MODUL AJAR PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Pencegahan Perilaku Sedenter melalui Partisipasi Komunitas Kesehatan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani untuk mencegah perilaku sedenter dan menjelaskan peran komunitas kesehatan dalam mendukung pencegahan tersebut
- Murid dapat merancang jadwal aktivitas fisik sederhana dalam komunitas kesehatan sebagai strategi pribadi untuk menghindari perilaku sedenter
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Berapa lama kamu duduk atau berbaring dalam sehari tanpa bergerak aktif?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita jika terlalu lama tidak bergerak?
- Bagaimana komunitas kesehatan di sekitarmu dapat membantu kamu lebih aktif bergerak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada murid: Siapa yang hari ini duduk lebih dari 3 jam tanpa banyak bergerak? (asesmen awal diagnostik)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang perilaku sedenter dan bagaimana komunitas kesehatan membantu kita lebih aktif
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu
- Guru melakukan pemanasan ringan selama 5 menit: peregangan leher, bahu, tangan, kaki, dan gerakan jalan di tempat
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep perilaku sedenter (gaya hidup kurang gerak) dengan bahasa sederhana: perilaku duduk, berbaring, atau aktivitas dengan pengeluaran energi sangat rendah dalam waktu lama
- Murid mengamati video atau gambar tentang contoh perilaku sedenter (menonton TV lama, bermain gadget berjam-jam, duduk belajar tanpa jeda gerak)
- Guru memandu diskusi kelas tentang dampak negatif perilaku sedenter: obesitas, lemah otot, kurang konsentrasi, mudah lelah
- Murid mencatat rekomendasi aktivitas jasmani dari WHO untuk anak usia sekolah: minimal 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang-berat per hari, batasi screen time maksimal 2 jam per hari
- Guru mengenalkan peran komunitas kesehatan (kelompok senam, klub olahraga sekolah, komunitas sepeda santai) dalam mencegah perilaku sedenter melalui kegiatan rutin bersama
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi tentang aktivitas komunitas kesehatan yang ada di lingkungan mereka
- Setiap kelompok merancang jadwal aktivitas fisik mingguan sederhana untuk mencegah perilaku sedenter, meliputi: jenis aktivitas (senam, jalan kaki, bermain bola, bersepeda), durasi (minimal 60 menit per hari), waktu pelaksanaan (pagi/sore), tempat (halaman rumah, lapangan, taman)
- Murid menuliskan jadwal aktivitas dalam format tabel di kertas atau buku tugas
- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan jadwal aktivitas mereka di depan kelas
- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi terhadap setiap rancangan, menekankan pentingnya konsistensi dan variasi aktivitas
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan melakukan refleksi pribadi dengan menjawab pertanyaan: Apa yang sudah saya pahami tentang perilaku sedenter? Apa yang akan saya lakukan mulai besok untuk lebih aktif?
- Guru memandu refleksi bersama dengan bertanya: Apakah kalian merasa lebih paham tentang pentingnya bergerak aktif? Apa tantangan terbesar untuk menghindari perilaku sedenter?
- Murid menuliskan komitmen pribadi untuk mengurangi perilaku sedenter dan meningkatkan aktivitas fisik dalam satu minggu ke depan
- Guru menyimpulkan pembelajaran: perilaku sedenter berbahaya bagi kesehatan, kita butuh minimal 60 menit aktivitas fisik setiap hari, komunitas kesehatan membantu kita lebih konsisten bergerak
Penutup:- Guru melakukan pendinginan dengan peregangan statis selama 3 menit
- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: Sebutkan 3 contoh perilaku sedenter! Berapa menit aktivitas fisik yang direkomendasikan per hari?
- Guru memberikan penguatan positif dan memotivasi murid untuk menerapkan jadwal aktivitas yang telah dibuat
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat memahami diminta mengidentifikasi lebih banyak contoh perilaku sedenter dari kehidupan sehari-hari. Murid yang membutuhkan pendampingan lebih diberikan panduan visual berupa gambar dan infografis tentang perilaku sedenter.
- Proses: Murid yang cepat dapat langsung merancang jadwal aktivitas individual secara mandiri. Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dalam kelompok dengan bimbingan guru secara intensif.
- Produk: Murid yang cepat diminta membuat jadwal aktivitas untuk 2 minggu dengan variasi aktivitas lebih beragam. Murid yang membutuhkan penyesuaian cukup membuat jadwal sederhana untuk 1 minggu dengan 3-4 jenis aktivitas.
ASESMENAwal:- Pertanyaan diagnostik lisan: Berapa lama kalian duduk atau berbaring hari ini tanpa bergerak aktif?
- Tanya jawab singkat tentang pemahaman awal murid mengenai pentingnya bergerak aktif
Proses:- Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok tentang komunitas kesehatan
- Penilaian proses perancangan jadwal aktivitas fisik: kelengkapan komponen, kesesuaian dengan rekomendasi, kreativitas
- Pertanyaan lisan saat presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman
Akhir:- Kuis lisan: Sebutkan 3 contoh perilaku sedenter! Berapa menit aktivitas fisik yang direkomendasikan WHO untuk anak sekolah?
- Penilaian komitmen pribadi tertulis: kelengkapan isi, kesesuaian dengan materi, kesungguhan refleksi
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
- Penilaian rancangan jadwal aktivitas fisik kelompok
- Pengamatan kemampuan murid mengidentifikasi perilaku sedenter
Sumatif:- Kuis lisan tentang konsep perilaku sedenter dan rekomendasi aktivitas jasmani
- Penilaian komitmen pribadi tertulis untuk mengurangi perilaku sedenter
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengidentifikasi perilaku sedenter | Belum dapat menyebutkan contoh perilaku sedenter dengan tepat | Dapat menyebutkan 1 contoh perilaku sedenter dengan bantuan guru | Dapat menyebutkan 2-3 contoh perilaku sedenter secara mandiri | Dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh perilaku sedenter dan menjelaskan dampaknya | | Kemampuan merancang jadwal aktivitas fisik | Jadwal tidak lengkap dan tidak sesuai rekomendasi (kurang dari 30 menit per hari) | Jadwal memuat 1-2 jenis aktivitas dengan durasi minimal 30 menit per hari | Jadwal memuat 3-4 jenis aktivitas dengan durasi 60 menit per hari | Jadwal lengkap dengan variasi aktivitas beragam, durasi sesuai rekomendasi (60 menit/hari), dan mempertimbangkan waktu serta tempat yang realistis | | Pemahaman peran komunitas kesehatan | Belum dapat menjelaskan peran komunitas kesehatan | Dapat menyebutkan 1 contoh komunitas kesehatan dengan bantuan | Dapat menjelaskan peran komunitas kesehatan dalam mendukung aktivitas fisik | Dapat menjelaskan peran komunitas kesehatan secara rinci dan mengaitkan dengan pencegahan perilaku sedenter | | Partisipasi dan kolaborasi dalam kelompok | Pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok | Mengikuti diskusi tetapi kontribusi terbatas | Aktif berdiskusi dan memberikan ide dalam kelompok | Sangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu anggota kelompok lain memahami materi |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat memahami konsep perilaku sedenter dengan baik?
- Apakah metode diskusi kelompok efektif untuk merancang jadwal aktivitas fisik?
- Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
Refleksi Murid:- Apa yang sudah saya pahami tentang perilaku sedenter hari ini?
- Apakah saya akan menerapkan jadwal aktivitas fisik yang sudah saya buat?
- Apa tantangan terbesar bagi saya untuk mengurangi perilaku sedenter?
- Bagaimana komunitas kesehatan dapat membantu saya lebih aktif bergerak?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka Bab 4: Komunitas Kesehatan
- Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka
- Video edukasi tentang perilaku sedenter dan dampaknya
- Infografis rekomendasi aktivitas jasmani WHO untuk anak usia sekolah
- Kertas plano atau kertas A4 untuk membuat jadwal aktivitas
- Spidol atau alat tulis
- Peluit, stopwatch (opsional untuk pemanasan)
- Lingkungan sekitar sekolah untuk identifikasi komunitas kesehatan
|