Modul AjarBab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 6 Bab 1: Jago Bergerak: Taktik Juara

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 6 untuk Bab 1 "Jago Bergerak: Taktik Juara", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 6 Bab 1: Jago Bergerak: Taktik Juara

PJOK - Kelas 6

Bab 1

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 1 — Jago Bergerak: Taktik Juara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 1 — Jago Bergerak: Taktik Juara
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak dalam permainan
  2. TP 6.1.2 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
  3. TP 6.1.3 Menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  4. TP 6.1.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang perlu kamu ubah pada langkah kakimu ketika berpindah dari lapangan yang luas ke celah sempit di antara penjaga?
  2. Bagaimana caramu menyesuaikan kecepatan lari saat tempo permainan tiba-tiba berubah dari lambat menjadi cepat?
  3. Bagaimana caramu mencari posisi agar teman satu tim mudah mengoper bola kepadamu tanpa direbut lawan?
  4. Apakah cara membuka ruang yang biasa kamu pakai saat bermain basket mini bisa dipakai juga saat bermain permainan operan bola tangan?
  5. Kapan kita harus berlari secepat mungkin dan kapan kita justru perlu memperlambat langkah saat bola sedang dikuasai regu kita?
  6. Bagaimana cara memindahkan strategi mengatur cepat-lambat gerak dari situasi menyerang ke situasi bertahan dalam permainan transisi?
  7. Mengapa saat kita menekuk lutut dan merendahkan badan, tubuh kita menjadi jauh lebih kokoh dan tidak mudah goyah?
  8. Bagaimana pengaturan dorongan tenaga (usaha) dan posisi tubuh saat melempar bola memengaruhi ketepatan lemparan masuk ke target?
  9. Kapan strategi menyerang cepat dengan operan terobosan lebih efektif dibanding menyerang perlahan dengan umpan pendek?
  10. Bagaimana cara kita membuktikan apakah strategi bertahan rapat di area pertahanan benar-benar efektif menghentikan lawan?
  11. Bagaimana caramu menyesuaikan gerak dan memanfaatkan ruang kosong saat tim berganti situasi dari menyerang menjadi bertahan?
  12. Mengapa kita perlu menguji efektivitas strategi gerak dan konsep usaha tubuh setelah bertanding?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyesuaikan Keterampilan Gerak Ruang dan Tempo dalam Permainan Modifikasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak dalam permainan

Pendahuluan:

  • Guru membariskan murid di lapangan, memimpin doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan pemanasan dinamis berbentuk permainan 'Lampu Merah-Hijau Berirama' untuk mengondisikan respons tubuh murid terhadap perubahan ruang dan tempo (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyesuaikan keterampilan gerak melintasi perubahan ruang (luas ke sempit) dan perubahan tempo (lambat ke cepat), serta melakukan asesmen awal diagnostik unjuk respons (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang 2 situasi gerak: Situasi A (ruang gerak luas dengan tempo santai/langkah panjang-teratur) dan Situasi B (ruang sempit berpembatas kun dengan tempo cepat/langkah pendek-lincah) (10 menit).
  • Murid mempraktikkan eksplorasi terbimbing menyesuaikan keterampilan gerak lokomotor (jalan, lari, lompat) berdasarkan 2 tanda peluit guru: 1 tiupan panjang berarti bergerak melebar dengan tempo lambat, sedangkan 3 tiupan pendek-cepat berarti merapat ke area sempit dengan langkah pendek dan tempo cepat (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) untuk memainkan permainan modifikasi 'Benteng Ruang dan Tempo' di lapangan berpetak; murid harus menyesuaikan keterampilan gerak berlari saat berpindah dari zona bebas yang lapang menuju lorong sempit tanpa menyentuh garis batas atau tertangkap penjaga yang mengatur tempo adangan (25 menit).
  • Guru memberikan tantangan tambahan berupa sinyal musik: saat musik bertempo cepat murid wajib menyesuaikan langkah lari menjadi cepat dan gesit di ruang sempit, dan saat musik berhenti mendadak murid wajib menyesuaikan gerak ke posisi berhenti stabil dan seimbang di dalam lingkaran ruang aman (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok berdiskusi singkat di pinggir lapangan mengenai keberhasilan mereka menyesuaikan ukuran langkah kaki dan kecepatan gerak saat berpindah dari zona luas ke zona sempit (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu gerakan pendinginan statis dan peregangan otot untuk pemulihan fisik murid (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan ulasan singkat terhadap bukti penyesuaian gerak ruang dan tempo yang telah dilakukan, memberikan umpan balik langsung, dan menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih di koridor rintangan yang lebih lebar (lebar 2 meter), sedangkan murid yang telah mahir menggunakan koridor rintangan yang lebih sempit (lebar 1 meter) dengan penambahan rintangan kun zig-zag.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku menyesuaikan kecepatan, guru memberikan ketukan ritme peluit yang stabil sebagai panduan perpindahan tempo; bagi murid yang tangkas, sinyal tempo diberikan secara acak tanpa pola teratur.
  • Produk: Penyesuaian keterampilan gerak dinilai dari kemampuan memodifikasi lebar langkah dan kelincahan lari sesuai batasan ruang dan instruksi tempo yang ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru meniup peluit dengan 2 skenario instruksi gerak diagnostik: (1) Perintah berlari langkah panjang di area bebas lapangan; (2) Perintah seketika berpindah ke sela rintangan kun selebar 1 meter dengan langkah pendek-cepat. Kriteria penerimaan diagnostik: murid mampu mengubah panjang langkah dari langkah panjang ke langkah pendek dan mempercepat irama kaki dalam kurun waktu maksimal 3 detik setelah instruksi diberikan (acuan: transisi langkah lebar ke langkah pendek-cepat terkontrol tanpa kehilangan keseimbangan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam permainan modifikasi 'Benteng Ruang dan Tempo' menggunakan lembar amatan: (1) Penyesuaian gerak kaki terhadap batasan ruang sempit (tidak menginjak garis/kun); (2) Penyesuaian tempo gerak sesuai irama musik/peluit guru (berlari cepat saat tempo cepat, melambat dan terkontrol saat tempo lambat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tindakan unjuk gerak di penutup: Murid memperagakan secara berpasangan 1 rangkaian transisi gerak (lari santai di area lapang sejauh 5 meter lalu seketika berbelok masuk ke lorong kun selebar 1 meter dengan lari cepat dan berhenti seimbang). Kriteria ketercapaian: murid melakukan perubahan frekuensi langkah kaki secara nyata (melambat-teratur menjadi cepat-rapat) tepat saat melewati garis awal lorong kun tanpa menjatuhkan kun (acuan: tepat melakukan 2 adaptasi yaitu penyesuaian ruang dan penyesuaian tempo).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik unjuk respons di awal pembelajaran melalui 2 perintah gerak ruang dan tempo.
  • Lembar observasi unjuk kerja penyesuaian keterampilan gerak (langkah dan tempo) selama permainan modifikasi 'Benteng Ruang dan Tempo'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Keterampilan Gerak Ruang (Menyesuaikan panjang langkah terhadap lebar area gerak)Belum mampu menyesuaikan panjang langkah; menabrak pembatas atau keluar dari batas ruang sempit saat berpindah area.Menyesuaikan panjang langkah saat berpindah ke ruang sempit namun masih canggung dan sesekali menyentuh pembatas rintangan.Mampu menyesuaikan panjang langkah (dari langkah panjang ke langkah pendek-lincah) secara mandiri dan tepat saat melintasi batas ruang sempit tanpa menyentuh pembatas.Konsisten dan sangat lincah menyesuaikan panjang dan arah langkah secara halus melintasi berbagai variasi ukuran ruang gerak tanpa kehilangan keseimbangan sama sekali.
Penyesuaian Keterampilan Gerak Tempo (Menyesuaikan kecepatan langkah terhadap perubahan tempo permainan)Kecepatan gerak monoton; tidak menunjukkan perubahan irama langkah saat tempo peluit/musik berubah lambat atau cepat.Menunjukkan perubahan kecepatan gerak namun terlambat merespons pergantian tempo instruksi (membutuhkan lebih dari 4 detik untuk beralih).Mampu menyesuaikan frekuensi langkah dari lambat ke cepat atau sebaliknya secara tepat dalam waktu 1-2 detik mengikuti perubahan tempo.Konsisten dan seketika menyesuaikan akselerasi dan deselerasi langkah kaki secara tepat dan terkontrol penuh pada setiap perubahan tempo permainan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain rintangan ruang dan ritme tempo permainan modifikasi mampu memfasilitasi murid melatih penyesuaian gerak secara nyata?
  • Bagian mana dari variasi ruang gerak yang paling banyak membuat murid kesulitan menjaga keseimbangan tubuhnya?

Murid:

  • Bagian mana yang paling menantang: mengubah langkah saat ruang menyempit atau mengubah kecepatan saat tempo musik dipercepat?
  • Penyesuaian apa yang berhasil kamu lakukan pada kakimu agar tidak menabrak rintangan kun saat berlari kencang?

Pertemuan 2 — Mentransfer Strategi Gerak Membuka Ruang ke dalam Permainan Operan Bola — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.2 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid di lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis berbasis permainan bergerak mencari ruang kosong antar-cone di lapangan (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mentransfer strategi gerak membuka ruang dari satu situasi ke situasi permainan operan bola yang berbeda, serta melakukan asesmen awal diagnostik unjuk gerak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan dan penjelasan guru mengenai konsep strategi membuka ruang, yaitu bergerak menjauhi bayang-bayang penjaga menuju area lapangan yang kosong agar memiliki jalur operan bola yang bebas hambatan (10 menit).
  • Murid mempraktikkan simulasi awal dalam permainan mini 'Bola Basket 3 lawan 1' di area terbatas untuk mengenali kembali cara bergerak memotong atau berpindah ke ruang kosong saat teman memegang bola (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan 'Misi Operan Jitu: Lawan Si Kucing!' (4 pemain pengoper melingkar melawan 1 pemain penjaga di tengah), di mana murid yang tidak memegang bola wajib segera berlari menggeser posisi ke area kosong baru untuk menerima operan bola tangan tanpa direbut penjaga (20 menit).
  • Murid mentransfer strategi membuka ruang tersebut ke dalam situasi permainan baru yang lebih dinamis, yaitu permainan modifikasi 'Bola Tangan 4 lawan 2 di Petak Berpindah', di mana tim penyerang harus aktif menyebar dan berpindah ke petak kosong agar berhasil menyelesaikan rangkaian 5 operan berturut-turut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi keberhasilan transfer strategi gerak membuka ruang: apakah gerakan berpindah ke area kosong di permainan pertama sama efektifnya saat diterapkan di permainan bola tangan kedua (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu aktivitas pendinginan peregangan statis sambil mengatur napas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai kesamaan prinsip membuka ruang melintasi berbagai permainan operan bola, memberikan umpan balik penguatan, dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi luas petak permainan (petak lebih luas bagi murid yang membutuhkan waktu adaptasi lebih longgar, petak lebih sempit bagi yang siap tantangan ruang terbatas).
  • Proses: Bagi murid yang masih terpaku diam di dekat penjaga, guru memberikan isyarat visual (cone target) untuk titik lari membuka ruang; bagi murid yang sudah mahir, ditambah jumlah penjaga aktif dari 1 menjadi 2 orang.
  • Produk: Unjuk kerja transfer strategi dinilai dari keteraturan berpindah mencari jalur bebas hambatan operan bola.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengamatan diagnostik pada simulasi gerak mini 3 lawan 1. Indikator: Murid segera berpindah menjauhi bayangan penjaga menuju titik kosong saat teman memegang bola. Kriteria: Murid yang langsung bergerak aktif tanpa instruksi dikelompokkan siap tantangan lebih dinamis; murid yang masih berdiri pasif di belakang penjaga diberikan bimbingan visual arah lari.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja transfer strategi membuka ruang dalam permainan modifikasi 'Bola Tangan 4 lawan 2'. Kriteria pengamatan: (1) Mengubah arah lari menjauh dari lintasan penjaga; (2) Mengambil posisi berdiri di ruang kosong yang memiliki jalur operan langsung tanpa terhalang; (3) Menerapkan strategi gerak tersebut secara konsisten di situasi permainan baru.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan konfirmasi tindakan gerak di akhir sesi: Guru memberikan pertanyaan lisan pemandu, 'Kapan momen paling tepat kamu harus lari membuka ruang saat temanmu memegang bola?' (Acuan jawaban benar: Segera bergerak ke area kosong sebelum teman kehabisan opsi mengoper atau sebelum ruang operan ditutup oleh lawan).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa pengamatan simulasi gerak mencari posisi bebas (3 lawan 1)
  • Asesmen proses melalui lembar observasi unjuk kerja transfer strategi membuka ruang pada permainan bola tangan modifikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mentransfer Strategi Gerak Membuka Ruang ke Berbagai Situasi Permainan Operan BolaBelum mampu mentransfer strategi membuka ruang; cenderung diam di tempat atau berdiri tepat di belakang pemain penjaga sehingga jalur operan terhalang pada seluruh situasi permainan.Mulai mentransfer strategi membuka ruang pada situasi permainan pertama (3 lawan 1) dengan bantuan arahan verbal guru, namun masih kesulitan memposisikan diri di area kosong pada permainan bola tangan baru (4 lawan 2).Mampu mentransfer strategi gerak membuka ruang secara mandiri ke dalam situasi permainan baru (bergerak ke area bebas dan membuka jalur operan tanpa terhalang penjaga pada sebagian besar kesempatan).Mampu mentransfer strategi gerak membuka ruang secara konsisten, cepat, dan mandiri ke dalam berbagai situasi permainan yang dinamis, selalu siap menerima bola di ruang bebas tanpa hambatan lawan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi ukuran lapangan dan jumlah pemain berhasil memfasilitasi seluruh murid mempraktikkan transfer strategi membuka ruang?
  • Bagian mana dari transfer strategi gerak (dari permainan basket mini ke bola tangan) yang paling menantang bagi murid?

Murid:

  • Bagaimana kamu tahu bahwa posisi berdirimu sudah berada di ruang kosong yang aman untuk menerima operan bola?
  • Apakah kamu merasa lebih mudah bergerak mencari ruang kosong saat bermain berkelompok tadi?

Pertemuan 3 — Mentransfer Strategi Gerak Mengatur Tempo ke dalam Permainan Transisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.2 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda

Pendahuluan:

  • Guru memimpin doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan fisik murid untuk beraktivitas jasmani di lapangan (5 menit).
  • Guru memfasilitasi pemanasan dinamis terpimpin berbentuk permainan 'Lampu Hijau-Kuning-Merah' untuk mengenalkan kembali respon tubuh terhadap perubahan laju gerak cepat dan lambat (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mentransfer strategi gerak mengatur tempo ke dalam permainan transisi, dilanjutkan pelaksanaan asesmen awal diagnostik kesiapan gerak mengatur tempo (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru mengenai konsep strategi mengatur tempo (kapan bergerak cepat untuk transisi menyerang balik dan kapan melambat/menahan laju untuk transisi bertahan menjaga ruang) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mempraktikkan simulasi gerak dasar tempo berpasangan: satu murid memimpin lari cepat 10 meter lalu tiba-tiba melambat 5 meter, dan pasangannya mentransfer penyesuaian tempo yang sama tanpa kehilangan kendali langkah (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4 lawan 4) untuk memainkan permainan modifikasi 'Transisi Cepat-Lambat': murid mentransfer strategi tempo cepat saat merebut bola (counter-attack menuju gawang kerucut) dan mentransfer tempo lambat (delay/menahan laju) saat kehilangan bola agar rekan regu sempat kembali ke area pertahanan (30 menit).
  • Guru memberikan tantangan variasi aturan permainan: regu yang berhasil mentransfer tempo lambat minimal 3 detik saat bertahan sebelum merebut bola kembali memperoleh poin tambahan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berkumpul dalam lingkaran kecil bersama kelompoknya untuk mengidentifikasi keberhasilan transfer strategi gerak tempo: mengevaluasi momen perpindahan dari tempo cepat ke lambat dalam 2 situasi transisi permainan tadi (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan aktivitas pendinginan (stretching statis) untuk merilekskan otot-otot tungkai dan mengatur pernapasan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif berdasarkan pengamatan unjuk transfer strategi tempo, melakukan cek pemahaman lisan singkat, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi jarak kerucut transisi yang lebih dekat bagi murid yang memerlukan penyesuaian akselerasi langkah, dan jarak lebih panjang untuk murid yang siap tantangan daya jelajah.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (isyarat aba-aba peluit tempo) bagi murid yang belum konsisten menentukan waktu transisi; memberikan kebebasan mandiri penuh bagi kelompok yang sudah mahir membaca situasi permainan.
  • Produk: Murid yang belum stabil cukup menunjukkan transfer strategi tempo pada salah satu fase (menyerang atau bertahan); murid yang mahir mentransfer strategi tempo secara luwes pada kedua fase transisi (menyerang ke bertahan dan bertahan ke menyerang).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik peragaan singkat mengatur tempo gerak: Murid diminta berlari melintasi lintasan 15 meter dengan instruksi transisi verbal dari guru: 5 meter pertama sprint cepat, lalu seketika beralih ke joging pelan/menahan langkah di 5 meter kedua, dan kembali sprint di 5 meter terakhir. Kriteria kesiapan: (1) Transisi Cepat: mampu berakselerasi seketika tanpa jeda ragu; (2) Transisi Lambat: mampu mendeselerasi/menahan laju langkah tanpa kehilangan keseimbangan atau keluar garis. Murid yang memenuhi kedua indikator dikelompokkan siap mandiri, murid yang hanya memenuhi 1 indikator diberikan bimbingan aba-aba tempo.

Proses:

  • Observasi formatif saat permainan 'Transisi Cepat-Lambat' 4 lawan 4: Guru mengamati ketercapaian 2 situasi transfer strategi gerak tempo: Situasi A (Transisi Menyerang: mentransfer tempo cepat/akselerasi gerak maju saat bola berhasil dikuasai regu) dan Situasi B (Transisi Bertahan: mentransfer tempo lambat/delay menahan lawan sambil menunggu posisi regu kembali seimbang). Kriteria penilaian: Tepat bila murid melakukan perubahan laju gerak sesuai tuntutan situasi transisi tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif di akhir pertemuan: Guru mengajukan 2 skenario transisi gerak kepada murid: Skenario 1: 'Regumu baru saja merebut bola dari lawan dan area depan kosong, tempo gerak apa yang harus segera ditransfer?'; Skenario 2: 'Regumu baru saja kehilangan bola dan teman-temanmu masih tertinggal di depan, tempo gerak apa yang harus ditransfer oleh pemain bertahan terdepan?'. Kriteria penerimaan operasional: Skenario 1 dijawab tepat dengan memilih 'tempo cepat / lari cepat / akselerasi'; Skenario 2 dijawab tepat dengan memilih 'tempo lambat / menahan langkah / memperlambat laju lawan'.

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja transfer strategi gerak mengatur tempo dalam situasi permainan transisi menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mentransfer strategi gerak mengatur tempo ke dalam situasi permainan transisiBelum mampu mentransfer strategi gerak mengatur tempo; laju gerak konstan atau tidak berubah saat situasi transisi menyerang maupun bertahan meskipun diberi bimbingan langsung.Mampu mentransfer strategi gerak mengatur tempo hanya pada 1 situasi transisi (menyerang atau bertahan saja) dan masih memerlukan arahan aba-aba guru.Mampu mentransfer strategi gerak mengatur tempo secara tepat pada kedua situasi transisi (tempo cepat saat transisi menyerang dan tempo lambat/delay saat transisi bertahan) secara mandiri.Mampu mentransfer strategi gerak mengatur tempo secara tepat dan konsisten pada kedua situasi transisi (menyerang dan bertahan) secara mandiri serta luwes menyesuaikan laju gerak berulang kali sepanjang permainan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi permainan transisi 4 lawan 4 memberikan stimulus nyata bagi murid untuk mentransfer strategi tempo cepat dan lambat?
  • Bagaimana respons diferensiasi bimbingan bagi murid yang masih kesulitan melakukan deselerasi (menahan laju) saat transisi bertahan?

Murid:

  • Pada situasi mana yang terasa paling menantang: mentransfer tempo cepat saat menyerang balik atau tempo lambat saat menahan serangan lawan?
  • Apa tanda di lapangan yang membantumu memutuskan untuk segera beralih dari lari pelan ke lari cepat?

Pertemuan 4 — Menginvestigasi Konsep Gerak Tubuh dan Usaha dalam Keseimbangan serta Akurasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.3 Menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa pembuka bersama murid di lapangan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 3 murid berdiri dengan 2 variasi pose (Pose A: kaki rapat berdiri tegak; Pose B: kaki dibuka selebar bahu lutut ditekuk rendah), lalu menanyakan pose mana yang lebih stabil saat disentuh bahunya secara perlahan (acuan: Pose B lebih stabil karena pusat gravitasi lebih rendah dan bidang tumpuan lebih luas) (5 menit).
  • Guru memimpin pemanasan dinamis yang mengaktifkan persendian kaki, panggul, dan lengan serta menyampaikan fokus kegiatan: melakukan investigasi konsep gerak tubuh (keseimbangan/gravitasi) dan konsep usaha (daya/akurasi lemparan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 2 konsep gerak utama yang akan diinvestigasi: (1) Konsep Tubuh (ketinggian pusat gravitasi dan luas bidang tumpuan terhadap keseimbangan) dan (2) Konsep Usaha (penyesuaian besaran tenaga dorongan terhadap akurasi sasaran) (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan lembar investigasi gerak yang memuat dua stasiun eksperimen: Stasiun Keseimbangan (Misi Pusat Gravitasi) dan Stasiun Akurasi (Eksperimen Gaya dan Sasaran) beserta indikator data yang harus dicatat (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan melakukan eksperimen di Stasiun Keseimbangan: mencoba 3 variasi tumpuan (Variasi 1: satu kaki tegak lurus; Variasi 2: dua kaki rapat tegak; Variasi 3: dua kaki terbuka selebar bahu dengan lutut ditekuk rendah 90 derajat) selama masing-masing 15 detik, lalu mencatat variasi mana yang paling stabil menahan goyangan (acuan data investigasi: Variasi 3 paling stabil) (20 menit).
  • Murid berpindah ke Stasiun Akurasi: melakukan permainan tantangan berpasangan 'Lempar Keranjang Bertingkat' dengan mencoba 3 variasi usaha lemparan (Variasi A: dorongan lengan pelan tanpa ayunan; Variasi B: dorongan lengan sangat kuat; Variasi C: dorongan terukur dengan ayunan lengan rileks dan lutut mengeper) ke target keranjang berjarak 3 meter dan 5 meter, lalu mencatat keberhasilan masuknya bola (acuan data investigasi: Variasi C menghasilkan akurasi lemparan tertinggi) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membandingkan hasil catatan eksperimen dari kedua stasiun dan menarik simpulan hubungan antara posisi tubuh/usaha terhadap peningkatan keterampilan gerak (15 menit).

Penutup:

  • Guru memimpin pendinginan (cooling down) statis untuk merilekskan otot tungkai dan lengan murid (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir berdasarkan lembar investigasi, mengonfirmasi temuan konsep tubuh dan usaha murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar visual sudut tekukan lutut dan jarak target yang lebih dekat (2 meter); murid yang lebih cepat diberikan tantangan target sasaran lingkaran lebih kecil pada jarak 4-5 meter.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan didampingi secara terstruktur dalam pencatatan lembar pengamatan; murid yang mandiri memandu pencatatan eksperimen mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Semua murid menghasilkan data investigasi pada lembar yang sama dengan kedalaman analisis data variasi gerak sesuai kemampuan penalaran masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan pemahaman konsep gerak melalui peragaan 2 posisi tubuh: Pose A (berdiri tegak kaki rapat) dan Pose B (kaki dibuka selebar bahu lutut ditekuk), guru menguji stabilitas dengan dorongan ringan terukur pada bahu murid. Kriteria ketercapaian: murid tepat mengidentifikasi bahwa Pose B lebih kokoh/seimbang karena bidang tumpuan lebih lebar dan titik berat tubuh lebih rendah (acuan: Pose B stabil, Pose A mudah limbung).

Proses:

  • Pengamatan sistematis saat murid melaksanakan eksperimen di 2 stasiun: (1) Stasiun Keseimbangan: mencatat data kestabilan 3 variasi tumpuan (acuan kunci: Variasi 1 paling goyah, Variasi 2 cukup stabil, Variasi 3 paling stabil); (2) Stasiun Akurasi: mencatat hasil 3 variasi usaha lemparan (acuan kunci: Variasi A bola jatuh sebelum keranjang, Variasi B bola memantul keluar/melewati keranjang, Variasi C bola tepat masuk sasaran).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis/lisan pada lembar investigasi dengan 2 pertanyaan kunci: (1) 'Bagaimana posisi lutut dan kaki mempengaruhi keseimbangan tubuh saat mendarat atau bertahan?' (Acuan jawaban: Lutut ditekuk dan kaki dibuka memperlebar bidang tumpuan serta merendahkan pusat gravitasi sehingga tubuh seimbang); (2) 'Bagaimana cara mengatur usaha/tenaga agar bola tepat masuk ke keranjang?' (Acuan jawaban: Menyesuaikan besaran tenaga ayunan lengan tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah sesuai jarak sasaran).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja eksperimen gerak dan kelengkapan lembar investigasi konsep gerak tubuh dan usaha

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Investigasi Konsep Tubuh dalam Keseimbangan GerakBelum mampu membedakan tingkat kestabilan dari 3 variasi tumpuan posisi tubuh pada eksperimen.Mampu menguji 3 variasi tumpuan posisi tubuh namun hanya tepat mengidentifikasi 1 variasi tumpuan yang stabil sesuai acuan.Mampu menguji dan mencatat dengan tepat perbedaan kestabilan pada seluruh 3 variasi tumpuan posisi tubuh sesuai acuan (Variasi 1 paling goyah, Variasi 2 cukup stabil, Variasi 3 paling stabil).Mampu menguji dan menganalisis secara mandiri seluruh 3 variasi tumpuan posisi tubuh dengan tepat sesuai acuan serta mengaitkannya dengan prinsip pusat gravitasi rendah secara konsisten.
Investigasi Konsep Usaha dalam Akurasi Keterampilan GerakBelum mampu mengatur dan mencatat variasi besaran tenaga dorongan lengan terhadap ketepatan lemparan.Mampu mencoba variasi dorongan namun hanya tepat mencatat hasil dari 1 variasi usaha lemparan sesuai acuan.Mampu menguji dan mencatat secara akurat dampak dari seluruh 3 variasi usaha lemparan (Variasi A, Variasi B, Variasi C) terhadap capaian sasaran keranjang sesuai acuan.Mampu menguji dan mengevaluasi secara mandiri seluruh 3 variasi usaha lemparan dengan tepat sesuai acuan serta mampu menyesuaikan besaran tenaga secara presisi pada jarak yang berbeda.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur investigasi pada stasiun keseimbangan dan akurasi mampu memfasilitasi murid memahami konsep gerak tubuh dan usaha secara konkret?
  • Apakah pengelolaan waktu di kedua stasiun eksperimen berjalan efektif tanpa ada antrean murid yang pasif?

Murid:

  • Posisi tubuh manakah yang membuatmu merasa paling seimbang dan tidak mudah terjatuh saat diberi tantangan?
  • Apa yang harus kamu ubah pada tenaga lemparanmu jika jarak sasaran keranjang dimundurkan lebih jauh?

Pertemuan 5 — Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Menyerang dan Bertahan dalam Permainan Beregu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama di tepi lapangan (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis yang menggabungkan lari zig-zag, perpindahan arah cepat, dan peregangan aktif otot kaki dan lengan (10 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan indikator keberhasilan strategi: meminta murid mengidentifikasi bukti keberhasilan strategi gerak menyerang (acuan: berhasil mencetak angka/menerobos pertahanan lawan tanpa kehilangan bola) dan bertahan (acuan: berhasil merebut bola/menggagalkan tembakan lawan sebelum masuk area gawang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan dua skenario taktik tim: Skenario A (Strategi Menyerang: umpan cepat menyebar ke ruang kosong) dan Skenario B (Strategi Bertahan: penjagaan rapat satu-lawan-satu membatasi ruang tembak) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 4-5 murid) menelaah parameter pengujian efektivitas strategi di lembar uji, mencakup kriteria efektivitas menyerang (rasio tembakan berhasil per penguasaan bola) dan kriteria efektivitas bertahan (frekuensi memutus operan lawan) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan pengujian strategi dalam permainan invasi modifikasi 4 lawan 4 (futsal mini/bola tangan gawang mini) putaran 1 selama 15 menit, di mana Tim 1 menerapkan strategi menyerang cepat sedangkan Tim 2 menerapkan strategi bertahan zona rapat, dengan murid pengamat mencatat data keberhasilan (15 menit).
  • Setiap tim melakukan jeda taktis selama 5 menit untuk mengevaluasi data lembar catatan uji: membandingkan berapa kali strategi gerak berhasil menembus pertahanan atau menggagalkan serangan, lalu menyesuaikan taktik gerak untuk putaran berikutnya (10 menit).
  • Murid memainkan putaran 2 selama 15 menit dengan pertukaran peran strategi untuk menguji efektivitas strategi bertahan agresif menekan di depan melawan strategi serangan balik terarah, didukung pencatatan data secara bergantian antaranggota tim dalam suasana kompetisi suportif yang menggembirakan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok merefleksikan dan merumuskan kesimpulan pengujian efektivitas: menyatakan apakah strategi menyerang dan bertahan yang dipilih terbukti efektif dalam situasi permainan nyata berdasarkan data ketercapaian poin dan keberhasilan merebut bola (acuan kesimpulan: strategi dinyatakan efektif jika persentase keberhasilan operan/rebut bola mencapai minimal 60% dari total percobaan) (15 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan statis dan relaksasi pernapasan untuk menurunkan denyut nadi murid secara bertahap (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan ulasan akhir terhadap hasil pengujian efektivitas strategi, memberikan umpan balik atas ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan data permainan nyata, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar observasi dengan 2 indikator sederhana (bola masuk gawang: ya/tidak; bola direbut: ya/tidak), sedangkan murid yang mahir diberikan indikator mendalam mencakup waktu transisi gerak (detik) dan area titik tembak.
  • Proses: Pada saat pengujian permainan beregu, kelompok yang memerlukan perancah bermain di area lapangan yang diperkecil dengan jumlah pemain bertahan lebih sedikit (3 lawan 2), sedangkan kelompok mandiri bermain dengan kondisi penuh (4 lawan 4).
  • Produk: Hasil pengujian efektivitas strategi gerak dilaporkan dalam bentuk lembar data centang uji keterlaksanaan strategi (untuk kelompok bimbingan) atau laporan perbandingan taktik 2 putaran lengkap dengan rekomendasi penyesuaian gerak (untuk kelompok mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan terstruktur di pendahuluan mengenai indikator efektivitas gerak: murid diminta menyebutkan 1 tanda strategi menyerang efektif (acuan benar: bola berhasil dibawa mendekati gawang lawan dan menghasilkan tembakan akurat tanpa cepat direbut) dan 1 tanda strategi bertahan efektif (acuan benar: lawan terhalang membuat ruang tembak dan bola berhasil dipotong/direbut sebelum masuk area berbahaya).

Proses:

  • Observasi langsung saat permainan modifikasi: guru mengamati keterlaksanaan pengujian strategi gerak menyerang (pilihan membuka ruang dan mengoper terarah) dan strategi bertahan (penutupan ruang tembak dan pemotongan umpan).
  • Pengecekan keaktifan kelompok dalam merekam data uji strategi pada lembar pengamatan mini (pencatatan minimal 3 percobaan serangan dan 3 upaya pertahanan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tertulis singkat di akhir sesi: setiap kelompok menyerahkan kesimpulan uji efektivitas strategi tim yang memuat 2 komponen: (1) evaluasi efektivitas taktik menyerang (acuan: berhasil jika tembakan akurat tercapai minimal 2 dari 3 percobaan), dan (2) evaluasi efektivitas taktik bertahan (acuan: berhasil jika mampu menggagalkan serangan minimal 2 dari 3 percobaan lawan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengujian efektivitas strategi gerak menyerang dan bertahan menggunakan lembar observasi selama permainan modifikasi beregu.
  • Pemeriksaan lembar catatan analisis pengujian strategi tim (memuat data kuantitatif percobaan menyerang dan bertahan serta penarikan kesimpulan efektivitas).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian efektivitas strategi gerak menyerangMurid belum mampu menguji efektivitas strategi gerak menyerang dalam permainan beregu dan belum dapat menunjukkan bukti ketercapaian serangan.Murid menguji strategi gerak menyerang dalam permainan beregu namun hanya berhasil mengumpulkan data percobaan serangan secara parsial (1 dari 3 percobaan tercatat/terbukti).Murid menguji efektivitas strategi gerak menyerang dalam permainan beregu secara konsisten serta membuktikan efektivitasnya berdasarkan data minimal 2 dari 3 percobaan serangan terarah.Murid menguji efektivitas strategi gerak menyerang dalam permainan beregu secara mandiri dan akurat pada seluruh 3 percobaan serangan serta mampu membuktikan hubungan taktik ruang dengan keberhasilan mencetak angka.
Pengujian efektivitas strategi gerak bertahanMurid belum mampu menerapkan dan menguji strategi gerak bertahan untuk menggagalkan serangan lawan dalam permainan beregu.Murid menerapkan strategi bertahan namun belum mampu menguji dan mencatat efektivitasnya secara runtut (hanya 1 dari 3 upaya pertahanan yang teruji dan terdata).Murid menguji efektivitas strategi gerak bertahan secara terstruktur dengan membuktikan keberhasilan menghentikan serangan lawan pada minimal 2 dari 3 percobaan.Murid menguji efektivitas strategi gerak bertahan secara konsisten pada seluruh 3 percobaan, membuktikan penutupan ruang gerak lawan secara terukur, dan merumuskan evaluasi taktik bertahan dengan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah modifikasi aturan permainan 4 lawan 4 cukup memberikan ruang nyata bagi murid untuk menguji strategi menyerang dan bertahan?
  • Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam mencatat data dan menganalisis efektivitas taktik timnya saat jeda permainan?

Murid:

  • Strategi gerak mana yang terbukti paling efektif membawa timmu menembus pertahanan lawan, dan apa bukti nyatanya?
  • Kesulitan apa yang timmu temukan saat mencoba menguji efektivitas strategi bertahan melawan pergerakan cepat lawan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.1.1 Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak dalam permainan
  • TP 6.1.2 Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda
  • TP 6.1.3 Menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak
  • TP 6.1.4 Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas di lapangan, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan dinamis terstruktur (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab: unjuk kerja penerapan taktik permainan beregu modifikasi dan pengisian lembar evaluasi strategi kelompok (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai aturan permainan beregu modifikasi 'Bola Tangan 4 Gawang Mini', pembagian 4 tim (Tim A, B, C, D @ 7 murid pada 2 lapangan terbagi), dan rubrik unjuk kerja yang dinilai (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Putaran 1 Asesmen Unjuk Kerja: Tim A bertanding melawan Tim B di Lapangan 1, dan Tim C bertanding melawan Tim D di Lapangan 2 selama 15 menit, dinilai dengan lembar observasi unjuk kerja taktik gerak beregu (15 menit).
  • Jeda pergantian lapangan dan rotasi tim tanpa jeda materi baru (5 menit).
  • Putaran 2 Asesmen Unjuk Kerja: Pemenang Putaran 1 saling bertanding dan tim lainnya bertanding di lapangan masing-masing selama 15 menit, dinilai dengan lembar observasi unjuk kerja taktik gerak beregu (15 menit).
  • Penyelesaian rotasi unjuk kerja permainan beregu, pendinginan fisik ringan, dan pengumpulan skor tanding unjuk kerja (20 menit).
  • Pengerjaan Lembar Kerja Kelompok: Setiap tim (4 tim) mengisi lembar investigasi konsep gerak dan evaluasi uji efektivitas strategi penyerangan/pertahanan pasca-permainan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok merefleksikan proses penerapan taktik dan mencocokkan simpulan hasil evaluasi strategi tim sebelum lembar kerja dikumpulkan ke guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja evaluasi kelompok, memberikan apresiasi objektif atas sportivitas dan pelaksanaan unjuk kerja, lalu menutup sesi sumatif dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar kerja asesmen sumatif menyertakan format tabel terstruktur bagi kelompok yang memerlukan bantuan alur pencatatan.
  • Proses: Akomodasi akses visual berupa batas lapangan berkons warna kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan kejelasan spasial tanpa mengubah aturan main.
  • Produk: Produk asesmen terstandardisasi: performa unjuk kerja permainan beregu modifikasi dan lembar analisis strategi kelompok sesuai rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja permainan beregu modifikasi dan lembar analisis strategi kelompok: performa penyesuaian dan transfer strategi gerak dalam situasi permainan beregu serta lembar hasil investigasi dan uji efektivitas strategi
  • unjuk kerja permainan beregu modifikasi: performa penyesuaian keterampilan gerak saat transisi menyerang-bertahan dan transfer strategi ruang kosong pada 4 tim yang bermain bergantian dalam 2 lapangan terbagi (2 putaran @ 15 menit, mencakup 28 murid) (65 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja taktik gerak beregu)
  • penugasan diskusi kelompok pasca-permainan: lembar kerja kelompok berisi investigasi variasi konsep gerak dan catatan evaluasi uji efektivitas strategi yang diterapkan selama permainan (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja evaluasi strategi gerak)

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja permainan beregu modifikasi dan lembar analisis strategi kelompok: performa penyesuaian dan transfer strategi gerak dalam situasi permainan beregu serta lembar hasil investigasi dan uji efektivitas strategi
  • unjuk kerja permainan beregu modifikasi: performa penyesuaian keterampilan gerak saat transisi menyerang-bertahan dan transfer strategi ruang kosong pada 4 tim yang bermain bergantian dalam 2 lapangan terbagi (2 putaran @ 15 menit, mencakup 28 murid) (65 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja taktik gerak beregu)
  • penugasan diskusi kelompok pasca-permainan: lembar kerja kelompok berisi investigasi variasi konsep gerak dan catatan evaluasi uji efektivitas strategi yang diterapkan selama permainan (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja evaluasi strategi gerak)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyesuaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan (TP 6.1.1)Hanya menyesuaikan 1 dari 4 aksi gerak teramati: (1) lari mengubah arah saat transisi bertahan, (2) operan cepat saat ditekan lawan, (3) tangkapan bola saat bergerak, (4) penempatan posisi tubuh menutup ruang gawang.Menyesuaikan 2 dari 4 aksi gerak teramati: (1) lari mengubah arah saat transisi bertahan, (2) operan cepat saat ditekan lawan, (3) tangkapan bola saat bergerak, (4) penempatan posisi tubuh menutup ruang gawang.Menyesuaikan 3 dari 4 aksi gerak teramati: (1) lari mengubah arah saat transisi bertahan, (2) operan cepat saat ditekan lawan, (3) tangkapan bola saat bergerak, (4) penempatan posisi tubuh menutup ruang gawang.Menyesuaikan seluruh 4 aksi gerak teramati secara konsisten dan tepat: (1) lari mengubah arah saat transisi bertahan, (2) operan cepat saat ditekan lawan, (3) tangkapan bola saat bergerak, (4) penempatan posisi tubuh menutup ruang gawang.
Transfer Strategi Membuka Ruang dan Tempo (TP 6.1.2)Hanya menerapkan 1 dari 4 bentuk transfer strategi: (1) bergerak menuju ruang kosong tanpa bola, (2) mengubah tempo lari lambat ke cepat saat meminta operan, (3) menjaga jarak antarpemain saat menyerang, (4) memperlambat tempo operan saat mengamankan keunggulan.Menerapkan 2 dari 4 bentuk transfer strategi: (1) bergerak menuju ruang kosong tanpa bola, (2) mengubah tempo lari lambat ke cepat saat meminta operan, (3) menjaga jarak antarpemain saat menyerang, (4) memperlambat tempo operan saat mengamankan keunggulan.Menerapkan 3 dari 4 bentuk transfer strategi: (1) bergerak menuju ruang kosong tanpa bola, (2) mengubah tempo lari lambat ke cepat saat meminta operan, (3) menjaga jarak antarpemain saat menyerang, (4) memperlambat tempo operan saat mengamankan keunggulan.Menerapkan seluruh 4 bentuk transfer strategi secara tepat dan mandiri: (1) bergerak menuju ruang kosong tanpa bola, (2) mengubah tempo lari lambat ke cepat saat meminta operan, (3) menjaga jarak antarpemain saat menyerang, (4) memperlambat tempo operan saat mengamankan keunggulan.
Investigasi Konsep Gerak pada Lembar Kerja (TP 6.1.3)Hanya menganalisis 1 dari 4 komponen investigasi pada lembar kerja: (1) hubungan sudut lemparan dengan keterjangkauan rekan, (2) hubungan gaya dorong lengan dengan kecepatan bola, (3) posisi pusat massa tubuh terhadap keseimbangan saat mendarat, (4) pengaruh lebar langkah kaki terhadap stabilitas bertahan.Menganalisis 2 dari 4 komponen investigasi pada lembar kerja: (1) hubungan sudut lemparan dengan keterjangkauan rekan, (2) hubungan gaya dorong lengan dengan kecepatan bola, (3) posisi pusat massa tubuh terhadap keseimbangan saat mendarat, (4) pengaruh lebar langkah kaki terhadap stabilitas bertahan.Menganalisis 3 dari 4 komponen investigasi pada lembar kerja: (1) hubungan sudut lemparan dengan keterjangkauan rekan, (2) hubungan gaya dorong lengan dengan kecepatan bola, (3) posisi pusat massa tubuh terhadap keseimbangan saat mendarat, (4) pengaruh lebar langkah kaki terhadap stabilitas bertahan.Menganalisis seluruh 4 komponen investigasi pada lembar kerja secara lengkap, tepat, dan logis sesuai data pengamatan permainan.
Uji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak (TP 6.1.4)Hanya menguji dan mengevaluasi 1 dari 4 parameter efektivitas strategi: (1) angka keberhasilan operan terobosan, (2) frekuensi kegagalan transisi bertahan, (3) efektivitas penutupan ruang tembak lawan, (4) rumusan perbaikan taktik putaran berikutnya.Menguji dan mengevaluasi 2 dari 4 parameter efektivitas strategi: (1) angka keberhasilan operan terobosan, (2) frekuensi kegagalan transisi bertahan, (3) efektivitas penutupan ruang tembak lawan, (4) rumusan perbaikan taktik putaran berikutnya.Menguji dan mengevaluasi 3 dari 4 parameter efektivitas strategi: (1) angka keberhasilan operan terobosan, (2) frekuensi kegagalan transisi bertahan, (3) efektivitas penutupan ruang tembak lawan, (4) rumusan perbaikan taktik putaran berikutnya.Menguji dan mengevaluasi seluruh 4 parameter efektivitas strategi secara komprehensif, berbasis data permainan, dan disertai simpulan taktik yang valid.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 65 menit untuk unjuk kerja 2 putaran pada 2 lapangan dan 40 menit pengerjaan lembar kerja kelompok berjalan efisien?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 6 dalam mentransfer strategi ruang dan menguji efektivitas taktik pada asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Strategi gerak mana yang terbukti paling efektif bagi timmu saat melakukan transisi dari bertahan ke menyerang?
  • Konsep gerak apa yang paling membantumu menjaga akurasi operan dan keseimbangan badan selama pertandingan berlangsung?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022).
  2. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas VI Bab 1 'Jago Bergerak: Taktik Juara'.
  3. Peralatan: 20 buah kun/kerucut pembatas, 2 peluit, pemutar musik/audio ritme tempo gerak, dan lapangan terbuka/aula sekolah.
  4. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  5. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  6. Bola tangan / bola basket mini / bola busa spons
  7. Cone atau pembatas lapangan
  8. Peluit dan stopwatch
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022).
  10. Buku Siswa PJOK Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2022).
  11. Peluit, kerucut pembatas (cones) 12 buah, rompi regu 2 warna, dan bola sepak modifikasi / bola busa 4 buah.
  12. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  13. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  14. Cone/corong pembatas, bola tenis/bola modifikasi, keranjang sasaran, meteran ukur, dan Lembar Kerja Investigasi Gerak
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
  16. Buku Siswa PJOK Kelas VI Bab 1 'Jago Bergerak: Taktik Juara'
  17. Lapangan olahraga/halaman sekolah, bola sepak mini/bola tangan, rompi bertim (2 warna), kerucut/cone, peluit, dan lembar catatan pengujian strategi gerak kelompok
  18. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
  19. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
  20. Bola tangan mini/bola modifikasi (4 buah)
  21. Cone/kerucut penanda batas ruang dan 8 gawang mini
  22. Lembar observasi unjuk kerja dan Lembar Kerja Analisis Strategi Kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.