Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif

PJOK - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerancang Aturan Alternatif Permainan Baru yang Inklusif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang aturan alternatif sebuah permainan secara berkelompok dengan mempertimbangkan prinsip fair play dan keterlibatan semua peserta tanpa terkecuali
  2. Murid dapat menjalankan berbagai peran (pemain, wasit, pengamat) dalam merancang dan mendiskusikan aturan permainan baru untuk mendukung keberhasilan tim

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bermain permainan di mana ada temanmu yang tidak bisa ikut bermain? Mengapa hal itu terjadi?
  2. Menurutmu, bagaimana cara membuat aturan permainan agar semua teman bisa ikut bermain tanpa terkecuali?
  3. Apa yang membuat sebuah permainan menjadi menyenangkan dan adil untuk semua pemain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain permainan berkelompok di sekolah atau rumah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merancang aturan permainan baru yang inklusif dan adil
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid tentang pentingnya aturan yang inklusif
  • Guru menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan: merancang, menguji, dan merefleksikan aturan permainan baru secara berkelompok

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menceritakan situasi permainan di mana ada peserta yang merasa tidak bisa ikut bermain karena keterbatasan (misalnya: tidak cukup cepat berlari, tidak bisa menangkap bola dengan baik)
  • Murid diminta mengidentifikasi masalah dalam permainan tersebut dan mendiskusikan mengapa beberapa teman tidak bisa ikut serta
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang prinsip fair play dan inklusi: semua orang berhak bermain, aturan harus adil, dan permainan harus menyenangkan untuk semua
  • Guru menjelaskan konsep modifikasi permainan: mengubah aturan, area bermain, alat, atau jumlah pemain agar semua orang bisa terlibat
  • Murid mencatat kata kunci: fair play, inklusi, modifikasi, peran (pemain, wasit, pengamat)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok memilih atau diberi satu permainan dasar (misalnya: gobak sodor, kucing-kucingan, atau permainan bola sederhana)
  • Kelompok merancang aturan alternatif untuk permainan tersebut dengan mempertimbangkan: bagaimana agar semua anggota bisa ikut, bagaimana membuat permainan lebih adil, dan bagaimana memastikan semua orang bersenang-senang
  • Murid dalam kelompok menjalankan berbagai peran: ada yang menjadi perancang aturan, ada yang menjadi pemain uji coba, ada yang menjadi pengamat, dan ada yang menjadi wasit
  • Kelompok menuliskan aturan baru mereka di kertas atau papan kecil dengan jelas
  • Setiap kelompok menguji coba permainan mereka selama 10-15 menit di lapangan atau area bermain
  • Selama uji coba, pengamat mencatat: apakah semua anggota terlibat, apakah ada yang merasa kesulitan, apakah permainan berjalan adil

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah uji coba, kelompok berkumpul kembali dan mendiskusikan: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan apakah semua anggota merasa terlibat
  • Setiap kelompok mempresentasikan aturan permainan baru mereka di depan kelas dan menjelaskan mengapa aturan tersebut inklusif dan adil
  • Kelompok lain memberikan masukan konstruktif dan pertanyaan untuk memperbaiki aturan
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas: apa yang membuat aturan permainan menjadi inklusif? Mengapa penting mempertimbangkan semua peserta saat merancang aturan?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pengalaman mereka dalam merancang aturan dan menjalankan berbagai peran

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu hal penting yang mereka pelajari tentang merancang aturan inklusif
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: aturan permainan yang baik mempertimbangkan semua peserta, fair play adalah kunci, dan setiap orang bisa berkontribusi dalam berbagai peran
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kreativitas dan kerja sama mereka
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan contoh permainan dan aturan yang sudah dimodifikasi sebagai referensi. Murid yang lebih cepat dapat diminta merancang dua versi aturan dengan tingkat kompleksitas berbeda.
  • Proses: Murid dapat memilih peran dalam kelompok sesuai kenyamanan mereka (perancang, pemain, pengamat, atau wasit). Guru memberikan waktu tambahan atau scaffolding verbal untuk kelompok yang membutuhkan.
  • Produk: Kelompok dapat menyajikan aturan mereka dalam bentuk tulisan, gambar, diagram, atau demonstrasi langsung sesuai pilihan mereka. Murid yang lebih cepat dapat diminta membuat poster visual aturan permainan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: Permainan apa yang pernah kamu mainkan di mana ada teman yang tidak bisa ikut? Mengapa?
  • Guru mengamati respons awal murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang inklusi dan fair play

Proses:

  • Observasi guru selama tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi masalah dalam permainan yang tidak inklusif
  • Observasi selama tahap Mengaplikasi: apakah kelompok dapat merancang aturan yang mempertimbangkan semua peserta, apakah murid menjalankan berbagai peran dengan baik
  • Catatan pengamat kelompok: tingkat keterlibatan semua anggota, efektivitas aturan yang dirancang
  • Tanya jawab selama uji coba: apa yang kamu rasakan saat bermain dengan aturan baru ini? Apakah semua teman bisa ikut?

Akhir:

  • Penilaian produk kelompok: rubrik aturan permainan (kejelasan, inklusi, fair play, kreativitas)
  • Penilaian presentasi: kemampuan menjelaskan dan mempertahankan aturan yang dirancang
  • Refleksi tertulis individu: murid menuliskan 3 hal: apa yang dipelajari, bagaimana mereka berkontribusi dalam kelompok, dan satu perbaikan untuk aturan yang mereka rancang

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: partisipasi, pemahaman konsep fair play dan inklusi
  • Catatan pengamat selama uji coba permainan: keterlibatan semua anggota, efektivitas aturan baru
  • Pertanyaan lisan selama proses merancang: apakah aturan ini sudah inklusif? Bagaimana jika ada teman yang kesulitan?

Sumatif:

  • Penilaian produk: aturan permainan yang dirancang kelompok (kejelasan, prinsip inklusi, kelayakan)
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menjelaskan alasan di balik aturan, respons terhadap masukan
  • Refleksi tertulis individu: pemahaman tentang fair play, inklusi, dan pentingnya berbagai peran dalam tim

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang aturan inklusif dan fair playAturan yang dirancang belum mempertimbangkan keterlibatan semua peserta dan belum menerapkan prinsip fair playAturan yang dirancang mulai mempertimbangkan beberapa peserta tetapi belum mencakup semua dan prinsip fair play masih terbatasAturan yang dirancang mempertimbangkan keterlibatan sebagian besar peserta dan menerapkan prinsip fair play dengan cukup baikAturan yang dirancang secara jelas mempertimbangkan keterlibatan semua peserta tanpa terkecuali dan menerapkan prinsip fair play secara konsisten
Menjalankan berbagai peran dalam timMurid hanya menjalankan satu peran dan belum memahami kontribusi peran lain dalam keberhasilan timMurid mencoba menjalankan lebih dari satu peran tetapi masih membutuhkan bimbingan untuk memahami kontribusinyaMurid dapat menjalankan beberapa peran (pemain, wasit, atau pengamat) dan memahami kontribusi masing-masing peran untuk keberhasilan timMurid secara aktif menjalankan berbagai peran dengan efektif dan dapat menjelaskan bagaimana setiap peran mendukung keberhasilan tim
Kolaborasi dalam kelompokMurid bekerja sendiri dan belum berkontribusi dalam diskusi atau kegiatan kelompokMurid mulai terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya masih minimalMurid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan kontribusi ide dalam kelompokMurid aktif memfasilitasi diskusi, menghargai semua pendapat, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat dan berkontribusi
Refleksi dan pemahaman konsepMurid belum dapat menjelaskan pentingnya inklusi dan fair play dalam permainanMurid dapat menyebutkan konsep inklusi dan fair play tetapi belum dapat menjelaskan penerapannyaMurid dapat menjelaskan konsep inklusi dan fair play serta memberikan contoh penerapannya dalam aturan yang dirancangMurid dapat menjelaskan secara mendalam pentingnya inklusi dan fair play, memberikan contoh konkret, dan merefleksikan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang aturan permainan? Apa yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan efektif untuk memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan beragam?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan fasilitasi diskusi agar lebih mendalam dan reflektif?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik saat merancang aturan permainan baru? Mengapa?
  • Peran apa yang kamu jalankan dalam kelompok? Bagaimana peranmu membantu kelompok mencapai tujuan?
  • Apa yang kamu pelajari tentang pentingnya membuat aturan yang adil dan inklusif?
  • Jika kamu bisa memperbaiki aturan yang kelompokmu rancang, apa yang akan kamu ubah? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aturan Baru, Permainan Seru
  2. Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka, Bab 3: Aturan Baru, Permainan Seru
  3. Alat permainan: bola, cone, tali, rompi warna (untuk membedakan tim)
  4. Kertas besar atau papan tulis kecil untuk menulis aturan
  5. Peluit (untuk wasit)
  6. Lembar observasi untuk pengamat
  7. Area bermain: lapangan, halaman sekolah, atau ruang terbuka yang aman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.