Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Modifikasi Permainan Inklusif untuk Mendukung Partisipasi Komunitas

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Modifikasi Permainan Inklusif untuk Mendukung Partisipasi Komunitas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Modifikasi Permainan Inklusif untuk Mendukung Partisipasi Komunitas

PJOK - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Modifikasi Permainan Inklusif untuk Mendukung Partisipasi Komunitas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikModifikasi Permainan Inklusif untuk Mendukung Partisipasi Komunitas
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan dalam komunitas kesehatan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif seluruh anggota
  2. Murid dapat menyesuaikan keterampilan gerak yang dimiliki untuk diterapkan dalam berbagai situasi permainan yang dimodifikasi bersama komunitas

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda? Bagaimana caranya agar semua bisa ikut bermain dengan senang?
  2. Apa yang membuat sebuah permainan menjadi adil untuk semua pemain?
  3. Bagaimana kita bisa mengubah aturan permainan agar semua anggota komunitas dapat berpartisipasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan fisik murid
  • Guru melakukan pemanasan ringan dengan permainan sederhana yang melibatkan seluruh murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang permainan inklusif yang mendukung partisipasi semua anggota komunitas
  • Guru menanyakan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Asesmen awal: Guru mengamati dan mencatat pengalaman awal murid tentang bermain dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda melalui diskusi singkat

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau video anak-anak dengan kemampuan berbeda yang bermain bersama
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi perbedaan kemampuan yang terlihat dalam gambar/video tersebut
  • Guru menjelaskan konsep permainan inklusif: permainan yang dirancang untuk semua anak tanpa memandang latar belakang, jenis kelamin, dan kemampuan fisik
  • Murid membaca materi singkat tentang prinsip dasar permainan inklusif: keadilan (fair play), keamanan, keterlibatan semua anggota, dan penyesuaian aturan
  • Guru memberikan contoh nyata modifikasi permainan, misalnya: bola yang lebih besar untuk yang sulit menangkap, area bermain yang lebih kecil, atau waktu bermain yang disesuaikan
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi masalah dalam permainan biasa yang membuat tidak semua orang bisa ikut

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih satu permainan tradisional atau permainan yang mereka kenal (misalnya: gobak sodor, bola basket, atau permainan lainnya)
  • Kelompok merancang modifikasi permainan tersebut agar inklusif dengan mempertimbangkan: ukuran lapangan, jumlah pemain, aturan scoring, alat yang digunakan, dan waktu bermain
  • Murid menuliskan aturan alternatif yang mereka rancang pada lembar kerja kelompok
  • Setiap kelompok menguji coba permainan yang telah dimodifikasi dengan melibatkan seluruh anggota kelompok
  • Selama uji coba, murid menyesuaikan keterampilan gerak mereka sesuai dengan modifikasi yang dibuat (misalnya: cara melempar, menangkap, atau bergerak dalam area yang lebih kecil)
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik konstruktif selama uji coba berlangsung
  • Kelompok melakukan evaluasi: apakah semua anggota bisa berpartisipasi? Apa yang perlu diperbaiki?

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan permainan inklusif mereka di depan kelas secara bergantian
  • Kelompok lain memberikan masukan dan apresiasi terhadap rancangan yang dipresentasikan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Apa tantangan terbesar dalam membuat permainan inklusif? Bagaimana perasaan kalian saat semua bisa ikut bermain?
  • Murid merenungkan pengalaman mereka: keterampilan gerak apa yang mereka sesuaikan? Bagaimana modifikasi membantu partisipasi semua anggota?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi pada lembar refleksi: Apa yang saya pelajari hari ini? Bagaimana saya bisa menerapkan ini di komunitas saya?
  • Guru menegaskan kembali pentingnya fair play dan inklusivitas dalam permainan dan kehidupan sehari-hari

Penutup:

  • Guru melakukan pendinginan dengan gerakan peregangan ringan bersama-sama
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu contoh modifikasi yang bisa diterapkan di komunitas mereka
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan kreativitas murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan tantangan untuk merancang modifikasi permainan yang lebih kompleks dengan lebih banyak variabel (misalnya: melibatkan peserta dengan berbagai tingkat kemampuan fisik). Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan contoh modifikasi yang lebih sederhana dan dipandu langkah demi langkah oleh guru
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan untuk fokus pada satu aspek modifikasi terlebih dahulu (misalnya: hanya mengubah ukuran lapangan). Murid yang cepat dapat langsung menguji coba dan melakukan perbaikan berkali-kali. Guru memberikan scaffolding berbeda untuk setiap kelompok sesuai kebutuhan
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil: demonstrasi langsung, gambar aturan permainan, atau penjelasan lisan. Murid yang lebih mahir dapat membuat dokumentasi video atau poster permainan yang mereka rancang sebagai tantangan tambahan

ASESMEN

Awal:

  • Diskusi singkat tentang pengalaman bermain dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda
  • Pertanyaan lisan: Apa yang membuat permainan menjadi sulit untuk diikuti oleh semua orang?
  • Observasi pemahaman awal murid tentang konsep keadilan dalam permainan

Proses:

  • Observasi kerja sama kelompok dalam merancang modifikasi permainan
  • Checklist kemampuan mengidentifikasi prinsip permainan inklusif (keadilan, keamanan, keterlibatan, penyesuaian)
  • Pengamatan kemampuan murid menyesuaikan keterampilan gerak selama uji coba
  • Catatan anekdot tentang kontribusi murid dalam diskusi dan praktik
  • Umpan balik lisan selama kegiatan berlangsung

Akhir:

  • Presentasi hasil rancangan permainan inklusif oleh kelompok
  • Lembar refleksi pribadi: Apa yang saya pelajari? Bagaimana saya menerapkannya di komunitas?
  • Pertanyaan evaluasi: Sebutkan satu contoh modifikasi yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah atau rumah
  • Penilaian produk: kelengkapan dan kelayakan aturan alternatif yang dirancang

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam diskusi kelompok
  • Pengamatan proses perancangan modifikasi permainan oleh kelompok
  • Observasi keterampilan gerak murid saat uji coba permainan yang dimodifikasi
  • Tanya jawab selama kegiatan pembelajaran berlangsung

Sumatif:

  • Penilaian hasil rancangan permainan inklusif kelompok berdasarkan rubrik
  • Penilaian kemampuan presentasi dan komunikasi kelompok
  • Penilaian lembar refleksi pribadi murid
  • Penilaian keterampilan menyesuaikan gerak dalam situasi permainan yang dimodifikasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan inklusifBelum mampu mengidentifikasi kebutuhan modifikasi atau merancang aturan alternatif yang mendukung inklusivitasMampu mengidentifikasi kebutuhan modifikasi namun rancangan aturan alternatif masih sederhana dan belum sepenuhnya mendukung partisipasi semua anggotaMampu merancang aturan alternatif yang jelas dan mendukung fair play serta partisipasi inklusif sebagian besar anggotaMampu merancang aturan alternatif yang komprehensif, kreatif, dan efektif mendukung fair play serta partisipasi inklusif seluruh anggota dengan mempertimbangkan berbagai kemampuan
Menyesuaikan keterampilan gerak dalam situasi permainan yang dimodifikasiBelum mampu menyesuaikan keterampilan gerak dengan modifikasi permainan yang dibuatMampu menyesuaikan beberapa keterampilan gerak namun masih memerlukan bimbingan guru secara intensifMampu menyesuaikan keterampilan gerak dengan baik dalam situasi permainan yang dimodifikasi dengan sedikit bimbinganMampu menyesuaikan dan mentransfer keterampilan gerak secara mandiri dan efektif dalam berbagai situasi permainan yang dimodifikasi
Kolaborasi dan kontribusi dalam kelompokBelum berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok dan belum memberikan kontribusiMulai berpartisipasi dalam kelompok namun kontribusi masih terbatasBerpartisipasi aktif dalam kelompok, memberikan kontribusi ide, dan mendukung anggota lainBerpartisipasi sangat aktif, memberikan kontribusi ide kreatif, mendorong partisipasi semua anggota, dan menegosiasikan peran dengan baik
Pemahaman konsep fair play dan inklusivitasBelum memahami konsep fair play dan inklusivitas dalam permainanMulai memahami konsep fair play dan inklusivitas namun belum bisa menjelaskan dengan baikMemahami dan mampu menjelaskan konsep fair play dan inklusivitas serta menerapkannya dalam rancangan permainanMemahami secara mendalam konsep fair play dan inklusivitas, mampu menjelaskan dengan baik, dan menerapkan dalam berbagai konteks permainan dengan kreativitas tinggi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Bagian mana yang perlu diperbaiki di pertemuan selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid selama pembelajaran?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah mengukur capaian pembelajaran secara menyeluruh?
  • Apa tantangan yang dihadapi dalam mengajarkan konsep inklusivitas dan bagaimana mengatasinya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa tantangan yang saya hadapi saat merancang permainan inklusif?
  • Bagaimana perasaan saya ketika semua teman bisa ikut bermain?
  • Keterampilan gerak apa yang saya sesuaikan hari ini?
  • Bagaimana saya bisa menerapkan konsep permainan inklusif di komunitas atau lingkungan saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 5 (Bab 3: Aturan Baru, Permainan Seru)
  2. Buku Guru PJOK Kelas 5 (Bab 4: Komunitas Kesehatan)
  3. Video atau gambar tentang permainan inklusif untuk anak dengan berbagai kemampuan
  4. Lembar kerja kelompok untuk merancang modifikasi permainan
  5. Lembar refleksi pribadi murid
  6. Alat permainan: bola berbagai ukuran, cone, tali, peluit
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil diskusi
  8. Area lapangan atau halaman sekolah untuk uji coba permainan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.