Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Tangan Modifikasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 6 dengan topik "Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Tangan Modifikasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6: Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Tangan Modifikasi

PJOK - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Tangan Modifikasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikKombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Tangan Modifikasi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menguji efektivitas strategi gerak dengan mengombinasikan gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif secara terpadu dalam permainan bola tangan dengan peraturan yang dimodifikasi.
  2. Murid dapat merancang peraturan alternatif permainan invasi modifikasi yang mendukung partisipasi inklusif dan fair play, serta menjalankan peran dalam tim (penyerang dan bertahan) untuk mencapai keberhasilan kelompok.
  3. Murid dapat berpartisipasi aktif dalam permainan invasi modifikasi dan menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan tubuh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain permainan yang membutuhkan kerja sama tim untuk mencetak gol? Apa yang membuat tim kalian berhasil atau gagal?
  2. Bagaimana cara membuat peraturan permainan yang adil agar semua teman, termasuk yang kurang terampil, bisa ikut bermain dengan senang?
  3. Mengapa tubuh kita terasa lebih bugar dan bersemangat setelah rutin berolahraga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran serta kondisi kesehatan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan menjelaskan secara singkat tentang permainan bola tangan modifikasi.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan bertanya: 'Siapa yang sudah pernah bermain bola tangan? Gerak apa saja yang digunakan saat bermain?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Guru memimpin pemanasan dinamis selama 5 menit: jogging ringan, gerakan menyamping (side step), ayunan lengan, dan peregangan dinamis yang melibatkan gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif sederhana (lempar-tangkap berpasangan).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan kombinasi gerak lokomotor (berlari, melangkah), nonlokomotor (pivot, menekuk lutut untuk bertahan), dan manipulatif (melempar, menangkap, menggiring bola) dalam konteks permainan bola tangan.
  • Murid mengamati demonstrasi dan mengidentifikasi jenis gerak yang digunakan serta fungsinya dalam permainan (menyerang dan bertahan).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa pemain harus mengombinasikan ketiga jenis gerak tersebut? Apa yang terjadi jika hanya menggunakan satu jenis gerak?'
  • Murid berdiskusi berpasangan selama 3 menit untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan hasil diskusi secara lisan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok 4-6 orang (2 tim) dan mempersiapkan lapangan mini permainan bola tangan modifikasi.
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 5 menit untuk merancang 1-2 peraturan alternatif yang mendukung partisipasi inklusif (misal: setiap pemain harus menyentuh bola sebelum tim boleh menembak ke gawang, atau pemain yang belum mencetak gol mendapat giliran menembak lebih dulu).
  • Kelompok mempresentasikan peraturan alternatif mereka secara singkat, lalu seluruh kelas menyepakati peraturan yang akan digunakan.
  • Murid bermain bola tangan modifikasi dengan menerapkan kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Setiap murid menjalankan peran sebagai penyerang dan bertahan secara bergantian.
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung terhadap efektivitas strategi gerak serta penerapan fair play selama permainan berlangsung.
  • Setelah babak pertama (7-8 menit), tim berhenti sejenak untuk mengevaluasi strategi dan menyesuaikan taktik sebelum babak kedua dimulai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid duduk melingkar dan guru memfasilitasi diskusi refleksi: 'Strategi gerak mana yang paling efektif untuk mencetak gol? Mengapa?'
  • Murid menyampaikan pendapat tentang peraturan alternatif yang telah diterapkan: apakah peraturan tersebut membuat permainan lebih inklusif dan menyenangkan?
  • Guru mengajak murid menghubungkan pengalaman bermain dengan manfaat aktivitas jasmani teratur bagi kesehatan tubuh (meningkatkan kebugaran jantung-paru, kekuatan otot, koordinasi, dan mengurangi perilaku sedenter).
  • Murid menuliskan atau menyebutkan satu hal yang mereka pelajari hari ini dan satu hal yang ingin ditingkatkan pada pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan (cooling down) berupa peregangan statis selama 3 menit.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif dan sportivitas murid.
  • Guru merangkum pembelajaran: kombinasi gerak dalam permainan invasi, pentingnya peraturan inklusif, dan manfaat aktivitas jasmani teratur.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dan menutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan tantangan tambahan berupa variasi lemparan (bounce pass, overhead pass) dan tugas menganalisis kelemahan strategi lawan. Murid yang belum mahir diberikan kartu bergambar langkah-langkah gerak dasar sebagai panduan visual.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai kapten tim yang mengatur strategi dan membimbing teman. Murid yang memerlukan dukungan ditempatkan dalam kelompok kecil dengan pendampingan langsung guru atau teman sebaya (peer tutor).
  • Produk: Murid mahir diminta mempresentasikan analisis strategi secara lisan. Murid yang memerlukan dukungan cukup menunjukkan partisipasi aktif dalam permainan dan menyebutkan satu manfaat aktivitas jasmani.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa saja jenis gerak dasar yang kalian ketahui? Berikan contohnya!' untuk mengetahui pemahaman awal tentang gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif.
  • Guru meminta 2-3 murid mendemonstrasikan satu gerakan melempar atau menangkap bola untuk mengecek kesiapan keterampilan dasar.

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat kemampuan murid dalam mengombinasikan tiga jenis gerak dasar secara terpadu saat bermain bola tangan modifikasi.
  • Guru mengecek kemampuan murid merancang peraturan inklusif melalui diskusi kelompok (apakah peraturan yang diusulkan logis dan mendukung fair play).
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat permainan berlangsung terkait efektivitas strategi penyerangan dan pertahanan.

Akhir:

  • Penilaian praktik unjuk kerja: murid dinilai menggunakan rubrik saat bermain bola tangan modifikasi (aspek: kombinasi gerak, kerja sama tim, dan sportivitas).
  • Penilaian lisan: murid menyebutkan minimal dua pengaruh positif aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kemampuan murid mengombinasikan gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif selama permainan.
  • Tanya jawab lisan saat diskusi refleksi untuk mengecek pemahaman tentang strategi gerak dan manfaat aktivitas jasmani.
  • Pengamatan terhadap keterlibatan murid dalam merancang peraturan alternatif dan menjalankan peran dalam tim.

Sumatif:

  • Penilaian praktik bermain bola tangan modifikasi menggunakan rubrik keterampilan gerak kombinasi dan kerja sama tim.
  • Penilaian lisan/tertulis singkat: murid menjelaskan satu strategi efektif dan satu manfaat aktivitas jasmani teratur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kombinasi Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan ManipulatifMurid belum mampu mengombinasikan ketiga jenis gerak; gerakan masih terpisah-pisah dan tidak terkait konteks permainan.Murid mampu mengombinasikan dua jenis gerak tetapi belum konsisten dan koordinasi masih kurang lancar.Murid mampu mengombinasikan ketiga jenis gerak secara terpadu dalam permainan dengan koordinasi yang cukup baik.Murid mengombinasikan ketiga jenis gerak secara terpadu, lancar, dan efektif dalam berbagai situasi permainan serta mampu menyesuaikan strategi.
Merancang Peraturan Alternatif dan Partisipasi InklusifMurid tidak berkontribusi dalam merancang peraturan dan belum memahami konsep fair play.Murid memberikan satu ide peraturan namun belum mempertimbangkan aspek inklusivitas atau fair play secara memadai.Murid mengusulkan peraturan alternatif yang logis dan mendukung partisipasi inklusif serta menunjukkan sikap fair play selama permainan.Murid merancang peraturan alternatif yang kreatif, inklusif, dan efektif; secara konsisten menunjukkan fair play serta mampu memotivasi teman untuk berpartisipasi.
Kerja Sama Tim (Peran Penyerang dan Bertahan)Murid bermain secara individual, belum menjalankan peran dalam tim, dan tidak berkomunikasi dengan rekan.Murid mulai menjalankan satu peran (penyerang atau bertahan) tetapi belum mampu berganti peran dan komunikasi masih minim.Murid menjalankan peran penyerang dan bertahan secara bergantian dengan komunikasi yang baik bersama rekan tim.Murid menjalankan kedua peran secara dinamis, mengambil inisiatif mengatur strategi tim, dan berkomunikasi efektif untuk keberhasilan kelompok.
Pemahaman Manfaat Aktivitas Jasmani terhadap KesehatanMurid tidak dapat menyebutkan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan tubuh.Murid menyebutkan satu pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan tetapi penjelasan belum tepat atau terlalu umum.Murid menjelaskan dua pengaruh positif aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh dengan benar.Murid menjelaskan tiga atau lebih pengaruh positif aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh dengan benar dan mampu mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang setara untuk berpartisipasi aktif dalam permainan?
  • Apakah peraturan modifikasi yang diterapkan efektif mendukung inklusivitas dan fair play?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki agar kombinasi gerak murid lebih optimal?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjawab kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?

Refleksi Murid:

  • Gerak kombinasi apa yang paling sulit kamu lakukan hari ini? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?
  • Apakah peraturan yang kita buat bersama sudah membuat semua teman bisa ikut bermain dengan senang?
  • Apa yang kamu rasakan di tubuhmu setelah bermain bola tangan hari ini? Menurutmu, apa manfaatnya jika kita rutin berolahraga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka
  3. Bola tangan (ukuran 1 atau bola karet sedang) sejumlah 4-6 buah
  4. Cone/kerucut pembatas lapangan sejumlah 12-16 buah
  5. Gawang modifikasi (dapat menggunakan tiang cone atau simpai)
  6. Peluit dan stopwatch
  7. Kartu bergambar langkah gerak dasar untuk diferensiasi
  8. Lapangan terbuka atau lapangan bulu tangkis/voli yang dimodifikasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.