Modul AjarBab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 5 Bab 4: Komunitas Kesehatan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian PJOK kelas 5 untuk Bab 4 "Komunitas Kesehatan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5 Bab 4: Komunitas Kesehatan

PJOK - Kelas 5

Bab 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 4 — Komunitas Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 4 — Komunitas Kesehatan
Alokasi Waktu25 JP (25 x 35 menit = 875 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.4.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani pada kelompok atau komunitas kesehatan
  2. TP 5.4.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan melalui kegiatan komunitas
  3. TP 5.4.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani untuk mendukung partisipasi dalam komunitas kesehatan
  4. TP 5.4.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui pembiasaan aktif bersama komunitas
  5. TP 5.4.5 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam berbagai aktivitas jasmani komunitas

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Aktivitas gerak apa yang paling sering kalian lakukan bersama teman di sekolah?
  2. Bagaimana rasanya ketika kita ikut bergerak bersama dalam permainan kelompok?
  3. Pernahkah kalian melihat kelompok senam kebugaran di lingkungan sekitar bergerak bersama diiringi musik?
  4. Bagaimana rasanya bergerak melakukan senam kebugaran bersama-sama dalam satu kelompok besar?
  5. Mengapa dada kita berdegup lebih kencang saat selesai berlari dibanding saat sedang duduk diam?
  6. Bagaimana berolahraga secara teratur bersama komunitas dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah kita menjadi lebih kuat dan sehat?
  7. Bagaimana perasaan atau suasana hatimu setelah bermain dan bergerak aktif bersama teman-teman?
  8. Mengapa tubuh dan pikiran kita terasa lebih segar, rileks, dan gembira setelah melakukan olahraga secara teratur?
  9. Berapa menit sebaiknya anak-anak seusia kita bergerak aktif setiap harinya agar tubuh tetap bugar?
  10. Berapa hari dalam seminggu sebuah komunitas olahraga sebaiknya mengadakan latihan bersama agar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan?
  11. Apa yang biasanya kamu rasakan di tubuh jika duduk diam bermain gawai selama 3 jam tanpa jeda bergerak?
  12. Bagaimana pembiasaan gerak aktif bersama teman atau komunitas dapat membantu kita menghindari kebiasaan malas bergerak (sedenter)?
  13. Apa yang terjadi jika dalam sebuah kelompok olahraga semua orang ingin memimpin gerakan tanpa ada yang mengatur giliran?
  14. Bagaimana peran seorang pencatat membantu kelompok mengetahui apakah semua anggota sudah bergerak secara teratur?
  15. Apa tugas utama seorang koordinator pos agar anggota kelompok tahu gerakan apa yang harus dilakukan?
  16. Bagaimana kata-kata penyemangat tim dapat membantu teman yang mulai kelelahan menyelesaikan aktivitas pos kebugaran?
  17. Bagaimana partisipasi dan peranmu dalam kegiatan jasmani kelompok dapat mendukung kesehatan tubuh secara teratur?
  18. Apa saja rekomendasi durasi aktivitas fisik harian serta cara nyata yang kamu pilih untuk mencegah perilaku sedenter?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Permainan Kelompok Sederhana pada Komunitas Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani pada kelompok atau komunitas kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran di lapangan/halaman sekolah dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik seluruh murid untuk beraktivitas jasmani (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu berpartisipasi aktif dalam rangkaian aktivitas jasmani permainan kelompok sederhana di lingkungan komunitas sekolah (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan partisipasi gerak dengan meminta murid merespons 3 isyarat gerak dasar di tempat: berjalan di tempat saat peluit 1 kali, melompat ringan saat peluit 2 kali, dan berputar perlahan saat peluit 3 kali untuk memetakan kesiapan murid mengikuti gerak bersama (acuan: peluit 1 = jalan di tempat, peluit 2 = lompat ringan, peluit 3 = putar perlahan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai aturan serta alur partisipasi gerak dalam 2 jenis permainan kelompok sederhana di komunitas sekolah: (1) Permainan 'Jaring Ikan Berantai' (berlari dalam batas lapangan tanpa saling bertubrukan) dan (2) Permainan 'Estafet Gerak Lincah' (berlari bolak-balik melintasi 3 cone berjarak 5 meter) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan pemanasan terpadu bersama kelompok besar dengan gerakan dinamis peregangan kaki dan lengan untuk menyiapkan tubuh menghadapi aktivitas jasmani (5 menit).
  • Murid berpartisipasi secara langsung dalam permainan kelompok pertama 'Jaring Ikan Berantai' di area lapangan yang ditentukan, mengikuti rotasi peran bergerak aktif menghindari sentuhan jaring ikan secara terus-menerus selama ronde berlangsung (15 menit).
  • Murid melanjutkan partisipasi dalam permainan kelompok kedua 'Estafet Gerak Lincah', di mana setiap murid dalam kelompok bergiliran melakukan lari bolak-balik melintasi 3 cone penanda sejauh 5 meter hingga seluruh anggota kelompok menyelesaikan putaran geraknya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama-sama melakukan pendinginan gerak perlahan (mengayunkan tangan dan menarik napas dalam), kemudian duduk melingkar untuk merefleksikan keterlibatan diri dalam seluruh putaran aktivitas permainan jasmani kelompok yang telah dijalani (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya berpartisipasi aktif dan bergerak bersama dalam aktivitas fisik kelompok di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa lembar ceklis keterlibatan partisipasi aktivitas jasmani dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama serta instruksi mencuci tangan dan berganti pakaian (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan area lintasan estafet dengan jarak yang fleksibel (3-5 meter) sesuai kesiapan fisik murid.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan jeda dapat berpartisipasi dengan tempo gerak jalan cepat saat estafet; bagi murid yang bugar diberikan variasi rintangan gerak zigzag antar-cone.
  • Produk: Semua murid menunjukkan keterlibatan berpartisipasi aktif dalam kedua permainan kelompok sesuai batas kemampuan fisiknya masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan gerak responsif sederhana di pendahuluan dengan 3 isyarat peluit: (1) Peluit 1 kali = berjalan di tempat; (2) Peluit 2 kali = melompat ringan; (3) Peluit 3 kali = berputar perlahan. Kriteria: kesiapan murid merespons ketiga gerakan isyarat fisik secara tepat.

Proses:

  • Lembar observasi partisipasi gerak aktif selama permainan kelompok: mengamati apakah murid aktif bergerak mengikuti alur permainan 'Jaring Ikan Berantai' (tidak pasif/berdiam diri) dan menyelesaikan putaran lari bolak-balik pada 'Estafet Gerak Lincah' (acuan target: menyelesaikan minimal 1 putaran penuh pada tiap permainan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/keterlibatan diri di akhir sesi: Murid mengisi 2 pernyataan ceklis partisipasi jasmani: (1) 'Saya bergerak aktif mengikuti permainan Jaring Ikan Berantai hingga ronde selesai' (Ya/Tidak), (2) 'Saya menyelesaikan giliran lari pada permainan Estafet Gerak Lincah' (Ya/Tidak). Kriteria ketercapaian: murid menjawab 'Ya' pada kedua butir dan terkonfirmasi oleh pengamatan guru.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja keterlibatan partisipasi gerak selama permainan 'Jaring Ikan Berantai' dan 'Estafet Gerak Lincah'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Permainan KelompokHanya berdiam diri atau menolak mengikuti kedua permainan kelompok sederhana ('Jaring Ikan Berantai' dan 'Estafet Gerak Lincah') meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Berpartisipasi dalam 1 dari 2 permainan kelompok sederhana ('Jaring Ikan Berantai' atau 'Estafet Gerak Lincah'), namun membutuhkan dorongan dan pengingat berulang untuk terus bergerak.Berpartisipasi aktif mengikuti kedua permainan kelompok sederhana ('Jaring Ikan Berantai' dan 'Estafet Gerak Lincah') sejak awal hingga akhir kegiatan dengan dorongan minimal.Berpartisipasi aktif dan mandiri secara penuh tanpa henti/tanpa ragu dalam kedua permainan kelompok sederhana ('Jaring Ikan Berantai' dan 'Estafet Gerak Lincah') dari awal hingga selesai.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan bergerak yang cukup dan aman selama permainan kelompok berlangsung?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid dalam mengikuti aktivitas jasmani bersama kelompoknya?

Murid:

  • Apakah tubuhmu terasa lebih segar dan berenergi setelah bermain kelompok bersama teman?
  • Bagian permainan mana yang paling membuatmu bersemangat untuk bergerak aktif?

Pertemuan 2 — Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Berkelompok Melalui Senam Kebugaran Komunitas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani pada kelompok atau komunitas kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran serta kesiapan fisik murid di lapangan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai keikutsertaan murid dalam aktivitas senam kelompok (acuan: murid menyebutkan pernah/tidaknya mengikuti aktivitas senam ritmik/aerobik sederhana secara berkelompok) (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan dinamis terpimpin berbaris rapi menyerupai suasana komunitas senam ceria (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati peragaan guru tentang 4 rangkaian gerak dasar senam kebugaran komunitas: (1) jalan di tempat berirama, (2) langkah samping ganda (double step) dengan ayunan lengan setinggi bahu, (3) langkah tumit depan (heel touch) dengan dorongan kedua telapak tangan ke depan, dan (4) lompat buka-tutup ringan (jumping jack modifikasi langkah kaki) (10 menit).
  • Murid bersama kelompok berbaris mencoba masing-masing dari 4 gerakan dasar tersebut secara perlahan mengikuti ketukan hitungan guru untuk memastikan kesiapan keikutsertaan gerak (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi aktif dalam kelompok komunitas senam beranggotakan 6-8 anak, melakukan simulasi senam kebugaran komunitas secara serentak mengikuti alunan musik ritmis bertempo sedang (25 menit).
  • Murid melaksanakan tantangan permainan senam kebugaran 'Komunitas Kompak Ceria', di mana tiap kelompok mengikuti rangkaian 4 pola gerak yang telah dipelajari dengan mempertahankan keikutsertaan gerak bersama dari awal hingga ketukan musik selesai (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan pendinginan peregangan statis berpasangan sambil mengatur napas secara rileks (10 menit).
  • Murid memeriksa keaktifan partisipasi fisiknya selama mengikuti rangkaian senam bersama kelompok melalui lembar ceklis diri sederhana (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keterlibatan dan keaktifan gerak saat berpartisipasi dalam aktivitas jasmani kelompok/senam komunitas (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid, mengingatkan materi berikutnya, serta menutup dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alternatif intensitas gerak senam (rentang langkah kaki dan ayunan tangan disesuaikan dengan kapasitas kesiapan fisik murid).
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru atau teman sebaya memberikan panduan ketukan di samping barisan; bagi murid yang sudah lincah, diberikan variasi koordinasi ayunan tangan yang lebih dinamis saat berpartisipasi.
  • Produk: Partisipasi aktif mengikuti rangkaian 4 ragam gerak senam kebugaran kelompok sesuai tempo musik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik kesiapan partisipasi gerak berirama: Guru menanyakan, 'Siapa yang pernah mengikuti senam bersama komunitas/keluarga, dan gerakan apa yang paling mudah diikuti bersama?' (acuan: murid dapat menyebutkan pengalaman mengikuti senam bersama atau menyebutkan minimal 1 gerak senam dasar seperti jalan di tempat/ayunan tangan).

Proses:

  • Pengamatan langsung keterlibatan dan keikutsertaan murid dalam mempraktikkan 4 rangkaian gerak senam kebugaran komunitas: (1) jalan di tempat, (2) langkah samping ganda (double step), (3) langkah tumit (heel touch), dan (4) lompat buka-tutup ringan terkoordinasi bersama kelompok dari awal hingga akhir sesi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman keterlibatan diri: Murid mengisi ceklis partisipasi gerak (acuan: mencentang keterlibatan diri pada 4 rangkaian gerak senam kebugaran komunitas yang telah dipraktikkan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja partisipasi murid selama melakukan rangkaian senam kebugaran berkelompok menggunakan lembar amatan keterlibatan gerak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi dalam Aktivitas Jasmani Senam KomunitasBelum menunjukkan keikutsertaan aktif, hanya berpartisipasi dalam 1 dari 4 rangkaian gerak senam kebugaran dan sering berhenti selama aktivitas kelompok berlangsung.Berpartisipasi aktif dalam 2 dari 4 rangkaian gerak senam kebugaran kelompok (jalan di tempat, double step, heel touch, modifikasi jumping jack) dengan bimbingan dan dorongan guru.Berpartisipasi aktif mengikuti 3 sampai 4 rangkaian gerak senam kebugaran kelompok (jalan di tempat, double step, heel touch, modifikasi jumping jack) secara konsisten dari awal hingga selesai.Berpartisipasi penuh dan konsisten mengikuti seluruh 4 rangkaian gerak senam kebugaran kelompok (jalan di tempat, double step, heel touch, modifikasi jumping jack) secara mandiri, bersemangat, dan selaras dengan irama musik sepanjang kegiatan kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat dan berpartisipasi aktif secara merata dalam aktivitas senam kebugaran kelompok?
  • Apakah musik dan modifikasi gerak yang dipilih mampu memotivasi murid bergerak dengan gembira dan berkesadaran?

Murid:

  • Apakah saya dapat berpartisipasi mengikuti seluruh gerakan senam bersama teman-teman satu kelompok?
  • Gerakan senam kebugaran mana yang paling saya nikmati saat dilakukan bersama kelompok tadi?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Pengaruh Aktivitas Jasmani Teratur terhadap Denyut Nadi dan Sistem Kardiovaskular — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan melalui kegiatan komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap denyut nadi dan sistem kardiovaskular (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan terbimbing untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai organ pemompa darah dan perubahan detak jantung saat beraktivitas fisik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu bagan visual mengenai sistem kardiovaskular (jantung, pembuluh darah, dan darah) serta fungsi denyut nadi sebagai indikator kerja jantung (10 menit).
  • Murid mempraktikkan cara palpasi mandiri untuk menemukan denyut nadi radialis pada pergelangan tangan atau karotis pada leher dipandu hitungan stopwatch guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan tantangan permainan simulasi gerak gembira 'Tebak Gerak Nadi' (jalan di tempat 1 menit, lari santai 1 menit, dan jumping jacks 1 menit) lalu menghitung denyut nadi selama 15 detik dikali 4 untuk mencatat perbandingan nadi istirahat dan nadi setelah aktivitas (20 menit).
  • Murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Analisis Pengaruh Jasmani untuk menjelaskan hubungan antara intensitas aktivitas fisik, frekuensi denyut nadi, dan adaptasi kekuatan otot jantung bila dilakukan secara teratur (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membacakan hasil analisisnya mengenai mengapa jantung orang yang rutin berolahraga memiliki detak istirahat lebih efisien dan bagaimana aktivitas fisik teratur menjaga kesehatan kardiovaskular (15 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penjelasan murid serta meluruskan miskonsepsi mengenai respon denyut nadi (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran: aktivitas fisik teratur memperkuat otot jantung sehingga aliran oksigen dan darah ke seluruh tubuh lebih lancar dan daya tahan tubuh meningkat (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai pengaruh aktivitas fisik terhadap kesehatan mental, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu raba nadi dan bagan perbandingan visual sederhana, sedangkan murid yang mahir diberikan data perbandingan denyut nadi atlet komunitas dan orang bukan olahragawan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu secara langsung oleh guru saat menemukan titik palpasi nadi, sementara murid yang telah paham langsung melakukan analisis hubungan denyut nadi secara mandiri.
  • Produk: Penjelasan pengaruh aktivitas jasmani dapat disampaikan dalam bentuk tulisan paragraf terstruktur pada lembar kerja atau bagan alur sebab-akibat hubungan aktivitas dan kesehatan kardiovaskular.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan organ tubuh yang memompa darah ke seluruh tubuh, dan apa yang terjadi pada detak jantungmu saat berolahraga kencang?' (Kunci/acuan jawaban yang diharapkan: Organ pemompa darah adalah jantung; saat berolahraga kencang detak jantung berdenyut lebih cepat/kencang untuk menyalurkan darah dan oksigen).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Analisis Pengaruh Jasmani dengan 3 butir pertanyaan terstruktur: (1) Mengapa denyut nadi meningkat saat melakukan aktivitas jasmani? (Acuan: Otot membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi, sehingga jantung memompa darah lebih cepat); (2) Apa yang terjadi pada otot jantung jika kita rutin beraktivitas fisik bersama komunitas olahraga? (Acuan: Otot jantung menjadi lebih kuat dan tebal, mampu memompa darah lebih efisien); (3) Apa pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan sistem kardiovaskular dalam kehidupan sehari-hari? (Acuan: Menurunkan risiko penyakit jantung/hipertensi, memperlancar peredaran darah, dan menjaga stamina tubuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Jelaskan satu pengaruh baik dari olahraga teratur bersama komunitas terhadap kerja jantung kita!' (Kriteria penerimaan operasional: Jawaban memuat konsep bahwa latihan teratur membuat otot jantung lebih kuat/efisien, sirkulasi peredaran darah lebih lancar, atau denyut nadi istirahat menjadi lebih teratur).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik kesiapan konsep kerja jantung dan denyut nadi pada awal pembelajaran.
  • Observasi unjuk kerja penghitungan palpasi denyut nadi dan pemeriksaan lembar analisis pengaruh aktivitas jasmani terhadap sistem kardiovaskular.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Pengaruh Aktivitas Jasmani terhadap Denyut Nadi dan Sistem KardiovaskularBelum mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap peningkatan denyut nadi maupun kesehatan sistem kardiovaskular, atau penjelasan keliru (0 dari 3 acuan benar).Mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap denyut nadi saat bergerak, namun belum mampu mengaitkannya dengan penguatan otot jantung dan kesehatan sistem kardiovaskular jangka panjang (hanya 1 dari 3 acuan benar).Mampu menjelaskan hubungan antara peningkatan denyut nadi saat bergerak dan adaptasi penguatan jantung akibat latihan teratur, tetapi penjelasan pengaruh terhadap kesehatan kardiovaskular secara umum belum lengkap (2 dari 3 acuan benar).Mampu menjelaskan secara tepat, logis, dan runtut seluruh 3 acuan pengaruh aktivitas fisik teratur: respon peningkatan denyut nadi, penguatan otot jantung, dan pemeliharaan kesehatan sistem peredaran darah secara menyeluruh (3 dari 3 acuan benar secara mandiri).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menemukan dan menghitung denyut nadi radialis/karotis secara mandiri?
  • Apakah kegiatan simulasi gerak gembira efektif memfasilitasi murid memahami kaitan intensitas gerak dengan kerja jantung?

Murid:

  • Bagian tubuh mana yang paling mudah kamu temukan untuk merasakan detak nadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa berolahraga teratur dapat membuat jantungmu lebih sehat dan kuat?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Pengaruh Aktivitas Jasmani Teratur terhadap Kesehatan Mental dan Suasana Hati — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan melalui kegiatan komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan mental dan suasana hati melalui kegiatan komunitas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) 'Apa yang dirasakan pikiran dan suasana hati saat jarang bergerak?' (acuan jawaban: merasa bosan, lesu, mudah stres/jenuh); (2) 'Apa zat atau hormon yang dilepaskan tubuh saat berolahraga yang membuat kita merasa bahagia?' (acuan jawaban: hormon endorfin) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan ilustrasi Buku Siswa tentang hubungan gerak aktif teratur dengan pelepasan hormon endorfin yang mengurangi stres dan menaikkan suasana hati (15 menit).
  • Murid membaca teks infografis sederhana mengenai 3 pengaruh utama aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan mental: (1) pelepasan endorfin memicu rasa senang/bahagia; (2) mengurangi ketegangan pikiran dan stres; (3) meningkatkan rasa percaya diri dan ketenangan saat berinteraksi dalam komunitas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan pemanasan menggembirakan 'Tebak Ekspresi & Gerak Ceria' secara berpasangan, di mana satu murid memperagakan gerak aktif ringan dan pasangannya menebak perubahan suasana hati gembira yang dirasakan (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Pengaruh Mental berisikan 3 skenario situasi: Skenario 1: 'Rani merasa cemas dan jenuh belajar seharian, lalu ikut jalan santai bersama komunitas kampung'; Skenario 2: 'Budi sering merasa murung karena sering menyendiri, kemudian bergabung main kasti bersama teman'; Skenario 3: 'Doni merasa tegang menghadapi ujian, lalu berolahraga lari pagi rutin'. Murid menuliskan penjelasan pengaruh aktivitas fisik tersebut terhadap perubahan suasana hati dan kesehatan mental tokoh pada masing-masing skenario (acuan: Skenario 1 = pikiran menjadi lebih rileks dan jenuh berkurang karena pelepasan endorfin; Skenario 2 = suasana hati membaik/lebih ceria dan rasa cemas berkurang karena ada dukungan sosial teman; Skenario 3 = ketegangan/stres menurun dan pikiran menjadi lebih segar/tenang) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penjelasan pada lembar kerjanya secara mandiri dengan mengecek kesesuaian antara bentuk aktivitas fisik dan pengaruh hormon endorfin/suasana hati yang dijelaskan (10 menit).
  • Murid secara bergantian menyampaikan satu penjelasan ringkas mengenai pengaruh olahraga rutin terhadap kestabilan emosi dan guru memberikan konfirmasi serta penguatan materi (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa aktivitas jasmani teratur memicu hormon endorfin yang menjaga kesehatan mental dan memperbaiki suasana hati (5 menit).
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran berikutnya mengenai rekomendasi durasi dan frekuensi aktivitas jasmani, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (endorfin, rileks, suasana hati gembira, mengurangi stres); murid yang telah mahir diberikan skenario analisis dengan variasi faktor psikologis yang lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing guru dalam menghubungkan hubungan sebab-akibat antara pelepasan hormon endorfin dan penurunan stres; murid mandiri menyelesaikan analisis ketiga skenario secara langsung.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan hubungan aktivitas fisik dan kesehatan mental melalui bagan alur sebab-akibat atau uraian kalimat terstruktur pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Apa yang dirasakan pikiran saat seseorang tidak pernah bergerak aktif? (acuan: jenuh, bosan, lesu, mudah stres); (2) Hormon apa yang dilepaskan tubuh saat berolahraga yang membuat suasana hati bahagia? (acuan: hormon endorfin).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dalam permainan gerak ceria dan pemeriksaan lembar kerja penjelasan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan mental pada 3 skenario (acuan jawaban: Skenario 1 = pikiran rileks/stres berkurang karena endorfin; Skenario 2 = suasana hati gembira/tidak murung berkat interaksi aktif; Skenario 3 = ketegangan berkurang/fokus pikiran meningkat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis singkat berupa 2 butir isian: (1) Jelaskan mengapa orang yang teratur berolahraga memiliki suasana hati yang lebih positif! (acuan: karena tubuh melepaskan hormon endorfin yang memicu perasaan bahagia dan mengurangi stres); (2) Jelaskan 2 manfaat aktivitas fisik komunitas bagi kesehatan mental! (acuan: mengurangi ketegangan/kejenuhan pikiran, dan menumbuhkan rasa percaya diri/kestabilan emosi).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal pemahaman kesehatan mental dan hormon endorfin
  • Pemeriksaan lembar kerja analisis penjelasan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan mental dan suasana hati pada 3 skenario

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental dan suasana hatiBelum mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental dan suasana hati pada 3 skenario yang diberikan.Mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental dan suasana hati secara tepat pada 1 dari 3 skenario sesuai acuan.Mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental dan suasana hati secara tepat pada 2 dari 3 skenario sesuai acuan.Mampu menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental dan suasana hati secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 skenario sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode simulasi skenario dan permainan gerak ceria efektif membantu murid memahami konsep kesehatan mental dan hormon endorfin secara konkret?
  • Apakah alokasi waktu pada masing-masing tahapan pembelajaran sudah berjalan secara efektif dan sesuai rencana?

Murid:

  • Bagian penjelasan mana tentang pengaruh olahraga terhadap kesehatan mental yang paling mudah kamu pahami?
  • Bagaimana rencanamu dalam berolahraga secara teratur saat merasa bosan atau jenuh belajar di rumah?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Rekomendasi Durasi dan Frekuensi Aktivitas Jasmani dalam Komunitas Kesehatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani untuk mendukung partisipasi dalam komunitas kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang rekomendasi aktivitas jasmani: 'Menurut rekomendasi kesehatan untuk anak usia 5-17 tahun, berapa menit minimal kita bergerak aktif setiap hari: 15 menit, 30 menit, atau 60 menit?' (acuan jawaban: 60 menit akumulasi per hari) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi rekomendasi durasi dan frekuensi aktivitas jasmani untuk mendukung keikutsertaan dalam komunitas kesehatan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati bagan infografik pedoman otoritas kesehatan dunia (WHO) dan Kemenkes mengenai rekomendasi aktivitas jasmani anak usia 5-17 tahun: durasi minimal 60 menit per hari intensitas sedang hingga berat, frekuensi setiap hari (minimal 3-5 kali seminggu untuk aktivitas penguatan otot dan tulang) (15 menit).
  • Murid berpasangan membaca dan menelaah tabel perbandingan jadwal 3 komunitas olahraga fiktif: Komunitas A (durasi 15 menit, 1 kali seminggu), Komunitas B (durasi 60 menit, 3-5 kali seminggu), dan Komunitas C (durasi 20 menit, 2 kali seminggu) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kuis gerak 'Benar atau Kurang Tepat': Guru membacakan pernyataan jadwal komunitas kesehatan, murid melompat ke kanan jika sesuai rekomendasi dan melompat ke kiri jika belum memenuhi rekomendasi (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani yang memuat 4 profil jadwal komunitas: (1) Klub Jalan Sehat 'Bugar' (45 menit jalan santai, 1 kali/minggu), (2) Komunitas Sepeda Cilik (60 menit, 4 kali/minggu), (3) Klub Senam Pagi Sekolah (15 menit, 2 kali/minggu), dan (4) Komunitas Lari Keliling Lapangan (60 menit, setiap hari) untuk menentukan apakah durasi dan frekuensinya 'Memenuhi Rekomendasi' atau 'Belum Memenuhi Rekomendasi' (acuan: Profil 1 = Belum Memenuhi, Profil 2 = Memenuhi Rekomendasi, Profil 3 = Belum Memenuhi, Profil 4 = Memenuhi Rekomendasi) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi lembar kerja dan mengoreksi pemahaman tentang batasan durasi 60 menit serta frekuensi aktivitas teratur (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum rekomendasi resmi durasi (minimal 60 menit per hari) dan frekuensi aktivitas jasmani dalam komunitas kesehatan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berbantu kartu pengingat angka acuan (60 menit/hari dan 3-5 hari/minggu); murid yang lebih cepat diberikan 2 profil jadwal komunitas tambahan yang lebih bervariasi jenis intensitasnya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi dalam membaca angka durasi dan frekuensi pada tabel skenario.
  • Produk: Format penandaan identifikasi boleh berupa centang/silang langsung pada tabel jadwal komunitas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan guru: 'Berapa lama (durasi) minimal seorang anak harus melakukan aktivitas fisik setiap hari menurut standar kesehatan?' (acuan: 60 menit akumulasi per hari, intensitas sedang hingga berat).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan respon gerak murid saat kuis 'Benar atau Kurang Tepat' berdasarkan 4 pernyataan: (1) 'Latihan senam 15 menit seminggu sekali sudah cukup memenuhi rekomendasi anak' (acuan: Kurang Tepat/kiri), (2) 'Bersepeda 60 menit sebanyak 4 hari seminggu memenuhi rekomendasi' (acuan: Benar/kanan), (3) 'Bermain bola 20 menit dua kali seminggu memenuhi rekomendasi harian' (acuan: Kurang Tepat/kiri), (4) 'Melakukan aktivitas gerak aktif 60 menit setiap hari memenuhi rekomendasi' (acuan: Benar/kanan).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil pengerjaan 4 butir lembar kerja identifikasi: Profil 1 Klub 'Bugar' (45 menit, 1x/minggu -> Belum Memenuhi), Profil 2 'Sepeda Cilik' (60 menit, 4x/minggu -> Memenuhi Rekomendasi), Profil 3 'Senam Pagi' (15 menit, 2x/minggu -> Belum Memenuhi), Profil 4 'Lari Keliling' (60 menit, setiap hari -> Memenuhi Rekomendasi). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 profil diidentifikasi dengan tepat.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja saat kuis gerak 'Benar atau Kurang Tepat'
  • Penilaian Lembar Kerja Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani Komunitas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Rekomendasi Durasi dan Frekuensi Aktivitas JasmaniMengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 profil jadwal komunitas kesehatan sesuai rekomendasi durasi dan frekuensi resmi.Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 profil jadwal komunitas kesehatan sesuai rekomendasi durasi dan frekuensi resmi dengan bantuan guru.Mengidentifikasi dengan tepat minimal 3 dari 4 profil jadwal komunitas kesehatan sesuai rekomendasi durasi (minimal 60 menit) dan frekuensi resmi secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 profil jadwal komunitas kesehatan sesuai rekomendasi durasi dan frekuensi resmi secara mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara durasi (lama waktu bergerak) dan frekuensi (keseringan dalam seminggu)?
  • Apakah aktivitas kuis gerak efektif membantu murid memahami batasan rekomendasi durasi 60 menit per hari?

Murid:

  • Berapa lama durasi aktivitas jasmani yang dianjurkan untuk anak-anak seusiaku dalam satu hari?
  • Apakah kegiatan fisik yang aku lakukan bersama kelompok atau komunitas bermainku sudah mencapai rekomendasi waktu tersebut?

Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Pencegahan Perilaku Sedenter Melalui Pembiasaan Gerak Aktif Bersama Komunitas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui pembiasaan aktif bersama komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi perilaku sedenter serta tindakan pencegahannya melalui pembiasaan gerak aktif bersama komunitas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan pengelompokan aktivitas: 'Dari dua kegiatan ini: (A) Duduk menonton TV 3 jam tanpa berpindah dan (B) Berjalan kaki keliling lapangan bersama klub jalan pagi, manakah yang merupakan contoh perilaku sedenter dan manakah pencegahan gerak aktifnya?' (acuan: A = sedenter, B = pencegahan gerak aktif) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan materi tentang konsep perilaku sedenter (aktivitas dengan pengeluaran energi sangat rendah saat terjaga seperti duduk/berbaring lama) dan bahayanya bagi kebugaran tubuh (10 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu ilustrasi kegiatan harian yang ditampilkan guru: (1) Bermain game daring di sofa selama 4 jam berturut-turut, (2) Bersepeda santai bersama komunitas sepeda rukun warga, (3) Duduk bersandar melamun sepanjang jam istirahat sekolah, dan (4) Bergabung dalam senam kebugaran ceria bersama kelompok kelas di halaman (5 menit).
  • Murid mengelompokkan 4 kartu ilustrasi tersebut ke dalam tabel papan tulis berkategori 'Perilaku Sedenter' atau 'Pembiasaan Gerak Aktif Komunitas' (acuan kunci: Sedenter = kartu 1 dan 3; Gerak Aktif Komunitas = kartu 2 dan 4) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan memainkan permainan interaktif 'Tangkis Sedenter' di mana guru membacakan skenario perilaku sedenter, dan pasangan murid harus memilih kartu aksi pembiasaan gerak aktif komunitas yang tepat sebagai tindakan pencegahannya (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Pencegahan Sedenter yang memuat 4 kasus perilaku sedenter: Kasus A: 'Duduk berbaring bermain ponsel 3 jam saat hari libur', Kasus B: 'Hanya diam menonton teman bermain di pinggir lapangan setiap istirahat sekolah', Kasus C: 'Menghabiskan waktu sore dengan rebahan menonton TV berjam-jam', dan Kasus D: 'Duduk tanpa jeda gerak saat mengerjakan tugas kelompok seharian di rumah' (15 menit).
  • Murid memasangkan 4 kasus tersebut dengan 4 opsi tindakan pencegahan gerak aktif bersama komunitas berikut: (1) Mengajak teman berjalan kaki santai dan senam peregangan setiap 30 menit jeda belajar, (2) Ikut serta dalam komunitas jalan sore keliling kompleks bersama keluarga atau tetangga, (3) Ikut bermain lompat tali atau kejar-kejaran kelompok bersama teman saat jam istirahat, dan (4) Bergabung dalam komunitas bersepeda atau senam anak di lingkungan RT pada akhir pekan (acuan kunci pasangan: Kasus A - Opsi 4; Kasus B - Opsi 3; Kasus C - Opsi 2; Kasus D - Opsi 1) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa kecocokan jawaban pada lembar kerja dan mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku sedenter yang paling sering mereka temui di kehidupan sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali bahwa perilaku sedenter dapat dicegah dengan membiasakan diri aktif bergerak bersama teman atau komunitas di sekolah dan rumah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas hasil belajar murid, menginformasikan sekilas materi pertemuan berikutnya tentang peran kepemimpinan dalam aktivitas jasmani, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan kartu bergambar berwarna yang memperjelas situasi gerak aktif, sedangkan murid yang mahir diberikan variasi studi kasus berupa deskripsi situasi tertulis tanpa gambar visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dalam menelaah kata kunci gerak pada setiap skenario, sementara murid yang mahir bekerja mandiri secara penuh.
  • Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi pasangan kasus sedenter dan pencegahan gerak aktif yang tepat, dengan murid mahir menambahkan identifikasi frekuensi pencegahan (misalnya: jeda gerak tiap 30 menit).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Mengidentifikasi status dari dua kegiatan: (A) Duduk menonton TV 3 jam tanpa berpindah dan (B) Berjalan kaki keliling lapangan bersama klub jalan pagi (acuan jawaban: A = perilaku sedenter; B = pembiasaan gerak aktif komunitas).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengelompokkan 4 kartu ilustrasi kegiatan harian saat tahap Memahami (acuan kunci: kartu 1 dan 3 = Perilaku Sedenter; kartu 2 dan 4 = Pembiasaan Gerak Aktif Komunitas).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pasangan Kasus dan Solusi Pencegahan Sedenter (memeriksa ketepatan pemasangan 4 kasus sedenter A, B, C, D dengan opsi pencegahan gerak aktif komunitas 1, 2, 3, 4; acuan: A-4, B-3, C-2, D-1).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan 1 contoh kebiasaan sedenter yang harus dihindari dan 1 contoh tindakan pembiasaan aktif bersama kelompok teman untuk mencegahnya (kriteria penerimaan: contoh sedenter memuat aktivitas minim energi seperti duduk/berbaring statis lama; contoh pencegahan memuat aktivitas fisik dinamis bersama teman/kelompok).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi Pencegahan Perilaku Sedenter (menilai ketepatan memasangkan 4 kasus sedenter dengan 4 tindakan pencegahan aktif bersama komunitas).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Pencegahan Perilaku SedenterTepat memasangkan 1 dari 4 kasus perilaku sedenter dengan tindakan pencegahan gerak aktif bersama komunitas pada lembar kerja (acuan: A-4, B-3, C-2, D-1).Tepat memasangkan 2 dari 4 kasus perilaku sedenter dengan tindakan pencegahan gerak aktif bersama komunitas pada lembar kerja (acuan: A-4, B-3, C-2, D-1).Tepat memasangkan 3 dari 4 kasus perilaku sedenter dengan tindakan pencegahan gerak aktif bersama komunitas pada lembar kerja (acuan: A-4, B-3, C-2, D-1).Tepat memasangkan seluruh 4 dari 4 kasus perilaku sedenter dengan tindakan pencegahan gerak aktif bersama komunitas pada lembar kerja secara mandiri (acuan: A-4, B-3, C-2, D-1).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas interaktif 'Tangkis Sedenter' efektif membantu murid membedakan perilaku sedenter dan pencegahan gerak aktif?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengidentifikasi solusi pembiasaan gerak aktif di lingkungan sekolah dan rumah?

Murid:

  • Perilaku sedenter apa yang paling sering saya lakukan di rumah, dan bagaimana saya akan mengubahnya menjadi aktif bersama teman atau keluarga?
  • Kegiatan aktif apa yang paling menyenangkan dilakukan bersama komunitas atau kelompok teman agar tubuh tidak mudah lelah?

Pertemuan 7 — Menjalankan Peran Pemimpin Pemanasan dan Pencatat Aktivitas untuk Keberhasilan Kelompok Jasmani Komunitas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.5 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam berbagai aktivitas jasmani komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid di lapangan, serta mengondisikan barisan dalam formasi setengah lingkaran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menjalankan peran sebagai pemimpin pemanasan dan pencatat aktivitas jasmani untuk mendukung keberhasilan kelompok komunitas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin mengenai 2 peran penting dalam kelompok jasmani komunitas (acuan jawaban: 1) Pemimpin pemanasan bertugas memandu urutan peregangan anggota tubuh; 2) Pencatat aktivitas bertugas mencatat nama anggota dan durasi/frekuensi gerak pada lembar catatan aktivitas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai tugas operasional peran pemimpin pemanasan (memeragakan dan memandu 4 gerakan peregangan: peregangan leher, bahu/tangan, pinggang, dan tungkai/kaki masing-masing 8 hitungan) dan peran pencatat aktivitas (mencentang keterlaksanaan 4 gerakan dan menuliskan nama anggota kelompok pada format lembar kendali aktivitas) (10 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang, lalu menerima lembar tugas peran yang memuat daftar 4 tugas pemimpin pemanasan dan 2 tugas pencatat aktivitas untuk dipahami bersama anggota kelompoknya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui permainan tantangan pos gerak 'Komunitas Ceria', giliran putaran pertama: Murid A menjalankan peran pemimpin pemanasan dengan memandu langsung 4 gerakan peregangan kelompok, sementara Murid B menjalankan peran pencatat aktivitas dengan mencatat keterlaksanaan gerak tiap anggota kelompok pada lembar kendali secara cermat (20 menit).
  • Kelompok bertukar peran secara bergantian (rotasi putaran kedua): Murid B/C berganti menjalankan peran pemimpin pemanasan memandu rangkaian gerakan yang sama, dan Murid A/D berganti menjalankan peran pencatat aktivitas kelompok hingga setiap murid mempraktikkan kedua peran tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok duduk melingkar untuk mencocokkan kelengkapan lembar catatan aktivitas dengan pelaksanaan gerak yang baru saja dipimpin oleh masing-masing peran (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya merefleksikan bagaimana pelaksanaan tugas masing-masing peran (pemimpin pemanasan dan pencatat) saling melengkapi demi kelancaran dan keberhasilan aktivitas jasmani kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan pendinginan ringan berupa ayunan lengan dan napas teratur sambil duduk melingkar di lapangan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis bukti catatan pelaksanaan peran dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam tanpa mengakhiri keseluruhan bab karena masih ada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar 4 urutan peregangan tubuh, sedangkan murid yang mandiri memandu gerakan berdasarkan hafalan urutan anatomi tubuh dari kepala ke kaki.
  • Proses: Pada saat menjalankan peran pencatat aktivitas, murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru/tutor sebaya saat mencentang lembar kendali, sedangkan murid yang mahir mencatat waktu durasi gerak per orang secara mandiri.
  • Produk: Format pengisian catatan peran bagi murid bertahap berupa lembar centang sederhana (Ya/Tidak), sementara murid mahir melengkapi catatan dengan hitungan repetisi gerak kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menanyakan 2 tugas spesifik dalam kelompok jasmani, yaitu tugas pemimpin pemanasan dan tugas pencatat aktivitas. (Kriteria acuan jawaban: Pemimpin pemanasan bertugas memandu urutan peregangan anggota tubuh; Pencatat aktivitas bertugas mencatat nama anggota dan keterlaksanaan/durasi aktivitas kelompok).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas pos gerak berlangsung: Guru menilai kemampuan murid dalam (1) Menjalankan peran pemimpin pemanasan (memandu 4 gerakan peregangan tubuh: leher, bahu/tangan, pinggang, kaki dengan hitungan teratur 1-8); (2) Menjalankan peran pencatat aktivitas (mencatat/mencentang nama anggota dan keterlaksanaan 4 gerakan pada lembar kendali secara lengkap tanpa terlewat).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil lembar kerja kendali aktivitas kelompok dan konfirmasi refleksi peran: Setiap kelompok mengumpulkan lembar catatan yang telah diisi pencatat dan diverifikasi oleh pemimpin pemanasan untuk memastikan peran terlaksana secara teratur.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelaksanaan peran pemimpin pemanasan dan pencatat aktivitas jasmani menggunakan lembar ceklis kinerja kelompok.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjalankan peran pemimpin pemanasanBelum mampu memandu gerakan pemanasan kelompok atau hanya berdiri tanpa mempraktikkan gerakan secara mandiri.Mampu memandu 1 hingga 2 dari 4 gerakan peregangan kelompok (pilihan: leher, tangan, pinggang, kaki) dengan bimbingan penuh guru.Mampu memandu 3 dari 4 gerakan peregangan kelompok (leher, tangan, pinggang, kaki) secara runtut dengan arahan minimal.Mampu menjalankan peran memandu seluruh 4 gerakan peregangan kelompok (leher, tangan, pinggang, kaki) secara runtut, jelas, dan mandiri.
Menjalankan peran pencatat aktivitasBelum mampu mencatat data partisipasi gerak anggota kelompok pada lembar kendali aktivitas.Mencatat keterlaksanaan gerak pada lembar kendali untuk 1 sampai 2 anggota kelompok saja, atau catatan belum lengkap.Mencatat keterlaksanaan gerak seluruh anggota kelompok pada lembar kendali tetapi masih memerlukan konfirmasi guru.Mencatat keterlaksanaan gerak seluruh anggota kelompok pada lembar kendali secara lengkap, tepat waktu, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi peran cukup memberi kesempatan kepada setiap murid untuk mempraktikkan peran pemimpin pemanasan dan pencatat aktivitas?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menjalankan tanggung jawab perannya masing-masing di dalam kelompok?

Murid:

  • Peran mana yang paling menantang bagimu hari ini, memimpin gerakan pemanasan atau mencatat aktivitas teman?
  • Apa yang kamu lakukan agar teman-teman satu kelompokmu dapat mengikuti gerakan pemanasan dengan tertib?

Pertemuan 8 — Menjalankan Peran Koordinator Pos dan Penyemangat Tim untuk Keberhasilan Kelompok Jasmani Komunitas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.5 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam berbagai aktivitas jasmani komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjalankan peran koordinator pos dan penyemangat tim dalam aktivitas sirkuit gerak kebugaran kelompok (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang tugas koordinator pos dan kalimat penyemangat tim (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan kartu panduan peran mengenai rincian tugas Koordinator Pos (mengatur giliran, memberi aba-aba mulai/selesai pos, dan memandu bentuk latihan pos) serta Penyemangat Tim (memberikan seruan atau yel-yel positif yang membakar motivasi rekan saat bergerak) (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya membagi giliran peran untuk simulasi Sirkuit Komunitas Sehat yang terdiri atas Pos 1 (lompat tali/skipping) dan Pos 2 (gerak lari bolak-balik/shuttle run) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Putaran 1: Kelompok mempraktikkan Sirkuit Komunitas Sehat di mana murid yang ditugaskan menjalankan peran Koordinator Pos mengarahkan giliran gerak dan memberi aba-aba, sementara murid yang ditugaskan menjadi Penyemangat Tim meneriakkan kalimat dukungan positif saat teman melakukan aktivitas lompat tali di Pos 1 (15 menit).
  • Putaran 2: Murid bertukar peran di Pos 2 (lari bolak-balik), sehingga setiap murid berkesempatan langsung menjalankan peran Koordinator Pos (memandu kelancaran alur gerak) atau Penyemangat Tim (memberikan yel semangat penambah daya juang tim) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok berdiskusi singkat dan mengidentifikasi bagaimana pelaksanaan peran koordinator pos dan peran penyemangat tim membantu kelancaran serta keberhasilan seluruh anggota menyelesaikan tantangan sirkuit gerak (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keterlaksanaan peran masing-masing murid di setiap pos (3 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan pendinginan ringan dan guru memfasilitasi asesmen akhir berupa cek keterlaksanaan peran (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 4) dan menutup sesi dengan doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan peran visual dengan teks sederhana dan kartu yel-yel panduan kalimat penyemangat bagi murid yang membutuhkan inspirasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat instruksi baku untuk koordinator pos ('Mulai!', 'Ganti giliran!'), sedangkan murid yang mahir mengoordinasikan variasi ritme gerak pos dan variasi sorakan penyemangat secara mandiri.
  • Produk: Unjuk kerja menjalankan tugas peran: ketepatan instruksi koordinator pos dan keberlanjutan dukungan verbal penyemangat tim sesuai kartu peran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman peran: (1) Sebutkan 1 tugas utama seorang koordinator pos dalam aktivitas pos gerak! (Acuan benar: mengarahkan urutan gerak, memberi aba-aba mulai/selesai, atau memastikan teman bergerak pada posnya); (2) Sebutkan 1 contoh kalimat penyemangat yang tepat saat temanmu kelelahan! (Acuan benar: 'Ayo semangat, kamu pasti bisa!', 'Sedikit lagi selesai, pertahankan!', atau kalimat motivasi positif sejenis).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat simulasi sirkuit gerak berlangsung menggunakan lembar ceklis: (1) Keterlaksanaan peran Koordinator Pos (kriteria: memberi aba-aba start/selesai dengan jelas dan memandu urutan gerak anggota); (2) Keterlaksanaan peran Penyemangat Tim (kriteria: menyerukan minimal 2 kali kalimat/seruan motivasi positif selama rekan satu pos bergerak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman keterlaksanaan peran di penutup: Murid menyebutkan peran yang dijalankannya beserta 1 bukti tindakan konkret yang telah dilakukan selama latihan pos (Acuan: Koordinator Pos membuktikan telah memberi aba-aba/mengatur giliran di Pos 1/Pos 2; Penyemangat Tim membuktikan telah menyerukan kata-kata penyemangat saat rekan bergerak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelaksanaan peran koordinator pos (memberi instruksi/aba-aba pos) dan peran penyemangat tim (menyerukan kalimat dukungan positif) menggunakan lembar ceklis pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjalankan Peran Koordinator PosBelum mampu menjalankan tugas koordinator pos; tidak memberikan aba-aba maupun arahan giliran gerak bagi teman kelompoknya.Menjalankan sebagian tugas koordinator pos (hanya memberi aba-aba mulai tanpa mengarahkan giliran gerak) dengan bantuan atau dorongan guru.Menjalankan tugas koordinator pos secara lengkap (memberi aba-aba mulai/berhenti dan mengatur giliran anggota kelompok) dengan mandiri.Menjalankan seluruh tugas koordinator pos secara konsisten, sigap mengatur alur giliran gerak anggota kelompok secara runtut tanpa ragu-ragu dan tanpa bantuan guru.
Menjalankan Peran Penyemangat TimBelum menjalankan peran penyemangat tim; bersikap pasif dan tidak menyampaikan kata-kata dukungan kepada teman.Menyampaikan kata penyemangat tim hanya 1 kali dan masih perlu diingatkan oleh guru atau teman kelompok.Menjalankan peran penyemangat tim dengan menyerukan kalimat motivasi positif minimal 2 kali selama anggota kelompok beraktivitas di pos secara mandiri.Menjalankan peran penyemangat tim secara konsisten sepanjang aktivitas sirkuit dengan memberikan beragam seruan dukungan positif secara mandiri dan antusias.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk mencoba menjalankan peran koordinator pos atau penyemangat tim?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat menjalankan peran penyemangat tim dalam mendukung keberhasilan gerak kelompoknya?

Murid:

  • Apa yang kamu rasakan ketika menjalankan peran sebagai koordinator pos atau penyemangat tim bagi teman-temanmu?
  • Bagaimana kata-kata semangat dari teman membantumu tetap bersemangat menyelesaikan gerakan di setiap pos?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.4.1 Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani pada kelompok atau komunitas kesehatan
  • TP 5.4.2 Menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani yang teratur terhadap kesehatan melalui kegiatan komunitas
  • TP 5.4.3 Mengidentifikasi rekomendasi aktivitas jasmani untuk mendukung partisipasi dalam komunitas kesehatan
  • TP 5.4.4 Mengidentifikasi pencegahan perilaku sedenter melalui pembiasaan aktif bersama komunitas
  • TP 5.4.5 Menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok di dalam berbagai aktivitas jasmani komunitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta perlengkapan asesmen murid di lapangan/ruang serbaguna (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif terpadu Bab 4 yang mencakup tiga bagian: unjuk kerja simulasi festival aktivitas jasmani komunitas, lembar kerja tertulis rekomendasi aktivitas dan perilaku sedenter, serta tes lisan terstruktur (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar panduan peran simulasi festival jasmani serta menjelaskan alur teknis pelaksanaan 3 pos aktivitas (Pos A: peregangan dinamis, Pos B: sirkuit kelincahan/lari bolak-balik, Pos C: pendinginan) dan rotasi tes tertulis serta lisan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Simulasi Kelompok - 42 menit): Murid berpartisipasi aktif dalam kelompok (5-6 anak) menjalankan simulasi festival jasmani komunitas di 3 pos selama 42 menit; masing-masing murid menjalankan salah satu peran yang telah dibagikan: (1) pemandu pemanasan di Pos A memimpin gerakan kepala-lengan-kaki, (2) koordinator pos di Pos B mengatur giliran lari kelincahan, atau (3) pencatat aktivitas di Pos C mendata keterlaksanaan gerak anggota kelompok; guru mengamati keterlibatan gerak dan pelaksanaan peran menggunakan lembar observasi (39 menit).
  • Tugas 2 (Lembar Kerja Tertulis Serentak - 18 menit): Seluruh murid kembali ke tempat duduk dan secara mandiri menyelesaikan lembar tugas tertulis berisi 2 bagian soal: Bagian 1 (Rekomendasi Aktivitas Jasmani: menuliskan minimal 60 menit per hari, intensitas sedang-berat, frekuensi minimal 3-5 kali per minggu) dan Bagian 2 (Pencegahan Perilaku Sedenter: memberi tanda centang pada 4 tindakan pencegahan dari daftar: (a) jalan kaki/bersepeda ke sekolah [benar], (b) berdiri dan meregangkan otot tiap 30-60 menit duduk [benar], (c) membatasi menatap layar/gadget maksimal 2 jam di luar belajar [benar], (d) bermain aktif di luar ruangan saat istirahat [benar], dengan 2 pilihan pengalih sedenter: menonton TV sambil berbaring 4 jam berturut-turut [salah], duduk bermain game online seharian di kamar [salah]) (18 menit).
  • Tugas 3 (Tes Lisan Terstruktur Rotasi - 34 menit): Sembari murid merapikan berkas tugas dan mencatat rekap aktivitas jasmani kelompok, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru untuk tes lisan selama 1,5 menit per murid; murid menjelaskan pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh dalam komunitas (acuan jawaban: memperkuat daya tahan jantung dan paru-paru/kardiovaskular, melancarkan peredaran darah, mengontrol berat badan, serta memperbaiki suasana hati/mengurangi stres) (34 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada lembar kerja mengenai perasaan dan keberhasilan menjalankan perannya dalam kelompok jasmani komunitas (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar tugas tertulis serta lembar refleksi murid dan memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan sportivitas seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (2 menit).
  • Guru menyampaikan rangkuman capaian Bab 4 Komunitas Kesehatan, menutup rangkaian pembelajaran dengan doa, dan membubarkan barisan (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar tugas tertulis dengan teks berukuran lebih besar dan tata letak yang lapang bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual.
  • Proses: Memberikan giliran tes lisan awal bagi murid yang memerlukan waktu transisi tenang tanpa mengubah waktu maksimal 1,5 menit maupun bobot pertanyaan.
  • Produk: Format penyampaian jawaban tes lisan dapat menggunakan panduan kata kunci singkat di meja guru bagi murid yang memerlukan dukungan akses komunikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kondisi fisik murid melalui presensi kehadiran dan kesiapan perlengkapan gerak sebelum memulai simulasi aktivitas jasmani.

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif gerak di tiap pos dan kepatuhan pelaksanaan peran kelompok saat simulasi berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi unjuk kerja simulasi aktivitas jasmani komunitas dan tes terpadu (tertulis serentak serta wawancara lisan singkat rotasi): Performa peran dan keaktifan murid dalam simulasi pos aktivitas jasmani komunitas, disertai lembar kerja identifikasi rekomendasi aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter, serta rekaman penjelasan lisan terstruktur tentang pengaruh aktivitas fisik teratur
  • unjuk kerja simulasi kelompok: Penilaian kinerja partisipasi aktif gerak dan pelaksanaan peran spesifik (pemandu pemanasan, pencatat gerak, atau koordinator pos) dalam simulasi festival komunitas kebugaran yang dijalankan serentak per kelompok 5-6 murid (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dan rubrik keterlibatan kelompok)
  • lembar tugas tertulis serentak: Lembar kerja berisi daftar uraian rekomendasi aktivitas jasmani harian/mingguan untuk komunitas serta ceklis rencana tindakan konkret pencegahan perilaku sedenter dalam jadwal harian yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (18 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes lisan terstruktur rotasi: Penjelasan lisan murid selama 1,5 menit per murid di meja guru mengenai pengaruh positif aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh dalam konteks kegiatan komunitas, dilakukan secara bergiliran saat kelas menyelesaikan lembar tugas dan rekap aktivitas (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi unjuk kerja simulasi aktivitas jasmani komunitas dan tes terpadu (tertulis serentak serta wawancara lisan singkat rotasi): Performa peran dan keaktifan murid dalam simulasi pos aktivitas jasmani komunitas, disertai lembar kerja identifikasi rekomendasi aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter, serta rekaman penjelasan lisan terstruktur tentang pengaruh aktivitas fisik teratur
  • unjuk kerja simulasi kelompok: Penilaian kinerja partisipasi aktif gerak dan pelaksanaan peran spesifik (pemandu pemanasan, pencatat gerak, atau koordinator pos) dalam simulasi festival komunitas kebugaran yang dijalankan serentak per kelompok 5-6 murid (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dan rubrik keterlibatan kelompok)
  • lembar tugas tertulis serentak: Lembar kerja berisi daftar uraian rekomendasi aktivitas jasmani harian/mingguan untuk komunitas serta ceklis rencana tindakan konkret pencegahan perilaku sedenter dalam jadwal harian yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (18 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes lisan terstruktur rotasi: Penjelasan lisan murid selama 1,5 menit per murid di meja guru mengenai pengaruh positif aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan tubuh dalam konteks kegiatan komunitas, dilakukan secara bergiliran saat kelas menyelesaikan lembar tugas dan rekap aktivitas (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi Aktivitas Jasmani dan Peran Kelompok (TP 5.4.1 & TP 5.4.5)Kurang berpartisipasi dalam gerak pos simulasi dan tidak menjalankan peran kelompok (pemandu pemanasan/koordinator pos/pencatat gerak) yang ditugaskan.Berpartisipasi dalam sebagian gerakan pos simulasi dan menjalankan peran kelompok tetapi masih memerlukan dorongan dan arahan berulang dari guru.Berpartisipasi aktif dalam seluruh gerakan pos simulasi serta menjalankan peran yang ditugaskan (pemandu pemanasan/koordinator pos/pencatat gerak) dengan konsisten dan mandiri.Berpartisipasi sangat aktif dan konsisten dalam seluruh gerakan pos simulasi, menjalankan peran tugasnya secara tuntas dan mandiri, serta membantu kelancaran perpindahan alur kelompok antar-pos.
Identifikasi Rekomendasi Aktivitas Jasmani dan Pencegahan Perilaku Sedenter (TP 5.4.3 & TP 5.4.4)Menjawab tepat kurang dari 2 elemen rekomendasi aktivitas jasmani serta memilih kurang dari 2 tindakan pencegahan perilaku sedenter, atau masih memilih 2 opsi tindakan sedenter (menonton TV 4 jam berbaring, main game seharian).Menjawab tepat 2 elemen rekomendasi (mis. durasi 60 menit dan frekuensi 3-5 kali) serta memilih 2-3 tindakan pencegahan sedenter yang benar, namun masih mencentang 1 opsi pengalih tindakan sedenter.Menjawab tepat 3 elemen rekomendasi (durasi minimal 60 menit per hari, intensitas sedang-berat, frekuensi 3-5 kali per minggu) serta memilih tepat seluruh 4 tindakan pencegahan sedenter (jalan/sepeda, peregangan tiap 30-60 menit, batasi layar 2 jam, main aktif saat istirahat) tanpa memilih opsi pengalih.Menjawab tepat dan lengkap seluruh 3 elemen rekomendasi aktivitas jasmani serta memilih tepat seluruh 4 tindakan pencegahan sedenter secara mandiri, rapi, tanpa kekeliruan dan tanpa memilih opsi pengalih tindakan sedenter.
Penjelasan Pengaruh Aktivitas Jasmani terhadap Kesehatan (TP 5.4.2)Menjelaskan kurang dari 2 pengaruh aktivitas jasmani teratur terhadap kesehatan dalam tes lisan, atau penjelasan keliru/tidak sesuai acuan kesehatan.Menjelaskan secara lisan 2 pengaruh aktivitas fisik teratur terhadap kesehatan sesuai daftar acuan (kardiovaskular, peredaran darah, berat badan, atau suasana hati/mental).Menjelaskan secara lisan 3 pengaruh aktivitas fisik teratur terhadap kesehatan sesuai daftar acuan (kardiovaskular/jantung-paru, peredaran darah, berat badan, atau suasana hati/mental) dengan bahasa yang runtut dan jelas.Menjelaskan secara lisan seluruh 4 pengaruh aktivitas fisik teratur terhadap kesehatan sesuai acuan lengkap (kardiovaskular, peredaran darah, kontrol berat badan, dan kesehatan mental/suasana hati) secara lancar, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk unjuk kerja simulasi, tugas tertulis, dan rotasi wawancara lisan 1,5 menit per murid berjalan tepat waktu dan kondusif?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 5 dalam menguasai seluruh TP bab komunitas kesehatan berdasarkan data hasil asesmen sumatif terpadu ini?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan asesmen hari ini (simulasi pos kelompok, lembar kerja rekomendasi, atau wawancara lisan) yang paling berhasil kamu kerjakan?
  • Peran apa yang sudah kamu lakukan dengan baik di kelompokmu dan bagaimana rencanamu untuk tetap aktif bergerak setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024
  2. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024 (Bab 4)
  3. Peluit, cone/kerucut pembatas lintasan gerak, lapangan/halaman sekolah
  4. Buku Panduan Guru PJOK SD Kelas V (Kemendikbudristek, Bab 4)
  5. Buku Siswa PJOK SD Kelas V (Kemendikbudristek, Bab 4)
  6. Speaker aktif/pemutar audio dan musik pengiring senam kebugaran ritmis bertempo sedang
  7. Lapangan atau aula sekolah
  8. Peluit dan lembar observasi guru
  9. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek RI 2023
  10. Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek RI 2023 Bab 4 Komunitas Kesehatan
  11. Stopwatch/pengukur waktu, bagan anatomi sistem peredaran darah dan jantung manusia, serta Lembar Analisis Pengaruh Jasmani
  12. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024, Bab 4: Komunitas Kesehatan
  13. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024, Bab 4: Komunitas Kesehatan (Materi Kesehatan Mental & Hormon Endorfin)
  14. Lembar Kerja Analisis Skenario Pengaruh Aktivitas Jasmani terhadap Kesehatan Mental
  15. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024 Bab 4
  16. Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024 Bab 4 Halaman 109-142
  17. Bagan Infografik Panduan Aktivitas Fisik Anak Usia 5-17 Tahun Kemenkes RI / WHO
  18. Lembar Kerja Identifikasi Jadwal Komunitas Kesehatan
  19. Buku Panduan Guru PJOK SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022).
  20. Buku Siswa PJOK SD/MI Kelas V Bab 4 & Bab 5.
  21. Kartu ilustrasi perilaku sedenter dan gerak aktif komunitas.
  22. Lembar Kerja Murid: Identifikasi Pencegahan Sedenter.
  23. Buku Siswa PJOK Kelas V SD/MI, Kemendikbudristek 2024
  24. Peluit, stopwatch, papan jalan/alas tulis, dan lembar kendali pencatatan aktivitas kelompok
  25. Buku Panduan Guru PJOK untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
  26. Buku Siswa PJOK untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
  27. Peralatan sirkuit: tali skipping, kerucut pembatas (cone), peluit, stopwatch, dan kartu peran kelompok (Koordinator Pos & Penyemangat Tim)
  28. Buku Panduan Guru PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, 2024), Bab 4: Komunitas Kesehatan
  29. Buku Siswa PJOK Kelas V SD (Kemendikbudristek, 2024), Bab 4: Komunitas Kesehatan
  30. Lembar Asesmen Kinerja Simulasi Komunitas, Lembar Kerja Tertulis Rekomendasi & Perilaku Sedenter, dan Rubrik Wawancara Lisan
  31. Peralatan pos aktivitas: cone rintangan, stopwatch, peluit, papan dada/alat tulis pencatat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.