MODUL AJAR PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 5 — Menjadi Sehat dan Aktif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Menjadi Sehat dan Aktif |
|---|
| Alokasi Waktu | 29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.5.1 Mengidentifikasi kaitan antara gaya hidup dan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
- TP 5.5.2 Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
- TP 5.5.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku sedenter
- TP 5.5.4 Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan antara kebiasaan hidup aktif dengan kebiasaan hidup kurang gerak?
- Menurut rekomendasi otoritas kesehatan (seperti Kemenkes/WHO), apa risiko kesehatan jika kita terlalu banyak duduk dan jarang bergerak?
- Apa risiko penyakit yang bisa terjadi jika seseorang bermain gawai seharian tanpa bergerak dan sering makan gorengan atau mi instan?
- Bagaimana kebiasaan sehari-hari di rumah atau sekolah dapat memengaruhi kondisi kesehatan tubuh kita di masa depan?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita jika terlalu banyak duduk dan jarang bergerak setiap hari?
- Aktivitas fisik seperti apa yang dianjurkan oleh petunjuk medis untuk mencegah bahaya kurang gerak?
- Jika seseorang sering duduk berjam-jam bermain gawai tanpa jeda, alternatif aktivitas apa yang dianjurkan otoritas kesehatan untuk mencegah kekakuan otot dan risiko obesitas?
- Mengapa kebiasaan pola makan tinggi gula dan lemak perlu diimbangi dengan pilihan aktivitas jasmani aerobik secara teratur?
- Berapa lama waktu minimal anak usia sekolah seperti kalian dianjurkan bergerak aktif setiap hari menurut pedoman kesehatan?
- Aktivitas apa saja dalam keseharian yang termasuk ke dalam gerak jasmani intensitas sedang hingga berat?
- Apa saja kebiasaan duduk atau berbaring lama tanpa banyak bergerak yang sering kalian lakukan di rumah?
- Bagaimana cara kita mengurangi waktu diam tersebut agar tubuh tetap bugar dan sehat?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan berbagai jenis zat gizi sebelum dan sesudah berolahraga atau beraktivitas berat?
- Apa yang akan terjadi pada tubuh jika kita hanya mengonsumsi satu jenis zat gizi saja setiap hari saat banyak bergerak?
- Pernahkah kalian membaca tabel kecil bertuliskan 'Informasi Nilai Gizi' di balik bungkus biskuit atau susu kemasan?
- Mengapa kita perlu mengetahui jumlah kalori, gula, dan protein dalam kemasan makanan sebelum melakukan olahraga atau aktivitas jasmani?
- Mengapa tubuh kita membutuhkan makanan bergizi seimbang saat harus berolahraga atau beraktivitas jasmani setiap hari?
- Bagaimana cara kita memilih kombinasi menu makanan sehat agar energi untuk bergerak tetap terpenuhi tanpa berlebihan gula dan lemak?
- Bagaimana kebiasaan hidup dan pilihan makanan kita sehari-hari menentukan kebugaran serta risiko penyakit di masa depan?
- Langkah pencegahan dan aktivitas fisik nyata apa yang paling efektif untuk memutus perilaku kurang gerak (sedenter) di lingkungan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Jenis Gaya Hidup dan Potensi Risiko Kesehatan Sesuai Rekomendasi Otoritas Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Mengidentifikasi kaitan antara gaya hidup dan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi jenis gaya hidup (aktif dan sedenter/kurang gerak) serta potensi risiko kesehatannya berdasarkan anjuran otoritas kesehatan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai klasifikasi kebiasaan gerak harian: 'Bila anak bermain gawai sambil berbaring selama 4 jam, itu termasuk gaya hidup aktif atau sedenter?' (acuan: sedenter/kurang gerak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak infografik rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO) yang ditayangkan guru mengenai 2 jenis gaya hidup: gaya hidup aktif (bergerak minimal 60 menit sehari) dan gaya hidup sedenter (banyak duduk/rebahan, layar >2 jam sehari) beserta risiko kesehatannya (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati daftar 4 jenis kebiasaan hidup dan mengidentifikasi potensi risiko kesehatan masing-masing: (1) Menonton TV/gawai >3 jam sehari tanpa jeda gerak, (2) Berjalan kaki/bersepeda ke sekolah setiap hari, (3) Duduk terus-menerus saat bermain game berjam-jam, (4) Mengikuti senam dan bermain bola di halaman (acuan identifikasi: kebiasaan 1 berisiko obesitas/gangguan mata; kebiasaan 2 tubuh bugar/kebugaran jantung terjaga; kebiasaan 3 berisiko obesitas/kekakuan otot; kebiasaan 4 meningkatkan kekuatan tulang dan otot) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Kartu Sehat': Murid berpasangan memainkan 4 kartu kasus gaya hidup dan memasangkannya dengan kartu potensi risiko kesehatan yang tepat; pasangan kartu yang benar adalah: Kartu A (Rebahan bermain gawai 4 jam setiap hari) berpasangan dengan Risiko 1 (Peningkatan risiko obesitas dan otot melemah); Kartu B (Banyak duduk dan sering melewatkan jam olahraga sekolah) berpasangan dengan Risiko 2 (Penurunan kebugaran kardiorespirasi/jantung-paru); Kartu C (Aktif bermain lempar tangkap dan bersepeda 60 menit setiap sore) berpasangan dengan Risiko 3 (Risiko kesehatan minimal / meningkatkan daya tahan tubuh); Kartu D (Duduk belajar tanpa peregangan lebih dari 3 jam berturut-turut) berpasangan dengan Risiko 4 (Kelelahan postur tubuh dan sirkulasi darah kurang lancar) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Gaya Hidup yang memuat 4 butir pernyataan untuk menentukan jenis gaya hidup (Aktif atau Sedenter) dan 1 potensi risiko kesehatan yang menyertainya sesuai acuan medis otoritas kesehatan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dengan mencocokkan pada kunci acuan kesehatan yang telah dibahas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang perbedaan gaya hidup aktif dan sedenter serta risiko penyakit yang dapat timbul jika tubuh kurang gerak sesuai panduan kesehatan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai kaitan gaya hidup tidak sehat dengan kasus penyakit di keseharian, lalu menutup kelas dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret tentang kebiasaan gerak dan panduan risiko visual, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks studi kasus kebiasaan remaja digital yang lebih rinci.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan terbimbing guru dalam mencocokkan kartu, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan tantangan pasangan kartu secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi 4 jenis gaya hidup dan risikonya; murid yang lebih cepat dapat menuliskan alasan identifikasi berdasarkan rekomendasi batas waktu layar (screen time) WHO.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Menyebutkan kategori kebiasaan (aktif vs sedenter) dari situasi konkret: 'Bermain game di ponsel selama 4 jam sambil tiduran termasuk gaya hidup apa?' (acuan kunci: gaya hidup sedenter / kurang gerak) dan 'Apa dampaknya pada berat badan?' (acuan kunci: risiko berat badan berlebih / obesitas).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam memasangkan 4 kartu gaya hidup dengan risiko kesehatannya pada tahap Mengaplikasi dengan acuan kunci: Kartu A (Rebahan bermain gawai 4 jam) -> Risiko 1 (Obesitas & otot melemah); Kartu B (Banyak duduk & lewati olahraga) -> Risiko 2 (Kebugaran jantung-paru turun); Kartu C (Aktif bermain/bersepeda 60 menit) -> Risiko 3 (Risiko minimal / daya tahan meningkat); Kartu D (Duduk >3 jam tanpa peregangan) -> Risiko 4 (Kelelahan postur / sirkulasi kurang lancar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (4 butir soal identifikasi pada LK): (1) Gaya hidup anak yang duduk menonton TV lebih dari 3 jam per hari (kunci: Sedenter, risiko: obesitas/penurunan kebugaran); (2) Bersepeda santai 60 menit setiap sore (kunci: Aktif, risiko: risiko penyakit rendah/menyehatkan); (3) Bermain video game seharian di kasur tanpa jeda (kunci: Sedenter, risiko: obesitas/gangguan postur); (4) Melakukan aktivitas fisik jalan cepat dan senam (kunci: Aktif, risiko: risiko penyakit rendah/bugar). Kriteria lulus: minimal 3 dari 4 butir terjawab tepat sesuai kunci.
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan tebak kartu gaya hidup dan risiko kesehatan
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatan | Mengidentifikasi dengan tepat maksimal 1 dari 4 pasangan jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pasangan jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pasangan jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 pasangan jenis gaya hidup dan potensi risiko kesehatannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan gaya hidup aktif dan sedenter secara tepat?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan kartu interaktif dalam menghubungkan gaya hidup dan risikonya?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membedakan kebiasaan yang termasuk gaya hidup aktif dan gaya hidup sedenter?
- Apa risiko kesehatan yang paling aku ingat jika kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk diam?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Mengidentifikasi kaitan antara gaya hidup dan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan mengidentifikasi risiko penyakit dari 2 contoh kebiasaan: (1) 'Bermain game di sofa selama 5 jam berturut-turut setiap hari' (acuan jawaban: obesitas/kegemukan atau gangguan postur/tulang); (2) 'Tidur larut malam pukul 01.00 setiap hari' (acuan jawaban: daya tahan tubuh menurun/mudah sakit atau kelelahan kronis) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi kaitan antara kebiasaan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit berdasarkan kasus keseharian (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan panduan otoritas kesehatan (WHO dan Kemenkes) mengenai kaitan 3 pola kebiasaan tidak sehat dengan risiko penyakit: (a) perilaku sedenter >2 jam berisiko obesitas dan penyakit kardiovaskular; (b) konsumsi makanan cepat saji/tinggi gula berlebih berisiko diabetes melitus tipe 2; (c) kurang tidur berisiko penurunan imunitas dan gangguan konsentrasi (15 menit).
- Secara berpasangan dalam suasana menyenangkan, murid memainkan kuis kartu kilat 'Tebak Pasangan Risiko' dengan memasangkan 3 kartu kebiasaan ke 3 kartu risiko penyakit: Kartu A: 'Minum minuman bersoda kemasan manis setiap hari' -> Pasangan: Risiko penyakit kencing manis/diabetes; Kartu B: 'Duduk bermain ponsel seharian tanpa pernah berolahraga' -> Pasangan: Risiko obesitas dan penyakit jantung; Kartu C: 'Sering begadang menonton TV hingga larut malam' -> Pasangan: Risiko penurunan daya tahan tubuh dan mudah terserang flu (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Studi Kasus yang memuat 4 narasi kasus keseharian anak dan mengidentifikasi kaitan kebiasaan tidak sehat serta risiko penyakit pada masing-masing kasus (20 menit). Kasus 1: 'Doni bermain game daring 6 jam sehari sambil ngemil keripik asin dan jarang bergerak' (Kaitan: kebiasaan sedenter + makanan tinggi garam -> Risiko: obesitas, hipertensi/penyakit kardiovaskular); Kasus 2: 'Siti melewatkan sarapan bergizi dan memilih minum teh kemasan berpemanis tinggi 3 botol sehari' (Kaitan: asupan gula berlebih -> Risiko: diabetes melitus, karies gigi); Kasus 3: 'Budi tidur pukul 23.30 karena menonton gawai dan bangun pukul 05.00' (Kaitan: kurang tidur kronis -> Risiko: imunitas menurun, kelelahan fisik/gangguan metabolisme); Kasus 4: 'Rani menolak berolahraga di sekolah dan selalu naik motor walau jarak ke warung hanya 50 meter' (Kaitan: kurang aktivitas jasmani/hipokinetik -> Risiko: penurunan kebugaran jantung-paru dan penumpukan lemak tubuh).
- Murid memeriksa kembali secara cermat hasil identifikasi pada lembar kerjanya untuk memastikan keterkaitan antara pola kebiasaan dan risiko penyakit telah selaras dengan pedoman otoritas kesehatan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi pemahamannya dengan menandai daftar periksa mandiri: apakah sudah dapat mengenali minimal 3 kaitan kebiasaan hidup tidak sehat dengan risiko penyakitnya secara tepat (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan kaitan antara gaya hidup tidak sehat (kurang gerak, pola konsumsi buruk, kurang tidur) dengan risiko penyakit berdasarkan rekomendasi kesehatan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kasus dengan penanda tebal (bold) pada frasa kebiasaan tidak sehat; murid yang mahir diberikan kasus narasi tanpa penanda kata kunci.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru mengidentifikasi satu per satu hubungan antara perilaku dan risiko organ tubuh; murid cepat mengerjakan secara mandiri penuh.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk; seluruh murid mengisi lembar kerja analisis 4 kasus keseharian yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menyebutkan 2 kebiasaan tidak sehat, murid mengidentifikasi risiko penyakitnya: Butir 1: 'Bermain game di sofa selama 5 jam berturut-turut setiap hari' (Acuan jawaban: obesitas/kegemukan atau gangguan postur/tulang); Butir 2: 'Tidur larut malam pukul 01.00 setiap hari' (Acuan jawaban: penurunan imunitas/mudah sakit atau kelelahan kronis).
Proses:- Observasi formatif saat kuis kartu kilat berpasangan memasangkan 3 kartu kebiasaan dengan risiko penyakit sesuai kunci acuan.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Studi Kasus berisi 4 studi kasus: (1) Doni -> kebiasaan sedenter + camilan asin berisiko obesitas/hipertensi; (2) Siti -> konsumsi gula berlebih berisiko diabetes melitus; (3) Budi -> kurang tidur berisiko daya tahan tubuh turun/kelelahan fisik; (4) Rani -> hipokinetik/kurang gerak berisiko penurunan kebugaran jantung-paru dan penumpukan lemak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan pada tiket keluar (exit ticket) 1 contoh kebiasaan tidak sehat dalam kehidupan sehari-hari beserta 1 risiko penyakit yang ditimbulkannya (Kriteria penerimaan operasional: menyebutkan 1 kebiasaan nyata yang relevan seperti konsumsi junk food berlebih, perilaku sedenter >2 jam, atau kurang tidur, dan memasangkannya secara logis medis dengan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, atau penurunan imunitas).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa 2 pertanyaan identifikasi risiko penyakit dari kebiasaan harian.
- Kuis berpasangan mencocokkan 3 kartu kebiasaan dengan 3 kartu risiko penyakit.
- Penilaian Lembar Kerja Studi Kasus (mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit pada 4 studi kasus narasi).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dengan risiko penyakit pada studi kasus | Mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit dengan tepat pada 1 dari 4 kasus studi yang disajikan. | Mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit dengan tepat pada 2 dari 4 kasus studi yang disajikan. | Mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit dengan tepat pada 3 dari 4 kasus studi yang disajikan. | Mengidentifikasi kaitan gaya hidup tidak sehat dan risiko penyakit dengan tepat pada seluruh 4 kasus studi yang disajikan (Kasus 1: Doni - obesitas/hipertensi; Kasus 2: Siti - diabetes melitus; Kasus 3: Budi - imunitas turun/kelelahan kronis; Kasus 4: Rani - penurunan kebugaran jantung-paru/lemak berlebih) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh studi kasus narasi keseharian yang diberikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 5?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat mencocokkan kebiasaan dengan risiko penyakit dalam sesi kuis kartu dan lembar kerja?
Murid:- Kebiasaan sehari-hari apa yang kamu sadari ternyata memiliki risiko buruk bagi kesehatan tubuhmu?
- Apakah kamu dapat mengenali risiko penyakit apabila seseorang terlalu banyak duduk dan sering mengonsumsi makanan manis?
Pertemuan 3 — Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.2 Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan ruang belajar yang nyaman (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghubungkan kebiasaan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahan risiko kesehatan berdasarkan petunjuk medis (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh kebiasaan kurang gerak dalam keseharian dan 1 aktivitas pencegahan yang disarankan dokter!' (acuan: contoh kurang gerak = duduk bermain gawai berjam-jam/rebahan menonton TV terus-menerus; aktivitas pencegahan = jalan kaki 30 menit/bersepeda/senam peregangan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak paparan materi dari guru dan Buku Siswa mengenai bahaya gaya hidup kurang gerak (sedenter) serta rekomendasi petunjuk medis/WHO terkait aktivitas pencegahan risiko kesehatan (15 menit).
- Guru menyajikan tabel panduan medis di papan tulis yang memuat 4 masalah gaya hidup kurang gerak dan 4 aktivitas fisik pencegahannya: (1) Terlalu lama duduk di depan komputer/layar game -> Peregangan aktif setiap 30-60 menit dan istirahat gerak; (2) Selalu naik kendaraan bermotor untuk jarak sangat dekat -> Jalan kaki atau bersepeda santai; (3) Menghabiskan waktu libur hanya berbaring di tempat tidur -> Melakukan jalan pagi atau senam kebugaran di luar ruangan minimal 30 menit; (4) Tidak pernah berolahraga dan otot kaku -> Latihan jasmani aerobik intensitas sedang seperti lari santai atau lompat tali rutin (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Pasangkan Kartu Sehat': setiap meja menerima 4 kartu kasus gaya hidup kurang gerak (Kartu A: Duduk bermain game lebih dari 3 jam berturut-turut; Kartu B: Bepergian jarak 200 meter menggunakan sepeda motor; Kartu C: Rebahan seharian tanpa beranjak saat hari libur; Kartu D: Menghindari pelajaran senam dan hanya berdiam di pojok kelas) dan 4 kartu aktivitas pencegahan (Kartu 1: Bersepeda atau berjalan kaki santai; Kartu 2: Melakukan jeda peregangan tubuh tiap 30-60 menit; Kartu 3: Latihan jasmani aerobik/senam rutin 30-60 menit; Kartu 4: Berjalan santai pagi hari di lingkungan terbuka) (acuan pasangan benar: A-2, B-1, C-4, D-3) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Menghubungkan Kasus Gaya Hidup dengan Aktivitas Pencegahannya yang memuat 4 butir soal penjodohan tertulis: (1) Sering duduk diam menonton televisi selama berjam-jam tanpa jeda; (2) Menggunakan lift/eskalator untuk naik satu lantai; (3) Mengurung diri di kamar sambil bermain ponsel seharian; (4) Menghabiskan waktu istirahat sekolah hanya dengan duduk di bangku (acuan pasangan jawaban pencegahan: Butir 1 pasangannya bangkit untuk peregangan otot ringan tiap 30 menit; Butir 2 pasangannya memilih naik tangga manual; Butir 3 pasangannya beraktivitas fisik di luar ruangan seperti berjalan kaki minimal 30 menit; Butir 4 pasangannya berjalan keliling halaman sekolah atau bermain lompat tali ringan saat istirahat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan dan merefleksikan pentingnya memilih aktivitas gerak untuk menangkal dampak buruk gaya hidup kurang gerak dalam kehidupan nyata (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam menghubungkan kebiasaan kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar dengan simbol warna yang mengindikasikan jenis intensitas gerak.
- Proses: Murid yang telah menguasai materi secara cepat diberikan tantangan menganalisis kasus kurang gerak yang lebih kompleks (5 butir skenario keseharian) dan menentukan alternatif aktivitas pencegahan yang relevan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyatakan hubungan pasangan gaya hidup dan pencegahan melalui penarikan garis pada lembar kerja atau menyusun kartu berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: menyebutkan 1 contoh kebiasaan gaya hidup kurang gerak dan 1 aktivitas pencegahan yang dianjurkan otoritas kesehatan/medis (acuan: contoh kurang gerak = duduk berjam-jam di depan gawai/menonton TV tanpa jeda; aktivitas pencegahan = jalan kaki 30 menit/peregangan berkala/bersepeda santai).
Proses:- Observasi ketepatan murid saat melakukan aktivitas tantangan kartu berpasangan 'Pasangkan Kartu Sehat' (acuan kunci pasangan: A-2, B-1, C-4, D-3).
- Pemeriksaan ketepatan jawaban murid pada Lembar Kerja Mandiri 4 butir: (1) Sering duduk diam menonton televisi selama berjam-jam tanpa jeda -> bangkit untuk peregangan otot ringan tiap 30 menit; (2) Menggunakan lift/eskalator untuk naik satu lantai -> memilih naik tangga manual; (3) Mengurung diri di kamar sambil bermain ponsel seharian -> beraktivitas fisik di luar ruangan seperti berjalan kaki minimal 30 menit; (4) Menghabiskan waktu istirahat sekolah hanya dengan duduk di bangku -> berjalan keliling halaman sekolah atau bermain lompat tali ringan saat istirahat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup lisan: Murid memilih aktivitas pencegahan yang tepat dari 2 opsi tindakan ketika dihadapkan pada skenario duduk mengerjakan tugas selama 2 jam (pilihan: A. Tetap duduk tanpa bergerak; B. Berdiri melakukan peregangan ringan selama 5 menit; acuan jawaban benar: B).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja penjodohan mandiri menghubungkan 4 gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya sesuai petunjuk medis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghubungkan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya sesuai petunjuk medis | Belum mampu menghubungkan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya secara tepat (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir acuan lembar kerja). | Mulai mampu menghubungkan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya secara tepat sebanyak 2 butir dari 4 butir acuan lembar kerja. | Mampu menghubungkan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya secara tepat sebanyak 3 butir dari 4 butir acuan lembar kerja secara mandiri. | Sangat mampu menghubungkan seluruh 4 butir gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas pencegahannya secara tepat dan mandiri sesuai seluruh kunci acuan lembar kerja. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami hubungan sebab-akibat antara kebiasaan kurang gerak dengan aktivitas jasmani pencegahannya?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami rekomendasi medis pencegahan perilaku kurang gerak?
Murid:- Kebiasaan kurang gerak apa yang paling sering saya lakukan di rumah?
- Aktivitas pencegahan apa yang akan saya lakukan mulai hari ini agar tubuh saya tetap sehat dan bugar?
Pertemuan 4 — Menghubungkan Berbagai Pola Gaya Hidup dengan Alternatif Aktivitas Pencegahan Risiko Kesehatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.2 Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghubungkan ragam pola gaya hidup berisiko dengan alternatif aktivitas jasmani pencegahannya sesuai panduan otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak 2 kasus pola gaya hidup yang dibacakan, yaitu (1) Duduk menonton televisi 4 jam berturut-turut setelah pulang sekolah; (2) Mengonsumsi camilan manis sambil berbaring sepanjang akhir pekan, lalu secara lisan menyebutkan masing-masing 1 alternatif aktivitas jasmani pencegahannya (acuan jawaban: kasus 1 dipasangkan dengan peregangan berkala tiap 30-60 menit atau berjalan santai; kasus 2 dipasangkan dengan bersepeda/bermain aktif intensitas sedang minimal 60 menit per hari) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan infografis otoritas kesehatan mengenai 4 pola gaya hidup tidak sehat beserta risiko kesehatan yang ditimbulkannya: (Pola 1) Rebahan seharian tanpa olahraga -> risiko penurunan kebugaran jantung-paru; (Pola 2) Menggunakan gawai berjam-jam tanpa jeda gerak -> risiko kekakuan sendi dan obesitas; (Pola 3) Pola makan berlebih kalori/cepat saji tanpa gerak fisik -> risiko penumpukan lemak tubuh/diabetes melitus; (Pola 4) Duduk belajar tanpa jeda peregangan -> risiko gangguan postur tubuh dan nyeri punggung (15 menit).
- Murid menelaah alternatif aktivitas pencegahan sesuai rekomendasi medis: latihan aerobik teratur (jalan cepat, lari, bersepeda), senam peregangan berkala, serta permainan gerak aktif intensitas sedang hingga tinggi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Menjodohkan Berpola: menghubungkan 4 profil pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahannya yang paling tepat sesuai acuan otoritas kesehatan: Profil A (Duduk main game 3 jam tanpa henti) dihubungkan dengan Alternatif 2 (Peregangan aktif tiap 30 menit dan jalan santai); Profil B (Konsumsi gorengan dan jajanan manis harian tanpa olahraga) dihubungkan dengan Alternatif 4 (Aktivitas aerobik jalan cepat/bersepeda minimal 60 menit setiap hari); Profil C (Kerap rebahan sambil menonton layar di akhir pekan) dihubungkan dengan Alternatif 1 (Bermain lompat tali atau lari estafet intensitas sedang bersama teman); Profil D (Duduk membungkuk saat belajar selama berjam-jam) dihubungkan dengan Alternatif 3 (Senam perbaikan postur dan peregangan punggung berkala) (15 menit).
- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Sambung Aksi Sehat' yang menyenangkan: satu murid memperagakan kartu pola gaya hidup kurang gerak/sedenter, dan pasangannya berlari ke pos kartu untuk memilih serta mengangkat kartu alternatif aktivitas jasmani pencegahannya secara tepat dan tangkas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek ketepatan hasil kerja penjodohan secara mandiri berdasarkan kunci verifikasi panduan kesehatan yang ditampilkan guru (10 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi personal mengenai satu kebiasaan kurang gerak diri sendiri yang ingin segera dihubungkan dan digantikan dengan satu alternatif aktivitas fisik pencegahan dalam keseharian (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap ketepatan murid dalam menghubungkan pola gaya hidup berisiko dengan alternatif pencegahannya sesuai rekomendasi medis (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya memilih alternatif aktivitas fisik aktif secara konsisten, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar pasangan yang disertai simbol warna pemandu hubungan pola risiko dan aktivitas pencegahan; murid yang cepat diberikan 2 variasi profil gaya hidup tambahan yang lebih kompleks.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menghubungkan, guru memberikan pendampingan terfokus dengan scaffolding petunjuk risiko utama; murid mahir menyelesaikan lembar secara mandiri.
- Produk: Murid menyajikan hasil hubungan pola gaya hidup dan aktivitas pencegahan dalam bentuk garis hubung pada lembar kerja atau tabel pemetaan pasangan aktivitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: Menyebutkan masing-masing 1 alternatif aktivitas jasmani pencegahan untuk 2 kasus gaya hidup (Kasus 1: Duduk menonton televisi 4 jam beruntun -> acuan: peregangan berkala/jalan santai; Kasus 2: Berbaring mengonsumsi camilan manis di akhir pekan -> acuan: bersepeda/jalan cepat/aktivitas aerobik sedang 60 menit per hari).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Kerja Menjodohkan 4 profil gaya hidup dengan alternatif aktivitas fisik pencegahannya (Daftar acuan pasangan: Profil A - Alternatif 2; Profil B - Alternatif 4; Profil C - Alternatif 1; Profil D - Alternatif 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di tahap merefleksi/penutup: Murid mampu menghubungkan minimal 3 dari 4 pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahan secara tepat sesuai acuan tanpa tertukar.
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Menjodohkan 4 pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
- Pengamatan ketepatan dalam tantangan berpasangan Sambung Aksi Sehat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghubungkan pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan | Menghubungkan 1 atau belum ada profil pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahan risiko kesehatan yang tepat sesuai daftar acuan (Profil A-2, B-4, C-1, D-3). | Menghubungkan tepat 2 dari 4 profil pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahan risiko kesehatan sesuai daftar acuan (Profil A-2, B-4, C-1, D-3). | Menghubungkan tepat 3 dari 4 profil pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahan risiko kesehatan sesuai daftar acuan (Profil A-2, B-4, C-1, D-3). | Menghubungkan seluruh 4 profil pola gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahan risiko kesehatan secara tepat tanpa kekeliruan sesuai daftar acuan (Profil A-2, B-4, C-1, D-3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penjodohan profil pola gaya hidup dan aktivitas pencegahan sudah proporsional dan efektif?
- Bagaimana keterlibatan murid saat mengikuti tantangan permainan Sambung Aksi Sehat?
Murid:- Alternatif aktivitas jasmani apa yang paling mudah saya lakukan ketika saya mulai terlalu lama duduk diam?
- Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui cara mencegah risiko kesehatan melalui aktivitas jasmani harian?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Bentuk dan Durasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Harian untuk Usia Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku sedenter
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk serta durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian untuk anak usia sekolah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid rekomendasi durasi aktivitas fisik harian anak (pilihan acuan: 15 menit, 30 menit, atau 60 menit) dan meminta menyebutkan 1 contoh aktivitas fisik sedang/berat (acuan: rekomendasi durasi adalah minimal 60 menit per hari; contoh aktivitas: bersepeda, lari, jalan cepat, bermain lompat tali, senam) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak infografik rekomendasi WHO/Kemenkes mengenai aktivitas jasmani anak usia 5–17 tahun: durasi minimal 60 menit per hari dengan intensitas sedang hingga berat (15 menit).
- Murid mencermati klasifikasi bentuk aktivitas jasmani: intensitas sedang (seperti jalan cepat, bersepeda santai, naik tangga) dan intensitas berat (seperti lari, bermain sepak bola, lompat tali) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Tebak Kartu & Buktikan Gerak': murid mengambil kartu bergambar aktivitas lalu mengelompokkannya ke papan 'Aktivitas Jasmani Intensitas Sedang/Berat' atau 'Bukan Aktivitas Jasmani Cukup' sembari memperagakan gerakannya selama 10 detik secara menggembirakan (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Klasifikasi Aktivitas Jasmani Harian' yang berisi 5 butir pernyataan kegiatan untuk ditentukan bentuk intensitas dan kesesuaian rekomendasi durasinya (daftar butir: 1. Bersepeda santai ke sekolah selama 20 menit [sedang, belum penuhi 60 menit]; 2. Lari pagi dan bermain kejar-kejaran selama 60 menit [berat, penuhi 60 menit]; 3. Berjalan kaki cepat mengelilingi lapangan selama 30 menit [sedang, belum penuhi 60 menit]; 4. Bermain lompat tali bersama teman selama 60 menit [berat, penuhi 60 menit]; 5. Senam kebugaran jasmani teratur selama 60 menit [sedang/berat, penuhi 60 menit]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan panduan rekomendasi kesehatan (10 menit).
- Murid memeriksa apakah rutinitas gerak yang dilakukan sehari-hari sudah mencapai akumulasi durasi minimal 60 menit per hari (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap konsep bentuk dan durasi minimal 60 menit aktivitas jasmani harian yang harus dipenuhi untuk menjaga kebugaran tubuh (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual bergambar contoh aktivitas sedang dan berat; murid cepat diberikan kartu skenario aktivitas gabungan beberapa durasi.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru memeriksa akumulasi durasi waktu gerak langkah demi langkah; murid mandiri memverifikasi lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja identifikasi 5 butir klasifikasi bentuk dan durasi aktivitas jasmani harian sesuai kriteria target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Berapakah rekomendasi durasi minimal aktivitas jasmani setiap hari untuk anak usia sekolah menurut otoritas kesehatan? A. 15 menit, B. 30 menit, C. 60 menit' (Kunci acuan: C. 60 menit) dan 'Sebutkan 1 bentuk aktivitas jasmani intensitas sedang atau berat!' (Kunci acuan: jalan cepat, bersepeda, berlari, lompat tali, bermain sepak bola, atau senam).
Proses:- Observasi ketepatan murid mengidentifikasi bentuk intensitas gerak pada papan kartu permainan dan pengerjaan 5 butir lembar kerja tertulis (Kunci acuan: Butir 1: intensitas sedang, belum penuhi target; Butir 2: intensitas berat, memenuhi target rekomendasi 60 menit; Butir 3: intensitas sedang, belum penuhi target; Butir 4: intensitas berat, memenuhi target rekomendasi 60 menit; Butir 5: intensitas sedang/berat, memenuhi target rekomendasi 60 menit).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: murid menjawab pertanyaan konfirmasi: 'Sebutkan durasi minimal rekomendasi aktivitas jasmani harian untuk anak usia sekolah dan 2 contoh bentuk aktivitasnya!' (Kunci acuan: minimal 60 menit per hari; contoh bentuk: lari, lompat tali, jalan cepat, bersepeda, sepak bola, senam).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi bentuk dan durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian anak sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Bentuk dan Durasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Harian | Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 5 butir klasifikasi bentuk dan durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian pada lembar kerja acuan. | Tepat mengidentifikasi 2-3 dari 5 butir klasifikasi bentuk dan durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian pada lembar kerja acuan. | Tepat mengidentifikasi 4 dari 5 butir klasifikasi bentuk dan durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian pada lembar kerja acuan secara mandiri. | Tepat mengidentifikasi seluruh 5 butir klasifikasi bentuk dan durasi rekomendasi aktivitas jasmani harian pada lembar kerja acuan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan bentuk aktivitas fisik intensitas sedang dan berat dengan benar?
- Apakah seluruh murid memahami patokan rekomendasi durasi 60 menit aktivitas jasmani per hari?
Murid:- Berapa lama biasanya kamu bergerak aktif atau berolahraga dalam satu hari?
- Bentuk aktivitas jasmani apa yang paling kamu sukai untuk memenuhi target 60 menit bergerak setiap hari?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Contoh Perilaku Sedenter dan Langkah Pencegahan Perilaku Sedenter di Lingkungan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku sedenter
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi contoh perilaku sedenter dan langkah-langkah pencegahannya di lingkungan sehari-hari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui tanya jawab lisan untuk memetakan kesiapan murid terkait perilaku sedenter (acuan: sedenter adalah kebiasaan berdiam diri/kurang gerak seperti rebahan menonton HP berjam-jam, pencegahannya dengan membatasi screen time atau diselingi peregangan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan visual pada buku teks tentang konsep perilaku sedenter (kebiasaan kurang bergerak/menghabiskan waktu dengan duduk atau rebahan >2 jam terus-menerus di depan layar gadget/TV) dan dampaknya terhadap kebugaran jasmani (10 menit).
- Murid mengidentifikasi ciri-ciri perilaku sedenter berdasarkan 4 skenario aktivitas yang disajikan guru: (1) Menonton TV 3 jam tanpa jeda, (2) Bersepeda santai keliling lapangan, (3) Bermain game di HP sambil rebahan selama 2,5 jam, (4) Berjalan kaki ke warung. Murid menentukan aktivitas (1) dan (3) sebagai perilaku sedenter, sedangkan (2) dan (4) bukan perilaku sedenter (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan interaktif 'Tangkis Sedenter': guru menyebutkan 4 situasi diam di rumah dan murid secara beregu cepat memilih kartu langkah pencegahan yang tepat dari pilihan yang tersedia. Situasi 1: Duduk bermain game online selama 2 jam -> pencegahan: Membatasi waktu layar (screen time) maksimal 1-2 jam dan jeda peregangan tiap 30 menit; Situasi 2: Menonton televisi berjam-jam saat libur -> pencegahan: Menyelipkan aktivitas berjalan kaki atau membantu menyapu lantai; Situasi 3: Mengerjakan PR sambil duduk lama -> pencegahan: Mengambil jeda berdiri dan merentangkan badan selama 2-3 menit; Situasi 4: Berbaring seharian menggunakan gawai saat akhir pekan -> pencegahan: Mengganti waktu luang dengan bermain gerak aktif bersama teman di luar ruangan (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 butir pemasangan contoh perilaku sedenter dengan langkah pencegahannya di lingkungan sehari-hari: Butir 1: 'Menatap gawai sambil tiduran >2 jam' -> 'Membatasi waktu layar maksimal 2 jam'; Butir 2: 'Duduk menonton film terus-menerus' -> 'Berdiri dan melakukan peregangan ringan tiap 30 menit'; Butir 3: 'Berdiam diri bermain game saat istirahat sekolah' -> 'Berjalan santai atau bermain lompat tali di halaman'; Butir 4: 'Rebahan sepanjang hari saat liburan' -> 'Membantu pekerjaan rumah tangga yang aktif bergerak' (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru berdasarkan kunci jawaban yang ditampilkan di papan tulis dan mencatat perilaku sedenter apa yang masih sering mereka lakukan sendiri di rumah (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa perilaku sedenter (berdiam diri berlebihan) dapat dicegah dengan membatasi waktu layar, menyelingi waktu duduk dengan peregangan, serta memilih kegiatan fisik aktif (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil lembar kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar situasi nyata untuk murid yang memerlukan dukungan visual konkret dalam mengidentifikasi perilaku sedenter.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah saat memasangkan situasi dengan langkah pencegahan, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan mengidentifikasi 2 variasi langkah pencegahan tambahan pada situasi yang sama.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi melalui penulisan langsung pada lembar kerja atau dengan mencocokkan kartu pasangan secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh kebiasaan berdiam diri di rumah yang termasuk perilaku sedenter dan sebutkan 1 cara menguranginya!' (Acuan jawaban benar: contoh sedenter = duduk/rebahan bermain HP atau nonton TV berjam-jam/lebih dari 2 jam tanpa gerak; pencegahan = membatasi waktu layar, berdiri/peregangan berkala, atau mengganti dengan aktivitas bergerak).
Proses:- Pengamatan ketepatan murid mengelompokkan 4 skenario aktivitas (skenario 1 dan 3 = sedenter; skenario 2 dan 4 = bukan sedenter).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi 4 butir: (1) Menatap gawai >2 jam -> batasi waktu layar maksimal 2 jam; (2) Duduk menonton film terus-menerus -> jeda peregangan tiap 30 menit; (3) Berdiam diri main game saat istirahat sekolah -> jalan santai/lompat tali di halaman; (4) Rebahan seharian saat libur -> bantu pekerjaan rumah yang aktif bergerak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan 2 langkah konkret pencegahan perilaku sedenter yang bisa diterapkan di rumah (Acuan: membatasi durasi menonton layar/gadget maksimal 2 jam per hari, menyelingi posisi duduk lama dengan berdiri/peregangan setiap 30 menit, atau memilih aktivitas bermain aktif bergerak).
Formatif:- Penilaian performa saat permainan 'Tangkis Sedenter' dan pemeriksaan lembar kerja identifikasi perilaku sedenter serta langkah pencegahannya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Contoh Perilaku Sedenter | Mengidentifikasi 1 dari 4 contoh perilaku sedenter dengan tepat sesuai acuan (Acuan: Skenario 1 menonton TV 3 jam tanpa jeda, Skenario 3 bermain game HP rebahan 2,5 jam, LK butir 1 menatap gawai >2 jam, LK butir 4 rebahan seharian). | Mengidentifikasi 2 dari 4 contoh perilaku sedenter dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi 3 dari 4 contoh perilaku sedenter dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi seluruh 4 contoh perilaku sedenter dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. | | Identifikasi Langkah Pencegahan Perilaku Sedenter | Mengidentifikasi 1 dari 4 langkah pencegahan perilaku sedenter dengan tepat sesuai kunci pasangan lembar kerja (Kunci LK: butir 1 batasi waktu layar <=2 jam, butir 2 peregangan tiap 30 menit, butir 3 aktivitas bergerak saat istirahat, butir 4 pekerjaan rumah aktif bergerak). | Mengidentifikasi 2 dari 4 langkah pencegahan perilaku sedenter dengan tepat sesuai kunci pasangan lembar kerja. | Mengidentifikasi 3 dari 4 langkah pencegahan perilaku sedenter dengan tepat sesuai kunci pasangan lembar kerja. | Mengidentifikasi seluruh 4 langkah pencegahan perilaku sedenter dengan tepat sesuai kunci pasangan lembar kerja secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara kebiasaan sedenter dan aktivitas jasmani aktif dalam kehidupan sehari-hari?
- Apakah aktivitas permainan tangkis sedenter efektif membantu murid mengidentifikasi langkah pencegahan perilaku sedenter secara menyenangkan?
Murid:- Perilaku sedenter apa yang paling sering aku lakukan di rumah ketika waktu luang?
- Langkah pencegahan apa yang akan mulai aku lakukan hari ini agar tidak terlalu lama berdiam diri?
Pertemuan 7 — Menjelaskan Pola Makan Sehat Berdasarkan Informasi Kandungan Gizi Utama pada Makanan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi utama pada makanan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemantik pemetaan gizi: (1) 'Apa fungsi karbohidrat bagi yang aktif berolahraga?' (acuan: sumber energi utama tubuh saat beraktivitas); (2) 'Mengapa protein penting untuk otot setelah beraktivitas?' (acuan: zat pembangun dan memperbaiki sel atau jaringan otot); (3) 'Apa peran vitamin dan mineral bagi tubuh yang banyak bergerak?' (acuan: zat pengatur fungsi tubuh, daya tahan, dan mencegah kram atau sakit). Guru mencatat kesiapan awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan bagan visual 'Piring Makanku dan Zat Gizi Utama' yang memuat 4 kelompok zat gizi dan fungsinya untuk aktivitas jasmani: (1) Karbohidrat (nasi, jagung, roti) berfungsi sebagai sumber energi utama gerak; (2) Protein (ikan, telur, tahu, tempe) berfungsi sebagai zat pembangun dan pemulih sel otot yang lelah; (3) Lemak sehat (kacang-kacangan, alpukat) berfungsi sebagai cadangan energi dan pelindung organ; (4) Vitamin & Mineral (sayur bayam, wortel, buah jeruk, pisang) serta air berfungsi sebagai zat pengatur metabolisme dan pencegah dehidrasi/gangguan fungsi tubuh (15 menit).
- Murid secara berpasangan membaca kartu ringkasan materi dan mengidentifikasi hubungan antara kebutuhan aktivitas jasmani (misal: lari, bermain bola, bersepeda) dengan jenis zat gizi yang harus dikonsumsi agar tubuh tidak lemas atau cepat lelah (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Tepat Gizi Aktif'. Guru membacakan 4 pernyataan cepat tentang fungsi gizi dalam aktivitas fisik: Pernyataan 1: 'Zat pembangun untuk memperbaiki otot setelah berlari kencang'; Pernyataan 2: 'Sumber energi utama sebelum bermain sepak bola'; Pernyataan 3: 'Zat pengatur untuk mencegah kram otot dan menjaga daya tahan'; Pernyataan 4: 'Zat cadangan energi saat aktivitas fisik jarak jauh'. Pasangan murid berlomba mengangkat kartu jawaban yang tepat secara serentak (kunci jawaban berurutan: Protein, Karbohidrat, Vitamin & Mineral, Lemak) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Analisis Menu dan Fungsi Gizi untuk Aktivitas Jasmani' yang berisi 4 skenario menu makanan: (1) Skenario A (Sarapan sebelum tes lari: Nasi uduk, telur dadar, mentimun, air putih); (2) Skenario B (Makan siang setelah senam irama: Nasi merah, dada ayam bakar, sayur sup brokoli-wortel, buah pisang); (3) Skenario C (Bekal camilan sebelum latihan renang: Roti gandum isi selai kacang dan susu rendah lemak); (4) Skenario D (Makan malam setelah seharian berolahraga: Kentang panggang, tahu-tempe bacem, tumis bayam, jeruk). Murid menuliskan penjelasan pola makan sehat dengan merinci zat gizi utama pada setiap menu dan fungsinya dalam menunjang aktivitas fisik (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk memeriksa kesesuaian penjelasan berdasarkan panduan kunci acuan yang dipandu oleh guru di papan tulis (10 menit).
- Murid menuliskan satu kesimpulan pribadi tentang bagaimana mereka akan memilih porsi zat gizi (karbohidrat, protein, dan serat sayur-buah) pada makanan sehari-hari mereka agar tetap bugar saat berolahraga di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 zat gizi utama (karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin & mineral) dan fungsinya dalam mendukung pola makan sehat untuk aktivitas jasmani (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya yaitu membaca label gizi pada kemasan makanan, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang secara langsung memuat daftar jenis makanan dan kategori zat gizi utamanya, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario variasi aktivitas jasmani dengan intensitas lebih tinggi.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menjelaskan fungsi gizi dipandu bertahap mulai dari menghubungkan satu zat gizi utama terlebih dahulu (misal: karbohidrat dengan tenaga), sedangkan murid mahir menuliskan penjelasan mendalam mencakup 4 zat gizi secara mandiri tanpa bantuan panduan visual.
- Produk: Murid menuangkan penjelasan analisis menu pada lembar kerja terstruktur baik berupa bagan alur hubungan gizi mau pun uraian kalimat deskriptif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan untuk memetakan kesiapan memahami fungsi gizi utama: (1) Fungsi karbohidrat untuk aktivitas jasmani (acuan: sumber tenaga/energi utama); (2) Fungsi protein untuk aktivitas jasmani (acuan: zat pembangun, perbaikan/pemulihan sel otot); (3) Fungsi vitamin dan mineral untuk aktivitas jasmani (acuan: zat pengatur fungsi tubuh, daya tahan, pencegah kram).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons murid pada permainan cepat kartu 'Tebak Tepat Gizi Aktif' dengan 4 butir kunci (Protein, Karbohidrat, Vitamin & Mineral, Lemak).
- Pemeriksaan Lembar Kerja pengerjaan mandiri analisis 4 skenario menu (Skenario A, B, C, D) dengan mengidentifikasi kandungan zat gizi utama dan fungsinya dalam menunjang aktivitas fisik (acuan: Karbohidrat = penghasil energi; Protein = pembangun/pemulih otot; Lemak = simpanan energi jangka panjang; Vitamin/Mineral/Air = pengatur metabolisme dan pencegah dehidrasi).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan rangkuman reflektif tertulis pada akhir sesi: murid menjelaskan minimal 3 dari 4 kaitan zat gizi dengan aktivitas jasmani: (1) Karbohidrat menunjang energi gerak; (2) Protein mendukung perbaikan otot; (3) Lemak menyediakan energi cadangan; (4) Vitamin/mineral menjaga kestabilan dan kebugaran organ tubuh.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai 3 fungsi zat gizi bagi tubuh aktif.
- Observasi unjuk pemahaman saat kuis tantangan berpasangan 'Tebak Tepat Gizi Aktif'.
- Penilaian Lembar Kerja 'Analisis Menu dan Fungsi Gizi untuk Aktivitas Jasmani' yang menilai ketepatan penjelasan 4 zat gizi utama dan fungsinya menunjang aktivitas jasmani.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan pola makan sehat berdasarkan kandungan gizi utama untuk aktivitas jasmani | Belum mampu menjelaskan kaitan kandungan gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin/mineral) dengan fungsinya menunjang aktivitas jasmani, atau hanya menyebutkan nama makanan tanpa mengaitkannya dengan zat gizi dan aktivitas jasmani. | Mampu menjelaskan 1 sampai 2 kandungan gizi utama beserta fungsinya dalam menunjang aktivitas jasmani secara tepat pada skenario menu yang dianalisis. | Mampu menjelaskan 3 kandungan gizi utama beserta fungsinya dalam menunjang aktivitas jasmani secara tepat dan jelas pada skenario menu yang dianalisis. | Mampu menjelaskan seluruh 4 kandungan gizi utama (karbohidrat sebagai energi, protein sebagai pembangun/pemulih otot, lemak sebagai cadangan energi, vitamin/mineral sebagai pengatur) beserta fungsinya dalam menunjang aktivitas jasmani secara lengkap, tepat, dan mandiri pada seluruh skenario menu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit memadai bagi seluruh murid untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kandungan gizi pada makanan?
- Bagian mana dari penjelasan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin/mineral) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pemahaman pada murid?
- Bagaimana respons keterlibatan murid terhadap metode permainan berpasangan kartu tebak zat gizi?
Murid:- Zat gizi apa yang paling kamu butuhkan sebelum berolahraga lari atau bermain bola, dan apa fungsinya?
- Apakah menu makanan yang kamu konsumsi hari ini sudah memuat zat gizi seimbang untuk mendukung aktivitasmu di sekolah?
Pertemuan 8 — Menjelaskan Cara Membaca Informasi Nilai Gizi pada Kemasan Makanan untuk Menunjang Aktivitas Jasmani — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai zat gizi dengan topik cara membaca label informasi nilai gizi pada kemasan makanan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal: murid diminta menjawab secara tertulis pada selembar kertas mengenai 2 komponen utama label gizi berikut: (1) Apa arti 'Takaran Saji'? (Acuan: jumlah makanan yang dikonsumsi dalam satu kali makan/sajian); (2) Mengapa persentase AKG (% AKG) dicantumkan pada kemasan? (Acuan: menunjukkan persentase pemenuhan kebutuhan zat gizi harian per sajian) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan/gambar peraga label 'Informasi Nilai Gizi' produk susu kemasan yang ditampilkan guru di papan tulis (10 menit).
- Guru membimbing telaah konsep 4 komponen kunci label kemasan: (1) Takaran saji dan jumlah sajian per kemasan, (2) Energi/kalori total, (3) Zat gizi pembangun dan sumber energi (lemak total, protein, karbohidrat total), dan (4) Zat yang perlu dibatasi (gula dan natrium) serta kaitan energinya untuk mendukung aktivitas jasmani (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Detektif Label Gizi' yang menggembirakan: tiap pasangan menerima 1 lembar kartu label pangan kemasan tiruan (Biskuit Energi Gandum) dengan data: Takaran Saji: 30 g (3 keping), Sajian per Kemasan: 4; Energi Total: 140 kkal; Lemak Total: 4 g; Protein: 3 g; Karbohidrat Total: 22 g; Gula: 5 g; Natrium: 80 mg (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Analisis Label yang memuat 3 pertanyaan penjelasan: (1) Jelaskan berapa total kalori dan karbohidrat yang diperoleh jika seseorang mengonsumsi seluruh isi kemasan (4 sajian)! (Kunci: Energi total = 4 x 140 kkal = 560 kkal; Karbohidrat total = 4 x 22 g = 88 g); (2) Jelaskan fungsi kandungan karbohidrat dan protein pada kemasan tersebut untuk menunjang aktivitas jasmani anak usia sekolah! (Kunci: Karbohidrat menyediakan glukosa/energi utama untuk bergerak/olahraga, sedangkan protein berfungsi memperbaiki dan membangun jaringan otot); (3) Jelaskan apakah kandungan gula produk tersebut aman untuk konsumsi harian menjelang olahraga jika batas anjuran konsumsi gula harian sekitar 50 gram! (Kunci: 1 sajian mengandung 5 g gula, masih tergolong aman/rendah karena hanya 10% dari batas maksimal harian 50 g, cocok sebagai camilan energi ringan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan murid membacakan hasil penjelasan analisis label gizinya di tempat duduk, dan guru memberikan konfirmasi serta penguatan konsep (10 menit).
- Murid menyimpulkan makna kesadaran membaca label nilai gizi agar tidak berlebihan mengonsumsi gula/garam serta mencukupi kebutuhan energi saat berolahraga (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Jika dalam 1 kotak sari buah tertulis 'takaran saji 1 gelas (200 ml), sajian per kemasan 2, gula 18 g', berapa total gula jika dihabiskan satu kotak? (Acuan: 2 x 18 g = 36 g); (2) Mengapa seorang murid yang akan berolahraga lari perlu memeriksa kandungan karbohidrat pada label kemasan makanannya? (Acuan: untuk memastikan makanan tersebut memberikan pasokan energi yang cukup bagi aktivitas fisik) (5 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan belajar murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu label dengan penanda warna pada baris takaran saji, karbohidrat, dan gula; untuk murid berkemampuan cepat disediakan kartu perbandingan 2 jenis label makanan (minuman isotonik vs minuman soda berpemanis tinggi).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu langsung oleh guru dalam membaca rumus perkalian sajian; murid berkemampuan cepat menyelesaikan penghitungan dan analisis secara mandiri.
- Produk: Format penulisan jawaban penjelasan pada lembar kerja disesuaikan (dapat berupa penjelasan poin-poin terstruktur atau uraian paragraf utuh).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan pemahaman konsep dasar label pangan tertulis: (1) Apa arti 'Takaran Saji'? (Acuan: jumlah makanan/minuman yang lazim dikonsumsi dalam satu kali makan); (2) Apa kegunaan informasi % AKG pada label makanan? (Acuan: menunjukkan seberapa besar kontribusi zat gizi pada porsi tersebut dalam memenuhi kebutuhan gizi harian).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Kerja Analisis Label Gizi Kemasan Biskuit Energi Gandum (3 butir soal uraian dengan acuan: butir 1 hitungan total kalori 560 kkal dan karbohidrat 88 g; butir 2 fungsi karbohidrat sebagai energi gerak dan protein untuk otot; butir 3 penjelasan batas aman konsumsi gula 5 g vs batas harian 50 g).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis di akhir sesi: (1) Berapa total kandungan gula dalam 1 kotak sari buah jika sajian per kemasan = 2 dan gula per sajian = 18 g? (Acuan: 2 x 18 g = 36 g); (2) Mengapa kandungan karbohidrat pada label kemasan penting diperhatikan sebelum melakukan aktivitas jasmani? (Acuan: karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh untuk bergerak/berolahraga).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tertulis berupa 2 butir pertanyaan konsep dasar label gizi.
- Asesmen formatif proses kerja tertulis melalui Lembar Kerja Analisis Label Gizi Kemasan (3 butir soal uraian).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan cara membaca informasi nilai gizi (takaran saji, kalori, dan zat gizi) pada kemasan makanan | Belum mampu membaca dan menghitung perkalian takaran saji, kalori, serta zat gizi pada label kemasan secara tepat (0 butir benar dari 3 butir soal LK). | Mampu membaca dan menghitung informasi takaran saji serta zat gizi secara tepat pada 1 dari 3 butir soal LK dengan bantuan guru. | Mampu membaca dan menghitung informasi takaran saji, kalori, dan zat gizi secara mandiri dan tepat pada 2 dari 3 butir soal LK. | Mampu membaca, menghitung, dan menjelaskan seluruh informasi takaran saji, kalori, dan kandungan zat gizi pada label kemasan secara tepat dan mandiri pada seluruh (3 dari 3) butir soal LK. | | Menjelaskan fungsi zat gizi pada label kemasan untuk menunjang aktivitas jasmani | Belum mampu menjelaskan keterkaitan zat gizi karbohidrat/protein dengan pemenuhan energi tubuh saat beraktivitas jasmani. | Mampu menyebutkan zat gizi pada kemasan namun penjelasan fungsinya untuk aktivitas jasmani belum tepat atau tertukar. | Mampu menjelaskan fungsi karbohidrat sebagai sumber energi atau fungsi protein untuk tubuh saat beraktivitas jasmani dengan tepat. | Mampu menjelaskan secara tepat, lengkap, dan logis fungsi karbohidrat sebagai sumber energi utama dan protein untuk pemeliharaan otot dalam menunjang aktivitas jasmani harian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu label kemasan tiruan efektif membantu murid memahami konsep takaran saji dan perkalian gizi?
- Bagian mana dari penjelasan murid mengenai kaitan gizi dan aktivitas jasmani yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Informasi penting apa saja yang akan kamu periksa terlebih dahulu saat melihat label gizi pada kemasan makanan yang kamu beli?
- Bagaimana caramu memanfaatkan informasi nilai gizi untuk memilih camilan sehat sebelum berolahraga?
Pertemuan 9 — Menjelaskan Pemilihan Pola Makan Sehat Seimbang untuk Menunjang Aktivitas Jasmani Harian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa bersama untuk kesiapan belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait fungsi gizi untuk aktivitas fisik: (1) Zat gizi apa yang menjadi sumber energi utama saat berlari? (acuan: Karbohidrat); (2) Zat gizi apa yang membantu pembentukan dan pemulihan otot setelah berolahraga? (acuan: Protein) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu menjelaskan pemilihan pola makan sehat seimbang berdasarkan kandungan gizi guna menunjang aktivitas jasmani harian (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan gizi seimbang (karbohidrat sebagai sumber tenaga gerak, protein untuk pemulihan dan pertumbuhan otot, vitamin dan mineral sebagai pengatur daya tahan tubuh, serta air untuk hidrasi) dalam menunjang aktivitas fisik (10 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Fungsi Nutrisi' menggunakan 4 kartu informasi gizi: Kartu 1 (Nasi/Roti -> Karbohidrat untuk energi gerak), Kartu 2 (Telur/Ikan -> Protein untuk regenerasi sel dan otot), Kartu 3 (Bayam/Jeruk -> Vitamin dan mineral untuk imunitas tubuh), Kartu 4 (Air putih -> Cairan tubuh pencegah dehidrasi saat bergerak) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Pemilihan Menu Sehat Seimbang. Murid secara mandiri memilih dan menyusun 1 paket menu makan siang sehat seimbang dari daftar pilihan bahan makanan yang disediakan untuk menunjang aktivitas olahraga sore hari (20 menit).
- Murid menuliskan penjelasan tertulis pada lembar kerja mengenai alasan pemilihan menu tersebut berdasarkan kandungan gizinya dalam menunjang aktivitas fisik (acuan: menu wajib mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur/buah, serta air, disertai penjelasan bahwa karbohidrat memberi tenaga gerak dan protein membantu ketahanan otot) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereview kembali kesesuaian komposisi gizi menu yang dipilih terhadap kebutuhan aktivitas fisik harian, memeriksa apakah masih ada kelebihan lemak/gula atau kekurangan serat (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama prinsip pemilihan pola makan sehat seimbang untuk mendukung kebugaran jasmani (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan persiapan untuk asesmen sumatif portofolio lembar kerja pada pertemuan berikutnya (4 menit).
- Pelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu visual komposisi 'Isi Piringku' sebagai panduan proporsi piring makan; murid dengan pemahaman cepat diberikan data tambahan aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi untuk disesuaikan porsi kalorinya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara bertahap saat mengidentifikasi kandungan gizi menu pilihan; murid yang sudah mahir menyusun menu secara mandiri tanpa pendampingan intensif.
- Produk: Format penjelasan alasan pemilihan menu dapat berupa paragraf penjelasan utuh (bagi murid reguler/mahir) atau melengkapi kalimat panduan terstruktur (bagi murid yang membutuhkan bimbingan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan zat gizi utama sebagai sumber energi saat beraktivitas jasmani! (Acuan: Karbohidrat); (2) Sebutkan zat gizi yang berfungsi memperbaiki jaringan otot setelah berolahraga! (Acuan: Protein).
Proses:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid dalam kuis 'Tebak Fungsi Nutrisi' menggunakan 4 kartu informasi gizi: Kartu 1 (Nasi/Roti -> Karbohidrat untuk tenaga), Kartu 2 (Telur/Ikan -> Protein untuk perbaikan otot), Kartu 3 (Bayam/Jeruk -> Vitamin & mineral untuk daya tahan), Kartu 4 (Air putih -> Cairan pencegah dehidrasi).
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan pemilihan pola makan sehat seimbang: Murid memilih paket makanan dari opsi yang tersedia (Pilihan benar seimbang: Nasi merah/nasi putih + dada ayam/tahu-tempe + tumis sayur/buah + air putih; Pilihan pengalih tidak seimbang: Mi instan + sosis goreng tepung + es minuman boba berkadar gula tinggi) dan menjelaskan fungsi kandungan gizi karbohidrat sebagai penyedia tenaga serta protein sebagai pembangun otot untuk aktivitas jasmani.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): Jelaskan mengapa seorang anak yang akan berolahraga di siang hari tidak disarankan hanya mengonsumsi makanan manis/berlemak tinggi tanpa karbohidrat dan protein seimbang! (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat penjelasan bahwa makanan tinggi gula/lemak tidak menyediakan energi bertahap yang tahan lama dan tidak membantu pemulihan otot, sedangkan tubuh membutuhkan karbohidrat untuk stamina gerak dan protein untuk mendukung kerja otot).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik fungsi gizi pada pendahuluan
- Kuis berpasangan tebak fungsi nutrisi
- Penilaian lembar kerja penjelasan pemilihan menu sehat seimbang berdasarkan kandungan gizi untuk menunjang aktivitas jasmani
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan kandungan gizi | Belum mampu menjelaskan kaitan kandungan gizi dalam menu yang dipilih dengan fungsinya menunjang aktivitas jasmani walau telah dibimbing guru. | Menjelaskan pemilihan menu sehat seimbang tetapi hanya menyebutkan 1 jenis zat gizi (hanya karbohidrat atau hanya protein) dan belum mengaitkannya secara lengkap dengan fungsinya menunjang aktivitas fisik harian. | Menjelaskan pemilihan menu sehat seimbang dengan tepat mencakup minimal 2 komponen zat gizi utama (karbohidrat sebagai sumber tenaga dan protein sebagai pemulih otot) serta fungsinya dalam menunjang aktivitas fisik harian sesuai acuan materi. | Menjelaskan pemilihan pola makan sehat seimbang secara mandiri dan rinci, mencakup seluruh komponen gizi (karbohidrat, protein, vitamin/mineral, hidrasi air) serta fungsinya yang spesifik dalam menunjang dan memulihkan tubuh selama aktivitas jasmani harian tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu memahami kaitan langsung antara asupan nutrisi seimbang dengan kemampuan tubuh beraktivitas fisik?
- Bagian mana dari aktivitas menyusun dan menjelaskan menu yang paling menantang bagi murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa memilih makanan yang seimbang untuk bekal energiku berolahraga sehari-hari?
- Zat gizi apa saja yang harus selalu ada di piring makanku agar tubuhku kuat dan tidak cepat lelah saat bergerak?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Mengidentifikasi kaitan antara gaya hidup dan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
- TP 5.5.2 Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan
- TP 5.5.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku sedenter
- TP 5.5.4 Menjelaskan pola makan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, serta memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-10, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 melalui Portofolio Lembar Kerja Terpadu 'Gaya Hidup Bugar dan Sehat' yang mencakup dua penugasan utama (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai tata cara pengerjaan Bagian 1: Tes tertulis uraian analisis kasus dan tabel gizi kemasan, serta Bagian 2: Penugasan karya edukasi visual dan perancangan matriks aktivitas jasmani, beserta kriteria rubrik penilaian yang digunakan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dalam kelompok mengerjakan Tugas 1 (Asesmen Tertulis Uraian & Analisis Nilai Gizi) yang memuat 4 butir soal: Butir 1 (TP 5.5.1): Menuliskan 3 risiko penyakit akibat kebiasaan bermain gawai 6 jam tanpa jeda dan konsumsi gorengan tinggi (Acuan Kunci: obesitas/kegemukan, diabetes melitus tipe 2, hipertensi/penyakit kardiovaskular); Butir 2 (TP 5.5.1): Mengidentifikasi kaitan pola tidur larut malam kurang dari 6 jam dengan daya tahan tubuh (Acuan Kunci: penurunan sistem imun/mudah terserang infeksi dan gangguan konsentrasi); Butir 3 (TP 5.5.4): Menganalisis tabel nilai gizi biskuit kemasan (energi 220 kkal, gula 18 g, lemak total 9 g, natrium 180 mg) apakah sesuai sebagai camilan utama sebelum berolahraga lari dan alasannya (Acuan Kunci: kurang sehat/tidak tepat karena kandungan gula dan lemak terlalu tinggi mendekati batas harian, sebaiknya diganti buah atau karbohidrat kompleks rendah gula); Butir 4 (TP 5.5.4): Menjelaskan 3 prinsip pola makan gizi seimbang Isi Piringku untuk menunjang aktivitas fisik (Acuan Kunci: 1/3 porsi makanan pokok/karbohidrat kompleks sebagai sumber energi, 1/3 porsi sayuran, 1/6 porsi lauk-pauk/protein untuk perbaikan jaringan otot, dan 1/6 porsi buah-buahan kaya vitamin/mineral serta cukup minum air putih minimal 8 gelas sehari) (43 menit).
- Murid dalam kelompok mengerjakan Tugas 2 (Karya Edukasi Visual & Matriks Aktivitas Jasmani) yang memuat: (a) Karya edukasi visual (TP 5.5.2) berupa infografik mini yang menghubungkan 3 gaya hidup buruk dengan aktivitas pencegahannya (Acuan Kunci Pasangan: [1] Gaya hidup duduk terus-menerus/kurang gerak dicegah dengan jalan cepat/bersepeda/naik-turun tangga minimal 30-60 menit harian; [2] Gaya hidup konsumsi tinggi gula/minuman manis kemasan dicegah dengan beralih ke air putih dan aktivitas kardiorespirasi seperti joging/lompat tali untuk membakar kelebihan kalori; [3] Gaya hidup screen time berlebih/menatap layar gawai dicegah dengan aturan jeda aktif setiap 30 menit melakukan peregangan statis/dinamis dan permainan luar ruang); dan (b) Matriks jadwal aktivitas jasmani harian (TP 5.5.3) yang merinci bentuk aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat minimal 60 menit per hari untuk usia sekolah (Acuan Kunci Komponen: rincian waktu pagi/sore, bentuk aktivitas seperti jalan kaki ke sekolah, bermain bola/senam aerobik/lompat tali akumulasi 60 menit, serta 2 langkah konkrit pemutus perilaku sedenter seperti membatasi gawai maksimal 2 jam per hari dan melakukan jeda jalan santai setiap 45 menit duduk) (43 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan portofolio lembar kerja terpadu kelompok, mengoreksi butir yang terlewat, dan menyerahkan berkas portofolio kepada guru (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan atas partisipasi dan komitmen belajar seluruh murid selama mempelajari Bab 5 'Menjadi Sehat dan Aktif' (2 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi penutupan bab, memotivasi pembiasaan gaya hidup aktif di kehidupan sehari-hari, serta menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar kerja dengan tata letak teks terbaca jelas dan tabel nilai gizi berukuran besar bagi kelompok murid dengan hambatan visual tanpa mengurangi kedalaman butir soal.
- Proses: Pemberian lembar panduan petunjuk teknis pengerjaan yang terstruktur dan arahan klarifikasi bahasa soal oleh guru secara netral tanpa memberi bocoran jawaban.
- Produk: Kelompok dapat menyusun infografik edukasi pada lembar kerja portofolio menggunakan diagram alur, tabel terstruktur, atau ilustrasi bagan visual sesuai kesepakatan internal kelompok.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio Lembar Kerja Terpadu 'Gaya Hidup Bugar dan Sehat': Kumpulan lembar kerja tertulis dan karya edukatif yang memuat analisis kasus risiko kesehatan gaya hidup, infografik/poster mini pencegahan penyakit, rancangan pemantauan aktivitas fisik pencegahan sedenter, serta ulasan kebutuhan gizi berdasarkan label pangan
- Tes tertulis uraian dan analisis tabel gizi serentak: Lembar asesmen tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid, memuat uraian analisis kaitan gaya hidup dengan risiko penyakit serta penjelasan pola makan sehat berdasarkan tabel informasi nilai gizi produk kemasan (50 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
- Penugasan karya edukasi visual dan perancangan jadwal aktivitas serentak: Lembar proyek mini yang memuat poster edukasi hubungan gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahannya serta matriks jadwal harian rekomendasi aktivitas jasmani guna meminimalkan perilaku sedenter (55 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian produk karya edukasi dan perencanaan aktivitas jasmani)
Sumatif:- Portofolio Lembar Kerja Terpadu 'Gaya Hidup Bugar dan Sehat': Kumpulan lembar kerja tertulis dan karya edukatif yang memuat analisis kasus risiko kesehatan gaya hidup, infografik/poster mini pencegahan penyakit, rancangan pemantauan aktivitas fisik pencegahan sedenter, serta ulasan kebutuhan gizi berdasarkan label pangan
- Tes tertulis uraian dan analisis tabel gizi serentak: Lembar asesmen tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid, memuat uraian analisis kaitan gaya hidup dengan risiko penyakit serta penjelasan pola makan sehat berdasarkan tabel informasi nilai gizi produk kemasan (50 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
- Penugasan karya edukasi visual dan perancangan jadwal aktivitas serentak: Lembar proyek mini yang memuat poster edukasi hubungan gaya hidup dengan alternatif aktivitas pencegahannya serta matriks jadwal harian rekomendasi aktivitas jasmani guna meminimalkan perilaku sedenter (55 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian produk karya edukasi dan perencanaan aktivitas jasmani)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kaitan gaya hidup dan risiko kesehatan (TP 5.5.1) | Hanya menuliskan 1 atau tidak ada risiko penyakit dan dampak pola tidur yang tepat dari daftar acuan (Acuan: obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi/kardiovaskular, penurunan imun). | Menuliskan 2 risiko penyakit dan kaitan pola tidur yang tepat dari daftar acuan. | Menuliskan 3 risiko penyakit dan kaitan pola tidur dengan daya tahan tubuh secara tepat dari daftar acuan. | Menuliskan 3 risiko penyakit dan kaitan pola tidur dengan daya tahan tubuh secara tepat, lengkap dengan analisis mekanisme dampak kesehatannya secara mendalam. | | Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya (TP 5.5.2) | Hanya menghubungkan 1 pasangan pola gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya secara tepat dari daftar acuan. | Menghubungkan 2 pasangan pola gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya secara tepat dari daftar acuan. | Menghubungkan seluruh 3 pasangan pola gaya hidup buruk (kurang gerak, tinggi gula, screen time berlebih) dengan alternatif aktivitas pencegahannya secara tepat sesuai daftar acuan. | Menghubungkan seluruh 3 pasangan pola gaya hidup buruk dengan aktivitas pencegahannya secara tepat serta merinci variasi aktivitas alternatif pencegahannya. | | Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku sedenter (TP 5.5.3) | Rancangan matriks jadwal hanya memuat aktivitas fisik dengan akumulasi durasi kurang dari 30 menit dan tidak memuat langkah konkrit pemutus perilaku sedenter. | Rancangan matriks jadwal memuat aktivitas fisik berdurasi 30-59 menit dan 1 langkah pemutus perilaku sedenter dari daftar acuan. | Rancangan matriks jadwal memuat rekomendasi aktivitas jasmani teratur minimal 60 menit per hari dan 2 langkah pencegahan perilaku sedenter (pembatasan waktu layar gawai maks 2 jam dan jeda peregangan aktif) secara tepat. | Rancangan matriks jadwal memuat rekomendasi aktivitas jasmani teratur minimal 60 menit per hari yang variatif beserta 2 langkah pencegahan perilaku sedenter secara terstruktur dan terukur. | | Menjelaskan pola makan sehat berdasarkan informasi kandungan gizi (TP 5.5.4) | Penjelasan mengenai analisis tabel nilai gizi produk kemasan dan prinsip Isi Piringku keliru atau tidak sesuai daftar acuan. | Menjelaskan analisis tabel nilai gizi produk biskuit secara tepat, namun prinsip Isi Piringku hanya menyebutkan 2 komponen dari daftar acuan. | Menjelaskan ketidaksesuaian nilai gizi produk tinggi gula/lemak serta menjelaskan seluruh 4 prinsip Isi Piringku (karbohidrat, sayur, protein, buah/air) secara tepat sesuai daftar acuan. | Menjelaskan ketidaksesuaian nilai gizi produk tinggi gula/lemak dan seluruh 4 prinsip Isi Piringku secara tepat, disertai penjelasan rasional kebutuhan energi aktivitas fisik secara runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengerjaan 50 menit untuk Tugas 1 dan 55 menit untuk Tugas 2 berjalan efektif bagi seluruh kelompok?
- Bagaimanakah tingkat pemahaman terpadu murid pada Bab 5 setelah menyelesaikan portofolio lembar kerja gaya hidup bugar dan sehat ini?
Murid:- Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi kaitan kebiasaan sehari-hari dengan risiko penyakit dan kebutuhan giziku?
- Rencana nyata apa yang akan aku lakukan mulai hari ini untuk menjaga kebugaran jasmani dan membatasi perilaku diam/sedenter?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, Bab 5)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, Bab 5)
- Infografik Pedoman Aktivitas Fisik dan Pencegahan Perilaku Sedenter (Kemenkes RI / WHO)
- Set kartu pasangan gaya hidup dan risiko kesehatan
- Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5: Menjadi Sehat dan Aktif.
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5: Menjadi Sehat dan Aktif, Halaman 150-151.
- Panduan WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (2020) & Materi Edukasi GERMAS Kemenkes RI.
- Kartu pasangan 'Kebiasaan dan Risiko Penyakit' serta Lembar Kerja Studi Kasus Keseharian.
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Bab 5 'Menjadi Sehat dan Aktif', Kemendikbudristek 2024
- Set kartu pasangan 'Kasus Kurang Gerak & Aktivitas Pencegahan'
- Lembar Kerja Murid (LKM) Menghubungkan Gaya Hidup dan Pencegahannya
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Bab 5 Menjadi Sehat dan Aktif (Kemendikbudristek, 2024)
- Kartu Skenario Profil Pola Gaya Hidup dan Kartu Alternatif Aktivitas Jasmani Otoritas Kesehatan
- Bagan Pedoman Aktivitas Fisik Sehat Kemenkes RI / WHO
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SD/MI Kelas V
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI
- Infografik Panduan Rekomendasi Aktivitas Fisik Harian WHO / Kemenkes RI
- Kartu gambar bentuk aktivitas jasmani (berjalan cepat, bersepeda, berlari, lompat tali, senam)
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V Bab 5 'Menjadi Sehat dan Aktif' (Kemendikbudristek, 2022, hal. 146-151).
- Kartu situasi dan kartu tindakan pencegahan perilaku sedenter.
- Lembar Kerja Murid: Mengidentifikasi Perilaku Sedenter dan Pencegahannya.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V, Bab 5 'Menjadi Sehat dan Aktif'.
- Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V, Bab 5.
- Bagan Visual 'Piring Makanku dan Zat Gizi Utama' (Kementerian Kesehatan RI).
- Set Kartu Tebak Gizi dan Lembar Kerja 'Analisis Menu dan Fungsi Gizi untuk Aktivitas Jasmani'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas V, Kemdikbudristek, 2025.
- Buku Panduan Siswa PJOK Kelas V SD/MI, Kemdikbudristek, 2025.
- Bagan Peraga Informasi Nilai Gizi dan Kartu Label Pangan Kemasan Tiruan (P2PTM Kemenkes RI).
- Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2021, Bab 5: Menjadi Sehat dan Aktif, Hal. 212-226)
- Buku Siswa PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, Bab 5: Menjadi Sehat dan Aktif, Hal. 166-177)
- Kartu informasi kandungan gizi makanan dan poster pedoman gizi seimbang 'Isi Piringku'
- Buku Panduan Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Bab 5, Kemendikbudristek 2024
- Lembar Kerja Terpadu Asesmen Sumatif Bab 5: Bagian 1 (Tes Tertulis & Analisis Nilai Gizi) dan Bagian 2 (Karya Edukasi Visual & Matriks Aktivitas Fisik Harian)
- Contoh label Informasi Nilai Gizi produk kemasan pangan
|