Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Konsep Modifikasi Permainan yang Inklusif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Konsep Modifikasi Permainan yang Inklusif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 5: Konsep Modifikasi Permainan yang Inklusif

PJOK - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Konsep Modifikasi Permainan yang Inklusif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKonsep Modifikasi Permainan yang Inklusif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep modifikasi permainan dan alasan perlunya modifikasi aturan untuk mendukung partisipasi inklusif semua pemain
  2. Murid dapat membandingkan aturan permainan asli dengan aturan yang telah dimodifikasi dan menilai dampaknya terhadap keterlibatan seluruh peserta secara adil

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda? Bagaimana rasanya?
  2. Mengapa ada permainan yang membuat semua orang bisa ikut bermain dengan senang, sementara ada yang membuat sebagian orang merasa sulit?
  3. Apa yang bisa kita ubah dari sebuah permainan agar semua teman bisa ikut berpartisipasi secara adil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain bersama teman yang memiliki kemampuan berbeda-beda
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami konsep modifikasi permainan inklusif dan membandingkan dampak perubahan aturan
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang permainan yang adil untuk semua

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menayangkan video singkat atau menceritakan ilustrasi tentang permainan yang tidak semua anak bisa ikut (misalnya bola basket dengan ring tinggi bagi anak pendek, atau lari cepat bagi anak dengan keterbatasan gerak)
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi masalah dalam ilustrasi tersebut secara berkelompok (4-5 orang)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Apa yang membuat permainan tersebut tidak bisa diikuti semua orang?
  • Guru menjelaskan konsep permainan inklusif: permainan yang dirancang untuk semua anak tanpa memandang latar belakang, jenis kelamin, dan kemampuan fisik
  • Guru menjelaskan konsep modifikasi permainan: perubahan aturan, alat, atau cara bermain agar semua peserta bisa terlibat secara adil dan menyenangkan
  • Murid membaca materi singkat dari buku siswa tentang prinsip permainan inklusif dan alasan perlunya modifikasi
  • Guru memberikan contoh konkret modifikasi: mengubah ukuran lapangan, menggunakan bola lebih ringan, membuat aturan sentuhan untuk semua pemain, atau membagi peran sesuai kemampuan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja berisi dua kolom: Aturan Asli vs Aturan Modifikasi untuk permainan sederhana (misalnya: Gobak Sodor atau Bola Tangan)
  • Setiap kelompok menganalisis satu permainan yang telah ditentukan guru
  • Murid berdiskusi dan mengisi kolom: apa aturan asli permainan tersebut, dan apa yang bisa dimodifikasi agar semua teman bisa ikut (termasuk teman dengan kemampuan berbeda)
  • Murid menuliskan alasan di balik setiap modifikasi yang mereka usulkan: Mengapa perubahan ini penting? Siapa yang diuntungkan?
  • Guru berkeliling memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan scaffolding dengan pertanyaan: Apakah modifikasi ini membuat permainan lebih adil? Apakah semua anak tetap tertantang?
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan usulan modifikasi mereka di depan kelas (2-3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan: Apakah modifikasi ini sudah cukup inklusif? Adakah yang perlu diperbaiki?

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi reflektif kelas: Apa perbedaan utama antara permainan asli dan permainan yang sudah dimodifikasi?
  • Murid menjawab secara lisan: Bagaimana dampak modifikasi terhadap keterlibatan semua pemain? Apakah ada yang merasa lebih bisa ikut bermain?
  • Guru meminta murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: Apa yang saya pelajari hari ini tentang permainan inklusif? Mengapa modifikasi permainan itu penting?
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksi mereka secara sukarela
  • Guru menegaskan kembali konsep kunci: modifikasi permainan bukan membuat permainan lebih mudah, tetapi membuat permainan lebih adil dan menyenangkan untuk semua
  • Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya: merancang dan menguji permainan baru yang inklusif

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 2-3 pertanyaan reflektif tertulis atau lisan
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan ide-ide kreatif murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: merancang dan menguji permainan baru
  • Guru meminta murid untuk mengamati permainan di sekitar rumah dan berpikir bagaimana permainan tersebut bisa dimodifikasi
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan studi kasus permainan yang lebih kompleks (misalnya sepak bola atau bola voli) untuk dianalisis. Murid yang lambat diberikan permainan tradisional sederhana dengan panduan pertanyaan terstruktur untuk memudahkan analisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat scaffolding tambahan dari guru melalui pertanyaan pemandu dan contoh konkret. Murid yang mandiri diberi kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan modifikasi tanpa banyak arahan.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: lisan dengan penjelasan langsung, poster visual dengan gambar modifikasi, atau simulasi singkat untuk mendemonstrasikan perbedaan aturan asli dan modifikasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid bermain dengan teman yang memiliki kemampuan berbeda: Pernahkah kalian merasa ada teman yang sulit ikut bermain? Mengapa?
  • Guru mencatat pemahaman awal murid tentang konsep keadilan dalam permainan melalui tanya jawab singkat

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: Apakah murid aktif berdiskusi? Apakah mereka bisa mengidentifikasi masalah dalam permainan?
  • Guru berkeliling dan mengajukan pertanyaan pemandu untuk mengecek pemahaman murid: Mengapa modifikasi ini penting? Siapa yang diuntungkan?
  • Penilaian hasil analisis lembar kerja: Apakah murid bisa membandingkan aturan asli dan modifikasi dengan tepat?
  • Penilaian presentasi kelompok: Apakah penjelasan logis dan mencerminkan pemahaman konsep inklusif?

Akhir:

  • Pertanyaan tertulis: Jelaskan apa itu modifikasi permainan dan mengapa modifikasi penting untuk permainan inklusif! (skor 0-25)
  • Pertanyaan tertulis: Berikan contoh satu permainan dan sebutkan 2 modifikasi yang bisa dilakukan agar semua anak bisa ikut bermain secara adil! (skor 0-25)
  • Penilaian refleksi tertulis individu: Apa yang saya pelajari hari ini? Bagaimana saya bisa menerapkan konsep ini saat bermain dengan teman? (skor 0-20)
  • Observasi sikap dan kolaborasi selama pembelajaran (skor 0-30)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil analisis kelompok pada lembar kerja

Sumatif:

  • Penilaian presentasi kelompok
  • Penilaian refleksi tertulis individu
  • Pertanyaan tertulis tentang konsep modifikasi permainan inklusif

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Modifikasi PermainanBelum bisa menjelaskan konsep modifikasi permainan dan alasan perlunya modifikasiBisa menjelaskan konsep modifikasi permainan secara sederhana tetapi belum memahami alasan pentingnyaBisa menjelaskan konsep modifikasi permainan dan alasan perlunya dengan cukup jelasBisa menjelaskan konsep modifikasi permainan, alasan pentingnya, dan memberikan contoh konkret dengan sangat jelas
Kemampuan Membandingkan dan Menilai Dampak ModifikasiBelum bisa membandingkan aturan asli dan modifikasi, serta belum memahami dampaknyaBisa menyebutkan perbedaan aturan asli dan modifikasi tetapi belum bisa menilai dampaknya terhadap keterlibatan pesertaBisa membandingkan aturan asli dan modifikasi serta menilai dampaknya terhadap keterlibatan dengan cukup baikBisa membandingkan secara detail dan menilai dampak modifikasi terhadap keadilan dan keterlibatan seluruh peserta dengan analisis mendalam
Kolaborasi dalam Diskusi KelompokPasif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam analisisMulai terlibat dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimalAktif berdiskusi dan memberikan kontribusi ide dalam analisis kelompokSangat aktif, memfasilitasi diskusi, memberikan ide kreatif, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain
Kreativitas dalam Mengusulkan ModifikasiBelum bisa mengusulkan modifikasi yang sesuaiBisa mengusulkan modifikasi sederhana tetapi belum mempertimbangkan prinsip inklusifBisa mengusulkan modifikasi yang mempertimbangkan partisipasi inklusif dengan cukup baikMengusulkan modifikasi kreatif, inovatif, dan sangat mempertimbangkan keadilan serta partisipasi semua pemain

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan pemahaman yang baik tentang konsep modifikasi permainan inklusif?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan sudah memfasilitasi partisipasi semua murid dengan kemampuan beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih memahami dampak modifikasi terhadap keadilan permainan?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahap pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang permainan inklusif?
  • Mengapa modifikasi permainan itu penting?
  • Bagaimana perasaan saya saat berdiskusi dan menganalisis permainan bersama kelompok?
  • Apa yang akan saya lakukan agar teman-teman saya bisa ikut bermain dengan adil di luar sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka - Bab 3 Aturan Baru Permainan Seru
  2. Buku Guru PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka - Bab 3 Aturan Baru Permainan Seru
  3. Video atau ilustrasi tentang permainan inklusif dan modifikasi permainan
  4. Lembar kerja analisis aturan permainan (kolom: Aturan Asli vs Aturan Modifikasi)
  5. Alat tulis, kertas, dan papan tulis untuk presentasi kelompok
  6. Contoh permainan tradisional: Gobak Sodor, Bola Tangan, atau permainan lokal lainnya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.