang kembali setelah direbut karena tidak melakukan operan atau salah mengarahkan bola ke posisi lawan. | Mampu melakukan 1 operan setelah merebut bola, namun operan kedua terputus atau melebihi batas waktu 10 detik. | Mampu menguji strategi transisi dengan menyelesaikan 2 operan cepat ke rekan setim dalam batas 10 detik pada minimal 3 dari 5 percobaan. | Mampu menguji strategi transisi secara efektif dengan menyelesaikan 2 operan cepat ke rekan setim secara akurat dalam batas 10 detik pada minimal 4 dari 5 percobaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup memberikan kesempatan bagi setiap kelompok menguji kedua variasi strategi pertahanan dan transisi operan?
- Apakah modifikasi simulasi permainan 4 lawan 3 efektif dalam membantu murid mengamati perbedaan taktik zona dan man-to-man?
Murid:- Kapan timmu merasa paling sulit menahan bola lawan: saat menjaga ruang (zona) atau saat menjaga satu lawan satu?
- Apa yang membuat operan transisi timmu berhasil sampai ke teman di depan dengan cepat tanpa direbut kembali?
Pertemuan 3 — Merancang Peraturan Alternatif Permainan Sederhana untuk Mendukung Fair Play — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan dinamis berbasis gerak ringan berpasangan yang menyenangkan di lapangan (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab tentang aturan permainan sederhana: murid diminta mengidentifikasi satu aturan kasti baku yang sering membuat teman berkecepatan lari rendah cepat tereliminasi dan mengusulkan 1 ide alternatifnya (acuan: aturan lemparan bola langsung mengenai badan diganti menjadi menyentuh pos atau operan beranting) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 skenario masalah keadilan dalam permainan lapangan yang dibacakan guru: Skenario 1 (Pemain berbadan tinggi selalu memonopoli bola lemparan atas), Skenario 2 (Pemain yang larinya lambat langsung 'mati' di lemparan pertama dan duduk di pinggir), Skenario 3 (Hanya 2 pemain dominan yang melakukan operan bolak-balik tanpa memberi kesempatan anggota tim lain) (10 menit).
- Dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak, murid menganalisis penyebab ketidakadilan pada ketiga skenario tersebut menggunakan pertanyaan panduan: 'Siapa yang dirugikan?', 'Aturan baku mana yang memicu ketidakadilan tersebut?', dan 'Prinsip fair play apa yang dilanggar?' (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok merancang 2 sampai 3 peraturan alternatif tertulis pada lembar rancangan untuk permainan lempar-tangkap pos/kasti sederhana guna mengatasi masalah dominasi pemain dan memastikan setiap anggota berpartisipasi (15 menit).
- Kelompok memainkan tantangan permainan gembira 'Uji Aturan Adil': kelompok mencoba memainkan permainan bola lapangan mini menggunakan 2-3 peraturan alternatif yang baru saja mereka rancang selama 2 babak singkat untuk memastikan aturan benar-benar memberi kesempatan setara (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Kelompok mengevaluasi draf peraturan alternatif mereka setelah uji coba bermain: mencoret atau menyempurnakan klausul aturan yang masih menyulitkan teman tertentu sehingga menghasilkan dokumen final rancangan peraturan alternatif fair play (15 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan pendinginan gerak statis berpasangan sambil mengatur napas (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil rancangan aturan alternatif yang telah disusun kelompok dan menutup sesi pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh opsi aturan alternatif (misal: penyesuaian jarak lempar atau batas maksimal memegang bola), sedangkan kelompok mahir merancang aturan alternatif mandiri tanpa kartu panduan pilihan.
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding didampingi guru secara berkala saat merumuskan kalimat aturan alternatif, sedangkan murid mahir langsung merumuskan 3 aturan alternatif mandiri bersama kelompoknya.
- Produk: Kelompok yang membutuhkan bimbingan merancang minimal 2 peraturan alternatif, sedangkan kelompok mahir merancang 3 peraturan alternatif yang dilengkapi rincian konsekuensi bila aturan dilanggar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Dalam permainan kasti sederhana, sebutkan 1 aturan baku yang sering membuat teman yang berlari pelan merasa tidak adil, dan sebutkan 1 usulan aturan baru!' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan aturan eliminasi lewat lemparan bola langsung ke tubuh pelari dan memberikan alternatif yang relevan seperti bola dioper ke pos penjaga atau zona lari aman tambahan).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan lembar rancangan: memeriksa apakah rumusan peraturan alternatif memuat 2-3 butir yang secara nyata mendukung prinsip fair play (acuan target: aturan pembatasan sentuhan bola maksimal 3 detik, aturan wajib mengoper ke semua pemain sebelum melempar ke pos, atau aturan jarak lempar disesuaikan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman formatif di lembar kerja kelompok: murid menyerahkan dokumen final berisi minimal 2 butir rancangan peraturan alternatif permainan sederhana yang telah diuji coba. (Kriteria penerimaan operasional: setiap aturan memiliki rumusan jelas tentang apa yang boleh/tidak boleh dilakukan serta menunjukkan mekanisme perlindungan kesempatan bermain yang adil bagi seluruh anggota tim).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja perancangan peraturan alternatif menggunakan lembar observasi dan cek rancangan tertulis kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian dan Kelengkapan Rancangan Peraturan Alternatif Fair Play | Belum mampu merancang peraturan alternatif yang relevan dengan prinsip fair play (rancangan yang dibuat tidak menjawab masalah keadilan permainan). | Merancang 1 peraturan alternatif permainan sederhana yang relevan untuk mendukung fair play dengan bimbingan penuh guru. | Merancang 2 peraturan alternatif permainan sederhana yang relevan untuk mendukung fair play secara tepat dan mandiri. | Merancang 3 peraturan alternatif permainan sederhana yang relevan untuk mendukung fair play secara tepat, rinci, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario ketidakadilan yang disajikan berhasil memicu nalar kritis murid dalam merancang aturan alternatif?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat merumuskan aturan modifikasi permainan?
Murid:- Aturan baru apa yang kelompokmu rancang yang paling berhasil membuat permainan terasa adil bagi semua teman?
- Bagian mana dari merancang aturan alternatif permainan yang terasa paling menantang?
Pertemuan 4 — Merancang Modifikasi Permainan Lapangan untuk Partisipasi Inklusif Seluruh Anggota Tim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid di lapangan (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang modifikasi aturan dan elemen permainan lapangan agar seluruh anggota tim dapat berpartisipasi secara inklusif (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menganalisis skenario singkat: 'Dalam permainan lempar tangkap bola, ada teman yang belum lincah berlari sehingga tidak pernah dioper bola. Perubahan aturan apa yang membuat teman tersebut pasti mendapatkan giliran dan terlibat?' (acuan respons tepat: modifikasi batasan operan wajib ke semua pemain sebelum mencetak poin, zona aman khusus, atau penyesuaian jarak lempar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemaparan guru tentang konsep permainan inklusif dan komponen permainan lapangan yang dapat dimodifikasi (luas area lapangan, peralatan bola/pemukul, jumlah sentuhan/pantulan, dan batasan gerak lawan) (10 menit).
- Murid dalam kelompok mengidentifikasi 3 kendala partisipasi dari studi kasus permainan bola tangan modifikasi: (1) pemain bertubuh kecil sulit merebut bola tinggi; (2) pemain berlari lambat tertinggal jauh saat serangan balik; (3) bola hanya dikuasai oleh dua pemain dominan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Secara berkelompok (4-5 murid), murid merancang rancangan tertulis minimal 2 butir modifikasi aturan dan 1 modifikasi lapangan/alat untuk mengatasi ketiga kendala tersebut agar permainan lebih inklusif (misalnya: aturan wajib 4 operan melibatkan seluruh anggota tim sebelum menembak, memperbolehkan pantulan bola dua kali sebelum ditangkap, dan memperkecil ukuran gawang/memperlebar zona lempar aman) (20 menit).
- Setiap kelompok menguji coba rancangan modifikasi permainannya dalam simulasi permainan lapangan mini 5 lawan 5 selama 2 ronde untuk membuktikan keterlibatan seluruh anggota tim secara langsung dan menggembirakan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya mengevaluasi hasil uji coba rancangan modifikasi: memeriksa apakah seluruh anggota tim berhasil menyentuh bola dan berpartisipasi aktif dalam permainan (10 menit).
- Murid menyempurnakan 1 butir aturan modifikasi berdasarkan catatan hasil uji coba agar semakin adil dan mudah diterapkan oleh semua rekan satu tim (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap kualitas rancangan aturan modifikasi dan tingkat partisipasi inklusif yang teramati selama simulasi (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa modifikasi aturan bertujuan menghadirkan kesetaraan bermain bagi semua orang, kemudian menutup pertemuan dengan pendinginan ringan dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi contoh modifikasi siap pilih (seperti: aturan 'semua wajib menyentuh bola' atau 'zona bebas rebutan'), sedangkan kelompok mahir merancang modifikasi aturan berjenjang yang mengombinasikan batasan ruang, alat, dan jumlah sentuhan.
- Proses: Guru memberikan pendampingan terarah pada kelompok yang kesulitan merumuskan redaksi aturan, sedangkan kelompok mandiri langsung menguji coba dan menyesuaikan rancangan secara otonom.
- Produk: Rancangan modifikasi permainan disajikan dalam bentuk lembar sketsa lapangan berpola zona aman atau daftar butir aturan bernomor sesuai preferensi kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika ada teman dalam timmu yang memiliki keterbatasan kelincahan gerak kaki, aturan modifikasi apa yang paling tepat kamu rancang pada permainan lapangan agar dia tetap bisa bermain aktif bersama tim?' (Kriteria penerimaan/acuan tepat: menyebutkan minimal satu aturan konkret seperti membatasi zona kejar lawan, memperbolehkan bola memantul lebih dulu, atau mewajibkan operan ke pemain tersebut sebelum mencetak angka).
Proses:- Lembar observasi perancangan modifikasi permainan inklusif: Menilai kelengkapan dan ketepatan rancangan kelompok yang memuat minimal 2 aturan alternatif partisipasi (misal: operan bergilir rata, zona aman pemain lambat) dan 1 modifikasi lapangan/alat (misal: gawang diperlebar, bola lebih empuk/besar, lapangan diperpendek).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal): 'Sebutkan 2 contoh modifikasi aturan permainan lapangan yang terbukti paling efektif membuat seluruh anggota timmu ikut bermain aktif dalam simulasi tadi!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat 2 aturan konkret yang berfokus pada pemerataan partisipasi, seperti aturan operan wajib seluruh pemain dan aturan jeda perlindungan penguasaan bola).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja perancangan aturan modifikasi dan lembar observasi keterlibatan inklusif saat simulasi permainan lapangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang modifikasi aturan permainan untuk partisipasi inklusif | Merancang kurang dari 2 aturan modifikasi dan aturan yang dirancang belum berorientasi pada partisipasi inklusif seluruh anggota tim. | Merancang 2 aturan modifikasi permainan, namun hanya 1 aturan yang relevan mengatasi hambatan partisipasi anggota tim. | Merancang secara tepat 2 aturan modifikasi permainan lapangan beserta penyesuaian alat/lapangan yang relevan mendukung partisipasi inklusif seluruh anggota tim dengan sedikit bimbingan guru. | Merancang secara mandiri lebih dari 2 aturan modifikasi permainan lapangan beserta penyesuaian sarana yang tepat dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi aktif seluruh anggota tim tanpa kecuali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah modifikasi aturan yang dirancang murid benar-benar membuka kesempatan bagi murid yang kurang lincah untuk aktif bergerak dan menyentuh bola?
- Bagaimana efektivitas simulasi permainan dalam membuktikan keberhasilan rancangan modifikasi inklusif yang disusun murid?
Murid:- Aturan modifikasi mana yang paling membantumu atau temanmu agar bisa ikut bermain tanpa rasa takut atau tersisih?
- Apakah kamu merasa permainan menjadi lebih seru dan adil ketika semua teman mendapatkan kesempatan bermain yang sama?
Pertemuan 5 — Menjalankan Berbagai Peran Melalui Rotasi Tugas untuk Keberhasilan Kelompok dalam Aktivitas Permainan Jasmani — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik dan kerapian perlengkapan gerak murid di lapangan (3 menit).
- Murid melakukan pemanasan dinamis berbentuk permainan reaksi cepat berkelompok 'Ikuti Isyarat Peluit' untuk melatih kelenturan, kelincahan, dan fokus gerak jasmani (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjalankan berbagai peran tim melalui rotasi berkala dalam aktivitas permainan bola tangan modifikasi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat mengenai 3 peran utama dalam tim: (1) Peran Penyerang (tugas: bergerak mencari ruang dan mencetak skor), (2) Peran Bertahan/Pengumpan (tugas: menjaga ruang dan mengalirkan bola), dan (3) Peran Penjaga Gawang/Penyelaras (tugas: membendung bola lawan dan menjaga area sasaran) untuk memetakan kesiapan murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penjelasan dan demonstrasi singkat mengenai pembagian 3 peran dalam permainan bola tangan modifikasi: peran penyerang (bergerak maju mencari ruang kosong), peran bertahan/pengumpan (menjaga pemain lawan dan menyalurkan operan), serta peran penjaga gawang (mengamankan gawang tim) (4 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 orang dan menyepakati urutan giliran rotasi peran sehingga setiap anggota kelompok siap mencoba seluruh peran saat tanda peluit berbunyi (4 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam tim memainkan permainan bola tangan modifikasi 'Rotasi Peran Ajaib' di mana setiap 4 menit guru meniup peluit panjang sebagai tanda wajib bertukar peran searah jarum jam: murid yang awalnya menjadi penyerang berpindah menjadi bertahan/pengumpan, bertahan berpindah menjadi penjaga gawang, dan penjaga gawang maju menjadi penyerang (15 menit).
- Murid secara aktif menjalankan tugas gerak sesuai peran barunya masing-masing: penyerang aktif menusuk ruang kosong, bertahan aktif menghalangi laju lawan serta mengoper bola ke rekan, dan penjaga gawang aktif menghadang tembakan bola di depan gawang demi mendukung keberhasilan kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menghentikan permainan, mengumpulkan murid dalam lingkaran tim untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai peran yang telah dijalankan selama permainan rotasi (5 menit).
- Setiap murid menyampaikan secara lisan dalam kelompok satu tindakan nyata yang telah mereka lakukan saat menjalankan peran penyerang, peran bertahan, dan peran penjaga gawang untuk mendukung tim (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan gerakan pendinginan terarah untuk melemaskan otot tungkai dan lengan sambil mengatur pernapasan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa setiap peran memiliki fungsi penting dan saling melengkapi demi keberhasilan tim (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan apresiasi atas keterlibatan seluruh murid, doa bersama, dan merapikan perlengkapan lapangan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pengingat tugas peran (kartu warna merah untuk tugas penyerang, biru untuk bertahan/pengumpan, kuning untuk penjaga gawang) di dekat batas lapangan bagi kelompok yang memerlukan pengingat visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menyesuaikan diri saat pergantian posisi, guru memberikan pendampingan isyarat verbal langsung saat peluit rotasi berbunyi. Bagi murid yang cepat beradaptasi, durasi rotasi dipercepat menjadi setiap 3 menit untuk meningkatkan ketangkasan adaptasi peran.
- Produk: Murid memperagakan pelaksanaan tugas peran dalam permainan tim; murid cepat menjalankan 3 peran secara konsisten mandiri, sedangkan murid yang butuh bimbingan menjalankan minimal 2 peran dengan bantuan aba-aba guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: Sebutkan tugas utama dari 3 peran berikut dalam permainan tim: (1) Penyerang, (2) Bertahan/Pengumpan, dan (3) Penjaga Gawang. Acuan jawaban benar: (1) Penyerang: bergerak mencari ruang kosong dan mencetak skor/angka; (2) Bertahan/Pengumpan: menjaga pergerakan pemain lawan dan mengalirkan/mengoper bola ke rekan; (3) Penjaga Gawang: menjaga area gawang/sasaran dan menepis/menangkap bola serangan lawan.
Proses:- Lembar observasi keterlibatan menjalankan peran: Mengamati apakah murid menjalankan aksi gerak sesuai posisinya saat rotasi berlangsung (ketika menjadi penyerang bergerak ke depan/mencari ruang; ketika bertahan melakukan penjagaan dan operan; ketika penjaga gawang fokus mengamankan area sasaran tim).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid diminta menyebutkan 1 tindakan gerak konkret yang telah ia jalankan pada masing-masing dari 3 peran yang dicobanya (penyerang, bertahan, penjaga gawang) untuk membantu kelompoknya. Kriteria penerimaan: tindakan yang disebutkan relevan dengan karakteristik tugas posisi tersebut (misalnya penyerang: mencari ruang kosong/menembak; bertahan: menjaga lawan/mengoper; penjaga gawang: menepis bola/menjaga gawang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak saat menjalankan berbagai peran (penyerang, bertahan/pengumpan, penjaga gawang) dalam permainan modifikasi 'Rotasi Peran Ajaib'.
- Cek pemahaman lisan mengenai tugas spesifik tiap peran saat refleksi kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjalankan berbagai peran dalam permainan tim | Hanya menjalankan 1 peran dalam permainan tim dan belum berpindah posisi saat rotasi tugas berlangsung meskipun telah diarahkan. | Menjalankan 2 peran dari 3 peran tim (penyerang, bertahan/pengumpan, penjaga gawang) saat rotasi tugas berlangsung dengan arahan berulang dari guru. | Menjalankan seluruh 3 peran tim (penyerang: bergerak mencari ruang/mencetak skor; bertahan: menjaga lawan/mengoper bola; penjaga gawang: mengamankan sasaran) secara aktif saat rotasi tugas dengan sedikit arahan. | Menjalankan seluruh 3 peran tim (penyerang, bertahan/pengumpan, penjaga gawang) secara tepat, konsisten, dan mandiri segera setelah aba-aba rotasi tugas diberikan tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang sama untuk mencoba ketiga peran tim secara berimbang selama rotasi?
- Bagaimana respons dan kesigapan murid ketika diminta berpindah tugas peran saat tanda peluit berbunyi?
Murid:- Peran mana yang paling kamu sukai saat bermain tadi, dan peran mana yang paling menantang bagimu?
- Apa tindakan yang kamu lakukan untuk membantu tim saat kamu bertugas menjaga pertahanan atau gawang?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak permainan tim
- TP 6.2.2 Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif
- TP 6.2.3 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran murid, memimpin doa bersama, serta melakukan pemanasan dinamis terstruktur di lapangan (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab berupa Festival Permainan Modifikasi Kelompok yang mencakup 3 tugas: perancangan aturan modifikasi, unjuk kerja pelaksanaan peran, dan evaluasi strategi gerak tim (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok (masing-masing 5-6 murid) menyimak penjelasan rubrik penilaian, lembar kerja kelompok, serta instruksi pembagian waktu festival (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Kelompok berdiskusi merancang dan menuliskan draf 3-4 butir peraturan alternatif modifikasi permainan invasi/lapangan sederhana pada lembar kerja (durasi 25 menit; acuan kriteria: mencakup minimal 3 aspek yaitu sentuhan/operan wajib seluruh pemain sebelum skor, zona bebas hambatan/ruang gerak aman, dan rotasi posisi berkala tanpa diskriminasi kemampuan fisik) (25 menit).
- Tugas 2: Kelompok melaksanakan pertandingan simulasi permainan invasi modifikasi di 2 lapangan kecil secara bergantian (babak @10 menit dengan jeda rotasi); setiap murid menjalankan peran bergantian secara aktif yang diamati guru: pengatur serangan, penjaga area/pertahanan, dan fasilitator rotasi kelompok (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3: Kelompok duduk bersama mengisi lembar evaluasi analisis efektivitas strategi tim: mengidentifikasi keberhasilan/kendala taktik penyerangan ruang kosong, efektivitas transisi bertahan, serta merumuskan 1 rencana perbaikan strategi (15 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja draf aturan modifikasi dan lembar analisis strategi kelompok kepada guru (2 menit).
- Guru bersama murid melakukan pendinginan tubuh, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 2 secara keseluruhan, dan menutup sesi dengan apresiasi serta doa (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar kerja: disediakan opsi lembar kerja bergaris panduan cetak besar untuk murid yang membutuhkan kemudahan visual.
- Proses: Akomodasi akses gerak: penyesuaian luas batas gerak fisik pada lapangan simulasi bagi murid dengan hambatan mobilitas tanpa mengubah peran dan aturan permainan.
- Produk: Standar bukti artefak dan unjuk kerja tetap sama bagi seluruh kelompok sesuai acuan sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan tim melalui verifikasi kelengkapan pembagian kelompok dan pemahaman teknis terhadap 3 tugas sumatif yang akan dilaksanakan (acuan: tiap kelompok beranggotakan 5-6 murid dan memahami urutan pengerjaan draf aturan, simulasi peran di lapangan, dan analisis strategi).
Proses:- Pemantauan kemandirian kelompok selama perancangan aturan dan observasi langsung guru menggunakan lembar ceklis peran saat pertandingan simulasi berlangsung.
Sumatif Bab:- Festival Permainan Modifikasi Kelompok: Perancangan Aturan, Pelaksanaan Peran, dan Pengujian Strategi Tim: Lembar draf rancangan aturan modifikasi inklusif per kelompok, lembar amatan keterlibatan pemenuhan peran saat bertanding, serta catatan analisis evaluasi efektivitas strategi penyerangan/pertahanan tim setelah simulasi permainan.
- produk rancangan aturan modifikasi: Lembar kerja kelompok berisi draf 3-4 butir modifikasi aturan permainan invasi/lapangan sederhana yang menjamin partisipasi inklusif dan fair play bagi seluruh anggota tim. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan aturan)
- observasi unjuk kerja permainan: Keterampilan murid dalam menjalankan peran bergantian (misalnya pengatur serangan, penjaga area, dan fasilitator rotasi) yang teramati langsung dalam pertandingan simulasi antarkelompok (4 kelompok bermain simultan di 2 lapangan kecil, diamati bergantian per babak 10 menit). (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja peran)
- penilaian kinerja analisis strategi: Catatan evaluasi kelompok yang menguraikan efektivitas penerapan taktik/strategi gerak (posisi ruang dan operan) yang telah diuji selama permainan tim serta rencana perbaikannya. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik evaluasi analisis strategi gerak)
Sumatif:- Festival Permainan Modifikasi Kelompok: Perancangan Aturan, Pelaksanaan Peran, dan Pengujian Strategi Tim: Lembar draf rancangan aturan modifikasi inklusif per kelompok, lembar amatan keterlibatan pemenuhan peran saat bertanding, serta catatan analisis evaluasi efektivitas strategi penyerangan/pertahanan tim setelah simulasi permainan.
- produk rancangan aturan modifikasi: Lembar kerja kelompok berisi draf 3-4 butir modifikasi aturan permainan invasi/lapangan sederhana yang menjamin partisipasi inklusif dan fair play bagi seluruh anggota tim. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan aturan)
- observasi unjuk kerja permainan: Keterampilan murid dalam menjalankan peran bergantian (misalnya pengatur serangan, penjaga area, dan fasilitator rotasi) yang teramati langsung dalam pertandingan simulasi antarkelompok (4 kelompok bermain simultan di 2 lapangan kecil, diamati bergantian per babak 10 menit). (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja peran)
- penilaian kinerja analisis strategi: Catatan evaluasi kelompok yang menguraikan efektivitas penerapan taktik/strategi gerak (posisi ruang dan operan) yang telah diuji selama permainan tim serta rencana perbaikannya. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik evaluasi analisis strategi gerak)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang Peraturan Alternatif Modifikasi Permainan (TP 6.2.2) [Acuan aspek aturan: (1) kewajiban operan seluruh anggota sebelum mencetak skor, (2) zona aman/ruang bebas hambatan, (3) rotasi peran berkala] | Merancang kurang dari 2 butir aturan modifikasi, atau butir aturan yang diajukan tidak memuat satupun dari 3 acuan aspek inklusivitas dan fair play. | Merancang 2 butir aturan modifikasi yang memuat 1 dari 3 acuan aspek inklusivitas dan fair play secara tepat. | Merancang 3 butir aturan modifikasi yang secara tepat memuat 2 dari 3 acuan aspek inklusivitas dan fair play. | Merancang 3-4 butir aturan modifikasi yang secara tepat dan lengkap memuat seluruh 3 acuan aspek inklusivitas dan fair play. | | Menjalankan Berbagai Peran Tim dalam Permainan (TP 6.2.3) [Acuan peran: (1) pengatur serangan, (2) penjaga area/pertahanan, (3) fasilitator rotasi] | Murid pasif atau hanya menjalankan 1 peran tanpa melakukan rotasi tugas saat simulasi berlangsung. | Murid menjalankan 1 peran secara konsisten dan mencoba 1 peran lain tetapi masih memerlukan arahan guru saat pergantian babak. | Murid aktif menjalankan 2 dari 3 acuan peran secara bergantian dengan koordinasi yang baik bersama tim. | Murid secara mandiri dan konsisten menjalankan seluruh 3 acuan peran bergantian sesuai alur rotasi tim dalam permainan. | | Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Permainan Tim (TP 6.2.1) [Acuan evaluasi: (1) efektivitas penyerangan ruang kosong, (2) efektivitas transisi bertahan, (3) rumusan 1 rencana perbaikan taktik] | Catatan analisis evaluasi tidak memuat data efektivitas strategi permainan dan tidak merumuskan rencana perbaikan. | Catatan analisis memuat evaluasi 1 dari 3 acuan (hanya mengulas penyerangan atau pertahanan saja) tanpa rencana perbaikan. | Catatan analisis mengevaluasi 2 dari 3 acuan (mengulas efektivitas penyerangan dan pertahanan) namun rencana perbaikan belum terukur. | Catatan analisis mengevaluasi secara tepat seluruh 3 acuan (penyerangan ruang kosong, transisi bertahan, dan 1 rencana perbaikan taktik terukur). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang seimbang dalam menunjukkan keterampilannya menjalankan ketiga peran selama simulasi?
- Bagaimana efektivitas instrumen asesmen dalam memotret kemampuan murid merancang aturan modifikasi yang sungguh inklusif?
Murid:- Peran mana yang paling menantang bagimu selama bermain di lapangan, dan bagaimana caramu mengatasinya?
- Apakah aturan modifikasi yang kelompokmu buat benar-benar membantu semua teman ikut aktif mencetak angka atau bertahan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
- Bola tangan / bola spons / bola sepak
- Kerucut pembatas (cone) dan peluit
- Lembar catatan pengamatan uji efektivitas gerak tim
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Puskurbuk Kemendikbudristek 2022).
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI Bab 2: Sahabat Lapangan.
- Peluit, stopwatch, bola futsal/sepak bola mini/bola tangan (4 buah), rompi tim 2 warna, kerucut/cone pembatas lapangan (16 buah), dan gawang mini/target kerucut.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD (Kemendikbudristek, 2022)
- Peralatan: bola kasti/bola tenis/bola spons, cone/kerucut penanda pos, lembar kerja perancangan aturan (kertas plano/HVS), peluit
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VI SD/MI, Kemendikbudristek 2022/2023 Bab 2
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI, Kemendikbudristek 2022/2023 Bab 2
- Bola spons/bola voli mini, cone pembatas lapangan, rompi tim, peluit, dan papan/lembar rancangan aturan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VI SD/MI, Kemendikbudristek RI, 2022 (Bab 2: Sahabat Lapangan)
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI, Kemendikbudristek RI, 2022 (Bab 2)
- Bola tangan spons / bola sepak mini / bola voli modifikasi
- Rompi tim / pita penanda peran (warna merah, biru, kuning)
- Cone / kerucut pembatas lapangan dan gawang kecil
- Peluit dan stopwatch
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas VI SD (Kemendikbudristek 2022/2023) Bab 2
- Buku Siswa PJOK Kelas VI SD Bab 2
- Lembar Kerja Murid: Draf Modifikasi Aturan dan Format Analisis Strategi Gerak
- Peralatan: Peluit, rompi tim 2 warna, bola sepak mini/bola tangan, kerucut pembatas (cone)
|