MODUL AJAR PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | PJOK |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merancang aturan alternatif sebuah permainan secara berkelompok dengan mempertimbangkan prinsip fair play dan keterlibatan semua peserta tanpa terkecuali
- Murid dapat menjalankan berbagai peran (pemain, wasit, pengamat) dalam merancang dan mendiskusikan aturan permainan baru untuk mendukung keberhasilan tim
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu bermain permainan di mana ada temanmu yang tidak bisa ikut bermain? Mengapa hal itu terjadi?
- Menurutmu, bagaimana cara membuat aturan permainan agar semua teman bisa ikut bermain tanpa terkecuali?
- Apa yang membuat sebuah permainan menjadi menyenangkan dan adil untuk semua pemain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain permainan berkelompok di sekolah atau rumah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merancang aturan permainan baru yang inklusif dan adil
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid tentang pentingnya aturan yang inklusif
- Guru menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan: merancang, menguji, dan merefleksikan aturan permainan baru secara berkelompok
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau menceritakan situasi permainan di mana ada peserta yang merasa tidak bisa ikut bermain karena keterbatasan (misalnya: tidak cukup cepat berlari, tidak bisa menangkap bola dengan baik)
- Murid diminta mengidentifikasi masalah dalam permainan tersebut dan mendiskusikan mengapa beberapa teman tidak bisa ikut serta
- Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang prinsip fair play dan inklusi: semua orang berhak bermain, aturan harus adil, dan permainan harus menyenangkan untuk semua
- Guru menjelaskan konsep modifikasi permainan: mengubah aturan, area bermain, alat, atau jumlah pemain agar semua orang bisa terlibat
- Murid mencatat kata kunci: fair play, inklusi, modifikasi, peran (pemain, wasit, pengamat)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
- Setiap kelompok memilih atau diberi satu permainan dasar (misalnya: gobak sodor, kucing-kucingan, atau permainan bola sederhana)
- Kelompok merancang aturan alternatif untuk permainan tersebut dengan mempertimbangkan: bagaimana agar semua anggota bisa ikut, bagaimana membuat permainan lebih adil, dan bagaimana memastikan semua orang bersenang-senang
- Murid dalam kelompok menjalankan berbagai peran: ada yang menjadi perancang aturan, ada yang menjadi pemain uji coba, ada yang menjadi pengamat, dan ada yang menjadi wasit
- Kelompok menuliskan aturan baru mereka di kertas atau papan kecil dengan jelas
- Setiap kelompok menguji coba permainan mereka selama 10-15 menit di lapangan atau area bermain
- Selama uji coba, pengamat mencatat: apakah semua anggota terlibat, apakah ada yang merasa kesulitan, apakah permainan berjalan adil
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah uji coba, kelompok berkumpul kembali dan mendiskusikan: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan apakah semua anggota merasa terlibat
- Setiap kelompok mempresentasikan aturan permainan baru mereka di depan kelas dan menjelaskan mengapa aturan tersebut inklusif dan adil
- Kelompok lain memberikan masukan konstruktif dan pertanyaan untuk memperbaiki aturan
- Guru memfasilitasi refleksi kelas: apa yang membuat aturan permainan menjadi inklusif? Mengapa penting mempertimbangkan semua peserta saat merancang aturan?
- Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pengalaman mereka dalam merancang aturan dan menjalankan berbagai peran
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu hal penting yang mereka pelajari tentang merancang aturan inklusif
- Guru menyimpulkan pembelajaran: aturan permainan yang baik mempertimbangkan semua peserta, fair play adalah kunci, dan setiap orang bisa berkontribusi dalam berbagai peran
- Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kreativitas dan kerja sama mereka
- Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan doa bersama
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan contoh permainan dan aturan yang sudah dimodifikasi sebagai referensi. Murid yang lebih cepat dapat diminta merancang dua versi aturan dengan tingkat kompleksitas berbeda.
- Proses: Murid dapat memilih peran dalam kelompok sesuai kenyamanan mereka (perancang, pemain, pengamat, atau wasit). Guru memberikan waktu tambahan atau scaffolding verbal untuk kelompok yang membutuhkan.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan aturan mereka dalam bentuk tulisan, gambar, diagram, atau demonstrasi langsung sesuai pilihan mereka. Murid yang lebih cepat dapat diminta membuat poster visual aturan permainan.
ASESMENAwal:- Guru menanyakan secara lisan: Permainan apa yang pernah kamu mainkan di mana ada teman yang tidak bisa ikut? Mengapa?
- Guru mengamati respons awal murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang inklusi dan fair play
Proses:- Observasi guru selama tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi masalah dalam permainan yang tidak inklusif
- Observasi selama tahap Mengaplikasi: apakah kelompok dapat merancang aturan yang mempertimbangkan semua peserta, apakah murid menjalankan berbagai peran dengan baik
- Catatan pengamat kelompok: tingkat keterlibatan semua anggota, efektivitas aturan yang dirancang
- Tanya jawab selama uji coba: apa yang kamu rasakan saat bermain dengan aturan baru ini? Apakah semua teman bisa ikut?
Akhir:- Penilaian produk kelompok: rubrik aturan permainan (kejelasan, inklusi, fair play, kreativitas)
- Penilaian presentasi: kemampuan menjelaskan dan mempertahankan aturan yang dirancang
- Refleksi tertulis individu: murid menuliskan 3 hal: apa yang dipelajari, bagaimana mereka berkontribusi dalam kelompok, dan satu perbaikan untuk aturan yang mereka rancang
Formatif:- Observasi selama diskusi kelompok: partisipasi, pemahaman konsep fair play dan inklusi
- Catatan pengamat selama uji coba permainan: keterlibatan semua anggota, efektivitas aturan baru
- Pertanyaan lisan selama proses merancang: apakah aturan ini sudah inklusif? Bagaimana jika ada teman yang kesulitan?
Sumatif:- Penilaian produk: aturan permainan yang dirancang kelompok (kejelasan, prinsip inklusi, kelayakan)
- Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menjelaskan alasan di balik aturan, respons terhadap masukan
- Refleksi tertulis individu: pemahaman tentang fair play, inklusi, dan pentingnya berbagai peran dalam tim
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang aturan inklusif dan fair play | Aturan yang dirancang belum mempertimbangkan keterlibatan semua peserta dan belum menerapkan prinsip fair play | Aturan yang dirancang mulai mempertimbangkan beberapa peserta tetapi belum mencakup semua dan prinsip fair play masih terbatas | Aturan yang dirancang mempertimbangkan keterlibatan sebagian besar peserta dan menerapkan prinsip fair play dengan cukup baik | Aturan yang dirancang secara jelas mempertimbangkan keterlibatan semua peserta tanpa terkecuali dan menerapkan prinsip fair play secara konsisten | | Menjalankan berbagai peran dalam tim | Murid hanya menjalankan satu peran dan belum memahami kontribusi peran lain dalam keberhasilan tim | Murid mencoba menjalankan lebih dari satu peran tetapi masih membutuhkan bimbingan untuk memahami kontribusinya | Murid dapat menjalankan beberapa peran (pemain, wasit, atau pengamat) dan memahami kontribusi masing-masing peran untuk keberhasilan tim | Murid secara aktif menjalankan berbagai peran dengan efektif dan dapat menjelaskan bagaimana setiap peran mendukung keberhasilan tim | | Kolaborasi dalam kelompok | Murid bekerja sendiri dan belum berkontribusi dalam diskusi atau kegiatan kelompok | Murid mulai terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya masih minimal | Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi ide dalam kelompok | Murid aktif memfasilitasi diskusi, menghargai semua pendapat, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat dan berkontribusi | | Refleksi dan pemahaman konsep | Murid belum dapat menjelaskan pentingnya inklusi dan fair play dalam permainan | Murid dapat menyebutkan konsep inklusi dan fair play tetapi belum dapat menjelaskan penerapannya | Murid dapat menjelaskan konsep inklusi dan fair play serta memberikan contoh penerapannya dalam aturan yang dirancang | Murid dapat menjelaskan secara mendalam pentingnya inklusi dan fair play, memberikan contoh konkret, dan merefleksikan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang aturan permainan? Apa yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan efektif untuk memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan beragam?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan fasilitasi diskusi agar lebih mendalam dan reflektif?
- Apakah alokasi waktu sudah sesuai? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek di pertemuan selanjutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menarik saat merancang aturan permainan baru? Mengapa?
- Peran apa yang kamu jalankan dalam kelompok? Bagaimana peranmu membantu kelompok mencapai tujuan?
- Apa yang kamu pelajari tentang pentingnya membuat aturan yang adil dan inklusif?
- Jika kamu bisa memperbaiki aturan yang kelompokmu rancang, apa yang akan kamu ubah? Mengapa?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aturan Baru, Permainan Seru
- Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aturan Baru, Permainan Seru
- Alat permainan: bola, cone, tali, rompi warna (untuk membedakan tim)
- Kertas besar atau papan tulis kecil untuk menulis aturan
- Peluit (untuk wasit)
- Lembar observasi untuk pengamat
- Area bermain: lapangan, halaman sekolah, atau ruang terbuka yang aman
|