Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan

PJOK - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani untuk mencegah perilaku sedenter dan menjelaskan peran komunitas kesehatan dalam mendukung pencegahan tersebut
  2. Murid dapat merancang jadwal aktivitas fisik sederhana dalam komunitas kesehatan sebagai strategi pribadi untuk menghindari perilaku sedenter

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Berapa lama kamu duduk atau berbaring dalam sehari tanpa bergerak aktif?
  2. Apa yang terjadi pada tubuh kita jika terlalu lama tidak bergerak?
  3. Bagaimana komunitas kesehatan di sekitarmu dapat membantu kamu lebih aktif bergerak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada murid: Siapa yang hari ini duduk lebih dari 3 jam tanpa banyak bergerak? (asesmen awal diagnostik)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang perilaku sedenter dan bagaimana komunitas kesehatan membantu kita lebih aktif
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu
  • Guru melakukan pemanasan ringan selama 5 menit: peregangan leher, bahu, tangan, kaki, dan gerakan jalan di tempat

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep perilaku sedenter (gaya hidup kurang gerak) dengan bahasa sederhana: perilaku duduk, berbaring, atau aktivitas dengan pengeluaran energi sangat rendah dalam waktu lama
  • Murid mengamati video atau gambar tentang contoh perilaku sedenter (menonton TV lama, bermain gadget berjam-jam, duduk belajar tanpa jeda gerak)
  • Guru memandu diskusi kelas tentang dampak negatif perilaku sedenter: obesitas, lemah otot, kurang konsentrasi, mudah lelah
  • Murid mencatat rekomendasi aktivitas jasmani dari WHO untuk anak usia sekolah: minimal 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang-berat per hari, batasi screen time maksimal 2 jam per hari
  • Guru mengenalkan peran komunitas kesehatan (kelompok senam, klub olahraga sekolah, komunitas sepeda santai) dalam mencegah perilaku sedenter melalui kegiatan rutin bersama

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi tentang aktivitas komunitas kesehatan yang ada di lingkungan mereka
  • Setiap kelompok merancang jadwal aktivitas fisik mingguan sederhana untuk mencegah perilaku sedenter, meliputi: jenis aktivitas (senam, jalan kaki, bermain bola, bersepeda), durasi (minimal 60 menit per hari), waktu pelaksanaan (pagi/sore), tempat (halaman rumah, lapangan, taman)
  • Murid menuliskan jadwal aktivitas dalam format tabel di kertas atau buku tugas
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan jadwal aktivitas mereka di depan kelas
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi terhadap setiap rancangan, menekankan pentingnya konsistensi dan variasi aktivitas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan melakukan refleksi pribadi dengan menjawab pertanyaan: Apa yang sudah saya pahami tentang perilaku sedenter? Apa yang akan saya lakukan mulai besok untuk lebih aktif?
  • Guru memandu refleksi bersama dengan bertanya: Apakah kalian merasa lebih paham tentang pentingnya bergerak aktif? Apa tantangan terbesar untuk menghindari perilaku sedenter?
  • Murid menuliskan komitmen pribadi untuk mengurangi perilaku sedenter dan meningkatkan aktivitas fisik dalam satu minggu ke depan
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: perilaku sedenter berbahaya bagi kesehatan, kita butuh minimal 60 menit aktivitas fisik setiap hari, komunitas kesehatan membantu kita lebih konsisten bergerak

Penutup:

  • Guru melakukan pendinginan dengan peregangan statis selama 3 menit
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: Sebutkan 3 contoh perilaku sedenter! Berapa menit aktivitas fisik yang direkomendasikan per hari?
  • Guru memberikan penguatan positif dan memotivasi murid untuk menerapkan jadwal aktivitas yang telah dibuat
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diminta mengidentifikasi lebih banyak contoh perilaku sedenter dari kehidupan sehari-hari. Murid yang membutuhkan pendampingan lebih diberikan panduan visual berupa gambar dan infografis tentang perilaku sedenter.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung merancang jadwal aktivitas individual secara mandiri. Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dalam kelompok dengan bimbingan guru secara intensif.
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat jadwal aktivitas untuk 2 minggu dengan variasi aktivitas lebih beragam. Murid yang membutuhkan penyesuaian cukup membuat jadwal sederhana untuk 1 minggu dengan 3-4 jenis aktivitas.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Berapa lama kalian duduk atau berbaring hari ini tanpa bergerak aktif?
  • Tanya jawab singkat tentang pemahaman awal murid mengenai pentingnya bergerak aktif

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok tentang komunitas kesehatan
  • Penilaian proses perancangan jadwal aktivitas fisik: kelengkapan komponen, kesesuaian dengan rekomendasi, kreativitas
  • Pertanyaan lisan saat presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman

Akhir:

  • Kuis lisan: Sebutkan 3 contoh perilaku sedenter! Berapa menit aktivitas fisik yang direkomendasikan WHO untuk anak sekolah?
  • Penilaian komitmen pribadi tertulis: kelengkapan isi, kesesuaian dengan materi, kesungguhan refleksi

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian rancangan jadwal aktivitas fisik kelompok
  • Pengamatan kemampuan murid mengidentifikasi perilaku sedenter

Sumatif:

  • Kuis lisan tentang konsep perilaku sedenter dan rekomendasi aktivitas jasmani
  • Penilaian komitmen pribadi tertulis untuk mengurangi perilaku sedenter

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi perilaku sedenterBelum dapat menyebutkan contoh perilaku sedenter dengan tepatDapat menyebutkan 1 contoh perilaku sedenter dengan bantuan guruDapat menyebutkan 2-3 contoh perilaku sedenter secara mandiriDapat menyebutkan lebih dari 3 contoh perilaku sedenter dan menjelaskan dampaknya
Kemampuan merancang jadwal aktivitas fisikJadwal tidak lengkap dan tidak sesuai rekomendasi (kurang dari 30 menit per hari)Jadwal memuat 1-2 jenis aktivitas dengan durasi minimal 30 menit per hariJadwal memuat 3-4 jenis aktivitas dengan durasi 60 menit per hariJadwal lengkap dengan variasi aktivitas beragam, durasi sesuai rekomendasi (60 menit/hari), dan mempertimbangkan waktu serta tempat yang realistis
Pemahaman peran komunitas kesehatanBelum dapat menjelaskan peran komunitas kesehatanDapat menyebutkan 1 contoh komunitas kesehatan dengan bantuanDapat menjelaskan peran komunitas kesehatan dalam mendukung aktivitas fisikDapat menjelaskan peran komunitas kesehatan secara rinci dan mengaitkan dengan pencegahan perilaku sedenter
Partisipasi dan kolaborasi dalam kelompokPasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMengikuti diskusi tetapi kontribusi terbatasAktif berdiskusi dan memberikan ide dalam kelompokSangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu anggota kelompok lain memahami materi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep perilaku sedenter dengan baik?
  • Apakah metode diskusi kelompok efektif untuk merancang jadwal aktivitas fisik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami tentang perilaku sedenter hari ini?
  • Apakah saya akan menerapkan jadwal aktivitas fisik yang sudah saya buat?
  • Apa tantangan terbesar bagi saya untuk mengurangi perilaku sedenter?
  • Bagaimana komunitas kesehatan dapat membantu saya lebih aktif bergerak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka Bab 4: Komunitas Kesehatan
  2. Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka
  3. Video edukasi tentang perilaku sedenter dan dampaknya
  4. Infografis rekomendasi aktivitas jasmani WHO untuk anak usia sekolah
  5. Kertas plano atau kertas A4 untuk membuat jadwal aktivitas
  6. Spidol atau alat tulis
  7. Peluit, stopwatch (opsional untuk pemanasan)
  8. Lingkungan sekitar sekolah untuk identifikasi komunitas kesehatan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.